Tag: sunda

  • Dulu Bekas Tambang, Kini Jadi Destinasi Wisata Alam di Sumedang



    Sumedang

    Dulu tempat di Sumedang ini adalah bekas tambang galian C. Namun sekarang, destinasi itu berhasil disulap menjadi tempat wisata alam yang menawan.

    Kabupaten Sumedang kini memiliki tempat wisata ekosistem. Menariknya, wisata ini merupakan hasil reklamasi dari bekas galian C.

    Lokasinya berada di kaki gunung Tampomas, tepatnya di Dusun Ciseureuh, Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.


    Hadirnya wisata ekosistem di Sumedang ini ditandai dengan peresmian oleh Penjabat (Pj) Bupati Sumedang Yudia Ramli, pada Kamis (30/1). Menurut Yudia, kehadiran Tampomas ECO Park sendiri menjadi satu-satunya wisata di Sumedang yang berbasis pelestarian lingkungan.

    “Hari ini saya meresmikan Tampomas ECO Park di Kabupaten Sumedang. Ini adalah yang pertama satu-satunya yang ada di Sumedang karena ini merupakan basis pelestarian lingkungan,” ujar Yudia.

    “Kabupaten Sumedang tentunya merasa bangga dan terima kasih kepada pengagas Tampomas ECO Park,” sambungnya.

    Wisata Agrowisata Tampomas ECO Park merupakan hasil dari reklamasi yang dulunya wilayah galian C. Destinasi ini menjadi salah satu daya tarik wisata baru di Sumedang khususnya.

    “Yang menarik adalah ini dari reklamasi, kalau yang tidak reklamasi mah mudah tapi ini yang reklamasi yang luar biasa tadi disebutkan, dan ini bagi kita mudah-mudahan menjadi lingkungan menjadi baik, bisa menjadi destinasi wisata, masyarakat sekitar ekonominya bisa meningkat,” katanya.

    Tampomas ECO Park yang berdiri di lahan bekas galian C di SumedangTampomas ECO Park Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar

    Yudia berharap, dengan kehadiran wisata Tampomas ECO Park bisa menjadi salah satu contoh wisata yang menjadi penggagas wisata dengan konsep reklamasi.

    “Yang bagus ini bisa menjadi percontohan kalau secara nasional mudah-mudahan ini bisa menjadi laboratorium nanti misalnya kalau ada yang mana ECO park tuh contohnya di Sumedang ada reklamasi. Tapi bukan hanya lingkungan yang indah tapi juga bermanfaat,” ungkapnya.

    Sementara itu, Direktur Utama pengelola Tampomas ECO Park, Gilar Sabilah menyampaikan nantinya konsep wisata Tampomas ECO Park akan punya berbagai wahana, termasuk penginapan dengan pemandangan yang indah.

    “Jadi konsep tempat ini tuh sebenarnya kita punya tagline di sini one stage hiling, jadi satu tempat banyak fasilitas. Jadi orang-orang yang datang kesini itu diharapkan tidak bingung karena apapun di sini ada, fasilitas dari mulai penginapan rumah kayu, terus ada vila, ada caffe, ada restoran makan Sunda, terus ada go car, ada camper van, ada camping ground, ada karaoke dan masih ada fasilitas penunjang lainnya,” kata Gilar.

    Untuk menjadi sampai dengan sekarang, kata Gilar, proses reklamasi tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hingga saat ini pembangunan sendiri baru mencapai 45 persen dan akan ditargetkan pada tahun 2026 sudah beroperasi sepenuhnya.

    “Betul ini dulunya bekas galian C. Proses reklamasi kita hampir 4 tahun setengah, jadi dulu dari masih galian pasir sampai sekarang ini kita butuh waktu 4 tahun setengah,” kata dia.

    “Kalau kita pembangunan sekarang hampir 45 persen target kita di tahun depan sudah 100 persen. Cuman di pertengahan tahun ini kita buka untuk umum,” pungkasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Viral di Bogor, Cocok Buat Healing Tipis-tipis



    Bogor

    Kota Hujan memang paling favorit sebagai tempat healing tipis-tipis di akhir pekan atau bahkan libur panjang. Berikut pilihannya!

    Kawasan wisata Puncak menjadi primadona bagi traveler di sekitar Jabodetabek. Lokasinya yang strategis, suasananya beda dari kota dan memiliki segudang tempat wisata yang menarik.

    Selain puncak, kawasan Bogor lainnya juga kerap menjadi tempat liburan pilihan. Buat kamu yang mau healing tipis-tipis bisa datang ke 10 tempat viral ini:


    1. Hibisc Fantasy Puncak

    Hibisc Fantasy Puncak, Bogor.Hibisc Fantasy Puncak, Bogor. (Pradita Utama/detikcom)

    Hibisc Fantasy Puncak menawarkan taman rekreasi dengan banyaknya unsur warna dan bunga.

    Berkunjung ke sana, traveler dapat melihat banyaknya taman bunga hingga berbagai bangunan estetik penuh warna. Bangunan tersebut merupakan bangunan permanen dengan mengambil konsep layaknya Benteng Kremlin Moskow, Rusia.

    Wahana itu baru saja dibuka pada 11 Desember 2024. Meliputi 20 wahana seperti kora-kora, rainbow slide, rumah hantu, hingga taman kelinci. Namun, beberapa wahana wisata tersebut belum semuanya dapat beroperasi lantaran izin yang belum selesai.

    Harga Tiket Masuk: Rp 40 ribu (weekday), Rp 50 ribu (weekend); Tiket terusan (gratis 15 wahana): Rp 90 ribu (weekday), Rp 100 ribu (weekend)

    Jam buka: 8.00-17.00 WIB

    Lokasi: Jl Raya Puncak-Gadog, Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    2. Papa Dino Puncak

    Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

    Papa Dino Puncak adalah taman rekreasi bertema dinosaurus yang baru saja dibuka di Puncak, tepatnya pada Jumat (20/12/2024). Spot satu ini melantai di area yang dulu dikenal sebagai The Ranch, atau di Jalan Raya Puncak KM.77, Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

    Daya tarik wisata tersebut yakni dengan banyaknya animatronik dinosaurus yang berukuran besar. Animatronik tersebut tak hanya jadi pajangan, tetapi juga dapat bersuara, bergerak, hingga mengeluarkan air.

    Selain itu, tempat tersebut menyimpan atraksi lain seperti berinteraksi dengan domba hingga sapi, menaiki kereta dino, dino dokar, sepeda gowes atau listrik, hingga flying fox.

