Tag: sungai

  • Wisata Curug Malela, ‘The Little Niagara’ dari Jawa Barat


    Curug Malela adalah salah satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan air terjun memukau. Terletak di Kabupaten Bandung Barat, Curug Malela dijuluki “The Little Niagara” atau “Niagara mini”.

    Objek wisata ini cocok untuk dijadikan tempat healing dan bersantai menikmati udara segar dari hiruk pikuk perkotaan. Simak lokasi, daya tarik, hingga rute menuju Curug Malela di bawah ini.

    Daya Tarik Curug Malela

    Tidak hanya memiliki daya tarik tampilan alam yang mempesona, Curug Malela juga menyimpan berbagai fakta menarik.


    1. Dijuluki The Little Niagara

    Curug Malela BandungCurug Malela Bandung. (Arif wahyu maulana/d’treveler)

    Disebut The Little Niagara, karena aliran air terjun Curug Malela melebar dan mengalir deras di antara tebing-tebing batu. Aliran air itulah yang kerap disamakan dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika dan Kanada.

    2. Punya Tujuh Jajaran Air Terjun

    Curug Malela memiliki ketinggian mencapai sekitar 60 meter dengan lebar 70 meter. Curug ini punya 5 jalur air terjun yang berpadu dengan 7 jajaran air terjun.

    Curug Malela jadi bagian teratas dalam jajaran tersebut. Adapun enam air terjun yang ada di bawahnya yaitu urug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan Curug Pameungpeuk.

    Curug MalelaCurug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

    Air Terjun Malela memiliki sumber air terjun yang berasal dari hulu sungai bagian Utara Gunung Kendeng. Sungai tersebut juga mengalir melintasi sungai Cidadap Gunung Halu.

    3. Aliran Airnya Deras dan Jernih

    Curug MalelaDerasnya air di Curug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

    Curug Malela punya bentuk yang berundak-undak dan memiliki aliran air jernih. Air tersebut kerap membentur tebing batu di sekitarnya.

    Dilansir laman Perhutani, bongkahan batu, bundar dan lempeng, tersebar di badan sungai di bawah curug ini. Pengunjung juga bisa leluasa bermain-main dengan air atau buih di curug ini.

    Salah satu keunikannya, yaitu air terjun ini sangat menyegarkan untuk dipandang. Terlebih ketika musim hujan, debit air di sana semakin deras dan lebih banyak.

    Jika beruntung, pengunjung juga bisa melihat beberapa ekor monyet menampakkan diri dari balik rimbun pepohonan di sekitar air terjun ini.

    4. Menyimpan Mitos

    Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Curug Malela juga menyimpan mitos yang menyeramkan.

    Dari catatan detikTravel, konon, asal-usul Curug Malela diambil dari nama “Tadjimalela”. Menurut warga sekitar, beliau merupakan penguasa di kawasan air terjun Curug Malela.

    Konon, Tadjimalela dulunya adalah salah seorang Raja Sumedang Larang yang memerintah pada abad ke-8 Masehi.

    Menurut cerita yang beredar, Tadjimalela pernah menampakan dirinya di foto pengunjung yang berfoto di depan air terjun. Terlihat sosok bayangan seorang kakek-kakek berjenggot dengan pakaian serba putih.

    Sisa-sisa cerita dan keangkeran itu bahkan masih jadi buah bibir warga sekitar hingga wisatawan yang berkunjung.

    Jam Buka Curug Malela

    Curug Malela buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk 2024

    Harga tiket masuk Curug Malela berkisar Rp 10.000 – Rp 12.000 per orang.

    Perlu dicatat, harga di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu.

    Curug Malela berlokasi di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

    Sekarang akses ke Curug Malela cukup mudah. Dari Bandung, traveler bisa menuju Kantor Desa Cicadas. Dari sana, jarak tempuh untuk sampai di Curug Malela sekitar 3 km lagi.

    Lokasinya cukup terpencil ditengah hutan dan juga dikelilingi perbukitan. Bagi traveler yang pakai motor, dari desa harus menempuh jalan setapak selebar 1 meter sejauh 2 kilometer dan melintasi areal lahan Perhutani. Sepeda motor bisa diparkir dekat air terjun, karena sudah ada lahan parkir khusus.

    Kalau menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Leuwipanjang kamu bisa menaiki angkot jurusan Cimahi atau Cililin. Lalu, melanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Gunung Halu atau Bunijaya.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Wisata River Tubing di Bogor dan Bandung yang Seru Banget!


    Jakarta

    River tubing merupakan salah satu kegiatan seru yang banyak diminati masyarakat. Nah, ada sejumlah wisata river tubing di Bogor dan Bandung yang wajib dicoba, sehingga warga Jakarta tak perlu jauh-jauh kalau mau bermain air sambil menikmati alam.

    Selain seru-seruan bermain air, aktivitas river tubing juga dapat membantu melepas penat serta memacu adrenalin. Bermain river tubing akan semakin seru jika bareng teman-teman atau keluarga.

    Ingin bermain river tubing dalam waktu dekat? Simak rekomendasi tempat wisata river tubing di Bogor dan Bandung dalam artikel ini.


    Wisata River Tubing di Bogor

    Ada sejumlah tempat wisata di Bogor yang menawarkan fasilitas river tubing. Dirangkum dari catatan detikTravel, berikut rekomendasi tempat wisata river tubing di Bogor:

    1. River Tubing di Kopi Tubing

    Kopi Tubing merupakan salah satu tempat wisata yang berlokasi di Jalan Gunung Menir, Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain memiliki coffee shop dengan pemandangan alam yang menakjubkan, pihak pengelola juga menyediakan wisata river tubing.

    Ada dua jenis river tubing yang dapat dipilih oleh pengunjung, yakni fun ride dan adventure ride. Fun ride lebih cocok bagi kamu yang ingin seru-seruan bermain river tubing, sedangkan adventure ride lebih menantang dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

    Berikut harga river tubing di Kopi Tubing serta jam operasionalnya:

    Harga tiket

    • Fun Ride: Rp 55.000/orang.
    • Adventure Ride: Rp 157.000/orang.

    Jam operasional

    • Fun ride: 08.30-16.00 WIB.
    • Adventure ride: 09.00-10.00, 10.30-12.00, dan 13.30-15.00 WIB.

    Soal keamanan dan keselamatan tak perlu khawatir. Sebab, seluruh pengunjung akan ditemani oleh petugas yang siap siaga di sungai.

    2. River Tubing di Rivera Bogor

    Rivera merupakan wahana rekreasi outbound dan edutainment yang berada di kawasan Bogor Nirwana Residence. Ada banyak wahana seru dan menantang yang wajib dicoba, salah satunya adalah river tubing.

    Nantinya, travelers akan diajak menyusuri sungai sambil melihat pemandangan alam yang indah. Aliran sungainya juga tidak terlalu deras, sehingga cukup aman untuk kamu yang takut menaiki river tubing.

    Penasaran ingin mencoba river tubing di Rivera Bogor? Kamu dapat membeli tiket masuk dan tiket terusan wahana sebesar Rp 65.000/orang pada Senin-Jumat, sedangkan di akhir pekan tarifnya sebesar Rp 75.000/orang.

    Wisata River Tubing di Bandung

    Kalau travelers sedang pergi ke Bandung, ada juga sejumlah tempat wisata river tubing yang seru dan menarik untuk dicoba. Simak rekomendasinya di bawah ini:

    1. River Tubing di Vila Ciwidey

    Di daerah Ciwidey, terdapat sebuah tempat penginapan yang juga menyediakan paket river tubing, namanya Vila Ciwidey. Sama seperti wahana river tubing lainnya, di tempat ini travelers akan diajak menyusuri sungai dengan menggunakan ban karet.

    Selama river tubing, ada sejumlah petugas yang akan menjagamu agar tidak jatuh, terutama saat memasuki area yang aliran sungainya cukup deras. Sensasi bermain river tubing makin terasa ketika bersenggolan dengan batu-batu di sungai.

    Mengutip laman resminya, pengunjung yang ingin merasakan river tubing di Vila Ciwidey dikenakan tarif sebesar Rp 150.000/orang. Vila Ciwidey beralamat di Patengan, Rancabali, Kabupaten Bandung.

    2. River Tubing di Bale Bambu Adventure

    Satu lagi tempat river tubing yang bisa menjadi pilihan alternatif ketika berada di Bandung, yaitu Bale Bambu Adventure. River tubing di sini juga tak kalah seru, sebab aliran sungainya cukup deras sehingga memacu adrenalin.

    Kamu juga akan disuguhkan pemandangan alam yang indah selama bermain river tubing. Bahkan sebelum turun ke sungai, travelers akan melalui sawah-sawah serta jembatan yang tinggi, cocok dijadikan sebagai spot foto Instagramable.

    Untuk tarif river tubing di Bale Bambu Adventure dikenakan tarif mulai dari Rp 150.000/orang. Daripada penasaran, langsung saja datang ke tempatnya yang berada di Jalan Raya Soreang-Ciwidey, Sukajadi, Soreang, Kabupaten Bandung.

    Itu dia rekomendasi wisata river tubing seru yang ada di Bogor dan Bandung. Tertarik untuk mencobanya?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Indahnya Waduk Cacaban di Tegal, Bisa Foto Berlatar Bukit Teletubbies


    Jakarta

    Wisata Waduk Cacaban menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Tegal selain Guci dan Pantai Purwahamba Indah. Cacaban menawarkan keindahan pemandangan bentangan air dengan latar perbukitan dan pulau-pulau kecil di tengahnya.

    Destinasi ini sempat ditutup pada tahun 2020 karena adanya pekerjaan remedial bendungan dan penataan kawasan seluas 5,5 hektar dari PUPR, tapi dibuka kembali pada 2022. Lantas, aktivitas menarik apa saja yang bisa dilakukan di waduk ini?

    Sekilas Mengenai Waduk Cacaban

    Menurut repository Unissula, pembangunan Waduk Cacaban digagas sejak tahun 1914 dan perencanaan detailnya dibuat pada tahun 1930 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Kemudian, waduk ini baru diresmikan pada tahun 1952 oleh Presiden Soekarno.


    Sebenarnya, fungsi dari Waduk Cacaban adalah mengairi sawah-sawah di sekitarnya, namun sekaligus difungsikan sebagai objek wisata. Menariknya, waduk ini dilatari pemandangan hutan dengan panorama yang indah dengan Daerah Aliran Sungai yang memanjang dari sungai ke waduk Cacaban.

    Aktivitas Menarik di Waduk Cacaban

    Bagi traveler pecinta wisata alam, Waduk Cacaban dapat menjadi tujuan yang menarik. Berikut di antaranya.

    1. Naik Perahu Wisata

    Wisatawan bisa menaiki perahu wisata untuk mengelilingi waduk. Menurut salah satu laman agen travel, saat menaiki perahu, wisatawan akan menyaksikan hutan alami dan savana dari dekat. Tentunya sambil merasakan hembusan angin danau yang menyejukkan.

    2. Berfoto di Bukit Teletubbies

    Ada perbukitan savana yang dikenal sebagai bukit Teletubbies di sekitar waduk Cacaban. Saat kemarau, rerumputan akan tampak mengering kuning kecoklatan.

    Perairan danau yang hijau dan savana berpadu dengan indah. Wisatawan bisa mengunjungi bukit ini dengan perahu.

    3. Jogging

    Waduk Cacaban punya area yang cukup luas. Menurut laman Instagram Waduk Cacaban, tersedia jalur trek untuk wisatawan yang mau jogging sambil menikmati keindahan waduk dan suasana yang asri.

    4. Menikmati Aneka Kuliner

    Waduk ini dilengkapi dengan pujasera yang terdiri dari puluhan kios, sehingga wisatawan yang datang tak perlu bingung mencari tempat makan. Salah satu kuliner khasnya adalah olahan ikan air tawarnya.

    Fasiltas Waduk Cacaban

    Fasilitas waduk Cacaban sudah cukup lengkap. Menurut laman Pemerintah Kabupaten Tegal, berikut di antaranya:

    • Gardu panjang atas
    • Mushola
    • Playground
    • Dermaga apung
    • Jogging track
    • Wisata hutan
    • Perahu wisata

    Harga Tiket Waduk Cacaban

    Berikut harga tiket Waduk Cacaban untuk wisatawan di hari Senin-Jumat dan Sabtu-Minggu, serta parkir dan naik perahu:

    • Tiket masuk Senin-Jumat: Rp 4.000
    • Tiket masuk Sabtu-Minggu: Rp 5.000
    • Parkir: Motor Rp 3.000, mobil Rp 5.000
    • Wahana wisata perahu: Rp 15.000

    Lokasi dan Jam Operasional Waduk Cababan

    Waduk Cacaban berada di Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal. Jam operasionalnya mulai dari pukul 06.00-21.00 WIB.

    Itulah informasi mengenai Waduk Cacaban di Tegal. Sebelum berkunjung update dulu ya mengenai informasi terkait layanan wisata ini, seperti harga tiket masuk dan lainnya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Kali Odo Gedangan, Sungai yang Airnya Mengalir saat Kemarau


    Kali Odo adalah destinasi wisata air yang punya keunikan. Ini adalah sebuah sungai yang airnya mengalir jernih dari sumber mata air.

    Wisata Kali Odo menawarkan wisata alam dengan kesegaran air murni, yang berlokasi di Desa Gedangan, Semarang. Sebagai sumber air dan ekosistem alami, Sumber Mas Kali Odo juga kaya akan nilai budaya dan sejarah.

    Daya Tarik Kali Odo

    Dikutip dari situs Desa Gedangan, pasokan air bersih Kali Odo berasal dari sumber mata air bawah tanah.


    Menariknya, air Kali Odo mengalir saat musim kemarau. Di musim hujan, justru airnya tidak mengalir.

    Mata air tersebut juga bermanfaat untuk sarana persawahan dan air minum bagi warga masyarakat di beberapa desa selain Gedangan.

    Desa Gedangan sendiri merupakan desa wisata, yang memiliki 2 jenis tanah garapan pertanian berupa perkebunan dan persawahan.

    Di sebelah baratnya, terdapat sumber-sumber mata air yang dengan situs peninggalan sejarah berupa susunan batu bata kuno yang belum tergali.

    Dilansir laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, air dari Sumber Mas Kali Odo juga dipakai untuk mengairi tak kurang dari 50 hektare sawah warga di 3 desa, yakni Desa Gedangan, Sraten, Rowosari.

    Sungainya memang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, ada tradisi unik yang kerap dilakukan warga sekitar di sana yakni melakukan keceh atau berenang di aliran sungai.

    Acara tersebut dikenal dengan tradisi sadranan, yang diisi dengan doa para tokoh agama. Tujuan tradisi ini yaitu sebagai bentuk mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mengalirkan air alami dari Sumber Mas Kali Odo.

    Setiap memasuki musim kemarau warga dusun menggelar selamatan, dengan menghidangkan puluhan nasi tumpeng. Saat musim kemarau, air mulai keluar dari mata air di hulu sungai.

    Alamat Kali Odo

    Wisata Kali Odo berlokasi di Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

    Harga Tiket Masuk Kali Odo 2024

    Harga tiket masuk ke Sumber Mas Kali Odo berkisar Rp 5.000 per orang. Jika pengunjung ingin menyewa pelampung, biaya tambahannya juga hanya Rp 5.000 saja.

    Jam Buka Kali Odo

    Wisata Kali Odo buka setiap hari dari jam 07.00-18.00 WIB.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Indahnya Curug Lawe Ungaran, Air Terjun Bak Benang Putih yang Menjuntai


    Jakarta

    Curug Lawe merupakan air terjun yang jernih dengan pemandangan asri yang memukau di sekitarnya. Destinasi ini dikelola oleh Pemerintah Desa Kalisidi dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bela Pesona sebagai mitra dari Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara.

    Pada area yang sama dengan Curug Lawe, terdapat Curug Benowo yang juga menyuguhkan keindahan air terjun yang indah. Yuk, ketahui apa saja daya tarik, fasilitas, harga tiket, beserta lokasi Curug Lawe.

    Daya Tarik Curug Lawe

    Curug Lawe mempunyai air terjun bak benang putih yang turun dari tebing. Namun, sebelum menyaksikan keindahannya, traveler perlu melewati jalur trekking yang menantang terlebih dahulu. Berikut daya tarik Curug Lawe lengkapnya:


    1. Air Terjunnya seperti Benang Putih

    Air terjun ini disebut dengan Curug Lawe karena air yang jatuh dari atas tebing terlihat seperti benang putih yang menjuntai. Dalam bahasa Jawa, benang putih yang menjuntai disebut lawe.

    2. Jalur Trekking yang Menantang

    Sebelum sampai ke Curug Lawe, traveler harus menempuh jalur trekking yang cukup menantang. Jalan setapak yang dilalui hanya selebar 40 cm.

    Menurut e-paper Universitas Diponogoro, jaraknya sekitar 2,5 km dari area parkir kendaraan. Selama perjalanan, traveler bisa menikmati keindahan alam dan mengambil gambar di beberapa spot foto.

    3. Jembatan Romantis

    Mengutip salah satu laman agen travel, pada jalur trekking, traveler akan menemukan beragam jembatan yang melintang di atas sungai kecil atau jalur irigasi. Salah satunya adalah Jembatan Romantis yang berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.

    4. Curug Benowo

    Dalam satu kawasan Curug Lawe, di sisi timur terdapat Curug Benowo yang berjarak dekat.Curug ini berada di lereng yang lebih terbuka.

    Untuk sampai di Curug Benowo, traveler perlu menempuh jarak 2,5 km. Di area Curug Benowo dapat dijadikan lokasi berkemah.

    Fasilitas Curug Lawe

    Fasilitas yang dimiliki Curug Lawe cukup lengkap. Berikut di antaranya:

    • Tempat parkir
    • Toilet
    • Musholla
    • Tempat duduk di beberapa titik area
    • Warung makan yang menjual snack, makanan berat, dan minuman
    • Pos peristirahatan
    • Ranger, jika memerlukan
    • Porter, jika memerlukan.

    Lokasi Curug Lawe

    Curug Lawe berada di Lereng Gunung Ungaran, Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Jaraknya dari kota Semarang sekitar 12 km, sementara dari kota Ungaran sekitar 7 km.

    Jika berangkat dari Ungaran, ambil arah ke Mapagan melalui jalan tembus ke Boja. Ambil belokan ke kiri di desa Sumur Gunung. Dari pertigaan Sumur Gunung terus ke arah selatan sampai perkebunan cengkeh zanzibar sekitar 3 km.

    Harga Tiket dan Jam Operasional Curug Lawe

    Sebelum mengunjungi Curug Lawe, ketahui dulu harga tiket dan jam operasional destinasi ini. Berikut informasinya.

    Harga Tiket Curug Lawe

    • Harga tiket masuk: Rp 8.000
    • Parkir motor Rp 3.000
    • Parkir mobil: Rp 5.000

    Jam Operasional Curug Lawe

    Setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB

    Itulah informasi mengenai Curug Lawe. Sebelum mengunjungi destinasi ini jangan lupa untuk mengetahui harga tiket atau jam operasional terbarunya ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Namu Hejo Riverside Bandung, Camping Ground Seru di Kawasan Hutan Pinus


    Jakarta

    Namu Hejo adalah tempat wisata alam di Kabupaten Bandung dengan berbagai aktivitas seru. Tempatnya alami karena berada di kawasan hutan pinus dan di tepi sungai yang jernih.

    Ada berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini. Simak artikel ini untuk mengetahui informasi lengkap mengenai Namu Hejo, mulai dari aktivitas seru, daftar harga, menu makanan, lokasi, dan rutenya.

    Aktivitas Seru di Namu Hejo

    Namu Hejo, camping ground tepi sungai di Kabupaten Bandung.Rafting di Namu Hejo. Foto: dok. Instagram @namuhejo

    Dikutip dari akun Instagram dan WhatsApp Business resmi Namu Hejo, beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan di Namu Hejo antara lain sebagai berikut:


    1. Berkemah

    Aktivitas paling populer di Namu Hejo adalah berkemah atau camping. Lokasi paling asyik yakni berada di tepi sungai. Dari tenda, traveler juga bisa menyaksikan asyiknya orang yang sedang rafting di sungai.

