Tag: Tesla

  • Tesla Cuan US$272 Juta dari Penjualan 10% Aset Bitcoin

    Perusahaan kendaraan listrik Tesla Inc baru saja melaporkan keuntungan bersih perusahaan selama kuartal pertama 2021. Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini melaporkan mendapatkan keuntungan bersih dari penjualan produknya senilai US$ 438 juta selama kuartal pertama 2021.

    Di samping laba bersih dari penjualan produk dan aktivitas perdagangan perusahaan lainnya, Tesla pun mendapat keuntungan US$272 juta dari penjualan sebagai aset Bitcoin yang dimilikinya.

    Seperti kita ketahui, Tesla memiliki aset Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar yang mereka beli pada bulan Februari 2021. Kepemilikan aset tersebut pun digenapi dengan kebijakan perusahaan yang menerima pembelian produknya menggunakan Bitcoin.

    Baca Juga: [INFOGRAFIK] Sudah Berapa Cuan Tesla Dari Bitcoin Saat Ini

    Dalam laporan keuangannya, Tesla menyebutkan bahwa keuntungan perusahaan pun disumbangkan oleh penjualan aset Bitcoin yang mereka miliki. Total keuntungan bersih dari penjualan aset digital ini hampir separuh dari nilai laba bersih perusahaan.

    Sehingga Tesla mendapat keuntungan dari penjualan sebagian aset BTC sebesar US$272 juta dan dari penerimaan perusahaan di luar BTC sebesar US$ 438 juta.

    “Tahun demi tahun, perusahaan mendapat dampak positif dari pertumbuhan volume, pertumbuhan pendapatan kredit regulasi, peningkatan margin kotor didorong oleh pengurangan biaya produk lebih lanjut dari penjualan Bitcoin,” tulis laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan.

    Baca Juga: Pemerintah Indonesia Rencanakan Pajak Crypto, Ini Tanggapan Pelaku Pasar

    Dalam sebuah cuitan, CEO Tesla mengatakan, bahwa “Tesla menjual 10% dari kepemilikannya pada dasarnya untuk membuktikan likuiditas Bitcoin sebagai alternatif untuk menyimpan uang tunai di neraca,” tulis Elon dalam cuitannya, Selasa, 27 April 2021.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bertambah Lagi Perusahaan yang Akan Adopsi Mata Uang Kripto

    Tahun ini sepertinya akan menjadi musim adopsi mata uang kripto (cryptocurrency) oleh sejumlah perusahaan atau investor institusional.

    Setelah Tesla, MicroStrategy, Meitu dan lainnya, kini giliran perusahaan investasi (hedge fund) Brevan Howard Asset Management yang berencana mengadopsi mata uang kripto.

    Dilansir dari Bloomberg, perusahaan yang dipimpin oleh Aron Landy ini disinyalir telah mengalokasikan dana investasi sebesar US$ 5,6 miliar atau setara dengan 1,5% dana lindung nilai utamanya.

    Alokasi awal investasi tersebut akan diawasi oleh salah satu pendiri perusahaan investasi crypto Distributed Global, Johnny Steindorff &Tucker Waterman.

    Baca Juga: Investasi Modal Kecil untuk Pemula di 2021

    Bloomberg menggarisbawahi informasi tersebut didapatkan dari seseorang yang enggan disebutkan namanya, dengan alasan informasi tersebut bersifat internal.

    Langkah tersebut bisa jadi merupakan sinyal yang baik bagi ekosistem mata uang kripto. Hal tersebut pun seakan hampir menggenapkan kepercayaan investor pada aset digital ini. Setelah sebelumnya, Coinbase Global Inc resmi telah melantai di bursa saham Amerika Serikat.

    Investasi kyang dilakukan Brevan Howard ini pun akan berpengaruh pada peningkatan nilai aset digital, dan akan mendistribusikan yang lebih luas bagi koin di luar Bitcoin.

    Baca Juga: Data Berbicara: April Bulan yang Baik Bagi Harga Bitcoin

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kuartal Pertama 2021: Perdagangan Spot Lebih Diminati Dibandingkan Futures

    Coindesk membuat sebuah laporan kuartal pertama 2021 yang fokus memantau aktivitas perdagangan mata uang kripto dari bulan Januari hingga Maret 2021. Salah satu isi dari laporan tersebut menyebutkan bahwa para trader Bitcoin lebih menyukai spot market dibandingkan futures.

    “Volume perdagangan berjangka (futures) BTC bergerak datar di kuartal pertama, dengan lonjakan sesekali,” tulis laporan tersebut yang dikutip dari laman Coindesk.

    Sedangkan di perdagangan spot pada kuartal pertama ini menunjukan peningkatan. Investor institusional dan jangka panjang cenderung menyukai pertukaran spot.

    btc futuresDi samping itu, pada kuartal pertama tahun ini ditandai dengan bertambahnya investor ketengan dan dan investor baru. Hal ini mendorong arus investasi baru di pasar mata uang kripto.

    Baca Juga: April Bullish! Review Pergerakan Harga Bitcoin, BNB, dan DOT

    Hasil laporan tersebut bisa jadi menandakan bahwa saat ini mata uang kripto khususnya Bitcoin dipercaya sebagai aset perdagangan dan investasi yang menguntungkan. Fenomena tersebut terkonfirmasi dengan peningkatan volume kapitalisasi pasar Bitcoin yang mencapai US$1 triliun di kuartal pertama tahun ini.

    Menurut laporan tersebut, peran investor institusional seperti Tesla, MicroStrategy dan yang lainnya masih memegang peranan pada grafik harga BTC, meskipun peningkatannya saat ini masih melambat.

    Baca Juga: Data Berbicara: April Bulan yang Baik Bagi Harga Bitcoin

    “Aktivitas dari investor institusional tampaknya melambat, tetapi mereka masih menjadi kunci, dan beberapa pencapaian kuartal ini menunjukkan bahwa tren adopsi BTC oleh investor institusional akan terus berlanjut setidaknya dalam beberapa bulan ke depan,” tulis laporan tersebut.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mobil Tesla Sudah Bisa Dibeli Pakai Bitcoin

    Elon Musk, CEO Tesla, mengatakan sejumlah mobil Tesla sudah bisa dibeli menggunakan Bitcoin.

    “Sekarang Anda bisa membeli Tesla dengan Bitcoin,” kata Elon Musk di Twitter-nya, hari ini, Rabu (24/3/2021), pukul 14:00 WIB.

    Elon juga menegaskan bahwa Bitcoin yang diterima perusahaan tidak akan ditukar menjadi uang dolar.

    Baca Juga: Peluncuran Mainnet 3.0 Diundur, Theta Koreksi dari Harga Tertinggi

    Ini menguatkan sinyal, bahwa perusahaan itu mendukung kuat nilai Bitcoin, setelah aset kripto besar itu dibeli oleh Tesla senilai US$1,5 milyar pada beberapa lalu.

    Namun, Elon memastikan pembelian menggunakan Bitcoin itu untuk sementara hanya berlaku untuk wilayah Amerika Serikat.

    “Pembelian dari wilayah di luar AS, berikutnya pada tahun ini juga,” lanjut Elon.

    Pembelian Bitcoin berskala besar oleh Tesla beberapa waktu lalu, dilatarbelakangi oleh klaim, bahkan nilai uang dolar akan berpotensi terus meluruh di masa depan.

    Itu yang disebut Tesla sebagai ancaman serius bagi kas perusahaan pembuat mobil listrik itu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk: Saya adalah Pendukung Bitcoin

    Elon Musk Pendiri dan CEO SpaceX tegas mengatakan bahwa dirinya adalah pendukung Bitcoin.

    “Saya adalah pendukung bitcoin. Saya memang terlambat menyambutnya, tetapi saya adalah seorang pendukung. Saya pikir Bitcoin saat ini berada di ambang penerimaan luas oleh orang-orang di keuangan tradisional. Dan saya pikir Bitcoin adalah hal yang baik,” kata Musk di ruang obrolan Clubhouse hari ini, 1 Februari 2021, dilansir dari Forbes dan Reuters.

    Musk juga mengatakan bahwa banyak orang mengajaknya masuk lebih dalam ke Bitcoin sejak tahun 2013, ketika harga Bitcoin masih di bawah US$100.

    Pernyataan Musk menyusul penyematan tanda pagar #bitcoin di profil Twitter-nya pada 29 Januari 2021 lalu.

    heboh tagar bitcoin di profil twitter elon musk

    Setelah tagar itu,  tidak ada pernyataan terang benderang di Twitter-nya, apakah dia memang mendukung Bitcoin.

    Heboh Tagar Bitcoin di Profil Twitter Elon Musk
    Apapun polah kata Elon Musk di Twitter mampu membuat warganet gempar. Hari ini Elon Musk mengubah bagian profil akun Twitternya dengan tagar #Bitcoin. Ini sekaligus mengingatkan kita terkait akunnya yang pernah diretas pada tahun lalu.

    Gara-gara tagar itu sontak dunia Twitter pun geger, khususnya para pecinta aset kripto nomor wahid itu.

    Entah terkait itu atau tidak, harga Bitcoin pun langsung terkerek ke US$38 ribu pada pukul 16:30 WIB hari ini dari US$32 ribuan pada pukul 15:30 WIB.

    elon musk
    Bitcoin terbang ke US$38 ribu pada pukul 16:00 WIB hari ini. Sumber: Tradingview.com.

    CEO Tesla, Elon Musk baru saja mengubah profil Twitter-nya dengan menghapus kata ‘Dogecoin’ dan memasukkan tagar Bitcoin. Dogecoin merujuk pada aset kripto DOGE yang harganya naik selangit, lebih dari 350 persen dalam tempo 24 jam saja.

    Seperti biasa, cuitan Elon Musk terkait aset kripto selalu bernada samar. Ini bisa dimaklumi karena dia adalah tokoh publik dan setiap huruf dan kata yang disampaikannya bisa mengubah situasi secara signifikan. Lihat saja follower-nya lebih dari 43 juta.

    Baca Juga: Kemudahan Trading Aset Kripto dengan Aplikasi Tokocrypto

    Pomp: Tesla Mungkin Akan Beli Bitcoin
    Menyusul tanda pagar (tagar) Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, pengamat Bitcoin, Anthony “Pomp” Pompliano mengatakan perusahaan Tesla mungkin akan membeli Bitcoin.

    Hal itu dikumandangkan oleh Pompliano, Pendiri Morgan Creek Digital, menyusul penyematan tagar Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, bos besar Tesla.

    “Tesla dan SpaceX yang menambahkan Bitcoin ke neraca keuangan mereka, tidak bisa dihindari,” kata Pompliano berspekulasi, sembari menyitir cuitan Musk, setelah tagar Bitcoin itu ditambahkan.

    Pompliano seakan-akan menyiratkan bahwa Musk mungkin “sudah sadar” bahwa Bitcoin semakin penting dipandang sebagai instrumen investasi demi melawan inflasi, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh MicroStrategy dan sejumlah perusahaan besar lainnya sejak tahun 2020 lalu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tesla Siapkan Dogecoin (DOGE) Sebagai Alat Pembayaran Cinderamata

    Dogecoin (DOGE) sekali lagi mendapatkan tempatnya di mata investor setelah CEO Tesla mengungkapkan akan menggunakan token meme ini sebagai alat pembayaran cinderamata perusahaan.

    Tesla akan Rangkul DOGE 

    CEO Tesla, Elon Musk, yang memang telah lama menjadi pendukung garis keras dari Dogecoin akhirnya akan merangkul token tersebut ke dalam bisnis cinderamata perusahaan.

    Baca jugaShiba Inu Whale, US$1,2 Milyar Beli SHIB Lebih Banyak Lagi

    Berdasarkan tweet di atas, perusahaan akan memungkinkan pembelian cinderamata Tesla dibeli menggunakan DOGE dan ia ingin melihat bagaimana ini akan berjalan nantinya.

    Elon Musk sebelumnya juga telah mengatakan bahwa Dogecoin jauh lebih baik untuk menjadi alat pembayaran dibandingkan dengan Bitcoin, meski DOGE sejatinya berasal dari arsitektur asli Bitcoin.

    Meski hampir sama dengan Bitcoin, Dogecoin nyatanya mampu memproses transaksi lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah daripada kripto utama tersebut.

    “Pada dasarnya, Bitcoin bukanlah pengganti yang baik untuk mata uang transaksional. Meskipun dibuat sebagai lelucon konyol, Dogecoin lebih cocok untuk transaksi. Total aliran transaksi yang dapat Anda lakukan dengan Dogecoin per hari memiliki potensi yang jauh lebih tinggi daripada Bitcoin,” ujar Musk.

    Berdasarkan pernyataan yang telah disampaikan, para pengamat dan investor pun mulai berspekulasi.

    Di antaranya adalah adanya kemungkinan DOGE akan menggantikan Bitcoin dan menjadi satu-satunya aset kripto yang diterima oleh Tesla di masa mendatang. Ini masih sekadar spekulasi saja, belum ada data nyata.

    Baca jugaUpgrade Blockchain, MATIC Gelontorkan Dana $400 Juta

    Bersaing Ketat dengan Shiba Inu

    Sebagai sesama token meme, DOGE dan Shiba Inu (SHIB) tampaknya terus bersaing ketat dalam hal kegunaan dan adopsi dunia nyata.

    Saat ini, hampir bersamaan, kedua token bertema anjing ini hadir dalam satu bisnis yang sama, sebut saja sebagai opsi pembayaran di bioskop AS AMC Ttheater, di layanan perjalanan Travala, dan masih ada beberapa lagi.

    Keduanya juga memiliki komunitas dan pendukung yang terlihat sama kuat di sosial media, terutama di Twitter.

    Meski begitu, tampaknya keduanya akan mengambil jalur yang berbeda di beberapa hal, seperti DOGE yang akan lebih fokus sebagai alat pembayaran dan Shiba Inu yang akan mencoba memasuki sektor metaverse dengan akan menghadirkan game kripto. Ini sangat menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tesla Menguji Aplikasi Pelepasan Kargo Berbasis Blockchain

    Jelajahcoin.com – Kolaborasi antara 4 perusahaan besar termasuk Tesla telah menguji aplikasi pelepasan kargo berbasis blockchain. 4 perusahaan tersebut adalah: CargoSmart Limited, Cosco Shipping Lines (COSCO), Shanghai International Port Group (SIPG), dan Tesla.

    Aplikasi ini berhasil secara signifikan mempersingkat waktu pemakaian yang diperlukan dan membuatnya lebih mudah bagi tim logistik Tesla untuk mengontrol proses pembongkaran. Dalam siaran pers, CargoSmart Limited mengumumkan proyek percontohan aplikasi berbasis blockchain yang datang sebagai hasil dari kemitraan dengan COSCO, SIPG, dan Tesla.

    Pengujian awal dilakukan pada bulan Desember 2019. Itu adalah di antara proyek pertama dengan kapal induk yang melakukan pertukaran data pengiriman real-time dengan operator terminal melalui blockchain. Ini menunjukkan manfaat yang berasal dari dokumentasi transparan dan juga keuntungan efisiensi bagi para peserta industri.

    Selain itu, proyek percontohan meminimalkan langkah-langkah penerima dan penerima agen pengiriman dengan operator laut mereka. Dengan demikian, mempercepat pelepasan waybill laut. Pada akhirnya, ini berarti bahwa pengemudi truk dapat mengambil kargo di terminal terkait lebih cepat, yang juga mempercepat pengiriman.

    Selama uji coba, Tesla mencatat prosedur pengambilan kargo yang dipercepat secara serius. Eksekutif SGM DGM Departemen Operasi dan Bisnis, Henry Huang, mengomentari proyek:

    “Pilot adalah komponen kunci dari perjalanan kami menuju proses perdagangan tanpa kertas, tepercaya, dan mulus di Pelabuhan Shanghai. Dan itu menunjukkan manfaat bagi pemangku kepentingan rantai pasokan di seluruh dunia. Kami berharap dapat memperluas kolaborasi dengan lebih banyak pemangku kepentingan rantai pasokan untuk memberikan layanan yang luar biasa bagi komunitas kami.”

    Setelah aplikasi ditayangkan, aplikasi tersebut akan dikembangkan untuk peserta dari konsorsium blockchain Jaringan Bisnis Pengiriman Global (GSBN).

    Lebih Banyak Aplikasi Berbasis Blockchain Akan Datang

    Menurut Wu Yu, General Manager Proses Bisnis dan Divisi Sistem COSCO, pilot memuaskan semua pihak. Dan mereka dapat mengharapkan pemanfaatan blockchain lebih jauh:

    “Pilot dengan SIPG dan CargoSmart menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan tidak hanya dalam proses pelepasan kargo tetapi juga untuk perencanaan rantai pasokan hilir dengan menghadirkan satu sumber kebenaran untuk dokumentasi untuk semua pihak yang terlibat. Kami menantikan lebih banyak aplikasi berbasis blockchain yang dapat menciptakan nilai bagi pelanggan dan industri.”





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pomp: Tesla Mungkin Akan Beli Bitcoin

    Menyusul tanda pagar (tagar) Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, pengamat Bitcoin, Anthony “Pomp” Pompliano mengatakan perusahaan Tesla mungkin akan membeli Bitcoin.

    Hal itu dikumandangkan oleh Pompliano, Pendiri Morgan Creek Digital, menyusul penyematan tagar Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, bos besar Tesla.

    “Tesla dan SpaceX yang menambahkan Bitcoin ke neraca keuangan mereka, tidak bisa dihindari,” kata Pompliano berspekulasi, sembari menyitir cuitan Musk, setelah tagar Bitcoin itu ditambahkan.

    Baca Juga: Bank of Singapore: Bitcoin Bisa Gantikan Emas, Fiat Tetap Bertahan

    Pompliano seakan-akan menyiratkan bahwa Musk mungkin “sudah sadar” bahwa Bitcoin semakin penting dipandang sebagai instrumen investasi demi melawan inflasi, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh MicroStrategy dan sejumlah perusahaan besar lainnya sejak tahun 2020 lalu.

    Petang hari ini, 29 Januari 2021 Elon Musk menambahkan menjadi tagar #Bitcoin di bagian profilnya. Hal itu itu langsung bikin heboh dunia persilatan Bitcoin.

    Tagar cantik itu pun disusul dengan cuitan Elon yang bikin orang penasaran: “In retrospect, it was inevitable,” tulisnya.

    Polah kata Elon Musk pun langsung dikaiteratkan dengan kenaikan harga Bitcoin di jam yang sama ketika cuitan itu diterbitkan oleh Musk.

    Entah terkait itu atau tidak, harga Bitcoin pun langsung terkerek ke US$38 ribu pada pukul 16:30 WIB hari ini dari US$32 ribuan pada pukul 15:30 WIB.

    Pompliano mungkin menafsirkan itu dan berspekulasi bahwa Elon Musk mungkin sedang mempertimbangkan Bitcoin dan potensi aset kripto itu sulit dihindari di masa depan.

    Elon Musk memang dikenal baik di kalangan penggemar aset kripto, khususnya Bitcoin. Kalimat kecilnya di Twitter bisa bikin jagat maya gegap gempita.

    Sebelumnya di me-mention soal aset kripto DOGECOIN dan dikaitkan dengan kenaikan harganya hingga 350 persen.

    Bahkan kenaikan harga saham GameStop New York Stock Exchange (NYSE) juga dikaiteratkan dengan kalimat Elon di Twitter, yakni: “Gamestonk“. “Stonk“adalah bahasa gaul untuk “stock” alias “saham”.

    tesla dan bitcoin
    Nuansa positif Bitcoin masih terasa pada timeframe 4 jam-an. Sumber: Tradingview.com.

    Ketika artikel ini disusun, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$37.348 per BTC (Rp522 juta). Pada timeframe 4 jam, sentimen positif masih terasa dan berpotensi melejitkan harga Bitcoin lagi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tesla Beli Bitcoin US$1,5 Milyar

    Perusahaan Tesla yang didirikan oleh Elon Musk akhirnya membeli Bitcoin (BTC) senilai US$1,5 milyar (setara Rp21 triliun). Harga Bitcoin langsung melejit ke lebih dari US$43 ribu (Rp603 juta), membentuk harga all time high (ATH) baru.

    Keraguan publik terhadap Elon Musk soal Bitcoin kini terjawab sudah, perusahaan Tesla yang didirikan oleh Musk akhirnya memutuskan membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyar.

    Kabar itu tercantum pada laporan perusahaan publik itu kepada Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) Amerika Serikat yang diterbitkan hari ini.

    Baca Juga: Kisah Inspiratif 2 TKO Angels Setelah Investasi di Tokocrypto

    “Pada Januari 2021, kami memperbarui kebijakan investasi kami untuk memberi kami lebih banyak fleksibilitas untuk lebih mendiversifikasi dan memaksimalkan keuangan kami. Kami berinvestasi di Bitcoin senilai total US$1,5 milyar,” sebut perusahaan dalam dokumen itu.

    Selain itu, Tesla berencana menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran untuk produk perusahaannya dalam waktu dekat.

    Elon Pendukung Bitcoin
    Pada 1 Februari 2021, Elon Musk menegaskan bahwa dirinya adalah pendukung Bitcoin.

    Elon Musk Pendiri dan CEO SpaceX tegas mengatakan bahwa dirinya adalah pendukung Bitcoin.

    “Saya adalah pendukung bitcoin. Saya memang terlambat menyambutnya, tetapi saya adalah seorang pendukung. Saya pikir Bitcoin saat ini berada di ambang penerimaan luas oleh orang-orang di keuangan tradisional. Dan saya pikir Bitcoin adalah hal yang baik,” kata Musk di ruang obrolan Clubhouse , 1 Februari 2021, dilansir dari Forbes dan Reuters.

    Musk juga mengatakan bahwa banyak orang mengajaknya masuk lebih dalam ke Bitcoin sejak tahun 2013, ketika harga Bitcoin masih di bawah US$100.

    Pernyataan Musk menyusul penyematan tanda pagar #bitcoin di profil Twitter-nya pada 29 Januari 2021 lalu.

    Setelah tagar itu,  tidak ada pernyataan terang benderang di Twitter-nya, apakah dia memang mendukung Bitcoin.

    Baca Juga: Pengamat: Langkah Tesla Beli Bitcoin Akan Ditiru Perusahaan Lain

    Heboh Tagar Bitcoin di Profil Twitter Elon Musk
    Apapun polah kata Elon Musk di Twitter mampu membuat warganet gempar. Hari ini Elon Musk mengubah bagian profil akun Twitter-nya dengan tagar #Bitcoin. Ini sekaligus mengingatkan kita terkait akunnya yang pernah diretas pada tahun lalu.

    Gara-gara tagar itu sontak dunia Twitter pun geger, khususnya para pecinta aset kripto nomor wahid itu.

    Entah terkait itu atau tidak, harga Bitcoin kala itu pun langsung terkerek ke US$38 ribu pada pukul 16:30 WIB hari ini dari US$32 ribuan pada pukul 15:30 WIB.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Selain Tesla, Ini Perusahaan yang Diperkirakan Akan Beli Bitcoin

    Menyusul Tesla yang sudah membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyar, rumor dan spekulasi soal perusahaan lain yang mungkin melakukan hal serupa, semakin menyeruak. Perusahaan mana saja?

    Sebelumnya Apple disarankan juga membeli Bitcoin dan menyematkan fitur perdagangan aset kripto di Iphone.

    Hal itu disampaikan oleh RBC Capital Markets dalam kajiannya, beberapa saat setelah Tesla mengumumkan pembelian Bitcoin itu.

    Melalui surel yang diterima redaksi hari ini, Swan Bitcoin menyebutkan bahwa pembelian Bitcoin bernilai jumbo itu setara dengan 15 persen dari kas bersih perusahaan Tesla.

    Lalu, penghayat Bitcoin yang juga penyiar di Russian Television (RT), Max Keiser mengklaim punya informasi yang dapat dipercaya bahwa Larry Ellison, pendiri perusahaan multinasional Oracle juga akan membeli Bitcoin.

    Asal tahu saja, Larry Ellison adalah salah satu pemegang saham di perusahaan Tesla. Berdiri sejak tahun 1977, Oracle adalah salah perusahaan peranti lunak terbesar di dunia, dengan pendapatan pada tahun 2020 mencapai US$39,07 milyar.

    Swan Bitcoin menyebutkan bahwa Oracle sendiri memiliki US$40 miliar dalam bentuk tunai di neraca mereka.

    Rumor soal perusahaan lain yang menyusul Tesla untuk membeli Bitcoin adalah berdasarkan kajian dari Swan Bitcoin.

    Salah seorang penasehat di Swan Bitcoin adalah Lyn Alden, peneliti keuangan terkait aset kripto yang cukup kritis terhadap Ethereum. Penasehat lainnya adalah Max Keiser.

    Bagi Swan Bitcoin, pembelian Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan besar amat besar maknanya, karena memberikan posisi Bitcoin secara signifikan sebagai aset bernilai.

    Perusahaan pertama yang dispekulasikan adalah SpaceX, perusahaan yang didirikan dan dikendalikan oleh Elon Musk.

    Perusahaan ini bukanlah perusahaan publik seperti Tesla, sehingga tidak diperlukan pengumuman secara formal kepada pemerintah, dalam hal ini adalah SEC di AS.

    Kemudian ada Salesforce yang sejak beberapa tahun terakhir amat pro dengan teknologi blockchain.

    Swan Bitcoin mengatakan perwilan dari perusahaan itu menghadiri konferensi Internasional oleh MicroStrategy pada 3-4 Februari 2021 lalu tentang cara membeli Bitcoin untuk perusahaan.

    Baca Juga: Mengenal Makers dan Takers dalam Dunia Trading

    Umpan Balik Positif
    Michael Saylor
    , CEO MicroStrategy, yang membeli Bitcoin senilai US$1,3 miliar pada tahun 2020. Dan sejak itu aktif mengkampanyekan perlunya perusahaan untuk membeli Bitcoin untuk menahan terjangan inflasi buruk di masa depan.

    “Bitcoin adalah aset cadangan perbendaharaan tingkat investasi yang aman. Bitcoin adalah solusi untuk masalah penyimpanan nilai yang dihadapi oleh semua perusahaan dan pelanggan mereka,” kata Saylor.

    “Orang yang memiliki Bitcoin (seperti Elon Musk dan Michael Saylor) memiliki insentif yang kuat untuk mempromosikan investasi mereka. Mengapa? Karena itu mendorong harga Bitcoin naik membuat investasi mereka lebih berharga,” sebut Swan Bitcoin.

    Swan Bitcoin beralasan, perusahaan besar yang membeli Bitcoin bukanlah untuk berspekulasi.

    “Pembeli institusional besar ini berpikir jangka panjang dan tidak membuat keputusan emosional. Mereka membeli untuk menahan, bukan untuk berspekulasi. Ini sangat bullish untuk Bitcoin secara jangka panjang,” sebut Swan Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com