Tag: tema

  • Jangan Asal! Ini 7 Tips Pilih Wallpaper-Karpet Lantai untuk Kamar Tidur



    Jakarta

    Menata kamar tidur bukan hanya soal memilih perabot yang tepat, tetapi juga memperhatikan detail seperti wallpaper dan karpet yang bisa menambah kesan nyaman. Pemilihan wallpaper dinding kamar yang sesuai bisa menghadirkan suasana berbeda di ruang pribadi Anda.

    Dari motif hingga warna, semuanya perlu dipertimbangkan agar hasilnya sesuai dengan selera dan gaya desain interior. Selain itu, karpet lantai juga memainkan peran penting dalam menciptakan kenyamanan. Karpet yang tepat tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga membuat kamar terasa hangat dan nyaman.

    7 Tips Memilih Wallpaper Dinding dan Karpet Lantai untuk Kamar Tidur


    Agar hasilnya maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih wallpaper dan karpet untuk kamar tidur Anda. Berikut telah dirangkum 7 tips memilih wallpaper dan karpet lantai untuk kamar tidur.

    1. Sesuaikan dengan Ukuran Ruangan

    Salah satu hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih wallpaper dan karpet adalah ukuran kamar tidur Anda. Jika ruangan berukuran kecil, pilih wallpaper dengan motif yang sederhana dan warna cerah untuk memberi kesan lebih luas. Wallpaper dengan motif besar atau terlalu ramai bisa membuat ruangan terasa sesak.

    Begitu pula dengan karpet, untuk ruangan kecil sebaiknya pilih karpet berukuran kecil atau medium yang tidak menutupi seluruh lantai. Karpet dengan warna netral atau pola minimalis akan membantu membuat kamar terasa lebih lega.

    2. Pilih Warna yang Tepat

    Warna wallpaper dan karpet harus selaras dengan tema warna keseluruhan kamar. Jika kamar tidur Anda memiliki furnitur dengan warna netral, Anda bisa bermain dengan wallpaper yang memiliki warna lebih mencolok atau bermotif. Namun, jika kamar Anda sudah penuh warna, sebaiknya pilih wallpaper dengan warna kalem.

    Begitu juga dengan karpet lantai. Karpet dengan warna senada atau kontras dengan dinding bisa memberikan tampilan yang harmonis atau dinamis, tergantung preferensi Anda. Pilihan warna yang tepat akan membuat kamar tidur terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

    3. Perhatikan Material Wallpaper dan Karpet

    Material wallpaper dan karpet sangat penting, terutama untuk kamar tidur. Pilih wallpaper yang mudah dibersihkan dan tahan lama. Ada beberapa material wallpaper yang tahan air, sehingga lebih mudah dirawat dan dibersihkan dari debu atau kotoran.

    Untuk karpet, pastikan memilih material yang lembut dan nyaman untuk dipijak. Karpet berbahan wol atau katun biasanya lebih nyaman untuk kamar tidur karena teksturnya yang lembut dan hangat di kaki.

    4. Pertimbangkan Kebutuhan Perawatan

    Kamar tidur adalah tempat di mana Anda ingin merasa rileks. Jadi pastikan Anda tidak memilih wallpaper dan karpet yang membutuhkan perawatan ekstra. Wallpaper yang mudah dibersihkan sangat disarankan, terutama jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

    Karpet juga perlu dipilih berdasarkan kemudahan perawatannya. Karpet berbahan sintetis biasanya lebih mudah dibersihkan dan tahan terhadap noda, sementara karpet berbahan alami seperti wol mungkin memerlukan perawatan khusus.

    5. Pilih Motif yang Menenangkan

    Untuk kamar tidur, sebaiknya pilih motif wallpaper dan karpet yang menenangkan agar suasana tidur menjadi lebih nyaman. Motif yang terlalu ramai atau mencolok bisa membuat ruangan terasa berlebihan dan mengganggu waktu istirahat Anda.

    Motif floral atau geometris dengan warna lembut biasanya menjadi pilihan yang baik untuk wallpaper kamar tidur. Sementara untuk karpet, pilih yang bermotif sederhana atau polos agar tidak bertabrakan dengan motif wallpaper.

    6. Sesuaikan dengan Gaya Interior

    Gaya interior kamar tidur juga harus menjadi pertimbangan utama. Jika kamar tidur Anda bergaya minimalis, pilih wallpaper dengan motif yang simpel dan karpet yang tidak terlalu tebal. Untuk kamar bergaya klasik, wallpaper dengan motif bunga atau ornamen elegan bisa menjadi pilihan yang sempurna.

