Tag: testosterone

  • Bapak-bapak Catat! 5 Makanan Ini Bisa Turunkan Kadar Testosteron


    Jakarta

    Testosteron merupakan hormon yang pada dasarnya diproduksi laki-laki untuk reproduksi. Namun, hormon ini kadarnya bisa menurun jika kamu mengonsumsi 5 terburuk ini!

    Testosteron merupakan hormon seks yang terutama diproduksi di testis laki-laki. Di perempuan juga ada, tetapi jumlahnya lebih sedikit. Di dalam tubuh pria, testosteron digunakan untuk banyak hal, terutama membantu perkembangan organ kelamin, membantu produksi sperma, menjaga kesuburan, hingga mempertahankan gairah seksual.

    Oleh karena itu, laki-laki perlu memiliki hormon ini secara cukup. Jika pria dewasa kekurangan testosteron, bisa menyebabkan sejumlah hal, termasuk penurunan libido, gangguan ereksi, hingga kurangnya energi.


    Kurangnya hormon testosteron bisa merugikan pria. Meskipun kondisi ini tidak dapat dicegah sepenuhnya, tetapi menjalani hidup sehat dapat membantu mengatur kadar testosteron.

    Ini termasuk mengonsumsi makanan sehat dan menghindari asupan alkohol. Namun, jenis makanan ‘sehat’ juga perlu diperhatikan. Sebab, sejumlah makanan sehat juga dapat menghambat upaya menjaga kadar testosteron.

    Agar kadar testosteron bisa selalu terjaga, hindari 5 makanan ini seperti dirangkum dari healthdigest.com (12/08/2023).

    1. Mint

    Mint leaves herb on dark stone table with copy space.Daun mint pun bisa menyebabkan kurangnya libido atau hasrat seksual yang merupakan gejala menurunnya testosteron. Foto: iStock

    Daun mint kerap dipakai untuk melengkapi makanan maupun minuman seperti teh. Daun mint memang sehat, tetapi tidak begitu baik untuk menjaga kadar testosteron.

    Menurut Health Digest, berdasarkan penelitian dokter di Turki, minum teh spearmint atau pepermint bisa menyebabkan berkurangnya liibido atau hasrat seksual. Ini merupakan gejala umum dari rendahnya kadar testosteron.

    Para peneliti dalam studi tersebut juga mengkonfirmasi efek ini setelah memberikan teh spearmint dua kali sehari selama lima hari berturut-turut kepada 21 wanita penderita hirsutisme. Setelah diperhatikan, terjadi penurunan kadar testosteron yang signifikan.

    Penelitian lain dalam jurnal sama pada tahun 2010 menunjukkan hasil yang sama, setelah dilakukan penelitian selama 30 hari terhadap 41 wanita penderita PCOS. Namun, perlu diingat, ini adalah penelitian yang kecil. Diperlukan penelitian lebih banyak untuk memvalidasi efek minum atau makan mint terhadap produksi testosteron.

    2. Makanan berlemak

    Duh! Pria Ini Ditinggal Kabur oleh Teman Kencan yang Pesan 53 GorenganMakanan berlemak seperti gorengan, fast food, juga tidak baik dikonsumsi karena bisa mengurangi volume tstis hingga kadar testosteron. Foto: TikTok/@zockr

    Makanan dengan banyak lemak trans memang berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada jantung dan metabolisme. Namun, lemak trans juga tidak kalah bahaya untuk hormon testosteron.

    Lemak trans atau asam lemak biasa ditemukan pada makanan olahan, makanan cepat saji, hingga makanan yang digoreng.

    Menurut sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Asian Journal of Andrology, konsumsi lemak trans telah dikaitkan dengan penurunan kadar testosteron, terutama pada orang AMAB karena dampak negatifnya pada fungsi testis serta efeknya dalam mengurangi volume testis.

    Ketika fungsi testis terganggu, produksi testosteron dapat berkurang. Sehingga berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

    3. Makanan manis

    fakta kandungan gula dan kafein pada minuman bobaMakanan atau minuman manis bisa menyebabkan penurunan kadar testosteron. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Pola makan tinggi gula memang menjadi salah satu yang terburuk. Namun, penelitian yang disebutkan Health Digest menunjukkan pola makan tinggi gula yang juga berpengaruh dengan penurunan kadar testosteron.

    Menurut studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences, kadar gula darah tinggi cenderung dibarengi dengan penurunan kadar testosteron.

    Hasil serupa juga ditemukan pada penelitian tahun 2018, yang diterbitkan dalam Reproductive Biology and Endocrinology. Pada penelitian ini ditetapkan bahwa asupan gula memiliki efek langsung terhadap penurunan kadar testosteron total pada pria.

    4. Minyak sayur

    sayuran dalam minyak sayurMinyak sayur bisa menurunkan kadar testosteron pada pria. Foto: Thinkstock

    Minyak sayur bisa untuk memasak dan mengolah makanan. Minyak ini juga mengandung PUFA yang dianggap lemak sehat karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan jantung.

    PUFA merupakan asam lemak tidak jenuh jamak yang mengandung dua atau lebih ikatan rangkap. PUFA menjadi jenis asam lemak esensial yang membantu pertumbuhan dan fungsi normal semua jaringan.

    Sayangnya, beberapa penelitian menunjukan, mengonsumsi PUFA dari minyak sayur dalam jumlah berlebihan dikaitkan dengan penurunan kadar testosteron.

    Namun, menurut penelitian lain tahun 2019 yang diterbitkan di Nutrients, peneliti menemukan PUFA memang berdampak negatif pada tubuh dan juga bisa menurunkan kadar testosteron. Namun, jika PUFA diberikan melalui pembuluh darah, maka tidak ada dampak terhadap kadar testosteron darah.

    Berarti, PUFA tidak secara langsung mempengaruhi sel-sel yang memproduksi testosteron. Sebaliknya, keluarnya lemak melalui usus mungkin menyebabkan penurunan produksi testosteron yang bergantung pada dosis.

    5. Cara mengatasi kadar testosteron rendah

    Untuk menangani kasus ini, berbagai metode terapi penggantian testosteron (TRT) bisa dilakukan. Namun, terapinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik.

    Jika kondisi medis menyebabkan kadar testosteron turun, mengobati kondisi tersebut menjadi salah satu tindakan pertama untuk membantu pemulihan kadar testosteron.

    Terapi TRT akan melibatkan pemberian testosteron ke tubuh untuk mengembalikan kadar hormon ke kisaran yang sehat. Dengan TRT, testosteron dapat ditingkatkan melalui berbagai metode, termasuk suntikan mingguan, kapsul, atau gel.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Laki-laki Juga Bisa ‘Menopause’, Begini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Menopause pada wanita mungkin menjadi hal yang sudah sering didengar. Namun, bagaimana dengan menopause pada laki-laki?

    Pria juga bisa mengalami fenomena yang mirip dengan menopause, yakni dikenal dengan andropause. Kondisi ini digunakan untuk menggambarkan penurunan kadar testosteron yang berkaitan dengan penuaan. Istilah ini lebih umum digunakan daripada andropause. Ini menggambarkan perubahan terkait usia dalam kadar hormon pria. Kelompok gejala yang sama juga dikenal sebagai defisiensi testosterone, defisiensi androgen, dan hipogonafisme onset lambat.

    Terdapat perbedaan perubahan hormon penuaan pada pria dan wanita. Pada wanita, ovulasi berakhir dan produksi hormon merosot dalam waktu yang relatif singkat. Sementara pada pria, produksi testosterone dan hormon lainnya menurun selama bertahun-tahun dan dampaknya belum tentu jelas.


    Testosteron adalah hormon yang diproduksi di testis pria. Ini berfungsi sebagai ‘bahan bakar’ seks. Hormon ini juga memicu perubahan selama masa pubertas, memicu energi mental dan fisik, mempertahankan otot, dan mengatur respons lawan-atau-lari.

    Berbeda dengan wanita, tidak semua pria bakal mengalami menopause dan tidak melibatkan penghentian total organ reproduksi. Namun, komplikasi seksual mungkin timbul akibat penurunan kadar hormon.

    Faktanya, tingkat testosteron laki-laki menurun rata-rata sekitar 1 persen setahun setelah usia 40 tahun. Akan tetapi, kebanyakan pria yang lebih tua masih memiliki tingkat testosteron dalam kisaran normal.

    Rendahnya kadar testosteron seringkali luput dari perhatian. Ini bisa diperiksa dengan tes darah, tetapi tes tidak dilakukan secara rutin. Selain itu, banyak laki-laki yang mengalami kadar testosteron rendah tidak mengalami gejala. Namun, gejala yang mungkin menunjukkan kondisi ini antara lain:

    • Berkurangnya hasrat dan aktivitas seksual
    • Penurunan ereksi spontan atau disfungsi ereksi
    • Ketidaknyamanan atau pembengkakan payudara
    • Infertilitas
    • Penurunan tinggi badan
    • Kepadatan mineral tulang rendah
    • Rasa panas atau berkeringat.

    Kecuali menopause pada pria menyebabkan seseorang mengalami kesulitan yang parah atau mengganggu hidup, gejala ini dapat diatasi tanpa pengobatan.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Makanan yang Bikin Testosteron Nge-drop, Gairah Bercinta Bisa Ikut Anjlok


    Jakarta

    Testosteron merupakan hormon yang berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang, massa otot, kesehatan tubuh serta dorongan seks. Meski kadarnya berbeda pada wanita dan pria, hormon ini dapat mempengaruhi libido di kedua jenis kelamin.

    Hormon testosteron mempunyai peran penting dalam kehidupan seksual. Maka tak heran, banyak pria yang mencari banyak cara demi menjaga kadar testosteron dalam tubuh. Perlu diketahui, terdapat beberapa faktor yang membuat penurunan kadar testosteron. Salah satunya makanan dan minuman yang dikonsumsi.

    Dikutip dari Eat This, berikut beberapa makanan yang bisa menurunkan kadar testosteron:


    1. Alkohol

    Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat memecah estrogen yang menyebabkan penurunan produksi testosteron. Minum alkohol juga menghasilkan pelepasan endorfin yang menghasilkan perasaan menyenangkan serta meningkatkan hormon stres yang disebut dengan kortisol. Hormon tersebut dapat menurunkan kadar testosteron.

    “Minum lebih dari satu atau dua minuman per hari dapat menurunkan kadar testosteron pada pria dengan mengganggu sinyal dari otak ke testis untuk produksi testosteron dan menurunkan kemampuan testis untuk memproduksi hormon dengan cara lain,” kata Kelsey Kunik seorang ahli gizi.

    “Alkohol juga mengganggu tidur, yang menurut penelitian dapat menyebabkan penurunan 10 hingga 15% produksi testosteron,” tambahnya.

    2. Mint

    Mint dikenal dengan khasiatnya yang menenangkan. Biasanya, mint sering digunakan dalam teh dan minuman lainnya. Namun, efek menenangkan yang dihasilkan oleh mint membuat kadar testosterone pada pria menurun. Spearmint dan peppermint terbukti memiliki dampak langsung pada testosteron.

    “Sementara efek penurun testosteron spearmint dapat bermanfaat bagi wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS), penelitian perlu dilakukan tentang bagaimana spearmint dapat mempengaruhi kadar testosteron pada pria,” katanya

    3. Minuman manis

    Minuman manis seperti soda dan minuman berenergi memiliki gula tambahan yang menyebabkan berat badan bertambah bahkan obesitas. Konsumsi minuman bersoda mempengaruhi kadar testosteron. Pasalnya, bahan pemanis yang terdapat dalam minuman dapat meningkatkan lemak yang bisa menghambat produksi testosteron. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Reproductive Biology dan Endocrinology menemukan bahwa mengonsumsi minuman manis memiliki hubungan dengan rendahnya testosteron pada pria dewasa dengan usia 20 hingga 39 tahun.

    “Minuman manis dan makanan manis lainnya meningkatkan gula darah, yang menciptakan efek kaskade hormonal yang menurunkan produksi testosteron,” jelasnya.

    4. Karbohidrat olahan

    Karbohidrat olahan dari roti dan kue memiliki dampak negatif pada kadar testosteron. Sebab, roti dan kue memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan menjadi bertambah.

    “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar testosteron dapat turun karena sering makan di luar,” kata Denise Coventry seorang ahli diet.

    5. Daging olahan

    Mengonsumsi daging olahan seperti sosis memiliki tinggi lemak yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Tak hanya itu, daging olahan membuat kadar testosteron menjadi rendah. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Human Reproduction bahwa pria yang mengonsumsi daging olahan dalam jumlah tinggi mempunyai volume testosteron 15 persen lebih rendah dan penurunan jumlah sperma sebanyak 37 persen.

    “Penelitian telah menemukan kadar testosteron rendah dan sperma berkualitas rendah pada pria yang mengonsumsi lebih banyak daging olahan dan pola makan mereka lebih rendah pada kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran, dan produk susu,” kata Nicole Ibarra seorang ahli diet dan pelatih nutrisi.

    6. Makanan cepat saji

    Memacu pada penelitian yang menunjukkan bahwa makanan cepat saji seringkali memiliki lemak yang tidak sehat, tambahan gula dan kelebihan kalori. Hal ini menyebabkan kadar testosteron menjadi menurun.

    “Teratur makan banyak makanan berkalori tinggi, tinggi lemak seperti makanan cepat saji burger dan kentang goreng mungkin tidak membantu hormon seks Anda, termasuk testosteron,” kata Caroline Thomason seorang ahli diet.

    7. Biji rami

    Meskipun biji rami dianggap sebagai makanan sehat karena memiliki sumber omega-3 yang baik, tetapi biji rami memiliki efek yang bisa menurunkan testosteron. Biji rami mengandung banyak lingan yang menyerupai estrogen di tubuh dan menjadi penyebab penurunan kadar testosteron.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy