Tag: sunda

  • Namu Hejo Riverside Bandung, Camping Ground Seru di Kawasan Hutan Pinus


    Jakarta

    Namu Hejo adalah tempat wisata alam di Kabupaten Bandung dengan berbagai aktivitas seru. Tempatnya alami karena berada di kawasan hutan pinus dan di tepi sungai yang jernih.

    Ada berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini. Simak artikel ini untuk mengetahui informasi lengkap mengenai Namu Hejo, mulai dari aktivitas seru, daftar harga, menu makanan, lokasi, dan rutenya.

    Aktivitas Seru di Namu Hejo

    Namu Hejo, camping ground tepi sungai di Kabupaten Bandung.Rafting di Namu Hejo. Foto: dok. Instagram @namuhejo

    Dikutip dari akun Instagram dan WhatsApp Business resmi Namu Hejo, beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan di Namu Hejo antara lain sebagai berikut:


    1. Berkemah

    Aktivitas paling populer di Namu Hejo adalah berkemah atau camping. Lokasi paling asyik yakni berada di tepi sungai. Dari tenda, traveler juga bisa menyaksikan asyiknya orang yang sedang rafting di sungai.

    2. Rafting

    Tak cuma melihat orang rafting, traveler juga bisa rafting bersama teman-teman di Sungai Palayangan sejauh sekitar 4 km dengan durasi 1,5 jam. Kamu akan diantar ke titik awal rafting menggunakan mobil dan akan diantar kembali ke Namu Hejo.

    3. Offroad

    Selain rafting, kalian juga bisa menjelajah kawasan Pangalengan naik mobil jip melalui lintasan offroad. Satu mobil bisa diisi untuk 7-8 orang.

    4. ATV

    Tak cuma naik mobil jip, traveler juga bisa menjajal sensasi offroad dengan naik ATV. Kalian bisa naik ATV sendirian maupun tandem berdua.

    5. Paintball

    Buat traveler yang datang rombongan, paintball menjadi salah satu aktivitas yang cocok buat seru-seruan. Kalian bisa membagi beberapa tim untuk beradu tembak.

    Daftar Harga di Namu Hejo

    Untuk melakukan berbagai aktivitas di atas, masing-masing memiliki harga yang berbeda-beda. Berikut daftar harganya:

    1. Paket Camping

    Paket camping biasa untuk kapasitas 4 orang dilengkapi fasilitas sleeping bag, tempat tidur, sarapan, dan kamar mandi umum. Harganya sebagai berikut:

    • Weekday: Rp 700 ribu
    • Minggu: Rp 750 ribu
    • Weekend dan liburan: Rp 950 ribu

    2. Paket Glamping

    Paket glamping untuk kapasitas 4 orang dilengkapi fasilitas sleeping bag, tempat tidur, sarapan, dan kamar mandi khusus dengan air hangat. Harganya sebagai berikut:

    • Weekday: Rp 1.350.000
    • Weekend dan liburan: Rp 1.550.000

    3. Offroad

    Aktivitas offroad dapat dilakukan 7 orang atau 8 orang.

    • Offroad 7 orang: Rp 1,5 juta per mobil.
    • Tambahan orang ke-8: Rp 150 ribu

    4. Rafting

    Rafting dibedakan untuk maksimal 5 orang dan 6 orang.

    • Rafting maksimal 5 orang: Rp 750 ribu per boat.
    • Rafting maksimal 6 orang: Rp 850 ribu per boat.

    5. ATV

    ATV untuk satu orang berbeda harganya dengan ATV tandem.

    • Single: Rp 180 ribu
    • Double: Rp 225 ribu

    6. Paintball

    Paintball dihargai Rp 100 ribu per orang dengan minimal peserta 10 orang.

    Namu Hejo juga menawarkan kuliner yang khas, terutama ala Sunda. Beberapa menunya antara lain sebagai berikut:

    • Nasi tutug oncom: Rp 32 ribu
    • Nasi dendeng batokok L Rp 32 ribu
    • Nasi goreng: Rp 23 ribu
    • Iga bakar: Rp 52 ribu
    • Rujak cireng: Rp 25 ribu
    • Mie goreng/rebus: Rp 18 ribu
    • Dimsum: mulai Rp 20 ribu
    • Kopi: mulai Rp 15 ribu
    • Non kopi: mulai Rp 7 ribu

    Lokasi dan Rute ke Namu Hejo

    Lokasi Namu Hejo berada di Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 33 km atau ditempuh sekitar 70 menit dari pusat Kabupaten Bandung.

    Rute yang bisa dilintasi ada dua, yakni jalur Pangalengan atau jalur Gambung Riung Gunung. Jika melalui Pangalengan, lewatlah di Jalan Raya Pangalengan, kemudian Jalan Situ Cileunca. Ikuti jalan hingga menemui papan petunjuk Namu Hejo.

    Jika melalui jalur kedua, setelah menemui wisata Gambung Riung Gunung, traveler akan melintasi jembatan, kemudian kebun stroberi di kiri jalan. Lurus sedikit kemudian akan melewati wisata Hutan Pinus Hejong. Lurus hingga menemui papan petunjuk Namu Hejo, nantinya parkiran ada di sebelah kanan.

    Sebelum parkiran, kamu akan melewati jalan kebun teh berbatu. Mulai dari parkiran hingga tenda, jaraknya kurang lebih 70 meter dengan berjalan kaki.

    Nah, itulah tadi informasi lengkap tentang Namu Hejo Bandung, tempat camping yang menawarkan berbagai aktivitas seru, lengkap dengan daftar harga dan lokasinya.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Rekomendasi Villa Keluarga di Bandung, Cocok buat Liburan



    Jakarta

    Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, dikenal sebagai kota yang menawarkan banyak pesona alam dan keindahan arsitektur. Tidak heran jika kota ini selalu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

    Jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu liburan di Bandung bersama keluarga, berikut beberapa rekomendasi villa keluarga di Bandung yang bisa Anda pertimbangkan. Pilihan ini diambil dari berbagai sumber terpercaya untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan selama liburan Anda.

    Foto: dok. Traveloka

    Foto: dok. Traveloka


    1. Villa Air Natural Resort

    Villa Air Natural Resort terletak di Lembang, Bandung. Vila ini menawarkan suasana alam yang asri dengan pemandangan pegunungan yang menenangkan. Fasilitas yang ditawarkan antara lain kolam renang, taman yang luas, dan ruang keluarga yang nyaman. Vila ini sangat cocok untuk keluarga besar yang ingin menikmati liburan dengan suasana alam yang tenang.

    2. Villa Damar

    Berada di kawasan Setiabudi, Villa Damar menawarkan akomodasi dengan desain arsitektur yang unik dan interior yang nyaman. Villa ini menyediakan berbagai tipe kamar yang luas dengan fasilitas modern.

    Lokasinya yang strategis membuat Anda mudah menjangkau berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Farmhouse Lembang dan Kampung Gajah Wonderland. Villa Damar juga memiliki restoran yang menyajikan berbagai hidangan lezat, sehingga Anda tidak perlu khawatir mencari tempat makan.

    3. Sari Ater Hotel & Resort

    Sari Ater Hotel & Resort berlokasi di Ciater, Subang, tidak jauh dari Bandung. Resort ini terkenal dengan pemandian air panas alami yang berasal dari Gunung Tangkuban Perahu. Selain menikmati berendam di air panas, Anda dan keluarga juga dapat menikmati berbagai fasilitas rekreasi lainnya, seperti flying fox, outbond, dan berkuda. Kamar-kamar di Sari Ater Hotel & Resort didesain dengan gaya modern dan dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk kenyamanan Anda.

    4. Green Forest Resort

    Green Forest Resort terletak di Cihideung, Bandung Barat. Resort ini menawarkan pemandangan hijau yang menyegarkan dengan udara pegunungan yang sejuk. Fasilitas yang ditawarkan termasuk kolam renang, area bermain anak, dan taman yang luas. Tempat ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin merasakan suasana alam yang asri sambil menikmati berbagai fasilitas rekreasi.

    5. Kampung Sampireun Resort & Spa

    Kampung Sampireun Resort & Spa berada di kawasan Garut, sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung. Resort ini menawarkan konsep penginapan tradisional Sunda dengan bungalow yang terletak di tepi danau.

    Anda bisa merasakan pengalaman menginap yang berbeda dengan suasana pedesaan yang tenang dan nyaman. Resort ini juga menyediakan fasilitas spa untuk relaksasi Anda selama liburan.

    6. Villa Istana Bunga

    Villa Istana Bunga terletak di Parongpong, Lembang. Vila ini menawarkan berbagai tipe akomodasi, mulai dari vila kecil untuk keluarga inti hingga vila besar yang dapat menampung banyak orang.

    Fasilitas yang disediakan antara lain kolam renang, taman bermain anak, dan area barbecue. Lokasinya yang berada di dataran tinggi Lembang membuat vila ini menawarkan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.

    7. The Jayakarta Suites Bandung

    The Jayakarta Suites Bandung berlokasi di Dago, salah satu kawasan elit di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang luas dan nyaman dengan pemandangan kota Bandung yang indah.

    Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang, pusat kebugaran, dan spa. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk menjelajahi berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Dago Pakar dan Kebun Binatang Bandung.

    8. Villa Chocolate

    Villa Chocolate berlokasi di kawasan Lembang, dekat dengan berbagai objek wisata populer seperti Floating Market dan De Ranch. Vila ini menawarkan akomodasi yang nyaman dengan fasilitas modern. Tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin menghabiskan liburan dengan suasana yang tenang namun tetap dekat dengan pusat keramaian dan objek wisata.

    9. Marbella Suites Bandung

    Marbella Suites Bandung terletak di Dago Pakar, kawasan yang dikenal dengan pemandangan alam yang indah. Hotel ini menawarkan suite yang luas dengan fasilitas lengkap, seperti kolam renang, restoran, dan pusat kebugaran. Marbella Suites Bandung juga memiliki area bermain anak, sehingga cocok untuk keluarga yang membawa anak-anak.

    10. Grand Tjokro Bandung

    Grand Tjokro Bandung berlokasi di Cihampelas, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Bandung. Hotel ini menawarkan berbagai tipe kamar yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas modern.

    Selain itu, hotel ini juga menyediakan berbagai fasilitas rekreasi seperti kolam renang, spa, dan restoran yang menyajikan berbagai menu lezat. Lokasinya yang strategis memudahkan Anda untuk berbelanja dan menikmati wisata kuliner di Bandung.

    Nah itulah deretan rekomendasi vila di Banding yang punya banyak pilihan tempat menginap untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Dari vila yang asri di pegunungan hingga hotel mewah di pusat kota, Anda dapat memilih akomodasi yang paling sesuai untuk menikmati liburan bersama keluarga. Pastikan download aplikasi Traveloka untuk urusan liburan yang lebih mudah!

    (Content Promotion/Traveloka)



    Sumber : travel.detik.com

  • Destinasi Eklektik Baru, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar



    Jakarta

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar telah resmi beroperasi sejak 6 Juli 2024. Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini siap menghadirkan pengalaman menginap yang lebih mendalam dan berkelas dengan fokus pada keunikan budaya lokal dengan sentuhan kemewahan modern.

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar memadukan esensi budaya Dago dengan desain yang menggabungkan motif tradisional Sunda dan elemen alam yang harmonis dengan sentuhan modern. Setiap detail dalam hotel ini dirancang untuk memberikan pengalaman otentik, mencerminkan kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung dari air terjun yang mengalir indah hingga cerita rakyat yang terinspirasi dari Gunung Tangkuban Perahu.

    Dengan 277 kamar dan suite yang elegan, setiap sudut hotel ini menawarkan pemandangan spektakuler yang dilengkapi dengan motif batik lokal untuk menambah keunikan pengalaman menginap. Para tamu dapat bersantai di daybed yang nyaman, menikmati suasana tenang dan indah dari area Dago Pakar.


    Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini menggabungkan keunikan budaya Sunda dengan pengaruh Eropa. Hal tersebut menjadikan hotel ini sebagai destinasi ideal bagi tamu yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya lokal. Apalagi hanya 30 menit perjalanan dari Jakarta melalui kereta api cepat.

    Hotel Indigo Bandung mempersembahkan pengalaman menginap yang lebih kaya dan bermakna melalui program eksklusif ‘Neighbourhood Story’ yang terbagi dalam dua kategori utama: ‘Stay in Style’ bagi pasangan dan ‘Edgy Stay’ untuk keluarga. Program ini tidak hanya menawarkan kenyamanan menginap, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi destinasi lokal seperti Dusun Bambu, Saung Angklung Udjo, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

    dusun bambuFoto: dok. Dusun Bambu

    Para tamu yang memilih paket ini akan mendapatkan sarapan untuk dua orang bagi ‘Stay in Style’ dan empat orang bagi ‘Edgy Stay’. Selain itu, tamu juga akan menikmati voucher F&B yang dapat digunakan di Joempa atau Dagoan Lounge.

    Sebagai bagian dari pengalaman yang unik, kegiatan kreatif seperti mewarnai motif kain batik dan pottery painting/mewarnai gerabah juga tersedia untuk menambah nilai pengalaman budaya selama menginap.

    Adapun paket ‘Edgy Stay’ berlaku untuk tipe kamar Suite, sehingga dapat menajdi pilihan ideal bagi keluarga yang menginginkan pengalaman menginap mewah. Serta lengkap dengan petualangan budaya dan aktivitas menarik untuk semua anggota keluarga.

    Dalam hal kuliner, hotel ini menghadirkan berbagai pilihan yang mencerminkan warisan budaya Sunda dan semangat Dago Pakar. Di Joempa, restoran utama hotel, para tamu dapat menikmati hidangan khas Jawa Barat seperti cuanki dan batagor. Hidangan tersebut tersedia di menu terbaru dengan bahan-bahan segar langsung dari pertanian dan kebun rempah-rempah lokal.

    Karbon, restoran dan bar di rooftop juga akan segera hadir. Restoran ini bakal menyuguhkan pengalaman bersantap yang unik dengan konsep grill and smokehouse ala Asia.

    Selain itu ada pula Dagoan Lounge dengan desain memadukan seni cahaya melalui lampu-lampu indah layaknya bintang dan kursi jaman dulu yang diadaptasi menjadi kreasi modern yang estetik. Lounge ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati aneka mocktail, cocktail kreasi bartender berbakat yang memenangkan beragam penghargaan. Tempat ini juga menyediakan ragam kudapan ringan yang lezat (finger food), mulai dari sajian khas Nusantara dengan sentuhan khas Sunda hingga sajian khas Barat, sambil menikmati pemandangan lereng bukit dan Bandung yang memukau.

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan fasilitas mewah, seperti infinity pool dan restoran di rooftop yang akan segera hadir. Ada juga Kids Club yang dinamai Kancil Club dengan aktivitas tradisional Sunda dan ruangan yang didesain khusus untuk menonton ragam film untuk anak, serta pusat kebugaran 24 jam dengan alat yang lengkap dan pemandangan indah.

    indigo hotelFoto: dok. Hotel Indigo Bandung Dago Pakar

    Selain itu, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar menyediakan kolam hangat dengan konsep infinity pool untuk keluarga yang dihiasi keindahan air terjun yang indah melambangkan curug yang ada di sekitar. Serta sembilan ruang pertemuan stylish dan Grand Ballroom yang luas untuk berbagai acara, mulai dari pertemuan kecil hingga pernikahan besar.

    “Hotel Indigo Bandung Dago Pakar adalah penghormatan terhadap kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung. Kami sangat antusias dapat menyediakan tempat peristirahatan yang setiap detailnya mencerminkan semangat dan keindahan lingkungan yang kami cintai ini,” ujar Cluster General Manager Hotel Indigo Bandung Dago Pakar dan InterContinental Bandung Dago Pakar Pascal Caubo dalam keterangan tertulis, Jumat (6/9/2024).

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan promo pembukaan yang menarik, serta kesempatan bagi para tamu untuk bergabung dengan IHG One Rewards. Hal ini memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan dan menukarkan poin dengan berbagai manfaat eksklusif.

    Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan kunjungi situs web hotel atau hubungi +62 22 87806688 atau email ke hotelindigobandung.info@ihg.com.

    (Content Promotion/Hotel Indigo Bandung Dago Pakar)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cipeundeuy, Stasiun Kecil yang Dirindukan Penumpang KA Jalur Selatan



    Tasikmalaya

    “Selamat datang kepada penumpang kereta api jarak jauh. Saat ini perjalanan anda tiba di Stasiun Cipeundeuy”.

    Itulah announcement dari Arif dengan logat khas Sundanya yang menyambut kedatangan setiap penumpang KA jarak jauh. Pengucapan Stasiun Cipeundeuy yang khas ini, dengan spontan diikuti hampir semua pedagang di luar KA, bahkan para penumpang yang sudah hapal dengan adat unik nan beda dari stasiun ini.

    “Hahaha…iya sampai hafal. Aku setiap berhenti disini juga spontan aja niruin ucapan masnya tadi. Selamat datang di Stasiun Cipeundeuy pakai logat Sunda gitu,” aku Dyah, penumpang KA dari Yogya tujuan Bandung ini sambil tertawa.


    Selain announcement yang unik, menyebut nama Cipeundeuy, pasti tak asing untuk para penumpang kereta api jarak jauh tujuan Bandung atau Jakarta di jalur selatan. Karena di sinilah, penumpang yang kelaparan, akan mendapat pertolongan dengan hadirnya pedagang makanan kaki lima.

    Stasiun Cipeundeuy berada di wilayah kerja Daop 2 Bandung. Dengan posisi di 772 MDPL, suhu dingin sekejap terasa ketika memasuki wilayah di lembah perbukitan Gunung Karaha Bodas ini. Di stasiun kecil dengan bangunan lawas Belanda inilah, semua rangkaian kereta api wajib berhenti.

    Ayep Hanapi, Manager Humas 2 Bandung menjelaskan, pola operasi di Stasiun Cipeundeuy mengikuti grafik perjalanan kereta api (Gapeka). Semua KA wajib berhenti di stasiun ini untuk mengikuti SOP pemeriksaan rangkaian gerbongnya.

    “Semua KA wajib berhenti sekitar 10 sampai 15 menit untuk pengecekan rangkaian gerbong KA. Kenapa di Stasiun Cipeundeuy, karena dari timur jalur naik, begitu tiba di Cipeundeuy ke arah barat itu jalurnya akan menurun. Nah rangkaian gerbong KA harus diperiksa keamanannya,” papar Ayeb dihubungi beberapa waktu lalu.

    Momen berhentinya semua KA ini menjadi kesempatan para penumpang berburu kuliner tradisional khas Sunda. Seperti cimol, siomay, batagor, tahu bulat sampai minuman bandrek. Beberapa ibu warga lokal, dengan serempak meneriakkan dagangan mereka masing-masing, begitu rangkaian KA berhenti dengan sempurna.

    Sebuah pojok bagian bangunan dengan tulisan lawas “Cipeundeuy” menjadi spot kenangan manis bagi beberapa penumpang KA jarak jauh yang menikmati jajanan tradisional ini. Sebagian lainnya, memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati rokok dan segelas kopi panas.

