Tag: teknologi pendidikan

  • Aplikasi AI yang Permudah Tugas Kuliah Mahasiswa dan Dosen


    Jakarta

    Pemanfaatan layanan aplikasi digital akan mempermudah tugas mahasiswa, begitu juga dosen, di era yang serba teknologi seperti saat ini. Penggunaan teknologi memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan efisien.

    Sejumlah aplikasi kecerdasan buatan generatif (generative AI atau GenAI) buat mahasiswa dan dosen dirangkum Kemendikbudristek dalam Panduan Penggunaan GenAI pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi seperti dikutip dari detikEdu, Rabu (23/7/2025).

    Salah satu tim ahli penyusun panduan memakai generative AI di kampus tersebut, Pauline Pannen, mengatakan pihaknya terbuka atas aplikasi dan tools AI yang dapat memudahkan pembelajaran mahasiswa dan dosen.


    Ia berharap, daftar tools yang digunakan bisa bertambah ke depannya dengan penggunaan secara positif mengikuti etika dan panduan penggunaan yang dijelaskan dalam panduan resmi Kemendikbudristek.

    “Kita berikan contoh cukup banyak: kalau mau mengubah teks, bikin summary, bikin soal, bikin macam-macam pakai GenAI, kita berikan alat-alatnya. Harapannya, tools itu tidak berhenti di buku ini saja, tapi memang betul dimanfaatkan, dan daftarnya bisa bertambah dari mahasiswa maupun dosen,” kata Direktur Indonesia Cyber Education (ICE) Institute tersebut.

    Dalam buku panduan, Kemendikbudristek merinci sejumlah tools dan aplikasi generative AI beserta fungsinya, opsi gratis atau berbayar, link tools.

    Keterangan tiap tools AI juga disertai apakah tools bersangkutan sudah memenuhi aturan hak kekayaan intelelektual (HKI), privasi, keamanan, dan HKI terhadap data set dan hasil pengolahannya.

    Sejumlah contoh tools dan aplikasi yang tidak sepenuhnya memenuhi aturan HKI beserta keterbatasan dan risikonya juga diterangkan dalam panduan resmi Kemendikbudristek. Dirangkum detikEdu, berikut sejumlah aplikasi dan tools AI generatif yang bisa dimanfaatkan mahasiswa dan dosen.

    Daftar Aplikasi dan Tools AI buat Mahasiswa dan Dosen

    1. Gemini

    Fungsi: Analisis data, prediksi, dan otomatisasi tugas bisnis, dan lain-lain

    Link: https://gemini.google.com

    2. ChatGPT

    Fungsi: Menulis dan merangkum teks, membuat kerangka teks, menjawab pertanyaan tentang isi suatu teks, menghasilkan dan menjelaskan source code, mengajukan pertanyaan tentang source code (untuk mahasiswa IT).

    Link: https://chat.openai.com/chat (gratis dan berbayar)

    3. GitHub Copilot Program

    Fungsi: Menulis kode, mengembangkan perangkat lunak (software).

    Link: https://github.com/features/copilot

    4. Quickchat

    Fungsi: Otomatisasi interaksi dengan pelanggan (chatbot).

    Link: https://quickchat.ai

    5. StoryLab.AI

    Fungsi: Menghasilkan ide cerita dan menulis konten berdasarkan prompt, analisis tren konten, dan menyusun struktur naratif.

    Link: https://storylab.ai

    6. Writefull Title Generator

    Fungsi: Menghasilkan judul berdasarkan abstrak atau teks yang dimasukkan, analisis kecocokan judul, dan penyesuaian berdasarkan tujuan atau konten

    Link: https://x.writefull.com/title-generator (gratis dan berbayar)

    7. Microsoft Copilot

    Fungsi: Membantu penulisan, membuat presentasi, analsisi data, dan mengelola email lewat aplikasi-aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, PowerPoint, Outlook.

    Link: https://copilot.microsoft.com

    8. TTS Prosa

    Fungsi: Mengubah teks jadi suara (text-to-speech) untuk kebutuhan video, audiobook, web dan article reader, aplikasi, voice command, dan notulensi rapat, dengan jenis-jenis suara yang dikembangkan sendiri oleh pihak TTS Prosa (dari Indonesia).

    Link: https://tts.prosa.ai

    9. Bahasakita

    Fungsi: Mengubah ucapan jadi teks untuk kebutuhan menulis catatan, transkripsi percakapan, transkripsi rekaman kuliah dan seminar, dan lain-lain.

    Link: https://dikte.in

    10. Podcastle

    Fungsi: Merekam dan mengedit podcast, membuat transkripsi, merekam wawancara jarak jauh, dan menambah efek suara dan musik, menghasilkan video podcast format 4K.

    Link: https://podcastle.ai/tools/podcast-recording

    Catatan HKI: Pertimbangkan kembali jika suara yang direkam punya lisensi penggunaan tertentu yang dimiliki artisnya.

    11. OpenAI TTS

    Fungsi: Mengubah teks ke suara untuk konten pendidikan, aplikasi asisten virtual, narasi, dan konten audio multi bahasa dalam format MP3, AAC, FLAC, Opus, dan lain-lain.

    Link: https://openai.com/research/whisper

    12. Speechify

    Fungsi: Mendengarkan teks (konversi teks ke suara) pada dokumen, artikel, dan halaman web, untuk mendukung aksesibilitas dan pembelajaran inklusif secara pribadi atau profesional.

    Link: https://speechify.com

    Catatan: Pertimbangkan hak kekayaan intelektual dalam pembuatan dan distribusi hasil suara.

    13. Google text-to-speech

    Fungsi: Mengubah teks jadi audio seperti untuk audio book, panduan berformat audio, dan asisten suara.

    Link: https://cloud.google.com/text-to-speech

    Catatan: Pertimbangkan hak kekayaan intelektual dalam pembuatan dan distribusi hasil suara.

    14. Mubert

    Fungsi: Membuat musik latar dan konten audio kreatif.

    Link: https://mubert.com

    Catatan: Pertimbangkan hak kekayaan intelektual dalam pemanfaatan dan distribusi hasil musik.

    15. Soundful

    Fungsi: Membuat musik latar, soundtrack, dan konten audio lainnya berbagai format untuk kebutuhan pribadi atau komersial.

    Link: https://soundful.com

    Catatan: Pertimbangkan hak kekayaan intelektual dalam pemanfaatan dan distribusi hasil suara.

    16. Stable Diffusion

    Fungsi: Menghasilkan gambar dan desain visual.

    Link: https://stablediffusionweb.com (gratis dan berbayar)

    17. DALL-E 3

    Fungsi: Menghasilkan gambar dan desain visual.

    Link: https://openai.com/index/dall-e-3 (berbayar, bagian langganan ChatGPT Plus).

    18. Illustroke

    Fungsi: Menghasilkan gambar dan desain grafis.

    Link: https://illustroke.com (berbayar)

    19. Midjourney

    Fungsi: Menghasilkan gambar (saat ini via Discord), tidak ideal jika ingin membuat desain bisnis yang rahasia.

    Link: https://midjourney.com (berbayar)

    20. Flair

    Fungsi: Menghasilkan konten dan desain iklan, bisa diintegrasikan dengan template yang dimasukkan, bisa disesuaikan dengan elemen grafis (untuk mahasiswa desain grafis)

    Link: https://flair.ai (gratis dan berbayar)

    21. Stockimg

    Fungsi: Menghasilkan desain, gambar, dan karya grafis seperti logo, poster, dan sampul buku berdasarkan template atau dibuat dari awal, hasil kreativitas terbatas sehingga perlu disesuaikan lebih lanjut.

    Link: https://stockimg.ai

    22. Synthesia

    Fungsi: Membuat video pembelajaran, pemasaran, dan komunikasi bisnis.

    Link: https://synthesia.io (berlangganan)

    23. Open Knowledge Maps

    Fungsi: Mencari literatur, analisis teks untuk menghasilkan peta topik suatu penelitian, termasuk artikel ilmiah dan konsep yang relevan.

    Link: https://openknowledgemaps.org

    24. Revision.AI

    Fungsi: Membuat kartu flash dari dokumen PDF, menyesuaikan isi kartu.

    Link: https://revision.ai

    25. Gradescope

    Fungsi: Menilai tugas, ujian, PR, memberi umpan balik pada mahasiswa, analisis hasil yang terintegrasi sistem manajemen pembelajaran (LMS)

    Link: https://gradescope.com

    Catatan: Pertimbangkan hak kekayaan intelektual dalam teknologi penilaian otomatis dan pemanfaatan data.

    26. Otter

    Fungsi: Transkripsi (suara ke teks) dalam bahasa Inggris.

    Link: https://otter.ai(gratis terbatas dan berbayar)

    27. Meeting.ai

    Fungsi: Transkripsi multi bahasa (termasuk bahasa Indonesia), membuat rangkuman percakapan dari rekaman suara, Google Meet, Zoom, dan Microsoft teams.

    Link: https://meeting.ai/id (gratis terbatas dan berbayar)

    28. Meemo Prosa

    Fungsi: Mentranskrip percakapan dan membuat notulensi rapat otomatis dalam bahasa Indonesia/

    Link: https://meemo.prosa.ai

    29. Perplexity AI

    Fungsi: Merangkum teks panjang, menjawab pertanyaan berdasarkan teks atau konteks tertentu, mendeteksi topik, menganalisis sentimen, memberi wawasan prediktif untuk bantu mengambil keputusan.

    Link: https://perplexity.ai

    30. Dragon Pro

    Fungsi: Transkripsi suara jadi teks (speech-to-text), mengontrol perangkat lewat suara.

    Link: https://nuance.com/dragon

    Catatan: Perhatikan hak kekayaan intelektual dalam pemanfaatan dan distribusi hasil transkripsi.

    31. ClickUp

    Fungsi: Manajemen proyek, kolaborasi tim, melacak tugas dan perencanaannya

    Link: https://clickup.com/ai

    Catatan: Perhatikan hak kekayaan intelektual dalam penggunaan dan integrasi AI.

    32. Claude

    Fungsi: Menganalisis teks, menjawab pertanyaan, membantu pemrograman, memberi contoh program sesuai pertanyaan, membantu penulisan kreatif.

    Link: https://claude.ai

    33. Microsoft Azure Speech-to-Text

    Fungsi: Transkripsi suara ke teks termasuk dalam bahasa Indonesia dan lainnya, input termasuk audio maupun video.

    Link: https://azure.microsoft.com/en-us/services/cognitive-services/speech-to-text

    Catatan: Perhatikan hak kekayaan intelektual dalam pemanfaatan dan distribusi hasil transkripsi.

    34. Resumeworded

    Fungsi: Bantu menaikkan kualitas resume dan profil LinkedIn, memberi umpan balik perbaikan, membantu menemukan lowongan pekerjaan yang relevan.

    Link: https://resumeworded.com(gratis terbatas dan berbayar)

    35. DeepL Write

    Fungsi: Mengedit tulisan; menaikkan kualitas teks pada frasa, gaya bahasa (formal, bisnis, akademis, kasual), dan diksi; analisis grammar.

    Link: https://deepl.com/write (gratis terbatas dan berbayar)

    36. Invideo

    Fungsi: Membuat video presentasi, promosi, media sosial, pendidikan, dan konten pemasaran hingga format 1080p dan 4K dari template, mengedit video, membuat video dari teks, menyediakan stok media, dan memungkinkan kolaborasi tim.

    Link: https://invideo.io (gratis dan berbayar)

    Halaman berikutnya terkait etika dan rambu-rambu penggunaan AI untuk mahasiswa dan Dosen

    Etika Pakai AI untuk Mahasiswa dan Dosen

    Agar tidak jatuh pada plagiarisme dan terdeteksi detector tools seperti Turnitin AI Detection, Copyleaks, GPTZero, dan lain-lain, begini etika pakai AI untuk menjaga integritas atau kejujuran secara akademik:

    • Tulis ulang setiap judul (kerangka tulisan) yang dihasilkan oleh generative AI dengan bahasa sendiri.
    • Pakai generative AI sebagai alat bantu penelusuran dan riset, bukan sebagai penghasil konten semata, sehingga mahasiswa tetap menjadi pemilik dan pengatur ide dan hasil pemikirannya sendiri.
    • Pertahankan gaya tulisan sendiri dan pertahankan sentuhan manusia dalam karya tulis dengan tidak sepenuhnya bergantung pada struktur kalimat yang dihasilkan oleh aplikasi seperti Grammarly.
    • Hindari aplikasi parafrase seperti Quillbot, susu kata-kata sendiri sehingga alur tulisan lebih terjaga, jelas dan koheren.
    • Pastikan struktur tulisan jelas, mulai dari pendahuluan, sitasi dan kesimpulan.
    • Pastikan sitasi benar saat mengutip argumentasi karya tulis lain agar tidak dianggap dan terdeteksi sebagai konten GenAI.
    • Hindari istilah, kata-kata kunci, maupun kata ganti yang sering dipakai generative AI.
    • Gunakan tools detector untuk cek manual dan menulis ulang bagian yang terdeteksi sebagai hasil GenAI itu sendiri.
    • Menyatakan pemakaian generative AI dalam mengerjakan tugas, prosesnya, dan evaluasi plus-minus penggunaannya.

    Rambu-rambu Penggunaan AI pada Tugas Kuliah Mahasiswa untuk Dosen

    Agar mahasiswa berintegritas dalam menggunakan AI saat mengerjakan tugas, dosen perlu melakukan langkah berikut:

    • Minta mahasiswa menggambarkan cara mereka menggunakan generative AI dalam menyelesaikan tugas, lalu tantangan, cara mengatasi, serta pengalaman penting yang didapat.
    • Minta mahasiswa berlatih membuat prompt yang efektif.
    • Minta mahasiswa kritis mengevaluasi hasil jawaban (output) generative AI dari sisi akurasinya, apakah dapat dipercaya atau ada bias, serta kualitasnya, dan lain-lain.
    • Wajibkan mahasiswa mengecek fakta, mengkritisi, menginvestigasi, dan mengedit/tulis ulang hasil jawaban generative AI.
    • Minta mahasiswa membandingkan hasil kerja mandiri dan hasil bantuan generative AI sehingga mereka dapat mengenali kelebihan, kecenderungan, dan perspektifnya sendiri, serta merefleksikan peran AI: gagal atau sukses berkontribusi dalam melengkapi pemikirannya.
    • Jelaskan ekspektasi atas tugas atau kegiatan yang diberikan secara tertulis, serta relevansinya.
    • Jelaskan kapan penggunaan generative Ai dibolehkan dan dilarang; saat dibolehkan, mahasiswa wajib mendokumentasikannya, mencantumkan atribusi, dan menunjukkan proses kritisnya dalam memverifikasi hasil jawaban generative AI.
    • Izinkan mahasiswa bersama-sama mengidentifikasi kesalahan, mengoreksi/revisi, dan merepresentasikan proses berpikirnya.
    • Buka kesempatan bagi mahasiswa untuk merevisi dan mengirim ulang tugasnya sehingga mendorong tumbuh-kembangnya.
    • Dorong komunikasi/penyampaian hasil tugas yang multimodal dan kreatif, misalnya berbentuk suara, memo, podcast, video, infografis, website, presentasi dan lain-lain.
      Dorong mahasiswa untuk menghubungkan materi pembelajarannya dengan kehidupan nyata sehingga dapat lebih memotivasi mahasiswa untuk belajar dengan konteks personal.
      Bangun “growth mindset” dengan melatih mahasiswa untuk menentukan sendiri sasaran belajarnya dan merefleksikan progres yang mereka capai sepanjang semester.

    (agt/afr)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • AI Tool Bantu Guru Mengajar Jadi Interaktif Selain Pakai ChatGPT


    Jakarta

    Seiring dengan teknologi digital yang semakin maju, guru dapat memanfaatkan berbagai aplikasi teknologi AI yang akan membantu proses kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan canggih, mulai dari menyusun slide presentasi, media pembelajaran yang lebih interaktif, kuis online untuk ulangan, dan lain sebagainya.

    Kabar baiknya lagi, masih banyak aplikasi jenis ini yang sifatnya gratis sehingga tidak akan memberi tekanan finansial dan membuat akses ke layanannya semakin mudah.

    Dikutip dari penerbit deepublish, berikut beberapa rekomendasi aplikasi AI untuk guru yang bisa digunakan dalam kemudahan mengajar:


    1. Class Point AI

    Aplikasi ini menggunakan teknologi AI untuk membantu menyusun slide presentasi, pembuatan kuis daring, dan lain sebagainya.
    Teknologi AI di dalamnya membuat slide presentasi punya tampilan lebih menarik. Serta bisa ditambahkan beberapa unsur untuk meningkatkan interaksi. Nilai tambah lain, guru bisa mengecek siswa mana saja yang sudah membaca slide presentasi tersebut.

    Tak hanya itu, para guru juga bisa menyusun daftar pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda, isian atau uraian singkat, unggah video, dan lain sebagainya di aplikasi ini. Sehingga, ada lebih banyak pilihan soal ulangan dan tugas bisa dipilih guru disini.

    2. Magic School AI

    Website berbasis AI ini menyediakan fitur yang cukup beragam. Bagi guru di Indonesia fitur untuk membuat kuis daring, penyusunan silabus, jadwal kelas, dan sebagainya bisa digunakan.

    Teknologi AI yang digunakan menyediakan banyak elemen yang bisa ditambahkan pada setiap media kerja. Pada pertanyaan misalnya, para guru bisa membuat pertanyaan berbentuk pilihan ganda maupun jawaban berbentuk uraian.

    Bagi guru yang ingin menyusun silabus atau rencana pembelajaran dalam satu semester dengan mudah dan hasilnya menarik.

    3. QuillBolt

    QuillBolt diketahui menjadi website berbasis AI dengan layanan utama berupa parafrase otomatis. Parafrase sendiri ternyata cukup penting bagi seorang guru. Terutama untuk mendaur ulang soal ujian maupun ulangan.

    Bagi guru yang mengajar mata pelajaran bahasa, aplikasi ini memiliki lebih banyak kegunaan. Selain membantu mendaur ulang soal agar tidak perlu membuang waktu terlalu banyak. Juga bisa digunakan untuk melakukan koreksi.

    Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk menyiapkan materi presentasi yang unik dan segar. Sebab membantu melakukan parafrase dari sejumlah referensi yang digunakan. Selain menjadi kalimat baru, juga lebih mudah dipahami oleh peserta didik karena bisa diatur memakai bahasa sederhana.

    4. PowerPoint Speaker Coach

    Aplikasi ini menggunakan teknologi AI untuk membantu menyusun slide presentasi yang lebih modern dan menarik secara tampilan.
    Ada lebih banyak fitur ditawarkan di aplikasi ini dibandingkan dengan PowerPoint di Microsoft Office. Misalnya menambahkan elemen suara dan unsur lain yang bisa mendorong peningkatan interaksi siswa selama pembelajaran.

    5. Gamma AI

    Gamma AI juga bisa digunakan para guru di Indonesia untuk menyusun slide presentasi dengan teknologi AI. Dibandingkan dengan aplikasi sejenis, aplikasi ini tentu memiliki beberapa ciri khas tersendiri.

    Termasuk fitur penambahan tombol pada slide presentasi sampai penambahan link menuju ke aplikasi dan website tertentu. Secara tampilan, slide presentasi yang dibuat juga lebih menarik dan modern dengan bantuan teknologi AI.

    6. Gradescope

    Aplikasi ini bisa dimanfaatkan para guru untuk membuat soal-soal ujian dan ulangan dengan bantuan AI. Sehingga ada lebih banyak jenis sial bisa dibuat mulai dari pilihan ganda sampai jawaban isian.

    Selain itu, disini juga tersedia fitur pengecekan plagiarisme. Sehingga untuk tugas dan soal membuat karya tulis bisa sekalian diperiksa orisinalitasnya oleh guru. Nilai tambah lain, disini ragam soal bisa mencakup semua rumpun keilmuan.

    7. Formative AI

    Aplikasi AI untuk guru ini menyediakan fitur lengkap untuk membuat soal dalam berbagai bentuk.

    Tidak hanya soal pilihan ganda dan jawaban uraian saja. Melainkan juga ada soal dalam bentuk audio, video, true or false (benar atau salah), mencocokan teks maupun gambar, dan lain sebagainya.

    Teknologi AI yang digunakan membantu guru membuat bentuk soal yang lebih variatif dan juga modern. Hasil penilaian juga otomatis keluar dan guru bisa memberikan respon secara real time.

    8. Grammarly

    Grammarly ternyata juga masuk ke dalam daftar AI untuk guru, khususnya guru yang mengajar pelajaran bahasa. Lewat aplikasi ini, para guru bisa terbantu mengecek kualitas pekerjaan karya tulis siswa dalam bahasa Inggris maupun bahasa lain yang tersedia.

    Sehingga memberi efisiensi waktu untuk mengoreksi tanda baca, bentuk kata baku atau tidak, dan lain sebagainya. Jadi, jika para guru selama ini merasa kesulitan untuk mengecek hasil kerja siswa dalam bentuk karya tulis bisa memanfaatkan aplikasi ini.

    9. Tome AI

    Aplikasi dengan basis teknologi AI ini bisa dimanfaatkan para guru untuk membuat slide presentasi. Tersedia banyak template yang menarik dan bisa diedit dengan mudah agar sesuai kebutuhan.

    Teknologi AI yang mendasari aplikasi ini membantu para guru menyusun slide presentasi yang menarik dari segi tampilan. Sekaligus tetap mampu menyuguhkan poin-poin materi penting secara terstruktur dan lengkap.

    10. Ask Your PDF

    Secara fitur, aplikasi ini mirip dengan Chat GPT. Namun, tidak menggunakan teks melainkan dokumen. Baik dalam format PDF, TXT, RTF, EPUB, dan lain sebagainya.

    Fitur di dalamnya membantu menemukan informasi atau ringkasan dari file yang diunggah ke sistem. Selain itu, aplikasi dengan AI ini bisa digunakan untuk membantu proses pemeriksaan karya tulis yang disusun para siswa.

    11. Powtoon

    Aplikasi dengan teknologi AI ini mendukung para guru untuk membuat slide presentasi yang menarik dan interaktif. Sekaligus untuk menyusun materi pembelajaran dengan teknologi AI agar efisien.

    Ada banyak template dan animasi bisa ditambahkan di dalam slide presentasi maupun materi pembelajaran yang dibuat. Sehingga bisa dibuat semenarik mungkin untuk mendapatkan fokus para siswa di kelas.

    Materi pembelajaran disini bisa dalam bentuk teks menarik, video yang ditambah animasi, dan lain sebagainya.

    12. Quizlet

    Sesuai dengan namanya, aplikasi ini membantu para guru untuk membuat kuis online yang menarik dengan bantuan teknologi AI.
    Selain itu, fitur unggulan lain dari aplikasi ini adalah membuat flazz card untuk mencatat materi pembelajaran. Maupun digunakan untuk memberikan tugas kepada siswa untuk segera dikerjakan sesuai ketentuan.

    13. MindMeister

    Aplikasi ini menggunakan teknologi AI untuk membantu mind mapping. Bagi guru, aplikasi ini bisa digunakan untuk kolaborasi dengan siswa untuk saling bertukar ide dan pendapat secara real time di internet.

    Selain itu, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk menyiapkan materi pembelajaran yang akan disampaikan ke siswa. Sekaligus menjadi media bantu untuk mempresentasikan materi dengan elemen desain yang menarik khas teknologi AI.

    14. Edpuzzle

    Bagi para guru yang membutuhkan aplikasi berbasis AI untuk mengedit video pembelajaran. Maka bisa menggunakan aplikasi Edpuzzle. APlikasi ini menggunakan teknologi AI untuk kemudahan dan kecepatan edit video edukasi.

    Para guru bisa mengedit tampilan video menjadi lebih menarik, lebih kaya fitur, dan lebih mampu memberi informasi atau penjelasan secara mendalam. Sehingga bisa memaksimalkan video edukasi yang dibuat untuk meningkatkan hasil pembelajaran.

    15. Lumen 5

    Khusus untuk para guru yang ingin membuat video edukasi akan tetapi terbentur dengan waktu yang minim atau keterampilan editing video. Maka tidak perlu khawatir, sebab ada AI untuk guru yang menjawab kebutuhan ini, yakni di aplikasi Lumen 5.

    Aplikasi ini membantu pengguna mengubah teks menjadi video yang interaktif. Sehingga cukup mengetik slide presentasi atau materi pembelajaran dan masukan ke sistem. Maka oleh teknologi AI akan diubah menjadi video dalam waktu singkat.

    (agt/agt)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Akses Internet Sulit di Daerah, Prabowo Sebut Ada Teknologi Murah untuk Tiap Sekolah


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto menyatakan ada teknologi konektivitas murah yang dapat dipasang di setiap sekolah yang sulit mendapat internet dan wifi. Hal ini guna mendukung akses ke konten pelajaran pada bidang-bidang yang sulit, yang disiarkan via interactive flat panel (IFP) atau layar pintar untuk pembelajaran interaktif.

    Prabowo menjelaskan, guru-guru terbaik akan disiapkan studio untuk mengajar bidang-bidang yang sulit. Kontennya kemudian akan disiarkan ke seluruh pelosok Indonesia. Langkah ini ia harap membantu sekolah yang gurunya belum menguasai materi-materi tersebut.

    “Di gunung-gunung, pulau terpencil. Jangankan itu, saya yakin, di pinggir Jakarta ini juga masih banyak sekolah yang tidak punya guru-guru yang menguasai pelajaran-pelajaran yang susah,” ucapnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025), disiarkan pada kanal YouTube Sekretariat Presiden.


    “Sekarang, dari tempat studio yang terpusat, (guru yang menguasai) bisa ngajar, bisa diterima oleh 330.000 sekolah yang sulit mendapat internet, wifi. Sekarang sudah ada teknologi sangat murah, bisa kita pasang di tiap sekolah, tidak terlalu mahal,” imbuhnya.

    Sebagai perbandingan, Prabowo mengatakan biaya pemasangan teknologi konektivitas untuk mendukung akses ke konten pembelajaran tersebut lebih murah dari berlangganan Starlink.

    “Starlink mugkin masih agak mahal untuk bayar tiap bulan, tapi sudah ada teknologi yang lebih murah,” ucapnya.

    Akses Konten, Layar Pintar IFP Ditambah

    Prabowo mengatakan, upaya penggunaan teknologi konektivitas ini diharapkan mendukung penggunaan layar pintar atau IFP yang berisi konten pengetahuan yang menarik bagi anak-anak.

    Ia menjelaskan, sekolah-sekolah direncanakan menerima tambahan 3 layar IFP per sekolah pada 2026. Sementara itu, 2 layar IFP tambahan direncanakan menyusul pada 2027.

    “Tahun depan rencananya adalah kita akan tambah tiga layar, ya. Hari, tahun ini, kita mampu satu layar, tahun depan kita akan bagi tiga layar. berarti di setiap sekolah akan ada empat ruangan yang punya layar ini. Mudah-mudahan tahun 2027 kita bisa tambah lagi 2 layar, jadi enam kelas tiap sekolah bisa punya layar,” ucapnya.

    “Jadi semua anak-anak kita mendapat akses kepada pengetahuan yang terbaik, terkini, dengan animasi dan dukungan yang terbaik. Saya dapat laporan dari Mendikdasmen bahwa antusiasme anak-anak sekarang meningkat untuk sekolah ya. Selain MBG, dia juga pelajarannya juga menarik,” sambung Prabowo.

    Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), target penyaluran IFP pada pertengahan Desember 2025 yakni diterima lebih dari 288.000 satuan pendidikan negeri dan swasta. Hingga 7 Oktober 2025, distribusinya mencapai 70.000 lebih sekolah termasuk SLB, memungkinkan siswa tunanetra dapat memanfaatkan fitur talkback pada layar interaktif.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com