Tag: T

  • Threshold Luncurkan tBTC di Starknet: Transaksi Bitcoin DeFi Cuma $0,01

    Threshold Network resmi meluncurkan token tBTC di jaringan Starknet, memungkinkan pemegang Bitcoin (BTC) untuk mengakses layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) dengan biaya transaksi sangat rendah, yakni hanya sekitar $0,01 per transaksi.

    Peluncuran ini menandai langkah signifikan dalam meningkatkan utilitas Bitcoin di sektor DeFi. Dengan menggunakan tBTC, pengguna dapat memperdagangkan, meminjamkan, dan menjalankan strategi keuangan kompleks tanpa perantara atau kustodian.

    tBTC merupakan representasi 1:1 dari Bitcoin yang dapat dicetak langsung melalui antarmuka Threshold di Starknet. Proses ini tidak memerlukan KYC dan mempertahankan hak asuh penuh oleh pengguna melalui sistem kriptografi ambang batas yang melibatkan sejumlah node independen.

    “BTC di Bitcoin Mainnet seperti emas batangan di brankas: berharga, tapi tidak dapat digunakan. Di Starknet, Bitcoin menjadi modal aktif dengan biaya sangat rendah,” kata MacLane Wilkison, Co-Founder Threshold Labs.

    Pergerakan harga Threshold (T/USDT) pada Jumat, 20 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Threshold (T/USDT) pada Jumat, 20 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Threshold Network (T)?

    Biaya Transaksi

    Data terbaru menunjukkan biaya transaksi rata-rata Bitcoin di Mainnet mencapai $1,49, bahkan sempat melonjak hingga $91,89 pada April 2024. Sementara itu, tBTC di Starknet memungkinkan transaksi instan dengan throughput hingga 857 transaksi per detik (TPS), menjadikannya lebih efisien untuk perdagangan skala besar maupun kecil.

    Threshold juga mengumumkan integrasi awal tBTC dengan DEX asli Starknet, Ekubo. Dalam waktu dekat, tBTC juga akan terintegrasi dengan protokol peminjaman Vesu, serta protokol lain untuk mendukung leverage, yield vaults, dan fitur baru seperti pembayaran streaming, strategi otomatis, serta game berbasis Bitcoin.

    “Peluncuran ini membuka kembali berbagai peluang DeFi berbasis Bitcoin yang sebelumnya tidak layak karena biaya tinggi,” ujar Damian Chen, Head of Growth di Starknet Foundation.

    tBTC dapat diakses dengan dua cara: pencetakan langsung dari BTC ke Starknet melalui dashboard Threshold, serta melalui jembatan dari Ethereum L1 ke Starknet via StarkGate.

    Saat ini, Starknet mencatat total nilai terkunci (TVL) sebesar $547 juta, dengan 193 protokol aktif dan lebih dari 11.000 pengguna harian.

    Baca juga: Threshold Network Restrukturisasi DAO, Fokus pada Profit Token T


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Threshold Network Restrukturisasi DAO, Fokus pada Profit Token T

    Threshold Network resmi mengumumkan restrukturisasi menyeluruh terhadap struktur DAO-nya dan meluncurkan strategi reinvestasi melalui pembelian kembali (buyback) token T. Langkah ini dilakukan sesuai dengan Threshold Improvement Proposal (TIP) 103 dan menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi keuangan serta mempercepat pertumbuhan jangka panjang.

    Optimalisasi Tata Kelola dan Peralihan ke tLabs

    Melalui TIP-100, yang merupakan kelanjutan dari kerangka kerja TIP-98, Threshold melakukan efisiensi struktur tata kelola dengan memangkas jumlah peran dalam DAO. Banyak tanggung jawab kini dialihkan ke tim khusus di tLabs, termasuk pengembangan dan ekspansi tBTC — protokol utama Threshold yang membawa likuiditas BTC ke ekosistem DeFi.

    Dilaporkan Decrypt, tLabs juga mengambil alih fungsi pemasaran dan integrasi, memungkinkan peluncuran fitur yang lebih cepat serta integrasi lintas blockchain yang lebih kuat.

    Sebagai bagian dari restrukturisasi, terbentuk Komite Threshold yang terdiri dari enam anggota paruh waktu dan tiga sukarelawan, menggantikan peran Treasury Guild dan Dewan sebelumnya, namun tetap mempertahankan sistem keamanan multisig 5-dari-9.

    Lima posisi kontributor paruh waktu tetap dipertahankan untuk mendukung operasional, komunikasi, manajemen proyek, laporan insentif, dan dukungan teknis, dengan komitmen waktu dan biaya yang telah dioptimalkan.

    Pergerakan harga Threshold Network (T/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Threshold Network (T/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Threshold Network (T)?