    Mereka yang baru punya pengalaman pertama, biasanya akan menuju spot itu dan membeli makanan tradisional yang di lapak dalam kondisi masih panas. Namun bagi yang sudah terbiasa, akan berjalan keluar stasiun menuju lokasi para pedagang makanan yang berjejer tepat di depan stasiun. Tak hanya penumpang, beberapa crew KA jarak jauh juga memanfaatkan kesempatan ini buat membeli makanan, camilan dan minuman di pedagang kaki lima di luar stasiun.

    Achmad Cholik adalah satu diantara penumpang KA tujuan Jakarta yang menyimpan kenangan manis itu. Cholik yang merupakan pejabat di Pemkab Blitar kerapkali melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dengan naik kereta api. Baginya, Stasiun Cipeundeuy selalu menjadi titik singgah yang dirindukan.

    “Biasanya kalau dari Blitar pagi sampai Cipeundeuy itu sore. Pas hawa dingin, kereta berhenti terus ada ibu-ibu jualan makanan dibalik pagar, aromanya sedap dan mengepul dari dandang. Wes langsung lari turun…jajan hahahaa,” kenangnya.

    Ternyata tidak hanya Cholik seorang yang menyimpan kenangan mengesankan itu. Beberapa penumpang yang sering melakukan perjalanan tujuan Jakarta naik KA juga melakukan hal yang sama. Pokok sampai Stasiun Cipeundeuy harus turun untuk jajan.

    “Soalnya makanan tradisional, masih hangat itu kan gak mungkin kita jumpai di dalam kereta. Itu cerita lama penumpang KA yang sekarang sudah tidak ada. Begitu lihat situasi Stasiun Cipeundeuy ini kok asik, otomatis banyak penumpang yang menikmatinya. Jajan dan merokok , puhh nikmat,” pungkas Kakok, penumpang asal Malang.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Masjid Agung Karawang Padukan Arsitektur Timur Tengah dan Budaya Sunda



    Jakarta

    Masjid Agung Karawang menjadi simbol kebanggaan Kabupaten Karawang. Masjid itu kaya akan nilai sejarah dan memiliki arsitektur yang khas.

    Masjid Agung Karawang atau Masjid Agung Syekh Quro Karawang merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Provinsi Jawa Barat. Masjid itu berdiri pada tahun 1418 Masehi atau 838 Hijriyah di Karawang, Jawa Barat.

    Masjid ini didirikan oleh ulama tersohor pada saat itu bernama Syekh Quro yang bernama lengkap Syekh Hasanudin bin Yusuf Sidik. Juga ada dua ulama yang terlibat dalam pendiriannya, yaitu Syekh Abdurrahman dan Syekh Mualana Idhofi.


    Semula bangunan masjid itu hanya sebuah pondok pesantren yang bernama Pesantren Quro sekaligus mushola kecil, hanya seluas kurang lebih 9 x 9 meter.

    Kini, masjid itu megah. Renovasi besar-besaran terakhir dilakukan pada tahun 2017 di bawah arahan Bupati Karawang ke-28, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana. Perubahan itu membawa tampilan baru pada masjid, dengan desain interior yang menggabungkan gaya Timur Tengah yang mewah dan budaya Sunda yang menegaskan identitas lokal.

    “Konsep dari masjid yang baru ini, desainnya teh Celli memadukan arsitektur Timur Tengah dan budaya Sunda,” kata Hj. Acep Jamhuri, Ketua DKM Masjid Agung.

    Selain memiliki desain yang menarik, Masjid Agung Karawang juga mengandung nilai historis yang tinggi.

    Renovasi Pertama

    Masjid ini pertama kali direnovasi pada tahun 1637 oleh Raden Singa Perbangsa, Bupati Karawang pertama. Renovasi berikutnya pada tahun 1747 dilakukan oleh Raden Mochamad Sholeh Singaperbangsa, Bupati Karawang keempat, yang memperluas masjid secara signifikan.

    Masjid Agung KarawangMasjid Agung Karawang (Asti Azhari/detikcom)

    Raden Mochamad Sholeh Singaperbangsa, sosok penting dalam sejarah Karawang, pernah dimakamkan di serambi selatan masjid, yang kini dikenal sebagai Dalem Serambi.

    Menurut Amir, salah satu marbot masjid, makam tersebut telah dipindahkan, meskipun penanda makam tetap diletakkan di sana sebagai simbol pentingnya sejarah tersebut.

    Masjid yang telah berusia ratusan tahun ini mengalami perluasan dan peningkatan kualitas secara bertahap. Salah satu renovasi besar dilakukan pada tahun 1989 di bawah Kolonel Czi. H. Sumarmo Suradi, Bupati Karawang ke-20, yang meningkatkan kapasitas masjid untuk menampung lebih banyak jamaah. Renovasi tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas yang memudahkan pengunjung.

    Pembangunan besar terakhir yang dilaksanakan oleh dr. Hj. Cellica Nurrachadiana semakin mendekatkan masjid ini dengan masyarakat.

    “Pembangunan masjid ini didukung dengan dana dari provinsi,” kata Acep.

    Pengunjung masjid juga merasakan peningkatan kenyamanan setelah renovasi.

    “Masjid lebih bagus dan lebih luas setelah direnovasi. Dulu catnya sudah pudar, tapi sekarang tampak mewah dan lega, bisa menampung banyak orang,” kata Anita, salah seorang pengunjung.

    Pendapat itu diperkuat oleh Agus, seorang pengunjung lain.

    “Asyik, seru, dan nyaman setelah direnovasi karena terhubung langsung ke Alun – Alun Kota Karawang,” kata Agus.

    Keterhubungan ini menjadikan Masjid Agung Karawang tempat yang ideal untuk bersantai dan menikmati lingkungan sekitar.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Putri yang Manja dan Keji di Balik Eksotisnya Telaga Warna Puncak



    Bogor

    Di kawasan Puncak, Bogor ada Telaga Warna yang begitu eksotis. Di balik keindahan telaga ini, ternyata ada kisah putri yang manja dan keji. Bagaimana kisahnya?

    Di Puncak, ada tempat wisata bernama Telaga Warna. Dalam bahasa Sunda, tempat itu disebut Talaga Warna. Tempat itu merupakan danau yang di pinggir-pinggirnya banyak pepohonan. Suasana sejuk terasa jika berada di sekitar danau itu.

    Sesuai dengan namanya, air di telaga itu sering berubah warna. Maka dari itu disebut Telaga Warna. Secara ilmiah, perubahan warna itu diakibatkan oleh ganggang yang berada dalam air danau tersebut.


    Di samping fenomena yang terlihat, Telaga Warna menyimpan mitos. Di antaranya asal usul telaga tersebut. Konon, Telaga Warna terbentuk karena air mata.

    Waktu itu, raja, permaisuri, dan rakyatnya menangis. Mereka menangisi kelakuan kurang beradab putri kerajaan. Air mata itu bercampur dengan mata air yang muncul tiba-tiba di halaman keraton, sehingga membentuk telaga.

    Dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Jawa Barat, karya Maya Rohmayati dan Yodi Kurniadi (2018), kisah soal asal usul Telaga Warna tertulis dengan jelas.nan

    Di Jawa Barat, dahulu ada sebuah kerajaan. Pemimpinnya adalah raja yang bijaksana, adil, dan sangat sayang kepada rakyatnya. Sebaliknya, rakyat pun sayang kepada raja berikut permaisurinya.

    Semua titah raja dilaksanakan rakyat, begitupun segala kebutuhan rakyat dipenuhi oleh raja. Hari demi hari berjalan dalam kemakmuran di kerajaan tersebut.

    Namun, raja yang disebut Prabu itu, juga istrinya, merasa ada yang kurang. Sudah bertahun-tahun memimpin kerajaan, mereka belum juga dikaruniai keturunan.

    Cara A, B, C, sudah dilakukan pasangan Prabu dan Permaisuri ini untuk mendapatkan keturunan, namun Sang Hyang Tunggal belum juga menghendaki. Hingga akhirnya, keduanya mengangkat putra.

    Seorang anak laki-laki diangkat keduanya sebagai anak. Namanya Kebo Iwa. Dia kemudian tumbuh menjadi remaja yang tampan, gagah, dan berbudi luhur.

    Kebo Iwa punya kesaktian. Jika dia ingin minum, cukup dia tusukkan telunjukkan ke tanah, maka terpancarlah air bersih dan menyegarkan.

    Waktu pun berjalan. Berbahagia kumbang-kumbang di taman, bunga-bunga mekar menjadi tanda anugrah yang dinantikan itu datang.

    Di sela mengasuh putra angkatnya, Permaisuri ternyata mengandung. Dari kandungan itu, lahirlah bayi perempuan yang cantik, yang kelak menjadi putri kerajaan.

    Lahir Putri Cantik yang Manja

    Putri kerajaan itu tumbuh dan besar dalam lingkungan yang serba memberikannya kemudahan. Ingin A, datangah A tanpa sudah payah. Begitulah jua jika ingin B sampai Z, semuanya diantarkan kepadanya.

    Lama kelamaan, dia tumbuh dengan diri yang nir empati. Tidak ada rasa pedulinya terhadap orang lain. Yang jelas, jika sesuatu tidak membuat enak dirinya, dia tidak suka dan akan dengan tegas menolaknya. Dia tumbuh menjadi putri yang manja.

    Begitupun saat dia menghadapi pesta ulang tahun ke-17 usianya. Jauh sebelum pesta digelar, rakyat yang sayang kepada raja dan permaisuri mengirimkan berbagai perhiasan sebagai hadiah. Namun, raja menyimpannya barangkali suatu waktu rakyat akan membutuhkan.

    Raja hanya mengambil sedikit saja dari emas yang didapatkan dan menyerahkannya ke pengrajin kalung. Raja minta dibuatkan kalung yang bagus dan cantik jalinan emas dan permata untuk anaknya yang akan berulang tahun.

    Kalung pun selesai. Pesta pun digelar. Dalam pesta, ayah dan ibu sang putri hadir. Putri pun duduk di tengah-tengah mereka dan menghadapi rakyat yang juga hadir di pesta itu.

    Tak ingin tertinggal momentum, raja menyerahkan hadiah ulang tahun untuk putrinya berupa kalung. Kalung emas berhias permata buatan perajin emas terbaik di kerajaan itu.

    Namun, di mata putri manja itu, kalung seindah demikian tak ada artinya. Dia menampik pemberian ayahnya itu. Kalung yang disebutnya jelek itu lalu dihempaskannya ke lantai.

    Raja, Permaisuri, dan Rakyat pun Menangis

    Melihat kalung emas berhias permata dihempaskan ke lantai, semua hadiri pesta ulang tahun putri manja, tidak ada yang berani bicara. Semuanya terdiam.

    Lambat laun, terdengar suara tangisan yang tertahan dari arah permaisuri. Begitupun raja, dia menangis namun sedikit ditahan. Tetapi, tangisan raja dan permaisuri itu menjadi tanda kesedihan bagi rakyatnya.

    Rakyat yang menghadiri pesta ulang tahun itu semuanya menangis. hanyut dalam kesedihan bahwa raja dan permaisuri punya putri yang kurang tata krama. Semuanya menangis, hingga air mata menjadi banjir.

    Air mata rakyat bercampur dengan air dari mata air yang tiba-tiba muncul dari tanah di halaman kerajaan. Alhasil, semuanya tenggelam.

    Kalung emas berhias permata itu tak ada yang berani mengambilnya. Ketika semua sudah tenggelam menjadi telaga, kalung itu memantulkan cahaya yang menjadi pelangi. Itulah yang kini dikenal sebagai Telaga Warna.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 3 Wisata Pantai Pasir Putih PIK 2 Dekat Jakarta Buat Liburan Akhir Tahun


    Jakarta

    Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 merupakan kawasan yang seringkali menjadi tujuan bagi wisatawan yang ingin berlibur bersama teman atau keluarga. Dekat dengan Jakarta, kawasan ini mempunyai pantai pasir putih yang menarik untuk jadi tempat healing.

    Dengan kawasan yang begitu estetik, pemandangan tepi laut yang mempesona, serta fasilitasnya yang cukup lengkap, pantai ini menawarkan ketenangan dan kesegaran di tengah-tengah kesibukan dan hiruk-pikuk ibukota.

    3 Wisata Pantai Pasir Putih PIK 2 Dekat Jakarta

    Ada 3 kawasan pantai pasir putih di PIK dekat Jakarta. Ketiganya menyuguhkan konsep yang berbeda-beda. Berikut informasinya:


    1. Land’s End

    Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land’s End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung. Foto: dok detikcom

    Land’s End merupakan pantai dengan konsep rustic coastal dan bangunan mercusuar yang menjulang. Kawasan ini memiliki pantai berpasir putih yang begitu estetik.

    Mengutip laman instagramnya, ada banyak kursi pantai, sofa, bean bag dan tempat duduk yang bisa jadi spot nongkrong di pinggir laut, kamu bisa menikmati vibes laut sambil menyaksikan pesawat melintas.

