Tag: teknik pernapasan

  • Latihan Pernapasan untuk Atlet: Kunci Daya Tahan Maksimal

    Jakarta

    Saat berolahraga, atlet membutuhkan kekuatan dan daya tahan yang maksimal. Salah satu kunci untuk mendapatkannya yaitu dengan latihan pernapasan.

    Tak hanya menjaga kekuatan dan kebugaran tubuh, latihan pernapasan juga dapat membantu atlet lebih tenang, lebih fokus pada tujuan utama, hingga meningkatkan performa.

    Pada artikel kali ini, detikSport telah mengulas beberapa teknik latihan pernapasan yang benar, sehingga dapat membantu atlet berolahraga lebih lama dan fokus. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.


    Box Breathing

    Salah satu teknik yang terbukti efektif dalam meningkatkan daya tahan tubuh atlet adalah box breathing. Mengutip dari Jurnal Asosiasi Dosen PkM Indonesia, box breathing merupakan metode pernapasan yang melibatkan pola bernapas berirama untuk menurunkan respons stres tubuh. Teknik ini dinilai mampu meningkatkan fokus dan menurunkan kadar hormon kortisol.

    Untuk melakukan box breathing, detikers dapat menarik napas perlahan selama 4 detik, lalu tahan napas selama 4 detik, kemudian hembuskan napas perlahan selama 4 detik, dan tahan lagi selama 4 detik. Teknik tersebut dilakukan secara berulang-ulang.

    5-Finger Breathing

    5-finger breathing atau pernapasan 5 jari merupakan metode pernapasan yang menggabungkan pernapasan dan gerakan melacak jari. Mengutip dari Cleveland Clinic, pernapasan 5 jari membantu otak melepaskan endorfin sehingga mendapatkan relaksasi secara mendalam.

    5-finger breathing dapat dilakukan dengan teknik berikut:

    • Ulurkan tangan kanan dengan jari-jari yang terentang.
    • Letakkan jari telunjuk kiri di pangkal ibu jari kanan.
    • Tarik napas sambil menelusuri ibu jari dengan jari telunjuk.
    • Buang napas sambil menelusuri sisi ibu jari yang berlawanan,
    • Ulangi gerakan pada setiap jari hingga selesai menelusuri semuanya.

    Mengubah Rasio Inhale dan Exhale

    Teknik mengubah rasio inhale dan exhale dapat membantu detikers menenangkan diri, terutama saat stres.

    Teknik ini dapat dilakukan dengan mengubah rasio tarik-keluar napas agar lebih panjang. Detikers dapat menarik napas selama 4 hitungan, lalu menghembuskan napas selama 8 hitungan, dan diulangi terus-menerus hingga merasa rileks.

    Breath Focus

    Breath focus atau fokus napas merupakan salah satu teknik relaksasi yang cukup mudah dilakukan.

    Mengutip dari Harvard Health Publishing, berikut tata cara melakukan breath breathing yang benar:

    • Carilah tempat yang nyaman dan tenang untuk duduk atau berbaring
    • Fokus pada perbedaan bernapas normal bernapas dalam.
    • Tarik napas normal, kemudian coba bernapas dalam dan perlahan.
    • Hembuskan napas melalui mulut atau hidung.
    • Tarik napas normal dan dalam secara bergantian beberapa kali.
    • Fokus bagaimana perasaan detikers saat menarik dan menghembuskan napas normal dan bernapas dalam.

    Pernapasan Perut

    Teknik relaksasi berikutnya yang efektif untuk meningkatkan ketahanan saat olahraga yaitu pernapasan perut.

    Pernapasan perut dilakukan sebagai berikut:

    • Letakkan satu tangan di dada dan satu tangan di perut, tepatnya di atas pusar.
    • Tarik napas melalui hidung, lalu rasakan perut mengembang dan dada relatif diam.
    • Buang napas melalui mulut, lalu gunakan otot perut untuk mendorong udara keluar di akhir napas.
    • Ulangi teknik ini hingga merasa rileks.

    Modifikasi Lion’s Breath

    Lion’s breath atau napas singa yang dimodifikasi dapat membuat tubuh lebih rileks. detikers dapat menarik napas dalam-dalam melalui hidung, lalu isi perut dengan udara. Saat tidak bisa lagi menarik napas, buka mulut selebar mungkin dan hembuskan napas sambil mengeluarkan suara “HA”.

    Itulah beberapa teknik napas yang dapat membantu atlet lebih tahan lama dan fokus saat berolahraga. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Apa Itu Pilates yang Masuk Porsi Latihan Cristiano Ronaldo?

