Tag: Telkom

  • Telkom Pamer MetaNesia Jelajahi Turnamen eSports Via Metaverse

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan kembali menunjukkan kehebatan dari platform metaverse buatannya yang bernama metaNesia. Telkom akan memberikan pengalaman beda perpaduan teknologi metaverse dengan turnamen game di Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022.

    Acara turnamen eSports yang akan berlangsung pada tanggal 2-11 Desember 2022 itu, akan memanfaatkan platform metaNesia yang dikembangkan oleh Telkom. Nantinya para peserta turnamen bisa merasakan pengalaman baru mengikuti kompetisi eSports melalui metaverse.

    SM Emerging Technology Platform Telkom, Anton Pramono, mengatakan metaNesia akan menyajikan beberapa ruang pertandingan virtual sesuai jumlah arena di Indonesia Esports Summit 2022 yang dapat diakses hingga ribuan pendukung setiap tim eSports yang bertarung di ajang tersebut.

    “Selain itu, metaNesia akan sajikan sebuah ruang talkshow yang menghadirkan pembicara kelas dunia bidang eSports dan games. Belum cukup sampai di situ, metaNesia juga menyuguhkan spesial desain NFT yang dirancang khusus secara physical digital (phygital) untuk dapat dimiliki oleh kolektor NFT lewat metaNesia NFT,” kata Anton dalam keterangan resminya.

    Telkom pamer metaNesia di turnamen Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022. Foto: Telkom.
    Telkom pamer metaNesia di turnamen Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022. Foto: Telkom.

    Baca juga: Masuk Industri Blockchain, GoTo Akuisisi Pedagang Aset Kripto

    Early Adopter MetaNesia

    Anton menambahkan metaNesia berencana akan membawa dunia virtual yang sangat menarik bagi para pemain game, dikombinasikan dengan desain khas Indonesia yang kaya kreasi. Di samping itu kegiatan ini bisa menunjukkan kontribusi Telkom terhadap “digital economy” yang mendukung talenta-talenta bangsa.

    Kesempatan ini merupakan salah satu program yang telah direncanakan oleh Telkom sebagai bukti nyata kehadiran metaverse dapat dinikmati oleh masyarakat, khususnya para gamers yang menjadi “early adopter” metaNesia.

    “Tidak hanya bagi para gamer Indonesia sebagai pihak yang akan bertanding, tetapi terwujudnya metaverse secara nyata juga melibatkan kolaborasi puluhan talenta Indonesia seperti para designer, animator, modeller, dan game programmer,” ungkap Anton.

    Ilustrasi Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.
    Ilustrasi Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.

    Baca juga: Telkom Kembangkan Metanesia, Dunia Metaverse Serba Bisa

    MetaNesia Dukung Industri eSports Indonesia

    Anton menambahkan hadirnya metaNesia di industri eSports bisa membawa misi yang sejalan dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) yakni untuk mendukung perkembangannya di Indonesia sebagai arena kompetisi yang melahirkan pribadi-pribadi yang profesional, kesatria, dan kreatif.

    Sebagai informasi, metaNesia adalah dunia metaverse besutan Telkom yang baru diluncurkan sebagai produk digital di bawah naungan Leap-Telkom Digital. Masyarakat Indonesia sudah bisa mengunjungi dunia Metanesia melalui berbagai perangkat dengan mudah, di mana saja dan kapan saja. Aplikasi Metanesia sudah tersedia untuk sistem operasi Windows, Mac dan perangkat mobile Android serta iOS.

    MetaNesia dapat diakses melalui smartphone, tablet, PC hingga immersed reality dengan perangkat VR, Occulus. Selain itu, pengguna juga dapat mengakses fitur ekstra dengan menggunakan advance device, seperti berkendara menggunakan driving force steering wheels.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Telkom Kembangkan Metanesia, Dunia Metaverse Serba Bisa

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akhirnya meluncurkan Metanesia, konsep dunia virtual menarik yang membawa metaverse lebih dikenal ke masyarakat Indonesia. Peluncuran Metanesia ini dilakukan dalam puncak perayaan hari ulang tahun Telkom ke-57 yang diberi nama Digiland 2022 pada Minggu, 31 Juli 2022 di Istora Senayan, Jakarta.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan Metanesia merupakan sebuah ekosistem baru dari Telkom sebagai bentuk komitmen dalam mendukung akselerasi digitalisasi Indonesia. Erick berharap Metanesia ini bisa menjangkau banyak sektor industri.

    “Kami juga memperkenalkan Metanesia, sebuah ekosistem metaverse milik Telkom. Di Metanesia ini pengguna bisa konsultasi lewat layanan Biofarma secara live di dunia metaverse, hingga belanja jadi Perhutani dan PTPN. Semua orang bisa berinteraksi, belajar, menikmati hiburan, bermain game, bekerja, berolahraga, bahkan berbelanja,” kata Erick saat meluncurkan Metanesia dikutip Republika.

    Ilustrasi Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.
    Ilustrasi Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.

    Baca juga: Tokocrypto Dukung Perlindungan Konsumen dan Jamin Keamanan Investor Kripto

    Telkom Ciptakan Ekosistem Metaverse di Indonesia

    Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid, mengatakan Leap Telkom Digital melahirkan Metanesia sebagai ekosistem metaverse pertama di Indonesia yang ditujukan mengakselerasi digitalisasi nasional.

    Fajrin yang pernah menjabat sebagai petinggi Bukalapak menyebutkan metaverse sebagai dunia tanpa sekat yang mana siapa saja dapat mencari peluang dalam dunia baru tersebut. Hal inilah yang menjadi landasan untuk menciptakan Metanesia.

    Metanesia sendiri sudah hadir untuk seluruh masyarakat yang dapat diakses melalui smartphone, tablet, PC hingga immersed reality dengan perangkat VR, Occulus. Selain itu, pengguna juga dapat mengakses fitur ekstra dengan menggunakan advance device, seperti berkendara menggunakan driving force steering wheels.

    “Metanesia berkomitmen berperan aktif dalam memajukan industri digital dan transformasi digital gaya hidup masyarakat. Sehingga, kita dapat menjadi leading digital society di Asia Tenggara. Mari dukung digitalisasi Indonesia dan rasakan pengalaman baru dengan menjelajah di Telkom Metaverse,” tutur Fajrin.

    Roadmap Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.
    Roadmap Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

    Metanesia bertujuan untuk menciptakan dunia metaverse dengan interaksi virtual, serta memberikan pengalaman baru dalam memperkenalkan berbagai produk ke dunia digital.

    Masyarakat Indonesia sudah bisa mengunjungi dunia Metanesia melalui berbagai perangkat dengan mudah, di mana saja dan kapan saja. Aplikasi Metanesia sudah tersedia untuk sistem operasi Windows, Mac dan perangkat mobile Android serta iOS.

    Sejauh ini, ada tiga produk Metanesia, yaitu Metanesia Land, Metanesia Concert dan Metanesia Mall. Kemudian, Metanesia bisa jadi platform interaksi virtual sebagai media experience baru, di mana pengguna dapat saling terhubung, berkolaborasi dan bertransaksi.

    Layaknya dunia sungguhan, Metanesia memiliki beragam environment yang dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Target ke depan, Metanesia juga didukung smarteye.id yang sudah berpengalaman dalam mengembangkan augmented reality dan virtual reality.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perusahaan Rintisan Wajib Kembangkan Bisnis Terintergrasi dan Berkelanjutan


    Jakarta

    Startup atau perusahaan rintisan harus memiliki strategi untuk pengembangan bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan.

    VP of Strategy & Sustainability MDI Ventures Alvin Evander mengungkapkan startup juga harus memiliki visi kuat untuk menciptakan dampak nyata dan memberi solusi terhadap aspek sosial maupun lingkungan.

    Dia menyebutkan dengan kolaborasi lintas sektor, startup juga diharapkan bisa terus berkontribusi yang relevan. “Bisa menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat, pemangku kepentingan dan pihak terkait,” ujar dia dalam siaran pers, ditulis Minggu (9/2/2025).


    MDI Ventures baru-baru ini mengumumkan peluncuran delapan impact report yang menyoroti kontribusi startup portfolionya terhadap sektor-sektor esensial, seperti pendidikan, kesehatan, aquaculture, dan fintech. Laporan ini memaparkan bagaimana para startup tersebut menciptakan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

    Startup portofolio yang terlibat dalam laporan ini meliputi Aruna, Paxel, Julo, SwipeRX, Qoala, Delos, Cermati, dan Amartha. Salah satu aspek yang disorot dalam laporan ini adalah komitmen perusahaan portfolio MDI Ventures terhadap inklusi gender dan pemberdayaan perempuan, seperti di Qoala dan Amartha.

    Hingga tahun 2023, 42% dari total agen Qoala adalah perempuan, meningkat dari 38% pada tahun sebelumnya. Melalui kebijakan kerja yang inklusif dan program pelatihan, Qoala membuka peluang kerja bagi perempuan, termasuk mereka yang tidak memiliki gelar formal. Inisiatif ini berperan dalam mendukung kesetaraan gender dan meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan.

    Demikian juga dengan Amartha, yang terkenal sebagai perusahaan pionir fintech yang berfokus pada pembiayaan perempuan di perdesaan. Hingga saat ini, Amartha sudah berhasil menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 2,6 juta nasabah perempuan di Indonesia.

    Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna Utari Octavianty menjelaskan, peluncuran impact report ini mencerminkan komitmen kami dalam memberdayakan komunitas pesisir melalui inovasi dan teknologi. Pada tahun 2023, kami terhubung dengan lebih dari 55.000 nelayan di 150 lokasi, meningkatkan produksi, ekspor, dan pendapatan mereka hingga tiga kali lipat.

    “Laporan ini adalah bukti nyata kontribusi kami dalam menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar dia.

    VP of Strategy & Sustainability MDI Ventures, Alvin Evander mengatakan, “Peluncuran delapan impact report ini menegaskan komitmen kami untuk berinvestasi di startup yang tidak hanya berfokus pada nilai ekonomi, tetapi juga yang memiliki visi kuat untuk menciptakan dampak nyata dan memberikan solusi terhadap aspek sosial maupun lingkungan,” ungkapnya.

    Laporan ini juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi para startup. Melalui kolaborasi lintas sektor, para startup diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang relevan dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat, pemangku kepentingan, dan pihak terkait.

    Peluncuran laporan ini juga sejalan dengan komitmen GoZero%, sebuah inisiatif baru yang hadir sebagai pembaharuan dari program ESG Telkom Indonesia sebelumnya. Melalui GoZero%, Telkom optimis dapat mendorong semangat baru untuk mewujudkan masa depan berbasis ESG dan bisnis berkelanjutan.

    “Kami berharap seluruh impact report ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan pemangku kepentingan terhadap peran strategis startup dalam mendorong perubahan sosial, pemberdayaan komunitas, inovasi teknologi dan keberlanjutan lingkungan. Komitmen kami terhadap transparansi dan dampak nyata dari investasi akan terus menjadi prioritas kedepannya,” ujar Alvin.

    Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan pengalaman lebih dari 15 tahun, Amartha terus berkomitmen untuk memberdayakan perempuan dan masyarakat akar rumput melalui akses pendanaan yang terjangkau dan berkelanjutan, melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis AI yang juga disertai pendampingan oleh SDM terlatih.

    Selain itu, laporan ini juga mencatat inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) dari JULO, yang pada tahun 2023 mengalokasikan investasi sebesar Rp113,9 juta, meningkat 403% dibandingkan tahun sebelumnya. Program CSR JULO berfokus pada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan komunitas, memperkuat hubungan, dan menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Masjid Tua Al Mubarok, Berumur Ratusan Tahun, Tempat Sejuk buat Karyawan Jaksel



    Jakarta

    Di Jakarta Selatan terdapat salah satu masjid yang berumur ratusan tahun dan menjadi sebuah saksi perkembangan wilayah Kuningan. Masjid Tua Al Mubarok.