    2. Rafting

    Tak cuma melihat orang rafting, traveler juga bisa rafting bersama teman-teman di Sungai Palayangan sejauh sekitar 4 km dengan durasi 1,5 jam. Kamu akan diantar ke titik awal rafting menggunakan mobil dan akan diantar kembali ke Namu Hejo.

    3. Offroad

    Selain rafting, kalian juga bisa menjelajah kawasan Pangalengan naik mobil jip melalui lintasan offroad. Satu mobil bisa diisi untuk 7-8 orang.

    4. ATV

    Tak cuma naik mobil jip, traveler juga bisa menjajal sensasi offroad dengan naik ATV. Kalian bisa naik ATV sendirian maupun tandem berdua.

    5. Paintball

    Buat traveler yang datang rombongan, paintball menjadi salah satu aktivitas yang cocok buat seru-seruan. Kalian bisa membagi beberapa tim untuk beradu tembak.

    Daftar Harga di Namu Hejo

    Untuk melakukan berbagai aktivitas di atas, masing-masing memiliki harga yang berbeda-beda. Berikut daftar harganya:

    1. Paket Camping

    Paket camping biasa untuk kapasitas 4 orang dilengkapi fasilitas sleeping bag, tempat tidur, sarapan, dan kamar mandi umum. Harganya sebagai berikut:

    • Weekday: Rp 700 ribu
    • Minggu: Rp 750 ribu
    • Weekend dan liburan: Rp 950 ribu

    2. Paket Glamping

    Paket glamping untuk kapasitas 4 orang dilengkapi fasilitas sleeping bag, tempat tidur, sarapan, dan kamar mandi khusus dengan air hangat. Harganya sebagai berikut:

    • Weekday: Rp 1.350.000
    • Weekend dan liburan: Rp 1.550.000

    3. Offroad

    Aktivitas offroad dapat dilakukan 7 orang atau 8 orang.

    • Offroad 7 orang: Rp 1,5 juta per mobil.
    • Tambahan orang ke-8: Rp 150 ribu

    4. Rafting

    Rafting dibedakan untuk maksimal 5 orang dan 6 orang.

    • Rafting maksimal 5 orang: Rp 750 ribu per boat.
    • Rafting maksimal 6 orang: Rp 850 ribu per boat.

    5. ATV

    ATV untuk satu orang berbeda harganya dengan ATV tandem.

    • Single: Rp 180 ribu
    • Double: Rp 225 ribu

    6. Paintball

    Paintball dihargai Rp 100 ribu per orang dengan minimal peserta 10 orang.

    Namu Hejo juga menawarkan kuliner yang khas, terutama ala Sunda. Beberapa menunya antara lain sebagai berikut:

    • Nasi tutug oncom: Rp 32 ribu
    • Nasi dendeng batokok L Rp 32 ribu
    • Nasi goreng: Rp 23 ribu
    • Iga bakar: Rp 52 ribu
    • Rujak cireng: Rp 25 ribu
    • Mie goreng/rebus: Rp 18 ribu
    • Dimsum: mulai Rp 20 ribu
    • Kopi: mulai Rp 15 ribu
    • Non kopi: mulai Rp 7 ribu

    Lokasi dan Rute ke Namu Hejo

    Lokasi Namu Hejo berada di Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 33 km atau ditempuh sekitar 70 menit dari pusat Kabupaten Bandung.

    Rute yang bisa dilintasi ada dua, yakni jalur Pangalengan atau jalur Gambung Riung Gunung. Jika melalui Pangalengan, lewatlah di Jalan Raya Pangalengan, kemudian Jalan Situ Cileunca. Ikuti jalan hingga menemui papan petunjuk Namu Hejo.

    Jika melalui jalur kedua, setelah menemui wisata Gambung Riung Gunung, traveler akan melintasi jembatan, kemudian kebun stroberi di kiri jalan. Lurus sedikit kemudian akan melewati wisata Hutan Pinus Hejong. Lurus hingga menemui papan petunjuk Namu Hejo, nantinya parkiran ada di sebelah kanan.

    Sebelum parkiran, kamu akan melewati jalan kebun teh berbatu. Mulai dari parkiran hingga tenda, jaraknya kurang lebih 70 meter dengan berjalan kaki.

    Nah, itulah tadi informasi lengkap tentang Namu Hejo Bandung, tempat camping yang menawarkan berbagai aktivitas seru, lengkap dengan daftar harga dan lokasinya.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Aktivitas Menarik di Puncak Pinus Becici Jogja, Bisa Lihat City Light


    Jakarta

    Puncak Becici adalah salah satu wisata yang menyuguhkan keindahan alam di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di kawasan Bantul Puncak Becici terkenal dengan hutan pinus dan pemandangan yang memukau dari ketinggian.

    Tak heran jika Puncak Becici menjadi tujuan bagi banyak wisatawan. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di destinasi ini.

    Aktivitas Menarik Puncak Becici

    Puncak Becici bisa menjadi tempat healing untuk sejenak menghilangkan penat. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Puncak Becici.


    1. Menikmati Suasana yang Asri

    Puncak BeciciPuncak Becici Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

    Puncak becici memiliki kawasan hutan pinus yang begitu asri dan sejuk. Berdasarkan pengalaman detikTravel, di antara pepohonan, terdapat tempat duduk di mana wisatawan bisa bersantai dan beristirahat sambil menikmati suasana.

    2. Main Flying Fox

    Puncak BeciciPuncak Becici Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

    Setelah menikmati keindahan hutan pinusnya, traveler yang suka memacu adrenalin bisa naik flying fox. Traveler akan merasakan terbang di antara pohon-pohon pinus yang tinggi.

    3. Melihat Keindahan Sunset dan City Light

    Senja di Puncak Becici.Senja di Puncak Becici. Foto: Instagram @puncakbecici

    Berada di ketinggian, Puncak Becici memiliki spot yang menyuguhkan keindahan alam Yogyakarta. Saat sore, traveler dapat melihat sunset yang cantik, sementara pada malam hari, terlihat gemerlap city light yang indah dari atas sini.

    4. Kemping di Tengah Hutan Pinus

    Puncak BeciciPuncak Becici Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

    Kawasan Puncak Becici menyediakan camping ground. Jadi, traveler bisa berkemah di tengah pepohonan pinus.

    5. Hunting Foto

    Puncak Becici di YogyaPuncak Becici di Yogya Foto: (Indri Astuti/d’Traveler)

    Dengan banyaknya spot foto yang menyuguhkan keindahan alam, traveler bisa hunting foto di destinasi ini. Apalagi saat sunset, tentunya kamu tidak boleh melewati kesempatan ini.

    6. Naik Jeep Wisata

    Puncak Pinus Becici, lokasi persewaan jeepPuncak Pinus Becici, lokasi persewaan jeep Foto: detik

    Tak hanya berjalan-jalan mengelilingi hutan pinus, traveler juga bisa naik jeep wisata. Menurut laman Jadesta Kemenparekraf, jeep wisata ini akan membawa traveler keliling perkampungan hingga susur sungai.

    Lokasi Puncak Becici

    Puncak Becici berlokasi di Gunung Cilik, RT.07/RW.02, Gunung Cilik, Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengutip salah satu laman agen travel, jarak tempuh ke Puncak Becici dari pusat kota Yogyakarta sekitar 30 km atau membutuhkan waktu selama satu jam.

    Harga Tiket dan Jam Operasional Puncak Becici

    Keindahan Puncak Becici dapat dinikmati dengan membayar tiket masuk dengan harga berikut:

    Harga Tiket Puncak Becici

    Harga tiket masuk: Rp 5.000

    Jam Operasional Puncak Becici

    Puncak Becici buka setiap hari mulai pukul 08.00-22.00 WIB.

    Itulah informasi mengenai Puncak Becici di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tertarik untuk berlibur ke sini? Jangan lupa update info terbarunya seperti harga tiket masuk dan jam operasional sebelum datang ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Wisata Alam Semarang Gratis: Pantai hingga Taman


    Jakarta

    Semarang, Jawa Tengah memiliki wilayah yang luas, mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Kondisi geografisnya yang beragam membuat daerah ini memiliki banyak wisata alam.

    Uniknya, masih ada sejumlah tempat wisata yang gratis. Simak artikel ini untuk mengetahui 7 tempat wisata alam Semarang gratis, mulai dari pantai hingga taman.

    Rekomendasi Wisata Alam Semarang Gratis

    Berikut ini rekomendasi 7 tempat wisata alam Semarang gratis yang bisa kamu kunjungi:


    1. Pantai Mangunharjo

    Pantai Mangunharjo SemarangPantai Mangunharjo Semarang (semarangkota.go.id)

    Lokasi: Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah.
    Jam buka: 24 jam

    Kota Semarang memiliki sejumlah pantai di sisi utara, salah satunya adalah Pantai Mangunharjo yang masih gratis. Pantai ini sering dikunjungi para pemancing dan nelayan.

    Pantai ini juga cocok buat detikers yang mencari tempat nongkrong sambil melihat pemandangan. Di sore hari, pemandangan di sini akan semakin menarik. Traveler juga bisa naik perahu untuk berkeliling di sekitar pantai.

    2. Brown Canyon

    Brown Canyon SemarangBrown Canyon Semarang (Dok. addy_addy13/Instagram)

    Lokasi: Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
    Jam buka: 24 jam.

    Brown Canyon disebut-sebut mirip dengan Grand Canyon yang ada di Semarang. Tempat ini memiliki tebing-tebing yang tampak menarik. Sebetulnya Brown Canyon adalah bekas tempat pertambangan pasir dan batu yang tak digunakan lagi. Traveler biasa berfoto-foto dengan latar belakang tebing-tebing.

    3. Danau BSB

    Danau BSB SemarangDanau BSB Semarang (bsbcity.com)

    Lokasi: Jalan BSB Boulevard, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah.
    Jam buka: 07.00-21.00 WIB

    Danau BSB adalah danau buatan yang letaknya di Bukit Semarang Baru atau BSB City, sebuah kawasan yang dikembangkan oleh Ciputra Group. Danau ini memiliki pemandangan elok dan suasana yang sejuk.

