Tag: teh oolong

  • Uniknya Teh Oolong Topping Frappe Pertama di Indonesia


    Jakarta

    Pertama kali di Indonesia, gerai ini menawarkan artisan tea yang unik. Memadukan teh oolong dengan frappe yang diracik oleh master tea.

    Racikan teh tak sepopuler kopi. Hal ini mungkin yang membuat industri teh artisan belum banyak terekspos, terutama di Indonesia di mana pegiat kopi masih minim.

    Padahal banyak teh berkualitas yang bisa diracik dengan berbagai kreasi unik dan kekinian, seperti yang ditawarkan oleh Sancha Indonesia, merek lokal untuk artisan teh.


    Meskipun masih terbilang baru, gerai yang berlokasi di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat itu sudah mendapat atensi publik. Khususnya bagi foodies Indonesia.

    1. Teh frappe pertama di Indonesia

    Sancha IndonesiaSancha Indonesia menjadi artisan teh dengan frappe pertama di Indonesia. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Sancha Indonesia ini pertama kali buka di awal November 2024. Gerainya mencuri perhatian karena didominasi dengan warna merah muda. Tambahan dekorasi bunga memberi kesan girly.

    Gerai teh artisan ini mengusung konsep teh premium dengan frappe pertama di Indonesia. Jadi, racikan tehnya disajikan dengan topping frappe yang dibuat secara homemade.

    2. Dibuat oleh master tea

    Sancha IndonesiaSancha Indonesia dibuat oleh master tea yang belajar teh di China. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Teh artisan di sini dibuat oleh ownernya langsung yang telah menyandang master tea. Pemilik gerai tersebut belajar meracik teh hingga ke China langsung.

    Untuk tehnya menggunakan jenis teh oolong yang didatangkan langsung dari Yunan. Teh oolong merupakan jenis teh yang berbeda dari jenis teh lainnya karena melewati proses fermentasi.

    Dari proses fermentasi itu menghasilkan warna yang lebih gelap, rasa lebih pahit, dan punya aroma yang khas yang tidak dimiliki oleh jenis teh lainnya meskipun sama-sama dari tanaman camellia sinensis.

    Menu di Sancha Indonesia ada di halaman selanjutnya.

    3. Da Hong Pao Milk Tea Frappe

    Sancha IndonesiaMenu Da Hong Pao Milk Tea Frappe di Sancha Indonesia Foto: detikcom/Riska Fitria

    Salah satu menu yang menjadi andalan adalah varian Da Hong Pao Milk Tea Frappe seharga Rp 38.000. Ini merupakan racikan teh oolong dengan susu.

    Susu yang digunakan pun khusus karena free laktosa dan rendah kalori. Kemudian disajikan dengan frappe homemade dan diberi taburan kacang peacon di atas frappenya.

    Tehnya harum bunga, rasanya pahit yang khas, tapi pada after taste-nya meninggalkan rasa manis. Sementara itu frappenya juga ringan sehingga gak lengket di langit-langit mulut.

    Tambaran kacang pecan juga menambah tekstur dan memberi sentuhan rasa gurih yang unik di setiap sedotan tehnya.

    4. Osmanthus Milk Tea yang aromatik

    Sancha IndonesiaMenu Osmanthus Milk Tea di Sancha Indonesia Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain itu, ada juga menu Osmanthus Milk Tea seharga Rp 28.000 untuk ukuran yang large. Racikan teh satu ini menggunakan teh osmanthus dari tumbuhan osmanthus fragrans.

    Teh ini cukup populer di Asia dan dikenal dengan karakteristik rasa yang fruity dan rich. Menu ini memiliki aroma yang harum, begitu tutup minumannya dibuka aromanya langsung menyeruak.

    Rasa fruitnya terbilang kuat, berpadu dengan rasa manis. Tehnya ringan dan menyegarkan meskipun tidak disajikan dengan topping apapun.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Jenis Teh yang Ternyata Ampuh Luruhkan Lemak di Perut, Apa Saja?


    Jakarta

    Kebanyakan orang mungkin berhasil menurunkan berat badannya dengan berbagai cara, seperti diet atau mengonsumsi makanan khusus. Tetapi, masih banyak yang mengeluhkan sulitnya menghilangkan lemak perut atau visceral fat.

    Hal ini karena sebagian besar lemak perut berbeda dengan lemak di bagian tubuh lainnya. Sebagian lemak visceral terletak lebih dalam daripada lemak tubuh lainnya dan mengelilingi organ perut.

    Tentunya, ini dapat berbahaya dan meningkatkan risiko penyakit jantung atau diabetes. Untungnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu meluruhkan lemak-lemak di perut, salah satunya dengan mengonsumsi teh.


    Teh secara alami mengandung berbagai antioksidan yang dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan, termasuk membantu menghilangkan lemak di sekitar perut. Dikutip dari Eat This Not That, berikut lima teh yang dapat dikonsumsi untuk meluruhkan lemak di perut:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau sangat erat kaitannya dengan diet dan manfaatnya untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2002, peserta yang minum teh hijau memiliki risiko 44 persen lebih rendah terkena obesitas.