    Selain itu, aktivitas menarik lainnya adalah bermain pasir untuk membuat istana atau berbagai bentuk lainnya. Jika kamu datang bersama teman-teman, main voli di pantai ini juga bisa menjadi kegiatan yang seru.

    Land’s End juga dilengkapi dengan aneka restoran dan tenant kuliner dengan berbagai menu makanan dan minuman. Jadi, kamu tak perlu khawatir kelaparan.

    • Jam operasional: 08.00-23.00 WIB
    • Harga tiket: Gratis
    • Lokasi: Jl. Yos Sudarso, Pasir Putih, Kabupaten Tangerang, Banten.

    2. Aloha PIK

    Aloha PIKAloha PIK Foto: (‘Dadan Kuswaraharja/detikcom)

    Aloha PIK menjadi wisata hits lainnya di kawasan PIK. Destinasi ini menawarkan pantai bernuansa tropis ala Hawaii.

    Pada area outdoornya, wisatawan dapat menikmati suasana pantai pasir putihnya yang syahdu. Ketika melewati lobi utama, wisatawan akan melihat foyer luas dengan tempat duduk untuk bersantai. Selain itu, ada kolam-kolam kecil seperti oasis berhiaskan lampu warna-warni dan tanaman hijau.

    Untuk kawasan anak-anak ada playground yang menyediakan kolam renang, perosotan, kolam bola, dan playhouse. Jadi, destinasi ini cocok untuk traveler yang mau berlibur bersama keluarga.

    Aloha juga dilengkapi dengan aneka kulinernya. Ada restoran sunda, sushi, ice cream, smoothie, pizza, dan seafood. Mengutip laman instagramnya, untuk yang mau berolahraga, Aloha Pasir Putih juga menyediakan kelas olahraga, baik yang hanya ada pada event tertentu maupun yang rutin.

    Senin-Kamis: 10.00-22.00 WIB
    Jumat: 10.00-00.00 WIB
    Sabtu-Minggu: 07.00-00.00 WIB

    • Harga tiket : Gratis
    • Harga tiket playground anak-anak: Rp 158.000
    • Harga tiket playground pendamping: Rp 80.000
    • Lokasi: Jl. Laksamana Yos Sudarso PIK 2, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

    3. Pantai Pasir Putih PIK 2

    Pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Pasir Putih di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (2/7/2022). Objek wisata alternatif tersebut kembali dibuka setelah sempat tutup sementara akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.Pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Pasir Putih di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (2/7/2022). Objek wisata alternatif tersebut kembali dibuka setelah sempat tutup sementara akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa. Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN

    Sesuai dengan namanya, Pantai Pasir Putih PIK 2 memiliki hamparan pasir putih dan pemandangan laut yang menenangkan. Wisatawan bisa menikmati aktivitas seperti berjemur, berfoto-foto di spot instagramable yang tersedia, serta bermain voli pantai.

    Pasir putih di pantai yang merupakan area reklamasi ini terhampar seluas 4 km. Kawasan pasir putih PIK 2 juga sudah dilengkapi dengan food street, sehingga kamu tak usah repot-repot membawa makanan dari rumah.

    Traveler disarankan datang sore hari agar bisa menikmati udara yang sejuk dan menyaksikan sunset yang cantik. Sebab lokasinya berada di dalam kawasan perumahan dan perkantoran dengan akses yang lumayan jauh, sebaiknya kamu membawa kendaraan pribadi untuk menghemat waktu

    • Jam operasional: 07.00-19.00 WIB
    • Harga tiket: Gratis
    • Lokasi: Kecamatan Kosambi, masuk ke Dadap, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

    Itulah beberapa wisata pasir putih yang berada di PIK. Sebelum datang ke sini, pastikan kamu sudah update informasi mengenai jam operasional dan tiket masuknya ya,

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dulu Area Tambang Liar, Kini Goa Lalay Jadi Incaran Wisatawan



    Bogor

    Liburan ke Bogor tak lengkap tanpa menjelajahi keindahan wisata alamnya. Namun, pernahkah terpikir untuk mengunjungi bagian timur kota Bogor yang menyimpan surga tersembunyi?

    Uniknya, destinasi wisata ini dulunya merupakan bekas penggalian tambang liar yang kini bertransformasi menjadi tempat wisata yang menakjubkan. Nama destinasi unik di kawasan ini adalah wisata alam Goa Lalay Klapanunggal. Lalay dalam bahasa Sunda yang berarti kalelawar.

    Tempat ini memiliki suasana alami yang menenangkan dan tebing kapur yang tinggi. Meskipun dulu merupakan bekas penggalian tambang ilegal, wisata alam Goa Lalay kini telah disulap menjadi destinasi menakjubkan dengan banyak spot menarik.


    Goa Lalay dialiri oleh perairan alami yang telah ada jauh sebelum penggalian tambang tersebut berlangsung. Area ini berada di tengah-tengah tebing kapur yang menjulang tinggi, dengan banyak kalelawar di dalam goa, dan dikelilingi oleh perairan jernih.

    “Ini goa dan perairannya sudah ada dari dulu cuma awalnya pintunya di sebalah sana, dan dari dulu goa nya berair, untuk masuk ke dalam goa harus pakai perahu karena dalam,” kata Edo, salah satu warga sekitar saat detikTravel berkunjung ke wisata alam Goa Lalay.

    Goa Lalay di Klapanunggal, BogorGoa Lalay di Klapanunggal, Bogor (Amalia Novia Putri/detikcom)

    Wisata alam Goa Lalay menawarkan berbagai fasilitas menarik untuk memanjakan pengunjung, seperti kolam renang dan seluncuran yang cocok untuk merelaksasikan diri. Selain itu, tempat wisata ini juga memiliki sejumlah spot foto yang Instagramable, mulai dari rumah pohon, taman selfie, patung-patung kuda, hingga latar tebing kapur yang megah. Tak ketinggalan, pesona utama dari destinasi ini adalah Goa Lalay itu sendiri, yang menjadi daya tarik unik untuk diabadikan dalam foto.

    Salah satu pengunjung mengajak keluarganya untuk menikmati keindahan alam tebing kapur berwarna putih dan hijau yang megah dan melihat Goa Lalay. Sambil bersantai, tak jarang terdengar suara dari kalelawar itu sendiri, mereka juga menyempatkan diri untuk makan bersama dan berswafoto di berbagai spot menarik, menjadikan momen liburan keluarga semakin berkesan.