    Harga Tiket Masuk: Rp 35 ribu (weekday), Rp 40 ribu (weekend)

    Jam buka: 09.00-18.00 WIB (weekday), 8.00-21.00 WIB (weekend)

    Lokasi: Jl. Raya Puncak No.KM.77, Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    3. Goa Lalay

    Goa Lalay di Klapanunggal, BogorGoa Lalay di Klapanunggal, Bogor Foto: Amalia Novia Putri/detikcom

    Nama destinasi unik di kawasan ini adalah wisata alam Goa Lalay Klapanunggal. Lalay dalam bahasa Sunda yang berarti kelelawar. Tempat ini memiliki suasana alami yang menenangkan dan tebing kapur yang tinggi. Meskipun dulu merupakan bekas penggalian tambang ilegal, wisata alam Goa Lalay kini telah disulap menjadi destinasi menakjubkan dengan banyak spot menarik.

    Wisata alam Goa Lalay menawarkan berbagai fasilitas menarik untuk memanjakan pengunjung, seperti kolam renang dan seluncuran yang cocok untuk merelaksasikan diri. Selain itu, tempat wisata ini juga memiliki sejumlah spot foto yang Instagramable, mulai dari rumah pohon, taman selfie, patung-patung kuda, hingga latar tebing kapur yang megah. Tak ketinggalan, pesona utama dari destinasi ini adalah Goa Lalay itu sendiri, yang menjadi daya tarik unik untuk diabadikan dalam foto.

    Harga Tiket Masuk: Rp 20.000 per orang, biaya parkir Rp 5.000 untuk motor dan Rp 15.000 untuk mobil.

    Jam buka: Senin hingga Minggu, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB

    Lokasi: Jl. Raya Puncak No.KM.77, Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

    4. Villa Khayangan

    Rainbow Slide di Villa Khayangan BogorRainbow Slide di Villa Khayangan Bogor (dok. Instagram @villa_khayangan_bogor)

    Villa Khayangan adalah penginapan yang dilengkapi wahana permainan antara lain rainbow slide, mini jeep, sepeda gantung, ayunan ekstrem, bioskop 3D, hingga VR. Traveler juga akan menemukan sederet spot foto cantik nan Instagramable di sini.

    Tidak perlu khawatir kelaparan karena tersedia juga kantin, resto, dan kafe. Terdapat kolam renang kalau mau berenang atau sekadar main air. Serta ada mini zoo dengan hewan rusa, beragam burung, dan kambing,

    Harga Tiket Masuk: Rp 25.000 per orang
    Jam Buka: Senin-Minggu, 07.00-17.00 WIB
    Lokasi: Jl. Puncak Dua, Wargajaya, Sukamakmur, Kabupaten Bogor

    5. Fishing Valley Bogor

    Kolam renang di Fishing Valley Bogor WaterPark.Kolam renang di Fishing Valley Bogor WaterPark. (dok. Instagram @fishingvalley)

    Fishing Valley Bogor adalah tempat wisata keluarga di Bogor yang cocok dikunjungi saat momen liburan. Destinasi wisata ini menawarkan keseruan bermain air waterpark, kuliner, hingga pengalaman memancing di kolam pribadi.

    Harga Tiket Masuk (HTM): Rp 30.000 per orang. Sementara, untuk anak di bawah 1 tahun tidak dikenakan biaya masuk.

    Jam Operasional: Senin-Minggu, 08.00 – 18.00 WIB. Sementara, untuk area kolam pancing harian pada hari Selasa tutup.

    Lokasi: Jl. Raya Pemda No.107, Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

    6. HeHa Waterfall

    HeHa WaterfallHeHa Waterfall (dok.Instagram @foodandfootofficial dan @hehawaterfall)

    Wisata hits Bogor selanjutnya ada HeHa Waterfall, yang juga sempat viral di media sosial. Sebenarnya, HeHa Waterfall merupakan tempat makan yang mengusung konsep semi outdoor alias “Spot foto & Resto”.

    Hal yang menarik dari tempat ini yaitu menyuguhkan air terjun buatan terbesar di Indonesia yang tercatat sebagai rekor MURI. Di sini, kamu bisa menghabiskan liburan dengan menyantap makanan lezat sambil menikmati live music, dan berfoto di air terjun buatan yang keren.

    Selain itu, fasilitas umum dan yang akan tersedia juga cukup lengkap. Dikutip dari postingan Instagram @hehawaterfall, tersedia playground, musala, glamping, VIP dining, hingga meeting room.

    Harga Tiket Masuk: Rp 30.000 hingga Rp 35.000.
    Jam Operasional: Weekday mulai dari jam 09:00-20:00 WIB dan Weekend 08:00-21:00 WIB
    Lokasi: Jalan Kapten Harun Kabir, Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    7. Nicole’s River Park

    nicole's river park.Nicole’s River Park. (Instagram @nicolesriverpark)

    Di Tempat wisata Puncak Bogor yang satu ini kamu akan disuguhkan dengan konsep one stop labyrinth. Mulai dari mencoba wahana permainan anak, naik kereta kuda, melihat satwa-satwa, berkuliner, hingga menemukan spot-spot yang instagramable dan keren.

    Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 35.000 dan Weekend Rp 40.000
    Jam Operasional: Setiap hari dari jam 08.00-18.00 WIB
    Lokasi: Jl. Raya Puncak Gadog, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor

    8. The Ranch Puncak

    Wahana dan aktivitas seru untuk menghabiskan liburan juga bisa temukan di The Ranch Puncak. Pengunjung bisa bermain ATV, sepeda renteng, perahu goes, memberi makan hewan ataupun mengajak si kecil untuk menunggangi kuda poni lucu.

    Biasanya travelers juga akan mendapatkan satu cup susu atau bisa memilih voucher diskon untuk belanja di restoran di sana.

    Jam Operasional: Senin-Jumat buka mulai dari jam 09.00-21.00 WIB, dan jam 08.00-21.00 WIB di weekend.

    Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp 25.000

    Alamat: Jalan Raya Puncak Gadog KM 77, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    9. Taman Safari Indonesia

    Panda di Taman Safari Indonesia.Panda di Taman Safari Indonesia. (detikcom)

    Taman Safari Indonesia merupakan pusat konservasi kelas dunia. Wisata ini dinobatkan sebagai situs konservasi terbaik oleh Kementerian Kehutanan Indonesia.

    Destinasi wisata ikonik menjadi yang paling diburu saat libur panjang tiba. Pengunjung bisa berkeliling menggunakan mobil dan melihat kehidupan satwa seperti di tempat aslinya.

    Harga Tiket Masuk: Hari biasa (Weekday)
    >6 Tahun: Rp 230.000

    Akhir pekan dan liburan (weekend & holiday)
    Domestik:
    >6 Tahun: Rp 255.000

    Jam Operasional: Senin-Minggu, 08.00-17.00 WIB
    Lokasi: Taman Safari Indonesia Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

    10. Taman Wisata Alam Gunung Pancar

    Sunset di Gunung PancarSunset di Gunung Pancar (@amanrupiner/d’Traveler)

    Objek wisata yang satu ini menawarkan suasana sejuk dan menenangkan. Hutan pinus yang masih asri menjadi nilai jual dari tempat ini.