    Penguatan Posisi Keuangan dan Buyback Token

    Restrukturisasi ini berhasil menurunkan biaya operasional tahunan sebesar $1,1 juta, dengan total biaya tata kelola dan kontributor kini hanya sebesar $602.000 per tahun. Selain itu, penghapusan insentif staking tBTC diproyeksikan menghasilkan penghematan tambahan lebih dari $8,5 juta per tahun.

    Dengan efisiensi ini, Threshold DAO tak lagi perlu menjual token T dari perbendaharaannya. Sebaliknya, dana akan digunakan untuk pembelian kembali token T sebagai bagian dari reinvestasi strategis, sesuai dengan TIP-54. Pembelian pertama telah dilakukan sebesar ~30 juta token T menggunakan 5,8 tBTC.

    Langkah ini diharapkan mendorong siklus pertumbuhan yang positif antara token T dan tBTC, di mana meningkatnya Total Value Locked (TVL) dan aktivitas jembatan (bridge velocity) akan memperkuat nilai token T dan memperluas partisipasi ekosistem.

    Saat ini, sekitar 420 juta token T tersedia dalam DAO dan dompet multisig, dengan valuasi pasar sekitar $7 juta. Threshold juga memiliki cadangan aset senilai $8–9 juta (tBTC, ETH, dan stablecoin) yang cukup untuk menopang operasional selama 2–3 tahun tanpa perlu menerbitkan token baru.

    Tentang Threshold Network

    Threshold Network adalah jaringan yang menjalankan tBTC—standar Bitcoin untuk DeFi yang memungkinkan BTC digunakan di ekosistem kripto tanpa meninggalkan prinsip desentralisasi. Sejak diluncurkan, tBTC telah memproses lebih dari 32.000 BTC (senilai sekitar $2,7 miliar), menjadikannya platform utama dalam inovasi DeFi berbasis Bitcoin.

    Berbeda dengan derivatif atau wrapped BTC lainnya, tBTC menawarkan likuiditas BTC murni yang dapat selalu dikembalikan ke Bitcoin asli tanpa mekanisme staking yang kompleks atau ketergantungan pada satu entitas. Token T menjadi tulang punggung ekosistem ini, termasuk sebagai instrumen akrual nilai dari biaya jembatan (bridge fee) yang dialokasikan melalui skema buyback.

    Baca juga: Alasan Token Kripto Threshold (T) Melonjak 120% Seminggu


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nilai Transaksi Kripto RI Melesat Tembus Rp 276,45 T


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan nilai transaksi kripto Juli 2025 mencapai Rp 52,46 triliun. Dengan demikian, total transaksi kripto sepanjang 2025 tembus Rp 276,45 triliun.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi mengatakan, capaian pada Juli melesat 62,26% dibandingkan Juni sebesar Rp 32,31 triliun.

    “Nilai transaksi aset kripto sepanjang periode Juli 2025 tercatat sebesar Rp 52,46 triliun yang juga meningkat signifikan sebesar 62,36% jika dibandingkan posisi Juni 2025 yang mencatat angka sebesar Rp 32,31 triliun,” kata Hasan dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) Agustus 2025, Kamis (4/9/2025).


    Jumlah investor kripto mencapai 16,5 juta, naik 4,11% dibandingkan Juni yang sebesar 15,85 juta. Dari sisi kapitalisasi pasar aset kripto hingga Juli mencapai Rp 36,58 triliun, tumbuh dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 31,24 triliun.

    Di samping itu, Hasan juga merespons huru-hara beberapa waktu terakhir. Menurutnya, industri aset kripto, pemeringkatan kredit alternatif, penyelenggara agregasi jasa keuangan, atau terkait inovasi teknologi sektor keuangan berjalan normal dan tidak mengalami gangguan.

    “Ini ditandai dengan kami mencatat angka permintaan data skor kredit kepada pemeringkat kredit alternatif, nilai transaksi yang diselesaikan oleh penyelenggara agregasi jasa keuangan maupun angka nilai aktivitas penempatan dan penarikan dana dan aset kripto yang tercatat di pedagang aset keuangan digital, berada dalam kisaran normal,” ujar Hasan.

    Hasan berharap kondisi ini juga dapat menunjukkan kepercayaan konsumen dan kondisi pasar pada industri Aset Keuangan Digital (AKD) tetap terjaga dengan baik.

    Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • OJK Tepis Kabar Pemutihan Utang Pinjol!


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menepis kabar pemutihan utang pinjaman online. Kabar ini muncul di media sosial dan mengatasnamakan OJK.

    Dalam pengumumannya di Instagram resmi @ojkindonesia, Selasa (2/9/2025), OJK menegaskan tak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.

    “Sobat OJK, penipuan tidak ada habisnya. Hati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan OJK. OJK tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang pemutihan data pinjaman online,” tulis OJK dalam keterangannya.


    Dalam unggahan yang sama, OJK juga menunjukkan pesan berantai yang beredar soal pemutihan data utang pinjaman online.

    “Kabar baik resmi dari OJK! Resmi OJK pemutihan pinjol secara online berlaku seluruh Indonesia mulai 27 Agustus sampai akhir September 2025. Ayo segera daftar diri Anda agar terbebas dari hutang,” bunyi pesan tersebut.

    Simak juga Video: Utang Warga +62 Naik! Pinjol Rp 83,52 T dan Paylater Rp 31,5 T

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 426,69 T, Naik 351,97%!


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia naik signifikan. Menurut data OJK dari Januari-September 2024 nilainya mencapai Rp 426,69 triliun, tumbuh 351,97% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Demikian kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (1/11/2024).

    “Nilai transaksi domestik peningkatan signifikan 2024 ini, yaitu total mencapai Rp 426,69 triliun, tercatat meningkat 351,97% secara year on year,” kata Hasan.


    Sementara transaksi kripto khusus September 2024 disebut mengalami perlambatan. Angkanya Rp 33,67 triliun atau turun 31,17%.

    “Seiring dengan dinamika global kelihatannya transaksi kripto mengalami penurunan,” terangnya.

    Peningkatan nilai itu juga dibarengi dengan jumlah investor kripto yang meningkat. Jumlahnya mencapai 21,27 juta investor per September 2024.

    “Per September 2024 jumlah total investor mengalami peningkatan dengan tercatat total 21,27 juta investor, dibandingkan bulan Agustus 20,9 juta investor,” pungkasnya.

    Lihat Video: Edisi #50: Mengulik Rahasia Polyglot Fasih Berbahasa, sampai Apa Kabar Crypto di 2023?

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Orang RI Ternyata Doyan Banget Paylater, Pinjaman Tembus Rp 8,41 T


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan nilai transaksi menggunakan fitur Buy Now Pay Later (BNPL) semakin meningkat. Buktinya, nilai pinjaman paylater tembus Rp 8,41 triliun.

    Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Agusman mengatakan angka itu naik 63,89% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    “Berdasarkan data per Oktober 2024, piutang pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh Perusahaan Pembiayaan sebesar Rp 8,41 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp 3,27 triliun atau tumbuh sebesar 63,89% YoY,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis, Senin (16/12/2024).


    Agusman mengungkap pertumbuhan ini antara lain disebabkan oleh makin besarnya kebutuhan masyarakat atas layanan BNPL dan adanya peningkatan jumlah pelaku dari 5 menjadi 7 Perusahaan Pembiayaan.

    “Kinerja dan pertumbuhan BNPL oleh PP diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan perekonomian berbasis digital,” terangnya.

    Di sisi lain, porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan sebesar 0,28%, namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi. Per Oktober 2024 debet kredit BNPL tumbuh 47,92% yoy naik dibandingkan September 2024 46,42% menjadi Rp 21,25 triliun, dengan total jumlah rekening 23,27 juta.

    (ada/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Utang Warga RI di Paylater Tembus Rp 21,77 T


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kenaikan pengguna fitur Buy Now Pay Later (BNPL) di penghujung 2024. Hal itu ditandai dengan penyaluran kredit paylater perbankan per November 2024 mencapai Rp 21,77 triliun.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, produk kredit BNPL terus mencatatkan pertumbuhan tinggi secara tahunan. Per November 2024 debit kredit BNPL tumbuh mencapai 42,68% secara tahunan (year-on-year/yoy).

    “Per November 2024, debat kredit BNPL tumbuh sebesar 42,68% yoy,” kata Dian, dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) Desember 2024, melalui siaran telekonferensi, Selasa (7/1/2025).


    Meski demikian, penyaluran ini relatif masih minim dibandingkan dengan kinerja perbankan secara keseluruhan dengan total kredit mencapai Rp 7.717 triliun. Artinya, kredit paylater hanya mengambil porsi sekitar 0,2%.

    Lebih lanjut Dian memaparkan, pada Oktober 2024 kredit BNPL mencatatkan pertumbuhan 47,92% menjadi Rp 21,70 triliun dengan jumlah rekening 24,51 juta. Sementara Oktober tahun sebelumnya tercatat 23,27 juta rekening.

    “Ini menunjukkan bahwa memang bank sendiri melaksanakan ekspansi kredit terkait dengan konsumsi cukup signifikan melalui paylater,” ujarnya.

    Selain itu, menurutnya kondisi ini juga menunjukkan perhatian perbankan Indonesia yang saat ini melihat kebutuhan masyarakat secara umumnya. Dalam hal ini kredit dengan jumlah kecil.