    Goa Lalay di Klapanunggal, BogorGoa Lalay di Klapanunggal, Bogor (Amalia Novia Putri/detikcom)

    “Seru ya sudah murah saya dan keluarga bisa bersantai dan berenang, sambil melihat tingginya tebing kapur ini dan juga goa di tengah-tengah tebing kapur suasanya juga adem banya juga gazebo yang disediakan,” kata Mega, salah satu pengunjung.

    Bagi traveler yang ingin menikmati wisata alam tebing kapur dan Goa Lalay, disarankan datang pada sore hari untuk merasakan suasana yang lebih sejuk dan syahdu di bawah pepohonan. Untuk akses yang lebih mudah dan dekat, sebaiknya masuk melalui jalan Pesona Kahuripan 5. Lokasinya berada di Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16710, dan buka setiap hari dari Senin hingga Minggu, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

    Tak perlu khawatir soal biaya, tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp 20.000 per orang, dengan biaya parkir Rp 5.000 untuk motor dan Rp 15.000 untuk mobil.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Tempat Wisata di Punclut Bandung, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun


    Jakarta

    Bandung masih menjadi salah satu kota wisata favorit banyak orang. Sebab, ada berbagai objek wisata seru dan menarik di Kota Kembang, salah satunya Puncak Ciumbuleuit atau disingkat Punclut.

    Selain terdapat sejumlah tempat wisata, suasana di kawasan Punclut juga sejuk dan segar. Wajar saja, sebab Punclut berada di bagian utara Kota Bandung.

    Kalau detikers bosan pergi ke tempat yang itu-itu saja di Bandung, cobalah pergi ke Punclut karena terdapat banyak objek wisata seru. Simak rekomendasi dan ulasan singkatnya dalam artikel ini.


    6 Tempat Wisata di Punclut Bandung

    Ada banyak tempat wisata menarik di Punclut yang wajib dikunjungi. Agar kamu tidak bingung mau pergi ke mana, simak rekomendasinya yang telah dirangkum detikTravel di bawah ini:

    1. WOW Sarae Hills

    Rekomendasi tempat yang pertama adalah WOW Sarae Hills. Tempat ini menawarkan berbagai tempat ikonik dari banyak negara, mulai dari kastil kerajaan Inggris, gerbang kemenangan Arc de Triomphe Paris, Colosseum Roma, hingga bangunan unik di Andalusia.

    Kalau ke sini, jangan lupa kenakan pakaian yang keren agar hasil foto-fotonya bisa langsung diunggah ke media sosial. Untuk informasi lebih lanjut, detikers bisa melihat akun Instagram resminya @wow.saraehills.

    Jam buka:

    • 09.00-17.00 (weekday)
    • 08.00-17.00 (weekend dan hari libur nasional).

    HTM:

    • Reguler: Rp 50 ribu/orang
    • Terusan: Rp 65 ribu/orang
    • All package: Rp 80 ribu/orang.

    2. Sudut Cerita

    Pengunjung Berfoto di Ruang Instalasi Seni Sudut Cerita LembangFoto: Whisnu Pradana/detikJabar

    Tempat yang satu ini menawarkan ruang wahana multimedia interaktif yang seru dan estetik. Selama berkunjung ke Sudut Cerita, travelers dapat melihat instalasi seni hasil karya seniman lokal Bandung.

    Sedikit informasi, Sudut Cerita merupakan salah satu bagian dari spot wisata Sudut Pandang. Wahana ini sudah dibuka sejak Agustus 2020 dan berhasil menarik perhatian banyak wisatawan.

    Oh ya, pengunjung juga bisa melihat karya seni yang menghubungkan antara manusia dengan alam yang seharusnya seimbang dan lestari. Pokoknya travelers akan senang berkunjung ke sini!

    • Jam buka: setiap hari pukul 11.00-20.00.
    • HTM: Rp 50.000/orang.

    3. Dago Bakery Punclut

    Kafe Dago Bakery Punclut di Bandung.Foto: Instagram/dagobakerypunclut

    Ingin menyantap makan berat atau sekadar nongkrong di tempat yang estetik? Nah, di kawasan Punclut terdapat kafe bernama Dago Bakery.

    Meski namanya bakery, tapi tempat ini juga menghidangkan berbagai menu makanan lezat lainnya, mulai dari hidangan barat sampai masakan khas Indonesia. Tersedia juga camilan, dessert, kopi, hingga minuman manis kekinian.

    Adapun rekomendasi makanan yang wajib dipesan, mulai dari lasagna, zuppa soup, sosis kentang, nasi goreng, sup iga, sate lilit, seblak, cireng, vanilla latte, serta steak. Sedangkan beberapa produk bakery-nya yang wajib dibeli ada roti, kue kering, pie, cookies, serta tart.

    Jangan khawatir, harga makanan dan minumannya masih ramah dikantong, yakni mulai dari Rp 12 ribuan saja. Tempatnya yang nyaman ditambah udara sejuk membuat banyak pengunjung betah berlama-lama di Dago Bakery Punclut.

    Jam buka:

    • 09.00-21.00 (Senin-Jumat)
    • 08.00-22.00 (Sabtu-Minggu dan hari libur nasional).

    4. Puncak Punclut

    Bagi detikers yang liburan bareng keluarga, Puncak Punclut bisa menjadi opsi menarik untuk santap siang atau malam. Soalnya, ada beberapa restoran khas sunda yang menawarkan hidangan masakan lezat.

    Selain itu, tempat ini juga menawarkan pemandangan yang asri dan sejuk, sehingga semakin nyaman untuk bersantai sambil menyantap nasi dan lauk pauk. Saat malam hari dan cuaca sedang cerah, travelers bisa melihat pemandangan lampu-lampu kota (city light) dari atas Puncak Punclut.

    Untuk harga makanannya sendiri juga beragam, tergantung dari lauk yang dipilih. Agar semakin nikmat, disarankan pilih tempat makan di saung agar bisa lesehan sambil kumpul keluarga.

    • Jam buka: setiap hari pukul 08.00-00.00

    5. Menyaksikan Sunrise dan Sunset

    Ingin menyaksikan sunrise dan sunset dari atas bukit? Cobalah berkunjung ke kawasan Punclut. Lokasinya yang berada di dataran tinggi menjadikan tempat ini sebagai salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit dan terbenam.

    Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam serta hamparan hijau pepohonan secara gratis. Jika detikers membawa kendaraan, siapkan uang parkir dan pastikan memarkir kendaraan di tempat yang tepat.

