Tag: tempat buka puasa

  • Istimewa! Pecak Gurame dan Garang Asem Sedap di Resto Joglo


    Jakarta

    Buka puasa dengan menikmati hidangan tradisional bisa di restoran ini. Mereka punya menu pecak gurame hingga ayam garang asem yang sayang dilewatkan!

    Tempat makan bergaya ‘ndeso’ memang tepat untuk kumpul bersama keluarga atau teman, terutama dalam momen buka puasa seperti ini.

    Banyak tempat makan dengan konsep ini menawarkan hidangan tradisional lezat, area santap luas, serta nyaman untuk kumpul keluarga.


    Di Bekasi, kamu bisa mampir ke Tapak Djati yang ada di kawasan Cimuning. Begitu masuk, pengunjung serasa mendatangi rumah makan ala Jawa dengan suasana asri layaknya di puncak!

    Pengunjung juga bakal dimanjakan dengan citarasa masakan tradisional sedap, mulai dari kuliner Betawi sampai khas Jawa.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Tapak Djati
    Alamat Jl. Gondang No.1, RT.001/RW.005, Cimuning, Kec. Mustika Jaya, Kota Bks, Jawa Barat 17155
    No Telp 0822-1082-6035
    Jam Operasional Senin – Jumat 09.00 – 21.00 dan Sabtu – Minggu 07.00 – 22.00.
    Estimasi Harga Rp 15.000 sampai Rp 150.000
    Tipe Kuliner Tradisional Nusantara
    Fasilitas
    • Musholla
    • Toilet
    • Tempat parkir luas
    • Area indoor dan outdoor

    1. Bangunan antik Jawa dengan nuansa asri

    Tapak DjatiTapak Djati menawarkan konsep restoran dengan bangunan antik Jawa dan suasana asri. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Berdiri sejak 2023, Tapak Djati bisa menjadi alternatif pilihan restoran bernuansa ‘ndeso’ di Bekasi.

    Konsep bangunannya khas Jawa dengan setiap sudut dihiasi material kayu. Alhasil tercipta suasana yang hangat dan nyaman.

    Di sini terdapat beberapa area santap dengan suguhan pengalaman makan berbeda. Untuk area santap dalam ruangan (indoor), berada di bangunan rumah joglo yang dilengkapi pendingin udara. Areanya terlihat tidak begitu luas, tapi bisa menampung sampai 40 pengunjung. Area ini cocok kalau mau buka puasa lebih privat.

    Meskipun di dalam joglo, tetapi pengunjung tetap bisa menikmati suasana asri karena pemandangannya langsung ke kolam ikan dan taman.

    Tapak DjatiArea lesehan semu outdoor juga bisa jadi pilihan untuk area santap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tapak Djati juga menyediakan area santap lesehan semi luar ruangan (outdoor) di depan restoran. Sedangkan area outdoor berada di sekitar bangunan Joglo. Begitu juga dengan area saung yang bisa ditempati untuk 7 sampai 10 orang.

    Area outdoor maupun saungnya tidak kalah nyaman dan asri karena dikelilingi tanaman rindang.

    2. Menu Jawa dan Betawi yang Sedap

    Menu makanan yang ditawarkan Tapak Djati tak kalah menggoda. Pilihan makanannya beragam, perpaduan antara masakan Betawi dan Jawa. Tersedia juga menu paket yang cocok buat buka puasa.

    Paket Tapak Djati seharga Rp 170.000, sudah termasuk Ayam Goreng Rempah Tapak Djati, Sayur Asem, Terancam, Sambal dan Lalapan, serta Nasi Bakul.

    Paket Betawi juga bisa dipesan. Harganya Rp 155.000, sudah termasuk Ikan Nila Pecak atau Gurame Pecak, Sayur Asem, Jengkol Balado, Sambal dan Lalapan, serta Nasi Bakul.

    Namun, makanan-makanan tersebut juga bisa dipesan satuan (ala carte). Pilihannya mulai dari berbagai olahan unggas, ikan, sayuran tradisional, nasi goreng, gorengan, dan aneka minuman.

    Harga menunya mulai dari Rp 15.000.

    Kenikmatan pecak gurame sampai garang asam bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Pecak Gurame dan ayam garang asam jadi favorit

    Tapak DjatiOlahan pecak gurame yang menjadi andalan di sini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Olahan pecak gurame tidak boleh dilewatkan di sini. Pilihan ikannya ada dua yaitu gurame dan nila.

    Untuk Pecak Gurame (Rp 95.000), ikan guramenya berukuran besar dengan berat kurang lebih 400 gram.

    Disajikan dengan kuah pecak yang terpisah. Jadi pengunjung punya dua pilihan, mau kuahnya diguyur di atas gurame atau guramenya dicocol ke sambal pecak.

    Supaya lebih sedap, kami memilih untuk mengguyur kuah pecaknya ke atas ikan gurame goreng.

    Tidak ada jejak aroma tanah pada ikan guramenya. Dagingnya tebal dan punya rasa gurih alami. Meskipun digoreng kering, tetapi tekstur dagingnya masih lembap dan lembut.

    Tapak DjatiRasa pecaknya sedap, perpaduan antara gurih, pedas, dan sedikit asam. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dipadukan dengan kuah pecaknya jadi makin sedap. Kuahnya tipe yang bening dengan perpaduan rebusan cabe merah dan cabe rawit yang royal.

    Rasa pecaknya lebih dominan gurih pedas. Jejak rasa asam segar muncul dari irisan jeruk limau yang sudah menyatu ke dalam kuahnya. Ada juga sentuhan rasa rempah kencur dan jahe yang ringan.

    Selain pecak, bisa cicip Ayam Garang Asem ( Rp 35.000) yang tidak kalah nikmat.

    Tapak DjatiGarang asemnya juga tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Satu potong ayam garang asem yang disajikan dalam balutan daun pisang. Menciptakan aroma khas dan menyegarkan.

    Meski pakai ayam kampung, tetapi proses pengukusan membuat daging ayam empuk dan juicy. Jejak rasanya lebih dominan gurih dari penggunaan santan. Ada pun sentuhan rasa asam menyegarkan datang dari belimbing wuluhnya.

    4. Ada ayam goreng serundeng dan nasi goreng iga sedap

    Tapak DjatiPecinta ayam bisa pesan hidangan ayam goreng serundeng ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Penikmat ayam goreng wajib pesan Ayam Goreng Serundeng di sini. Harganya Rp 32.000, sudah termasuk lalapan dan sambal, tetapi belum termasuk nasi.

    Bisa pesan nasi secara terpisah. detikFood mencoba memadukan ayam goreng ini dengan nasi liwet daun jeruk (Rp9.000).

    Nasinya pulen, tidak gurih, tetapi aroma dan rasa daun jeruknya cukup kuat.

    Semua menu ayam di Tapak Djati menggunakan ayam kampung. Dagingnya cukup tebal, tetapi memang teksturnya sedikit liat.

    Rasanya gurih dengan jejak rasa lengkuas dan serai yang cukup dominan. Bumbunya juga meresap sampai ke dalam daging. Semakin nikmat karena ada taburan serundeng lengkuas yang rasanya lebih gurih, bukan manis.

    Tapak DjatiBegini tampilan nasi goreng iga yang bikin nagih. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tapak Djati juga punya menu Nasi Goreng Iga (Rp30.000). Warnanya cokelat pekat dengan acar mentimun dan wortel sebagai pendamping.

    Saat disantap, tercecap bumbu nasi goreng yang medok dan kompleks. Tidak sekadar gurih atau pedas, tetapi ada sentuhan manis dengan jejak aroma smokey. Aroma smokeynya muncul seperti dimasak di tungku.

    Karena kami minta pedas, jadi jejak rasa pedas ladanya lebih dominan daripada rasa manis.

    Iganya tidak disajikan utuh, melainkan dipotong menjadi kotak-kotak kecil. Memang topping iganya tidak begitu banyak, tetapi cukup membuat sensasi makan nasi goreng ini lebih spesial.

    5. Gorengan sebagai pendamping

    Sebelum makanan utama datang, gorengan yang kami pesan datang lebih awal.

    Ada tahu isi (Rp 15.000) dan pisang goreng (Rp 15.000) yang masing-masing terdiri dari empat buah.

    Tapak DjatiGorengan tahu isi bisa dipesan sebagai pendamping. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tahu isinya terdiri dari tauge, wortel, dan daun bawang. Uniknya ada tambahan jagung yang menambah rasa manis.

    Saat pertama digigit tekstur tahunya krispi, tetapi lama kelamaan jadi agak kenyal. Isiannya juga padat dengan rasa gurih sedap.