    Sesuaikan karpet dengan gaya interior tersebut. Karpet berbulu tebal cocok untuk kamar tidur bergaya klasik, sementara karpet tipis dengan pola sederhana cocok untuk kamar bergaya modern atau minimalis.

    7. Perhatikan Anggaran

    Meskipun wallpaper dan karpet bisa mempercantik kamar tidur, jangan lupa untuk tetap menyesuaikan dengan anggaran. Pilih wallpaper dan karpet yang berkualitas, tetapi tetap dalam batas anggaran yang Anda tetapkan. Tidak perlu selalu memilih yang paling mahal untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

    Ada banyak pilihan wallpaper dan karpet berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Yang penting adalah kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan Anda, bukan harga yang terlalu tinggi.

    Beli Wallpaper dan Karpet di Decorindo Perkasa

    Jika Anda sedang mencari wallpaper dan karpet lantai untuk mempercantik kamar tidur, Decorindo Perkasa adalah tempat yang tepat. Decorindo Perkasa menyediakan beragam pilihan wallpaper dengan motif dan warna yang bisa disesuaikan dengan gaya interior kamar. Selain itu, pilihan karpet yang nyaman dan berkualitas tinggi juga tersedia untuk melengkapi tampilan kamar tidur impian Anda.

    Anda bisa mengunjungi toko offline Decorindo Perkasa di Jl Dewi Sartika no 306A Cawang, Jakarta Timur, untuk melihat langsung koleksi wallpaper dan karpet yang tersedia. Jika tidak sempat datang ke toko, Anda juga bisa mengunjungi situs resmi mereka di decorindoperkasa.com untuk melihat katalog produk dan melakukan pembelian secara online dengan mudah.

    Memilih wallpaper dinding dan karpet lantai untuk kamar tidur memang tidak bisa asal-asalan. Berkat mempertimbangkan beberapa tips di atas, Anda bisa mendapatkan kamar tidur yang nyaman, indah, dan sesuai dengan selera. Mulai dari ukuran, warna, hingga material, semua faktor ini perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal.

    Jangan ragu untuk membeli wallpaper dan karpet di Decorindo Perkasa. Hadir dengan banyaknya pilihan dan kualitas yang terjamin, Anda bisa menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan kamar tidur Anda!

    (Content Promotion/Decorindo Perkasa)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival yang Keren dari Jember



    Jember

    Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival kembali hadir di Desa Wisata Adat Arjasa, Jember. Mari mengenal lebih dekat soal festival ini.

    Festival tahunan yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-8 ini mengambil tema ‘From Local Vibes to Global Pride’. Festival ini berfokus pada pelestarian alam, budaya, dan spiritualitas setempat.

    Melalui rangkaian acara yang melibatkan masyarakat lokal, festival ini akan mempromosikan potensi wisata dan ekonomi kreatif desa wisata adat Arjasa di Jember kepada dunia.


    Event tahunan ini menggabungkan berbagai elemen kearifan lokal dalam kegiatan utama seperti Mendhak Tirta Menggala Hyang, Parade Budaya Hyang, serta Bazaar UMKM Kuliner dan Ekraf.

    “Kami sangat bangga dengan adanya kolaborasi event Hyang Argopuro Festival bersama program Senandung Dewi dari Kemenparekraf RI. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan potensi Desa Wisata Adat Arjasa kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ketua Pokdarwis Desa Wisata Adat Arjasa, Arjasa Sugianto kepada detikTravel, Selasa (17/9/2024).

    Senandung Dewi-Hyang Argopuro FestivalSenandung Dewi-Hyang Argopuro Festival Foto: (dok. Istimewa)

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bambang Rudianto menambahkan, festival ini merupakan bukti makin menggeliatnya pariwisata di Kabupaten Jember.

    “Festival ini masuk dalam program Senandung Dewi 2024 Kemenparekraf yang diluncurkan oleh Menparekraf RI, Sandiaga Uno, pada 1 Juli 2024,” imbuh Bambang.

    Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival pun menjadi simbol kebangkitan pariwisata Kabupaten Jember. Event ini tak hanya menonjolkan budaya lokal, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat desa.

    Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf, Vicky Apriansyah optimis bahwa festival ini dapat memiliki dampak besar bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jember.

    “Kami harap ke depannya semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang terlibat, dan festival ini terus berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi dengan semangat 3G: Gercep, Geber, Gaspol,” ungkapnya.

    Festival yang berlangsung di Lapangan Arjasa dan Ruang Terbuka Hijau Desa Wisata Adat Arjasa pada 14-15 September 2024 ini terbuka untuk masyarakat umum.

