Tag: tenis

  • Erajaya Resmikan Gerai Wilson Tennis 360 Pertama di RI, Ini Ragam Promonya


    Jakarta

    Erajaya Active Lifestyle meresmikan gerai Wilson Tennis 360, toko konsep pertama di Indonesia yang berlokasi di Mall Kota Kasablanka. Kehadiran Wilson Tennis 360 untuk memanjakan para pencinta tenis dan padel Tanah Air.

    Pasalnya toko yang diluncurkan pada pertengahan Agustus 2025 tersebut menyuguhkan berbagai keperluan para atlet tenis dan padel. Kehadiran toko ini tidak hanya menandai ekspansi ritel, tetapi juga menjadi destinasi gaya hidup tenis dan padel yang holistik bagi atlet dan penggemar di semua tingkatan.

    “Store resmi pertama Wilson merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan pengalaman berbelanja dalam mewujudkan gaya hidup aktif untuk masyarakat Indonesia. Wilson Tennis 360 bukan sekadar toko, tapi wujud nyata ekosistem gaya hidup aktif yang kami hadirkan, dimana pemula, penggemar dan atlet tenis serta padel mendapatkan segala kebutuhan sekaligus merasakan pengalaman dan pelayanan terbaik,” kata CEO Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto dalam keterangan tertulis, Kamis (21/8/2025).


    Tennis 360 menghadirkan pengalaman berbeda dari toko olahraga tradisional. Menawarkan perlengkapan lengkap untuk para pecinta tenis, padel, dan pickleball mulai dari peralatan berkinerja tinggi, produk edisi terbatas, hingga fashion yang memungkinkan atlet mengekspresikan identitas mereka di dalam maupun luar lapangan.

    Sepatu tenis, pakaian stylish, tas siap bertanding, hingga aksesoris, semuanya dirancang untuk melengkapi warisan presisi dan inovasi Wilson. Dia menjelaskan Wilson Tennis 360 menghadirkan beragam keunggulan seperti Layanan Raket, Ultra V5 Collection, serta Apparel, Footwear & Aksesoris

    Layanan Raket

    Pengunjung dapat mengganti senar dan menyesuaikan ketegangan sesuai preferensi dengan bantuan teknisi senar berpengalaman kami.

    Peluncuran Ultra V5 Collection

    Menampilkan raket Ultra V5 yang paling serbaguna, dirancang untuk pemain menengah hingga mahir yang mengutamakan presisi tanpa mengorbankan kekuatan.

    Apparel, Footwear & Aksesoris

    Koleksi lengkap yang mendukung penampilan dan pola pikir atlet, menciptakan identitas pemain yang menyeluruh.

    “Untuk merayakan momen spesial ini, Wilson mengundang pelanggan untuk menikmati serangkaian promo pembukaan eksklusif mulai 12 Agustus 2025 hingga 24 Agustus 2025,” jelasnya.

    Selain itu, pihaknya juga menghadirkan beragam promo seperti Gratis Limited-Edition Special Bag Charm untuk setiap pembelian, selama persediaan masih ada. Ada pula Promo BNI yang bisa membuat konsumen mendapatkan diskon hingga Rp 700 ribu dengan minimal transaksi Rp 3 juta menggunakan Kartu Debit/Kredit BNI atau aplikasi Wondr.

    Promo BRI juga menghadirkan nikmati diskon hingga Rp 500 ribu dengan minimal pembelian Rp 2,5 juta menggunakan Kartu Debit/Kredit BRI atau aplikasi BRImo.

    “Untuk informasi lebih lanjut bisa kunjungi media sosial resmi Wilson Indonesia instagram & tiktok: @wilsonindonesia,” tutupnya.

    (anl/ega)



    Sumber : sport.detik.com

  • Padel Vs Tenis, Mana yang Lebih Seru dan Bikin Keringetan?


    Jakarta

    Padel menjadi salah satu olahraga yang banyak diminati masyarakat belakangan ini. Dibandingkan olahraga tenis yang sekilas mirip, bedanya apa sih?

    Padel merupakan olahraga raket yang dimainkan di lapangan tertutup dan dikelilingi oleh dinding. Meskipun sekilas mirip dengan tenis, padel memiliki keunikan tersendiri, mulai dari lapangan, teknik bermain, hingga peralatan yang digunakan.