    Sementara penelitian pada 2008 menemukan bahwa peserta obesitas yang rutin mengonsumsi teh hijau bisa menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan yang tidak.

    Pada penelitian lainnya, mereka menyebutkan bahwa penurunan berat badan bisa terjadi karena kandungan polifenol dan sub kelompoknya, yang disebut sebagai katekin. Ini ditemukan dalam teh hijau yang disebut sebagai ECGC dan terkait dengan percepatan metabolisme.

    2. Teh Hitam

    Salah satu yang termasuk dalam teh hitam adalah earl grey. Teh ini disebut bisa menurunkan berat badan dan mengurangi lemak di perut.

    Dalam laporan tahun 2016, polifenol pada teh hitam memiliki sifat anti-obesitas dan mampu mengurangi berat badan. Sementara itu, studi tahun 2014 mengungkapkan minum tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan dapat menurunkan banyak berat badan, termasuk lingkar pinggang.

    3. Teh Putih

    Teh putih juga disebut dapat mempercepat metabolisme dan meningkatkan oksidasi lemak. Minuman ini disebut mampu menurunkan berat badan dan mengelolanya dengan baik.

    Berdasarkan laporan pada tahun 2003, teh putih juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan khususnya lemak perut atau visceral.

    4. Teh Oolong

    Teh oolong ini berasal dari daun yang sama dengan teh hijau dan teh hitam. Bedanya, teh oolong teroksidasi sebagian, yang berbeda dengan teh hijau tidak teroksidasi atau teh hitam yang teroksidasi penuh.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa teh oolong mengandung polifenol untuk metabolisme cepat dan mengurangi lemak perut.

    5. Teh Pu-erh

    Teh Pu-erh terbuat dari daun dan batang tanaman Camellia sinensis, merupakan tanaman yang sama untuk membuat teh hijau, oolong, dan teh hitam. Meski sumber tanamannya sama, hasil teh yang diproduksi akan berbeda bila menggunakan proses yang berbeda.

    Teh ini disebut ampuh menurunkan berat badan atau mengurangi lemak dalam beberapa penelitian. Pada sebuah studi tahun 2014 yang dipublikasikan di Phytotherapy Research, menemukan bahwa pria dengan sindrom metabolik yang minum teh pu-erh mengalami sedikit penurunan lemak tubuh dan indeks massa tubuh (IMT).

    Selain itu, studi dari Nutrition Research menemukan bahwa ekstrak teh pu-erh dapat membantu menurunkan berat badan, IMT, dan lemak visceral pada orang dewasa di Jepang.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Jenis Teh yang Ternyata Ampuh Luruhkan Lemak di Perut, Apa Saja?


    Jakarta

    Kebanyakan orang mungkin berhasil menurunkan berat badannya dengan berbagai cara, seperti diet atau mengonsumsi makanan khusus. Tetapi, masih banyak yang mengeluhkan sulitnya menghilangkan lemak perut atau visceral fat.

    Hal ini karena sebagian besar lemak perut berbeda dengan lemak di bagian tubuh lainnya. Sebagian lemak visceral terletak lebih dalam daripada lemak tubuh lainnya dan mengelilingi organ perut.

    Tentunya, ini dapat berbahaya dan meningkatkan risiko penyakit jantung atau diabetes. Untungnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu meluruhkan lemak-lemak di perut, salah satunya dengan mengonsumsi teh.


    Teh secara alami mengandung berbagai antioksidan yang dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan, termasuk membantu menghilangkan lemak di sekitar perut. Dikutip dari Eat This Not That, berikut lima teh yang dapat dikonsumsi untuk meluruhkan lemak di perut:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau sangat erat kaitannya dengan diet dan manfaatnya untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2002, peserta yang minum teh hijau memiliki risiko 44 persen lebih rendah terkena obesitas.

    Sementara penelitian pada 2008 menemukan bahwa peserta obesitas yang rutin mengonsumsi teh hijau bisa menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan yang tidak.

    Pada penelitian lainnya, mereka menyebutkan bahwa penurunan berat badan bisa terjadi karena kandungan polifenol dan sub kelompoknya, yang disebut sebagai katekin. Ini ditemukan dalam teh hijau yang disebut sebagai ECGC dan terkait dengan percepatan metabolisme.

    2. Teh Hitam

    Salah satu yang termasuk dalam teh hitam adalah earl grey. Teh ini disebut bisa menurunkan berat badan dan mengurangi lemak di perut.

    Dalam laporan tahun 2016, polifenol pada teh hitam memiliki sifat anti-obesitas dan mampu mengurangi berat badan. Sementara itu, studi tahun 2014 mengungkapkan minum tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan dapat menurunkan banyak berat badan, termasuk lingkar pinggang.

    3. Teh Putih

    Teh putih juga disebut dapat mempercepat metabolisme dan meningkatkan oksidasi lemak. Minuman ini disebut mampu menurunkan berat badan dan mengelolanya dengan baik.

    Berdasarkan laporan pada tahun 2003, teh putih juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan khususnya lemak perut atau visceral.

    4. Teh Oolong

    Teh oolong ini berasal dari daun yang sama dengan teh hijau dan teh hitam. Bedanya, teh oolong teroksidasi sebagian, yang berbeda dengan teh hijau tidak teroksidasi atau teh hitam yang teroksidasi penuh.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa teh oolong mengandung polifenol untuk metabolisme cepat dan mengurangi lemak perut.

    5. Teh Pu-erh

    Teh Pu-erh terbuat dari daun dan batang tanaman Camellia sinensis, merupakan tanaman yang sama untuk membuat teh hijau, oolong, dan teh hitam. Meski sumber tanamannya sama, hasil teh yang diproduksi akan berbeda bila menggunakan proses yang berbeda.

    Teh ini disebut ampuh menurunkan berat badan atau mengurangi lemak dalam beberapa penelitian. Pada sebuah studi tahun 2014 yang dipublikasikan di Phytotherapy Research, menemukan bahwa pria dengan sindrom metabolik yang minum teh pu-erh mengalami sedikit penurunan lemak tubuh dan indeks massa tubuh (IMT).

    Selain itu, studi dari Nutrition Research menemukan bahwa ekstrak teh pu-erh dapat membantu menurunkan berat badan, IMT, dan lemak visceral pada orang dewasa di Jepang.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Jenis Teh Ini Ternyata Cocok untuk Turunkan Berat Badan, Ada Matcha

    Jakarta

    Diet yang seimbang merupakan diet yang kaya serat, protein, dan lemak sehat. Hal ini dapat membantu mengatur metabolisme, menahan rasa lapar, dan mencegah makan berlebihan.

    Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat mencegah lonjakan gula darah, sehingga mengurangi penyimpanan lemak. Minuman seperti teh juga mendukung penurunan berat badan dengan meningkatkan metabolisme, mendorong oksidasi lemak, dan mengurangi nafsu makan.

    Beberapa teh mengandung senyawa, seperti katekin dan polifenol, yang meningkatkan pembakaran lemak dan melancarkan pencernaan. Ini yang akan mendukung penurunan berat badan.


    Dikutip dari laman NDTV, berikut beberapa jenis teh yang dapat meningkatkan penurunan berat badan:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau adalah salah satu teh yang paling banyak diteliti untuk menurunkan berat badan karena kandungan katekin yang tinggi. Antioksidan ini meningkatkan oksidasi lemak dan laju metabolisme, sehingga membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.

    Jenis teh ini juga mengandung kafein, yang bekerja bersama katekin untuk meningkatkan pengeluaran energi.

    2. Teh Oolong

    Teh Oolong adalah teh yang difermentasi sebagian yang menggabungkan manfaat teh hijau dan teh hitam. Teh ini terbukti meningkatkan oksidasi lemak dan memperbaiki metabolisme karena kandungan polifenolnya.

    Penelitian menunjukkan bahwa teh oolong dapat meningkatkan pengeluaran energi selama berjam-jam setelah dikonsumsi, yang menyebabkan pembakaran kalori lebih besar.

    3. Teh Hitam

    Teh hitam kaya akan flavonoid yang disebut theaflavin, yang meningkatkan pemecahan lemak dan mengurangi peradangan. Minum teh hitam tanpa gula atau susu dapat membantu mengatur kadar gula darah, mencegah keinginan makan, serta meningkatkan pembakaran lemak seiring berjalannya waktu.

    4. White tea

    White tea atau teh putih adalah teh yang paling sedikit diproses dan mengandung katekin serta polifenol yang tinggi. Kandungan ini mencegah terbentuknya sel-sel lemak baru.

    Teh ini juga meningkatkan lipolisis, proses pemecahan lemak yang tersimpan di dalam tubuh.

    5. Teh Peppermint

    Teh peppermint membantu pencernaan dan menekan nafsu makan, sehingga bermanfaat bagi mereka yang sedang diet atau mencegah makan berlebihan. Menthol alami dalam peppermint dapat merilekskan saluran pencernaan dan mengurangi kembung, yang dapat membuat perut terasa lebih rata.

    6. Teh Jahe

    Teh jahe memiliki sifat termogenik yang kuat, yang dapat meningkatkan suhu dan mempercepat pembakaran lemak. Jenis teh ini juga membantu mengatur kadar gula darah, mencegah lonjakan dan penurunan yang menyebabkan keinginan makan.

    Jahe mendukung pencernaan dan mengurangi peradangan, sehingga tubuh lebih mudah menyerap nutrisi sekaligus mendorong pembakaran lemak.

    7. Matcha

    Matcha adalah bentuk konsentrat teh hijau yang terbuat dari daun teh utuh yang dihaluskan. Asupan ini memiliki dosis katekin dan kafein yang lebih tinggi.

    Kombinasi matcha secara signifikan meningkatkan metabolisme, meningkatkan oksidasi lemak, dan meningkatkan daya tahan selama berolahraga. Matcha mengandung lebih banyak antioksidan daripada teh hijau biasa, yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan.

    Dengan memasukkan salah satu dari jenis teh ini ke dalam pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, penurunan berat badan dapat lebih efektif. Selain itu, tubuh dapat memperoleh manfaat kesehatan tambahan, seperti pencernaan yang lebih baik, mengurangi stres, dan metabolisme yang lebih baik.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Jenis Teh Ini Ternyata Cocok untuk Turunkan Berat Badan, Ada Matcha

    Jakarta

    Diet yang seimbang merupakan diet yang kaya serat, protein, dan lemak sehat. Hal ini dapat membantu mengatur metabolisme, menahan rasa lapar, dan mencegah makan berlebihan.

    Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat mencegah lonjakan gula darah, sehingga mengurangi penyimpanan lemak. Minuman seperti teh juga mendukung penurunan berat badan dengan meningkatkan metabolisme, mendorong oksidasi lemak, dan mengurangi nafsu makan.

    Beberapa teh mengandung senyawa, seperti katekin dan polifenol, yang meningkatkan pembakaran lemak dan melancarkan pencernaan. Ini yang akan mendukung penurunan berat badan.


    Dikutip dari laman NDTV, berikut beberapa jenis teh yang dapat meningkatkan penurunan berat badan:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau adalah salah satu teh yang paling banyak diteliti untuk menurunkan berat badan karena kandungan katekin yang tinggi. Antioksidan ini meningkatkan oksidasi lemak dan laju metabolisme, sehingga membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.

    Jenis teh ini juga mengandung kafein, yang bekerja bersama katekin untuk meningkatkan pengeluaran energi.

    2. Teh Oolong

    Teh Oolong adalah teh yang difermentasi sebagian yang menggabungkan manfaat teh hijau dan teh hitam. Teh ini terbukti meningkatkan oksidasi lemak dan memperbaiki metabolisme karena kandungan polifenolnya.

    Penelitian menunjukkan bahwa teh oolong dapat meningkatkan pengeluaran energi selama berjam-jam setelah dikonsumsi, yang menyebabkan pembakaran kalori lebih besar.

    3. Teh Hitam

    Teh hitam kaya akan flavonoid yang disebut theaflavin, yang meningkatkan pemecahan lemak dan mengurangi peradangan. Minum teh hitam tanpa gula atau susu dapat membantu mengatur kadar gula darah, mencegah keinginan makan, serta meningkatkan pembakaran lemak seiring berjalannya waktu.

    4. White tea

    White tea atau teh putih adalah teh yang paling sedikit diproses dan mengandung katekin serta polifenol yang tinggi. Kandungan ini mencegah terbentuknya sel-sel lemak baru.

    Teh ini juga meningkatkan lipolisis, proses pemecahan lemak yang tersimpan di dalam tubuh.

    5. Teh Peppermint

    Teh peppermint membantu pencernaan dan menekan nafsu makan, sehingga bermanfaat bagi mereka yang sedang diet atau mencegah makan berlebihan. Menthol alami dalam peppermint dapat merilekskan saluran pencernaan dan mengurangi kembung, yang dapat membuat perut terasa lebih rata.

    6. Teh Jahe

    Teh jahe memiliki sifat termogenik yang kuat, yang dapat meningkatkan suhu dan mempercepat pembakaran lemak. Jenis teh ini juga membantu mengatur kadar gula darah, mencegah lonjakan dan penurunan yang menyebabkan keinginan makan.

    Jahe mendukung pencernaan dan mengurangi peradangan, sehingga tubuh lebih mudah menyerap nutrisi sekaligus mendorong pembakaran lemak.

    7. Matcha

    Matcha adalah bentuk konsentrat teh hijau yang terbuat dari daun teh utuh yang dihaluskan. Asupan ini memiliki dosis katekin dan kafein yang lebih tinggi.

    Kombinasi matcha secara signifikan meningkatkan metabolisme, meningkatkan oksidasi lemak, dan meningkatkan daya tahan selama berolahraga. Matcha mengandung lebih banyak antioksidan daripada teh hijau biasa, yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan.

    Dengan memasukkan salah satu dari jenis teh ini ke dalam pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, penurunan berat badan dapat lebih efektif. Selain itu, tubuh dapat memperoleh manfaat kesehatan tambahan, seperti pencernaan yang lebih baik, mengurangi stres, dan metabolisme yang lebih baik.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Terbukti Lewat Studi, Ini 5 Teh yang Ampuh Enyahkan Perut Buncit

    Jakarta

    Teh merupakan salah satu minuman yang populer di dunia karena memiliki beragam manfaat kesehatan. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh saat seseorang rutin mengonsumsi teh adalah dapat membantu menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Everyday Health, penulis buku “365 Snacks for Every Day of the Year” Sarah Koszyk, RDN mengatakan mengonsumsi teh dapat menghemat beberapa ratus kalori daripada seseorang mengonsumsi minuman berkalori tinggi lain.

