Tag: SushiSwap

  • Sushiswap Terbitkan Kontrak di 5 Blockchain, Apa Saja?

    Beberapa bursa terdesentralisasi (DeX) terlihat sedang mencari alternatif dari Ethereum akibat biaya transaksinya yang tinggi.

    Salah satu contohnya adalah SushiSwap yang terlihat mencari alternatif dengan menerbitkan kontraknya di lima blockchain secara bersamaan.

    SushiSwap Luncurkan Kontrak di Lima Blockchain

    Beberapa protokol DeFi utama terlihat berpindah ke sistem multi-chain yang nampaknya dipimpin oleh SushiSwap.

    SushiSwap telah secara resmi menerbitkan kontraknya pada lima blockchain yang berbeda.

    Selain itu Balancer juga dikabarkan telah memindahkan port ke Moonbeam dan Polkadot.

    CTO dari SushiSwap, Joseph Delong mengabarkan, DeX SushiSwap telah menerbitkan kontrak pada xDai, Moonbeam Network, Binance Smart Chain, Polygon, dan Fantom.

    Delong menyatakan bahwa SushiSwap masih berencana untuk meluncurkan kontrak di beberapa blockchain lainnya seperti Optimism dan Solana.

    Baca juga: SushiSwap Naik 3.000% dalam 3 Bulan, Fundamental Membaik

    Walau ia mengatakan bahwa pengguna sudah mendapatkan kelengkapan dari Fantom dan Binance Smart Chain, tiga blockchain lainnya masih butuh pengembangan.

    Pengembangan yang dimaksud bertujuan untuk memberikan kepuasan penuh untuk para pengguna SushiSwap.

    Sehingga keseluruhan tujuan tersebut adalah untuk mengembangkan kepuasan konsumen agar SushiSwap dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Sistem Multi-Chain Menjadi Solusi

    Delong juga mengatakan bahwa pergerakan adopsi sistem multi-chain untuk solusi biaya tinggi Ethereum, walau berkembang, masih butuh beberapa perbaikan. Ia mengatakan,

    “Perbaikan sistem masih perlu dilakukan namun relatif mudah. Saat ini terdapat pergerakan adopsi sistem multi-chain sebelum adanya solusi tingginya biaya transaksi.”

    Ia menambahkan bahwa saat ini belum ada insentif penghargaan untuk pengguna pool multi-chain.

    Menurut Dune Analytics, SushiSwap berada di peringkat kedua dalam peringkat DeX terbesar dengan volume transaksi mingguan pada $3 Miliar.

    SushiSwap nampaknya bukan satu-satunya DeX besar yang terlihat ingin mencoba blockchain Moonbeam.

    Balancer menjadi DeX yang juga akan mencoba masuk ke blockchain Moonbeam akibat rencana kerja melalui automatic market maker (AMM) nya.

    Moonbeam menarik banyak perhatian akibat sistemnya yang menjadi platform kontrak yang cocok pada Ethereum dengan dukungan dari Polkadot.

    Baca Juga: Inilah Beberapa Alasan Penyebab Harga Bitcoin Fluktuatif

    Pengumuman ini datang bersama dengan pengumuman bahwa aset berbasis Polkadot akan tersedia sebagai Token ERC-20 di Balancer saat resmi masuk ke Moonbeam.

    Balancer saat ini menjadi peringkat kelima dalam peringkat volume DeX terbesar akibat volume sebesar $525 dalam tujuh hari terakhir.

    Kabar ini dapat menjadi sentimen positif untuk harga SushiSwap (SUSHI) dan Balancer (BAL) akibat kemungkinan menjadi masalah terhadap tingginya biaya transaksi saat ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sushi Coin Naik dalam 3 Bulan, Fundamental Membaik

    Sushi Coin (SUSHI) dikabarkan telah naik sekitar 1.000% dalam likuiditas dan 3.000% dalam keseluruhan nilai pasar dalam tiga bulan terakhir.

    Apresiasi ini terjadi akibat beberapa hal seperti Minimal Initial Sushiswap Offering (MISO) yang menarik banyak investor seperti Mark Cuban, dan beberapa proyek blockchain.

    Baca Juga: Kemudahan Trading Aset Kripto dengan Aplikasi Tokocrypto

    Sushi Coin (SUSHI) Naik, Fundamental Membaik

    Harga SUSHI telah naik secara signifikan dalam tiga bulan terakhir dari $0,52 menuju sekitar $15,60, apresiasi sekitar 3.000%.

    Apresiasi ini dikabarkan terjadi akibat kondisi fundamental yang membaik terutama dari sisi likuiditasnya yang naik.