    Bagi kamu pemburu golden hour, ini tempat yang tepat karena pada suatu momen sinar matahari yang masuk lewat sela-sela pohon akan terlihat lebih indah.

    Disini juga menyediakan beberapa pilihan, kalian bisa menginap dengan membuat tenda pribadi, atau jika tidak ingin ribet kamu bisa memesan paket glamping yang tersedia.

    Harga Tiket masuk: Rp 5 ribu (weekdays) dan Rp 7 ribu (weekend)
    Jam operasional: 24 jam
    Lokasi: Kampung Ciburial, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Restoran Halal di PIK yang Cocok untuk Tempat Bukber


    Jakarta

    Sejumlah restoran di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bisa dijadikan tempat acara buka bersama (bukber) bareng teman maupun keluarga. Tempat-tempat ini menyuguhkan menu halal yang lezat dan cocok untuk berbuka.

    Mulai dari Chinese food, nusantara, hingga seafood dapat dicicipi di sini. Harganya bersahabat dan vibes restorannya nyaman sehingga pas untuk berkumpul saat bukber. Penasaran di mana saja tempatnya? Simak di bawah ini.

    Tempat Bukber Halal di PIK

    Sejumlah restoran di PIK menyediakan berbagai menu lezat yang cocok untuk sajian buka puasa. Mengutip Google, berikut rekomendasi tempat bukber di kawasan PIK:


    1. Sulaiman Resto

    Sulaiman Resto PIKSulaiman Resto PIK (dok. Instagram @sulaimanresto.pik)

    Chinese food halal bisa ditemukan di Sulaiman Resto PIK. Seperti liang pi atau menu mi dingin dengan saus dan taburan kacang serta ding ding chao mian atau sajian mi berbentuk kotak kecil yang gurih.

    Ada sajian berkuah seperti mala yu dan sup ikan asam pedas. Juga sate kambingnya yang punya potongan daging besar-besar.

    • Lokasi: Rukan Cordoba, Jl. Marina Raya No. 15 Blok D, Kapuk Muara, Jakarta Utara.

    2. Bandar Djakarta

    Kalau ingin makan seafood segar di PIK, datangi Bandar Djakarta. Pesan paket Ramadan di sini, kamu akan dapat takjil gratis dan cepat saji restonya.

    Menu seafood di Bandar Djakarta diolah dengan berbagai saus. Seperti cumi telur asin, kerang lada hitam, udang bakar madu, ataupun dijadikan ikan steam. Di sini juga tersedia menu sayuran seperti cah kangkung dan tumis buncis.

    • Lokasi: PIK 2, Jl. MH Thamrin No. 7 AB, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

    3. Kampung Kecil

    Restoran Kampung KecilRestoran Kampung Kecil (dok. Instagram @kampungkecil_official)

    Datangi Kampung Kecil PIK kalau ingin menggelar bukber di restoran Sunda dengan area duduk lesehan di saung-saung. Ditambah lagi, konsep tempat makannya yang full bambu sangat estetik.

    Tersedia nasi liwet dan tumpeng untuk disantap bersama. Ada banyak masakan Sunda dari olahan ikan gurame, lele, patin, ayam, sapi, bebek, dan seafood seperti cumi, udang, serta kerang. Terdapat juga menu sayur dan makanan ringannya.

    • Lokasi: PIK 2, Jl. Rasuna Said Blok BB No. 8, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

    4. Rumah Makan Medan Baru

    Meski namanya Rumah Makan Medan Baru, restoran ini menyuguhkan masakan Minang klasik. Menu andalannya yaitu gulai kepala ikan kakap dan burung punai goreng. Daging burungnya tidak alot dan mirip daging ayam.

    Untuk gulainya punya kuah santan yang kental dan berasa rempah. Menu ini paling nikmat disantap dengan sambal ganjanya. Nama ‘ganja’ diambil untuk sambal khas Aceh ini karena rasanya yang bisa bikin ketagihan.

    • Lokasi: PIK 2, Jl. MH Thamrin, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

    5. Gerobak Betawi

    Gerobak Betawi PIKGerobak Betawi PIK (dok. Instagram @gerobakbetawi)

    Aneka makanan dan jajanan nusantara lezat dapat dicicipi di restoran Gerobak Betawi. Nasi uduk komplet, nasi jeruk, ketoprak, gado-gado, hingga toge goreng tersedia di sini.

    Kalau ingin masakan berkuah, bisa coba mi tektek, rawon, soto, sop iga, hingga sayur asem. Ada juga bubur dan jajanan seperti pempek, tahu gejrot, tahu petis, sampai asinan Betawi.

    • Lokasi: Rukan Cordoba, Jl Bukit Golf Mediterania, Kapuk Muara, Jakarta Utara.

    Jika memungkinkan, pengunjung bisa pesan tempat lebih dulu di restoran pilihan untuk buka bersama. Apalagi bila jumlah pengunjung yang datang cukup banyak dan berombongan. Reservasi tempat mencegah pengunjung antri dan berisiko tidak bisa bukber di restoran PIK pilihan.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lempar Koin di Situs Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan



    Pangandaran

    Warga Pangandaran percaya jika melempar koin di Situs Batu Kalde, maka wisatawan akan mendapatkan keberuntungan. Percaya atau tidak?

    Jika Anda berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran, jangan lupa mampir ke Situs Batu Kalde. Ada mitos unik yang menyelimuti situs ini. Mitos itu melibatkan uang koin.

    Situs Batu Kalde adalah bangunan cagar budaya yang disebut-sebut sebagai petilasan Prabu Jaya Pakuan, pangeran dari Kerajaan Pajajaran. Konon, sang pangeran pernah singgah di situs ini.


    Situs ini dinamakan Situs Batu Kalde karena terdapat sebuah arca berbentuk sapi. Meski berbentuk sapi, namun oleh masyarakat setempat dianggap menyerupai ‘kalde’, bahasa Sunda untuk keledai.

    Namun, dalam mitologi Hindu, arca tersebut sebenarnya merupakan Nandi, wahana atau kendaraan Dewa Siwa. Biasanya, keberadaan Nandi menandakan di tempat itu dulunya terdapat arca Dewa Siwa dalam bentuk lingga yoni, simbol kesuburan dalam kepercayaan Hindu.

    Situs Batu Kalde di PangandaranSitus Batu Kalde di Pangandaran Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar

    Lingga melambangkan kejantanan dan sumber kehidupan. Sedangkan yoni adalah simbol kesuburan yang dihubungkan dengan Dewi Parwati, istri Dewa Siwa. Penyatuan lingga dan yoni diyakini sebagai filosofi keseimbangan alam yang menciptakan kehidupan baru.

