Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Jakarta –
Tidur berkualitas diperlukan untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan. Salah satunya caranya bisa dengan rutin mengonsumsi makanan kayak magnesium berikut ini.
Asupan makanan yang tepat membantu tidur lebih nyenyak dan berkualitas. Hal ini lantaran peran nutrisi dalam pengaturan zat kimia otak, seperti melatonin dan serotonin yang berkaitan mengatur jam dan kualitas tidur.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa nutrisi tertentu, seperti magnesium dapat meningkatkan kualitas tidur. Magnesium juga membantu menenangkan saraf, mengendurkan otot yang tegang, dan mempersiapkan tubuh untuk tertidur secara alami.
Beberapa makanan mengandung magnesium tinggi dan dapat dikonsumsi untuk menjaga kualitas tidur. Berikut daftarnya melansir Times of India:
Alpukat
Alpukat kaya akan magnesium. Foto: Getty Images/ASMR
|
Alpukat kaya dengan kandungan magnesium, dan lemak sehat yang membantu tubuh menjadi rileks. Cobalah mengonsumsinya menjadi salad dengan jeruk nipis dan garam, atau tumbuk dengan rempah-rempah sebagai saus cepat untuk camilan.
Alpukat kaya vitamin C, E, K, dan B6, ditambah folat, magnesium, dan kalium-penting untuk fungsi otak, kekebalan tubuh, dan saraf.
Pisang
Pisang mengandung banyak magnesium dan kalium sehingga membantu mengurangi kram otot dan meningkatkan ketenangan. Kondisi ini dapat membantu tidur lebih nyenyak.
Ubi jalar
Ubi jalar kaya akan magnesium. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Lembut, manis alami, dan kaya magnesium, ubi jalar merupakan makanan pendamping makan malam yang ideal. Ubi jalar bisa dipanggang, dikukus, atau ditumis dengan sedikit kayu manis.
Ubi jalar bersifat menenangkan dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang malam.
Biji wijen hitam
Biji-bijian kecil ini sering kali disepelekan, tetapi kaya akan magnesium dan lemak baik. Sangrai sebentar dan taburkan di atas nasi atau aduk ke dalam segelas susu hangat.
Kacang rubah
Kacang rubah, makhana, atau biji teratai merupakan sumber magnesium yang sangat baik. Untuk mengonsumsinya, kamu bisa memanggangnya dengan sedikit ghee, jeera, atau lada hitam untuk camilan yang menenangkan dan mudah dicerna, serta cepat dibuat.
Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul 5 Makanan Kaya Magnesium yang Bantu Bikin Tidur Nyenyak
(raf/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Agar kualitas tidur tak terganggu, ada beberapa jenis makanan yang patut dihindari. Seperti makanan mengandung lemak, gula, dan pedas.
Lapar sebelum tidur memang kerap dirasakan oleh banyak orang. Biasanya diatasi dengan mengonsumsi camilan, tetapi perhatikan jenisnya, karena mengonsumsi makanan tidak sehat akan memberikan efek buruk bagi kesehatan.
Dilansir dari Mirror (10/12), ada 3 jenis makanan yang tak baik dikonsumsi sebelum tidur. Menurut Rosey Davidson, penulis dan konsultan di Just Chill Baby Sleep makanan yang dikonsumsi seringkali memengaruhi kualitas tidur. Rosey menekankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, atau makanan pedas.
Rosey menjelaskan, “Makanan memainkan peran penting dalam seberapa baik kita tidur, karena dapat memengrahui hormon dan pencernaan. Makanan yang kaya akan triptofan, magnesium, dan melatonin dapat meningkatkan relaksasi dan tidur yang lebih baik.”
pizza Foto: site news / iStock
|
Menurutnya makanan yang mengandung karbohidrat dapat membantu triptofan mencapai otak. Ini akan mendukung produksi serotonin dan melatonin yang dapat meningkatkan kualitas tidur.
“Makan malam yang seimbang, seperti mengandung protein, lemak sehat, dan karbohidrat juga dapat menstabilkan kadar gula darah, sehingga mengurangi kemungkinan terbangun di malam hari,” jelasnya.
Mengapa harus menghindari makanan tinggi lemak, gula, dan pedas?
Tiga makanan yang mengandung tinggi lemak, gula, dan pedas itu patut dihindari sebelum tidur. Karena dapat menyebabkan masalah pada sistem pencernaan yang mengganggu waktu tidur.
Makanan pedas dapat menyebabkan mulas dan rasa tidak nyaman, ini dapat mengganggu tidur. Makanan berlemak tinggi atau berminyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sehingga lebih sulit untuk tidur.
Sementara mengonsumsi terlalu banyak gula atau kafein menjelang tidur dapat menstimulasi tubuh secara berlebihan dan menunda waktu tidur.
“Camilan manis juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berpotensi menyebabkan terbangun di malam hari. Sementara, makanan berprotein berat dapat memperlambat pencernaan dan menyebabkan gelisah ketika tidur,” lanjutnya.
Gangguan tidur yang diakibatkan 3 jenis makanan ini juga telah dibahas dalam studi tahun 2016. Menemukan bahwa orang dewasa yang memiliki pola makan lebih banyak lemak jenuh, gula, dan rendah serat akan mengganggu tidur. Studi ini juga membahas soal minuman berkafein, seperti kopi, dan alkohol dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk.
Konsumsi kiwi dapat memperbaiki kualitas tidur
manfaat kiwi untuk meningkatkan mood dan kesehatan mental Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Rosey menyarankan untuk mengonsumsi kiwi, karena memiliki manfaat yang dapat memperbaiki kualitas tidur. Hal ini dikarenakan kiwi mengandung banyak serotonin, prekursor melatonin, senyawa yang mengatur siklus tidur seseorang.
Kiwi juga disebutkan banyak mengandung zat antioksidan dan folat. Kedua zat ini bermanfaat untuk memaksimalkan fungsi otak.
Selain itu, makanan lain yang baik untuk memperbaiki kualitas tidur adalah pisang. Karena mengandung magnesium, kalium, dan triptofan untuk merelaksasi otot dan saraf. Oat juga termasuk pilihan yang baik karena kaya akan melatonin dan karbohidrat kompleks.
(yms/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Bagi sebagian orang, setelah bercinta atau berhubungan seksual biasanya jadi mudah tidur atau membuat tidur lebih nyenyak.
Ada alasan ilmiah di balik jadi gampang tertidur dan tidur nyenyak setelah berhubungan seksual.
Dikutip Healthline, banyak ahli mengatakan, meskipun belum ada bukti klinis yang kuat untuk menunjukkan bahwa bercinta dapat membuat tubuh mengantuk, namun mekanisme dasar dari zat kimia yang dilepaskan saat bercinta dapat membantu seseorang untuk tidur dengan lebih baik.
Salah satu penyebabnya adalah hormon oksitosin yang dikenal sebagai ‘hormon cinta’.
dr Amer Khan, seorang ahli saraf Sutter Health, spesialis tidur, mengatakan bahwa pelepasan oksitosin terjadi secara bersamaan dengan perasaan kasih sayang dan sentuhan kasih sayang atau sensual, yang dapat mengarah pada perasaan sejahtera yang menyenangkan dan terbebas dari stres.
“Hormon-hormon lain, seperti dopamin, prolaktin, dan prongesteron, sudah terbukti dapat memengaruhi pikiran dengan rasa lega, rileks, dan mengantuk setelah melakukan hubungan seks yang memuaskan,” Kata Kahn.
Tinjauan penelitian pada tahun 2016 yang dilakukan di Universitas Ottawa juga menunjukkan bahwa bercinta sebelum tidur dapat mengurangi tingkat stres dan juga dapat membantu bagi seseorang yang mengidap insomnia untuk memulai dan mempertahankan tidurnya.
Meskipun begitu, Khan mengingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian berskala besar untuk mengeksplorasi hal ini dengan lebih spesifik.
Ada banyak cara selain bercinta untuk terhubung dengan pasangan dan tentunya dapat menenangkan pikiran sebelum waktu tidur.
“Sebagai dokter spesialis tidur, saya akan menyarankan orang-orang untuk menikmati waktu bersama,” ucap Khan.
“Kebersamaan fisik, emosional, dan mental lebih penting daripada berfokus pada kebutuhan untuk mencapai orgasme sebelum tidur,” tutup Khan.
(suc/suc)
Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy
Jakarta –
Dalam bercinta, ada banyak sekali posisi seks yang dapat dicoba, mulai dari missionary, woman on top, doggy style, dan lain-lain. Namun, menurut studi terbaru di Inggris, terdapat posisi seks yang membantu tidur lebih nyenyak setelahnya.
Dalam riset dengan 1.652 sukarelawan ini, tidur nyenyak disepakati sebagai tidur dalam fase rapid eye movement (REM). Fase tidur ini adalah kondisi tidur saat bermimpi, dan saat mata secara fisik melakukan ‘ping-pong’ bolak-balik di bawah kelopak mata.
“Saya menganggap bermimpi sebagai terapi semalam,” Matthew Walker, PhD., profesor Psikologi di University of California, Berkeley.
Lalu, terkait posisi seks, peneliti mengungkap pasangan yang melakukan seks dengan posisi doggy style dinilai akan memiliki tidur lebih nyenyak. Dalam riset yang dilakukan, sebanyak 43 persen dari sukarelawan mengalami lebih banyak tidur REM, dan tentu memiliki kualitas tidur lebih baik.
Posisi lain yang sangat efektif dalam membuat tidur nyenyak termasuk ‘The Lotus’ , dengan teknik duduk bersila, dan pasangan saling bertatap wajah bersama. Lalu, posisi ‘Elang’ 35 persen seperti missionary, tetapi dengan kaki bawah terbentang.
(Faesal Mubarok/naf)
Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy
|