Tag: Swap

  • Swap Kripto $50 Juta Berujung Bencana, Bot MEV Raup $10 Juta

    Sebuah transaksi kripto bernilai puluhan juta dolar berakhir dengan kerugian besar setelah seorang pengguna melakukan swap token di platform decentralized finance (DeFi). Dalam kejadian tersebut, bot Maximal Extractable Value (MEV) berhasil memanfaatkan transaksi tersebut dan meraup keuntungan hampir US$10 juta.

    Dilapokan Cointelegraph, insiden ini terjadi ketika pengguna mencoba menukar stablecoin dalam jumlah besar menjadi token Aave (AAVE) melalui protokol DeFi, namun akhirnya menerima jumlah token yang jauh lebih kecil dari nilai transaksi awal.

    Swap $50 Juta Berujung Kerugian Besar

    Data blockchain menunjukkan bahwa sebuah dompet kripto yang baru menerima dana dari Binance dengan saldo sekitar US$50,4 juta dalam bentuk USDT melakukan transaksi swap menggunakan aggregator decentralized exchange CoW Protocol dan platform SushiSwap.

    Tujuan transaksi tersebut adalah menukar seluruh USDT menjadi token AAVE.

    Namun hasil transaksi jauh dari yang diharapkan. Dompet tersebut hanya menerima sekitar 327 token AAVE yang bernilai sekitar US$36.000 berdasarkan harga pasar saat itu.

    Artinya, pengguna secara efektif membayar sekitar US$154.000 untuk setiap token AAVE, jauh di atas harga pasar yang berada di kisaran US$114 per token.

    Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

    Bot MEV Lakukan “Sandwich Attack”

    Kerugian tersebut semakin besar karena adanya bot MEV yang memanfaatkan transaksi besar tersebut melalui teknik yang dikenal sebagai sandwich attack.

    Bot MEV memantau transaksi yang belum dikonfirmasi di blockchain dan dapat menempatkan transaksi lain sebelum dan sesudah transaksi target untuk mengambil keuntungan dari perubahan harga.

    Dalam kasus ini, bot tersebut meminjam sekitar US$29 juta dalam bentuk wrapped Ether (ETH) melalui mekanisme flash loan dari platform Morpho.

    Dana tersebut digunakan untuk membeli token AAVE di platform Bancor sebelum transaksi pengguna diproses, sehingga mendorong harga AAVE naik secara signifikan.

    Setelah harga naik akibat transaksi besar tersebut, bot kemudian menjual kembali token AAVE di SushiSwap dengan harga yang lebih tinggi dan menghasilkan keuntungan sekitar US$9,9 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi regulasi, kemenangan hukum seperti ini penting karena bisa memengaruhi cara publik dan regulator menilai tanggung jawab exchange atas aktivitas ilegal pihak ketiga.

    “Meski tidak menghapus tekanan compliance, hasil pengadilan yang menguntungkan Binance dapat memperkuat posisi defensifnya dalam sengketa hukum serupa di masa depan,” jelasnya.

    Pengguna Abaikan Peringatan Slippage

    Pendiri Aave, Stani Kulechov, menjelaskan bahwa sistem antarmuka telah memberikan peringatan kepada pengguna mengenai slippage yang sangat besar akibat ukuran transaksi yang tidak biasa.

    Slippage merupakan perbedaan antara harga yang diharapkan dengan harga aktual yang terjadi saat transaksi diproses.

    Menurut Kulechov, pengguna tetap memilih melanjutkan transaksi melalui perangkat seluler meskipun telah menerima peringatan tentang potensi kerugian besar.

    CoW DAO juga menyatakan bahwa pengguna harus secara eksplisit menyetujui transaksi tersebut setelah melihat peringatan yang menunjukkan kemungkinan kehilangan hampir seluruh nilai transaksi.

    Tantangan Keamanan di Ekosistem DeFi

    Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan keamanan dan pengalaman pengguna dalam ekosistem DeFi.

    Meski platform DeFi dirancang bersifat terbuka dan tanpa izin, sejumlah pihak menilai masih diperlukan mekanisme perlindungan tambahan untuk membantu mencegah kerugian besar bagi pengguna.

    Aave sendiri menyatakan simpati terhadap pengguna yang mengalami kerugian tersebut dan berencana menghubungi pemilik dompet untuk mengembalikan sekitar US$600.000 biaya transaksi yang diterima oleh protokol dari transaksi tersebut.

    Baca juga: Bagaimana Volatilitas Crypto Mempengaruhi Performa AI Trading?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tips Kelola Duit THR Biar Nggak Menguap Begitu Saja


    Jakarta

    Para pekerja akan menerima tunjangan hari raya (THR) keagamaan sebesar satu bulan upah sesuai ketentuan pemerintah. THR tersebut cair paling lambat H-7 Lebaran sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto.

    Nah setelah nanti mengantongi THR, dana yang diperoleh bukan untuk dihamburkan untuk sesuatu yang tidak prioritas. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan tiga tips agar uang THR tidak menguap begitu saja.

    1. Jangan Langsung Belanja

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghindari foya-foya dan langsung membelanjakan uang THR. Langsung kalap dan ingin segera berbelanja hanya akan membuat uang THR habis dengan cepat.


    “STOP! Jangan langsung foya-foya. THR datang tangan gatal langsung check out di marketplace? Santai dulu! Tunggu 2-3 hari sebelum belanja biar nggak kalap. Jangan sampai THR Rekanaker malah menghilang lebih cepat dari gebetan yang ghosting,” tulis Kemnaker di Instagramnya @kemnaker, Selasa (18/3/2025).

    Pekerja disarankan untuk menyimpan dulu uang THR selama 48 jam sebelum beli barang yang tidak terlalu mendesak. Disarankan juga untuk membuat wishlist, lalu urutkan barang-barang apa yang benar-benar perlu dibeli.
    % buat tabungan atau investasi kecil. Kalau nggak sekarang, kapan lagi? 30% tabungan darurat, 10% investasi ringan,” jelas Kemnaker.

    2. Atur Alokasi Prioritas

    Memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan juga perlu dilakukan pekerja. Jika sudah memegang THR, pekerja disarankan untuk mengurutkan prioritas penggunaan THR mulai dari bayar utang hingga kewajiban zakat.

    “Beli kebutuhan dulu, keinginan belakangan! THR itu bukan uang sulap, sekali swap langsung hilang! Biar nggak rugi urutin prioritas belanja,” tulis Kemnaker. Berikut rincian urutan penggunaaan THR yang disarankan Kemnaker:

    – Bayar utang
    – Kebutuhan lebaran seperti zakat, sedekah, keluarga
    – Sisihkan buat tabungan dan investasi
    – Baru deh treat yourself, tapi jangan kalap!

    “Kalau sudah habis duluan buat barang-barang impulsif, siap-siap lebaran makan mie instan!” tutur Kemnaker

    3. Sisihkan Buat Tabungan dan Investasi Kecil-kecilan

    Uang THR sebenarnya bisa menjadi penyelamat jika pengelolaannya dilakukan dengan benar. Pekerja dapat melakukan beberapa tips seperti menyisihkan sebagian dari uang THR untuk investasi atau mengalokasikannya untuk tabungan darurat.

    Masa depan butuh jaminan bukan cuma kenangan. Gaji habis buat keperluan sehari-hari? THR bisa jadi penyelamat! Coba sisihkan 30-40

    (ily/hns)



    Sumber : finance.detik.com