    Nah, di antara kedua olahraga ini, detikers mungkin bertanya-tanya, padel vs tenis lebih seru dan sehat mana? Agar semakin paham, yuk, simak penjelasan mengenai perbedaannya berikut ini.


    Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa perbedaan antara padel dan tenis.

    1. Ukuran Lapangan

    Perbedaan yang signifikan antara padel dan tenis dapat dilihat dari ukuran lapangannya. Lapangan padel sepertiga lebih kecil dibandingkan dengan tenis, dan biasanya tertutup dan dikelilingi oleh dinding. Ukuran lapangan padel yaitu 20 x 10 meter.

    Berbeda dengan tenis, ukurannya lebih besar dengan ukuran panjang 23,77 x 8,23 meter untuk pertandingan tunggal, dan 23,77 x 10,97 meter untuk pertandingan ganda.

    Lapangan tenis bervariasi, mulai dari lapangan rumput asli, rumput sintetis, lapangan keras, hingga tanah liat.

    2. Raket

    Raket yang dipakai pada tenis dan padel juga berbeda, meskipun sekilas terlihat sama. Raket padel lebih pendek dan permukaannya padat terbuat dari bahan komposit, seperti sert karbon dan karet EVA. Permukaan ini berfungsi untuk mengurangi hambatan udara dan meningkatkan fleksibilitas ketika bermain.

    Sebaliknya, raket pada tenis memiliki gagang yang lebih panjang, ukuran kepala lebih besar, dan permukaannya memiliki senar yang bertujuan untuk memukul bola lebih kencang.

    3. Teknik Bermain

    Dari segi aturan dan teknik bermain, padel dan tenis memiliki perbedaan yang cukup jelas. Pada olahraga padel, permainan dimulai dengan servis bawah (underhand) dan bola wajib memantul sebelum masuk ke area lawan.

    Sementara itu, aturan bermain tenis lebih tegas. Bola tidak boleh menyentuh atau memantul dari dinding. Jika memantul, tidak dihitung sebagai poin.

    Teknik ayunan raket pada keduanya juga berbeda. Padel menekankan kontrol tenaga dan arah saat memukul bola. Sementara pada tenis, teknik yang sering kali dilihat yaitu backswing dan full swing, dimana ayunan tenis jelas terlihat lebih kuat.

    4. Bola yang Digunakan

    Selain raket, bola pada padel dan tenis juga memiliki komposisi yang berbeda. Bola padel dirancang lebih lembut dengan tekanan yang rendah, sehingga pantulannya lebih pelan dan panjang.

    Sebaliknya, bola pada tenis memiliki tekanan yang tinggi dan pantulan yang lebih kuat, sehingga cocok digunakan pada lapangan luas.

    5. Manfaat Kesehatan

    Baik padel maupun tenis, keduanya sama-sama memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun perbedaan intensitas bermain tenis lebih mengedepankan kesehatan alat gerak seperti sendi, lutut, hingga pergelangan kaki. Tenis didominasi gerakan yang mendadak dan perubahan arah yang cepat.

    Sementara itu, gerakan padel didominasi oleh gerakan yang lebih lembut tanpa adanya risiko cedera berlebihan. Padel sangat cocok dijadikan sebagai olahraga rutin karena dapat meningkatkan kebugaran tubuh.

    Itulah beberapa perbedaan tenis dan padel, mulai dari teknik bermain, alat yang digunakan, hingga manfaatnya bagi kesehatan. Nah, jadi detikers lebih menyukai olahraga yang mana?

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Sejarah Padel: Dari Spanyol ke Dunia

    Jakarta

    Padel menjadi salah satu olahraga yang populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Olahraga ini cukup diminati berbagai kalangan sebab teknik bermainnya yang tidak terlalu rumit dan menyenangkan.

    Meskipun sekilas terlihat seperti tenis, padel memiliki keunikan sendiri, mulai dari aturan hingga peralatan yang digunakan.

    Bagi detikers yang penasaran asal mula olahraga padel, berikut detikSport telah merangkum sejarah terbentuknya. Yuk, disimak sampai selesai!