    Kembali ke mitos yang dipercaya oleh warga setempat, mereka percaya jika orang yang berhasil melemparkan uang koin ke dalam lubang batu yoni yang tersisa, maka dia akan mendapatkan keberuntungan.

    Yogi Saputera, juru penunggu Situs Batu Kalde, mengatakan mitos tersebut telah ada sejak lama.

    “Memang katanya kalau berhasil melempar koin ke batu yoni, bisa mendapatkan keberuntungan. Tapi aturannya, harus melempar dari jarak tiga langkah mundur dari batas yang ditentukan,” ujar Yogi belum lama ini.

    Konon, jika seseorang berhasil memasukkan koin ke dalam lubang candi yang tinggal satu umpak, maka harapannya akan terkabul. Menurut Yogi, uang koin yang digunakan juga tidak boleh sembarangan.

    “Harus pakai uang receh pecahan Rp 500 atau lebih kecil. Tidak boleh terlalu besar nilainya,” tambah dia.

    Sampai sekarang mitos ini tetap lestari, bahkan semakin populer, terutama saat musim liburan. Setiap harinya, Yogi mengaku menerima 20 hingga 30 wisatawan yang datang khusus untuk mencoba peruntungan mereka dengan melempar koin.

    “Pas libur panjang, jumlahnya bisa lebih banyak. Rata-rata 30 orang datang ke sini setiap hari,” katanya.

    Wisatawan Dibuat Penasaran

    Bagi sebagian pengunjung, melempar koin ke Situs Batu Kalde bukan hanya soal mitos, tetapi juga bagian dari pengalaman seru selama berwisata. Seperti yang dialami Aprilian (24), seorang wisatawan yang mengunjungi situs ini bersama temanya.

    “Awalnya sih cuma ikut rute yang diberikan pemandu. Terus dia bilang ini tempat bersejarah dan ada mitos kalau bisa lempar koin ke dalam lubang, harapan kita bisa terkabul. Jadi ya coba aja,” ungkapnya.

    Hal yang sama juga dirasakan Fazar Sidiq, yang datang liburan ke Situs Batu Kalde bersama dengan Aprilian.

    “Karena penasaran, ya ikut coba aja. Tadi sampai nukerin uang Rp 2.000 jadi koin receh. Dari empat koin yang saya lempar, dua berhasil masuk,” katanya.

    Terlepas dari mitos yang berkembang, Situs Batu Kalde tetap menjadi destinasi menarik di Cagar Alam Pangandaran. Selain menyimpan nilai sejarah dan budaya, tempat ini juga menjadi daya tarik wisata yang unik dengan tradisi lempar koinnya.

    Bagi yang percaya, ritual ini bisa menjadi simbol harapan. Namun, bagi yang hanya sekadar mencoba, melempar koin ke Batu Kalde tetap memberikan pengalaman seru yang tak terlupakan.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Begini Wajah Terkini Kampung Pelangi di Bandung, Penuh Warna-warni



    Bandung

    Kampung Pelangi di Bandung kini punya wajah baru. Warna-warni cerah kampung yang kini berubah nama menjadi Lembur Katumbiri itu telah kembali.

    Pemandangan penuh warna yang unik dan semarak kini sudah siap menyambut siapa saja wisatawan yang menyambangi kawasan Lembur Katumbiri di Kota Bandung.

    Perkampungan dengan topografi berundak-undak ini menjadi rumah bagi ratusan warga yang menghuni bangunan dengan aneka mural berwarna-warni cerah.


    Rumah-rumah berwana tersebut berdiri di lereng Sungai Cikapundung, tepatnya terletak di Jalan Siliwangi, RT 03 RW 12 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong. Jalan masuknya dapat diakses melalui Gang Bapa Ehom yang berada di samping area Teras Cikapundung.

    Tim detikJabar menyambangi Lembur Katumbiri yang baru diresmikan hari Selasa (6/5/2025) ini. Di pagi hari, suasana jalan Gang Bapa Ehom menuju Lembur Katumbiri terasa segar dan sejuk, dengan gemercik suara sungai dan sinar matahari menerobos pepohonan.

    Lembur Katumbiri di Kota BandungLembur Katumbiri di Kota Bandung Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

    Tak heran, banyak pejalan kaki maupun pelari yang terpantau mengunjungi kawasan ini untuk berolahraga. Terlebih, jalan setapak yang telah dipugar ini juga terlihat bersih dan asri.

    Untuk mencapai Lembur Katumbiri, traveler perlu berjalan sekitar 600-an meter dari bibir gang, dengan jalan yang relatif datar dan aman untuk dilalui siapa saja. Namun, ada beberapa titik yang licin dan perlu diwaspadai terutama bila hujan turun.

    Warna-warni cerah dinding rumah mulai terlihat setelah berjalan kaki santai selama kurang lebih 10 menit. Ada spot foto yang bisa digunakan pengunjung untuk mengabadikan momen dengan latar rumah warna-warni. Namun, untuk mengakses kampung ini, pengunjung harus melalui turunan dan tanjakan yang cukup curam.

    Lembur Katumbiri di Kota BandungLembur Katumbiri di Kota Bandung Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

    Lembur atau kampung yang sebelumnya dinamai Kampung Pelangi 200 ini telah cukup lama menjadi salah satu spot wisata ‘Instagramable’ Kota Bandung, yakni sejak 2018-an. Namun, seiring waktu, warna-warni kampung ini perlahan pudar.

    Oleh karena itu, pemerintah Kota Bandung bersama seniman mural John Martono dan warga setempat kembali mengecat sebanyak hampir 200 rumah di kawasan ini agar kembali menarik.

    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pengecatan kembali rumah-rumah di Lembur Katumbiri bertujuan untuk menjadikan kawasan ini sebagai tempat wisata tersembunyi atau ‘hidden gem’ yang menarik bagi wisatawan.

    “Tujuannya adalah untuk memberikan alternatif ‘hidden gem’, sebuah konsep yang bisa dibuat sebenarnya. Tempat tersendiri, jauh dari keramaian, sangat menyenagkan untuk didatangi wisatawan,” ungkap Farhan di sela peresmian Lembur Katumbiri.

    Nama katumbiri alias “pelangi” dalam Bahasa Sunda dipilih karena merepresentasikan suasana rumah dengan mural warna-warni di kawasan ini. Ia berharap warga setempat dapat memanfaatkan hal ini dengan membuka tempat usaha yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai.

    “Wisatawan bisa bikin konten di sini. Warga silakan buat tempat jajan, tempat duduk-duduk dan foto2-foto. Asalkan tetap jaga kebersihan dan keselamatan,” terangnya.

    Pengecetan Lembur Katumbiri Melibatkan Warga

    Sementara itu, seniman mural John Martono mengatakan ia memerlukan waktu sekitar 17 hari untuk mengecat 200-an rumah di Lembur Katumbiri. Pengecatan dilakukan bekerja sama dengan sejumlah pihak, tak terkecuali warga setempat.

    “Ada teman-teman dan pegawai yang ngecat, juga warga sekitar. Ini adalah kerja sama kami. Kita usahakan agar setiap rumah warnanya berbeda-beda,” ungkap John.

    Ia mengatakan proses awal pengecetan dimulai dengan membuat sketsa kasar di smartphone tentang mural yang akan diaplikasikan di dinding-dinding rumah. Setelah berembuk dengan para pengecat, mereka kemudian mulai bahu-membahu melakukan pengecatan.

    “Tapi memang ada beberapa spot yang sulit dijangkau, jadi kita maksimalkan di dinding-dinding lain,” terangnya.

    Ia mengatakan tidak ada konsep spesifik yang diterapkan di karya mural Lembur Katumbiri. Tujuannya adalah membuat suasana lebih semarak dan berwarna, dan adaptif dengan keinginan warga setempat yang ingin mewarnai kampung mereka dengan gambar-gambar tertentu.

    “Jadi keseluruhan mural ini memiliki alur yang menggambarkan bahwa hidup adalah hal yang situasional, kita harus fleksibel menghadapi berbagai situasi. Saya menamainya ‘the journey of happiness’”, papar John.

    Warga Berharap Roda Ekonomi Berputar

    Sementara itu, Ketua RT 10 RW 12 Kelurahan Dago, Rasimun mengatakan warga setempat mendukung pengecatan kembali tempat tinggal mereka menjadi warna-warni. Ia berharap, peresmian kampung mereka menjadi Lembur Katumbiri dapat mendorong bergeraknya perekonomian warga setempat.

    “Perekonomian warga minimal ya harus ada peningkatan lah ke depannya. Untuk saat ini mungkin belum, karena masih baru. Mudah-mudahan ke depannya akan ada pedagang baru bermunculan setelah peresmian ini,” ungkap Rasimun.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Diusulkan Warga, Kampung Pelangi di Dago Ganti Nama Jadi Lembur Katumbiri



    Bandung

    Salah satu wilayah di Bandung yakni Dago kini bersolek kembali. Tempat itu adalah kawasan wisata tematik Kampung Pelangi yang mulai hidup lagi, namanya pun berganti jadi Lembur Katumbiri.

    Nama Lembur Katumbiri diusulkan langsung oleh warga untuk menggantikan nama sebelumnya dengan harapan lebih mencerminkan identitas lokal dan menghindari stereotipe.

    “Katumbiri” dalam bahasa Sunda berarti pelangi, tetapi dengan rasa kultural yang lebih dalam dan kontekstual.


    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan kawasan wisata tematik Lembur Katumbiri di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong. Mengutip situs resmi Pemkot Bandung, Farhan menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas dinas, komunitas, dan seniman yang menjadikan kawasan ini hidup dengan warna, cerita, dan identitas lokal.

    Kampung tersebut direvitalisasi dengan pengecatan ulang 347 rumah menggunakan 504 galon cat senilai Rp190 juta, melibatkan 150 personel lapangan.

    Ia menyebut kehadiran Lembur Katumbiri sebagai bukti bahwa pembangunan Kota Bandung kini tak lagi sekadar urusan infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek seni, budaya, dan kebersamaan warga.

    “Kami ingin Bandung punya cerita. Jangan sampai kota ini hanya jadi tempat lewat, tetapi tak memberi kenangan. Mural di dinding harus punya narasi, seperti yang kita lihat di Leiden, Belanda dengan puisi Khairil Anwarnya,” ungkap Farhan.

    Farhan juga menyinggung pentingnya menjaga keteraturan kota, termasuk penataan PKL dan parkir liar. Ia berharap Lembur Katumbiri bisa menjadi contoh kawasan wisata lokal yang rapi, inklusif, dan bernilai edukatif.

    Jangan Hanya Jadi Simbol

    Mengutip detikJabar, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mengatakan pihaknya menyambut baik niat Pemkot Bandung yang menata kawasan Dago untuk menjadi daya tarik wisata dengan mengedepankan nilai-nilai seni dan budaya. Namun Asep meminta pemerintah harus menghadirkan sesuatu hal yang dapat memberi manfaat untuk kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan Lembur Katumbiri tersebut.

    “Kami merespon positif apa yang dilakukan oleh pemerintah, namun bukan sekadar dinamakan Lembur Katumbiri. Harus ada yang substantif di sana, bagaimana ciri khas di sana, diberdayakan, misal jadi pasar tradisional sehingga buat masyarakat sendiri bukan sekedar orang menikmati keindahan warna-warni,” kata Asep.

    (ddn/upd)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rekomendasi 15 Restoran Keluarga di Jakarta Barat, Bisa Pesan Dulu Ya


    Jakarta

    Restoran keluarga kerap jadi pilihan destinasi wisata ketika liburan. Detikers tentunya tak perlu khawatir, karena tersedia berbagai pilihan resto bagi keluarga yang ingin wisata kuliner.

    15 Tempat Makan Keluarga di Jakarta Barat

    Dikutip dari situs dan media sosial terkait, berikut beberapa pilihan restoran keluarga yang bisa jadi bahan pertimbangan detikers.

    1. Satu Meja

    Jam buka

    • Senin-Kamis, Minggu: 10.00-22.00.
    • Jumat dan Sabtu: 10.00-23.00.

    Lokasi

    Jl. Tanjung Duren Utara 4 Nomor 464, RT 11/RW 03, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat.


    Restoran ini sangat nyaman bagi pengunjung yang datang dengan keluarga atau orang-orang terdekat. Pengunjung bisa memesan menu khas Indonesia atau ala Barat.

    2. Kampung Kecil Kedoya Puri Kembangan

    Jam buka

    Setiap hari: 10.00-22.00

    Lokasi

    Jl. Puri Kembangan Nomor 66 Kedoya Raya, Puri Kembangan, Jakarta Barat.

    Resto Kampung Kecil berdiri di tempat nyaman dan sangat cocok bagi pengunjung yang datang dengan keluarga. Pengunjung bisa memilih menu khas Sunda yang cukup populer.

    3. Waroeng Sunda

    Jam buka

    Setiap hari: 10.00-22.00

    Lokasi

    Jl. Panjang Nomor 57 RT 6/RW 1, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Menu di sini utamanya adalah hidangan khas Sunda dengan rasa yang fresh dan segar. Pengunjung dapat memilih arena makan di dalam atau luar ruangan sesuai kebutuhannya.

    4. Kampung Makan

    Jam buka

    Setiap hari: 10.00-22.00

    Lokasi

    Jl. Joglo Raya Nomor 21, RT 7/RW 1, Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

    Selain luas, resto menyediakan playground bagi anak-anak yang datang bersama pengunjung. Di sini tersedia aneka masakan khas Indonesia, Western, Chinese, dan fusion yang cocok dengan selera pengunjung.