    Masjid itu berdiri tegak di pinggir Jalan Gatot Subroto yang tak jauh dari Museum Satriamandala. Dari sejarahnya, masjid tersebut merupakan peninggalan dari Syekh Arkanuddin atau Pangeran Adipati Awangga yang memiliki gelar Pangeran Kuningan yang berasal dari Cirebon.

    Di masjid itu terdapat sebuah prasasti yang memastikan usia bangunan tersebut. Di sana tertulis masjid tersebut dibangun pada 1527.


    Tahun tersebut bukan merujuk kepada bangunan mushola yang didirikan oleh Pangeran Kuningan bersama pasukannya, yang saat itu menempati kawasan tersebut. Tetapi, tahun itu merupakan pembangunan Masjid Tua Al Mubarok oleh warga di sekitar masjid. Lokasinya pas di mushala Pangeran Kuningan.

    Musala yang dibangun Pangeran Kuningan dan pasukannya itu

    Bendahara Masjid Tua Al Mubarok, Budi Raharjo, menceritakan kepada detikTravel, Jumat (19/7/2024) ada hal menarik dari pembangunan awal masjid tersebut, yakni berasal dari sebuah mimpi.

    Konon, masjid yang dibangun oleh Pangeran Kuningan itu hanya terbuat dari kayu dan begitu sederhana.

    “Nyi Imeh itu mimpi, dulu masjid ini terkenal dengan nama Masjid Rusak karena ya udah nggak terurus gitu. Di Masjid Rusak itu banyak orang datang pake jubah, pake pakaian putih ini dalam mimpinya, dia ngeliat banyak yang sembahyang di sini, itu akhirnya ngomong sama keluarga atau masyarakat di sini akhirnya dibangun lah masjid lagi,” kata Budi.

    Masjid itu dibangun pada 1850 oleh Guru Simin dan Guru Jabir. Seiring berjalannya waktu, masjid itu kembali dimakan oleh zaman, sekiranya tahun 1915. Masjid Rusak kembali mengalami renovasi karena kala itu bangunannya masih terbuat dari kayu.

    “Akhirnya di tahun 1925 itu digunakan sholat berjamaah rame-rame, kalau dulu kan mungkin hanya terbatas. Nah di tahun itu bangun untuk orang-orang banyak lah,” sambungnya.

    Budi juga menerangkan kala pembangunan masjid pada 1925, bangunan masih kayu meskipun jamaah sudah banyak. Dan, secara terus menerus bangunan ini selalu diperbaiki oleh masyarakat.

    Masjid Tua Al Mubarok berdiri tegak di pinggir Jalan Gatot Subroto yang tak jauh dari Museum Satriamandala. Masjid ini telah berumur ratusan tahun dan menjadi sebuah saksi perkembangan wilayah Kuningan.Masjid Tua Al Mubarok berdiri tegak di pinggir Jalan Gatot Subroto yang tak jauh dari Museum Satriamandala. Masjid ini telah berumur ratusan tahun dan menjadi sebuah saksi perkembangan wilayah Kuningan. (Muhammad Lugas Pribady)

    Barulah di tahun 1996 bangunan masjid diperbaiki dan menggunakan beton hingga bisa berdiri hingga saat ini. Pembangunan tersebut dikatakan oleh Budi atas inisiasi pengurus masjid kala itu di antaranya adalah Haji Wardi.

    “1925 yang dibangun sama guru itu ya masjid dari kayu aja tapi besar, nah dari kayu pun itu udah berubah-ubah kan mulai dari zamannya siapa diperbaiki. Jadilah pengurus terakhir itu zamannya Haji Wardi dibangunlah masjid ini, ya sampai sekarang,” kata dia.

    “Dari zaman dulu posisinya di sini zaman dulu nggak berubah titiknya di sini,” ujar Budi.

    Kini, peninggalan lawas masjid itu tidak banyak lagi. Budi mengatakan satu barang yang tersisa hanya jam yang berada di dekat mimbar. namun ia juga tak yakin jam tersebut berada di dalam masjid sejak tahun berapa.

    Makam Pangeran Kuningan

    Selain membahas tentang perjalanan Masjid Tua Al Mubarok, Budi juga menjelaskan kenapa nama wilayah ini Kuningan adalah untuk mengenang Pangeran Kuningan yang berada di kawasan ini dari 1527 hingga meninggal pada 1579. Budi juga menjelaskan letak makam yang letaknya bukan di area masjid.

    “Meninggalnya itu 1579 kalau dia datang 1527, dia meninggal dan sekarang makamnya ada di (area perkantoran) Telkom,” sebut dirinya.

    detikTravel pun penasaran dengan keberadaan makam sang pangeran yang berada di tengah perkantoran. Merujuk cerita dari Budi dan informasi dar penjaga, Makam Pangeran Kuninganberada di dekat lobi gedung dan dekat dengan sebuah mini market.

    Dengan sejarah yang membersamai masjid ini jadi cerita sendiri bagi para jemaah. Selain sebagai tempat beribadah, tempat ini juga kerap dipakai untuk tempat istirahat para karyawan-karyawan di sela pekerjaan mereka.

    Suasana yang rindang dan sejuk menjadi idaman di tengah-tengah panas matahari dan bisingnya jalanan Ibu Kota. Masjid Tua Al Mubarok dan makam Pangeran Kuningan oleh pemerintah daerah telah ditetapkan sebagai Monumen Ordonansi No 238 tahun 1931 melalui Lembaran Daerah No 60 tahun 1972 dan juga menjadi situs sejarah.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ekonomi Dunia Masih Tak Pasti, Investasi Apa yang Bikin Cuan Gede?


    Jakarta

    Ekonomi dunia masih dilanda ketidakpastian. Melihat keadaan tersebut, investor perlu melihat sektor yang potensial untuk berinvestasi.

    Seperti diketahui, Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve atau The Fed masih menahan bunga acuan 5,25-5,50%. Kemudian, kondisi di Timur Tengah masih memanas dan kemungkinan konflik besar dapat terjadi.

    Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif mengatakan ada beberapa sektor yang berpotensi dalam jangka panjang.


    “Nah, kalau kita melihat jangka panjang beberapa tema ini yang kita sampaikan, tapi kembali lagi di jangka pendek masih bisa ada volatilitas dan masih bisa juga sahamnya terkoreksi, tapi kita percaya mungkin beberapa sektor ini jangka panjang, prospeknya cukup bagus,” kata Maynard dalam acara Group Interview Bersama Ekonom Bank DBS, Jakarta Selatan, Selasa (6/7/2024).

    Pertama, saham di perusahaan yang berkapitalisasi besar dengan pertumbuhan dan valuasi yang positif, seperti perbankan dan telekomunikasi. Dia menyebut, pada semester-I 2024 sektor perbankan masih cukup positif.

    Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan pendapatan dan kredit perbankan yang cukup tinggi. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kualitas aset dan juga non performing loan (NPL). Kemudian sektor kesehatan dan electric vehicles (EV). Untuk sektor kesehatan, dia menyebut masih tumbuh positif pada kuartal II-2024.

    “Tetapi, secara sektor ini salah satu sektor yang masih bisa dukung positif di kuartal-II tahun 2024. Untuk telekomunikasi itu masih positif, seperti Telkom. Jadi, secara keseluruhan mungkin boleh dibilang kita yang positif adalah sektor perbankan, telekomunikasi,” jelasnya.

    Dia menekankan selain sektor yang potensial, investor perlu memperhatikan valuasinya ke depan. Pasalnya, ada beberapa sektor yang terkoreksi pada kuartal II-2024, seperti sektor otomotif dan energi.

    “Jadi, ada beberapa sektor juga mungkin yang ada katalis-katalis terbentuk di jangka pendek. Ini kenapa kita bilang trading opportunity, ada sektor yang kemarin performa dan harga sahamnya cukup bagus di kuartal II. Nah menurut kita di kuartal III ini mungkin ada sedikit slow down,” imbuhnya.

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com