Tag: sunda

  • Potret Ayudia Bing Slamet Antar Ibunda Menikah, Pakai Hijab Simple & Tunik

    Gresnia Arela Febriani – wolipop

    Kamis, 28 Agu 2025 16:00 WIB





    Anda menyukai artikel ini

    Gaya Hijab Ayudia Bing Slamet Antar Ibunda Menikah
    Foto: Dok. TikTok @ayudiac_

    Jakarta
    Selebriti dan influencer hijab, Ayudia Bing Slamet membagikan momen penuh haru saat dirinya mengantarkan sang ibunda, Susi Seniwati, menuju pelaminan. Pada 25 Agustus 2025, pernikahan ibunda Ayudia berlangsung khidmat dan hangat di tengah keluarga serta kerabat terdekat.

    Dalam prosesi pernikahan ibunya tersebut, Ayudia tampil menawan dengan balutan tunik putih dan hijab sederhana namun elegan. Ia berjalan mendampingi ibundanya yang mengenakan kebaya putih dengan hiasan melati khas adat Sunda. Di tengah isak haru dan senyum bahagia para tamu, Ayudia terlihat kuat dan penuh kasih saat menggandeng tangan ibunya.

    Seperti apa momen harunya?

    Hijab clean look ala Ayudia C

    Halaman 2 dari 7

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”8083747″ dtr-ttl=”Potret Ayudia Bing Slamet Antar Ibunda Menikah, Pakai Hijab Simple & Tunik”>

    Hijab clean look ala Ayudia C

    Gaya Hijab Ayudia Bing Slamet Antar Ibunda Menikah

    Foto: Dok. TikTok @ayudiac_

    Wanita yang bernama lengkap Ayudia Chaerani ini tampil anggun mendampingi ibunda dengan hijab pashmina putih satin yang dililit rapi ke belakang, memperlihatkan garis wajah dengan elegan.

    Hijab segi empat serba putih

    Halaman 3 dari 7

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”8083747″ dtr-ttl=”Potret Ayudia Bing Slamet Antar Ibunda Menikah, Pakai Hijab Simple & Tunik”>

    Hijab segi empat serba putih

    Gaya Hijab Ayudia Bing Slamet Antar Ibunda Menikah

    Foto: Dok. TikTok @ayudiac_

    Ayudia mulai dikenal setelah memerankan Nunut dalam film Ketika arahan Deddy Mizwar pada 2004. Semenjak mengenakan hijab, gaya hijab Ayudia yang identik dengan hijab pashmina langsung menjadi inspirasi bagi hijabers Tanah Air. Kali ini, ia mengenakan hijab simpel nan mewah yang serasi dengan kebaya modern berwarna putih potongan tunik. Penataan hijab yang clean memberi kesan lembut namun tegas.

    Ayudia dampingi ibunda yang menikah

    Halaman 4 dari 7

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”4″ dtr-id=”8083747″ dtr-ttl=”Potret Ayudia Bing Slamet Antar Ibunda Menikah, Pakai Hijab Simple & Tunik”>

    Ayudia dampingi ibunda yang menikah

    Gaya Hijab Ayudia Bing Slamet Antar Ibunda Menikah

    Foto: Dok. TikTok @ayudiac_

    Saat prosesi akad ibundanya, Ayudia berdiri di sisi wanita yang telah melahirkannya itu. Ibu satu anak ini tampil dengan hijab segi empat putih dengan detail yang sleek dan feminin, cocok untuk acara formal. Dalam pernikahan tersebut, mahar yang diberikan berupa logam mulia seberat 25 gram.

    Mengusung adat Sunda

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”5″ dtr-id=”8083747″ dtr-ttl=”Potret Ayudia Bing Slamet Antar Ibunda Menikah, Pakai Hijab Simple & Tunik”>

    Hijab Ayudia tampil clean dan anggun, berpadu sempurna dengan busana pengantin ibunya, nuansa adat Sunda yang kental. Makeup natural menonjolkan kelembutan tampilannya. Sedangkan ibunda, tampil serasi dengan Ayudia dengan hijab segi empat putih dilengkapi dengan roncean melati.

    Sumber : wolipop.detik.com

    Alhamdulillah muslimah sholihah hijab اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Satria SP
  • 8 Bakat Ada di Hijab Hunt, Mulai dari Lukis Pasir hingga Menari dengan Golok

    Jakarta

    Kamu mempunyai bakat yang unik dan berbeda dari yang lain? Ini waktunya kamu untuk bersinar melalui Emeron Hijab Hunt 2024. Kamu bisa memenangkan hadiah umrah secara gratis dan uang puluhan juta rupiah.

    Hijab Hunt adalah ajang pencarian muslimah berbakat yang diselenggarakan oleh Wolipop sejak tahun 2012. Tahun ini, Wolipop bekerja sama dengan Emeron kembali menghadirkan Emeron Hijab Hunt 2024 dengan tema #Hijabersinar.

    Setiap bakat, apa pun itu pasti istimewa loh Muslimah! Seperti 8 bakat unik ini yang pernah ada di ajang Hijab Hunt. Mulai dari lenong, melukis di atas pasir hingga menari dengan golok. Penasaran?


    Berikut ini bakat unik yang pernah ada di audisi Hijab Hunt:

    1. Lenong

    Maya Shafira terpilih sebagai pemenang ketiga Sunsilk Hijab Hunt 2018. Finalis asal Jakarta ini sukses mencuri hati dewan juri lewat bakatnya dalam membawakan budaya lenong saat malam final Sunsilk Hijab Hunt 2018 yang berlangsung di Ecovention Ancol, Jakarta Utara Juni 2018.

    Maya memberikan penampilan yang sangat menghibur dengan aksi ngelenong dan berpantun. Berhasil meraih juara tiga Sunsilk Hijab Hunt 2018, Maya mengaku tak menyangka dan sempat minder karena melihat bakat 14 finalis Sunsilk Hijab Hunt lainnya yang luar biasa.

    “Jujur awal itu saya minder banget karena saya lihat potensi muslimah finalis itu luar biasa. Saya sangat mengapresiasi mereka, penampilan mereka sangat luar biasa. Makanya saya pikir dengan saya membawakan budaya apakah saya bisa setara dengan mereka, dan Allah kasih ternyata saya bisa melampaui itu alhamdulilah,” ungkap Maya saat ditemui Wolipop.