    5. Layar Seafood dan Ikan Bakar Pesanggrahan

    Jam buka

    Setiap hari: 11.00-21.30

    Lokasi

    Jl. Pesanggrahan Nomor 80, RT 1/RW 3, Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

    Di sini pengunjung bisa menikmati arena restoran yang bersih, luas, nyaman, dan tentunya ramah anak. Menu andalan resto adalah olahan seafood serta hidangan lain yang tak kalah enak.

    6. Eyang Cadas Kedoya

    Jam buka

    Setiap hari: 10.00-22.00

    Lokasi

    Jl. Panjang Nomor 36, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Resto Eyang Cadas menyediakan menu khas Jawa dan Sunda yang bersertifikasi halal. Pengunjung bisa memilih arena indoor atau outdoor saat menikmati makanan bersama keluarga.

    7. Saung Kay

    Jam buka

    • Senin-Sabtu: 10.00-22.00
    • Minggu: 10.00-23.00

    Lokasi

    Jl. Raya Duri Kosambi Nomor 27, RT 3/RW 1, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

    Restoran ini menyediakan arena yang asri dan nyaman cocok untuk keluarga. Pengunjung bisa memilih aneka makanan khas Sunda yang menjadi andalan. Untuk anak-anak, tersedia menu dengan rasa yang tidak tajam.

    8. Restoran Warung Kelapa (Waroeng Kelapa)

    Jam buka

    • Senin-Kamis: 08.00-22.00
    • Jumat, Sabtu, Minggu: 08.00-23.00

    Lokasi

    Jl. Puri Kembangan Nomor 121, RT 11/RW 5, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Pengunjung yang datanng ke sini bisa menikmati suasana khas Bali yang asri dan tenang. Tentunya resto menyediakan ruang luas, nyaman, cocok bagi pengunjung yang datang dengan keluarga.

    9. Saoenk Kito Susilo

    Jam buka

    Setiap hari: 10.00-22.00

    Lokasi

    Jl. Dr. Susilo I Nomor 1, RT 13/RW 3, Grogol, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat

    Pilihan resto ini menyediakan ruang nyaman dan santai, cocok bagi pengunjung yang ingin berakhir pekan dengan keluarga. Untuk menu, pengunjung bisa menikmati masakan Indonesia klasik yang cocok dengan semua usia.

    10. Mlinjo Cafe and Resto Tomang

    Jam buka

    Setiap hari: 09.00-21.00

    Lokasi

    Jl. Dr. Susilo I Nomor 1, RT 13/RW 3, Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

    Resto Mlinjo menyediakan masakan khas Jawa dan Pekalongan dengan nuansa tempat yang homey. Pengunjung akan merasa nyaman selama di restoran dan bersantap dengan keluarga serta orang-orang terdekatnya.

    11. Pesisir Seafood

    Jam buka

    Setiap hari: 11.00-22.00

    Lokasi

    Jl. Meruya Ilir Raya No.9, RT.4/RW.1, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

    Di sini, pengunjung akan disuguhi ambiance khas pantai yang santai bagi keluarga. Hidangan andalan adalah olahan seafood dengan berbagai rasa yang cocok untuk anak dan dewasa.

    12. Remboelan-Central Park

    Jam buka

    Setiap hari: 10.00-22.00

    Lokasi

    Jl. Meruya Ilir Raya Nomor 9, RT 4/RW 1, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

    Resto ini sudah lama dikenal punya aneka menu terobosan yang cocok di lidah masyarakat. Remboelan menyediakan tatanan resto yang nyaman dan eksklusif bagi pengunjung.

    13. Bale Dahar

    Jam buka

    Setiap hari: 10.00-21.00

    Lokasi

    Jl. Panjang Nomor 5D, RT 7/RW 11, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Di sini, pengunjung bisa menikmati suasana yang nyaman dan cocok untuk keluarga. Pilihan menunya adalah masakan khas Nusantara dengan olahan yang cocok untuk semua pengunjung.

    14. Saung Kita Tanjung Duren

    Jam buka

    10.00-22.00

    Lokasi

    Jl. Tanjung Duren Barat I Nomor 33, RT 12/RW 4, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat.

    Dikutip dari review google, restoran ini dinilai cukup nyaman dengan menyediakan arena lesehan. pengunjung bisa memilih aneka menu yang cocok untuk dewasa dan keluarga.

    15. Dapur Waris

    Jam buka

    • Senin-Jumat: 11.00-21.00
    • Sabtu, Minggu: 11.00-21.30

    Lokasi

    Jl. Pesanggrahan Nomor 138, RT 1/RW 7, Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

    Resto ini menyediakan aneka olahan bebek dan menu pendampingnya. Pengunjung juga bisa memilih hidangan lain yang lebih cocok dengan lidahnya.

    Bagi detikers yang ingin mengunjungi salah satu rekomendasi restoran keluarga di Jakarta Barat bisa pesan tempat dan menu lebih dulu. Reservasi memungkinkan pengunjung menikmati fasilitas dan layanan yang disediakan resto.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Museum Tionghoa Sukabumi, Jejak Budaya China di Tanah Sunda



    Sukabumi

    Sebuah museum khusus yang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah masyarakat Tionghoa berdiri di tengah hiruk-pikuk kawasan niaga dan kuliner kota Sukabumi.

    Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi ikon baru di kota berjuluk ‘Nizza Van Java’ atau kota yang memesona di Pulau Jawa itu.

    “Museum Tionghoa Soekaboemi didirikan pada 2021 oleh lima tokoh pencinta sejarah yang peduli akan pentingnya melestarikan peninggalan sejarah dan budaya Tionghoa di Kota Sukabumi,” demikian disampaikan Yapsa Dinanthy, sukarelawan yang menjadi pemandu di museum tersebut.


    Yapsa, yang juga kerap disapa Ambu, menuturkan bahwa museum ini menyimpan berbagai koleksi yang memiliki nilai sejarah penting.

    Koleksi-koleksi tersebut berasal dari benda titipan maupun sumbangan warga Sukabumi, kolektor benda kuno, serta pemerhati budaya Tionghoa peranakan di Indonesia.

    Museum yang memiliki empat lantai ini menyimpan koleksi yang beragam. Di lantai satu, kita akan disambut dengan berbagai benda, mulai dari kursi dan meja khas yang umumnya ada di rumah-rumah warga Tionghoa pada masa lampau, lukisan besar yang menggambarkan kedatangan Laksamana Cheng Ho di tanah Jawa serta gambaran kehidupan masyarakat Tionghoa di masa lalu, hingga benda-benda rumah tangga yang dahulu digunakan oleh masyarakat Tionghoa.