    6. Sudut Pandang Bandung

    Sudut Pandang Resto Cafe yang estetikFoto: detikTravel

    Kalau sudah puas melihat instalasi seni di Sudut Cerita, detikers wajib mampir ke coffee shop di Sudut Pandang. Sebab, tempat ini menawarkan suasana yang nyaman, estetik, dan keren banget!

    Saat pertama kali datang, travelers akan dibuat terpesona oleh desain interior dan eksterior Sudut Pandang yang modern dan estetik. Kalau cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat pemandangan alam yang hijau serta Kota Bandung dari atas ketinggian.

    Untuk hidangan makanan dan minumannya juga enak, tapi harganya memang sedikit mahal sekitar Rp 100 ribuan per orang. Meski begitu, suasana coffee shop-nya yang nyaman dijamin bikin detikers betah berlama-lama di sini.

    • Jam buka: setiap hari pukul 10.00-22.00

    Bagi detikers yang ingin menghabiskan waktu liburan ke Punclut, ada sejumlah cara untuk menuju ke sana. Namun, cara yang paling mudah adalah dengan mengendarai kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor.

    Simak cara menuju ke kawasan Punclut dari Jakarta dengan mengendarai mobil di bawah ini:

    • Dari Jakarta, masuk ke Tol Dalam Kota menuju Cawang
    • Lalu masuk ke Tol Jakarta – Cikampek
    • Ikuti rambu penunjuk jalan hingga masuk ke Tol Cipularang
    • Lanjut terus hingga keluar di Pintu Tol Cimahi/Pasteur
    • Lalu masuk ke Jalan Pasteur
    • Ikuti arah jalan hingga masuk ke Jalan Dr Djunjunan
    • Ambil kanan untuk masuk ke Jalan Layang Pasupati
    • Ikuti arah rambu penunjuk jalan hingga keluar di Jalan Tamansari
    • Jalan terus hingga masuk ke Jalan Siliwangi
    • Setelah itu ada pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Ir H. Djuanda
    • Ikuti jalan hingga bertemu pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Citra Green
    • Jalan terus sejauh 1 km, kemudian ada pertigaan belok kanan menuju Jalan Punclut
    • Kini, detikers sudah sampai di Kawasan Punclut, Bandung.

    Demikian enam tempat wisata di Punclut Bandung yang cocok dikunjungi saat liburan. Jadi, mau berkunjung ke mana dulu travelers?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Masih Ada Pasar Tradisional ala Sunda Jadul di Bandung



    Bandung

    Pasar tradisional Sunda ala zaman dulu ternyata masih ada di pelosok Bandung. Pasar ini cocok dikunjungi untuk libur long weekend.

    Konsep wisata di pasar tradisional jadul itu dibuat oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Pasar Padaringan, begitu namanya.

    Padaringan di nama pasar ini merupakan singkatan dari Pakarangan Dapur Seni Budaya Sareng Ibing Cisurupan. Pasar Padaringan digelar di kawasan hutan bambu, tepatnya di Leweung Awi Mbah Garut.


    Sejumlah kios yang terbuat dari bambu berdiri di tempat itu, kios-kios tersebut menjajakan makanan dan minuman khas Sunda. Ada surabi, bandrek, awug, gorengan, leupeut, bandros, dan masih banyak macam-macam kue tradisional lainnya.

    Bagi pengunjung yang datang dan ingin membeli makanan dan minuman tradisional di Pasar Padaringan harus menukarkan uang tunainya dahulu dengan koin senilai Rp5 ribu, Rp10 ribu dan Rp20 ribu yang sudah disediakan di loket penukaran uang.

    Pasar Padaringan digelar setiap dua kali dalam sebulan dan sudah mendapatkan dukungan dari Pemkot Bandung. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat karena yang menjajakan makanan tradisional di Pasar Padaringan ini merupakan UMKM-UMKM yang ada di Kecamatan Cibiru.

    Selain itu, di Pasar Padaringan ini selalu digelar atraksi seni dan budaya yang berasal dari Kecamatan Cibiru dan sekitarnya. Atraksi seni dan budaya ini ditampilkan untuk menghibur pengunjung yang datang ke tempat tersebut.

    Pertunjukan seni dan budaya tradisional yang ditampilkan di antaranya jaipongan, benjang, rajawali, reak dan lainnya. Pengunjung yang sudah selesai membeli makanan bisa duduk di kursi bambu yang tersedia, sekaligus menyaksikan penampilan akurasi seni budaya. Salah satunya penampilan Reak dan Rajawali.

    Pasar Padaringan Sunda di Hutan Bambu Cibiru Bandung.Pertunjukan seni di Pasar Padaringan Sunda di Hutan Bambu Cibiru Bandung. Foto: Wisma Putra/detikJabar

    “Pasar Padaringan merupakan sebuah pasar tradisional, konsep pasar zaman dulu, makanan tradisional tanpa bahan pengawet dan plastik. Acaranya dua kali dalam sebulan,” kata Ketua Pokdarwis Cisurupan Ari Irawan, Minggu (12/1).

    Ari mengungkapkan, pada saat awal-awal digelar kunjungan wisatawan bisa capai 1.000 orang, namun sekarang berkurang dikarenakan faktor cuaca. Namun dalam beberapa kegiatan terakhir, angka kunjungan menunjukan angka normal.

    “Sekali event perputaran uang Rp20 jutaan, si sini sistem koin, barter, ada koin khusus tidak bisa pakai uang tunai langsung kalau mau jajan, koinnya ada besaran Rp5 ribu, Rp10 ribu dan Rp20 ribu,” jelasnya.

    Ari menilai, Pasar Padaringan sangat berpengaruh dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan dia berharap warga Kota Bandung yang ada di luar Cibiru dapat berkunjung.

    “Ke depan luar biasa sangat meningkatkan perekonomian dan seni budaya di kewilayahan saya harap seluruh masyarakat Kota Bandung terus berpartisipasi,” ujarnya.

    Sementara itu, salah satu pengunjung yang merupakan warga Cilengkrang, Sujana mengaku terpukau dengan suasana Pasar Padaringan.

    “Baru kali ini ke sini, suasananya bagus, asli, tempat wisata di tengah hutan (bambu). saya baru tahu dari anak tempat ini,” ujarnya.

    Sujana menyebut konsep Pasar Padaringan sudah bagus, namun akses jalan yang cukup terjal dikeluhkan olehnya.

    “Konsepnya lebih ke original Sunda, bagus, budaya Bandung timur, harus terus dilestarikan, akses ke sini harus lebih ditata jalannya cukup terjal, suasananya bagus,” pungkasnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com