    “Masyarakat yang membutuhkan dalam level yang sebetulnya bisa dikatakan kreditnya adalah kredit kecil,” kata Dian.

    Simak Video: Gaji di Bawah Rp 3 Juta Tak Bisa Pakai Pay Later

    [Gambas:Video 20detik]

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Utang Pinjol Warga RI Naik Terus, Kini Tembus Rp 78,50 T!


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nominal outstanding pembiayaan Peer to Peer (P2P) Lending alias pinjaman online (pinjol) pada Januari 2025 sebesar Rp 78,50 triliun. Angka itu meningkat 29,94% dibandingkan bulan sebelumnya.

    “Pada industri fintech P2P Lending, outstanding pembiayaan di Januari 2025 tumbuh 29,94% year on year, di Desember 2024 tercatat 29,14% year on year dengan nominal (menjadi) sebesar Rp 78,50 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/3/2025).

    Meski jumlahnya meningkat, Agusman menyebut tingkat kredit macet pinjol (TWP90) masih terjaga stabil. “Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 dalam kondisi terjaga stabil di posisi 2,52%, di Desember 2024 tercatat 2,60%,” tutur Agusman.


    Selain itu, piutang pembiayaan multifinance naik 6,04% secara tahunan (yoy) pada Januari 2025 menjadi Rp 504,33 triliun. Meski masih tumbuh, namun piutang pembiayaan tercatat melambat dari Desember 2024 yang tercatat naik 6,92% yoy.

    “Dengan rasio pembiayaan macet (NPF) gross tercatat sebesar 2,96%, Desember 2024 tercatat 2,70%. NPF net sebesar 0,93%, Desember 2024 tercatat 0,75%,” beber Agusman.

    Di sisi lain, pembiayaan modal ventura pada Januari 2025 turun 3,58% secara tahunan menjadi Rp 15,81 triliun. “Di Desember 2024 terkontraksi 8,65% year on year,” beber Agusman.

    Simak juga Video ‘Pemerintah Bakal Perketat Penggunaan NIK dalam Pinjol’:

    (aid/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Orang RI Makin Hobi Pakai Paylater, Utang Capai Rp 21,9 T


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan angka pinjaman yang dilakukan menggunakan layanan buy now pay later (BNPL) milik perbankan. Pada Februari 2025, jumlah utang menggunakan paylater mencapai Rp 21,98 triliun.

    “Bulan Februari 2025 kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), tumbuh 36,60% year-on-year, menjadi Rp 21,98 triliun dengan jumlah rekening mencapai 23,66 juta, Januari yang lalu masih tercatat sebesar 24,44 juta,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

    Dian menerangkan porsi kredit buy now pay later atau BNPL di perbankan tercatat sebesar 0,25%. Meski porsinya kecil, OJK mencatat pertumbuhan yang tinggi secara tahunan.


    Lebih lanjut, pada Februari 2025, pertumbuhan kredit tetap double digit growth, yaitu sebesar 10,30% year on year. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 14,62%, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 10,31%, sedangkan kredit modal kerja tumbuh sebesar 7,66%.

    “Sementara ditinjau dari kepemilikan, Bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit, yaitu sebesar 10,93% year on year. Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 15,95%, sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 2,51%,” pungkasnya.

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Jumbo! Utang Warga RI di Pinjol Tembus Rp 80 T, Kredit Macet Naik


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan peer-to-peer lending (P2P lending) atau pinjaman online (pinjol) hingga akhir Februari 2025 tumbuh 31,6% (yoy) menjadi Rp 80,7 triliun.

    Angka itu naik dibandingkan pada Januari 2025 Rp 78,5 triliun. Periode Februari ini bertepatan persis sebelum bulan Ramadan dan Lebaran 2025.

    “Pada industri fintech peer-to-peer lending outstanding pembiayaan di Februari 2025 tumbuh sebesar 31,06% year on year, dari Januari yang lalu tercatat 29,94% year on year menjadi nominal sebesar Rp 80,07 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya OJK, Agusman dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Maret 2025 secara virtual, Jumat (11/4/2025).


    Kemudian tingkat risiko kredit macet pembiayaan P2P Lending atau yang kita kenal dengan TWP 90 ikut naik dan berada di posisi 2,78%. Lebih tinggi dibandingkan kredit macet pada Januari yang lalu tercatat 2,52%

    Sementara pertumbuhan pembiayaan modal ventura di Februari 2025 terkontraksi sebesar 0,93% year on year dari Januari yang lalu terkontraksi 3,58% year on year. Saat ini nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp 16,34 triliun.

    “Dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp 16,34 triliun (Februari), di Januari yang lalu tercatat Rp 15,81 triliun,” pungkasnya.

    (ada/fdl)



    Sumber : finance.detik.com