    Pada 4 November 2020, Sushiswap memiliki sekitar $258 Juta terkunci dalam jaringannya (TVL) dan saat ini sudah naik menjadi $2,97 Miliar, peningkatan sekitar 1.000%.

    Peningkatan ini kemungkinan besar terjadi akibat keputusannya untuk membayar pemberi likuiditas dengan biaya perdagangan yang dihasilkan dari protokolnya sendiri sebagai ganjaran.

    Ganjaran ini telah menarik banyak perhatian akibat menurut Messari, jumlahnya telah mencapai $6,1 Juta di Januari 2021 saja.

    Angka tersebut dikabarkan sebagai salah satu jumlah terbesar ganjaran dari protokol DeFi sepanjang masa.

    Baca juga: Setelah SushiSwap, Yearn Finance Lakukan Kerjasama dengan Cover Protocol

    Kolaborasi nampaknya juga menjadi salah satu penyebab apresiasi ini, yaitu kolaborasi dengan Yearn Finance di akhir 2020.

    Karena kolaborasi ini, SushiSwap memiliki akses kepada sumber daya yang dimiliki Yearn Finance dengan ganjaran bantuan SushiSwap membantu kontrak Deriswap dari Yearn Finance.

    Masa Depan SUSHI Coin

    Pada awal pekan ini, SushiSwap mengabarkan peluncuran kontrak MISO atau Minimal Initial Sushiswap Offering.

    Kontrak tersebut merupakan smart contract yang mempermudah individu untuk meluncurkan proyek baru pada protokol SushiSwap.

    Dengan MISO, pengguna dapat meluncurkan dan melakukan bootstrap terkait likuiditas dari proyek yang dimilikinya.

    Hasilnya SushiSwap akan mendapatkan peningkatan dalam volume transaksi yang berujung lebih banyak biaya yang dihasilkan dari protokol tersebut.

    Saat ini, biaya transaksi Sushiswap berada di 0,3%. Pemberi likuiditas mendapatkan 0,5% dari biaya tersebut dan 0,05% diberikan kepada pengguna yang melakukan staking Sushi Coin.

    Baca juga: SushiSwap Naik 200% di Januari 2021, Akibat Inovasi BentoBox

    Pada 9 Januari 2021, SushiSwap mengumumkan rencananya untuk 2021 bersama publikasi beberapa rencana produk baru yang sedang dikembangkan.

    Saat ini Sushi Coin berada di daerah $15,59 dan berada di peringkat 28 pada CoinMarketCap dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,9 Miliar.

    Volume perdagangan Sushi Coin juga masih terlihat positif dimana sejak awal Januari 2021 tidak pernah jatuh di bawah $1 Juta per hari.

    Sehingga diprediksi dengan apresiasi harga yang masih kuat, Sushi Coin akan terus maju yang membuat mata uang ini salah satu yang layak dimiliki.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Era Baru Cross-Chain DEX Dimulai

    SushiSwap, salah satu protokol decentralized exchange (DEX) di ekosistem DeFi, secara resmi mengumumkan peluncuran versi terintegrasi di jaringan Solana.

    Kolaborasi dengan Jupiter Exchange ini aktif mulai 9 Februari 2026, dan merupakan langkah strategis yang memperluas kemampuan SushiSwap di luar jaringan Ethereum Virtual Machine (EVM) tradisional.

    Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Selasa (10/2), langkah ini bukan sekadar pembaruan teknis biasa, tetapi juga menandai fase ekspansi penting bagi SushiSwap untuk menjadi multi-chain DEX yang dapat melayani pengguna lintas jaringan dengan lebih cepat, murah, dan efisien.

    Baca Juga: Uniswap V3 Kalahkan SushiSwap, Raih Gelar Ini

    Peluncuran SushiSwap di Solana: Apa Artinya?

    Solana dikenal sebagai blockchain dengan throughput tinggi dan biaya transaksi rendah, seni teknologi yang semakin menarik bagi platform DeFi besar untuk memperluas jangkauan mereka.

    SushiSwap di Solana akan memungkinkan pengguna melakukan swap aset secara langsung, memanfaatkan kecepatan jaringan Solana sekaligus tetap terhubung dengan aset dari EVM seperti Ethereum.

    Kolaborasi dengan Jupiter yang merupakan agregator likuiditas terbesar di Solana, akan membantu SushiSwap mengakses likuiditas yang lebih luas, memudahkan transaksi lintas jaringan, dan memberikan pengalaman trading tanpa batas bagi pengguna DeFi.

    Selain itu, peluncuran ini membuka peluang bagi pertukaran berbagai jenis token, termasuk meme tokens, aset tokenized, hingga token real-world assets (RWA), yang semakin populer di pasar kripto global.

    Strategi Multi-Chain: Langkah Besar SushiSwap

    SushiSwap selama ini dikenal sebagai protokol DEX multichain, beroperasi di lebih dari 40 jaringan blockchain dan menyediakan liquidity pool serta fitur swap yang terdesentralisasi.

    Namun, integrasi resmi di Solana membawa ekspansi ini ke level yang lebih luas, terutama dengan dukungan lintas rantai (cross-chain) yang lebih efisien tanpa harus bergantung pada infrastruktur pihak ketiga yang lebih kompleks.

    Integrasi ini juga sejalan dengan rencana besar SushiSwap untuk tahun-tahun mendatang, termasuk tujuan platform untuk menawarkan solusi DeFi yang lebih canggih melalui produk seperti Susa (order-book DEX on-chain) dan Kubo (alat peluncuran pasar dengan strategi delta-neutral), serta Blade, solusi automated market maker generasi baru.

    Dengan memperluas ke Solana, SushiSwap tidak hanya memperluas pasar likuiditasnya tetapi juga menciptakan peluang bagi pengguna untuk berinteraksi dengan aset yang sebelumnya terbatas hanya pada jaringan tertentu.

    Dampak untuk Pengguna dan Trader

    Peluncuran SushiSwap di Solana diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengguna aktif, terutama bagi mereka yang mencari biaya transaksi rendah dan eksekusi cepat.

    Solana telah menjadi magnet bagi aplikasi DeFi dan NFT berkat throughput jaringan yang tinggi, sebuah keunggulan kompetitif dibandingkan jaringan Ethereum yang sering mengalami biaya gas tinggi ketika volume aktivitas meningkat.

    Trader juga bisa memanfaatkan fitur lintas jaringan yang lebih lancar, seperti swap otomatis dari aset Solana ke aset berbasis EVM dan sebaliknya.

    Dengan ini, SushiSwap berpotensi menarik lebih banyak modal, terutama dari pengguna yang sebelumnya menghindari biaya tinggi atau kemacetan jaringan.

    Meski masih dini, langkah ini bisa memicu volatilitas harga jangka pendek untuk token SUSHI maupun JUP (token dari Jupiter Exchange), karena trader mungkin akan melakukan spekulasi seputar likuiditas, volume perdagangan lintas jaringan, serta aktivitas pengguna baru setelah peluncuran.

    Perspektif Industri: DeFi yang Semakin Multichain

    Integrasi SushiSwap di Solana mencerminkan tren yang lebih luas di dunia kripto: DeFi menuju interoperabilitas yang sebenarnya.

    Protokol besar kini tidak lagi terbatas pada satu ekosistem blockchain, tetapi membangun jembatan antar jaringan untuk menghadirkan layanan DeFi yang lebih inklusif dan efisien.

    Solana, sebagai salah satu jaringan dengan pertumbuhan aktivitas signifikan, menjadi pilihan strategis.

    Pendukungnya melihat potensi besar bagi protokol DeFi seperti SushiSwap untuk meraih pangsa pasar lebih luas berkat biaya rendah dan kecepatan tinggi.

    Risiko dan Tantangan

    Walaupun langkah ini memunculkan banyak potensi positif, Tim Research Tokocrypto menilai tetap ada tantangan dan risiko yang perlu diwaspadai.

    “Pivot penting bagi SushiSwap yang selama ini EVM-centric. Masuk ke Solana (chain dengan volume DEX tertinggi saat ini) lewat Jupiter adalah cara cerdas untuk langsung dapat flow tanpa harus bootstrap likuiditas dari nol sendirian. Potensi re-rating jika volume yang diroute signifikan, ” tutur Tim research Tokocrypto.

    Interoperabilitas lintas chain membawa kompleksitas teknis dan potensi risiko keamanan yang unik, seperti smart contract exploit atau manipulasi likuiditas jika tidak dikunci dengan baik.

    Begitu pula, volatilitas jangka pendek setelah peluncuran bisa menjadi sangat tinggi karena sentimen pasar, spekulasi, serta fluktuasi permintaan atas token SUSHI dan JUP, terutama di hari-hari pertama setelah integrasi resmi diumumkan.

    Baca Juga: Sushiswap Terbitkan Kontrak di 5 Blockchain, Apa Saja?

    Era Baru SushiSwap di Ekosistem Solana

    Peluncuran SushiSwap di jaringan Solana menandai tonggak penting dalam evolusi DEX multichain.

    Dengan dukungan Jupiter Exchange, protokol ini siap menghadirkan pengalaman swap yang lebih cepat, murah, dan lintas jaringan bagi pengguna global.

    Bagi pelaku pasar DeFi, event ini bukan hanya sekadar integrasi teknis, tetapi sinyal bahwa masa depan DeFi adalah interoperabilitas tanpa batas antara berbagai jaringan blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com