Tag: Teknologi Blockchain

  • Kini Aset Crypto Dapat Dijadikan Pinjaman Berbunga Tinggi

    Melakukan peminjaman di bank konvensional tentunya hal yang lumrah, namun bagaimana jika melakukan pinjaman aset kripto? Tentunya hal yang baru bukan? Kehadiran fitur DeFi (Decentralized Finance) yang dibangun di atas teknologi blockchain membuat siapa saja dapat meminjamkan aset kriptonya. Saat ini proses pinjam meminjam bitcoin ini dikenal sebagai crypto lending

    Sebelum membahas keuntungan dan tips melakukan pinjaman aset kripto, ada baiknya mengenali terlebih dahulu perbandingan pinjaman kripto dan bank konvensional. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

    Perbandingan Pinjaman Bitcoin dan Bank Konvensional di Indonesia

    Saat melakukan peminjaman dana di bank konvensional tentunya Anda dihadapkan dengan beragam persyaratan administrasi yang cukup merepotkan. Seperti memberikan dokumen berupa KTP, NPWP, slip gaji, dan juga buku tabungan.

    Selain itu, tidak semua orang bisa mendapatkan akses untuk melakukan pinjaman di bank, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melakukan pinjaman di bank. Jika Anda memiliki catatan hutang dengan dengan skor kredit yang buruk, besar kemungkinan pinjaman yang dilakukan tidak akan berhasil.

    Proses peminjaman di bank membutuhkan waktu yang terbilang cukup lama. Sistem keuangan bank konvensional yang bekerja secara sentralisasi atau terpusat, menyebabkan ketidakefisienan dan tingkat pengamanannya kurang. Pasalnya, tidak adanya evolusi teknologi oleh lembaga keuangan dapat meningkatkan resiko transaksi dapat diretas.

    Berbanding dengan pinjaman kripto, Anda hanya perlu menyetujui beberapa persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Seperti terdaftar dalam platform crypto lending, memberikan aset kripto sebagai jaminan, dan menetapkan jangka waktu pinjaman. Proses pinjaman hanya memerlukan waktu beberapa menit saja, sehingga lebih cepat dibandingkan bank konvensional.

    Sistem keuangannya bekerja tanpa otoritas pusat, karena data disimpan di antara berbagai node dalam jaringan, sehingga sangat amat. Selain itu, proses peminjamannya sangat efisien dan transparan kepada seluruh penggunanya. 

    Keuntungan Pinjaman Kripto

    Pinjaman kripto atau lebih dikenal dengan crypto lending memiliki sejumlah keuntungan, diantaranya sebagai berikut:

    Di dalam crypto lending, Anda memiliki potensi besar untuk mendapatkan kembali lebih banyak aset kripto dari jumlah aset yang Anda pinjamkan. Dengan demikian, Anda dapat memiliki penghasilan pasif yang bagus. 

    Terlebih lagi, apabila dibanding dengan Anda hanya melakukan HODLing, Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan bunga yang tentunya jauh lebih menarik.

    • Mengurangi Dampak Volatilitas Pasar

    Memberikan pinjaman aset kripto berupa stablecoin, akan menciptakan solusi baru bagi Anda dan semua pemilik aset kripto. Perlu diketahui mengenai stablecoin, merupakan jenis berupa aset kripto yang dirancang untuk menjaga nilai yang sama dengan mata uang fiat tertentu.

    Melalui pemberian pinjaman berupa stablecoin, Anda dapat menumbuhkan aset Anda tanpa risiko variasi yang biasanya Anda miliki dengan aset kripto.

    Tips Melakukan Pinjaman Kripto

    Berikut tips sebelum  Anda melakukan pinjaman kripto:

    • Menggali Informasi Sedalam-dalamnya

    Tentunya sebelum Anda terjun ke dalam crypto lending, langkah paling bijak adalah dengan mencari tahu cara kerjanya dan platform apa yang paling cocok dengan kebutuhan Anda.

    Selain itu, hal yang penting lainnya. Anda sangat perlu mencari tahu platform crypto lending yang terpercaya, agar semaksimal mungkin Anda dapat terhindar dari kecurangan ataupun pencurian.

    • Mengetahui Standar yang Dimiliki Platform Crypto Lending

    Tentunya untuk melakukan pinjaman Anda akan menjumpai syarat dan ketentuan yang berlaku. Tentu menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami dengan baik. 

    Anda juga perlu memastikan kapan  waktunya Anda akan mendapatkan kembali aset kripto Anda, serta seberapa besar bunga yang akan Anda dapatkan dari pinjaman tersebut. 

    Anda juga harus menyiapkan strategi maupun rencana cadangan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya seperti peminjam tidak dapat membayar Anda. Sebaiknya anda memastikan dengan benar bahwa platform atau smart contract yang digunakan dapat mengembalikan aset kripto Anda.

    Baik melalui jaminan aset maupun asuransi yang sebelumnya telah disiapkan oleh peminjam.

    Sangat menarik bukan? Dengan melakukan pinjaman bitcoin yang merupakan aset kripto, Anda berpeluang mendapatkan lebih banyak aset kripto dari jumlah aset yang Anda pinjamkan. Untuk memulai pinjaman aset kripto, Anda perlu platform terpercaya seperti Tokocrypto. 

    Tidak perlu khawatir, Tokocrypto terdaftar secara legal dan tersertifikasi ISO 27001. Tunggu apa lagi? Yuk, gabung dan memulai investasi di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Kecanggihan dan Manfaat Blockchain Layer 2

    Dewasa kini sudah banyak industri yang telah menggunakan blockchain sebagai solusi teknis untuk masalah mereka. Beberapa dari solusi ini telah berhasil, sementara yang lain telah menghadapi beberapa keterbatasan asli blockchain.

    Skala adalah masalah besar, dengan blockchain root seperti Ethereum hanya dapat memproses 15-20 transaksi per detik yang sederhana. Ada masalah lain juga, termasuk biaya gas fee yang tinggi dan privasi yang dipertanyakan. 

    Jadi bagaimana menerapkan solusi blockchain untuk skala, privasi, dan efektivitas biaya tanpa mengorbankan desentralisasi? Di situlah teknologi blockchain Layer 2 masuk.

    Ilustrasi blockchain layer 2.

    Ilustrasi blockchain layer 2. Foto: matob.web.id

    Apa itu Teknologi Blockchain Layer 2?

    Teknologi blockchain Layer 2 sering disebut sebagai solusi “off-chain”. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kapasitas transaksi blockchain sambil mempertahankan manfaat desentralisasi dari protokol terdistribusi. Memecahkan masalah skalabilitas akan secara signifikan membantu adopsi arus utama blockchain.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 9 Februari 2022: Pasar Kripto Mulai Bullish?

    Untuk membangun ekosistem blockchain yang baik, kita memerlukan beberapa hal dalam arsitektur untuk menyeimbangkan kebutuhan keamanan, desentralisasi, dan skalabilitas. Sistem teknologi blockchain Layer 2 adalah sistem yang menghubungkan Ethereum, dan mengandalkannya sebagai lapisan dasar keamanan dan finalitas.

    Cara Kerja Teknologi Blockchain Layer 2

    Platform dan protokol lapisan 2 dari blockchain ini memproses data dengan cara yang mengurangi beban yang biasanya ditanggung oleh lapisan dasar (chain root). Dengan memindahkan transaksi dari chain utama ke platform lapisan 2, jaringan blockchain dapat menangani throughput transaksi yang jauh lebih tinggi.

    Jika blockchain layer 1 diibaratkan seperti jalan tol, maka blockchain layer 2 ini sepeti jalan tol layang yang berdiri terpisah, sehingga dapat meningkatkan dan mempercepatkan kendaraan yang berjalan bersamaan.

    blockchain memimpin globalisasi

    Ilustrasi blockchain layer 2.

    Perbedaan Blockchain Layer 1 dan Layer 2

    Jaringan Blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum menghadapi keterbatasan penskalaan yang melekat. Ethereum memproses sekitar 15-20 transaksi/detik dibandingkan dengan Paypal dan Visa dengan masing-masing beberapa ratus transaksi/detik dan beberapa ribu transaksi/detik.

    Mengapa arsitektur blockchain ini tertinggal dalam pemrosesan?

    Ketika transaksi terjadi, harus ada konsensus global di seluruh jaringan yang terdesentralisasi. Semua node di jaringan menyimpan salinan lengkap transaksi untuk memvalidasi transaksi di jaringan. Ini dirancang untuk memecahkan masalah pengeluaran ganda tanpa bergantung pada perantara.

    Jaringan Blockchain dapat berfungsi sebagai lapisan 1 (yaitu lapisan dasar) dari ekosistem web yang terdesentralisasi. Tujuan akhirnya adalah untuk ‘mendesentralisasikan kembali’ infrastruktur, protokol, aplikasi, dan berbagai lapisan web di seluruh dunia.

    Baca juga: Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Solusinya berjenjang. Lapisan 1 berfungsi sebagai lapisan keamanan yang menahan transaksi data dengan cara yang tidak dapat diubah, diamankan secara kriptografis tanpa otoritas pusat. Elizabeth Starks dari Lightning Labs mengacu pada blockchain sebagai “lapisan dasar untuk Internet yang terdesentralisasi.”

    Layer 2 memungkinkan kamu untuk secara besar-besaran mengurangi pemrosesan data di blockchain dengan menjalankan komputasi di luar blockchain. Blockchain dasar masih akan menjadi arbiter ketika ada perselisihan.

    Manfaat utama dari blockchain layer 2 adalah meminimalkan jumlah penyimpanan data pada lapisan dasar. Mengambil transaksi dari lapisan dasar, sementara masih terikat padanya, akan membebaskan sumber daya pemrosesan untuk melakukan hal-hal lain sambil tetap mendapatkan manfaat keamanan dan desentralisasi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ekosistem Teknologi Blockchain Bisa Atasi Perubahan Iklim

    Apakah kamu tahu jika teknologi blockchain memiliki potensi yang besar dan telah lama menarik perhatian global. Baru-baru ini, dapat kita amati jika beberapa tahun terakhir ada beberapa industri yang mulai mengadopsi teknologi ini.

    Industri tersebut mulai dari otomotif, pertanian, perbankan, keuangan, asuransi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi sektor lainnya. Banyak negara juga memiliki optimisme yang tinggi mengenai teknologi yang mendasari cryptocurrency ini. 

    Tujuan akhir dari adanya teknologi ini ialah untuk memungkinkan informasi digital dapat direkam dan didistribusikan tanpa bisa diedit. Selain itu, para ahli juga percaya jika teknologi blockchain mampu mengatasi perubahan iklim.

    Bisakah Blockchain Melawan Iklim?

    Saat ini, krisis iklim sedang begitu hangat diperbincangkan. Hal ini karena lebih banyak diskusi mengenai bagaimana menghentikan atau mengurangi masalah yang saat ini sedang berlangsung.

    Namun, saat ini diskusi tersebut sudah mulai berubah menjadi produk teknologi baru yang muncul dengan perannya masing-masing. Terutama dalam beberapa tahun belakangan ini, Konvensi Kerangka Kerja PBB (UNFCCC) mengenai Perubahan Iklim mulai menyoroti betapa pentingnya teknologi blockchain dalam mengatasinya.

    manfaat blockchain

    Ilustrasi teknologi blockchain.

    Baca juga: Jadikan Hari Valentine Lebih Seru dengan Hadiah NFT Ini!

    Organisasi tersebut mempercayai bahwa teknologi blockchain dapat membantu mengatasi perubahan iklim secara global. Menurut secretariat UNFCCC, efektivitas biaya, transparansi, dan keuntungan efisiensi akan mengarah pada integrasi pemangku kepentingan dalam skala yang lebih besar.

    Selain itu, adanya peningkatan penciptaan barang publik global saat ini akan dilihat sebagai suatu potensi manfaat utama. Hal ini juga tetap menjadi beberapa kasus penggunaan yang tidak terlewat dari rincian sekretariat UNFCCC.

    Teknologi besar yang telah terdesentralisasi memiliki potensi yang tinggi dalam membantu mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) dengan menyusun pendekatan konvensional. Hal ini akan membantu menopang pembangunan dengan memanfaatkan potensial dari teknologi tersebut.

    Khususnya, pada tahun lalu kita telah melihat sendiri bagaimana beberapa negara telah berpindah haluan ke teknologi terbaru dalam melawan krisis iklim. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi plastik dengan tujuan akhirnya adalah mengurangi emisi karbon.

    Sejak awal tahun ini, dapat kita amati jika penambangan Bitcoin menjadi sebuah aktivitas yang banyak diminati masyarakat. Baik itu dalam maupun luar cryosphere, yang saat ini menjadi topik pembahasan.

    Pada dasarnya memang faktor tersebut telah memaksa beberapa media global utama untuk berbicara mengenai daya yang dikonsumsi BTC begitu tinggi, disertai dengan emisi karbon. 

    Ilustrasi penambang kripto

    Ilustrasi penambang kripto.

    Baca juga: ChainFlowers, Seni Merangkai Bunga Secara Digital

    Saat ini para ahli di cryosphere sedang mendiskusikan pro dan kontra mengenai mining Bitcoin ini. Para ahli juga telah membandingkan emisi karbon dengan produksi dengan limbah dari energi global.

    Dari perbandingan tersebut ditemukan, jika konsumsi energi mining Bitcoin tidak begitu berdampak pada perubahan iklim. Perlu digaris bawahi bahwa pemrosesan logam seperti emas, perak, dan baya akan lebih menghabiskan banyak uang, sumber daya, dan energi.

    Smart Contract Bisa Jadi Cara Lawan Perubahan Iklim

    Menurut petugas pemasaran di Chainlink Labs, Adelyn mengatakan di balik banyaknya individu yang sukarela mengubah kebiasaan mereka untuk melawan perubahan iklim, perubahan konsumsi global memang dibutuhkan.

    Meskipun pergeseran seperti itu pada dasarnya dibutuhkan untuk mendorong perubahan perilaku berikutnya. Khususnya, pada smart contract yang dijalankan dengan otomatis melalui kombinasi blockchain dan jaringan oracle, dan memiliki potensi untuk mengoptimasi sistem intensif.

    Perlu Anda ketahui jika kampanye dunia hijau dari Universitas Cornell bekerja untuk memperkenalkan smart contract yang saat ini menggunakan satelit. Meskipun begitu, pada akhirnya sistem meregenerasi bidang tanah dengan meningkatkan kualitas pohon, memperbaiki kualitas tanah, dan menerapkan praktik restoratif pertanian lainnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini 3 Kartu Pokemon Termahal. Mau Koleksi Juga? Baca Ini!

    Siapa yang di sini penyuka Pokemon? Tahukah Anda, Shadowless Charizard cetakan pertama resmi menjadi kartu Pokemon termahal saat ini. Pada Februari 2021 lalu, TGC atau trading card game dari universe Pokemon tersebut berhasil terjual dengan harga yang tak biasa, sekitar US$300.000. Cek berikut apa saja kartu Pokemon termahal yang sudah pernah terjual.

    Daftar Kartu Pokemon Termahal Hingga Saat Ini

    Berikut kami hadirkan 3 kartu pokemon termahal yang ada dunia.

    1. First-Edition Shadowless Charizard Holo (sekitar US$ 300.000)

    Kartu pokemon ini menjadi mahal karena ia memiliki hologram yang dapat bersinar dan berkilau. Kartu ini pun tersedia dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan kartu yang lainnya. Istimewanya lagi kartu ini merupakan cetakan pertama tanpa bayangan.

     2. No. 2 Trainer Promo Card (US$ 200.000)

    Kartu pokemon No.2 Trainer Promo Card merupakan salah satu kartu pokemon yang cukup langka. Untuk Gold Card-nya sendiri bisa diperkirakan bernilai sekitar US$200.000!

    3. #4 Kangaskhan – Parent/Child Promo Card ($133,000)

    Kartu #4 Kangaskhan – Parent/Child Promo Card merupakan salah satu kartu paling bergengsi dunia. Banyak orang yang memperebutkan kartu ini. Setidaknya saat ini kartu unik ini di harga sekitar US$133.000

    Tak hanya itu, kartu pokemon termahal datang juga dari koleksi yang sudah di-NFT-kan. Sebut saja koleksi dari Logan Paul yang berhasil mengumpulkan uang hingga US$504.990 dari total penjualan koleksinya. 

    Koleksi Kartu Pokemon Digital

    Koleksi Kartu Pokemon DigitalDunia sudah berubah dan teknologi terus berkembang. Hal-hal yang dulu dilakukan secara manual, kini menjadi lebih praktis dengan format digital. Salah satunya adalah aktivitas mengoleksi kartu Pokemon. Dulu, untuk mengumpulkan kartu Pokemon, Anda harus membeli fisik kartu. Namun, kini kartu-kartu tersebut hadir dalam format digital, lho!

    Lalu, apa bedanya kartu berformat digital dengan file gambar yang bisa diunduh di internet secara gratis? 

    Kartu Pokemon digital tersebut lebih dari sekadar file gambar karena telah terhubung dengan sistem NFT atau Non-Fungible Token. Dengan pengadopsian NFT, kartu Pokemon memiliki sertifikat autentikasi khusus yang sulit untuk dipalsukan. Katakanlah Anda memiliki satu kartu Bulbasaur first edition yang telah mengadopsi mekanisme NFT, maka yang bisa dikatakan sebagai pemilik kartu tersebut di dunia ini hanyalah Anda seorang. Kecuali jika ada kartu Bulbasaur first edition lain yang didaftarkan sebagai NFT.  

    Awal Mula Perkembangan NFT Kartu Pokemon

    Perkembangan kartu koleksi kartu Pokemon termahal sebagai aset NFT tentu tidak terjadi begitu saja. Transformasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Faktor pertama adalah naiknya minat untuk mengoleksi kartu Pokemon itu sendiri.