    Sementara itu, di lantai dua kita dapat menjumpai koleksi mata uang kertas maupun koin-koin kuno yang berhasil dikumpulkan, mulai dari alat tukar pada masa Kerajaan Mataram Jawa hingga uang keluaran terbaru.

    Altar tempat masyarakat Tionghoa mengenang leluhur mereka juga dapat ditemukan di lantai ini, lengkap dengan peralatan untuk upacara sembahyang dan pemakaman.

    Yapsa kemudian mengajak untuk melihat bagian rooftop museum yang biasa digunakan untuk menggelar acara-acara komunitas sejarah dan melihat lebih jelas bagaimana Kota Sukabumi yang sejuk menyimpan banyak sejarah dan memori, khususnya bagi warga Tionghoa.

    Dia menunjukkan bahwa dari bagian atas museum ini, kita juga dapat menyaksikan harmoni antara warga Tionghoa maupun pribumi yang telah terjalin lama. Ini terlihat dari sebuah kelenteng yang dibangun berdekatan dengan masjid dan gereja.

    “Dahulu, masyarakat Tionghoa dimakamkan dengan membawa serta benda-benda berharga milik mereka, seperti uang, emas, dan lain-lain,” kata Yapsa.

    “Namun, hal itu justru menarik perhatian para pencuri makam, sehingga uang dan emas asli kemudian digantikan dengan uang palsu atau mainan,” tambahnya.

    Museum Tionghoa Sukabumi.Museum Tionghoa Sukabumi. Foto: Siti Fatimah/detikJabar

    Di lantai lainnya, kita juga dapat menjumpai koleksi dokumen-dokumen tua dari warga Tionghoa, serta berbagai tengkorak dan spesimen hewan buruan dari era kolonial Belanda.

    Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi tempat bagi masyarakat, khususnya di daerah Sukabumi maupun Jawa Barat, untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Tionghoa di masa lampau dan bagaimana kontribusi mereka dalam membangun daerah tersebut.

    Yapsa berharap bahwa dengan banyaknya pelajar maupun pencinta sejarah yang berkunjung ke museum itu akan menghasilkan pengenalan yang lebih mendalam tentang nilai-nilai sejarah Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan komunitas Tionghoa.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Restoran Unik Terinspirasi Pesawat, Ada yang Tutup dan Masih Buka


    Jakarta

    Restoran unik memungkinkan pengunjung punya pengalaman makan baru, tak sekadar menikmati kuliner. Misalnya restoran unik yang terinspirasi pesawat, sehingga pengunjung bisa merasakan ambiance makan di kabin.

    Tempat makan ini ada yang menggunakan replika, namun sebagian lain memakai bodi pesawat asli. Tentunya, pengelola restoran melakukan renovasi yang memungkinkan pengunjung lebih nyaman saat makan.

    6 Restoran Unik Terinspirasi Pesawat

    Tidak semua restoran terinspirasi pesawat bisa bertahan di masyarakat. Namun bangunannya masih menjadi spot memori bagi lingkungan sekitar. Berikut beberapa restoran unik terinspirasi pesawat dikutip dari akun dan medsos resto terkait


    1. Rest Area Wisata Arifin Manasik Center

    Jam buka

    Alamat

    • Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

    Restoran di rest area Bandung-Banjar ini menggunakan replika pesawat kepresidenan sebagai areal makan dengan dicat merah putih mirip kendaraan khas kepresidenan. Meja dan kursi untuk pengunjung disusun di samping jendela pesawat.

    Pengunjung juga bisa sekadar masuk ke dalam replika dengan membayar tiket masuk Rp 10 ribu. Selain tempat makan, rest area ini juga menyediakan replika Istana Negara RI dan Ka’bah bagi yang mau manasik. Rest area ini cocok menjadi destinasi wisata saat liburan.

    “Tempatnya nyaman dan luas. Cuma, kamar mandi yang katanya eksekutif tapi kurang terawat dan bau. Mungkin karena banyak pengunjung waktu mudik. Selebihnya bagus,” tulis akun google Adnya Krisna.

    2. Rumah Makan Neraray Ganjeng

    Jam buka

    Alamat

    • Desa Sukaluyu, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

    Rumah makan dengan pesawat di bagian atap ini sempat viral pada tahun 2017-2018, namun tutup hingga laporan ini dibuat pada Juni 2025. Padahal, restoran masakan Sunda ini juga punya view yang sangat menarik. Tidak diketahui penyebab restoran ini tutup setelah beroperasi hanya setahun.

    3. Keramas Aero Park

    Jam buka

    Alamat

    • Jl. Bay Pass Ida Bagus Mantra KM 28 Keramas, Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.

    Keramas Aero Park adalah restoran yang menggabungkan eksotisme pesawat Boeing 737-400, konsep ground bar, dan keindahan alam. Lokasi restoran di dalam komplek Pantai Keramas menawarkan view laut biru, pasir halus, dan sawah hijau yang bisa dilihat dari kejauhan.

    Keramas Aero Park tidak menyediakan banyak meja dan kursi untuk pengunjung dalam pesawat. Namun pengunjung masih bisa menikmati hidangan di area makan tepat di bawah pesawat. Di sini pengunjung bisa memandang lepas alam sekitar yang sangat cocok untuk healing.

    “Kita bisa memilih tempat duduk di bawah atau di dalam badan pesawat. Menunya banyak ada hidangan khas Bali, menu nusantara, western, dan perpaduan. Toilet bersih, wangi, dan tempat parkir luas. Viewnya adem,” tulis akun google Kumala Gunadiputra

    4. Jogja Airport Resto

    Jam buka

    Alamat

    • Kadirojo I, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Restoran ini memberikan pengalaman makan yang benar-benar seperti dalam pesawat. Seluruh interior tidak diganti namun tetap disesuaikan untuk kenyamanan makan. Misal, penggunaan meja makan dengan kursi yang masih asli dari pesawat. Pengunjung bisa melihat ruang kokpit dan simulator pesawat yang bisa digunakan pengunjung semua usia.

    Jogja Airport Resto mendapat ulasan positif dari para pengunjung seperti yang bisa dilihat dalam google review. Selain ambiance yang menyenangkan dan berbeda, rasa hidangan serta pelayanan berkualitas menjadi perhatian pengunjung. Terutama, pengunjung yang datang bersama anak dan keluarganya.

    “Salah satu resto yang perlu dicoba sangat recommended karena makanan enak, service ramah, dan harga sangat terjangkau. Anak-anak sangat suka bisa lihat pesawat secara langsung,” tulis akun google Ridjang Budiyanto.

    5. Steak 21 GaluhMas

    Jam buka

    Alamat

    • Mall Karawang Central Plaza, Jl. Galuh Mas Raya No.1 Lantai Dasar Lot A 1-2, Sukaharja, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat.

    Resto Steak 21 GaluhMas menyediakan suasana makan di dalam kabin pesawat. Ambiance ini bisa dirasakan langsung saat memasuki kabin dengan area penyimpanan barang penumpang masih berada tepat di atas kursi. Restoran merenovasi kursi dan meja makan sehingga lebih nyaman bagi pengunjung.

    Suasana makan dalam pesawat makin kental dengan pelayan yang menggunakan seragam pilot dan pramugari. Pengunjung juga bisa foto dalam ruang kokpit yang masih dipertahankan dalam interior pesawat. Pengalaman makan di dalam pesawat Boeing 737-400 ini memperoleh tanggapan positif dari pengunjung.

    “Unik, kita bisa foto di dalam kokpit pesawat dan pakai topi pilot. Staf restoran ramah, menu makanan sesuai harga, dan suasananya benar-benar menyenangkan. Saya suka banget makan di sini, pokoknya recommended,” tulis akun google Prastio yang sempat berkunjung ke resto pesawat ini.

    6. Steak 21-Summarecon Bekasi

    Jam buka

    Alamat

    • Ruko La Terrazza, Ground Floor Unit A, Komplek Summarecon Bekasi, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Pengunjung bisa merasakan suasana makan di private jet pesawat Boeing 747-400 yang berbadan lebar. Bagi pengunjung yang ingin privasi, bisa pesan VIP room dan ruang dengan layar LED atau 360 derajat. Resto ini jadi pilihan tempat makan bersama anak, keluarga, dan orang-orang terdekat.

    “Baru kali ini kebagian makan di pesawatnya tanpa waiting list. Makan di sini jelas pengalaman dan suasana baru. Pelayannya juga super ramah. Kalau datang pas hari kerja dan suasananya nggak terlalu ramai, pengunjung bisa bebas memilih kursi,” tulis akun google Ahmad Nayaka.

    Buat detikers yang ingin berkunjung ke restoran unik terinspirasi pesawat, sebaiknya pesan tempat lebih dulu. Reservasi memastikan pengunjung bisa makan di kabin sehingga bisa benar-benar merasakan ambiance pesawat.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Kampung Wisata yang Lebih Asri dari Ciwidey, Tapi Belum Terlalu Ramai



    Jakarta

    Wisata sekitar Bandung selalu jadi favorit karena suasananya yang asri dan adem. Selain Ciwidey, ini 6 desa wisata adem lainnya.

    Liburan ke desa yang asri dan adem seakan menghapus semua penat akibat rutinitas di kota. Bandung dan sekitarnya memang punya banyak kampung wisata yang bisa dijelajahi.

    Jangan cuma ke Ciwidey, detikTravel kasih kamu 6 pilihan desa wisata lain yang bisa kamu kunjungi di musim libur sekolah ini.


    6 Kampung Wisata Lebih Asri dari Ciwidey

    1. Desa Wisata Gambung

    Perkebunan Teh Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.,Perkebunan Teh Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung., Foto: Yuga Hassani/ detikJabar

    Desa Gambung merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Jalan Gambung No 02, Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Kawasan ini basanya lebih dikenal dengan nama Ciwidey Gambung, karena lokasnya hanya 8,8 km dari Ciwidey.

    Hamparan hijau yang luas terbentang di desa Gambung. Desa wisata ini menyediakan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan. Mulai dari memetik stroberi, melihat berbagai hewan seperti Rusa, hingga berkemah dengan pemandangan sungai yang masih jernih.

    Ada berbagai fasilitas yang disediakan baik saung untuk acara gathering, kamar mandi umum, mushola, dan area parkir yang luas.

    2. Desa Seni Jelekong

    Bagi para pecinta seni rupa rasanya wajib untuk mengunjungi desa yang satu ini. Desa Jelekong yang terletak di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung ini menyediakan berbagai pertunjukan seni. Para pecinta seni pasti akan sangat senang berkunjung ke sini.

    Memasuki gapura pertama di desa Jelekong, pengunjung disuguhkan dengan tempat pertunjukkan wayang golek yang cukup besar. Selain itu, berjejer juga rumah perajin wayang golek, kesenian asal Sunda yang sudah mendunia.

    Jalan lebih jauh, pengunjung akan memasuki area desa lukis. Semua rumah pada area tersebut berjajar menjajakan lukisannya. Liburan sambil belajar melukis, bisa banget!

    3. Desa Wisata CIburial

    Desa Ciburial diberi anugerah bentang alam yang indah. Lokasinya berada di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Desa ini terletak di paling utara Kabupaten Bandung.

    Terdapat wisata alam di desa Ciburial yang cocok untuk berolahraga. Ada jalur tracking yang bisa dilalui dengan nyaman. Dari puncaknya, kamu bisa melihat pemandangan kota Bandung yang indah. Satu spot wisata yang paling hits adalah Tebing Keraton. Di tebing ini kamu bisa menikmati keindahan alam perbukitan yang diselimuti oleh hutan yang lebat.

    Di desa Ciburial juga sering kali mengadakan pertunjukkan seni budaya seperti angklung, degung, calung, gamelan, tari jaipong, wayang golek, tari ketuk tilu, dan pencak selak.

    4. Desa Laksana

    Desa ini terletak di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sekitar 9 km dari Gunung Guntur. Kampung ini memiliki kawasan wisata alam kawah Kamojang yang indah. Pengunjung dapat menikmati keindahan kawah Kamojang di desa ini.

    Produk unggulan yang dimiliki desa ini adalah pertanian dan perkebunannya. Selain kawah, agrowisata di desa Laksana dapat menjadi edukasi. Kamu bisa ikut berkebun dan melihat bentang perkebunan di sini. Selain itu, kamu juga bisa menikmati berbagai kuliner tradisional khas Bandung!

    5. Desa Rawabogo

    Desa wisata Rawabogo di Kecamatan Ciwidey terkenal akan sebagai kampung kreatif yang menampilkan berbagai pertunjukkan kesenian budaya Sunda dan wisata kuliner tradisional.

    Salah satu daya tarik dari desa ini adalah tradisi sawelas sasih yang dilaksanakan setiap tahunnya.Sawelas sasih artinya bulan sebelas. Pada tradisi ini menampilkan musik, nyanyian, dan tarian sebagai rasa syukur kepada Tuhan.

    6. Desa Wisata Lamajang

    Desa wisata Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung memiliki wisata arum jeram yang menyenangkan. Kamu bisa menikmati air sungai yang jernih dan segar di sini.

    Desa Lamajang ini juga terkenal akan desa adatnya, yaitu Kampung Cikondang yang masih kental akan kepercayaan mistis. Ada banyak peninggalan dari leluhur seperti rumah adat kasepuhan, dan kerajinan tangan. Di desa ini juga terdapat hutan terlarang yang konon katanya tidak terdeteksi oleh satelit. Namun tidak sembarang orang dapat masuk ke hutan terlarang ini.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com