    Sejarah Berkembangnya Olahraga Padel

    Melansir dari situs padelflip, padel pertama kali diciptakan oleh Enrique Corcuera, seorang penggemar tenis. Pada tahun 1969, Enrique berencana membuat lapangan tenis di rumahnya namun tidak memiliki lahan yang cukup. Oleh karenanya, ia membuat lapangan versi yang lebih kecil, yaitu berukuran 20 x 10 meter yang dikelilingi dinding setinggi 3 meter dan net di antaranya.

    Pada tahun 1970-an, Pangeran Alfonso dari Hohenlohe menghabiskan liburan musim panasnya di rumah Corcuera di Acapulco dan memutuskan untuk membangun lapangan padel di Andalusia.

    Selanjutnya, Julio Menditeguy memutuskan untuk mengimpor olahraga ini ke Argentina dan menjadi membangun lapangan padel pertama di Argentina.

    Pada tahun 1980-an, lapangan-lapangan padel mulai banyak di bangun di Brasil, Uruguay, Chili, Prancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Pada tahun 1988, asosiasi nasional pertama di dunia, “Asociacion Padel Argentino didirikan.

    Pada tahun 1990-an, Federasi Padel Internasional (FIP) didirikan di Madrid oleh Asosiasi Padel Argentina, Asosiasi Padel Spanyol, dan Asosiasi Padel Uruguay. Pada tahun 1997, di Barcelona, Spanyol, dan Argentina disepakati bahwa olahraga ini disebut Padel, dimana sebelumnya disebut Paddle.

    Pada tahun 2000, Kejuaraan Dunia Junior diadakan di La Plata, Argentina. Selama tahun-tahun tersebut, 7 federasi lainnya dibentuk, 6 federasi Eropa dan 6 federasi Australia. Pada tahun 2005, sirkuit padel profesional pertama lahir, yaitu Padel Pro Tour (PPT).

    Pada tahun 2013, PPT digantikan oleh World Padel Tour (2014-2023). Pada tahun 2018, Kejuaraan Dunia Senior pertama diadakan di Estepona, Malaga (Spanyol).

    Pada tahun 2021, FIP meluncurkan sirkuit Promises untuk putra dan putri kategori di bawah 14, 16, dan 18. Pada tahun 2024, sirkuit Premier Padel yang dikelola oleh FIP menjadi sirkuit profesional teratas di dunia dengan 24 turnamen di 16 negara. Dan hingga kini terdapat 87 federasi yang terafiliasi dengan FIP dan padel sudah dimainkan lebih dari 140 negara.

    Di Indonesia sendiri, padel sudah dikenal sejak tahun 2021. Olahraga ini semakin populer dan mendapat perhatian pada tahun 2024. Ketenaran padel bisa dilihat dari banyaknya lapangan padel di kota-kota besar hingga berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Bali.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Apa Itu Pickleball? Olahraga Raket yang Sedang Viral di Indonesia

    Jakarta

    Pickleball menjadi salah satu olahraga yang cukup berkembang pesat di dunia, termasuk di Indonesia. Olahraga ini mirip seperti tenis namun lebih mudah dimainkan, sehingga sangat cocok dimainkan oleh segala usia.

    Uniknya, pickleball merupakan perpaduan dari olahraga populer seperti tenis, badminton, dan pingpong. Hal ini membuat teknik bermain pickleball terasa mudah dan seru untuk dimainkan. Permainan ini dapat dilakukan secara tunggal atau ganda.

    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai olahraga pickleball, detikers dapat menyimak panduan lengkapnya berikut ini.


    Apa Itu Pickleball?

    Mengutip dari Jurnal Aksara Raga, pickleball merupakan salah satu jenis olahraga yang menggabungkan permainan tenis, badminton, dan tenis meja. Olahraga ini dimainkan dengan pemukul dan bola plastik yang berlubang dengan ukuran lapangan kira-kira sepertiga lapangan badminton dan dipisahkan oleh net.

    Salah satu perlengkapan dalam pickleball adalah bola yang terbuat dari plastik/karet yang berlubang. Desain ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan bola saat dipukul, sehingga laju bola dapat melambat dan pemain dapat melakukannya tanpa harus merasa kesulitan.

    Menariknya, pemain dalam permainan pickleball menggunakan permainan campuran “mixer”. Jenis pengaturan ini memastikan bahwa pemain yang menang dan kalah terus-menerus dapat berbaur dengan pemain yang berbeda sambil memberikan lebih banyak kesempatan kepada peserta lainnya untuk bermain.