    Jika ingin masuk, ada tiket yang harus dibayar. Namun traveler tetap bisa menikmati pemandangan danau tanpa membeli tiket masuk. Caranya dengan datang ke kafe atau restoran di sekitar Danau BSB.

    4. Taman Tabanas Bukit Gombel

    Taman Tabanas di SemarangTaman Tabanas di Semarang (Twitter)

    Lokasi: Jalan Setia Budi, Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.
    Jam buka: 24 jam.

    Taman Tabanas Bukit Gombel merupakan tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan Kota Semarang dari ketinggian. Taman ini khas dengan Tugu Tabanas yang menjulang tinggi. Banyak juga pedagang yang menjajakan makanan di sini, sehingga tidak perlu takut kelaparan.

    5. Taman Willis

    Lokasi: Jl. Wilis No.3, Tegalsari, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah
    Jam buka: 24 jam.

    Alternatif lain melihat pemandangan Kota Semarang dari ketinggian adalah melalui Taman Wilis yang berudara segar. Selain itu, banyak orang memanfaatkan taman ini untuk bersantai atau berolahraga.

    Suasana Taman Wilis cukup nyaman karena cukup jauh dari pusat kota, sehingga lebih tenang. Traveler juga senang berburu momen matahari terbit di taman ini.

    6. Taman Bridge Fountain Semarang

    Pengunjung menyaksikan pertunjukan Semarang Bridge Fountain atau jembatan dengan air mancur menari jelang malam pergantian tahun baru di area Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang, Jawa Tengah, Senin (31/12/2018). Pemkot Semarang secara resmi meluncurkan jembatan air mancur pertama yang ada di Indonesia senilai sekitar Rp17 miliar itu pada malam perayaan pergantian tahun baru sebagai destinasi wisata baru di kota tersebut. ANTARA FOTO/Aji Styawan/pras.Semarang Bridge Fountain di area Sungai Banjir Kanal Barat. (Aji Styawan?Antara)

    Lokasi: Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
    Jam buka: 19.30-22.00 WIB

    Semarang memiliki Sungai Banjir Kanal Barat yang merupakan sistem drainase besar pertama di Semarang, yakni sejak 1879. Sungai ini pun menjadi tempat wisata karena disulap menjadi Taman Bridge Fountain. Di sini, traveler bisa menyaksikan air terjun menari dengan cahaya lampu yang menarik.

    7. Taman Tirto Agung

    Lokasi: Jalan Durian Raya Nomor 77, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.
    Jam buka: 24 jam.

    Jika ingin menikmati suasana sejuk dengan pepohonan rindang, traveler bisa berkunjung ke Taman Tirto Agung. Anak-anak juga cocok diajak ke sini, karena terdapat arena permainan anak. Beberapa wahananya seperti papan seluncuran dan jungkat-jungkit.

    Nah, itulah 7 wisata alam Semarang gratis yang bisa dikunjungi, mulai dari pantai hingga taman.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Namanya Karang Hantu, tapi Penampakannya Malah Mirip Sungai Amazon



    Ciamis

    Nama obyek wisata di Ciamis ini Karang Hantu, tapi penampakannya tak seseram namanya. Justru pemandangan di sini malah mirip sungai Amazon.

    Setelah Bendungan Leuwikeris diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Kabupaten Ciamis kini memiliki destinasi wisata baru. Pesona keindahan bendungan Leuwikeris itu bisa dilihat dari obyek wisata Karang Hantu, Ciamis.

    Genangan Bendungan Leuwikeris itu meliuk-liuk bak Sungai Amazon yang diapit dengan pepohonan hijau. Destinasi ini pun cocok untuk healing hingga kemping anak-anak muda.


    Lokasi Karang Hantu

    Obyek Wisata Karang Hantu berada di Lingkungan Sinar Mawar, Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis. Lokasinya memang cukup tersembunyi, namun cukup dekat dari pusat perkotaan Ciamis.

    Untuk menuju lokasi, dari perkotaan Ciamis ambil jalur menuju Kelurahan Cigembor. Setelah di simpang Jalan Sinar Cigembor, masuk dan ikuti jalan tersebut hingga melihat petunjuk arah yang telah dipasang oleh warga.

    Sayangnya, untuk menuju lokasi hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor. Sedangkan yang menggunakan mobil harus berjalan kaki beberapa ratus meter untuk sampai di lokasi obyek wisata Karang Hantu.

    Pihak Kelurahan Cigembor pun rencananya akan mengajukan pembangunan jalan beton untuk menuju akses obyek wisata Karang Hantu di tahun 2025 mendatang. Mengingat saat ini akses jalan ke lokasi tersebut masih tanah.

    “Rencana akan diajukan untuk pembangunan jalan beton di tahun 2025. Warga juga sudah membentuk pokdarwis,” ujar Nandro, Lurah Cigembor.

    Destinasi Ini Mulai Ditata Warga

    10 Hari setelah penggenangan bendungan Leuwikeris dilakukan, destinasi ini langsung ditata oleh warga setempat. Masyarakat sekitar pun nampak antusias menata area wisata hingga memperbaiki akses jalan menuju lokasi secara gotong royong.

    Bahkan warga juga kini telah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Sedikit demi sedikit sarana prasarana di obyek wisata tersebut mulai dibangun.

    Mulai dari spot selfie, menara Selfie yang terbuat dari bambu dengan latarbelakang waduk Leuwikeris. Ada juga sarana lainnya seperti toilet, tempat duduk di sejumlah titik hingga warung-warung dan area parkir. Namun bangunan tersebut dibangun secara semi permanen.

    Warung-warung di obyek wisata tersebut juga menyediakan paket nasi liwet dengan harga mulai dari Rp 100 ribu tergantung pesanan. Ada juga jajanan makanan ringan dan aneka minuman.

    Tidak ada tarif tiket untuk masuk ke area wisata tersebut. Pengunjung cukup mengeluarkan uang parkir sebesar Rp 2 ribu atau memberikan sumbangan di kotak sumbangan yang tersedia di lokasi.

    Nampak puluhan pengunjung sudah berada di lokasi tersebut untuk menikmati keindahan genangan dari bendungan terbesar di Ciamis itu.

    Meski proses penggenangan baru berjalan setengahnya, keberadaan Bendungan Leuwikeris sudah menunjukan manfaatnya bagi masyarakat.

    “Tau ada tempat wisata ini dari medsos. Tempatnya enak, adem banyak pohon-pohon. Pemandangan waduknya bagus seperti Sungai Amazon,” ujar Desi, warga Handapherang yang berkunjung bersama keluarganya.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rawa Talanca, Cocok Dikunjungi si Mancing Mania di Sukabumi



    Sukabumi

    Buat kamu si Mancing Mania, saatnya agendakan perjalanan ke Sukabumi. Di sana ada Rawa Talanca yang asyik untuk dikunjungi para pehobi mancing.

    Terik matahari siang itu menyengat kulit di Kampung Talanca, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya yang tak jauh dari pesisir pantai Loji, membuat hawa panas terasa wajar.

    Namun, di balik hawa panasnya yang hot, terdapat pemandangan menakjubkan. Sebuah rawa tenang yang membentang sejauh mata memandang. Sebagian permukaan airnya dihiasi oleh tanaman eceng gondok yang menjadi hiasan alami tempat tersebut.


    Rawa ini dikenal sebagai Rawa Talanca, sesuai dengan nama kampung tempatnya berada. Rawa Talanca terbentuk akibat pendangkalan sungai yang kemudian menjadi kali mati.

    Tanah yang timbul dari pendangkalan ini secara perlahan dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bertani, sementara air yang terjebak di sana berubah menjadi rawa.

    “Sejak saya kecil sudah ada Rawa Talanca ini. Dulu ada dua cabang sungai, satu langsung ke muara, satunya lagi ke daerah Talanca sini. Nah, aliran sungai kecil ini mati karena pendangkalan, sampai akhirnya berubah jadi rawa,” cerita Ponso, seorang warga Simpenan, kepada detikJabar.

    Kini, Rawa Talanca menjadi sumber penghidupan bagi warga setempat. Air dari rawa ini dialirkan ke irigasi untuk mendukung area pertanian warga.

    Pesona Rawa TalancaPesona Rawa Talanca Foto: Syahdan Alamsyah

    Selain itu, rawa ini juga menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan. Cocok banget dikunjungi buat kamu-kamu yang hobi tarik ulur joran untuk menangkap ikan.

    “Rawa Talanca ini memang spot mancing yang tidak ada duanya. Ikan di sini besar-besar, dan jenisnya juga beragam. Saya pernah dapat ikan nila yang beratnya sampai 2 kilogram,” ujar Ponso dengan mata berbinar.

    Bagi warga setempat, Rawa Talanca bukan hanya sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian penting dari kehidupan mereka sehari-hari.

    Sejumlah warga bahkan sengaja membuat warung lengkap dengan spot mancing. Namun seiring berjalannya waktu, lokasi itu tak lagi ramai dikunjungi pemancing.

    “Sengaja bikin bale, untuk yang mancing. Dulu itu sehari bisa sampai belasan orang mancing sampai malam menginap di bale, namun katanya ikan-ikan di sini sudah tidak seperti dulu lagi jadi malas nyamber umpan pemancing. Hanya beberapa saja yang masih rutin mancing tidak seramai dulu,” tutur Raram, pemilik warung di Rawa Talanca.

    Raram menceritakan, ikan di rawa Talanca bebas dipancing asal tidak menggunakan jala, setrum dan racun.

    “Dulu itu ada spanduk larangan. Hanya sudah rusak, jadi tidak terlihat,” lirihnya.

    Aktivitas Raram kini hanya mengelola apa yang tersisa. Bekas-bekas kayu yang biasa digunakan untuk memancing pun kini sudah mulai terlihat lapuk.

    “Sebenarnya kalau saja pemerintah mau, lokasi ini dijadikan tempat wisata pasti bakalan ramai. Lebih ditata lagi, dibuat cantik lagi. Karena pemandangan di sini memang bagus, banyak mangrove juga,” pungkasnya.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com