    Pisang gorengnya juga bisa mengganjal perut. Sepertinya menggunakan pisang kepok dan tekstur pisangnya agak lembek. Rasanya manis, dengan sedikit sentuhan asam pisang yang khas.

    Tapak DjatiAda juga pisang goreng yang manis dengan aroma pisang khas. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sebagai penghilang dahaga, pengunjung bisa pesan wedang sereh yang hangat asam menyegarkan, es jeruk, maupun teh tawar.

    Kalau tertarik buka puasa di restoran ini, sebaiknya melakukan reservasi dari jauh-jauh hari melalui nomor 0822-1082-6035 atau DM (direct message) di Instagram mereka @tapakdjati.bekasi.

    Lokasinya di Jl. Gondang No.1, RT.001/RW.005, Cimuning, Kec. Mustika Jaya, Kota Bekasi. Buka Senin – Jumat 09.00 – 21.00 dan Sabtu – Minggu 07.00 – 22.00.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ada Nasi Rames Aneka Lauk ala Jawa di Bekasi


    Jakarta

    Di tengah padatnya kota Bekasi, ternyata ada restoran bergaya Jawa yang punya suasana nyaman. Menu andalannya nasi rames dengan belasan lauk komplet!

    Semakin banyak tempat makan baru bermunculan di Bekasi. Mulai dari restoran kekinian, kafe, hingga restoran tradisional bergaya Jawa juga bisa ditemui di kota Patriot ini.

    Salah satu rumah makan dengan konsep prasmanan ala Jawa di Bekasi yaitu Warung Joglo Si Embah. Restorannya berbentuk joglo besar dan luas, cocok dijadikan tempat buka puasa bersama keluarga.


    Makan di sini pasti makin puas karena menu-menu makanan yang ditawarkan bergaya prasmanan. Menunya lengkap mulai dari sayuran, sate-satean, sampai gorengan.

    Harga menu-menunya juga masih sangat terjangkau, dibanderol mulai dari Rp 5 ribuan saja.

    Tidak heran restorannya selalu ramai pengunjung dari pagi sampai sore. Bahkan, pada jam-jam makan siang kamu perlu siap-siap antre panjang untuk ambil makanan prasmanannya.

    DetikFood menyambangi Warung Joglo Si Embah untuk menikmati langsung suasana dan menu makanan di restoran ini. Begini pengalaman kami!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Warung Joglo si Embah
    Alamat Jl. Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi
    No Telp 085216556967
    Jam Operasional 12.00 – 22.00 WIB (Selama bulan puasa)
    Estimasi Harga Rp 5.000 – Rp 20.000
    Tipe Kuliner Kuliner Jawa
    Fasilitas
    • Toilet
    • Musholla
    • Parkiran
    • Area semi outdoor

    1. Menu prasmanan dengan belasan lauk

    Warung Joglo Si EmbahWarung Joglo Si Embah menawarkan belasan menu yang bisa dipilih sesuai keinginan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Makan di warung Joglo Si Embah dijamin puas karena kamu bisa mengambil porsi nasi hingga aneka lauk sendiri di meja prasmanan.

    DetikFood menyambangi restoran ini pada jam makan siang. Kami sampai dari sekitar pukul 13.32 WIB. Dari parkirannya saja sudah terlihat jika restoran ini sangat ramai.

    Begitu masuk, terlihat area joglo yang sangat luas dan semi outdoor. Banyak meja dan kursi yang tersedia di sana. Sayangnya, karena sangat ramai, kami pun sulit menemukan meja dan kursi kosong.

    Butuh waktu sekitar 30 menit sampai kami menemukan meja dan kursi yang kosong. Setelah menemukan meja, barulah kami mengantre di barisan khusus untuk mengambil menu makan prasmanan.

    Warung Joglo Si EmbahBegini kondisi restorannya saat jam-jam makan siang. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat kami baru sampai memang banyak lauk yang sudah habis. Beruntungnya kami mencari meja dan kursi kosong terlebih dahulu. Sehingga, pas antre untuk ambil makanan, stok lauknya komplet kembali.

    Terdapat belasan lauk tersedia di meja prasmanan. Pilihannya komplet. Bahkan, sayur lodeh saja ada banyak variasinya, mulai dari Lodeh Tahu, Lodeh Daun Ketela, sampai Lodeh Terong.

    Ada juga juga sayur asem, Tempe Bacem, Telur Dadar, Pindang Goreng, Ayam Goreng, Ayam Cabe, Ikan Asin, sampai Pecel Peyek.

    Harga menu-menunya bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 9 ribu.

    Setelah mengambil nasi ramesan ini, kamu bisa langsung pergi ke kasir dan langsung dinikmati.

    2. Ada menu rawon, soto, sampai bakso

    Warung Joglo Si EmbahWarung Joglo Si Embah juga menawarkan menu soto. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain menu nasi rames, sebenarnya pelanggan juga bisa menikmati menu lainnya, seperti rawon, soto dan bakso.

    Untuk rawon dan soto, pelanggan bisa mengambil di meja yang sama seperti meja nasi. Mangkuk rawon dan soto seharusnya sudah disiapkan lengkap dengan pelengkap dan segala isinya.

    Namun, jika situasinya sangat ramai, pelanggan perlu menunggu isian soto dan baksonya disiapkan terlebih dahulu oleh pelayan.

    Rawon, soto dan bakso ini juga tidak setiap saat tersedia. Sehingga, pastikan dulu ke pelayan apakah stoknya masih ada atau tidak.

    3. Nasi rames lauk komplet Rp 20.000an

    Warung Joglo Si EmbahIni piring menu pertama yang kami coba. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    DetikFood mencoba beberapa lauk yang menarik.

    Untuk piring pertama terdiri dari nasi, tahu bacem, bakwan jagung, ayam balado, sambal dan kerupuk. Dilengkapi juga dengan sayur lodeh tahu di mangkuk terpisah. Kurang lebih total harga piring pertama sekitar Rp 30.000.

    Sedangkan piring kedua terdiri dari nasi, telur balado, ayam goreng, bakwan jagung, sambal, dan sayur lodeh daun ketela. Sepiringnya kurang lebih Rp 29.000.

    Untuk kedua sayur lodeh ini sebenarnya punya rasa yang tidak jauh berbeda. Namun, sayur lodeh daun ketela punya tekstur kuah yang lebih bersantan daripada sayur lodeh tahu.

    Warung Joglo Si EmbahSedangkan, ini piring kedua yang kami ambil dari meja prasmanannya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sayur lodeh tahu juga lebih gurih santan dibandingkan sayur daun ketela yang lebih manis. Untuk menu tahu bacemnya punya rasa yang tidak begitu manis.

    Ayam goreng dan ayam baladonya punya potongan yang sangat kecil. Menurut kami kurang sepadan dengan harganya.

    Bumbunya juga tidak begitu meresap sampai ke dalam. Karena kami dapat lauk yang sudah dingin, sehingga rasanya kurang nikmat.

    Namun, bakwan jagungnya tidak boleh dilewatkan. Ukurannya memang tidak begitu besar, tetapi cukup tebal. Rasa gurihnya seimbang dengan rasa manis dari jagungnya. Meskipun sudah agak dingin, tetapi masih renyah dan kenyal saat dimakan.

    4. Soto ayam dan bakso yang gurih segar

    Kami juga mencicipi soto ayam hingga bakso di sini. Saat kami datang, mangkuk sotonya belum siap, sehingga kami perlu menunggu.

    Semangkuk Soto Rp 9.000 ini memang sangat sederhana. Isinya hanya soun, sayur kol, potongan tomat, dan suwiran ayam. Disiram dengan kuah soto kuning yang rasanya gurih ringan.

    Jika mau terasa lebih sedap, lebih baik tambah kecap dan sambal.

    Warung Joglo Si EmbahBakso prasmanan juga bisa ditemui di Warung Joglo Si Embah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakso prasmanannya juga bisa diambil di gerobak atau meja berbeda.

    Butuh waktu tiga kali sampai kami mendapat semangkuk bakso ini. Sebab, pertama kuah kaldu mereka habis, kedua baksonya habis.

    Saat balik untuk ketiga kalinya, barulah kami dapat semangkuk bakso ini. Kamu bisa memilih sendiri jumlah bakso yang diinginkan. Bisa juga memilih pelengkap soun dan condiments lain.

    Kami mengambil enam buah bakso dengan harga total Rp 18.000. Kami tidak kebagian soun, sehingga semangkuknya hanya berisi potongan kol dan enam buah bakso.

    Baksonya sendiri kenyal tetapi tidak terasa atau tercium aroma daging, lebih dominan kenyal aci. Kuahnya bening tidak begitu berkaldu dan berminyak, tetapi sayangnya terlalu asin.

    5. Gorengan pakai antrean

    Warung Joglo Si EmbahPerlu antre untuk mendapat gorengan di restoran ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Makan di rumah makan Jawa tidak lengkap tanpa menikmati gorengan. Gorengan di tempat ini hanya bisa dipesan lewat kasir. Pelanggan bisa memesan, membayar, dan menunggu saja di meja masing-masig

    Namun, tidak semua pelanggan bisa memesan gorengan. Permintaan tinggi membuat restoran ini perlu membuka sistem antrean juga untuk gorengan.

    Jika antrean yang ditulis sudah banyak, mereka tidak akan menerima pesanan. Oleh karena itu, kami pun perlu menunggu sampai situasi restoran sepi.

    Datang dari siang, kami baru dapat gorengan pada pukul 14.30. Gorengannya bisa pilih mau pisang saja atau tambah tempe.

    Kami memilih campur antara pisang dan tempe gembus. Harganya Rp 15.000.

    Meskipun sudah bayar dan namanya masuk antrean, kami perlu menunggu lagi. Sekitar pukul 15.00 barulah gorengan kami datang.

    Memang kondisinya masih panas. Masing-masing piring terdiri dari 3 potongan pisang goreng dan 3 buah tempe gembus.

    Namun, rasa gorengannya tidak begitu spesial. Pisangnya kurang manis, lebih cenderung sepet. Tempenya juga lebih dominan adonan tepung.

    Sepertinya akan lebih nikmat jika gorengan ini dimakan bersama nasi, daripada dijadikan camilan sendiri.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 9 Rekomendasi Tempat Bukber Bekasi, Enak dan Bisa Rombongan


    Jakarta

    Buka bersama (bukber) menjadi agenda yang selalu diadakan setiap tahun, baik itu bersama keluarga, teman bermain, maupun rekan kantor. Tapi sering kali kita bingung memilih tempat yang cocok.

    Buat detikers yang berada di Bekasi, di bawah ini ada 9 rekomendasi tempat bukber Bekasi yang enak dan bisa buat rombongan. Simak informasi mengenai lokasi, menu, hingga harganya.

    Pilihan Tempat Bukber Bekasi

    Berikut ini 9 pilihan tempat bukber Bekasi yang bisa kalian pertimbangkan:


    1. Gubug Mang Engking

    • Lokasi: Summarecon, Jalan Bulevar Utara No 2, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

    Gubug Mang Engking tentu sudah banyak dikenal karena cabangnya ada di banyak daerah, termasuk di Bekasi. Keunggulan tempat makan ini adalah tempatnya yang lega.

    Suasana tempat ini juga sejuk dengan kolam dan saung bambunya. Tempat makan ini juga nyaman jika detikers ingin memulai bukber dengan acara.

    Menu makanan di Gubug Mang Engking yaitu aneka tumisan, aneka sambal, seafood, dan ayam. Harga sayur mulai dari Rp 20 ribuan, seafood mulai dari Rp 70 ribuan, ayam sekitar Rp 100 ribu.

    2. Resto Wulan Sari

    • Lokasi: Jalan Kemakmuran No 45, Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

    Restoran Wulan Sari cocok digunakan untuk buka bersama, terutama acara kantor. Dilihat dari akun Instagram @restowulansari, tempat ini juga menyewakan gedung pernikahan dan ruang meeting, yang tentunya cocok untuk acara resmi.

    Menu makanannya mulai dari aneka nasi dan mie, aneka olahan ayam, ikan, hingga cumi dan udang. Salah satu menu unggulannya adalah gurame sambal petir.

    Harga nasi dan mie di kisaran Rp 40 ribuan, ayam mulai dari Rp 30 ribuan, cumi dan udang mulai Rp 50 ribuan, sedangkan gurame mulai Rp 100 ribuan.

    3. Rumah Makan Saung Bambu

    • Lokasi: Jalan Setia Mekar No 3, Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

    Rumah Makan Saung Bambu menyediakan tempat lesehan maupun dengan kursi. Meski di tepi jalan raya, tempat ini cukup nyaman.

    Dari luar, rumah makan ini mungkin terlihat biasa saja. Setelah masuk ke dalam, terdapat tempat yang luas dan cocok untuk rombongan bukber. Ada juga saung yang nyaman untuk makan.

    Menunya adalah makanan khas Indonesia, terutama makanan khas Sunda. Ada sop iga, empal goreng, nasi liwet, hingga aneka seafood. Menu andalannya antara lain gurame pecak dan gurame saus padang dengan harga sekitar Rp 140 ribuan.

    4. Warna Warni Resto

    • Lokasi: Jalan Inspeksi Kalimalang No 36, Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

    Salah satu tempat bukber favorit di Bekasi adalah Warna Warni Resto & Cafe. Tempat ini luas dan banyak pepohonan. Bahkan tempat ini juga menyewakan camping ground buat detikers yang ingin berkemah.

    Menu makanan di sini bervariasi, antara lain aneka sate, seafood, steak, bebek, ayam, mie, pasta, hingga beragam kopi. Harga makanan mulai dari kisaran Rp 30 ribuan hingga Rp 100 ribuan.

    5. Raja Sunda Bekasi

    • Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman KM 34, No 1, Bekasi Barat, Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

    Raja Sunda Bekasi menyediakan tempat yang luas, cocok untuk tempat bukber. Ada tempat lesehan dan meja kursi. Restoran ini juga menyediakan gedung pertemuan dan ruang rapat.

    Menunya sangat beragam. Menu sayur dan ayam goreng mulai dari Rp 20 ribuan, sop dan soto mulai Rp 50 ribuan, menu cumi dan udang mulai Rp 80 ribuan.

    6. Bebek Kaleyo

    • Lokasi Summarecon: Jalan Perjuangan Dalam, Saluran Irigasi, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
    • Lokasi Kalimalang: Pertokoan Duta Permai, Jalan Kyai Haji Noer Ali Sukadanau, Jakasampurna, Cikarang Barat, Kota Bekasi.

    Buat pecinta menu bebek, restoran Bebek Kaleyo bisa menjadi pilihan tempat bukber. Tempat makan bebek ini unik karena didesain seperti kafe dan luas, sehingga lebih kekinian. Ada dua lokasi, yaitu di Summarecon dan Kalimalang.

    Menu andalan di sini tentunya adalah aneka olahan bebek, seperti bebek goreng, bebek bakar, dan bebek rica. Selain itu ada menu lain, misalnya ayam dan nasi goreng. Harga makanannya cenderung terjangkau, yakni mulai dari Rp 20 ribuan

    7. Restoran Simpang Raya Kayuringin

    • Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No.1, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

    Di Bekasi juga ada rumah makan Padang yang enak dan nyaman buat bukber, yaitu Restoran Simpang Raya. Tempatnya cukup lega jika detikers datang bersama rombongan.

    Tempat ini menyuguhkan berbagai masakan padang yang lezat. Menu andalannya adalah ayam pop. Namun rendang dan tunjangnya tak kalah enak. Harga makanannya mulai dari Rp 30 ribuan.

    8. Bandar Djakarta

    • Lokasi: Jalan Bulevar Ahmad Yani Blok M, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

    Satu lagi tempat makan di Summarecon, yaitu Bandar Djakarta yang memiliki desain bangunan seperti kapal. Tempatnya luas dan memiliki tempat makan outdoor. Tak hanya tempat makan, di sini juga ada pasar ikannya.

    Menu unggulannya adalah aneka seafood seperti ikan, udang, kepiting, dan cumi, dengan aneka saus, seperti saus thailand, telur asin, bumbu rujak, sereh, dan sebagainya. Harganya di kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 200 ribu.

    9. Waroeng Spesial Sambal SS

    Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No 16A, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

    Waroeng SS sudah terkenal di berbagai daerah. Selain enak dan terjangkau, menunya juga beragam. Tempatnya juga cukup luas untuk bukber, ada tempat lesehan juga.

    Ada sayuran, ayam, bebek, ikan, jeroan, dan tentunya aneka sambal, seperti sambal terasi, sambal bawang, sambal mangga muda, sambal cumi, dan sebagainya.

    Harga lauknya mulai dari belasan ribu rupiah, sedangkan sambalnya mulai dari Rp 2 ribuan. Jika ingin bukber, datangnya jangan mepet karena sering ramai.

    Perlu diketahui, harga di atas adalah harga normal. Untuk paket, menu khusus Ramadhan, atau pemesanan bukber, detikers bisa menghubungi ke nomor telepon atau akun media sosialnya.

    (bai/row)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker