Tag: thailand

  • Minat Aset Kripto Melonjak, PM Thailand Ingatkan Cerdas Berinvestasi

    Tingginya minat investasi aset kripto di Thailand mengejukan Perdana Menteri, Prayuth Chanocha. Ia berharap orang-orang yang berinvestasi dalam kripto, terutama investor muda untuk tetap berhati-hati dan cermat.

    Ratchada Thanadirek, wakil juru bicara kantor perdana menteri Thailand, mengatakan Chanocha mengetahui bahwa masyarakat Thailand yang memasuki dunia kerja telah berbondong-bondong untuk berinvestasi dalam aset kripto karena keuntungan spektakuler dalam waktu singkat. 

    Namun, Perdana Menteri menyarankan investor untuk mempertimbangkan risiko ketika berinvestasi di kelas aset digital ini. Dia mencatat bahwa cryptocurrency bergerak spekulatif serta fluktuatif.

    Baca Juga Apa itu Teknologi Quantum Computer yang Jadi Ancaman Cryptocurrency?

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Investor Aset Kripto harus Cermat

    Chanocha juga mendesak investor untuk memahami risiko ketika berinvestasi dan dapat menerima kerugian apa pun. Mereka harus meneliti dan mempertimbangkan investasi dengan cermat sebelum membuat keputusan. 

    Pemerintah Thailand menyarankan orang tua untuk berhati-hati saat membuka akun perdagangan untuk anak-anak mereka, menekankan bahwa investasi oleh anak di bawah umur harus dipantau secara ketat. Hal terpenting, mereka tidak boleh tertipu oleh hype dan harus memilih penyedia layanan yang dilisensikan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) negara tersebut. 

    “Perdana Menteri senang bahwa generasi baru tertarik untuk berinvestasi. Tapi semua investasi berisiko. Nilai sendiri apakah Anda dapat menerima risiko yang mungkin timbul, termasuk memverifikasi bahwa penyedia layanan itu sah. Jangan terkecoh dengan iklan perusahaan untuk berinvestasi di aset digital,kata Ratchada

    “Generasi muda adalah generasi baru, termasuk orang tua, didorong agar melakukan penelitian sebelum berinvestasi setiap saat untuk memahami karakteristik risiko investasi.”

    Baca Juga Alasan Pendiri Cardano Charles Hoskinson Dekati Pemerintah Burundi

    Saat ini, data dari SEC Thailand menunjukkan bahwa ada 1,49 juta akun perdagangan aset digital di mana 311.000 di antaranya aktif, dengan nilai perdagangan harian rata-rata 6,6 miliar Baht ($ 198 juta). Sekitar 3% trader adalah anak muda di bawah 20 tahun dan sekitar 47% berusia di bawah 30 tahun. Perdana Menteri juga memperingatkan publik, serta investor kripto untuk berhati-hati saat menggunakan layanan tanpa izin karena tidak dilindungi oleh hukum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thailand dan Vietnam Berlomba Jadi Pusat Aset Kripto, Indonesia?

    Thailand mengambil langkah strategis untuk mengokohkan posisinya sebagai pusat aset digital di Asia Tenggara dengan menawarkan insentif pajak kepada investor lokal. Kebijakan ini diumumkan pada 17 Juni 2025, sebagai bagian dari upaya pemerintah Thailand mempromosikan negara tersebut sebagai Pusat Aset Digital Global.

    Dilaporkan Crypto Potato, Wakil Menteri Keuangan Thailand, Julapun Amornvivat, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan investasi, mendorong aktivitas ekonomi, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang. “Penyesuaian pajak ini akan meningkatkan pertumbuhan pasar aset digital Thailand, bisnis terkait, dan penggalangan dana berbasis token,” ungkapnya.

    Insentif Pajak di Thailand

    Salah satu insentif utama adalah pembebasan pajak penghasilan pribadi atas keuntungan dari penjualan aset digital. Kebijakan ini akan berlaku mulai Januari 2025 hingga Desember 2029, menggantikan aturan sebelumnya yang mengenakan pajak capital gain sebesar 15% dari penjualan aset kripto. Bursa terkemuka di Thailand, Bitkub, menyambut baik keputusan kabinet ini.

    Pemerintah Thailand juga tengah mempersiapkan implementasi Crypto-Asset Reporting Framework (CARF) untuk mendukung pertukaran informasi secara global dan meningkatkan transparansi transaksi aset digital.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Negara-Negara dengan Pajak Kripto Tertinggi

    Langkah ini terjadi di tengah semakin banyaknya bursa kripto internasional yang masuk ke pasar Thailand, termasuk Binance, KuCoin, dan Upbit. Namun demikian, aturan KYC (Know Your Customer) yang ketat membuat investor asing yang tinggal di Thailand belum dapat membuka akun di bursa lokal.

    Inovasi lain yang diluncurkan Thailand adalah rencana penerbitan obligasi pemerintah berbasis token, atau G-token, yang akan diluncurkan pada Juli 2025 dengan target dana sebesar $150 juta. Ini menjadi upaya pemerintah dalam menutup defisit anggaran melalui mekanisme digital.

    Di sisi lain, regulasi ketat juga tetap diberlakukan. Pada Mei lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Thailand memblokir beberapa bursa seperti Bybit, OKX, dan CoinEx karena alasan beroperasi tanpa izin dan dugaan pencucian uang. Sebelumnya, pada akhir 2024, Thailand sempat mengusulkan pilot project untuk memungkinkan wisatawan membelanjakan Bitcoin di Phuket, meski hingga kini belum terealisasi. Bank sentral Thailand sendiri telah melarang penggunaan aset digital sebagai alat pembayaran sejak 2022.

    Vietnam Legalkan Kripto

    Sementara itu, Vietnam juga menunjukkan ambisi serupa. Pada 14 Juni 2025, Majelis Nasional Vietnam mengesahkan Undang-Undang Industri Teknologi Digital yang akan mulai berlaku pada Januari 2026. Undang-undang ini mengatur aset kripto dalam dua kategori berbeda, dengan pendekatan berbasis teknologi enkripsi untuk penerbitan, penyimpanan, dan transfer.

    Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penting dalam membangun kerangka hukum bagi inovasi digital yang lebih luas di Vietnam, sekaligus menunjukkan tekad negara tersebut untuk bersaing di tengah bangkitnya ekonomi digital Asia Tenggara.

    Dengan langkah agresif dari kedua negara ini, persaingan untuk menjadi pusat aset digital regional pun semakin menguat. Indonesia pun dihadapkan pada tantangan dan peluang besar untuk mempercepat langkah serupa agar tidak tertinggal dalam kompetisi kawasan ini.

    Bagaimana dengan Indonesia?

    Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan Penyetor Pajak Kripto Terbesar


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thailand Setujui ETF Bitcoin Spot Pertama untuk Investor

    Thailand kini telah bergabung dengan negara-negara lain dalam menawarkan opsi investasi ETF Bitcoin yang teregulasi, mencerminkan minat investor yang semakin meningkat.

    Harga Bitcoin terus melonjak karena pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat.

    Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) telah mengambil langkah maju yang signifikan dengan menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot pertama. Keputusan inovatif ini memungkinkan One Asset Management (ONEAM) menawarkan spot BTC ETF secara eksklusif kepada investor kaya dan institusional.

    ONEAM Memimpin

    Dana One Bitcoin ETF yang baru disetujui akan berinvestasi hingga sebelas dana global untuk memastikan keamanan aset dan likuiditas. Sementara itu, SEC Thailand juga sedang mempertimbangkan calon penerbit ETF Bitcoin spot lainnya, seperti MFC Asset Management.

    Minat terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya meningkat di kalangan investor Thailand yang mencari diversifikasi portofolio.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Analisis Pakar: Altcoin yang Wajib Dibeli Pekan Ini

    “Aset digital merupakan aset alternatif yang memiliki korelasi rendah dengan aset keuangan lainnya. Mereka cocok untuk membantu investor mendiversifikasi risiko investasi… Meskipun pasokan Bitcoin terbatas pada 21 juta, permintaan meningkat seiring dengan semakin populernya Bitcoin. Kami melihat potensi pertumbuhan yang tinggi untuk Bitcoin,” ujar Pote Harinasuta, kepala eksekutif ONEAM.

    Mengikuti Tren Global

    Persetujuan Thailand terhadap ETF Bitcoin spot mengikuti tren serupa di Amerika Serikat, Australia, dan Hong Kong. Tingginya permintaan terhadap Bitcoin, terutama setelah peristiwa halving BTC baru-baru ini, telah memperkuat posisinya sebagai investasi teratas dibandingkan dengan produk tradisional.

    Harga Bitcoin telah melonjak lebih dari 72% dalam enam bulan terakhir, mencapai sekitar US$69.000 pada Selasa, 4 Juni. Data pasar dari sosovalue menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot yang berbasis di AS telah menarik arus masuk tunai sekitar US$105 juta, dengan aset bersih di bawah manajemen berjumlah sekitar US$59,4 miliar. Demikian pula, ETF Bitcoin spot Hong Kong telah mengumpulkan sekitar US$1 miliar aset yang dikelola.

    Masa Depan yang Menjanjikan bagi Investor Thailand

    Dengan disetujuinya ETF Bitcoin pertama, Thailand akan menjadi pemain penting di pasar aset digital global. Langkah ini membuka peluang investasi baru bagi investor Thailand dan menyoroti meningkatnya penerimaan dan potensi Bitcoin sebagai aset keuangan arus utama.

    ETF Bitcoin pertama di Thailand mungkin bisa menjadi kunci untuk membuka potensi sebenarnya dari kripto di Asia. Bagaimana menurutmu?


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thailand Resmi Legalkan Kripto! ETF Bitcoin Siap Meluncur

    Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui proposal yang membuka jalan bagi integrasi aset digital dan kripto ke dalam pasar keuangan yang diatur secara resmi. Keputusan ini memperkuat posisi kripto di pasar modal Thailand, khususnya melalui produk derivatif dan exchange-traded fund (ETF).

    Langkah tersebut menandai upaya Thailand untuk menyesuaikan sistem keuangannya dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya permintaan investor terhadap aset digital.

    Kripto Jadi Underlying Asset Derivatif

    Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) berencana merevisi Digital Asset Business Act agar mata uang kripto dan token digital dapat diakui sebagai underlying asset dalam kontrak derivatif. Dengan perubahan regulasi ini, perusahaan yang telah teregulasi akan dapat menawarkan produk seperti futures dan options berbasis kripto.

    Regulator juga tengah menyusun kerangka hukum baru yang mencakup persyaratan lisensi khusus serta pedoman pengawasan untuk broker, bursa, dan lembaga kliring yang menawarkan derivatif kripto. Thailand Futures Exchange (TFEX) turut berkolaborasi dalam pengembangan produk derivatif digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

    Selain kripto, regulasi baru ini juga mengklasifikasikan kredit karbon sebagai komoditas, membuka peluang pengembangan pasar futures berbasis carbon credit dengan mekanisme penyerahan fisik. Kebijakan ini sejalan dengan agenda Thailand dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

    Ilustrasi aset kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

    Dorong Diversifikasi dan Manajemen Risiko

    SEC Thailand menyatakan bahwa regulasi baru ini bertujuan memperkuat pengakuan kripto sebagai kelas aset alternatif. Dengan hadirnya produk berbasis kripto di pasar teregulasi, investor diharapkan memiliki lebih banyak opsi untuk diversifikasi portofolio dan manajemen risiko.

    CEO Binance Thailand, Nirun Fuwattananukul, menyebut langkah ini sebagai momen penting bagi visi Thailand menjadi pemimpin ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

    ETF Bitcoin Siap Diperdagangkan di Bursa

    Dewan pasar modal Thailand juga telah memperkenalkan kerangka regulasi untuk memungkinkan investor mengakses Bitcoin dan aset digital lainnya melalui ETF. Struktur hukum baru ini mendukung perdagangan ETF berbasis kripto sekaligus membuka jalan bagi produk derivatif dan investasi berbasis tokenisasi.

    SEC telah menyetujui prinsip-prinsip utama ETF kripto dan kini tengah menyusun pedoman operasional terkait kustodi aset, manajemen likuiditas, serta koordinasi antara manajer investasi dan bursa berlisensi.

    ETF kripto di Thailand diperkirakan akan diperdagangkan di Stock Exchange of Thailand (SET), memberikan alternatif akses kripto melalui pasar teregulasi dibanding pembelian langsung. Investor diperkirakan dapat mengalokasikan sekitar 4% hingga 5% portofolio mereka ke aset digital dalam kerangka regulasi baru ini.

    Dengan langkah tersebut, Thailand mempertegas posisinya sebagai salah satu negara pelopor di kawasan dalam menghadirkan investasi kripto yang teregulasi dan terintegrasi dengan sistem pasar modal nasional.

    Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai bukti kematangan sikap regulator Thailand terhadap industri kripto.

    “Langkah ini menunjukkan sikap pro-kripto Thailand yang semakin matang. Dengan diakuinya kripto sebagai aset derivatif, institusi keuangan lokal kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengembangkan produk investasi berbasis kripto yang lebih kompleks,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, kejelasan regulasi adalah faktor kunci dalam menarik partisipasi investor institusional.

    Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif

    Pemerintah Thailand secara resmi menyetujui proposal Kementerian Keuangan untuk mengizinkan aset digital digunakan sebagai underlying asset di pasar derivatif dan pasar modal negara tersebut. Keputusan ini diumumkan pada Selasa dan dinilai sebagai langkah besar dalam modernisasi sistem keuangan Thailand.

    Kebijakan baru ini bertujuan menyelaraskan pasar derivatif Thailand dengan standar internasional, memperkuat pengawasan regulasi dan perlindungan investor, serta memposisikan Thailand sebagai pusat perdagangan kripto institusional di kawasan Asia Tenggara.

    Bitcoin dan Aset Digital Resmi Diakui di Pasar Derivatif

    Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) akan merevisi Undang-Undang Derivatif untuk memungkinkan aset digital, termasuk Bitcoin (BTC) dan kredit karbon, digunakan sebagai aset dasar dalam instrumen derivatif.

    CEO Binance Thailand, Nirun Fuwattananukul, menyebut keputusan ini sebagai momen penting bagi pasar modal Thailand. Ia mengatakan pengakuan resmi terhadap aset digital menunjukkan bahwa kripto tidak lagi dipandang sekadar instrumen spekulatif, melainkan sebagai kelas aset yang berpotensi membentuk ulang fondasi pasar modal.

    Langkah ini juga disebut mengirimkan sinyal kuat bahwa Thailand ingin menjadi pemimpin ekonomi digital yang progresif di Asia Tenggara.

    Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

    Target Investor Institusi dan Produk Bitcoin Futures

    Dilaporkan Trading VIew, Thailand diketahui tengah membidik investor institusional dan investor kaya dalam ekspansi ambisi kriptonya. Kebijakan ini sejalan dengan rencana Bursa Efek Thailand yang akan memperkenalkan Bitcoin futures dan produk berbasis exchange-traded pada 2026.

    Sekretaris Jenderal SEC Thailand, Pornanong Budsaratragoon, mengatakan kebijakan ini akan memperkuat pengakuan kripto sebagai kelas aset, mendorong inklusivitas pasar, meningkatkan diversifikasi portofolio, serta memperbaiki manajemen risiko bagi investor.

    Pembayaran Kripto Masih Dibatasi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski pengakuan terhadap kripto di pasar derivatif semakin kuat, Thailand masih melarang penggunaan kripto sebagai alat pembayaran. Bank sentral tetap membatasi transaksi pembayaran berbasis kripto, termasuk penggunaan stablecoin untuk konsumsi ritel.

    Pada Agustus lalu, pemerintah meluncurkan aplikasi khusus bagi wisatawan jangka pendek untuk mengonversi kripto menjadi mata uang lokal. Namun, pengguna harus melalui proses Know Your Customer (KYC) yang ketat dan hanya dapat bertransaksi di outlet yang disetujui pemerintah.

    Selain itu, pada Januari 2026, Thailand juga meluncurkan kampanye penertiban terhadap praktik “gray money”, di mana aset kripto turut menjadi bagian dari pengawasan dalam upaya pencegahan pencucian uang.

    Dengan kebijakan terbaru ini, Thailand semakin mempertegas langkahnya dalam mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan formal, meskipun penggunaan sebagai alat pembayaran masih dibatasi.

    Menurut Tim Reserach Tokocrypto, langkah ini menunjukkan sikap pro-kripto Thailand yang semakin matang. Dengan diakuinya kripto sebagai aset derivatif, institusi keuangan lokal kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengembangkan produk investasi berbasis kripto yang lebih kompleks.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thailand Bekukan 10.000 Akun Kripto Terkait Pencucian Uang

    Platform kripto di Thailand dilaporkan telah membekukan lebih dari 10.000 akun yang diduga digunakan untuk aktivitas pencucian uang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperketat pengawasan terhadap transaksi aset digital dan menekan praktik penipuan keuangan.

    Pembekuan akun terjadi setelah operator platform kripto menerapkan prosedur pemeriksaan yang lebih ketat terhadap transaksi yang dianggap berisiko tinggi.

    10.000 Akun Diduga Digunakan untuk Pencucian Uang

    Menurut laporan Bangkok Post, operator kripto di Thailand berhasil mengidentifikasi dan membekukan lebih dari 10.000 akun yang diduga merupakan “mule accounts”.

    Dilaporkan Cointelegraph, Mule accounts adalah akun yang digunakan untuk memindahkan dana hasil aktivitas ilegal agar sulit dilacak oleh otoritas.

    Att Thongyai Asavanund, CEO KuCoin Thailand sekaligus ketua Thai Digital Asset Operators Trade Association (TDO), menyatakan bahwa pembekuan tersebut terjadi setelah penerapan sistem penyaringan transaksi yang lebih ketat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sudut regulasi, pembekuan massal seperti ini menegaskan bahwa compliance kini menjadi medan utama pertarungan industri crypto dengan regulator.

    “Semakin keras penegakan AML di pasar regional, semakin besar pula tekanan bagi platform untuk meningkatkan monitoring, verifikasi, dan sistem pengawasan transaksi secara real-time,” tuturnya.

    Pemeriksaan KYC Diperketat

    Langkah ini juga mencakup penambahan prosedur Know Your Customer (KYC) sebelum transaksi kripto tertentu dapat diproses.

    Transaksi yang dianggap berisiko kini memerlukan verifikasi tambahan serta proses pemeriksaan yang lebih panjang. Tujuannya adalah memperlambat transfer mencurigakan dan mencegah penyalahgunaan platform kripto untuk aktivitas ilegal.

    Operator kripto di Thailand juga diminta untuk meningkatkan pemantauan terhadap pola transaksi yang tidak biasa.

    Kolaborasi Regulator dan Industri

    Upaya ini merupakan kelanjutan dari kerja sama antara Securities and Exchange Commission (SEC) Thailand dan asosiasi operator aset digital TDO.

    Pada Februari 2025, SEC Thailand bersama berbagai lembaga lain termasuk Bank of Thailand, Cyber Crime Investigation Bureau, Central Investigation Bureau, Anti-Money Laundering Office, serta Thai Bankers’ Association mengembangkan mekanisme baru untuk mendeteksi akun mule.

    Hasil dari kerja sama tersebut cukup signifikan. Sepanjang 2025, operator aset digital di Thailand dilaporkan telah membekukan sekitar 47.692 akun mule.

    Peningkatan Berbagi Data Antar Lembaga

    Dalam upaya memperkuat pengawasan, regulator dan pelaku industri juga sepakat untuk memperluas mekanisme pertukaran data antara platform kripto, bank, dan aparat penegak hukum.

    Langkah ini memungkinkan lembaga terkait untuk lebih cepat mengidentifikasi transaksi mencurigakan dan menghentikan aliran dana ke akun yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal.

    Pemerintah juga memperkuat implementasi aturan Travel Rule, yang mewajibkan penyedia layanan kripto mengumpulkan dan mengirimkan informasi identitas pengirim serta penerima transaksi aset digital.

    Bagian dari Kampanye Anti “Gray Money”

    Pembekuan ribuan akun kripto ini merupakan bagian dari kampanye pemerintah Thailand untuk memberantas apa yang disebut sebagai “gray money”.

    Program ini bertujuan menutup celah pencucian uang tidak hanya di sektor aset digital, tetapi juga di pasar emas fisik dan sektor keuangan lainnya.

    Dengan pengawasan yang semakin ketat, pemerintah Thailand berharap dapat meningkatkan transparansi dan keamanan ekosistem kripto sekaligus melindungi investor dari praktik penipuan dan kejahatan keuangan.

    Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dompet Kripto Ini Tembus 30 Juta Pengguna, Naik 50% dalam 4 Bulan


    Jakarta

    Bitget Wallet, yang merupakan dompet Web3 memiliki 30 juta pengguna, rekor baru untuk pengunduhan aplikasi global di bulan Juli 2024, melampaui pertumbuhan MetaMask di bulan tersebut.

    Dikutip dari Cointelegraph, Rabu (14/8/2024), sejak melampaui 20 juta pengguna pada Maret 2024, Bitget Wallet telah melonjak dengan pertumbuhan 50% hanya dalam waktu 4 bulan. Hal ini secara substansial telah meningkatkan posisi wallet ini di pasar kripto DeFi global. Dengan total unduhan di App Store Apple dan Google Play Store Android, angkanya mencapai 1,7 juta pada Juli 2024, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan 140% bulan sebelumnya.

    Dibandingkan dengan tahun 2023, pengguna Bitget Wallet naik hingga 150% dalam satu tahun terakhir, karena melampaui dompet WEB3 lainnya dan paling banyak diunduh pada bulan Juli.


    Saat ini, Bitget Wallet memiliki pengguna di lebih dari 168 negara dan wilayah. Bitget Wallet telah membuat terobosan signifikan di Eropa, Amerika Utara, dan Oseania, dengan pertumbuhan pengguna di Rusia, Italia, Swedia, dan Australia melebihi lebih dari 40 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, negara-negara seperti Prancis, Portugal, Inggris, Turki, dan Kanada telah menyaksikan tingkat pertumbuhan yang melebihi 1000%.

    “Keberhasilan ekspansi internasional kami menyoroti peran penting dari inovasi dan pengembangan ekosistem di bidang Web3. Kami tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar, tetapi juga untuk mendorong seluruh industri ke depan, menciptakan nilai yang tak tertandingi bagi pengguna Web3 di seluruh dunia. Masa depan Web3 sangat cerah, dan Bitget Wallet sangat antusias untuk memimpin,” kata Alvin Kan, COO Bitget Wallet.

    Di Asia, Bitget Wallet telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pengunduhan di Jepang, Filipina, dan Thailand telah melonjak sekitar 20 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, tingkat pertumbuhan pengguna di India, Vietnam, dan Singapura telah melebihi 300%. Pasar Afrika, khususnya Nigeria, telah muncul sebagai mesin baru untuk pertumbuhan Bitget Wallet karena baru-baru ini menduduki peringkat teratas di App Store Nigeria, melampaui aplikasi lokal populer seperti TikTok, dan WhatsApp.

    Bitget Wallet adalah dompet pertama yang mencapai agregasi multi-chain, menawarkan grafik token on-chain, mendukung transaksi lintas rantai, dan mengintegrasikan pasar NFT dan launchpad di berbagai rantai. Inovasi-inovasi ini telah menetapkan standar untuk dompet Web3. Berfokus pada perdagangan aset on-chain, Bitget Wallet telah mengintegrasikan fitur-fitur inovatif yang memungkinkan pengguna untuk menemukan aset dan peluang baru sesegera mungkin. Sejak diluncurkan, Bitget Wallet telah terintegrasi dengan lebih dari 100 jaringan blockchain publik dan kompatibel dengan EVM.

    Pada tahun 2024, Bitget Wallet telah menjadi dompet teratas dalam ekosistem memecoin, mendukung pelacakan smart money pada rantai Solana dan Base. Ini telah memperkenalkan fitur perdagangan canggih untuk perdagangan token meme, seperti selip otomatis, biaya gas nol, dan mode perdagangan instan. Ekosistem TON menjadi jaringan yang paling banyak ditransaksikan di Bitget Wallet, melampaui rantai publik yang sudah mapan seperti Polygon, Arbitrum, dan BNB Chain. Untuk rencana masa depan, Bitget Wallet bertujuan untuk memperkenalkan fitur dan inovasi baru dengan fokus pada pengalaman pengguna dan ekspansi global.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Startup Manufaktur Indonesia Dilirik Perusahaan Jepang buat Kerja Sama


    Jakarta

    Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dari Sinar Mas Land mengungkapkan salah satu portofolionya yakni Imajin yang merupakan startup manufaktur asal Indonesia menjajaki potensi kerja sama dengan sebuah perusahaan multinasional Jepang yakni Mitsubishi Heavy Industries (MHI).

    Partner Living Lab Ventures Bayu Seto mengatakan adanya potensi kerja sama tersebut terjadi setelah melakukan kunjungan ke Tokyo beberapa waktu lalu. Dari kunjungan tersebut, Bayu mengatakan Imajin mendapatkan perhatian khusus dari perusahaan asal Jepang.

    “Imajin ini manufacturing, dia lumayan banyak dapat perhatian dari perusahaan-perusahaan Jepang,” katanya di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).


    Bayu mengatakan, ketertarikan perusahaan Jepang kepada Imajin tersebut lontaran adanya perubahan sikap yang menginginkan adanya distribusi secara merata, tidak hanya dari China.

    “Dengan situasi ekonomi seperti ini, tentunya distribusinya harus lebih merata. Nah yang paling menarik ternyata dari Asia Tenggara ini ada shifting nih, ada expanding, proporsinya naik gitu kan ya. Tinggal kita bicarakan, naiknya ke mana? Ke Vietnam, ke Thailand, ke Indonesia gitu kan ya,” katanya.

    Dengan perubahan tersebut, Bayu mengatakan LVV sebagai penghubung berperan membantu agar terjadinya kerja sama antara Imajin dengan perusahaan Jepang. Hal ini pastinya akan memberikan dampak baik bagi Imajin.

    “Nah kita pengin kejar ini dan kita bantu. Kita kenalkan biar mereka juga dapatkan demand,” katanya.

    Bayu menambahkan bahwa pada tahun ini, terdapat 5 sektor yang memiliki potensi untuk terus tumbuh di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti. Sektor tersebut yakni sektor manufacturing, alternatif protein, agritech, healthcare, dan clean tech.

    “Jadi akan ada lima sektor yang mendominasi di Indonesia, yaitu alternatif protein, agritech, healthcare, dan clean tech,” katanya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Apa Itu Memecoin? Kripto Unik yang Lagi Dilirik Investor


    Jakarta

    Dalam beberapa tahun terakhir, dunia keuangan global telah memasuki fase transisi besar. Ketidakpastian geopolitik, suku bunga yang fluktuatif, dan kelelahan terhadap sistem keuangan konvensional mendorong generasi baru investor untuk mencari bentuk investasi alternatif dan di antara semua opsi yang muncul, kripto tetap menjadi magnet utama.

    Namun, arah pasar kripto sendiri telah berubah secara fundamental. Dari dominasi proyek-proyek teknologi berat dan institusi besar, kini sentimen pasar mulai bergeser ke arah narasi, komunitas, dan partisipasi terbuka. Memecoin, yang dulu dianggap hanya sebagai lelucon pasar, justru menjadi ujung tombak dari gelombang ini. Apa itu memecoin?

    Mengutip Investopedia, Selasa (3/6/2025), memecoin adalah altcoin, mata uang kripto selain Bitcoin, yang diberi nama berdasarkan tren, topik humor atau hal-hal lucu, atau apa pun yang terlintas di benak seseorang. Biasanya, koin ini dibuat untuk membangun keterlibatan komunitas dan dapat digunakan dalam pembayaran antar pengguna, investasi spekulatif, atau perdagangan.


    Dalam banyak kasus, memecoin disertai dengan situs web bertema komedi, istilah-istilah yang kadang tidak masuk akal, serta promosi rasa kebersamaan oleh penciptanya dan para penggemar untuk menarik minat orang lain.

    Secara umum, memecoin bekerja dengan cara yang mirip seperti mata uang kripto lainnya: seseorang atau sekelompok orang menciptakan sebuah token-biasanya di atas blockchain yang sudah ada-dan mulai memasarkan koin tersebut. Misalnya, Solana dan Base menjadi blockchain paling populer yang digunakan pembuat memecoin sepanjang tahun 2024.

    Sebagian besar memecoin tidak diciptakan dengan tujuan penggunaan tertentu, selain sebagai aset yang bisa diperdagangkan dan dikonversi. Meski begitu, koin-koin ini menjadi sangat populer di kalangan trader kripto di bursa-dengan volume perdagangan harian secara konsisten melampaui $6 miliar di awal tahun 2025.

    Memecoin biasanya tersedia untuk publik melalui bursa terdesentralisasi, meskipun beberapa bursa tersentralisasi juga mulai mencantumkan meme coin yang lebih populer-dan jumlahnya sangat banyak.

    Situs agregator data dan analisis kripto CoinGecko melaporkan bahwa terdapat 5,3 juta memecoin yang diluncurkan hanya di platform Pump.fun, sejak tanggal peluncurannya pada 19 Januari 2024 hingga 1 Januari 2025. Ini berarti rata-rata 15.229 memecoin diluncurkan setiap hari hanya di satu platform.

    “Banyak investor ritel yang merasa terasing dari proyek-proyek besar mulai berbondong-bondong masuk ke proyek berbasis komunitas. Di ruang ini, humor, cerita, dan loyalitas kolektif sering kali lebih berarti daripada whitepaper teknis. Ke depan memang perlu menggabungkan simbolisme budaya lokal dengan mekanisme tokenomics canggih, menawarkan bukan hanya keuntungan jangka pendek, tapi arah jangka panjang yang selaras dengan identitas komunitasnya. Salah satunya $KOKOK yang bisa menjadi simbol ketahanan baru,” ujartrader legendaris asal Thailand, Srisiamseorang.

    Srisiam menegaskan bahwa $KOKOK bukan sekadar memecoin biasa, tetapi fondasi dari gerakan baru yang akan mengubah lanskap komunitas Web3 Asia.

    “$KOKOK lahir dari semangat bertahan hidup di tengah ketidakpastian global. Komunitas yang terus solid meski saat pasar runtuh. Karakter Kokok bukan fiksi semata. Ia hidup dari kekuatan komunitas,” ujar Srisiam.

    Setelah melakukan pembakaran 80% dari total pasokan awal (800 juta dari 1 miliar token), $KOKOK kini hanya memiliki 200 juta token beredar, menciptakan kelangkaan ekstrem yang memicu gelombang minat pasar dan supply shock. Pasangan perdagangan KOKOK/SOL di Raydium melonjak, dengan beberapa analis menyebut potensi 10x hingga menuju kapitalisasi $100 juta.

    Srisiam menjelaskan bahwa narasi “Roach Runner” menjadi elemen kunci dari daya tarik $KOKOK. Kecoa makhluk yang dikenal bisa bertahan hidup bahkan setelah kiamat menjadi simbol ideal untuk semangat para investor yang dimana tak bisa dibunuh, dan selalu kembali bangkit.

    “$KOKOK bukan anjing, bukan kucing. Ia serangga blockchain. Unik. Tak tergantikan. Dan justru karena itu, dia akan meledak. Ini akan seperti $FARTCOIN tapi lebih cepat dan lebih liar,” tambah Srisiam.

    Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, $KOKOK tidak hanya mengandalkan kekuatan narasi dan komunitas semata. Ekosistem ini kini tengah bergerak menuju penguatan utilitas nyata melalui pengembangan fitur staking dan alat investasi berbasis komunitas. Langkah ini ditujukan untuk memperpanjang siklus hidup token dan memberi ruang partisipasi yang lebih dalam bagi pemiliknya, tanpa harus bergantung pada hype semata.

    Salah satu inisiatif utama yang tengah dikembangkan adalah mekanisme staking untuk token $KOKOK. Pengguna akan memiliki opsi untuk mengunci aset mereka dalam periode tertentu guna memperoleh imbal hasil, sekaligus mendapatkan status loyalitas khusus dalam komunitas. Model ini diharapkan bisa memperkuat rasa kepemilikan dan menumbuhkan insentif jangka panjang bagi para holder.

    Di saat yang sama, tim pengembang juga tengah merancang RoachHub DAO, sebuah platform tata kelola berbasis blockchain yang memungkinkan komunitas mengambil peran langsung dalam menentukan arah proyek. Melalui DAO ini, para anggota “Roach Army” akan dapat melakukan voting terhadap berbagai keputusan penting, seperti pendanaan inisiatif meme, pengembangan produk baru, hingga penunjukan mitra ekosistem.

    Sebagai pelengkap dari ekosistem ini, akan hadir pula dashboard investasi komunitas, yaitu seperangkat alat analitik dan sosial yang membantu pengguna dalam mengambil keputusan berbasis data dan diskusi terbuka. Berbeda dengan alat investasi tradisional yang sering hanya berpihak pada “whale” atau pemain besar, dashboard ini dirancang untuk mendukung keputusan kolektif komunitas kecil-menengah-mereka yang selama ini dianggap pinggiran, namun justru menjadi tulang punggung dari dunia Web3.

    “Kami tidak sedang membangun koin untuk hari ini. Kami membangun pergerakan jangka panjang. $KOKOK adalah energi sosial, dan masa depan Web3 akan dimenangkan oleh komunitas, bukan institusi,”ujarnya.

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ayam Goreng Legendaris di Thailand Predikat Michelin


    Bangkok

    Ramai dikunjungi turis dari berbagai negara, tempat makan ayam legendaris di kota Bangkok ini sukses meraih predikat Michelin Bib Gourmand.