    Jakarta

    Pilates merupakan bagian dari porsi latihan pesepakbola Cristiano Ronaldo. Pilates penting pula bagi rider-rider MotoGP. Apa itu Pilates? Apa saja manfaatnya? Yuk Simak.

    Cristiano Ronaldo, Emiliano Martinez, dan Pilates

    Lahir di Portugal 5 Februari 1985, usia Cristiano Ronaldo saat ini sudah genap 40 tahun. Bagi pesepakbola, terbilang jarang yang masih aktif seperti CR7 di usianya tersebut.

    Namun, sejauh ini Ronaldo bukan cuma masih aktif bermain di level klub bersama Al Nassr dan di Timnas Portugal, tapi juga masih terus mengukir beragam pencapaian.


    Salah satu kunci dari panjangnya karier Cristiano Ronaldo itu adalah kerja kerasnya dalam menjaga fisik. Ia bukan cuma dikenal sebagai salah satu pemain yang rutin datang duluan di sesi latihan tim, tapi juga punya porsi ekstra.

    Dalam beragam postingan di media sosialnya, Ronaldo acapkali memamerkan latihan-latihan ekstra yang ia lakukan secara khusus pada saat jeda kompetisi.

    Semasa Ronaldo membela Juventus, Joaquin Maroto dari AS pernah menyebut bahwa Cristiano Ronaldo memiliki program latihan sendiri dalam sepekan. Di antaranya lima sesi nge-gym, renang, dan pilates.

    Olahraga gym dan renang boleh jadi lebih familiar. Tapi pilates?

    Eits, jangan salah. Bukan cuma Cristiano Ronaldo pesepakbola yang rutin melakukan pilates. Simak penuturan Emiliano Martinez, kiper Timnas Argentina yang kini main di Aston Villa.

    “Saya menjalankan rutinitas yang sama: Saya memastikan saya melakukan pilates dan yoga dua hari sebelumnya, saya berdoa sebelum pertandingan dan mengadakan pertemuan dengan psikolog,” ujar Martinez medio 2024 lalu.

    Ucapan itu dilontarkan pesepakbola 32 tahun tersebut ketika ditanya soal rutinitas yang dilakukannya sehingga bisa tetap tenang dan siap-siaga di bawah mistar tawang, khususnya jika laga harus dituntaskan lewat adu penalti.

    Pilates di MotoGP

    Bukan cuma di dunia sepakbola, pilates juga penting bagi para rider MotoGP. VR46 Master Camp, dalam sebuah aktivitas di tahun 2017, diketahui menjadikan pilates sebagai salah satu menu latihan.

    Faktanya, situs resmi MotoGP menyebut bahwa Pilates memang menjadi salah satu aspek penting dalam proses recovery penangkal cedera bagi para rider.

    “Recovery penting untuk menjaga kondisi, kembali bugar usai cedera, dan juga mencegah potensi cedera,” demikian situs MotoGP, dilanjutkan poin demi poin pendukung recovery termasuk, “latihan Yoga dan Pilates.”

    Apa itu Pilates?

    Pada dasarnya pilates adalah metode olahraga untuk melatih fisik, berfokus pada rehabilitasi, dan penguatan tubuh.

    Pilates didasarkan pada enam prinsip utama: Centering, Control, Arus, Nafas, Precision, dan Konsentrasi. Prinsip-prinsip ini menekankan pentingnya kualitas latihan daripada kuantitas, sehingga setiap gerakan dilakukan dengan tepat dan efektif.

    Latihan pilates dilakukan agar tercipta harmonisasi tubuh dan pikiran. Termasuk di dalamnya adalah teknik pernapasan, latihan keseimbangan, latihan mengontrol gerakan dan kekuatan otot, postur tubuh, dan pemusatan konsentrasi.

    Dengan ciri utama penggunaan gerakan ringan dan berulang, pilates relatif tidak membebani atau mencederai persendian. Gerakan juga dilakukan di lantai, bertumpu pada satu kaki pada satu waktu, tanpa tekanan besar pada otot dan sendi.

    Manfaat Pilates

    Bagi atlet, salah satu manfaat pilates adalah usaha meningkatkan keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Teknik pernapasan pilates juga bisa mendukung kebugaran selama kompetisi.

    Selain itu, gerakan-gerakan dalam pilates yang melibatkan peregangan otot-otot tubuh dan persendian juga diyakini membantu meningkatkan fleksibilitas, memungkinkan tubuh bergerak lebih bebas, dan mengurangi risiko cedera.

    Bagi pesepakbola seperti Cristiano Ronaldo, yang sudah tidak lagi muda, pilates memberikan manfaat-manfaat semacam itu. Apalagi Ronaldo juga dikenal terbilang jarang cedera panjang.