    “Teh mengandung katekin, yang dapat meningkatkan metabolisme dengan merangsang tubuh untuk memecah lemak lebih cepat dan membakar lebih banyak kalori,” kata Koszyk.


    Katekin merupakan jenis senyawa tanaman dengan sifat antioksidan yang kuat. Menurut penelitian teh sangat kaya akan empat katekin yakni epicatechin (EC), epigallocatechin (EGC), epicatechin gallate (ECG), and epigallocatechin gallate (EGCG).

    Berikut adalah beberapa jenis teh yang mampu membantu menurunkan berat badan.

    1. Teh Hijau

    Teh hijau merupakan jenis teh yang ringan dan pahit. Menurut beberapa penelitian, teh jenis ini memiliki potensi untuk mendukung berat badan.

    Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa mereka yang minum dua cangkir teh hijau per hari selama lebih dari sepuluh tahun memiliki persentase lemak tubuh yang lebih rendah dan pinggang yang lebih kecil daripada mereka yang tidak minum teh hijau secara teratur.

    2. Teh Hitam

    Teh hitam merupakan sumber theaflavin yang lebih baik. Polifenol ini terbentuk saat daun teh hitam dioksidasi. Menurut tinjauan penelitian, polifenol ini dapat memberikan manfaat penurunan berat badan.

    Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa pria dan wanita yang minum tiga cangkir teh hitam bubuk per hari mengalami kenaikan berat badan yang lebih sedikit dan lingkar pinggang yang lebih ramping setelah tiga bulan dibandingkan dengan mereka yang tidak minum teh hitam.

    3. Teh Oolong

    Teh oolong mengandung campuran polifenol yang terkandung di teh hijau dan teh hitam yakni katekin (teh hijau) dan theaflavin (teh hitam). Seperti jenis teh lainnya, teh oolong juga mengandung kafein dan dapat meningkatkan penurunan berat badan.

    4. Teh Putih

    Teh putih adalah teh yang paling sedikit diolah dari semua jenis teh, sehingga membuatnya terasa ringan dan lembut. Pengolahan yang minimal juga berarti teh putih mengandung antioksidan anti-inflamasi dan EGCG pembakar lemak dalam jumlah tinggi, menjadikannya minuman yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

    5. Teh Hibiscus

    Teh ini berasal dari bunga kembang sepatu. Rasanya asam manis mirip seperti cranberry. Teh ini mengandung katekin seperti EGCG dan telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

    Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas dan mengonsumsi ekstrak kembang sepatu selama 12 minggu mengalami penurunan berat badan, indeks massa tubuh, lemak tubuh, dan rasio pinggul-pinggang.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat, 5 Teh Ini Bisa Bantu Pangkas Lemak Lebih Cepat

    Jakarta

    Seperti halnya kopi, teh merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Teh memiliki beragam varian dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda.

    Beberapa varian teh juga terbukti secara ilmiah bermanfaat untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan berat badan. Teh-teh tersebut mengandung senyawa yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, sehingga mendukung penurunan berat badan yang lebih optimal.

    Namun ingat, khasiat penurun berat badan dari teh tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan pola makan seimbang dan olahraga yang teratur.


    Lantas, apa saja jenis teh yang terbukti dapat mendukung penurunan berat badan? Dikutip dari Eat This, berikut daftarnya.

    1. Teh Hijau

    Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Studi yang diterbitkan di International Journal of Environmental and Public Health pada 2022 menunjukkan konsumsi teh hijau dalam jumlah besar dapat menurunkan risiko obesitas hingga 44 persen.

    Khasiat ini berasal dari katekin yang ada dalam teh hijau, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG). EGCG diketahui dapat meningkatkan laju metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori.

    2. Teh Hitam

    Tak hanya teh hijau, khasiat penurun berat badan juga dimiliki teh hitam. Sebuah laporan yang diterbitkan di jurnal Molecules pada 2016 menemukan teh hitam mengandung polifenol yang memiliki sifat antiobesitas. Polifenol ini juga dapat membantu mengurangi berat badan dan lemak visceral.

    Studi lain yang dilakukan pada 2014 menunjukkan partisipan yang mengonsumsi tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih besar dibanding partisipan yang tidak minum teh hitam.

    3. Teh Putih

    Seperti halnya teh hijau, teh putih juga dapat meningkatkan laju metabolisme dan oksidasi lemak. Keduanya dapat berperan dalam pengelolaan berat badan secara keseluruhan.

    Studi yang diterbitkan di Food Safety and Health juga menunjukkan teh putih memiliki manfaat dalam mengurangi berat badan dan lemak visceral.

    4. Teh Oolong

    Oolong adalah jenis teh yang daunnya mengalami proses oksidasi sebagian. Penelitian menunjukkan teh oolong mengandung polifenol yang dikaitkan dengan peningkatan metabolisme dan penurunan lemak di perut.

    Penelitian lain menunjukkan polifenol yang terkandung dalam teh oolong juga dapat membantu mengurangi jaringan lemak visceral.

    5. Teh Pu-erh

    Teh pu-erh adalah jenis teh yang diolah melalui proses fermentasi daun tanaman Camellia sinensis, tanaman yang juga digunakan untuk membuat teh hijau, teh hitam, oolong, dan teh putih.

    Khasiat teh pu-erh untuk menurunkan berat badan pun sudah terbukti secara ilmiah. Sebuah studi yang diterbitkan di Phytotherapy Research pada 2014 menemukan pria dengan sindrom metabolik yang mengonsumsi teh pu-erh mengalami penurunan berat badan dan indeks massa tubuh.

    Studi lain yang diterbitkan di Nutrition Research juga menunjukkan ekstrak teh pu-erh dapat membantu menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, dan lemak visceral pada pria dewasa di Jepang.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Manfaat Konsumsi Teh Oolong, Sehatkan Usus hingga Cegah Insomnia


    Jakarta

    Teh oolong yang populer di China memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Mulai dari menurunkan berat badan, kesehatan usus, hingga mencegah insomnia.

    Teh oolong termasuk ke dalam jenis teh yang prosesnya difermentasi. Berasal dari daun Camellia sinensis, daun teh itu difermentasi terlebih dahulu sebelum dikeringkan. Skalanya berada di antara teh hijau dan teh hitam.

    Dilansir dari Real Simple (26/12/2024), karakteristik teh oolong dijelaskan oleh Peter Goggi, presiden Tea Council of the USA. Proses oksidasi teh oolong tak merata dan tergantung waktunya.


    “Beberapa oolong teroksidasi sedikit dan yang lainnya sangat banyak. Ini berarti ada berbagai macam rasa oolong yang khas. Namun, oolong bernilai tinggi biasanya berwarna terang yang bening dan memiliki sensasi rasa buah persik atau pir,” jelas Goggi.

    Tak hanya rasanya yang nikmat, tapi teh oolong juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Mengutip dari Tea Drops, berikut 5 manfaat dari mengonsumsi teh oolong:

    1. Tingkatkan Imunitas Tubuh

    Dry pea flowers. Organic thai butterfly pea tea on blue backgroundDry pea flowers. Organic thai butterfly pea tea on blue background Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh oolong juga mengandung zat antioksidan yang tinggi seperti halnya jenis teh lain. Kandungan antioksidan pada teh oolong adalah polifenol yang terdiri atas theaflavins, thearubigins, dan EGCG.

    Hal ini turut dijabarkan dalam sebuah penelitian di China. Penelitian itu menemukan bahwa ketika mempelajari 30 jenis teh berbeda, oolong memiliki jumlah antioksidan yang tinggi daripada teh lain.

    2. Menurunkan Berat Badan

    Berat badan juga dapat turun dengan mengonsumsi minuman sehat, salah satunya teh oolong. Sebuah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak teh oolong dapat menyebabkan lemak perut berkurang.

    Teh oolong juga dipercaya dapat membantu oksidasi lemak, karena mendorong enzim aktif. Manfaat teh oolong juga dapat mempercepat proses metabolisme tubuh, sehingga mengurangi berat badan. Kandungan kafein pada teh oolong juga dapat meningkatkan pengeluaran energi.

    Manfaat teh oolong lainnya ada di halaman berikut…

    3. Menurunkan Risiko Diabetes

    Penderita diabetes diketahui harus mengontrol asupan makanan dan minuman. Namun, teh oolong termasuk minuman yang baik dikonsumsi untuk penderita diabetes.

    Salah satu manfaat teh oolong dapat menurunkan risiko diabetes tipe-2. Hal ini dijelaskan dalam sebuah penelitian di Jepang yang menemukan bahwa mengonsumsi teh oolong selama 30 hari dapat menurunkan kadar glukosa pada 30 persen jumlah partisipan.

    4. Meningkatkan Kualitas Tidur

    manfaat teh oolongmanfaat teh oolong Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kualitas tidur seseorang dapat terganggu karena berbagai faktor yang menyebabkan sebagian orang mengalami insomnia. Kualitas tidur yang buruk ini dapat dicegah dengan rutin mengonsumsi makanan atau minuman sehat.

    Teh oolong dapat membantu memperbaiki kualitas tidur jika dikonsumsi rutin. Dikarenakan adanya kandungan L-theanine yang terbukti berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik.

    Kandungan L-theanine ini adalah asam amino yang dikaitkan dengan istirahat dan relaksasi, karena merangsang gelombang alfa di otak. Sehingga membantu tubuh untuk mencapai kondisi yang lebih tenang dan mengurangi tingkat stres.

    5. Menyehatkan Usus

    Samina Kaloo, seorang ahli diet mengungkapkan bahwa teh oolong dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan usus, seperti dikutip dari Real Simple. “Pada sebuah data menunjukkan bahwa teh hitam, teh hijau, dan teh oolong ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik pada usus manusia,” ungkapnya.

    “Penelitian seputar hubungan antara makanan dan mikrobioma usus terus bermunculan dan lebih banyak yang mengeksplorasi hubungan antara konsumsi minuman tertentu, terutama pada teh dalam meningkatkan kesehatan usus,” sambung Samina Kaloo.

    Jadi, teh oolong dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan usus. Karena, mikrobioma usus yang seimbang adalah kunci dari sistem kekebalan tubuh yang kuat.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Lagi Populer, Ini 5 Khasiat Minum Teh Oolong Panggang


    Jakarta

    Teh oolong panggang sedang populer disajikan sebagai racikan milk tea yang menyegarkan. Aroma smokynya menambah komplet kenikmata dari seduhan teh asal China.

    Racikan milk tea atau teh susu sedang populer di jajakan di kafe hingga gerai minuman. Selain kopi, racikan ini juga sering diantre panjang oleh para penggemarnya karena dianggap lebih ringan daripada es kopi susu.

    Salah satu jenis teh yang populer disajikan ialah teh oolong atau oolong panggang. Rasanya yang pekat serta aroma smoky dari proses pengasapan diakui penikmat milk tea memberikan kesan teh yang nendang tetapi menyatu dengan campuran susunya.


    Ternyata menikmati teh oolong sebagai minuman populer tak hanya bisa melegakan dahaga. Tetapi ada juga beberapa khasiat yang diberikan teh oolong jika rutin diminum.

    Berikut ini 5 khasiat teh oolong melansir Healthline:

    Lagi Populer, Ini 5 Khasiat Minum Teh Oolong PanggangSeduhan teh oolong dapat membantu mengendalikan kadar gula darah. Foto: Getty Images/bhofack2

    1. Mencegah diabetes

    Secara umum, teh memiliki kandungan untuk mencegah terjadinya diabetes dan komplikasi yang mungkin terjadi. Cara kerjanya ialah dengan menurunkan risiko resistensi insulin dan meminimalisir inflamasi pada mekanisme tubuh.

    Menurut penelitian 2021 dan 2019 dilaporkan bahwa konsumsi teh dapat meningkatkan kemampuan pengolahan gula darah. Pada poin lainnya ditemukan efektivitas teh oolong dalam menurunkan kadar plasma glukosa pada pasien penderita diabetes tipe 2.

    Teh oolong tak ayalnya teh jenis lain yang tinggi akan antioksidan sehingga memungkinkan untuk menurunkan kadar gula darah dan risiko perkembangan diabetes tipe 2. Tetapi ahli menyebut butuh penelitian dan pengamatan lebih lanjut untuk membuktikan secara spesifik.

    2. Meningkatkan kesehatan jantung

    Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa konsumen teh menunjukkan tekanan darah dan kolesterol yang lebih rendah. Artinya saluran pembuluh darah yang mengalir dari dan menuju jantung terjaga kesehatan dan kelancarannya.

    Pada sebuah penelitian besar id tahun 2003, ada upaya melihat efek dari kebiasaan partisipan minum 6 cangkir teh setiap hari. Hasilnya mereka memiliki risiko jantung koroner yang signifikan lebih rendah daripada partisipan yang tidak mengonsumsi teh.

    Di Jepang ada penelitian yang melibatkan 76.000 orang dewasa yang gemas konsumsi 240 militer teh oolong setiap hari. Pada tubuhnya ditemukan bahwa adanya risiko penurunan serangan jantung hingga 61%.

    Khasiat teh oolong lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Membantu penurunan berat badan

    Dibandingkan dengan minuman tinggi pemanis, teh tetap layak disebut sebagai minuman yang lebih sehat. Banyak penelitian membuktikan bahwa komponen bioaktif di dalam teh mampu menurunkan berat badan hingga mencegah obesitas.

    Pada penelitian yang dilakukan terhadap binatang, ditemukan bahwa ekstrak teh oolong membantu meningkatkan oksidasi lemak. Artinya cadangan lemak di dalam tubuh akan berkurang seiring teh oolong berfungsi di dalam tubuh.

    Konon khasiatnya datang dari kandungan antioksidan, kafein, dan kemampuan teh yang memperbaiki kualitas nafsu makan. Pada penelitian yang dilakukan di tubuh manusia, konsumsi teh oolong terbukti dapat bekerja dengan meningkatkan produksi energi dari pembakaran lemak.

    4. Meningkatkan fungsi otak

    Lagi Populer, Ini 5 Khasiat Minum Teh Oolong PanggangKonsumsinya secara rutin juga dapat membantu menjaga serta meningkatkan fungsi otak. Foto: Getty Images/bhofack2

    Teh juga memiliki kandungan layaknya kopi, hanya saja kadarnya lebih sedikit. Kafein tersebut akan diterima oleh reseptor otak dan meletakan norepinephrine serta dopamin.

    Kedua hormon tersebut berperan penting dapat mengatur suasana hati, ketajaman perhatian, dan fungsi otak secara menyeluruh. Pada laporan pengamatan tahun 2014 ditemukan bahwa kafein dalam teh dan theanin di dalamnya dapat meningkatkan keawasan sejak 1-2 jam setelah dikonsumsi.

    Penemuan tersebut lantas memperkuat pengamatan terhadap teh oolong di tahun 2008 yang terbukti mampu menurunkan risiko penurunan kognitif. Efeknya bahkan hanya ditemui pada jenis teh tertentu seperti teh oolong dan teh hitam.

    5. Mencegah perkembangan kanker

    Salah satu penyebab kanker yang berkembang di dalam tubuh ialah mutasi sel. Teh memiliki kandungan polifenol dan antioksidan yang dapat mencegah mutasi sel dan menekan perkembangannya di dalam tubuh.

    Selama bertahun-tahun banyak ahli mencoba untuk membuktikan bahwa konsumsi teh memiliki banyak khasiat untuk mencegah kanker. Seperti kanker paru-paru, pernapasan, pankreas, liver, hingga kanker pada usus besar.

    Khasiat teh oolong dinobatkan setara dengan teh hitam yang pekat dan tinggi akan polifenol serta antioksidannya. Tetapi ahli merasa masih butuh penelitian lebih lanjut untuk membuktikan khasiatnya secara spesifik.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ahli Sebut 4 Jenis Teh Ini Ampuh Bantu Turunkan Berat Badan


    Jakarta

    Konsumsi beberapa jenis teh ternyata dapat menurunkan berat badan saat diet. Kamu bisa mengonsumsi teh hitam hingga teh putih untuk merasakan manfaatnya pada tubuh.

    Teh menyimpan berbagai manfaat untuk tubuh karena kandungan zat antioksidan yang baik dalam menjaga imunitas. Selain itu, teh juga baik dalam metabolisme tubuh untuk pembakaran lemak yang dapat menurunkan berat badan.

    Dilansir Forbes (10/1/2024), ada beberapa jenis teh yang dapat diandalkan dalam menurunkan berat badan. Di antaranya teh hijau, teh hitam, teh oolong, dan teh putih. Keempat jenis teh ini diketahui mengandung senyawa polifenol.


    Sharon Palmer, seorang ahli diet di Ojai, California, menjelaskan manfaat yang didapatkan dari polifenol. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang membantu tubuh terlindung dari kerusakan sel akibat radikal bebas.

    Kylie Churnetski, ahli gizi asal Dallas, Amerika Serikat ini juga menjelaskan bahwa jenis teh tertentu dapat membantu tubuh menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolismenya. Minum teh juga jauh lebih sehat dibandingkan mengonsumsi minuman soda dan berenergi.

    Berikut 4 jenis teh yang dapat menurunkan berat badan:

    1. Teh Hijau

    Ilustrasi teh hijauIlustrasi teh hijau Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

    Teh hijau umum dikonsumsi di Jepang, karena rasanya yang nikmat. Selain itu, manfaat yang terdapat di dalamnya juga banyak. Disebutkan oleh Churnetski kalau teh hijau mengandung kadar polifenol epigallocatechin-3 gallate (EGCG) yang tinggi.

    Senyawa tersebut dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker tertentu. Manfaat lainnya dapat meningkatkan termogenesis dan merangsang pembakaran lemak.

    Pada salah satu penelitian tahun 2018 di BMC Complementary and Alternative Medicine, ekstrak teh hijau terbukti meningkatkan kadar leptin dan mengurangi kolesterol LDL pada wanita yang memiliki banyak berat badan ekstra dan obesitas. Leptin adalah hormon yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan keseimbangan energi.

    2. Teh Hitam

    Proses pembuatan teh hitam melalui beberapa tahapan hingga oksidasi penuh terhadap daun teh. Churnetski menjelaskan proses tersebut menghasilkan kadar kafein yang dapat mendukung penurunan berat badan dengan merangsang metabolisme secara alami.

    Efek mengonsumsi teh hitam dijelaskan dalam satu studi kecil pada 111 peserta. Selama periode tiga bulan, konsumsi teh hitam secara teratur ditemukan dapat menghambat penambahan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang.

    3. Teh Oolong

    Teh oolong merupakan teh tradisional China yang juga terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis. Teh ini sudah terbukti memiliki efek positif yang dapat menurunkan risiko penyakit kronis dan penurunan berat badan.

    Dalam sebuah penelitian selama 6 minggu yang melibatkan 102 peserta obesitas dan berat badan berlebih menemukan efek mengonsumsi teh oolong dalam penurunan berat badan. Diketahui bahwa minum teh oolong setiap hari menghasilkan sedikit penurunan berat badan bagi sebagian besar peserta

    4. Teh Putih

    Manfaat teh putih untuk kesehatan kulit wajah.Manfaat teh putih untuk kesehatan kulit wajah. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh putih berasal dari pucuk teratas daun teh yang dikeringkan tanpa melalui proses sangrai atau oksidasi. Oleh karena itu, warnanya cenderung putih keperakan. Saat diseduh airnya bening berwarna kuning muda atau pucat.

    Jenis teh ini juga dapat memberikan manfaat pada penurunan berat badan. Teh putih umumnya memiliki kandungan kafein paling sedikit, tetapi banyak mengandung polifenol dan katekin. Senyawa tersebut dapat berpotensi untuk membantu penurunan berat badan.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com