    Data dari eBay menunjukkan bahwa transaksi jual beli TGC meningkat hingga 142% pada 2020. Artinya, ada lebih dari 4 juta kartu koleksi yang terjual di platform jual-beli tersebut. Pokemon sendiri menjadi TGC terlaris dengan peningkatan hingga 574% yang kemudian diikuti kartu koleksi basket dan bisbol.

    Faktor kedua adalah industri blockchain yang semakin ramai. Teknologi blockchain memungkinkan para kolektor dapat “mengamankan” koleksi kartu mereka. Melalui NFT, mereka bisa melekatkan nomor seri yang sulit ditiru dan dipalsukan pada tiap kartu. Adanya NFT berfungsi sebagai semacam sertifikat yang memastikan keaslian sekaligus kepemilikan kartu koleksi digital.

    Baca Juga: Sotheby’s Siap Merambah Menjadi Rumah Lelang Seni NFT

    Kesuksesan Kartu Pokemon Termahal Sebagai NFT

    Box Break NFT - Logan

    Photo Credit: Logan Paul Status on Twitter

    Kombinasi antara popularitas kartu Pokemon dengan teknologi NFT berhasil dibuktikan oleh Logan Paul. Paul yang merupakan seorang influencer dan YouTuber asal Amerika Serikat melakukan minting pada koleksi kartunya di bulan Februari 2021 lalu. Kartu Pokemon hasil minting tersebut kemudian dilelang sebagai NFT.

    Lelang yang merupakan kolaborasi Paul dengan Bondly Finance tersebut menawarkan kartu Pokemon Booster Pack edisi pertama. Tiap NFT pada koleksi yang dikeluarkan oleh Wizards of the Coast ini memiliki tingkat kelangkaannya masing-masing. Beberapa bahkan tergolong sebagai kartu Pokemon termahal yang sangat sulit untuk didapatkan.

    Mulai Koleksi Kartu Pokemon NFT

    Bagi Anda yang memang tertarik untuk mengoleksi kartu Pokemon NFT, tak harus repot-repot mengumpulkan kartu fisiknya dan melakukan minting sendiri. Pasalnya, kini sudah tersedia layanan yang memang menyediakan kartu Pokemon NFT untuk dikumpulkan dan dikoleksi. Anda bahkan bisa menjadikan kartu koleksi tersebut sebagai aset investasi digital.

    Layanan tersebut bisa Anda temukan di OpenSea. Hingga artikel ini ditulis, OpenSea sebagai NFT marketplace menawarkan 60 jenis kartu Pokemon NFT seperti Snivy, Pansage, Virizion, Lilligant, dan Gensect. Untuk harganya sendiri, seluruh kartu ditawarkan dengan harga awal 0,1 ETH.

    Selain OpenSea, Anda juga bisa mulai berburu kartu Pokemon NFT melalui Digible. Situs yang satu ini memang mengkhususkan diri untuk menyediakan platform NFT khusus barang-barang koleksi. Jenis kartu Pokemon yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari Pokemon Jungle 1st Edition hingga Pokemon Gym Heroes 1st Edition.

    Penerapan mekanisme NFT yang didukung blockchain terbukti mampu meningkatkan nilai kartu Pokemon. Bukan hanya itu, kartu Pokemon NFT juga lebih terjamin karena autentikasinya bisa langsung dipastikan ketika Anda membelinya.

    Ingin mulai terjun di dunia NFT atau ingin mengoleksi kartu Pokemon termahal seperti Logan Paul? Anda bisa mulai dari TokoMall. Di TokoMall, Anda bisa menemukan NFT edisi terbatas eksklusif dari brand dan artist Indonesia pilihan. Yuk, dapatkan koleksi NFT pertama Anda melalui TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 3 Top Cryptocurrency yang Performanya Stabil di 2020

    Cryptocurrency atau mata uang kripto saat ini telah menjadi salah satu investasi yang menjanjikan. Mata uang ini juga tengah berkembang pesat sebagai alternatif transaksi non tunai, contohnya remitansi dan pengiriman uang antar negara. Sebagai instrumen investasi, cryptocurrency sangat diminati karena harganya yang tinggi. Apalagi kini di Indonesia regulasi mata uang digital telah diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

    Dalam Peraturan Bappebti No. 5 tahun 2019, aset mata uang digital diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Dengan adanya regulasi tersebut cryptocurrency telah memiliki payung hukum yang jelas. Jadi Anda tidak perlu ragu dengan keamanan dalam berinvestasi mata uang digital. Terlebih lagi, dalam masa pandemi ini investasi mata uang digital dianggap sebagai investasi yang tidak goyah dibandingkan investasi lainnya seperti emas. Apa saja top cryptocurrency yang menjadi “primadona” selama masa pandemi? Mari kita simak ulasannya di bawah ini.

    Ketahanan Cryptocurrency Sebagai Digital Asset yang Modern

    Digital asset merupakan suatu barang atau benda dalam sistem elektronik yang memiliki nilai yang dapat dimiliki dan dapat dikuasai oleh perseorangan maupun badan hukum. Digital asset merupakan suatu bentuk inovasi dari konsep aset yang awalnya hanya terdapat dalam dunia riil namun kini telah berkembang dalam dunia siber. Kepemilikannya pun tercatat secara digital dan dikendalikan langsung oleh pemiliknya.

    Sebagai digital asset, cryptocurrency tidak hanya digunakan sebagai alat pengiriman uang atau remitansi tetapi juga sebagai komoditas dalam berinvestasi dengan cepat dan mudah karena menggunakan sistem kriptografi. 

    Kendati harganya kerap menurun cryptocurrency dinilai tetap bisa menjadi digital asset yang prospektif. Menurut Sumardi selaku CEO salah satu perusahaan cryptocurrency di Indonesia, walaupun harganya sedang mengalami penurunan, investasi mata uang kripto akan terus berkembang seiring mulai gencarnya penggunaan teknologi blockchain. Ia menambahkan harga mata uang kripto di masa yang akan datang akan lebih dipengaruhi oleh isu-isu seputar perkembang teknologi karena fokus pasar kini lebih tertuju pada pemanfaatan blockchain. Memiliki pandangan senada, Christoper Tahir selaku co-founder Cryptowatch berpendapat bahwa meskipun harga mata uang kripto mengalami tren penurunan, jumlah pengguna wallet mata uang kripto terus bertambah. 

    Performa Cryptocurrency Saat Pandemi 

    Di tengah pandemi Covid-19, mata uang kripto menunjukkan kinerja positif dibandingkan instrumen investasi lainnya. Oscar Darmawan, CEO salah satu perusahaan cryptocurrency di Indonesia, mengatakan bahwa performa mata uang kripto di tengah pandemi bisa membantu mendorong kembali bangkitnya perekonomian. Ia juga mengatakan Bitcoin dan emas adalah investasi yang paling diburu karena dianggap sebagai investasi paling aman. Di masa pandemi, keduanya menunjukkan performa yang mengagumkan dibanding investasi lainnya yang melemah karena Covid-19. Hal tersebut yang menarik minat para investor untuk memiliki keduanya sebagai upaya mengamankan harta kekayaan dari ancaman resesi global. Oscar menambahkan, Bitcoin dan emas memiliki sisi yang sama karena komoditas ini tidak mempan diterpa krisis global seperti wabah Covid-19. Yang dapat mempengaruhi harga kedua investasi tersebut hanya faktor pasokan dan permintaan.

    Top Cryptocurrency yang Performanya Stabil di 2020

    Ada banyak mata uang kripto yang terdaftar saat ini. Namun, tidak semuanya memiliki performa seperti tiga mata uang kripto ini. Berikut tiga deretan top cryptocurrency yang performanya paling stabil dan paling digemari di 2020.

    Sebagai pelopor di dunia mata uang digital, tidak heran jika popularitas Bitcoin masih menempati urutan pertama dan paling digemari masyarakat. Sebagai aset kripto paling tua, komunitas penggunanya pun relatif paling banyak di antara mata uang digital lainnya. Selain itu, Bitcoin juga mudah dicari dan selalu tersedia di bursa. Terlebih lagi kini perusahaan raksasa seperti Microsoft dan Bloomberg menerima Bitcoin sebagai opsi alat pembayaran. Para analis juga memperkirakan harga Bitcoin akan terus mengalami peningkatan signifikan hingga pasca pandemi. 

    Posisi selanjutnya ditempati oleh Ethereum. Lebih dari sekadar mata uang digital, Ethereum juga merupakan platform berbasis blockchain untuk mengembangkan aplikasi yang terdesentralisasi. Ethereum juga menawarkan Initial Coin Offerings (ICOs) sebagai alternatif pembiayaan proyek-proyek blockchain lainnya. Ethereum juga memilki keunggulan yaitu waktu yang diperlukan dalam satu transaksi beberapa detik lebih cepat dibanding Bitcoin.

    Dibandingkan kedua “kakak”-nya yang telah disebutkan di atas, Ripple memiliki karakteristik yang lebih unik karena ia hanya berfokus pada penyelesaian masalah yang berkaitan pada satu industri saja, yaitu sebagai alat transfer pembayaran internasional. Keistimewaan Ripple yang lain yaitu waktu transaksi yang jauh lebih cepat dibandingkan Bitcoin dan Ethereum. Dalam satu transaksi internasional, Ripple hanya butuh waktu penyelesaian beberapa detik saja. Di tahun 2020 ini, Ripple juga mengalami lonjakan dan tercatat semakin banyak perusahaan yang menggunakan layanan Ripple.

    Dengan keunggulan utamanya yang tidak mudah goyah saat masa pandemi, top cryptocurrency tersebut dapat Anda jadikan investasi hingga masa mendatang. Segera kunjungi Tokocrypto dan temukan mata uang digital impian Anda. Salam to the moon!

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Kelebihan dan Kekurangan Blockchain yang Wajib Kamu Tahu!

    Blockchain saat ini menjadi sorotan, seiring maraknya masyarakat yang terjun di investasi aset kripto. Blockchain pada dasarnya adalah buku besar digital yang datanya tidak dapat diganti atau diubah, dapat menyimpan dan memastikan validasi transaksi yang aman, transparan dan cepat.

    Di masa depan, blockchain bisa memainkan peran penting di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan akan menciptakan potensi yang besar. Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan.

    Teknologi blockchain memberikan banyak sekali keuntungan bagi banyak industri. Akan tetapi, sifat desentralisasi ini juga membawa beberapa kekurangan, apa saja? Simak keuntungan dan kekurangan blockchain yang dikutip berbagai sumber.

    Kelebihan Blockchain

    1. Data Terdistribusi dengan Baik

    Data dalam blockchain dapat disimpan dalam ribuan perangkat dalam node jaringan yang tersebar, sistem dan datanya sangatlah kuat terhadap kegagalan teknis dan serangan siber. Setiap node jaringan dapat mereplika dan menyimpan sebuah salinan database tersebut, dan dikarenakan hal ini tidak ada sebuah titik lemah untuk masalah jaringan offline, sehingga mengganggu ketersediaan atau keamanan jaringan.

    Sedangkan, saat ini banyak database konvensional yang bergantung kepada sebuah atau beberapa server. Hal tersebut sangat rentan terhadap masalah teknis dan serangan siber.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    2. Pertukaran Data yang Stabil dan Aman

    Sebuah data sudah dimasukkan ke dalam sistem blockchain, sangat susah untuk dihilangkan atau diubah. Hal ini membuat blockchain menjadi sebuah teknologi yang sangat baik untuk menyimpan riwayat finansial atau data lain.

    Transaksi data finansial bisa audit, jika dibutuhkan, karena setiap perubahan dapat terlacak dan secara permanen disimpan dalam sebuah buku kas terdistribusi dan dapat diakses oleh publik.

    Baca juga: Daftar Token Kripto yang Menarik di Dunia Metaverse

    Sebagai contoh, sebuah bisnis dapat menggunakan teknologi blockchain untuk mencegah tindakan penipuan dari karyawan. Dalam skenario ini, blockchain dapat menyediakan sebuah riwayat untuk semua transaksi finansial yang aman dan stabil yang terjadi dalam perusahaan itu. Ini membuat sangat sulit untuk karyawan untuk menyembunyikan transaksi mencurigakan.

    3. Mudahkan transfer data

    Dalam kebanyakan sistem pembayaran tradisional, transaksi tidak hanya bergantung dengan kedua pihak yang bertransaksi, akan tetapi juga melibatkan pihak ketiga, seperti bank, perusahaan kartu kredit, atau penyedia layanan.

    Pada saat menggunakan teknologi blockchain, hal tersebut tidak lagi diperlukan, dikarenakan jaringan node yang tersebar digunakan untuk memverifikasi transaksi tersebut melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penambangan atau mining.

    Alasan tersebut, membuat blockchain sering disebut sebagai sebuah sistem “tanpa asas percaya”. Maka dari itu, sistem blockchain menghilangkan resiko untuk mempercayai sebuah organisasi dan juga mengurangi biaya secara keseluruhan dan biaya transaksi dengan meniadakan orang tengah dan pihak ketiga.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Kekurangan Blockchain

    1. Sulit Modifikasi Data

    Satu kelemahan dari blockchain adalah setelah data ditambahkan ke dalam sistem, sangatlah sulit untuk diubah. Walaupun stabilitas adalah salah satu kelebihan dari blockchain, ini tidaklah selalu baik. Mengubah data atau kode blockchain biasanya seringkali membutuhkan sebuah hard fork, di mana satu rantai ditinggalkan, dan beralih menggunakan rantai yang baru.

    2. Butuh Kunci Pribadi

    Teknologi blockchain menggunakan cryptography public-key (kunci publik) atau asimetrik untuk memberikan pengguna sebuah kepemilikan dari unit mata uang digital atau data lainnya. Artinya, setiap akun blockchain atau alamat akan memiliki dua buah kunci yang sesuai: Sebuah kunci publik (yang dapat dibagikan) dan sebuah kunci pribadi (harus dirahasiakan).

    Pengguna akan membutuhkan kunci pribadi untuk mengakses dana mereka. Jika seorang pengguna kehilangan kunci pribadi mereka, secara otomatis uang tersebut hilang, dan tidak ada yang dapat melakukan apa-apa mengenai hal itu.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

    3. Inefisiensi

    Teknologi blockchain, terutama yang menggunakan Proof of Work, sangatlah tidak efisien. Dikarenakan penambangan sangat kompetitif dan hanya ada satu pemenang setiap sepuluh menitnya, maka pekerjaan setiap penambang lainnya akan jadi sia-sia.

    Penambang akan selalu mencoba untuk meningkatkan tenaga komputasi mereka, sehingga bisa dapat peluang untung yang lebih besar untuk menemukan sebuah hash blok yang valid. Sumber daya untuk penambangan yang digunakan juga akan meningkat secara pesat dan mengkonsumsi lebih banyak energi.

    4. Butuh Penyimpanan yang Besar

    Buku kas blockchain dapat berkembang menjadi sangat besar seiring waktu. Misalnya, Blockchain Bitcoin sekarang ini membutuhkan sekitar 200GB tempat penyimpanan. Rasio perkembangan ukuran blockchain terlihat, seperti lebih cepat dibandingkan perkembangan harddisk. Ada pula risiko kehilangan data dan transfer yang lambat, jika buku kas menjadi terlalu besar untuk seorang individu mengunduh dan menyimpannya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokenisasi Jadi Tren Baru di Sektor Keuangan


    Jakarta

    Adopsi teknologi blockchain yang semakin pesat di sektor keuangan mendorong pengembangan tokenisasi aset oleh pelaku industri, tidak hanya fintech tetapi juga institusi keuangan tradisional. Tokenisasi, yang merupakan proses mengkonversi aset fisik atau riil menjadi aset digital melalui jaringan blockchain, menciptakan apa yang kemudian disebut sebagai tokenisasi aset dunia nyata (Real World Asset/RWA).

    Meskipun masih dalam tahap awal, tokenisasi RWA semakin menarik perhatian institusi keuangan karena menawarkan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan likuiditas, sekaligus mendorong inklusi keuangan dan pendalaman pasar keuangan (financial deepening).

    Tigran Adhiwirya, co-CEO D3 Labs mengatakan, tokenisasi bukan gimmick semata, melainkan membawa nilai tambah nyata bagi industri keuangan, khususnya dalam aspek likuiditas dan inklusivitas. Tigran melihat sektor tokenisasi di Indonesia dapat menjadi yang terdepan di kawasan Asia Tenggara dan menjadi salah satu motor penting bagi ekonomi nasional


    “Dengan minat pasar yang tinggi terhadap solusi dari tokenisasi dan juga dukungan dari regulator terhadap blockchain melalui pelaksanaan regulatory sandbox (ruang uji coba), membuat potensi pengembangan tokenisasi di Indonesia masih sangat besar,” kata Tigran, di Jakarta, Kamis (21/11/2024).

    Salah satu contoh implementasi tokenisasi di Indonesia adalah kolaborasi BTN bersama D3 Labs dalam mengembangkan produk tokenisasi aset properti pertama di Indonesia. Melalui skema Dana Investasi Real Estat (DIRE) berbasis teknologi blockchain, BTN sudah mempersiapkan tokenisasi aset properti.

    Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management BTN menjelaskan implementasi tokenisasi di sektor properti bisa berdampak pada kontribusi industri yang lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mencontohkan bagaimana tokenisasi RWA dapat mendukung pendanaan program strategis pemerintah seperti target membangun tiga juta rumah per tahun, karena memungkinkan likuiditas yang tinggi.

    “Sebagai banker, pendanaan bisa kita dapatkan, antara lain dari third party fund, time deposit, dan current account, yang pertumbuhannya rata-rata paling tinggi di kisaran 10-12 persen per tahun. Karena itu, diperlukan pendanaan dari instrumen pasar seperti Mortgage Backed Securities (MBS) atau DIRE. Lewat tokenisasi, perluasan akses ke instrumen seperti MBS bisa dilakukan sehingga mendukung pendalaman pasar (financial deepening),” kata Setiyo dalam salah satu sesi diskusi di Indonesia Blockchain Week 2024.

    Tidak hanya Properti, asset lain berupa emas juga dapat menjadi salah salah satu aset riil lain yang bisa ditokenisasi. Dengan adanya tokenisasi diperkirakan bakal mempermudah masyarakat dalam memiliki aset emas.

    “Permintaan terhadap emas itu tinggi, untuk itu tokenisasi menjadi penting karena dapat membuat prosesnya lebih mudah, efisien, dan juga lebih likuid,” kata Teguh Wahyono, Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian.

    Selain memudahkan masyarakat dalam hal membeli dan menyimpan emas, tokenisasi juga memungkinkan perusahaan untuk menjangkau pasar lebih luas. “Karena dipecah lewat tokenisasi, denominasi bisa lebih kecil. Suatu produk yang nilainya milyaran bisa dipecah-pecah menjadi lebih kecil, sehingga dapat lebih terjangkau oleh masyarakat. Untuk saat ini (tokenisasi) kami masih siapkan, berkoordinasi dengan OJK,” tambah Teguh.

    Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK menjelaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan regulasi untuk memastikan kemajuan blockchain di Indonesia, termasuk tokenisasi. Kedepan menurutnya, teknologi ini akan mewarnai semua ranah kehidupan.

    “Kita butuh layanan yang cepat, efisien, dan transparan, dan (ini) terjawab dengan teknologi blockchain. Tokenisasi, khususnya, akan meningkatkan likuiditas dan inklusivitas karena investor bisa membeli dalam jumlah kecil karena aset sudah bisa dipecah. Tantangan kedepan adalah bagaimana meningkatkan literasi keuangan digital. Kolaborasi dan kerja sama jadi kunci,” ungkap Djoko.

    Kini, ada sekitar 18,5 juta orang Indonesia atau 6,7% dari populasi yang memiliki aset digital, melampaui investor saham yang berjumlah lebih dari 6 juta investor. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi perkembangan tokenisasi di Indonesia.

    (rrd/rir)



    Sumber : finance.detik.com

  • Blockchain hingga Kripto Terus Berkembang di RI, Ini Tantangannya


    Jakarta

    Teknologi blockchain saat ini terus berkembang. Tak cuma dari sisi bitcoin dan kripto namun ada juga Web3 yang memiliki potensi tantangan di Indonesia.

    Founder BlockDevId dan CTO INDODAX William Sutanto mengatakan, pentingnya pemberdayaan developer lokal agar implementasi Web3 bisa berjalan dengan baik di Indonesia.

    “Sebagai Founder BlockDevId, saya melihat Indonesia Hacker House ini sebagai wadah penting untuk mendorong adopsi dan pengembangan teknologi blockchain di Indonesia. Fokus utama kita adalah memberdayakan para developer lokal dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun solusi inovatif di atas blockchain,” kata dia dalam siaran pers, Rabu (12/2/2025).


    William mengatakan, orang Indonesia selama ini semakin meminati Web3. Para developer-developer lokal juga memiliki talenta-talenta yang bisa menembus level internasional.

    “Minat terus tumbuh. Ada beberapa project Web3 dari Indonesia juga yang sudah berhasil memenangkan hackathon berskala global di luar negeri. Ini adalah indikasi yang jelas bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta muda yang siap untuk terjun ke dunia Web3,” jelasnya.

    William mengomentari bahwa Indonesia memiliki regulasi yang terus dibuat secara positif. OJK sebagai regulator yang mengawasi industri kripto juga sudah membuka program Regulatory Sandbox dimana project-project Web3 juga bisa bisa berpartisipasi di dalamnya.

    “Regulasi yang belum jelas memang dapat menjadi hambatan. Namun, saya percaya pemerintah semakin menyadari potensi besar dari industri ini. Terlihat dari keterlibatan pemerintah yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Ditambah lagi dengan adanya program Regulatory Sandbox OJK untuk menaungi project web3 di Indonesia,” ujar dia.

    Sementara itu Head of Ecosystem Manta Network Shubham mengatakan bahwa salah satu cara untuk menarik lebih banyak developer ke industri Web3 adalah dengan meningkatkan edukasi di tingkat universitas. Kemudian, juga menyediakan program onboarding bagi developer Web2 agar mereka bisa bertransisi ke Web3.

    “Selain itu, penyelenggaraan hackathon, workshop, serta mentorship dengan pelaku industri juga dapat membantu meningkatkan minat dan pemahaman para developer terhadap teknologi blockchain. Walaupun membutuhkan waktu, dengan dedikasi dan dukungan dari berbagai pihak, adopsi Web3 di kalangan developer dapat berkembang lebih luas,” katanya.

    Kepala Program Studi Informatika, Universitas Pembangunan Jaya Ida Nurhaida mengungkapkan, Indonesia Hacker House bukan hanya sekadar acara. Tetapi sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk memberdayakan, menginspirasi, dan membentuk ekosistem developer Web3 yang solid di Indonesia.

    “Sebagai salah satu program unggulan yang melibatkan Prodi Informatika Universitas Pembangunan Jaya, acara ini mencerminkan komitmen kami dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar dia.

    Melalui kurikulum yang inovatif dengan kompetensi AI dan Cyber Security, kolaborasi dengan institusi dalam dan luar negeri, mitra industri ternama seperti BlockDevId dan Manta Network, serta fasilitas pembelajaran berbasis praktek, Prodi Informatika UPJ terus bertransformasi menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan teknologi di Indonesia.

    “Kami percaya, teknologi blockchain dan Web3 adalah masa depan. Dengan menghadirkan Indonesia Hacker House, kami tidak hanya mendukung pengembangan talenta muda Indonesia tetapi juga memperkuat peran Prodi Informatika UPJ sebagai motor penggerak dalam menciptakan solusi digital yang berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.

    Membahas hal ini, komunitas developer blockchain Indonesia BlockDevId bersama Manta Network dan UPJ Bintaro menyelenggarakan acara Indonesia Hacker House pada 9-18 Februari 2025.

    Web3 adalah generasi ketiga dari teknologi web yang berfokus pada desentralisasi, keamanan, dan privasi pengguna. Teknologi ini bertujuan untuk mengatasi berbagai kekurangan yang ada pada Web 2.0, seperti kontrol sentralisasi dan kerentanan terhadap serangan siber.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Literasi Kripto Digenjot demi Kerek Jumlah Investor, Begini Caranya


    Jakarta

    Asosiasi Pedagang Aset Kripto indonesia dan Asosiasi Blockchain (Aspakrindo-ABI) dan PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menggaet lebih dari 300 peserta edukasi dan literasi aset kripto pada gelaran Bulan Literasi Kripto (BLK) 2025 bertema Bijak Berinvestasi: Bangun Masa Depan Sejak Dini yang digelar pada Februari lalu.

    General Counsel PINTU sekaligus Sekretaris Jenderal Aspakrindo-ABI, Malikulkusno Utomo (Dimas) mengungkapkan, BLK aset kripto menjadi ajang penting bagi asosiasi sebagai bentuk kontribusi kepada pedagang.

    “Kontribusi para pedagang kripto pada kegiatan ini menunjukkan komitmennya untuk terus memperluas edukasi dan literasi tentang aset kripto serta teknologi blockchain. Pada BLK 2025, PINTU menggelar beberapa kegiatan edukasi secara offline bersama komunitas,” kata Dimas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/3/2025).


    Dalam BLK tahun ini, PINTU menyelenggarakan berbagai kompetisi Goes to Campus yang bekerja sama dengan ICP Hub Indonesia untuk mengedukasi ihwal kripto, blockchain, smart-contract, dan Web3 di Politeknik Negeri Jakarta, hingga diskusi bersama developers blockchain.

    “Ketiga kegiatan BLK 2025 ini disambut positif oleh para peserta dengan total peserta yang hadir lebih dari 300 orang. Ini menandakan minat investasi pada aset kripto semakin tinggi dan masyarakat juga semakin memahami pentingnya kegiatan edukasi dan literasi untuk memperkuat pemahaman mengenai ekosistem aset kripto di tengah tren peningkatan jumlah investor kripto dalam negeri,” ungkap Dimas.

    Dalam laporan Chainalysis The 2024 Global Adoption Index yang mengukur peringkat 151 negara tentang adopsi aset kripto, Indonesia berada di posisi ketiga setelah Nigeria dan India. Data Chainalysis juga sejalan dengan data pertumbuhan investor kripto di Indonesia yang menurut Otoritas Jasa Keuangan per akhir 2024 mencapai lebih dari 22 juta investor.

    “Di samping mendorong peningkatan edukasi dan literasi, kami juga terus melakukan inovasi di berbagai produk dan fitur untuk memberikan sarana investasi kripto yang mudah dan aman untuk investor pemula hingga trader pro. Selain itu, kami juga mengingatkan pentingnya menggunakan platform investasi kripto yang telah terdaftar dan diawasi resmi di Indonesia,” tutup Dimas.

    Lihat juga Video: Trump Tunjuk Eks Kepala Paypal Jadi Pimpinan AI-Kripto Gedung Putih

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Rekam Jejak Timothy Ronald, Influencer yang Terseret Kasus Kripto


    Jakarta

    Nama influencer Timothy Ronald muncul dalam laporan dugaan penipuan terkait aktivitas trading kripto. Pengaduan tersebut dilayangkan sehubungan dengan transaksi aset digital yang disebut telah menimbulkan kerugian bagi sejumlah pihak.

    Pelapor berinisial Y menyampaikan bahwa para korban sebagian besar berasal dari kelompok usia 18 hingga 27 tahun dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah. Para korban mengaku sempat dijanjikan imbal hasil ratusan persen dari investasi kripto, namun justru berakhir dengan kerugian.

    Timothy bukanlah nama asing di jagat kripto Indonesia yang dikenal luas sebagai influencer dan pegiat trading aset digital. Lewat berbagai konten edukasi, kelas dan komunitas yang ia kelola, Timothy membangun citra sebagai sosok yang aktif mempopulerkan investasi kripto.


    Dalam catatan detikcom, Timothy Ronald mulai menyelami dunia investasi sejak usianya menginjak 15 tahun. Terinspirasi oleh legenda investasi seperti Warren Buffett dan buku-buku fundamental seperti ‘The Intelligent Investor’ karya Benjamin Graham serta ‘Security Analysis’, ia mempelajari setiap seluk-beluk pasar modal.

    “Investasi bukan sekadar tentang mencari keuntungan, tapi kita juga harus memahami bagaimana cara kerja bisnis yang sebenarnya,” ungkap Timothy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/1/2026).

    Berjualan pomade dan sedotan adalah caranya bisa memiliki modal awal berinvestasi di pasar modal. Di usia 19 tahun, pria kelahiran 22 September tahun 2000 itu mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi finansial dengan misi meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.

    Melihat perkembangan pesat teknologi blockchain dan aset kripto, Timothy juga mendirikan Akademi Crypto. Platform ini berfokus pada pengajaran teknologi blockchain dan investasi kripto kepada generasi muda.

    Dilansir dari laman Linkedin pribadinya, Timothy pernah menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan antara lain owner di Ternak Uang, CEO di Akademi Crypto, Commissioner di Holywings Group dan Co-Owner di FLOQ.

    Saat ini, Timothy aktif membagikan konten seputar investasi di platform YouTube pribadinya @TimothyRonald. Ia berpartner dengan rekannya sesama trader, Kalimasada, yang juga terseret dalam laporan tersebut.

    Tonton juga video “Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Kripto, Kerugian Capai Rp 3 M”

    (ily/hns)



    Sumber : finance.detik.com