    Para pengunjung festival dapat menikmati suasana khas desa adat Arjasa, sekaligus menyaksikan beragam acara budaya dan menikmati produk lokal dari bazaar UMKM setempat.

    Desa Wisata Adat Arjasa merupakan desa wisata yang berfokus pada wisata budaya, dengan melestarikan budaya asli Kabupaten Jember yaitu Peradaban Hyang.

    Peradaban ini memiliki konsep ‘Luhur Ambukaning Manggala Hyang’ yang menyatukan konsep alam dan mempertahankan budaya bagi para warganya.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • DolanRia Prambanan by BTN, Taman Bermain Warisan Budaya Pertama di RI



    Jakarta

    Siapkan diri Anda untuk pengalaman taman bermain warisan budaya yang belum pernah ada sebelumnya! InJourney Destination Management bersama Loket.com mempersembahkan DolanRia Prambanan by BTN, yang akan diadakan pada 5-7 Juli 2024 di Candi Prambanan.

    DolanRia Prambanan merupakan festival Taman Bermain Warisan Budaya Pertama di Indonesia yang menggabungkan berbagai unsur permainan, musik, pertunjukan seni, dan budaya yang edukatif, menciptakan pengalaman yang penuh keceriaan dan keseruan.

    Festival ini terdiri atas PentasRIA, yang merupakan sajian ragam pertunjukan kesenian budaya lokal dengan kehadiran seniman dan para musisi terkenal yang inspiratif di antaranya Quinn Salman, The Bandels, RAN, dan Mocca.


    Ada pula LokakaRIA sebagai kelas-kelas edukasi yang dapat diikuti anak-anak dengan 11 pilihan yang memberikan kesempatan untuk belajar melalui berbagai topik-topik menarik.

    Dengan tema ‘Generasi Jelajah Budaya’, DolanRia hadir menciptakan suasana unik, di mana anak-anak belajar bahwa keberagaman adalah jembatan untuk memperkaya pengalaman. Pengunjung juga dapat menikmati Pameran Keluarga dan juga Pasar Medang yang berkolaborasi dengan pelaku kuliner UMKM di sekitar kawasan destinasi dengan mengangkat lokalitas.

    Nantinya pengunjung diharapkan merasakan petualangan menjelajahi dunia dengan rasa ingin tahu yang tak terbatas, merangkul perbedaan budaya sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh.

    “Sebagai pengelola destinasi, kami senantiasa berupaya memberikan kegiatan wisata yang menyenangkan di masa liburan sekolah. DolanRia Prambanan adalah pengalaman baru yang menggabungkan keindahan dan nilai historis Candi Prambanan, sebuah warisan budaya UNESCO dengan seni edukasi dan hiburan bagi keluarga dan anak-anak kita di seluruh Indonesia. Kami berharap pengunjung merasakan energi liburan yang berbeda di DolanRia Prambanan,” ujar Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan dalam keterangannya, Kamis (4/7/2024).

    DolanRia Prambanan kali ini menghadirkan Nussa sebagai kawan bermain anak-anak dan keluarga, menjadikan liburan ini penuh kenangan. Nussa, tokoh animasi pemenang Penghargaan Festival Film Indonesia 2021, mengisahkan anak laki-laki berusia 9 tahun bernama Nussa dan adiknya, Rarra, yang berusia 5 tahun. Kedua karakter ini digambarkan sebagai anak-anak yang pemberani, aktif, periang, dan imajinatif.

    Melalui petualangan mereka, Nussa dan Rarra mengajarkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak. Diharapkan melalui interaksi langsung dengan Nussa, anak-anak dapat mengambil pelajaran berharga yang akan menjadi pondasi kuat generasi emas Indonesia ke depannya.
    “Dengan kehadiran sosok Nussa bisa menarik lebih banyak menarik minat pengunjung selama penyelenggaraan DolanRia kali ini,” tambah Febby.

    DolanRia Prambanan by BTN Foto: BTN

    Sementara Vice President Loket.com Faqih Mulyawan mengatakan sebagai promotor, pihaknya memastikan pengunjung dapat merasakan liburan yang menyenangkan di DolanRia Prambanan.

    “Prambanan dan Yogyakarta menjadi tempat di mana anak-anak dan keluarga dapat menjelajahi dunia dengan rasa ingin tahu yang tak terbatas, merangkul ragam budaya sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh, sambil menikmati suasana magis Prambanan sebagai warisan budaya Indonesia. Dengan menggabungkan Nussa, taman bermain, musik, seni, dan budaya, festival ini diharapkan menjadi tempat sempurna untuk dikunjungi bersama keluarga. Loket.com dan seluruh tim yang terlibat selalu memprioritaskan kenyamanan bagi semua yang hadir di DolanRia Prambanan,” katanya.

