Tag: tekanan

  • Kisaran Harga Satuan Genteng Beton Terbaru 2025


    Jakarta

    Ada banyak jenis genteng yang dijual di pasaran, salah satunya adalah genteng beton. Genteng ini banyak digunakan pada rumah-rumah karena memiliki sejumlah keunggulan.

    Sebagai informasi, bahan dasar genteng beton terbuat dari campuran pasir, semen, air, kapur mill, dan fly ash (limbah dari pembuatan batu bara). Dalam proses pembuatannya, genteng beton diolah dalam proses pemanasan dan ekstrusi tekanan tinggi.

    Genteng beton kerap dipilih masyarakat sebagai atap rumah karena punya daya tahan yang kuat. Dengan begitu, genteng ini lebih tahan lama untuk digunakan selama beberapa tahun mendatang.


    Apabila tertarik menggunakan genteng beton untuk atap rumah, sebaiknya cari tahu dulu kisaran harganya di pasaran. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Harga Genteng Beton Terbaru 2025

    Sebagai informasi, harga genteng beton dapat berbeda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari merek dan kualitas genteng yang dipilih.

    Pada umumnya, genteng beton dijual dalam hitungan per unit (pieces/pcs) dengan ukuran genteng sekitar 33 x 42 cm. Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Selasa (15/7/2025), berikut kisaran harga satuan genteng beton terbaru 2025:

    • Genteng beton flat minimalis: Rp 5.900/pcs
    • Genteng beton flat hitam: Rp 6.000/pcs
    • Genteng beton flat merah: Rp 6.000/pcs
    • Genteng beton flat Monier Exel: Rp 7.000/pcs
    • Genteng beton flat Triple S Multiline: Rp 5.500/pcs
    • Genteng beton flat Mutiara Urat Batu: Rp 6.500/pcs
    • Genteng beton Cisangkan Dual Slate: Rp 10.900/pcs
    • Genteng beton Cisangkan Victoria Slate: Rp 10.900/pcs
    • Genteng beton gelombang/garuda: Rp 4.500/pcs.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng beton yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

    Kelebihan dan Kekurangan Genteng Beton

    Genteng beton memang dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari genteng jenis ini yang perlu diketahui.

    Dalam catatan detikProperti, berikut kelebihan dan kekurangan genteng beton untuk material atap rumah:

    Kelebihan

    • Tahan lama
    • Ramah lingkungan
    • Minim perawatan

    Kekurangan

    • Harganya lebih mahal dari jenis genteng lain
    • Berat
    • Pemasangannya cukup sulit.

    Demikian kisaran harga satuan genteng beton terbaru di 2025 beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Ideal Pasang Toren Air di Atas Rumah? Segini Anjurannya



    Jakarta

    Jika melihat pemandangan rumah-rumah dari atas, biasanya terlihat tabung besar berwarna biru, oren, atau hitam di atapnya. Tabung itu adalah toren air yang fungsinya menampung cadangan air bersih.

    Toren air sering kali dipasang di atas untuk memudahkan air turun mengikuti gaya gravitasi. Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menjelaskan posisi toren tersebut membuat air bisa mengalir tanpa ada pompa pendorong. Air bisa tetap mengalir meski listrik di rumah padam.

    “Sebenarnya lebih ke tekanan air sih. Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras (toren harus di atas). Kadang ada orang yang pengin enggak usah pakai pompa deh, biar kalau mati lampu, airnya tetap bisa ngalir,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lantas, seberapa tinggi toren air perlu dipasang di atas rumah?

    Menurut Mega, ketinggian maksimal toren air adalah 7 meter dari lokasi keran paling bawah. Sementara itu, paling pendek pemasangan toren air adalah 3 meter. Jarak tersebut cukup untuk air turun tanpa pompa pendorong.

    “Jadi kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras, itu memang ada ketentuannya 7 meter dari titik keran. Dia (toren) harus 7 meter itu (terutama) kalau pakai shower. Kalau dia pakai keran biasa, itu 3 meter cukup,” jelasnya.

    Jika pemilik rumah ingin meletakkan toren air sejajar dengan tanah, hal itu masih memungkinkan. Namun, pastikan untuk memasang pompa pendorong.

    “Jadi misalnya kalau udah pakai pompa pendorong, berarti mau ditaruh di ketinggian berapapun, dia akan tetap bisa alir ke dalam rumah,” ungkapnya.