    Latihan pilates yang melibatkan pengaturan napas dan konsentrasi, juga bisa mengasah fokus. Hal ini pula yang disebut Emiliano Martinez ikut membantunya saat mengawal gawang di pertandingan sepakbola.

    (krs/raw)



    Sumber : sport.detik.com

  • Baru Mau Mulai Lari? Ini Cara Tepat agar Nggak Cepat Lelah dan Cedera!

    Jakarta

    Bagi pemula, cedera dan kelelahan masih sering dirasakan, bahkan pada beberapa menit pertama lari. Napas terengah-engah hingga nyeri otot seringkali mengganggu aktivitas lari.

    Nah, bagi detikers yang baru mulai menekuni olahraga lari, berikut beberapa cara mulai olahraga lari untuk pemula terutama agar tidak mudah lelah dan cedera. Yuk, disimak sampai selesai!

    5 Cara Berlari agar Tidak Cepat Lelah dan Cedera

    Terdapat beberapa cara yang bisa detikers lakukan untuk terhindar dari cedera dan lelah yang terlalu cepat pada saat melakukan aktivitas lari. Berikut uraiannya.


    1. Memeriksa Kondisi Kesehatan Sebelum Berlari

    Persiapan sebelum berlari menjadi aspek terpenting agar manfaat yang dirasakan lebih optimal. Salah satu persiapan yang harus detikers lakukan yaitu memeriksa kondisi kesehatan terlebih dahulu.

    Dalam hal ini, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli seperti tenaga medis ataupun dokter, terutama bagi detikers yang sudah berusia di atas 40 tahun dan memiliki riwayat penyakit bawaan.

    Dengan mengetahui kondisi medis, detikers dapat mengatur durasi, intensitas lari, hingga elevasi medan lari menyesuaikan dengan kesehatan.

    2. Pemanasan Sebelum Berlari

    Pemanasan sangat penting dilakukan sebelum memulai berbagai aktivitas olahraga, termasuk lari. Pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan otot sebelum melakukan kegiatan yang cukup berat. Otot akan terasa lebih kaku dan mudah untuk terkena cedera jika detikers tidak memulai lari dengan pemanasan.

    Sebelum mulai berlari, pemanasan dapat dilakukan dengan lari-lari kecil dengan kisaran waktu 10-15 menit. Selanjutnya, detikers dapat melakukan peregangan dinamis pada kaki.

    3. Mendapatkan Nutrisi yang Memadai

    Nutrisi diperlukan bagi tubuh untuk melaksanakan berbagai proses metabolisme untuk menghasilkan energi. Salah satu energi yang digunakan dalam berlari yaitu glikogen, bentuk sederhana dari karbohidrat.

    Jika kekurangan glikogen, detikers akan cepat merasa lelah meskipun kesehatan dalam kondisi baik. Oleh karenanya, dibutuhkan sumber energi dari makanan yang kaya akan nutrisi, seperti karbohidrat, protein, dan mineral.

    Sebelum berlari, pastikan perut dalam keadaan terisi agar kadar gula darah tetap stabil dan tidak menimbulkan kelelahan yang cepat.

    woman runner hold her injured leg on roadAwas cedera saat berolahraga lagi! Foto: Getty Images/iStockphoto/lzf

    4. Memantau Intensitas Lari

    Ketika berlari, detikers perlu memantau intensitas lari dan menentukan detak jantung dengan menggunakan skala RPE dan MHR.

    Rate of Perceived Exertion atau Skala RPE merupakan skala yang digunakan untuk mengukur seberapa keras kamu berlari. Sementara MHR (Max Heart Rate) adalah jumlah detak jantung selama berlari.

    Pengukuran ini diperlukan untuk menjaga daya tahan dan mengatur kecepatan detikers saat berlari.

    5. Mengatur Pernapasan Saat Berlari

    Mengatur pernapasan saat berlari dapat menjaga daya tahan detikers. Dengan begitu, seiring meningkatnya daya tahan, durasi berlari juga bisa dibuat lebih lama tanpa takut merasa lelah dengan cepat.

    Salah satu metode pernapasan yang dapat diikuti yaitu dengan menggunakan pola 1:2. Di setiap dua langkah, detikers dapat langsung mengambil satu tarikan napas. Namun pola ini dapat disesuaikan dengan ritme dan kemampuan detikers.

    Itulah beberapa cara atau tips cara mulai olahraga lari untuk pemula yang bisa detikers lakukan, khususnya untuk menghindari cedera dan mudah lelah saat mulai melakukan aktivitas tersebut. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com