    Beragam aktivitas seru dihadirkan untuk menunjang kegiatan fisik dan permainan di DolanRia, di antaranya area Balance Bike dan Kebun Binatang Mini memungkinkan anak-anak melatih keseimbangan, empati, dan eksplorasi dunia hewan.

    “Kami sangat antusias mempersiapkan kegiatan petualangan yang seru untuk anak-anak dan keluarga selama liburan sekolah. Berharap ini dapat seterusnya dinikmati dan meninggalkan pengalaman seru bagi anak-anak dan keluarga,” imbuh Faqih.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu menjelaskan BTN mendukung kegiatan DolanRia sebagai bentuk komitmen BTN dalam melestarikan warisan budaya nusantara.

    “DolanRia Prambanan diharapkan menjadi ruang temu, bermain dan belajar anak-anak Indonesia merasakan secara langsung berbagai pengalaman mengenal budaya nusantara dari kegiatan mulai dari kelas belajar, wahana bermain, pameran seni pertunjukan, hiburan, musik dan dongeng,” tutur Nixon.

    Untuk meningkatkan antusiasme pengunjung DolanRia, BTN memberikan tawaran menarik diantaranya diskon khusus hingga 50 persen bagi pengunjung yang membeli tiket via Loket.com, baik dengan kartu debit maupun transaksi melalui virtual account.

    Selain itu, pengunjung yang menggunakan aplikasi BTN Mobile juga dimanjakan dengan cashback khusus jika bertransaksi dengan QRIS di aneka kuliner Pasar Medang.
    Tak hanya itu, pengunjung dapat membuka tabungan BTN melalui BTN Mobile selama event berlangsung.

    “Kami juga memberikan tiket gratis untuk 200 orang pertama yang hadir on the spot dan membuka rekening BTN,” kata Nixon.

    Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari Kawan DolanRia dan rasakan petualangan seru masa liburan sekolah yang penuh warna dan keceriaan di DolanRia Prambanan! Untuk informasi lebih lanjut dan pembelian tiket, kunjungi media sosial @dolanriaprambanan.

    (ncm/ega)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 3 Contoh Khutbah Jumat Menyambut Hari Kemerdekaan ke-79 RI


    Jakarta

    Beberapa hari lagi, masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Kemerdekaan yang ke-79. Jelang perayaan tahunan itu, biasanya khatib mengusung tema khutbah Jumat menyambut hari kemerdekaan.

    Sejatinya, tema hari kemerdekaan menjadi topik tahunan yang diangkat setiap jelang 17 Agustus. Menyampaikan khutbah Jumat dengan tema tersebut dimaksudkan agar muslim dapat merenungkan perjuangan para pahlawan.

    Berikut beberapa contoh khutbah Jumat menyambut hari kemerdekaan.


    Contoh Khutbah Jumat Menyambut Hari Kemerdekaan

    1. Khutbah Jumat Menyambut Hari Kemerdekaan Pertama

    Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

    Tidak henti-hentinya, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bulan ini pada 79 tahun yang lalu, KH Hasyim Asy’ari dan ulama- ulama terdahulu berkumpul dalam satu meja. Sebelumnya, tak pernah para ulama merasa resah seperti ini. Mereka memiliki suatu tanggung jawab besar yang mereka panggul, yakni merawat dan menjaga kehidupan beragama masyarakat masing-masing.

    Tapi hari itu, mereka harus meninggalkan masyarakat sementara waktu. Mereka pergi dari rumah menuju satu titik untuk bertemu dengan ulama lainnya. Apa gerangan yang memaksa mereka meninggalkan tanggung jawab besar itu? Tiada lain adalah mereka telah mendapat tanggung jawab yang lebih besar: menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Negara ketika itu sedang mendapat ancaman serius dari tentara penjajah. Keadaan telah demikian genting. Maka demi kepentingan negara, para ulama rela meninggalkan kewajiban mereka sejenak kepada masyarakat sekitar. Karena menjaga negara sesungguhnya kewajiban paling besar yang ditanggung oleh ulama.

    Mencintai Tanah Air, memperjuangkan kedamaian tanah kelahiran adalah bagian dari iman. Tanpa ghirah dan semangat membela negara, mustahil seseorang dianggap sempurna keimanannya. Sudah barang tentu, para ulama, yang memiliki kadar keimanan yang telah tinggi, akan menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk memperjuang- kan kedamaian tanah kelahirannya itu.

    Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

    Dari pertemuan itu, dihasilkan sebuah keputusan besar: Fatwa Resolusi Jihad. Fatwa ini menghendaki bahwa setiap muslim berkewajiban untuk melindungi negaranya dari serangan penjajah. Hanya dengan kondisi negara yang aman dan tenteramlah ajaran agama dapat dilestarikan dengan sempurna. Dalam surah Al-Baqarah ayat 190 disebutkan:

    وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

    “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang- orang yang melampaui batas.”

    Ayat di atas menegaskan bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan agama Allah. Kita harus memperjuangkan kelestarian agama kita dengan sepenuh jiwa dan raga. Kita bisa menyaksikan bagaimana perjuangan para ulama di zaman dahulu. Mereka rela turun ke medan, menghadapi langsung para musuh.

    Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

    Perjuangan melawan penjajah dalam rangka menjaga kemerdekaan pada saat itu amatlah berat. Para pejuang Indonesia berhadapan dengan musuh yang bersenjatakan lengkap. Bahkan mereka telah mengepung kota dari selu- ruh daratan, laut, dan udara. Meski begitu, para pejuang Indonesia tidak sedikit pun gentar menghadapi musuh. Mengapa? Karena cinta tanah air telah merasuk dalam jiwa mereka, sehingga menjadi kekuatan yang menggebu-gebu.

    Karenanya, jangan pernah sekali-kali kita melupakan jasa para ulama. Perjuangan yang mereka lakukan bukan hanya berdiam di masjid, duduk berdzikir, memutar tasbih. Justru mereka adalah para pejuang yang paling gigih, yang tak sedikit pun melirik hal lain dalam memperjuangkan negara, selain bahwa negara harus dibela mati-matian.

    Negara adalah harta yang paling berharga bagi mereka. Berkat jasa merekalah, kita bisa hidup di dalam negara yang damai, dan menjalani hidup dengan santun dan tenteram.

    Demikian khutbah Jumat perihal menyambut hari kemerdekaan. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua dan digolongkan sebagai hamba Allah SWT yang istiqamah dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Aamiin ya rabbal alamin.

    Khutbah Jumat menyambut hari kemerdekaan dengan topik mewarisi semangat juang pahlawan tersebut dinukil dari buku Koleksi Khutbah Jumat Inspiratif untuk Pemula dan Umum yang ditulis oleh Abdul Azis Muslim S Ag.

    2. Khutbah Jumat Menyambut Hari Kemerdekaan Kedua

    Ayyuhal Muslimun,

    Untaian terindah yang layak kita persembahkan, di hari yang penuh berkah ini, adalah lantunan pujian dan syukur yang tulus atas segala ragam nikmat yang telah Allah curahkan kepada kita semua. Sehingga, hari ini, baru saja, bangsa Indonesia, memperingati hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 79 tahun. Maka, hendaknya kita selalu bersyukur atas nikmat kemerdekaan ini.

    Kenapa? Karena mensyukuri nikmat adalah gerbang memperoleh nikmat yang lainnya, sedangkan mengkufurinya berarti merangsang datangnya murka Allah SWT. Sebagian ulama mengatakan:

    اسْتَعْمَالَ النِّعْمَةُ فِي الطَّاعَةِ لِزِيَادَةِ النِّعْمَةِ

    Artinya: Memfungsikan nikmat pada ranah ketaatan akan menambah nikmat itu sendiri.

    Salawat nan taslim, semoga tercurah keharibaan, kekasih kita, Nabi Muhammad SAW, sang proklamator sejati, yang telah sukses memerdekakan manusia dari belenggu hawa nafsu dan dari belenggu akhlak yang tidak terpuji.

    Ayyuhal muslim,

    Marilah kita tancapkan dan kokohkan akar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt. Takwa dalam dimensi, mematuhi, menjalankan semua titah dan perintah Allah serta meninggalkan segala bentuk laranganNya. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan: “Ketahuilah, sesungguhnya seorang hamba hanyalah mampu melalui tahapan-tahapan perjalanan menuju ridha Allah SWT, dengan hati dan keinginan yang kuat. Bukan cuma sekedar dengan perbuatan anggota badannya. Dan takwa yang hakiki adalah takwa yang bersumber dari dalam hati, bukan pada anggota badan.”

    Allah SWT berfirman,

    ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

    Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS Hajj 32)

    Ayyuhal muslimun,

    Tidak disangka, kemerdekaan Republik Indonesia telah berumur 79 tahun. Dipandang dari sudut usia, tentu ini bukan usia yang muda lagi. Akan tetapi, ironis dan menyedihkan sekali, kemerdekaan yang telah diraih dengan keringat, darah dan bahkan nyawa ini, hari ini hanyalah dikenang saja, bukan untuk disyukuri oleh mayoritas generasi muda bangsa.