    2. Sulap

    Tak seperti menari dan menyanyi, sulap adalah talenta yang jarang ditampilkan peserta Hijab Hunt 2017. Hal tersebut dilakukan oleh Anisa Nurhayati asal Klaten. Wirausahan baju muslimah itu memperlihatkan permainan Zombie Ball di mana bola besi seakan-akan dibuat melayang. Wanita 27 tahun yang juga berprofesi sebagai pesulap itu pun mengaku baru mempelajarinya.

    3. Bermain Kecapi

    Di saat banyak peserta yang memainkan gitar atau piano, peserta bernama Catur Putri justru memilih alat musik yang lebih tradisional, yakni kecapi. Tak hanya pandai memainkan kecapi, ia juga memulainya dengan menyinden dan memainkan lagu Sunda.

    “Saya terkesan karena masa sekarang ini ada anak muda yang mau melestraikan budaya, kamu bagus banget,” kata desainer Anniesa Hasibuan sebagai juri.

    Catur Putri kemudian keluar sebagai Juara favorit ketiga Hijab Hunt 2017. Catur memainkan kecapi dan menyanyi lagu daerah Sunda.

    4. Lukis Pasir

    Melukis pasir ditampilkan oleh Fera Manaroinsong. Mahasiswa berusia 20 tahun tersebut tahun lalu sudah pernah ikut Sunsilk Hijab Hunt. Hanya masuk 20 besar Yogyakarta, ia pun bertekad mengikutinya lagi tahun ini. Apalagi sekarang Fera sudah punya meja pasir dan konsep yang lebih maksimal. Kali ini, ia melukiskan tentang sambutan Sunsilk Hijab Hunt di Yogyakarta.

    5. Taekwondo

    Tak hanya menyanyi dan menari, bakat yang dimiliki finalis Hijab Hunt 2017 cukup beragam, salah satunya adalah taekwondo. Lia Karina Mansur, finalis asal Yogyakarta ini adalah seorang atlet nasional taekwondo. Karena prestasinya inilah, Lia berhasil masuk sebagai sepuluh besar finalis Hijab Hunt 2017.

    6. Puisi dan Bernyanyi

    Umi Fadila menjadi favorit kedua para juri. Umi yang berprofesi sebagai guru fisika dan kimia itu unjuk kebolehan membaca puisi dan bernyanyi.

    7. Modeling

    Sekar Fathiya Azni berhasil meraih posisi ketiga pada Hijab Hunt 2017. Sekar Fathiya Azni pamer kebolehan modeling dan bernyanyi dan meraih hadiah uang.

    8. Menari dengan Golok

    Tak sedikit pula hijabers Yogyakarta yang menunjukkan kebolehan menari. Salah satunya adalah Junnia Ulfah yang merupakan seorang mahasiswi asal Kalimantan Tengah. Tariannya bisa dibilang maskulin, apalagi melibatkan golok. Diceritakan jika Junnia adalah kakak yang cemburu dan ingin berperang dengan adik dengan golok itu. Ia bahkan terlihat menggigit golok saat menari.

    Mau seperti mereka? Yuk, daftar sekarang dan ikuti audisinya di www.hijabhunt.com. Setelah audisi di Bandung, akan ada audisi Emeron Hijab Hunt 2024 secara langsung di Jakarta dan Solo.

    Melihat antusiasme dari para hijabers, tim Emeron Hijab Hunt 2024 memutuskan untuk mengubah batas usia pendaftar menjadi 15-35 tahun. Kamu bisa langsung daftar dan ikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 melalui www.hijabhunt.com.

    Jika kamu upload video bakatmu melalui aplikasi KipasKipas, kamu berkesempatan mendapatkan Golden Ticket by KipasKipas!

    Emeron Hijab Hunt 2024 didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Social Media KipasKipas dapatkan aplikasinya di AppStore dan PlayStore, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Jago Main Angklung dan Jaipong? Yuk Ikut Audisi Emeron Hijab Hunt di Bandung

    Jakarta

    Hijabers yang tinggal di Bandung dan sekitarnya dan mempunyai bakat bermain angklung, menari Jaipong hingga Tari Topeng Cirebon bisa langsung ikuti Emeron Hijab Hunt 2024. Kamu bisa memangkan hadiah umrah dan uang puluhan juta rupiah.

    Tunjukkan bakat kamu yang bisa menampilkan tarian khas Sunda, seperti tari Sinten, tari Topeng, Tari Jayengrana Kasumedangan, atau menguasai alat musik angklung hingga gamelan degung.

    Bisa juga kamu menampilkan kesenian khas Jawa Barat seperti Domba Depok, Kesenian Badawang, Jenaka Sunda, Kesenian Reak, hingga Kesenian Dog Dog. Tampilkan keunikan dan bakat diri melalui Emeron Hijab Hunt 2024.


    Jangan sampai kelewatan segera daftarkan diri kamu sekarang. Berikut tanggal pendaftaran dan audisi:

    Pendaftaran:

    24 Juni 2024 hingga 19 Juli 2024.

    Audisi: 20 Juli 2024.

    Lokasi: Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat.

    Selain itu, kamu wajib memenuhi syarat untuk bisa menjadi finalis. Seluruh pendaftaran wajib melalui www.hijabhunt.com.

    Syarat utama Emeron Hijab Hunt 2024

    1. Warga negara Indonesia
    2. Muslimah (wajib mengenakan hijab).
    3. Usia 15-35 tahun.
    4. Memilki identitas yang masih berlaku seperti KTP, SIM, atau pasport.
    5. Memiliki bakat dan ketertarikan di bidang seni, fashion, musik, teknologi, pendidikan, dan lainnya.
    6. Terbuka untuk muslimah yang belum menikah atau pun sudah menikah.
    7. Syarat dan ketentuan selengkapnya bisa langsung cek di www.hijabhunt.com.

    Jika kamu upload video bakatmu melalui aplikasi KipasKipas, kamu berkesempatan mendapatkan Golden Ticket by KipasKipas!

    Emeron Hijab Hunt 2024 didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Social Media KipasKipas dapatkan aplikasinya di AppStore dan PlayStore, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Digelar 20 Juli di Bandung, Ini Tahapannya

    Jakarta

    Hayo, siapa yang sudah tak sabar untuk mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024? Berikut ini informasi tahapan audisi tahap pertama dan kedua.

    Sebelum datang ke audisi, ada informasi yang penting nih yang wajib kamu ketahui. Jangan lupa persiapkan diri untuk menampilkan bakat terbaik kamu di hadapan juri.

    Berikut informasi penting untuk kamu yang ikut audisi offline:


    1. Tunjukkan konfirmasi Email

    Pastikan kamu sudah mendapatkan Email konfirmasi lolos pendaftaran untuk ditunjukkan kepada panitia saat resgistrasi.

    2. Alur Audisi:

    Audisi tahap 1 : Seluruh peserta yang sudah lolos pendaftaran akan menunjukkan bakat di depan juri. Pada akhir audisi tahap 1, panitia akan mengumumkan 20 besar yang lolos untuk mengikuti audisi 20 besar di hari kedua. Audisi tahap 1 dimulai dari jam 10.00 WIB, jadi kamu bisa datang lebih awal untuk registrasi lebih dahulu.

    Audisi tahap 2: Setelah itu, audisi 20 besar yang lolos dari audisi tahap 1 akan menunjukkan bakatnya di depan juri tamu. Audisi 20 besar mulai dari pukul 13.00 WIB, jangan sampai telat ya!

    Nantinya akan dipilih 3 finalis untuk melaju ke grand final.

    3. Persiapkan produk Emeron Complete Hair Care

    Bagi peserta yang mengikuti audisi, wajib membeli paket Emeron Complete Hair Care senilai Rp 40 Ribu di booth Emeron yang ada di lokasi acara audisi.

    Bagi kamu yang belum daftar, kamu masih punya waktu untuk ikutan audisinya. Langsung daftar sekarang juga ya!

    Berikut ini lokasi dan jadwal audisi di Bandung:

    Audisi Tahap 1: 20 Juli 2024, pukul 10.00 WIB.
    Audisi Tahap 2: 21 Juli 2024, pukul 13.00 WIB.
    Lokasi: Parkir Barat Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat.

    Emeron Hijab Hunt 2024 mencari sosok muslimah berbakat dan berprestasi di berbagai bidang seperti seni, fashion, musik, teknologi, pendidikan, dan lainnya.

    Tunjukkan bakat kamu yang bisa menampilkan tarian khas Sunda, seperti tari Sinten, tari Topeng, Tari Jayengrana Kasumedangan, atau menguasai alat musik angklung hingga gamelan degung.

    Bisa juga kamu menampilkan kesenian khas Jawa Barat seperti Domba Depok, Kesenian Badawang, Jenaka Sunda, Kesenian Reak, hingga Kesenian Dog Dog. Tampilkan keunikan dan bakat diri melalui Emeron Hijab Hunt 2024.

    Selain itu, kamu wajib memenuhi syarat untuk bisa menjadi finalis. Seluruh pendaftaran wajib melalui www.hijabhunt.com.

    Syarat utama Emeron Hijab Hunt 2024:

    1. Warga negara Indonesia
    2. Muslimah (wajib mengenakan hijab).
    3. Usia 15-35 tahun.
    4. Memilki identitas yang masih berlaku seperti KTP, SIM, atau pasport.
    5. Memiliki bakat dan ketertarikan di bidang seni, fashion, musik, teknologi, pendidikan, dan lainnya.
    6. Terbuka untuk muslimah yang belum menikah atau pun sudah menikah.
    7. Syarat dan ketentuan selengkapnya bisa langsung cek di www.hijabhunt.com.

    Jika kamu upload video bakatmu melalui aplikasi KipasKipas, kamu berkesempatan mendapatkan Golden Ticket by KipasKipas!

    Emeron Hijab Hunt 2024 didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Social Media KipasKipas dapatkan aplikasinya di AppStore dan PlayStore, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Cerita 5 Peserta yang Lolos Tahap ke-2 Audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Bandung

    Bandung

    Rasa lega, haru dan bahagia dirasakan oleh para peserta yang berhasil lolos ke audisi tahap kedua Emeron Hijab Hunt 2024, di Parkir Barat Trans Studio Mall, Bandung (20/7/2024). Ada 20 peserta yang lanjut pada tahap kedua audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Bandung.

    Wolipop sudah berbincang dengan Shafira Fitri Baraja, Yuni Tiara, Nabilla Saptiroh, Ratu Cenny Nurfadhilah, dan Adzira Qalbi Shaqqi, yang termasuk top 20 peserta audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Bandung. Ini kata mereka setelah berhasil menjadi top 20 di Bandung.

    1. Shafira Fitri Baraja

    Shafira Fitri Baraja (25 tahun) menampilakan aksi dance saat audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Bandung. “Rasanya deg-degan karena ini first stage aku setelah melahirkan. Jadi aku excited untuk tampil hari ini,” terangnya.


    Wanita yang tinggal di Cikarang, Jawa Barat ini mengaku akan mempersiapkan kostum dan properti untuk tampil di depan juri pada Minggu (21/7/2024).

    “Aku deg-degan soalnya nama aku disebutinnya terakhir jadi aku udah hopeless. Akhirnya ada kesempatan untuk menampilkan yang lebih baik lagi,” ucap Shafira lega.

    Shafira mengaku akan membuat para juri dan penonton yang hadir terpana dengan kejutan yang akan ia bawakan pada esok hari.

    “Aku tadi menampilkan tarian modern mix tradisi. Persiapannya aku mau siapin properti dan mungkin ada unsur kejutan lagi. Tadi kan ada kipas dan akan menampilkan yang beda,” ucap Shafira.

    2. Yuni Tiara

    Wanita yang berusia 20 tahun ini menampilkan aksi pencak silat di audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Bandung. Yuni merasa terharu karena namanya berhasil masuk ke tahap audisi kedua.

    “Bisa menambah pengalaman baru setelah tanding di gelanggang. Pas nama dipanggil lebih kaget karena tidak berharap menang dan tidak menyangka aja,” kata Yuni Tiara.

    “Buat besok Yuni bakal pakai baju perguruan dan bakal ada seni golok dan pematahan dragon. Kostumnya pakai kain dodot,” lanjutnya lagi.

    3. Nabilla Saptiroh

    Melestarikan tembang Sunda, Nabilla Saptiroh berhasil meyakinkan para juri Emeron Hijab Hunt 2024. Ia terkejut ketika namanya masuk ke dalam 20 besar.

    “Tadi aku nyanyi Sunda lagunya berjudul Asih Saliwat kebetulan itu lagunya kakak aku. Sempat tidak menyangka soalnya pesertanya lebih dari 100 dan aku tidak menduga karena ini pertama kalinya aku buat tampilin bakat dan bersyukur punya wadah untuk mengembangkan bakat,” tutur Nabilla Saptiroh.

    “Persiapannya besok kostumnya ada unsur batiknya dan olah vokal dulu untuk asah suara,” lanjutnya lagi.

    4. Ratu Cenny Nurfadhilah

    Selanjutnya ada Ratu Cenny Nurfadhilah yang menampilkan aksi menari tradisional di audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Bandung. Dia sudah sejak kelas 1 SD mengikuti sanggar tari dan mengikuti perlombaan dari tingkat provinsi dan nasional. Wanita yang tinggal di Sarijadi, Bandung ini tak bisa berkata-kata ketika terpilih masuk ke dalam 20 besar.

    “Pertama aku tidak menyangka dan soeechless karena ounya kesempatan untuk memberikan inspriasi untuk melestarikan budaya Sunda. Hujabers bisa mengekresipkan diri lewat tradisional,” jelasnya.

    Wanita yang berusia 24 tahun ini pernah ikut Indonesia’s Got Talent hingga berhasil menjadi semi finalis pada tahun 2014. Ia mengungkapkan persiapan yang akan ia tampilkan saat audisi tahap kedua.

    “Persiapannya buat besok aku mau menampilkan tarian andalan aku sancang gugat sebenarnya sama-sama berjuang tapi ada sisi wanitanya. Tadi kan sisinya gagah dan bakalan ada properti yang lebih mendukung,” ujar Ceny.

    5. Adzira Qalbi Shaqqi

    Terakhir ada Adzira Qalbi Shaqqi yang membawakan lagu khas Sunda Es Lilin dan Bubuy Bulan di audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Bandung. Ia mengaku tidak memberi tahu teman dan keluarganya jika ikut audisi Emeron Hijab Hunt 2024.

    “Aku tadi hanya minta doa aja sama orang tua dan tidak bilang apa-apa. Tadi aku sempat bilang Ya Allah aku sudah berserah aja dan pasrah. Eh, nama aku langsung dipanggil. Jujur aku gak nyangka banget. Aku sampai terharu. Aku tadi dari rumah sendirian,” ucap Adzira Qalbi Shaqqi haru.

    Terpilih menjadi 20 besar, Adzira Qalbi Shaqqi menyebutkan persiapan lebih maksimal ketika audisi tahap kedua Emeron Hijab Hunt 2024 di Bandung.

    Audisi Tahap kedua pada (21/7/2024), pukul 13.00 WIB, di Parkir Barat Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat. Pada audisi tahap kedua akan ada juri spesial yaitu aktris Intan Nuraeni, Hijab Hunt Family 2017 Ayuenstar dan Editor in Chief Wolipop, Eny Muhidin.

    Yuk, persiapkan bakat kamu untuk tampil maksimal di audisi tahap kedua Emeron Hijab Hunt 2024!

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umrah dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Hari Ini, Yuk Nonton Salma Salsabil di Audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Bandung

    Bandung

    Hijabers! Kamu bisa menyaksikan penampilan Salma Salsabil di audisi Emeron Hijab Hunt 224 di Bandung. Salma Salsabil akan tampil pada Minggu (21/7/2024) pukul 13.00 WIB di Trans Studio Mall, Bandung.

    Audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Bandung, akan dipandu oleh Abi Perdana dan Eiza Maghfira. Kamu sudah mempersiapkan bakat kamu di depan juri?

    Kamu bisa menampilkan tarian khas Sunda, seperti tari Sinten, tari Topeng, Tari Jayengrana Kasumedangan, atau menguasai alat musik angklung hingga gamelan degung.


    Kamu juga bisa lho menyuguhkan kesenian khas Jawa Barat di depan para juri, seperti Domba Depok, Kesenian Badawang, Jenaka Sunda, Kesenian Reak, hingga Kesenian Dog Dog. Tampilkan keunikan dan bakat diri melalui Emeron Hijab Hunt 2024.

    Bagi kamu yang belum daftar, kamu masih punya waktu untuk ikutan audisinya sebelum ditutup pada hari ini, Jumat (19/7/2024). Langsung daftar sekarang juga ya! Jangan sampai kelewatan ya, berikut ini lokasi dan jadwal audisi di Bandung:

    Audisi Tahap 1: 20 Juli 2024, pukul 10.00 WIB.
    Audisi Tahap 2: 21 Juli 2024, pukul 13.00 WIB.
    Lokasi: Parkir Barat Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat.

    Berikut ini rangkaian acara audisi di Bandung.

    Audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Bandung:

    – Seluruh peserta datang dan registrasi terlebih dahulu.
    – Peserta diharapkan membawa form pendaftaran yang dapat di download setelah daftar.
    – Seluruh peserta yang sudah registrasi ulang, mendapatkan nomor kedatangan.
    – Setelah mendapatkan nomor, peserta wajib melakukan pembelian product Emeron di booth Emeron.
    – Setelah melakukan pembelian, peserta akan duduk di tenda peserta dari depan ke belakang sesuai nomor peserta.

    Peserta Tunjukan Bakat di Depan Juri:

    – Peserta akan masuk ke dalam tenda penjurian untuk menunjukkan bakatnya di depan juri

    – Peserta akan diberikan waktu 5-7 menit untuk menunjukkan bakatnya
    – Juri akan menilai performance peserta dan memberikan nilai pada form penjurian
    – Apabila juri menemukan peserta yang bagus dan ada kemungkinan dipilih untuk lolos ke 20 besar.
    – Jika sudah selesai, peserta akan diinfokan oleh juri bahwa pengumuman akan dilakukan setelah Magrib jadi mohon untuk tetap berada di area acara hingga pengumuman.

    Jika kamu upload video bakatmu melalui aplikasi KipasKipas, kamu berkesempatan mendapatkan Golden Ticket by KipasKipas!

    Jadi, tunggu apa lagi! Segera daftarkan diri kamu di www.hijabhunt.com. Kamu bisa meraih hadiah umrah gratis dan uang tunai puluhan Juta. Berikut hadiah yang bisa kamu bawa pulang:
    • Pemenang pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp 50.000.000 & Paket Umrah.
    • Pemenang kedua mendapatkan hadiah sebesar Rp 25.000.000 & Paket Umrah.
    • Pemenang ketiga mendapatkan hadiah sebesar Rp 15.000.000 & Paket Umrah.
    • Pemenang terfavorit mendapatkan hadiah sebesar Rp 5.000.000.
    • Pemenang inspiring mendapatkan hadiah sebesar Rp 5.000.000.

    Emeron Hijab Hunt 2024 didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Social Media KipasKipas dapatkan aplikasinya di AppStore dan PlayStore, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Peserta Audisi Emeron Hijab Hunt Tampilkan Aksi Wayang hingga Tari Kreasi

    Solo

    Peserta Emeron Hijab Hunt 2024 membawa bakat yang beragam dan unik di Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo, Jawa Tengah (7/8/2024). Peserta ada yang menampilkan aksi wayang, tari kreasi dan bernyanyi.

    Seperti Suci Nur Afifah (23 tahun) yang menampilkan bakat wayangan. Mahasiswi Universitas Muhammadiah Purwokerto, fakultas teknik dan sains ini tampil percaya diri di hadapan juri.

    “Aku bakatnya wayangan gagrak banyumasan, jadi bedanya gagrak Banyumasan itu dari bahasanya pakai bahasa ngapak, juga dari musik yang lebih keras dan cepat. Wayang dengan lakon Bawor nggayuh wahyu mustika penggalih,” ungkap Suci kepada Wolipop.


    Foto Ni Ajeng Ayu Kusumawardhani (kiri) dan Meita Safira (kanan) mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024.Foto Suci Nur Afifah mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Suci yang tinggal di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini mengaku sudah lama menonton aksi wayang. Ia juga ingin menjadi dalang wanita yang masih jarang digeluti.

    “Kalau menguasai belum lama sekitar lima bulan. Tapi kalau nonton dan lihat wayang sudah nonton sekitar enam tahun. Karena dalang wanita masih sedikit apalagi di Banyumas,” ujar Suci.

    Ia juga menceritakan arti aksi wayang yang ia tunjukkan di depan juri. “Latihan suluk seperti pembukaan sebelum lakonnya datang. Belajar menghafalkan percakapannya tentang Bawor nggayuh wahyu mustika penggalih artinya mencari mustika seperti kekuatan caranya itu harus mendekati Allah karena sejatinya hanya dirinya lah yang mendapatkan wahyu mustika penggalih,” ungkap Suci.

    Foto Ni Ajeng Ayu Kusumawardhani (kiri) dan Meita Safira (kanan) mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024.Foto Ni Ajeng Ayu Kusumawardhani (kiri) dan Meita Safira (kanan) mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Sambil menunggu hampil di depan juri, Risa Sabilla Nurannisa (23 tahun) yang berasal dari Tasikmalaya ikut audisi Emeron Hijab Hunt di Solo untuk menggunakan kesempatan.

    “Aku asalnya dari Kabupaten Tasikmalaya. Aku menyanyi Sunda, Arab, lagu lawas 90-an. Karena aku kemarin lagi di Yogyakarta ini ajang pertama kali aku dan aku mau ulang tahun tanggal 22 nanti mudah-mudahan ada rezeki jadi kado terindah,” ucap Sabil.

    Sabil mengungkapkan alasan membawakan lagu Hetty Koes Endang berjudul Emut Bae,”Pertama lagi viral dan ada basic di lagi Sunda dan mencari lagu lawas. Aku juga bernyanyi lagu Nike Ardila judul Bintang Kehidupan. Aku juga tahu di DetikJabar informasi audisi karena selama ini gak pernah ikutan lomba,” lanjut Sabil.

    Sabil optimis bisa masuk 20 besar dan juga ingin bergabung dengan finalis Emeron Hijab Hunt dari kota lainnya. “Persiapannya aku kan ngegym, latihan vokal di kamar mandi dan aku gak memikirkan dan dijadikan beban mengalir begitu saja. Harapan aku untuk Emeron Hijab Hunt semoga bisa terus mengadakan acara mencari berbakat dan aku bisa masuk ke 20 besar dan bisa bersaing dengan finalis dari kota lainnya,” terangnya.

    Peserta bernama Ni Ajeng Ayu Kusumawardhani juga unjuk bakat melalui suaranya yang merdu. Ayu mengatakan ia akan menyanyikan lagu berjudul Hero milik Mariah Carey.

    “Kebetulan hobi sudah sejak kecil sudah suka nyanyi dan aktif bernyanyi untuk organisasi kampus dan acara-acara tertentu,” kata Ayu.

    Ayu juga pernah meraih lomba nasional dan internasional di Malaysia. Ia juga optimis bisa lolos audisi.”Persiapannya sebenarnya dipaksa oleh tante aku, aku mendengarkan lagu yang mau aku nyanyiin dan pemanasan sebelum tampil audisi,” jelas Ayu.

    Pantang menyerah dan terus mencoba, Meita Safira menyebutkan sudah pernah mengikuti audisi Hijab Hunt di Yogyakarta. “Pada tahun 2017 saya mengikuti audisi Hijab Hunt di kota Yogyakarta kemudian tahun 2018 saya mengikuti audisi Hijab Hunt lagi di kota Yogyakarta dan alhamdulillah diberikan kesempatan untuk masuk dalam 20 besar finalist Yogyakarta,” jelas Ayu.

    Wanita yang berusia 25 tahun ini menampilkan tari kreasi Wonderland Indonesia. “Alasan saya membawakan tarian ini karena dalam lagu atau instrumen lagu cukup lengkap untuk lagu daerah-daerah dan gerakan tarian bervariasi,” jelas Meita.

    Meita menyukai tari sejak kecil, ia mengungkapkan sering mengikuti pentas menari dari SD.”Persiapan mengikuti Hijab Hunt adalah berlatih setiap hari dengan melihat gerakan-gerakan yang ada dan kemudian mengkolaborasikan menjadi satu tarian Wonderland Indonesia,” lanjut Meita.

    Di akhir perbincangan, Meita menuturkan ingin menginspirasi wanita muda lainnya lewat seni tari. “Harapan saya pada tahun 2024 saya bisa menampilkan bakat yang terbaik sehingga diberikan kesempatan untuk melanjutkan dibabak selanjutnya, harapan saya saya bisa memberikan manfaat dan menebarkan energi positif,” pungkasnya.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/hst)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Sisa-sisa Peradaban Sunda Kuno yang Ditemukan Belanda di Sukabumi



    Sukabumi

    Sisa-sisa peradaban Sunda Kuno ternyata ditemukan oleh orang Belanda di Sukabumi. Bagaimana kisah penemuannya?

    Lokasi penemuan peradaban Sunda masa lampau itu berada di Kampung Salak Datar, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

    Dari hasil penelusuran sejarah, area itu pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti Belanda bernama Hasskarl di tahun 1842.


    “Lokasi Salak Datar pertama kali dilaporkan oleh Hasskarl tahun 1842. la melaporkan adanya bangunan Punden berundak di Salak Datar. Penelitian lebih lanjut terhadap Megalit Salak Datar tercatat adanya susunan batu di tengah sawah terdiri dari monolit berhias dakon, sejumlah menhir, dan batu datar,” kata Eldi, Tim Ahli Cagar Budaya (TACG) Kabupaten Sukabumi.

    Penelitian Hasskarl kemudian berlanjut, sejumlah peneliti asal Belanda kembali mendalami situs tinggalan budaya tersebut.

    Bahkan hingga kini, sejumlah peneliti dengan berbagai latar belakang dan berasal dari berbagai negara masih rajin mendatangi lokasi tersebut.

    “Penelitian dilanjutkan oleh Vordeman (1885), N.J. Krom (1914), Puslit Arkenas (1977), dan beberapa peneliti lain baik dari peneliti asing, pemerintah, swasta, dan univeritas yang dilakukan di Lokasi Salak Datar hingga saat ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, lokasi Salak Datar merupakan lokasi dengan ciri tradisi Megalitik. Tradisi ini berkembang pada Masa Prasejarah Periode Perundagian, yaitu sekitar awal tarikh masehi,” beber Eldi.

    Sejak September 2023 kawasan itupun ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya dan keberadaannya dilindungi oleh Undang-undang.

    Secara fungsi, Eldi merinci berbagai temuan di kawasan itu, setiap situs bebatuan memiliki arti dan fungsi yang memang mirip dengan situs tetinggal di masa lampau lainnya.

    “Lokasi Salak Datar difungsikan sebagai tempat ritual pengagungan arwah leluhur pada masa lalu. Hal itu dibuktikan dengan tinggalan-tinggalan megalitik yang tersebar di lokasi. Seperti ditemukannya menhir dan batu datar menyerupai lantai yang saling berkaitan, dimana pada masa lalu dipergunakan untuk tempat pertemuan atau pengagungan terhadap arwah leluhur, itu catatan ahli cagar budaya dari lokasi,” ungkap Eldi.

    “Letak Lokasi Salak Datar juga dekat dengan sumber air, berjarak sekitar 4 meter. Air merupakan komponen penting dalam tradisi megalitik, karena fungsi air digunakan sebagai kegiatan bersuci untuk mendukung upacara ritual pemujaan dalam tradisi megalitik,” sambungnya.

    Situs Salak Datar di Desa Cimaja, lokasinya tersembunyi diantara permukman warga dan area perbukitan kawasan TNG Halimun-SalakSitus Salak Datar di Desa Cimaja, Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    Nurdin Maulana (48), juru kunci Situs Salak Datar mengatakan ia meneruskan almarhum ayahnya Abah Kosih (72) yang juga juga kunci kawasan tersebut

    “Saya meneruskan almarhum ayah saya, sejak beliau meninggal dunia 10 bulan silam. Saya menjalankan amanat atau wasiat dari almarhum untuk menjadi juru kunci di sini,” kata Nurdin.

    Nurdin mengatakan peninggalan Situs Salak Datar berasal sejak zaman Sunda Wiwitan, lokasi itu kerap ramai pengunjung ketika memasuki bulan (kalender jawa) Muharam, Sapar dan Mulud.

    “Biasanya yang datang ke sini tujuannya ziarah, silatuurahmi menelusuri jejak sesepuh dahulu. Muharam, Sapar dan Mulud di bulan biasa juga suka aja ada yang datang kadang satu orang dua orang seminggu,” kata Nurdin.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cerita, Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tariknya


    Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Jawa Barat. Orang-orang juga mengenalnya sebagai Tangkuban Perahu.

    Dilansir laman pengelola Taman Wisata Alam (TWA) ini, Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian setinggi 2.084 meter di atas permukaan laut. Ini adalah gunung berapi aktif yang memiliki deretan kawah yang menakjubkan.

    Lokasi Tangkuban Parahu

    Gunung Tangkuban Parahu berada di Jl. Tangkuban Parahu No. 282, Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


    Lokasinya sekitar sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung. Akses ke Tangkuban Parahu bisa ditempuh dengan jalur Bandung-Ledeng-Lembang.

    Jika dari arah Lembang, untuk bisa mencapai gerbang utama masuk objek wisata Gunung Tangkuban Parahu jaraknya 11 km ke arah Subang.

    Daya Tarik Tangkuban Parahu

    Terdapat beberapa kawah TWA Gunung Tangkuban Parahu yaitu:

    1. Kawah Ratu
    2. Kawah Upas
    3. Kawah Baru
    4. Kawah Domas.

    Kawah yang paling populer di Tangkuban Parahu yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas.

    Gunung Tangkuban PerahuGunung Tangkuban Perahu. (Irpan Rispandi/d’Traveler)

    Tidak hanya menikmati pemandangan alam daan kawah putihnya yang terkenal, sekarang di sana juga terdapat permainan outbound, taman cinta dan taman edukasi.

    Harga Tiket Masuk 2024

    Harga tiket masuk Tangkuban Parahu adalah Rp 20.000 untuk weekdays, dan Rp 30 ribu di weekend. Harga tersebut berlaku untuk wisatawan lokal.

    Sementara, bagi wisatawan mancanegara dikenakan Rp 200.000 per orang di weekdays dan Rp 300.000 per orang.

    Anak usia 5 tahun ke atas sudah dikenakan biaya tiket. Berdasarkan akun Instagram @twa_tangkubanparahu dilihat (30/07/2024), berikut adalah daftar harga tiket masuk Tangkuban Perahu:

    Weekdays

    • Rombongan Pelajar/Mahasiswa: Rp 18.000 per orang.
    • Wisatawan lokal: Rp 20.000 per orang.
    • Wisatawan mancanegara: Rp 200.000 per orang.
    • Tiket masuk motor Rp 12.000 per unit.
    • Tiket masuk mobil: Rp 25.000 per unit.
    • Tiket masuk bus (roda 6): Rp 110.000 per unit.
    • Tiket angkutan shuttle/ontang-anting: Rp 10.000 per orang.

    Weekend dan Tanggal Merah

    • Wisatawan Lokal: Rp 30.000 per orang.
    • Pelajar/Mahasiswa: Rp 20.000 per orang.
    • Wisatawan mancanegara: Rp 300.000 per orang.
    • Tiket masuk motor Rp 14.500.
    • Tiket masuk mobil: Rp 30.000.
    • Tiket masuk bus: Rp 125.000.

    Biaya Parkir

    • Parkir bus: Rp 10.000.
    • Parkir mobil: Rp 5.000.
    • Parkir motor = Rp 3.000 (weekdays) dan Rp 3.500 (weekend).

    Jam Buka

    Tangkuban Parahu buka setiap hari untuk umum, mulai dari jam 08.00-17.00 WIB.

    Fasilitas Tangkuban Parahu

    Wisatawan tak perlu khawatir, karena di objek wisata Tangkuban Parahu telah banyak fasilitas tersedia. Berikut di antaranya:

    • Pusat informasi di ara Kawah Ratu.
    • Parkir kendaraan.
    • Toilet.
    • Gazebo.
    • Terminal bus Jayagiri.
    • Aula serbaguna.
    • Angkutan ontang-anting (shuttle).
    • Pos kesehatan.
    • Masjid.
    • Orchid garden.
    • Area outbond.
    • Menara.
    • Panggung budaya.

    Cerita Tangkuban Parahu

    Geografiwan sekaligus Pengamat dan Pecinta Lingkungan, T. Bachtiar menjelaskan mengapa dinamakan Gunung Tangkuban Parahu karena gunungnya terlihat seperti parahu terbalik.

    “Karena ada dua kawah yang berdampingan dengan arah barat dan timur. Jadi, terlihat gunung itu dari arah selatan seperti perahu terbalik. Itu sebabnya mengapa Gunung Tangkuban Parahu, bentuknya terlihat seperti perahu yang terbalik. Jadi hanya orang yang melihat dari arah selatan (Lembang) yang melihat gunung itu seperti perahu yang terbalik,” terang Bachtiar dikutip dari situs TWA Tangkuban Parahu.

    kawahKawah di area Tangkuban Perahu. (Neny Setiyowati/d’Traveler)

    Legenda Sangkuriang

    Tangkuban Parahu juga jadi salah satu cerita rakyat terkenal, yakni legenda Sangkuriang. Mengisahkan tentang seorang putri cantik bernama Dayang Sumbi.

    Karena parasnya yang cantik, banyak raja jatuh hati padanya. Bahkan mereka rela berperang untuk mendapatkan hati Dayang Sumbi.

    Suatu waktu, Dayang Sumbi tengah mengasingkan diri bersama jelmaan dewa berwujud seekor anjing jantan bernama Tumang di sebuah bukit.

    Ketika tengah menenun, kain Dayang Sumbi terjatuh. Ia pun memberi sumpah bahwa siapa pun yang mengambilkan kain itu berjenis laki-laki, maka akan dijadikan suaminya.

    Ternyata, si Tumang yang mengambil kain tersebut. Akhirnya mereka pun menikah dan mempunyai anak bernama Sangkuriang.

    Singkat cerita, Sangkuriang tumbuh menjadi pemanah andal. Suatu hari saat ia tengah berburu, dirinya menyuruh si Tumang untuk mengejar babi betina Wayungyang.

    Namun, Tumang tidak menurut. Dengan anak panahnya, Sangkuriang pun membunuh Tumang.

    Setelah itu, hati si Tumang diberikan kepada Dayang Sumbi untuk dimakan dan dimakan. Setelah mengetahui kebenarannya, Dayang Sumbi marah dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok dari tempurung kelapa.

    Pukulan itu membuat luka di kepala Sangkuriang. Sejak itu, Sangkuriang sangat menyesal dan memutuskan untuk pergi mengembara.

    Setelah sekian lama, tanpa disadari ia kembali lagi ke tempat sang ibu, Dayang Sumbi. Namun, keduanya tidak saling mengenali. Tak disangka, mereka berdua jatuh cinta.

    Suatu waktu, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang ada di kepala Sangkuriang. Seketika, ia pun teringat. Kemudian dirinya mencoba untuk menjelaskan pada Sangkuriang bahwa ia adalah ibunya.

    Sangkuriang pun tidak peduli dan tetap ingin menikahi Dayang Sumbi. Namun, Dayang Sumbi tidak ingin pernikahan itu tidak terjadi. Alhasil, Dayang Sumbi pun meminta Sangkuriang untuk membuatkannya danau dengan perahunya dalam waktu satu malam.

    Dirinya menganggap bahwa Sangkuriang sepertinya tidak bisa memenuhi permintaan itu. Namun, Sangkuriang berusaha untuk mewujudkan permintaan itu dan dibantu oleh jin.

    Melihat hal tersebut, Dayang Sumbi pun segera menebarkan kain ke arah timur dan memohon pada Sang Yang Tunggal supaya Sangkuriang gagal. Permintaannya pun dikabulkan dan matahari segera terbit.

    Mengetahui hal itu, Sangkuriang pun marah. Seketika ia menendang perahu yang dibuatnya sampai perahu, tersebut terbalik dalam posisi telungkup. Dari situlah perahu itu berubah menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

    Namun, Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang menghilang dan berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Konon, Sangkuriang terus mencari Dayang Sumbi sampai pada akhirnya menghilang ke alam gaib.

    Terlepas dari cerita rakyat tersebut, situs TWA Gunung Tangkuban Parahu menulis bahwa Gunung Tangkuban Parahu sebenarnya terbentuk dari letusan Gunung Sunda. Di mana Gunung Sunda meletus sebanyak dua kali. Kedua letusan tersebutlah yang melahirkan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Bukit Tunggul.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jalan-jalan ke Banten, Tempat Kelahiran Rizki Juniansyah


    Serang

    Kebahagiaan Indonesia bertambah saat Rizki Juniansyah meraih medali Olimpiade Paris 2024. Atlet angkat besi itu berasal dari Banten, lho!

    Rizki merebut medali emas kedua Indonesia di Olimpiade 2024 setelah mencatatkan total angkatan 354 kg, jauh melampaui para pesaingnya di kelas 73 kg putra di South Paris Arena 6, Paris, Jumat (9/8/2024) dinihari WIB.

    Lahir di Kota Serang Banten, mari lihat-lihat wisata apa saja yang bisa traveler sambangi di sana.


    Berikut tujuh wisata Banten:

    1. Taman Nasional Ujung Kulon

    TN Ujung Kulon berada di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kawasan itu dinyatakan sebagai geopark nasional dalam Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM RI Nomor: 393.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon pada 10 November 2023.

    Pulau Peudang di Taman Nasional Ujung KulonPulau Peudang di Taman Nasional Ujung Kulon (Hudan Zulkarnaen/d’traveler)

    TN Ujung Kulon adalah wilayah satu-satunya habitat badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Indonesia. Satwa soliter yang dilindungi itu saat ini terancam punah karena indikasi marak diburu.

    Taman Nasional Ujung Kulon sendiri memiliki luas wilayah sekitar 105.694 hektare, yang terdiri dari, daratan 61.357,46 hektare dan sisanya perairan.

    2. Kampung Baduy

    Kampung Suku Baduy LuarKampung Suku Baduy Luar (A. Maulana Nugraha/d’Traveler)

    Kampung Baduy menjadi salah satu tempat wisata populer di Banten. Berada di Desa Kanejes, Lebak, Banten, wisatawan bisa datang dan melihat langsung kehidupan warga Baduy. Biaya masuknya Rp 5.000 per orang.

    Kampung Baduy terbagi menjadi dua yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Di Baduy Luar, wisatawan bisa berjalan-jalan sambil treking. Untuk Baduy Dalam agak berbeda, wisatawan yang masuk harus memiliki izin dan mentaati sejumlah peraturan adat yang berlaku, termasuk tidak memfoto warga dan keadaan kampung.

    3. Tanjung Lesung

    Tanjung LesungTanjung Lesung (dok. Istimewa)

    Tanjung Lesung saat ini memiliki status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan mendapat nama dari kemiripannya dengan “lesung,” yang dalam Bahasa Sunda berarti tempat untuk menumbuk beras.

    Tanjung Lesung berlokasi di Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jawa Barat, yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 3 jam perjalanan dari Ibu Kota.

    Tanjung Lesung memiliki jam operasional selama 24 jam. Untuk memasuki Pantai Tanjung Lesung, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 25.000 pada hari biasa dan Rp 40.000 pada akhir pekan.

    4. Hutan Mangrove

    Wisata Mangrove Jembatan Pelangi di Lontar, Kabupaten SerangWisata Mangrove Jembatan Pelangi di Lontar, Kabupaten Serang (Syanti Mustika/detikcom)

    Nama tempat wisata yang ada di Lontar, Kabupaten Serang ini adalah Taman Wisata Mangrove Jembatan Pelangi. Nama pelangi ini berasal dari cat warna-warni yang menghiasi jalur trekking di sekitar hutan mangrove.

    Awalnya, hutan mangrove ini berfungsi sebagai penahan abrasi dan angin laut, melindungi tambak-tambak warga yang ada di sekitarnya. Namun atas usulan orang Dinas Kelautan dan Perikanan Banten, pengelola pun menyulap hutan ini menjadi destinasi wisata.

    Untuk masuk ke taman mangrove ini kamu akan dikenakan biaya Rp 5.000 per orangnya. Di sini terdapat warung-warung, saung, musala dan toilet. Untuk jam operasional mulai pukul 07.00-17.30 WIB.

    5. Taman Wisata MBS

    Taman Wisata MBS di SerangTaman Wisata MBS di Serang (Syanti/detikcom)

    Nama tempat rekreasi ini adalah Taman Wisata MBS (Mahoni Bangun Sentosa). Lokasinya sekitar 20 menit dari pusat kota Serang, tepatnya di Cideheng, Kelurahan Kemanisan, Curug, Kota Serang.

    Jika kita perhatikan, taman ini berkonsep paduan Eropa dengan budaya Banten. Kamu nanti akan menemukan bangunan bergaya Eropa dan juga bangunan bergaya Banten.

    Untuk harga tiket masuk Taman Wisata MBS yaitu Rp 25 ribu dan anak di bawah 3 tahun gratis. Jam operasional taman dari pukul 08.00-17.00 WIB dan buka setiap hari.

    6. Museum Multatuli

    Museum Multatuli di Lebak, BantenMuseum Multatuli di Lebak, Banten (Femi Diah/detikcom)

    Museum Multatuli berlokasi di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Berlokasi di Jl. Alun-Alun Timur No.8, Rangkasbitung Bar., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Museum Multatuli buka mulai Selasa-Minggu pukul 08.00-15.00 WIB.

    Tarif tiket masuk museum terbagi tiga kategori. Untuk anak-anak Rp 1.000, umum atau dewasa Rp 2.000, dan untuk turis Rp 15.000.

    Museum Multatuli adalah satu-satunya museum di Banten, lho!

    7. Gua Maria Bukit Kanada

    Gua Maria Bukit KanadaGua Maria Bukit Kanada (Dodi Bayu Wijoseno/d’Traveler)

    Gua Maria Bukit Kanada (GMBK) berlokasinya sekitar 3 kilometer dari Alun-alun Rangkasbitung.

    Kata ‘Bukit Kanada’ merupakan singkatan dari Bunda Kita Kampung Narimbang Dalam. Artinya, nama gua itu menunjukkan lokasi gua ini berada.

    Gua Maria dibangun oleh umat Paroki Rangkasbitung dengan bantuan pimpinan Kongregasi Suster-suster Fransiscan Sukabumi yang tinggal di Rangkasbitung tahun 1988. Awal mulanya, gua difungsikan untuk tempat beribadah umat Katolik. Seiring berjalannya waktu, GMBK juga menjadi salah satu destinasi religi di Rangkasbitung.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com