    Selain itu, sekarang toren air ada yang memiliki bukaan di bagian bawah. Model tangki tersebut memerlukan kaki penyangga sehingga tidak langsung bersentuhan dengan permukaan atap atau tanah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak juga Video ‘Waspada! Toren Bisa Jadi Sumber Penyakit’:

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Dinding Rumah Bisa Jebol gegara Hujan Angin, Ini Alasannya


    Jakarta

    Hampir seluruh wilayah di Indonesia akhir-akhir ini diguyur hujan angin. Hal ini bukan fenomena yang biasa karena hujan angin bisa mengancam keselamatan masyarakat dan bangunan.

    Angin tersebut sangat berisiko merusak rumah. Buktinya sudah banyak, salah satunya adalah beberapa dinding rumah dilaporkan jebol akibat hujan angin. Kejadian terbaru ditemukan di Kabupaten Bogor.

    Dilansir dari detikNews, dinding yang jebol tersebut berada di kamar tidur. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bogor dinding rumah itu jebol setelah daerah tersebut diguyur hujan angin dalam durasi yang cukup lama.


    Dari foto yang diterima detikcom, dinding rumah tersebut sudah dibangun dengan bata yang telah diplester dan diaci dengan ketebalan yang wajar. Namun, ternyata konstruksi tersebut tidak dapat selamat dari guyuran hujan angin.

    Kejadian tersebut bisa menjadi pengingat dan alarm bagi masyarakat untuk segera mengecek kondisi dinding di rumahnya. Selain mengecek, masyarakat juga harus mengetahui penyebab dinding bisa jebol setelah diguyur hujan angin.

    Penyebab Dinding Jebol saat Hujan Angin

    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan ada dua penyebab yang menjadi biang kerok utama dinding jebol ketika hujan angin, berikut di antaranya.

    1. Kondisi Dinding yang Tidak Kuat Menahan Tekanan

    Alasan bangunan bisa roboh karena angin memberikan tekanan yang besar. Ketika pembangunannya tidak sesuai standar, kata Wildan, dinding jebol mungkin saja terjadi. Bisa juga dikarenakan bahan perekat dindingnya tidak dibuat dengan benar. Untuk membuat bahan perekat dibutuhkan semen, kapur, pasir, dan air.

    “Karena adukannya juga bisa. Spesi (adukan) kan ada rasio campuran antara pasir dan semen,” kata Wildan kepada detikcom, pada Senin (3/11/2025).

    2. Struktur Dinding Tidak Pakai Angkur

    Widan mengatakan pembangunan dinding yang tidak memakai angkur, yakni elemen pengikat yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara batu bata atau hebel dengan kolom beton bertulang. Angkur bisa memastikan bahwa dinding yang dibangun tersebut akan kuat menahan berbagai tekanan agar tidak mudah ambruk.

    Pembangunan tanpa angkur, kata Wildan, mungkin saja terjadi terutama pada pembangunan rumah yang dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli.

    “Mungkin di daerah belum teredukasi dengan baik, jadi bangun rumah yang penting berdiri,” ujarnya.

    Kondisi struktur dinding yang tidak kuat sebenarnya ada hubungannya dengan pembangunannya yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, ketika ingin membangun rumah sangat disarankan untuk melibatkan tenaga ahli seperti arsitek, ahli sipil, kontraktor, hingga tukang bangunan.

    Wildan memperingatkan agar hati-hati atau sebaiknya pindah sementara dari rumah yang dindingnya sudah jebol. Sebab, satu sisi yang sudah jebol bisa berpengaruh pada dinding yang lain.

    Itulah 2 penyebab dinding rumah ambruk ketika hujan angin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa, Kenali Sebelum Beli!


    Jakarta

    Ban adalah komponen penting dari kendaraan agar dapat bergerak dengan nyaman. Karena faktor usia dan penggunaan, ban akan menipis dan harus diganti dengan yang baru.

    Di toko, detikers akan diberi pilihan apakah ingin menggunakan ban tubeless atau ban biasa. Sebelum beli, ketahui dulu 9 perbedaan ban tubeless dan ban biasa berikut ini, supaya tidak keliru.

    Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa

    Dirangkum dari situs Astra Daihatsu dan Suzuki Aceh, berikut ini perbedaan ban tubeless dan ban biasa, mulai dari bahan baku, komponen, hingga harganya:


    1. Bahan Baku

    Perbedaan ban tubeless dan ban biasa yang pertama adalah dilihat dari bahan baku bannya. Memang kedua jenis ban sama-sama berbahan baku karet.

    Namun pada ban tubeless terdapat lapisan fluid sealant yang mempertahankan kerapatan ban. Fluid sealant berfungsi membuat ban tubeless tidak mudah bocor.

    Sementara ban biasa tidak memiliki lapisan fluid sealant, sehingga membutuhkan ban dalam. Hal inilah yang membuat ban tubeless tidak cepat kehabisan udara jika terkena benda tajam.

    2. Bobot

    Dilihat dari bobot atau beratnya, ban tubeless biasanya lebih berat dari ban biasa. Hal ini disebabkan ban tubeless memiliki desain yang lebih kompleks dan lebih tebal untuk menahan tekanan udara langsung.

    3. Komponen

    Jika dilihat dari komponennya, ban tubeless lebih ringkas karena hanya terdiri dari ban dan velg. Sementara pada ban biasa terdapat beberapa komponen yang harus dipasang, seperti velg, ban dalam, ban luar, flap, dan lock ring.

    4. Daya Tahan

    Daya tahan atau durability juga penting untuk menjadi pertimbangan memilih ban tubeless atau ban biasa. Ban tubeless biasanya cenderung lebih kuat dan kokoh, sehingga cocok untuk melewati berbagai jenis medan jalan.

    Sementara ban biasa dirancang mampu meredam berbagai jenis getaran, karena ban ni mempunyai tambahan bantalan dari dalam.

    5. Tekanan Udara

    Dalam hal pemakaian, pengguna harus memperhatikan tekanan udara ketika mengisi angin. Cek pabrikan ban masing-masing untuk mengetahui besaran tekanan udara yang tepat.

    Namun pada umumnya, tekanan udara ban tubeless berkisar antara 2,2 hingga 2,5 bar. Sedangkan tekanan udara ban biasa berkisar antara 1,8 hingga 2,3 bar

    6. Kenyamanan

    Dalam hal kenyamanan, masing-masing jenis ban memiliki kelebihan dan kekurangan. Ban tubeless lebih terasa enteng saat berkendara, tetapi tidak nyaman dipakai melewati jalanan yang basah dan licin

    Sementara ban biasa mungkin terasa lebih berat, namun ban biasa nyaman dipakai melewati jalanan yang basah dan licin.

    7. Lama Pemakaian

    Lama pemakaian ban bisa berbeda-beda tergantung penggunaannya. Namun ban tubeless cenderung lebih pendek masa pakainya dibandingkan ban biasa.

    Ban tubeless biasanya bisa dipakai hingga sekitar 1,5 tahun, sedangkan ban biasa bisa dipakai sampai 2 tahun

    8. Ketika Ban Bocor

    Hal lain yang membedakan adalah ketika ban bocor. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Ban tubeless ketika bocor biasanya lebih mudah penanganannya, karena cukup menutup lubang dengan cairan anti bocor. Namun jika lubangnya cukup parah, maka tidak semua bengkel bisa memperbaikinya.

    Sementara ban biasa akan langsung bocor ketika tertancap benda tajam. Penanganannya adalah dengan menambalnya menggunakan karet perekat. Ada yang cukup ditempel dan di-press, ada juga yang harus dipanaskan.

    Jika tambalan di ban dalam sudah banyak, maka ban dalam harus diganti baru. Bengkel tambal ban biasa dapat ditemukan di banyak tempat.

    9. Harga

    Perbedaan terakhir adalah terkait harga. Ban tubeless biasanya lebih mahal dari ban biasa, karena memiliki desain lebih kompleks dan teknologi lebih modern.

    Sementara ban biasa cenderung lebih murah. Ban dalam dibeli secara terpisah. Ban biasa cocok bagi konsumen yang ingin berhemat.

    Itulah 9 perbedaan ban tubeless dan ban biasa yang wajib detikers ketahui sebelum membeli. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalian bisa membeli sesuai kebutuhan.

    (bai/row)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Penting! Ini 9 Komponen Mobil yang Perlu Dicek sebelum Trabas Hujan



    Jakarta

    Musim hujan mulai intens di berbagai daerah. Jalanan licin, genangan air, hingga kabut menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi mobil. Karena itu, sebelum mobil dipakai menembus hujan, penting untuk memastikan semua komponennya dalam kondisi prima agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

    9 Komponen Wajib Dicek Sebelum Terabas Hujan

    Dijelaskan Auto2000, berikut sembilan komponen mobil yang wajib dicek sebelum menghadapi cuaca ekstrem:

    1. Ban Mobil

    Pastikan kondisi ban masih layak pakai dan tekanan udaranya sesuai rekomendasi pabrikan. Ban aus bisa memicu aquaplaning alias kehilangan cengkeraman di jalan basah. “Gejala aquaplaning bisa membuat mobil tergelincir, karena itu penting memastikan kondisi ban prima,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.


    2. Sistem Rem

    Periksa kampas rem dan cairan rem agar daya pengereman tetap optimal di jalan licin. Hindari kebocoran atau endapan kotoran di saluran rem.

    3. Wiper dan Washer

    Pastikan karet wiper tidak getas dan tangki washer terisi penuh agar kaca tetap bersih dan visibilitas terjaga.

    4. Lampu Mobil

    Pastikan semua lampu berfungsi, baik depan maupun belakang, untuk meningkatkan visibilitas saat hujan deras.

    5. Karet Pintu dan Jendela

    Periksa kondisi karet agar air tidak masuk ke dalam kabin. Termasuk karet panoramic roof jika ada.

    6. AC Mobil

    AC yang dingin membantu mencegah embun di kaca depan dan menjaga kenyamanan kabin.

    7. Perlengkapan Darurat

    Senter, dongkrak, kunci roda, dan kotak P3K wajib ada di mobil, termasuk ban serep yang siap pakai.

    8. Sistem Kelistrikan

    Cek aki dan sistem listrik, apalagi saat hujan semua fitur seperti lampu dan wiper bekerja bersamaan.

    9. Kaki-kaki Mobil

    Pastikan shock absorber, bushing, dan sistem kemudi tidak bermasalah agar mobil tetap stabil di jalan licin.

    Sebagai tambahan, pengemudi juga perlu menyiapkan payung, sandal plastik, pakaian ganti, dan air minum di mobil. Kalau tak sempat ke bengkel, servis bisa dilakukan lewat THS – Auto2000 Home Service, yang siap datang ke rumah atau kantor untuk perawatan ringan di musim hujan.

    (lua/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Cara Tutup Kap Mesin Mobil yang Benar: Ditekan atau Dibanting?



    Jakarta

    Ada dua cara yang sering dilakukan saat hendak menutup kap mobil. Ada yang ditekan namun ada juga yang dibanting. Mana yang tepat?

    Menutup kap mesin mobil tak bisa sembarangan. Seringkali menutup kap mesin mobil itu dilakukan dengan cara ditekan atau dibanting. Tapi dari kedua cara itu mana yang tepat ya? Mengutip laman Daihatsu Indonesia, menutup kap mobil sebaiknya tidak dengan cara ditekan.

    Mungkin saat menutup kap mobil dengan cara ditekan terlihat tidak merusak ketimbang dibanting. Namun rupanya cara itu tidak tepat. Menutup kap mobil dengan ditekan justru berisiko membuatnya penyok. Hal tersebut dapat terjadi karena pada kap mesin terdapat bagian yang tidak memiliki struktur yang kuat sehingga apabila terkena tekanan terus menerus maka bagian tersebut akan mudah penyok.


    Menekannya dengan perlahan mungkin saja dilajukan tapi, kemungkinan kap mesin jadi tidak terkunci. Kalau begini, cukup membahayakan karena bisa saja kap mobil tiba-tiba terbuka saat berjalan. Hal tersebut bisa terjadi karena pada kap mesin biasanya terdapat pengait atau engsel untuk mengunci bagian kap mesin ketika kap ditutup. Namun, apabila pemilik mobil kurang melakukan pelumasan pada bagian tersebut, maka pengait tidak dapat berfungsi meski kap mesin sudah ditekan.

    Dengan demikian, cara yang tepat untuk menutup kap mesin mobil adalah dengan cara dibanting. Perlu dicatat, saat membanting jangan terlalu keras, terpenting pengait di kap mesin terkunci. Caranya, kamu bisa memposisikan kap mesin kurang lebih 30 cm di atas. Selanjutnya, lepaskan kap mesin mobil secara perlahan hingga tertutup sempurna.

    Angkat sedikit bagian tengah kap mesin mobil untuk memastikan kap sudah tertutup. Jika belum tertutup, kamu bisa mengangkat kap mesin lebih tinggi lagi. Dengan melepaskan kap mesin mobil dari posisi yang lebih tinggi maka gravitasi yang dihasilkan juga lebih tinggi sehingga dapat menutup kap mesin mobil dengan sempurna.

    Nah itu tadi cara menutup kap mesin mobil dengan tepat. Jangan sampai keliru ya!

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Waspada! Ban Mobil Bisa Pecah Gara-gara Cuaca Panas



    Jakarta

    Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Juli dan Agustus 2024. Bagi pengendara mobil disarankan lebih hati-hati. Sebab cuaca panas yang berlebih bisa bikin ban mobil pecah.

    Ya, cuaca panas bisa membuat suhu permukaan jalan meningkat, yang membuat tekanan angin pada ban juga dapat ikut meningkat. Kondisi ini membuat ban berpotensi mengalami overheating, di mana ban bisa memuai, bahkan pecah akibat panas berlebihan. Overheating terjadi karena gesekan antara ban dengan permukaan jalan yang panas terjadi secara terus menerus.

    “Pada dasarnya setiap ban memiliki temperature rating dengan kapasitas menahan panas yang berbeda. Misal, ban dengan temperatur A yaitu grade tertinggi yang dapat menahan panas hingga kecepatan 185 km/jam, sedangkan ban temperatur B bisa tahan panas pada kecepatan 160 km/jam, dan ban temperatur C mampu menahan panas hanya pada kecepatan 135 km/jam. Namun, sebagai pengendara kita tetap perlu melakukan sejumlah antisipasi terhadap musim kemarau, agar ban senantiasa dalam kondisi optimal,” bilang Product Manager dan Regional Sales Hankook Tire Indonesia, Billy Cahyadi, dalam keterangannya.


    Berikut sejumlah tips penting untuk merawat kondisi ban saat cuaca panas:

    1. Pertama, periksa kondisi dan tekanan angin pada ban. Tekanan angin yang sesuai dapat memberikan daya cengkeram maksimal dan kontrol berkendara yang baik, serta mengurangi getaran dan kebisingan dari jalan. Ban yang terlalu kempis dapat mengurangi efisiensi bahan bakar dan meningkatkan risiko pecah ban. Sementara kelebihan tekanan angin dapat mempercepat keausan dan meningkatkan resiko slip. Berikut rekomendasi tekanan angin ban untuk masing-masing jenis kendaraan:

    Mobil MPV: (33-36) Psi

    Mobil City Car: (30-36) Psi

    Mobil Sedan: (30-33) Psi

    Mobil SUV: (35-40) Psi

    2. Kedua, rotasi ban secara berkala untuk memastikan pemakaian merata di semua roda kendaraan. Rotasi ini membantu memperpanjang umur pakai ban dan mengurangi biaya perawatan jangka panjang. Idealnya, lakukan rotasi ban setiap enam bulan atau setiap 10.000 km. Ada sejumlah teknik rotasi ban, mulai dari front wheel drive, yaitu mengganti posisi ban depan secara silang, sedangkan teknik rear wheel drive, yaitu ban belakang pindah ke sisi depan secara silang, sementara all wheel drive, ban depan serta belakang dipindah satu sama lain secara silang.

    3. Ketiga, hindari teknik berkendara yang menyebabkan ban cepat rusak. Pengemudi tidak disarankan melakukan pengereman mendadak dan mengemudi dengan kecepatan tinggi terus menerus dalam waktu lama agar mengurangi risiko overheating yang menyebabkan pecah ban. Disarankan untuk melakukan istirahat (cooling down) secara berkala untuk menurunkan temperatur ban setelah lama bergesekan dengan aspal yang panas. Disarankan istirahat selama setengah jam usai berkendara empat jam berturut-turut, sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.

    4. Keempat, perhatikan muatan yang dibawa. Setiap kendaraan memiliki batas beban maksimal yang direkomendasikan oleh pabrik. Semakin berat beban yang ditanggung ban, semakin besar gesekan ban pada permukaan jalan yang bersuhu tinggi sehingga meningkatkan risiko pecah ban. Usahakan beban terdistribusi merata di seluruh ban, alih-alih terpusat pada satu sisi saja untuk menjaga keamanan dan kinerja ban agar tetap optimal.

    5. Kelima, hindari ‘miss application’. Pastikan ban yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Misalnya, ban yang dirancang untuk jalan aspal tidak seharusnya digunakan di jalan non-aspal. Hal ini dapat mengurangi traksi dan meningkatkan risiko ban ‘spinning’, yang pada akhirnya menyebabkan keausan tidak normal. Begitu juga dengan ban tipe M/T yang dirancang untuk offroad, jika digunakan di jalan aspal atau beton, akan mengalami keausan abnormal. Penggunaan ban yang tidak sesuai ini dapat mengurangi umur serta performa ban secara signifikan.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 8 Penyebab Ban Cepat Botak, Jangan Anggap Sepele Waspada Risikonya!


    Jakarta

    Ban yang cepat botak adalah salah satu masalah umum yang banyak dialami pengendara mobil maupun motor. Meskipun masalah umum, hal ini tidak boleh diabaikan begitu saja.

    Pasalnya, ban botak bisa mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Oleh sebab itu, mengetahui penyebab hal tersebut sangatlah penting.

    Penyebab yang Membuat Ban Cepat Botak

    Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab ban cepat botak, bisa karena dari tekanan angin yang tidak sesuai hingga gaya berkendara yang agresif.


    1. Kurang Angin

    Dikutip dari situs Eastern Shore Toyota, tekanan ban kurang membuat beban yang harus ditanggung ban bertambah. Hal ini juga mengakibatkan luas permukaan ban yang terkena keausan bertambah.

    Kondisi tersebut menyebabkan ban lebih cepat aus dari biasanya. Biasakan juga untuk memeriksa tekanan ban, apalagi saat cuaca berubah.

    Jadi, pastikan untuk memeriksa tekanan ban secara teratur dan mengisinya angin sesuai dengan tingkat yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya.

    2. Kelebihan Beban

    Udara yang ada di dalam ban berperan dalam menopang beban kendaraan. Sama seperti ban yang kekurangan angin, ban yang menahan beban yang jauh lebih besar mengalami tekanan yang lebih tinggi daripada yang dirancang untuknya.

    Menurut laman Bridgestonetire, kekurangan angin dan kelebihan beban bas menyebabkan keausan telapak ban berkurang. Dalam situasi ekstrem, ban juga bisa rusak atau sering disebut sebagai “ban meledak”.

    3. Suka Mengabaikan Perawatan

    Mengabaikan perawatan ban masuk dalam daftar penyebab ban cepat botak. Penting untuk diketahui, bahwa perawatan ban yang tepat akan membantu pengemudi lebih waspada ketika ban mulai aus.

    Jika diabaikan, hal ini bisa meningkatkan risiko mengemudi dengan ban yang kurang angin, tidak seimbang, atau tidak sejajar. Pada akhirnya, hal ini bisa mengakibatkan mengemudi dengan ban gundul.

    4. Kebiasaan Mengemudi yang Buruk

    kebiasaan mengemudi menjadi salah satu penyebab ban cepat botak.

    Kebiasaan buruk tersebut seperti suka menambah atau mengurangi kecepatan, cenderung mengemudi dengan balap, atau berbelok tajam pada kecepatan tinggi.

    Mengemudi secara agresif akan membuat tekanan berlebih pada ban. Hal tersebut bisa menyebabkannya aus lebih cepat.

    Jadi, usahakan untuk mempertahankan kecepatan tetap ketika mengemudi.

    5. Tidak Melakukan Rotasi Ban dengan Baik

    Kegagalan rotasi ban atau tidak melakukan rotasi ban sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya, berisiko membuat ban cepat aus sebelum waktunya. Umumnya, pabrik pembuat ban merekomendasikan rotasi ban setiap 5.000-6.000 mil.

    Rotasi ban berperan dalam mendistribusikan berat kendaraan secara merata, dan mencegah menanggung beban lebih banyak daripada area lainnya.

    Mengabaikan rotasi ban bisa mengakibatkan penerapan gaya yang tidak merata pada ban. Hal ini menyebabkan ban botak sejak dini.

    Selalu pastikan melakukan rotasi ban sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan pabrik pembuat.Tujuaan untuk menjaga performa dan keawetan ban yang optimal.

    6. Salah Pilih Ban

    Memilih ukuran atau jenis ban yang salah termasuk hal yang menyebabkan cepat ban gundul.

    Di beberapa kasus, salah pilih di kendaraan tertentu baik sengaja maupun tidak sengaja bisa menyebabkan keausan ban dini.

    Oleh sebab itu, penting untuk memastikan ban punya ukuran dan jenis yang tepat untuk kendaraan kamu.

    Kalau kamu tidak yakin terkait ukuran atau jenis ban, kamu bisa konsultasikan dengan profesional perbaikan otomotif. Mereka akan bisa membantu kamu memilih ban yang tepat berdasarkan model dan merek kendaraan.

    7. Ban Tidak Sejajar

    Jika ban tidak sejajar akan membuatnya cenderung menarik ke arah yang berbeda (daripada meluncur dengan mulus di jalan).

    Apabila kendaraan terasa seperti tertarik ke satu sisi atau tidak melaju lurus, kemungkinan besar roda kendaraan tidak sejajar.

    8. Ban Tidak Seimbang

    Sering kali, ban dan roda punya area yang agak berat atau ringan. Menyeimbangkan rakitan ban/roda akan melibatkan penggunaan mesin yang memberi tahu teknis dalam menambahkan beban di tempat tertentu.

    Tujuannya agar di semua bagian berat ban/roda sama. Jika keseimbangan ini tidak dilakukan, ban mungkin tidak aus secara merata.

    Bahkan, pengemudi mungkin merasakan getaran saat kecepatan yang lebih tinggi.

    Risiko Ban Botak

    Mengemudi dengan ban gundul atau botak bisa mengakibatkan hilangnya kendali kendaraan. Berikut adalah bahaya atau risiko mengemudi dengan ban botak:

    • Rem yang buruk.
    • Ban botak lebih mudah bocor.
    • Kehilangan kendali dan hydroplaning.

    Utamanya, alasan kenapa ban botak harus diganti adalah untuk memberi keselamatan saat berkendara dan membuat berkendara lebih aman serta nyaman.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Penyebab Aki Mobil Meledak, Pengguna Wajib Hati-hati


    Jakarta

    Aki adalah salah satu komponen yang vital dalam mobil. Saat tidak terawat, aki bisa mengganggu kerja mobil dan berisiko meledak.

    Hal ini disebabkan karena aki adalah salah satu komponen kelistrikan yang menghasilkan energi reaksi kimia dan salah satu outputnya berupa gas hidrogen. Lantas, apa saja penyebab aki mobil meledak?

    5 Penyebab Aki Mobil Meledak

    Aki mobil yang meledak bisa disebabkan adanya sentuhan antar-pelat, kotornya kutub-kutub aki dan kabel motor, hingga tersumbatnya lubang vent plug battery. Begini penjelasannya.


    1. Sentuhan Antar Plat

    Faktor internal yang bisa memicu adanya percikan api adalah sentuhan antar-pelat. Menurut Technical Support Department Head PT GS Battery, Atmahadi Widodo, kepada detikOto, bertambahnya usia pakai aki, serta larutan asam semakin berkurang dan pelat tidak lagi terendam menyebabkan pelat melengkung.

    Sehingga, ketika kunci start diputar, permintaan tenaga listrik yang besar untuk menggerakkan motor start menyebabkan pelat bengkok menjadi lentur. Hal ini kemungkinan akan membuatnya bersentuhan dengan pelat lain, sehingga menimbulkan percikan api.

    2. Kutub-kutub Aki dan Kabel Kotor

    Selain faktor dari dalam, faktor eksternal yang menyebabkan aki mobil meledak saat menyalakan mobil adalah saat kutub-kutub aki dan kabel kotor. Sehingga, kotoran tersebut menghambat jalannya arus listrik dan menyebabkan loncatan bunga api.

    3. Kebiasaan Menjumper yang Kurang Tepat

    Kebiasaan men-jumper yang kurang tepat menjadi salah satu hal riskan membuat aki meledak. Banyak pengendara yang salah kaprah dengan memasang kabel jumper ke aki yang bagus, lalu menyambungkan ke aki yang lemah. Padahal hal ini bisa menyebabkan timbulnya percikan api.

    4. Tersumbatnya Lubang Vent Plug Battery

    Penyebab lainnya yaitu lubang vent plug battery yang tersumbat. Lubang tersebut bertindak sebagai safety valve ketika tekanan dalam aki meningkat karena terbentuk uap air akibat proses hidrolisis saat proses charging berlangsung. Apabila vent plug dalam kondisi yang kotor, maka potensi tersumbatnya vent plug semakin besar.

    5. Aki Dibiarkan Kering

    Banyak yang mempercayai bahwa aki bisa meledak jika dibiarkan kering. Menurut laman Suzuki, pada faktanya hal ini bisa terjadi. Sehingga pengguna mobil harus melakukan pengisian ulang air aki. Namun, jangan sampai melebihi kapasitas yang dianjurkan.

    Tips Mencegah Aki Meledak

    Setelah mengetahui beberapa penyebab aki meledak, ketahui tips pencegahannya. Apa saja?

    1. Cek dan bersihkan aki secara teratur
    2. Biasakan untuk memasang kabel jumper pada aki yang lemah sebelum disambungkan ke aki yang bagus.
    3. Berikan perhatian lebih untuk memeriksa kebocoran elektrolit, korosi konektor, keretakan pada tutup atau kotak aki dan kerenggangan pada komponen aki

    Itulah berbagai penyebab aki mobil meledak dan tips pencegahannya. Perlu diketahui bahwa pemeriksaan secara rutin bisa mempengaruhi usia dan kinerja aki. Semoga informasi ini membantumu.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Cara Mengatasi Kunci Kontak Motor Tidak Berfungsi, Tak Perlu Panik


    Jakarta

    Ketika kunci kontak motor tiba-tiba tidak berfungsi, hal ini tentu jadi masalah yang merepotkan. Apalagi kalau motor mau dipakai dan buru-buru.

    Jika berfungsi normal, saat kunci diputar di slotnya, satu set pemutar pada kunci kontak dipaksa masuk ke pengaturan tertentu. Hal inilah yang memungkinkan kunci berputar.

    Lalu, bagaimana jika kunci kontak motor tidak bisa diputar? Simak cara mengatasinya di bawah ini.


    Cara Mengatasi Kunci Kontak Motor Tidak Berfungsi

    Dilansir dari laman Wahana Honda, berikut adalah langkah-langkah untuk mengatasi kunci motor yang tidak bisa diputar (tidak berfungsi):

    1. Tekanan Kunci dan Setir

    Tekan kunci motor dan putar setir ke kiri dan kanan. Cara ini dilakukan untuk mencari celah agar kunci bisa bergerak. Jangan lupa untuk putar kunci dengan sekuat tenaga ya.

    2. Lakukan Pelumasan

    Melumasi silinder kunci bisa dilakukan dengan menyemprotnya pakai cairan pembersih kontak elektrik. Ini adalah cara untuk membersihkannya dari partikel kotoran.

    Dilansir laman Fast Keys, berikut adalah cara untuk mengatasi kunci kontak tidak berfungsi:

    • Semprotkan pelumas ke dalam kunci.
    • Bersihkan sisa pelumas yang bocor.
    • Masukkan kunci dan putar.
    • Ketika proses ini dilakukan, putarlah kunci sekuat-kuatnya sambil menggoyangkan setirnya.

    3. Membersihkan Secara Rutin

    Masalah kontak kunci motor tidak berfungsi bisa jadi karena tidak dirawat atau di servis. Oleh karena itu,rawatlah semua komponen motor agar bisa berfungsi dan tahan lama.

    Kamu bisa menyemprotkan denga silicone spray atau cairan, untuk menghindari kemungkinan kunci motor yang tidak bisa diputar.

    4. Ganti Kontak Kunci

    Ketika cara-cara mengatasi kunci kontak di atas tidak berhasil, mungkin masalahnya ada pada kuncinya sendiri yang rusak. Masalah ini bisa diatasi dengan menggantinya.

    Penyebab Kunci Kontak Motor Tidak Berfungsi

    • Ada partikel kotoran yang menumpuk.
    • Ada karat pada bagian kontak kunci.
    • Kunci motor yang bengkok.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com