    Di tengah banyaknya restoran modern dan mewah yang bermunculan di Bangkok, ada tempat makan ayam goreng sederhana. Disebut sebagai salah satu makanan legendaris paling enak di Thailand.

    Tempat makan ini dikenal dengan nama Gai Tord Jae Kee atau Polo Fried Chicken, yang berlokasi di jalan Soi Polo tak jauh dari pusat kota Bangkok. Tempat makan ini berhasil mempertahankan predikat Michelin Bib Gourmand mereka sejak tahun 2018. Menu andalan mereka ayam goreng mereka yang tak penar berubah rasanya sejak puluhan tahun lalu.


    Berikut beberapa menu hingga kisah di balik suksesnya Polo Fried Chicken.

    1. Bertahan Selama 3 Generasi

    Polo Fried ChickenPolo Fried Chicken dikenal sebagai salah satu daftar tempat makan yang mendapat Michelin Bib Gourmand. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Setiap tahun Michelin Guide merilis daftar tempat makan mewah hingga tempat makan kaki lima yang enak. Daftar ini dikenal juga dengan nama ‘Michelin Bib Gourmand’. Gelar inilah yang selalu didapatkan oleh Polo Fried Chicken sejak enam tahun lalu.

    Polo Fried ChickenIni menu yang ditawarkan oleh Polo Fried Chicken. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Tempat makan ini sudah ada lebih dari 50 tahun lalu dan kini dikelola oleh generasi ketiga. Berbeda dengan restoran khas Thailand lainnya, di Polo Fried Chicken menu utamanya adalah ayam goreng dengan kremesan bawang putih goreng. Serta beberapa menu pelengkap lainnya yang berasal dari wilayah Thailand bagian selatan.

    Di sini pengunjung bisa memesan setengah ekor ayam goreng atau satu ekor ayam goreng, dengan kisaran harga dari 130 Baht (Rp 59.000) saja

    2. Ayam Goreng ‘Michelin’

    Polo Fried ChickenPolo Fried Chicken terkenal dnegan ayam gorengnya yang unik. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Ada alasan tersendiri mengapa Michelin selalu memasukkan Polo Fried Chicken ke dalam daftar Michelin Bib Gourmand di Thailand. Salah satunya karena cita rasa ayam goreng di Polo Fried Chicken cukup unik. Ayam yang masih segar, digoreng dalam minyak panas menggunakan metode ‘slow cooking’.

    Karenanya daging ayam matang sempurna, sekaligus mengeluarkan lemak dan minyak yang membuat tekstur daging dan kulit ayamnya jadi garing. Selain itu bumbu utama yang membuat rasa ayam goreng ini gurih, terletak pada taburan ‘kremesan’ bawang putih goreng yang ditaburkan di atas ayam goreng.

    “Tempat makan ini sudah menyajikan makanan yang enak dan murah selama 50 tahun lebih. Terutama ayam gorengnya yang garing dengan kremesan bawang putih goreng, dengan resep yang diwariskan secara turun temurun dari generasi pertama,” puji Michelin Guide.

    Menu makanan yang ditawarkan Polo Fried Chicken bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3 Tempat Makan Legendaris yang Viral

    Polo Fried ChickenTempat maan ayam ini juga viral dikalangan orang Korea dan legendaris. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Selain harga ayamnya yang murah dan rasanya yang enak, Polo Fried Chicken kini menjadi destinasi kuliner utama para turis dari berbagai negara. Terutama turis asal Korea Selatan. Popularitas Polo Fried Chicken ini semakin meningkat usai salah satu aktris asal Korea Selatan, Yoona makan ayam goreng di sini.

    Hampir sebagian besar pengunjung Polo Fried Chicken adalah turis yang penasaran dengan kelezatan ayam goreng ini.

    4. Menu Makanan di Polo Fried Chicken

    Polo Fried ChickenSelain ayam, mereka juga menawarkan hidangan Larb Sapi yang tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Selain ayam goreng, tempat makan ini juga terkenal dengan menu makanan khas Thailand lainnya. Salah satunya ada Larb, salad daging tradisional ala Thailand dengan pilihan daging sapi, B2 atau ayam panggang. Sebelum menjual ayam goreng, menu inilah yang awalnya dijual di Polo

    Seporsi Larb Beef (sapi) harganya 100 Baht (Rp 46.000). Ciri khasnya terletak pada potongan daging sapi yang menggunakan lemak, agar tetap juicy dan gurih saat dicocol ke saus asam pedasnya.

    Perlu diingat restoran ayam goreng ini menjual menu B2, sehingga belum bisa dikatakan sebagai tempat makan halal.

    Bagi yang tertarik ingin mencoba kelezatan ayam goreng legendaris di Bangkok ini, sebaiknya hindari waktu sarapan dan makan siang agar tidak perlu mengantre. Siapkan juga uang tunai untuk makan di sini.

    Polo Fried Chicken

    137/1-2 Soi Polo, Bangkok, Thailand.

    Jam Buka: 07.00 – 22.00

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com