Tag: Technical Analisis

  • Pentingnya Analisis Teknikal dalam Trading Kripto

    Kegiatan perdagangan (trading) kripto saat ini menjadi salah satu yang favorit di kalangan investor karena menjanjikan keuntungan yang cepat dan besar.

    Tentu saja, di balik keuntungan yang besar, dibutuhkan kemampuan lebih dalam melakukannya karena ini membutuhkan berbagai analisa sebelum bertransaksi, salah satunya adalah analisis teknikal.

    Layaknya aset di pasar keuangan lain, seperti saham dan valuta asing (forex). Aset kripto juga memiliki bagan harga yang digerakkan oleh hukum permintaan dan penawaran dari para investor.

    Adanya hukum tersebut tentu menggambarkan bahwa, harga secara psikologi, digerakkan oleh manusia (investor). Sehingga penggunaan analisis teknikal sangat cocok dalam trading kripto.

    Mengapa demikian? Itu karena analisis teknikal adalah cara memperkirakan pergerakan harga selanjutnya berdasarkan pergerakan harga di masa lalu.

    Baca jugaPanduan Terlengkap Memasang Dompet Kripto Metamask 2022

    Analisis Teknikal untuk Trading Kripto 

    Lalu, apa hubungannya pergerakan harga di masa lalu dengan konteks psikologi harga yang disebutkan di atas?

    Misalkan, jika pada enam bulan lalu harga Bitcoin telah melemah dari level US$50.000, dan harga saat ini berada di level US$45.000. Maka bisa dikatakan level U$50.000 adalah puncak, atau high.

    Dalam analisis teknikal, high ini akan dianggap sebagai level resistance (perlawanan).  Sehingga secara teknis, harga berpotensi mendapatkan perlawanan dari aksi jual lagi jika mendekati level puncak tersebut.

    Ini adalah salah satu konsep dari analisis teknikal yang biasa diterapkan di pasar saham dan forex, begitu pula di aset kripto.

    Selain itu, analisis teknikal juga cocok digunakan oleh para trader dan investor untuk menentukan waktu yang tepat untuk membeli.

    Dengan melakukan analisis teknikal, kita bisa melihat apakah harga sudah ada di titik rendah atau belum dalam suatu formasi teknikal.

    Bagi trader, ini akan memaksimalkan peluang keuntungan mereka karena dapat membeli di harga yang berpotensi memantul (kembali naik).

    Baca jugaBegini Cara Burning Shiba Inu (SHIB)

    Sementara bagi investor, ini akan memaksimalkan pengembalian mereka nantinya karena dapat membeli di harga yang sekiranya sudah paling rendah sebelum kembali melanjutkan reli bullish.

    Singkatnya, analisis teknikal memiliki peran penting dalam setiap transaksi, baik itu dalam trading, maupun dalam investasi di aset kripto. Mempelajari cara melakukannya adalah langkah yang bijak sebelum memutuskan untuk terjun ke aset digital ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terlambatkah Membeli Bitcoin? Analisis Ini Jawabannya

    Banyak investor ritel awam yang merasa bahwa saat ini harga Bitcoin sudah terlalu tinggi. Hal ini disebabkan harga Bitcoin yang terus membentuk harga tertinggi baru dimana saat ini telah berhasil mencapai $36.800.

    Akibatnya, banyak pihak yang ragu untuk membeli karena khawatir harganya akan turun setelah melakukan pembelian. Walau kemungkinan tersebut masih ada, analisis ini membuktikan bahwa tidak ada waktu yang terlambat untuk membeli Bitcoin.

    Analisis Bitcoin Stock to Flow

    Salah satu analisis yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan harga Bitcoin ke depannya adalah analisis Stock to Flow. Analisis ini memperlihatkan perbandingan antara beberapa aset untuk menjadi cerminan prediksi.

    Prediksi ini dapat menjadi jawaban untuk terlambat atau tidaknya pembelian Bitcoin akibat memprediksi potensi keuntungan di depan. Salah satu pihak yang telah membuat analisis dengan metode ini adalah Plan B.

    Baca juga: Survey Bitcoin di Indonesia 2020: Ketertarikan tentang Bitcoin Meningkat

    Plan B menggunakan analisis Stock to Flow untuk melihat perkembangan harga Bitcoin dengan membandingkan pergerakannya di masa lalu. Analis dari Plan B membandingkan pergerakan tahun 2012 hingga 2016, pergerakan 2016 hingga 2020, dan pergerakan 2020 hingga saat ini.

    prediksi bitcoin

    Dari analisis tersebut, terjadi penyamarataan skala dimana semua harga dibentuk untuk mencerminkan pergerakan harga saat ini. Dari analisis tersebut dapat dilihat bahwa jika bercermin pada pergerakan masa lalu, Bitcoin dapat menyentuh harga $100.000 dalam 3 hingga 8 bulan ke depan.

    Sehingga analisis tersebut dapat menjawab bahwa tidak ada kata terlambat untuk investasi terutama terhadap Bitcoin. Hal ini disebabkan adanya potensi keuntungan yang cukup besar di waktu yang akan datang.

    Metode Dollar Cost Averaging

    Namun, agar investasi dilakukan secara aman, terdapat beberapa metode untuk menjaga dana investor, mengingat masih adanya potensi penurunan harga atau koreksi. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Dollar Cost Averaging atau (DAC).

    Metode ini sering digunakan oleh mayoritas perusahaan investasi dan pengelola dana. Hal ini disebabkan metode ini dapat memberikan keamanan dana terutama dalam investasi akibat bagian dari diversifikasi melalui waktu.

    Baca juga: Tom Lee: Harga Bitcoin Bisa Lebih dari US$40 Ribu Pada Tahun Ini

    Metode ini dilakukan dengan menginvestasikan sejumlah uang yang tetap dalam beberapa waktu yang berbeda. Hal ini dilakukan mayoritas investor besar untuk memitigasi risiko dari investasi akibat dari fluktuasi harga.

    Sebagai contoh nyata, metode ini dapat digunakan dalam investasi Bitcoin dimana dapat terjadi averaging up atau averaging down. Averaging up dilakukan saat harga naik dimana investasi dilakukan bersama harga yang naik, sedangkan averaging down dilakukan saat harga turun.

    Oleh karena itu dengan melakukan metode DAC ini, walaupun harga mengalami penurunan, rata-rata keuntungan di portfolio investasi menjadi tetap aman. Selain itu, keuntungan yang didapat saat harga naik adalah investor mendapat keuntungan saat harga naik dan tetap dapat melakukan investasi di harga yang lebih tinggi akibat tetap memiliki dana.

    Tidak Ada Waktu Yang Tepat

    Metode tersebut menjadi salah satu solusi untuk mempermudah investor memitigasi risiko dalam investasi. Namun, untuk menjawab pertanyaan apakah ada waktu yang tepat untuk melakukan investasi, mayoritas pasar percaya bahwa jawabannya tidak ada waktu yang tepat.

    Baca juga: 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Investasi Bitcoin di 2021

    Hal ini disebabkan pasar keuangan yang akan selalu bergerak akibat fluktuasinya yang cukup tinggi, terutama saat ada sentimen besar. Sehingga walau banyak analisis yang dapat dilakukan, secara fakta tidak ada waktu yang tepat untuk memulai investasi kecuali sekarang.

    Menurut mayoritas analis dan investor, pola pikir ini berlaku untuk investasi akibat jika terus menunda, tidak akan ada dorongan untuk memulai. Sehingga mengingat investasi juga dilakukan untuk jangka panjang, tidak ada waktu yang tepat akibat semakin lama berinvestasi akan semakin besar keuntungannya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Indikator MACD dalam Analisis Teknikal Kripto

    Jika membahas mengenai analisis teknikal kripto, maka indikator MACD akan menjadi salah satu indikator yang sering digunakan. Lalu, apa itu indikator MACD dan bagaimana cara menggunakannya untuk analisis teknikal kripto?

    Mengenal Indikator MACD 

    MACD adalah singkatan dari “Moving Average Convergence Divergence“, adalah indikator yang bersifat momentum untuk memperkirakan arah tren harga, apakah bullish atau bearish, dengan menggunakan dua moving average.

    Tentu saja, tidak hanya untuk membaca arah pergerakan tren, MACD juga bisa digunakan oleh trader untuk melihat apakah harga sedang dalam pergerakan yang kuat atau lemah dalam minat transaksi para trader.

    Indikator ini diciptakan pada tahun 1960-an oleh Gerald Appel, pendiri Signalert Asset Management.

    Baca jugaUkraina Terima Donasi Kripto, Capai US$50 Juta Dalam Sepekan

    Rumus MACD 

    Untuk perhitungan indikator ini, rumusnya tidaklah begitu sulit karena bertumpu pada dua moving average yang menjadi “pemeran utama” dalam penggunaannya.

    Moving average (MA) yang digunakan di sini adalah yang berjenis “Eksponensial” alias EMA, yakni yang jangka pendek (12 hari) dan jangka panjang (26 hari).

    Mengapa yang eksponensial? Itu karena MA jenis ini menempatkan bobot dan signifikansi lebih besar pada titik data terbaru. Tentu ini adalah penggunaan yang lebih terlihat update dengan dinamika harga, terlebih yang punya volatilitas tinggi.

    Jika dilihat berdasarkan perumusan matematik, maka akan seperti ini:

    Garis MACD = EMA12 – EMA26

    Elemen Utama 

    Sebelum mengetahui cara penggunaannya untuk analisis teknikal kripto, kita perlu mengetahui dulu elemen utama yang ada pada indikator MACD.

    Seperti yang telah disebutkan di atas, indikator ini menggunakan dua EMA, yang juga menggunakan satu histogram.

    • Signal line secara umum akan berwarna merah, yang dibentuk dari EMA9 sebagai titik persilangan yang akan diduetkan dengan MACD line, namun nilai EMA dan warnanya masih bisa diubah sesuai kebutuhan pengguna.
    • MACD line adalah garis yang didapat dari pengurangan EMA26 dan EMA12 yang menjadi titik utama pembacaan sinyal tren. Dalam pengaturan umum, ini akan berwarna biru. Untuk nilai EMA dan warna juga bisa diubah sesuai kebutuhan.
    • Histogram adalah grafik berbentuk bar yang perhitungannya berasal dari pengurangan antara nilai MACD line dengan signal line.

    Ketiganya adalah elemen utama yang harus dipahami terlebihh dahulu agar memudahkan kita mengetahui “alasan” di balik sinyal yang diberikan nantinya dalam melakukan analisis teknikal menggunakan indikator MACD.

    Baca jugaSurvei: Orang Punya Aset Kripto dan NFT Lebih Gampang Dapat Pacar

    Cara Menggunakan Indikator MACD di Aset Kripto

    Akhirnya, kita sampai di bagian cara menggunakan indikator MACD untuk melakukan analisis dan trading aset.

    Indikator MACD adalah alat yang bersifat global, sehingga bisa digunakan dibanyak aset seperti saham, valuta asing (forex), komoditas dan bahkan kripto.

    Karena ini menganut sifat momentum pada harga dan juga pergerakan di masa lampau, maka selama aset tersebut memiliki grafik harga, maka MACD akan dapat digunakan dengan baik.

    Untuk penggunaannya, berikut kita ambil contoh untuk analisis teknikal pada koin utama kita, Bitcoin (BTC).

    Pada contoh ini, kami menggunakan grafik harga Bitcoin dalam time frame mingguan, alias weekly.

    Untuk melakukan analisis teknikal dan trading menggunakan indikator MACD ini sangat mudah dan sederhana.

    Titik utama dalam menentukan sinyal tren adalah saat MACD line memotong signal line, di mana arah MACD line yang menjadi dasaran untuk arah harga.

    Misalkan, jika melihat indikator MACD pada gambar, di kotak sell, MACD (garis biru) memotong signal line ke arah bawah, yang artinya posisi jual (sell) siap untuk diambil karena menjadi tren bearish.

    Begitupun sebaliknya, saat MACD memotong signal line ke arah atas, maka posisi buy siap untuk diambil karena menjadi tren bullish.

    Untuk meningkatkan akurasi, kita bisa mengkombinasikan dengan histogram, yakni saat bar memasuki titik nol (0).

    Misalkan, pada kotak buy pada gambar, histogram menyusut dari warna merah ke titik nol dan beralih ke bar hijau. Ini adalah momen yang tepat jika terjadi pemotongan MACD line.

    Pada kotak buy, MACD line memotong signal line ke arah atas dan histogram beralih dari bar merah ke bar hijau. Ini memperkuat sinyal beli (buy) yang terbukti dengan kenaikan harga yang cukup manis untuk memberikan keuntungan.

    Pada bagian “tanda tanya” pada gambar, ini adalah tugas Anda untuk memprediksi arah harga menggunakan MACD. Apakah akan membentuk sinyal buy dalam beberapa minggu ke depan atau justru bearish kembali berlanjut.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com