    Realitas yang kita saksikan hari ini adalah tidak sedikit generasi muda bangsa, yang memaknai kemerdekaan hanya sebatas penciptaan suasana ramai, meriah dan gebyar serta hura-hura, lalu kemudian melupakan semangat juang yang terkandung di dalam peringatan kemerdekaan tersebut. Oleh karena itu, hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 ini, menarik dan layak untuk kita renungkan secara bersama.

    Ayyuhal muslimun,

    Harus kita sadari bahwa kemerdekaan tidak mungkin diraih tanpa adanya kemenangan, kemenangan mustahil didapat tanpa adanya perjuangan, perjuangan tidak akan berarti tanpa adanya kebersamaan dan persaudaraan, persaudaraan tidak mungkin tercapai tanpa adanya ketulusan. Allah SWT berfirman:

    وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

    Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami,”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al ‘Ankabut: 69)

    Ayyuhal muslimun,

    Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai luhur ketulusan, kebersamaan, persaudaraan, perjuangan, kemenangan dan kemerdekaan. Akan tetapi, kemerdekaan dalam Islam adalah kemerdekaan sejati, yaitu kemerdekaan yang membebaskan manusia dari penghambaan kepada manusia, membebaskan manusia dari kungkungan hawa nafsu, membebaskan manusia dari belenggu pesona dunia, membebaskan manusia dari penghambaan kepada yang semu menuju penghambaan kepada Rabb yang Maha Hidup lagi Perkasa, Allah SWT.

    Ayyuhal muslimun,

    Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang begitu berdarah-darah diraih itu, ternyata hanyalah romantisme sejarah semata. Kenapa demikian? Karena hari ini, kita lihat dan rasakan, selama 79 tahun kemerdekaan ini, hanyalah peralihan satu penjajahan kepada berbagai bentuk penjajahan lainnya.

    Betapa tidak, dahulu para pahlawan kita hanya menghadapi penjajahan pada aspek militer saja, akan tetapi sekarang ini, bangsa Indonesia menghadapi multi penjajahan, baik penjajahan pada ranah ekonomi, budaya & politik, hokum, pendidikan, moral sampai pemikiran. Bahkan bentuk penjajahan seperti ini lebih besar bahayanya daripada penjajahan ala militer, karena bahaya yang ditimbulkan jauh lebih komplek dan berdaya rusak tinggi. Karena tidak hanya merusak fisik saja, tetapi juga merusak pola pikir dan karakter anak bangsa.

    Ikhwatal Islam,

    Dalam masalah ekonomi, sampai hari ini, kita belum bisa melepaskan diri dari ketergantungan kepada pihak asing dan aseng. Dalam ranah budaya, identitas keislaman dan ketimuran bangsa Indonesia terlebur dengan budaya Barat. Dalam ranah moral, mulai dari SD sampai mahasiswa, masyarakat sampai pejabat, tidak jarang kita saksikan tindakan tidak terpuji seperti korupsi, pornografi dan lain sebagainya. Maka benarlah apa yang disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW,

    “Bersabarlah kalian, maka sesungguhnya tidak akan datang kepada kalian sebuah zaman, kecuali zaman tersebut lebih rusak dari sebelumnya, sampai kalian menemui Rabb kalian.” (HR Bukhari)

    Maka menjadi pilihan bagi kita, apakah kita akan mengikuti zaman dengan warna kemaksiatan yang kian dahsyat ini? Atau justru mewarnai zaman ini dengan warna kesalehan dan menjadi manusia merdeka yang terbebas dari nafsu dunia? Pilihannya ada pada diri kita masing-masing.

    Ayyuhal muslimun,

    Oleh karena itu, dalam memaknai kemerdekaan ini, marilah kita memposisikan diri sebagai hamba Allah yang taat dan beradab, beriang-gembira tanpa harus melupakan esensi kemerdekaan yang hakiki. Sebagai seorang muslim, seharusnya kita mensyukuri nikmat kemerdekaan bukan mengenang kemerdekaan.

    Kenapa? Karena kemerdekaan itu adalah nikmat dari Allah SWT. Setiap nikmat itu bisa menjadi pembuka bagi nikmat lainnya. Kita sering menginginkan ditambahnya nikmat, tetapi lupa, lupa mensyukuri nikmat yang telah ada. Mengenang konotasinya adalah terlena dalam romantisme sejarah, sedangkan bersyukur merupakan gairah dan pengundang nikmat yang lebih besar.

    Ayyuhal muslimun,

    Lantas, bagaimana kita sebagai generasi muda bangsa mengisi kemerdekaan yang telah Allah berikan ini? Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an,

    “Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: 41).

    Maka berdasarkan ayat ini, setidaknya, ada 4 hal yang mesti kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan ini. Yang pertama, iqamatus shalah, mendirikan shalat dalam rangka membangun moralitas dan akhlakul karimah.

    Ayyuhal muslimun,

    Sebuah bangsa akan dapat langgeng, ketika memiliki moralitas dan kredibilitas yang tinggi. Sedangkan kunci membangun moralitas terletak pada pelaksanaan ibadah salat. Allah SWT berfirman:

    إنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

    “Sesungguhnya salat itu mampu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (QS Al Ankabut: 45)

    Selain itu, shalat juga menjadi barometer sukses tidaknya seseorang di akhirat kelak. Kenapa? Karena pertama kali yang dihisab dari manusia adalah amaliyah shalatnya. Jika salatnya baik, maka secara otomatis semua amalan yang lain akan dinilai baik, sebaliknya jika kualitas shalatnya buruk, maka dengan sendirinya seluruh perbuatannya dianggap buruk. Oleh karena itu, dengan pelaksanaan shalat yang berkualitas, maka akan mampu membangun manusia yang bermoral dan berakhlakul karimah.

    Ayyuhal muslimun,

    Yang kedua, itauz zakah, menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial

    Agama Islam tidak sebatas mengurusi masalah ruhani dan akhirat saja, tetapi lebih dari itu, agama Islam sangat memperhatikan keseimbangan kehidupan sosial bermasyarakat.

    Ayyuhal muslimun,

    Yang ketiga, amar ma’ruf nahi munkar, jaminan kepastian dan penegakan hukum.

    Kecenderungan kekuasaan, terkadang mendorong pelakunya untuk menyimpang dan menyalahgunakan jabatan yang didudukinya. Fir’aun misalnya, yang berupaya melanggengkan kekuasaannya dengan segala cara. Tingkatan amar ma’ruf dan nahi mungkar sudah diatur dengan jelas dan terang dalam Islam. Yang pertama, yakni, melalui pendekatan kekuasaan bagi mereka yang berwenang, yang kedua, melalui lisan atau nasehat bagi siapapun yang bisa memberi nasehat, jika keduanya tidak bisa dilakukan, maka melalui pengingkaran dalam hati.

    Ayyuhal muslimun,

    Dalam konteks jaminan kepastian dan penegakan hukum. Dalam konteks jaminan kepastian dan penegakan hukum, pernah ditegaskan oleh Rasulullah SAW, ketika ada usaha dari sahabat untuk minta keringanan hukuman bagi seorang wanita bangsawan yang berzina, namun dengan tegas rasul menolak dan mengatakan,

    “Ketahuilah, penyebab kehancuran umat terdahulu adalah karena ketika orang kaya mencuri, maka tidak ditegakkan hukuman. Tetapi, jika yang mencuri itu rakyat kecil, seketika itu hukuman ditegakkan dengan seberat- beratnya. Ketahuilah, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, pasti aku sendiri yang akan memotong tangannya,”

    Ini memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa, seseorang, apapun strata kehidupannya, harus sama dimata hukum, baik rakyat jelata maupun pejabat negara, namun sering kita saksikan, terkadang hukum di negara kita, hanya subur ke bawah tetapi mandul ke atas. Inilah yang kami katakan bahwa kita memang sudah merdeka secara fisik namun masih dijajah dalam aspek-aspek lainnya.

    Ayyuhal muslimun,

    79 tahun Indonesia merdeka, bukanlah waktu yang pendek. Namun, kemerdekaan hakiki bangsa ini masih belum menjadi bukti. Memperingati kemerdekaan tidak sekedar perayaan seremonial saja, memperingati kemerdekaan tidak sekedar semarak warna-warni bendera dan umbul-umbul, memperingati kemerdekaan, juga tidak sekedar aneka lomba yang tidak mendidik, tidak.

    Memperingati kemerdekaan Indonesia harus lebih dari itu semua. Oleh karena itu, semangat kita harus tetap mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik- baiknya sesuai dengan apa yang telah Allah syariatkan dan ketahuilah bahwa perjuangan dalam mengisi kemerdekaan ini belum pernah berhenti. Karena seperti yang kami sampaikan, kita telah merdeka dari satu penjajahan, tetapi kita akan menghadapi penjajahan yang lainnya.

    Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemampuan kepada kita untuk bisa mensyukuri dan mengisi kemerdekaan ini, sesuai dengan apa yang telah disyariatkan-Nya. Allah SWT mengampuni dosa kita, dosa orangtua kita, dosa para pahlawan dan pejuang bangsa ini, Allah tempati mereka semua di dalam surgaNya yang penuh dengan kenikmatan. Dan mudah-mudahan Allah SWT mengembalikan kita semua nanti kehadirat-Nya dalam keadaan husnul khatimah.

    Naskah khutbah Jumat menyambut kemerdekaan tersebut dikutip dari buku Kumpulan Khutbah Jumat Dilengkapi Khutbah Idul Fitri & Idul Adha susunan Abdul Latif Wabula.

    3. Khutbah Jumat Menyambut Hari Kemerdekaan Ketiga

    Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

    Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan segala apa yang telah diperintahkan-Nya serta berupaya untuk menjauhi segala larangan-Nya. Perlu disadari bahwa kita sebagai manusia telah diberikan kemuliaan oleh Allah SWT dengan menjadi khalifah dimuka bumi ini.

    Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

    Cinta terhadap tanah air telah dicontohkan oleh baginda nabi Muhammad SAW. Dalam salah satu kesempatan, tatkala beliau hendak berhijrah ke Madinah, beliau menghadap Makkah seraya berkata:

    “Demi Allah SWT, sesungguhnya engkau (Makkah) adalah sebaik-baik bumi Allah Swt yang paling aku cintai. Sungguh, seandainya wargamu tidak mengusirku, tentu aku tidak akan keluar meninggalkanımu.” (HR Tirmidzi dan Nasai)

    Begitu juga saat Nabi Muhammad SAW tinggal di Madinah, beliau mencintai tanah Madinah dengan cara selalu melindungi negeri Madinah dari segala hal yang mengganggu, mengancam keamanan dan stabilitasnya. Seperti yang juga pernah dilakukan para pahlawan- pahlawan pendahulu kita.

    Dengan semangat yang begitu gigih dan keikhlasan, mereka berani mengorbankan nyawa untuk berperang mengusir para penjajah yang telah mengusik kenyamanan tanah air Indonesia ini. Semua itu mereka lakukan demi upaya untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai wujud dari cinta tanah air yang mereka miliki.

    Kita sebagai penerus bangsa yang tengah menikmati kemerdekaan hasil perjuangan fisik para pahlawan bangsa, hendaknya mampu mewarisi nilai-nilai luhur para pejuang bangsa dengan mengisi hari-hari kita dengan hal yang bernilai positif.

    Jika kita seorang pemimpin jadilah pemimpin yang jujur, adil dan amanah. Jika kita seorang pendidik jadilah pendidik yang berjiwa mulia. Jika kita seorang dai contohkanlah apa yang telah diteladankan Rasulullah saw. Jika kita seorang pelajar jadilah pelajar yang berprestasi, mampu menjadi kebangggan keluarga dan mengharumkan nama bangsa. Menjadi apapun kita, jadikanlah ibadah sebagai landasan amal perbuatan. Kemudian junjung tinggilah harkat dan martabat bangsa kita.

    Para kiai dan ulama kita mengerti betul bahwa dirinya adalah khalifah dimuka bumi ini. Mereka dengan tegas menyatakan kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengekspresikan rasa cinta itu bisa dengan berbagai bentuk.

    Hadratus Syaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitab Muqoddimah Qonun Asasi mengungkapakan tentang bahayanya perpecahan, beliau berkata: “Perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan kegagalan di sepanjang zaman. Bahkan pangkal kehancuran dan kebangkrutan, sumber keruntuhan dan kebinasaan, penyebab kehinaan dan kenistaan.

    Betapa banyak keluarga besar semula hidup dalam keadaan makmur, rumah-rumah penuh dengan penghuni, sampai suatu ketika kalajengking perpecahan merayapi mereka, racunnya menjalar meracuni hati mereka dan setan pun melakukan perannya

    Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

    Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama menyadari bahwa dalam hidup ini kita memiliki peran sebagai khalifah Allah Swt yang memiliki tugas penting untuk menciptakan kedamaian dan kebaikan. Terlebih untuk menjaga keutuhan bumi pertiwi dengan selalu menanamkan rasa cinta terhadapnya dan terus berupaya untuk membela bangsa Indonesia. Sebab tidak ada nikmat yang lebih besar dari sebuah bangsa kecuali keamanan dan kenyamanan.

    Semoga Allah SWT menjaga tanah air tercinta ini dari perpecah belahan, permusuhan dan pertumpahan darah. Sehingga menjadi negara yang aman dan damai. Amin ya rabbal alamin.

    Khutbah Jumat menyambut hari kemerdekaan RI di atas dikutip dari buku Mimbar Dakwah terbitan Lembaga Ittihadul Mubalighin Ponpes Lirboyo Kediri.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com