    Pickleball termasuk ke dalam olahraga yang simple dan menyenangkan, sehingga cocok dimainkan oleh berbagai kalangan. Olahraga ini tidak hanya memiliki manfaat secara fisik namun juga secara psikologis. Permainan pickleball dapat menumbuhkan rasa senang dan gembira bagi para pemainnya saat bersosialisasi dan menjalin komunikasi dengan pemain lain.

    Aturan dan Cara Bermain Pickleball

    Sebelum memahami aturan dan cara bermain pickleball, detikers perlu mengetahui beberapa aturan dalam permainan pickleball, yaitu:

    • Servis: Bola pertama yang dipukul memantul ke area permainan lawan.
    • Dink: Bola yang dimainkan pendek memantul ke area ‘kitchen’.
    • Long Dink: Bola di area baseline dikirim ke area ‘kitchen’.
    • Earne: Bola yang dipukul dengan cara “volley” dengan kaki tanpa menyentuh area ‘kitchen’.
    • ATP: Bola dikirim ke area permainan lawan melalui pinggir net.

    Adapun aturan dasar dan cara bermain yang harus diikuti setiap pemain pickleball sebagai berikut:

    1. Servis pada pickleball dilakukan secara underhand (dari bawah) dan dari sisi kanan lapangan, diarahkan secara diagonal ke area servis lawan.
    2. Tim lawan harus menerima servis dengan membiarkan bola memantul terlebih dahulu sebelum mengembalikannya.
    3. Poin didapatkan oleh pihak yang melakukan servis. Satu poin diperoleh jika lawan gagal mengembalikan bola, bola yang dipukul keluar lapangan, tidak membiarkan bola servis memantul, memukul bola di zona yang dilarang, atau bola terkena lawan.
    4. Jika servis berhasil, maka pemain yang sama dapat melanjutkan servis dari sisi lapangan yang berlawanan. Jika gagal, maka servis berpindah ke pasangannya.
    5. Pada pertandingan tunggal, posisi servis ditentukan oleh jumlah poin yang dimiliki. Pemain melakukan servis dari sisi kiri jika poin ganjil, dan dari sisi kanan jika poin genap.
    6. Skor dituliskan mengikuti format tiga angka, misalnya 1-0-1 yang berarti memiliki 1 poin, lawan 0 poin, dan 1 merupakan giliran server pertama.
    7. Permainan berakhir jika salah satu tim mencapai 11 poin dan selisih minimal dua poin. Dalam sekali pertandingan, skor permainan pickleball bisa mencapai 15 atau 21 poin.

    Demikianlah penjelasan terkait pengertian olahraga pickleball dan cara memainkannya. Selamat mencoba ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Ini Perbedaan Aturan, Raket, dan Lapangannya

    Jakarta

    Olahraga raket menjadi olahraga yang paling diminati berbagai kalangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Beberapa jenis olahraga raket yang banyak digandrungi mulai dari pickleball, padel, hingga tenis.

    Meskipun sekilas terlihat mirip, ketiga olahraga ini memiliki perbedaan yang signifikan, baik dari segi perlengkapan, ukuran lapangan, hingga aturan dasar.

    detikers perlu memahami perbedaan ketiganya agar bisa menentukan minat dan preferensi masing-masing. Berikut detikSport telah merangkum perbedaan olahraga pickleball, padel, dan tenis.


    Apa itu Pickleball, Padel, dan Tenis?

    Pickleball, padel, dan tenis memiliki sejarah dan pengertian yang berbeda-beda. Pickleball merupakan olahraga yang berasal dari Amerika Serikat pada abad pertengahan 1960-an. Olahraga ini dimainkan dengan lapangan seukuran bulu tangkis dengan jaring tenis yang dimodifikasi. Permainan ini dapat dimainkan secara ganda dan tunggal.

    Sementara itu, padel ditemukan pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera sebagai perpaduan antara tenis dan squash. Permainan ini dimainkan di ruangan tertutup dengan dinding kaca dan raket yang memiliki lubang kecil pada permukaannya.

    Tenis sendiri mulai populer pada abad ke-12 sebagai permainan bola tangan yang disebut dengan “jeu de paume” di Prancis dan biasa dimainkan oleh kaum bangsawan sebelum akhirnya menarik perhatian berbagai kalangan hingga sekarang. Permainan ini dimainkan di atas permukaan tanah berumput, tanah liat, atau lapangan keras.

    Ukuran Lapangan

    Perbedaan yang signifikan dapat dilihat dari ukuran lapangan. Pada pickleball, ukuran lapangan identik dengan lapangan bulu tangkis ganda yaitu 13,4 x 6,1 meter dengan area yang terbuka dan tanpa dinding.

    Sementara itu, tenis memiliki lapangannya yang lebih besar, yaitu sekitar 23,77 x 8,23 meter untuk tunggal dengan area yang terbuka. Untuk padel, ukuran lapangan dikelilingi oleh dinding kaca dengan ukuran sekitar 20 x 10 meter.

    Perlengkapan yang Digunakan

    Perlengkapan pada permainan pickleball, padel, dan tenis pada umumnya terdiri dari raket, bola, dan lapangan yang dibatasi oleh net. Namun perbedaan perlengkapan dapat dilihat dari jenis raket dan bola yang digunakan.

    Pada pickleball, raket didesain lebih padat dan tanpa senar, bolanya terbuat dari plastik berongga dan berlobang-lobang, berfungsi untuk menghasilkan pantulan yang lebih lambat, sesuai dengan aturan permainan dimana servis pada pickleball harus memantul sekali sebelum sampai ke area lawan.

    Sementara pada tenis, raket yang digunakan memiliki senar yang kencang dan besar, bolanya terbuat dari karet yang memungkinkan pantulan lebih tinggi dan cepat.

    Pada padel, raket yang digunakan lebih tebal dibandingkan pickleball, tanpa senar, dan memiliki lubang kecil. Bola pada padel hampir mirip dengan tenis, namun memiliki tekanan udara yang rendah, sehingga menghasilkan pantulan yang lebih lambat dan pelan.

    Aturan Dasar Permainan

    Perbedaan yang signifikan juga terlihat dari aturan dasar masing-masing olahraga, terutama pada teknik servis yang digunakan. Pada pickleball, servis dilakukan harus secara underhand, tidak memantul, dan memiliki aturan khusus seperti The Kitchen, yaitu zona tujuh kaki yang dekat dengan net. Zona ini melarang pemain untuk memukul bola di zona tersebut dan bola harus memantul dua kali saat memulai servis.

    Sedangkan pada padel, servis juga dilakukan secara underhand dengan memantulkannya sekali ke lantai atau ke dinding untuk dikembalikan. Sementara pada tenis, servis dilakukan dari atas kepala (overhead) dengan kekuatan yang tinggi, tidak ada pantulan, dan hanya fokus pada kekuatan dan jangkauan ke area lawan.

    Itulah beberapa perbedaan signifikan dari ketiga olahraga raket, pickleball, padel, dan tenis. Bagaimana detikers, sudah bisa membedakannya dengan benar?

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • 6 Rekomendasi Baju Olahraga Pilates, Padel hingga Tenis yang Hijab Friendly

    Gresnia Arela Febriani – wolipop

    Minggu, 03 Agu 2025 19:00 WIB





    Anda menyukai artikel ini

    Rekomendasi outfit olehraga yang hijab friendly dari Nay Sportswear.
    Foto: Dok. Instagram @nay_sportswear.

    Jakarta

    Olahraga kini bukan lagi halangan bagi hijabers untuk tetap aktif dan stylish. Baik pilates, padel, maupun tenis, pilihan busana olahraga yang nyaman dan hijab friendly sangat penting agar kamu bisa bergerak leluasa tanpa khawatir soal penampilan. Dengan material yang breathable dan desain yang fungsional, baju olahraga khusus hijabers kini semakin beragam.

    Saat memilih outfit olahraga, faktor kenyamanan tentu jadi nomor satu, terutama bagi yang berhijab. Pilihlah bahan yang ringan dan cepat kering yang mampu menyerap keringat dengan baik.

    Model baju olahraga dengan potongan longgar dan lengan panjang tetap bisa tampil fashionable tanpa mengurangi fungsional. Tak ketinggalan, hijab olahraga dengan bahan stretch dan teknologi anti-slip juga sangat direkomendasikan agar tetap nyaman dan aman selama bergerak aktif.


    Berikut rekomendasi baju hijab olahraga pilates, padel hingga tenis:

    Jaket Olahraga yang Hijab Friendly

    Halaman 2 dari 7

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”8042721″ dtr-ttl=”6 Rekomendasi Baju Olahraga Pilates, Padel hingga Tenis yang Hijab Friendly”>

    Jaket Olahraga yang Hijab Friendly

    Rekomendasi outfit olehraga yang hijab friendly dari Nay Sportswear.

    Foto: Dok. Instagram @nay_sportswear.

    Hijabers sering kali mengalami kesulitan dalam memilih baju olahraga yang nyaman sekaligus sesuai dengan syariat. Tantangan seperti bahan yang terlalu ketat, potongan yang tidak menutup aurat, hingga hijab yang mudah bergeser saat bergerak menjadi pertimbangan tersendiri.

    Namun kini, berbagai brand lokal mulai menghadirkan solusi. Salah satunya adalah Nay Sportswear, yang menawarkan beragam outfit olahraga hijab friendly, termasuk jaket ringan berpotongan longgar yang tetap stylish dan fungsional untuk aktivitas seperti pilates, padel, hingga tenis. Terdapat beragam pilihan warna yang bisa kamu pilih untuk berolahraga. Harga jaket olahraga ini sedang diskon dari Rp 245 Ribu menjadi Rp 220 Ribu.

    One Set Daily

    Halaman 3 dari 7

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”8042721″ dtr-ttl=”6 Rekomendasi Baju Olahraga Pilates, Padel hingga Tenis yang Hijab Friendly”>

    One Set Daily

    Koleksi one set dari Callandahijab yang bisa kamu pakai untuk olahraga.

    Foto: Dok. Instagram @callandahijab.

    One Set dari Callandahijab hadir sebagai pilihan untuk kamu yang mencari outfit simpel namun tetap stylish untuk aktivitas sehari-hari termasuk olahraga. Dengan ukuran all size dan lingkar dada hingga 128 cm, set ini dirancang agar nyaman digunakan berbagai bentuk tubuh.

    Terbuat dari bahan skylar Knit yang lentur, adem, dan ringan, koleksi ini tersedia dalam dua warna netral, black dan bronze. Desain hoodie yang kasual memberi sentuhan santai yang tetap modis, cocok dipadukan dengan hijab favorit dan sneakers untuk menciptakan daily look yang effortless namun tetap on point. Harga one set ini sedang diskon dari harga Rp 285 Ribu, menjadi Rp 250 Ribu.

    Hijab Rompi Olahraga Instant Anti UV

    Halaman 4 dari 7

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”4″ dtr-id=”8042721″ dtr-ttl=”6 Rekomendasi Baju Olahraga Pilates, Padel hingga Tenis yang Hijab Friendly”>

    Hijab Rompi Olahraga Instant Anti UV

    Rekomendasi hijab rompi olahraga instan anti UV dari naPocut.

    Foto: Dok. Instagram @napocut.

    Brand hijab naPocut, yang dikenal dengan koleksi hijab paris berbahan nyaman dan ringan, kini merambah ke lini activewear dengan menghadirkan inovasi terbaru, hijab rompi olahraga instan Anti-UV. Produk ini merupakan kombinasi unik antara hijab dan vest, dirancang khusus untuk mendukung aktivitas olahraga maupun kegiatan out door.

    Dilengkapi fitur anti-slip pada bagian pad hijab, pengguna bisa bergerak bebas tanpa khawatir hijab bergeser. Tak hanya itu, rompi ini juga memiliki saku praktis untuk menyimpan barang-barang kecil seperti kunci atau earphone, menjadikannya pilihan stylish dan fungsional untuk hijabers aktif masa kini. Harga koleksi activewear naPocut dijual Rp 175 Ribu.

    Jaket Raindrop

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”5″ dtr-id=”8042721″ dtr-ttl=”6 Rekomendasi Baju Olahraga Pilates, Padel hingga Tenis yang Hijab Friendly”>

    dari Arktiv bisa jadi pilihan untuk para pelari yang ingin tampil aktif sekaligus

    . Menggunakan material

    yang ringan namun tetap hangat dan nyaman, jaket ini dirancang dengan detail fungsional seperti kerah

    , furing pelindung, serta karet di pergelangan tangan untuk menahan angin saat berlari. Harga koleksi ini dijual dengan harga Rp 343.800.



    Sumber : wolipop.detik.com