Tag: timnas

  • Tunggu Versi Terbaikku di Barcelona


    Jakarta

    Ronald Araujo menegaskan tidak akan meninggalkan Barcelona. Bek asal Uruguay itu merasa Blaugrana belum melihat penampilan terbaiknya.

    Araujo dikabarkan bakal meninggalkan Barcelona selama beberapa bulan terakhir. Hal tersebut sudah dibantah pelatih Hansi Flick dan ditegaskan oleh Araujo.

    Pemain berusia 26 tahun itu masih mau bermain untuk Barcelona. Araujo bertekad memberikan kemampuan penuhnya di tahun-tahun selanjutnya.


    “Tentu saja (saya 100% yakin akan bertahan). Saya sangat bahagia di Barcelona, mereka belum melihat Ronald terbaiknya, dan dialah yang akan datang di tahun-tahun mendatang,” kata Araujo yang dikutip dari Mundo Deportivo.

    Araujo sempat mengalami penurunan performa di musim lalu. Hal itu akibat cedera yang dideritanya saat memperkuat Timnas Uruguay.

    “Secara mental, saya sangat percaya diri. Tahun lalu karena cedera, saya kehilangan sebagian kepercayaan diri itu. Tahun ini, saya sangat termotivasi,” tegasnya.

    Musim lalu, Inigo Martinez dan Pau Cubarsi merupakan pasangan starter di lini belakang Barca. Kini, bisakah Araujo mengambil tempat utamanya di belakang?

    (ran/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Vinicius Sudah Koleksi 14 Piala, Masih Lapar akan Gelar Juara


    Madrid

    Bintang Real Madrid Vinicius Junior sudah memenangi berbagai gelar juara. Namun, Vinicius belum akan berhenti untuk mencapai lebih banyak prestasi lagi.

    Vinicius Junior bergabung dengan Madrid dari Flamengo pada 2018. Winger top Brasil itu berangsur-angsur menjelma jadi salah satu pemain terpenting Los Blancos dalam beberapa musim terakhir.


    Sebanyak 106 gol dan 83 assist disumbangkan Vinicius dalam 322 penampilan untuk Madrid di seluruh kompetisi. Kontribusi Vinicius turut mengantar Real Madrid memenangi 14 trofi, di antaranya tiga LaLiga, satu Copa del Rey, dan dua Liga Champions.

    Meski demikian, Vinicius Junior belum puas dengan pencapaiannya itu. Vinicius masih lapar memenangi gelar juara lain dengan Real Madrid, sekaligus bermimpi mengukir prestasi bersama Timnas Brasil.

    “Aku memang sudah mencapai banyak hal, tapi mimpi-mimpiku masih jauh dari selesai,” cetus pesepakbola berusia 25 tahun itu kepada GQ.

    “Aku ingin memenangi lebih banyak trofi lagi dengan klubku, memenangi gelar-gelar penting dengan Brasil, dan terus menginspirasi generasi selanjutnya untuk percaya pada diri sendiri.”

    Ambisi Vinicius Junior itu akan dimulai saat Liga Spanyol 2025/2026 dibuka pada tengah bulan ini. Real Madrid dijadwalkan menghadapi Osasuna di jornada pertama, 19 Agustus mendatang.

    (rin/cas)



    Sumber : sport.detik.com

  • Lamine Yamal Bukan Arogan, Hanya…


    Jakarta

    Melejitnya Lamine Yamal diiringi dengan anggapan dan tudingan bahwa ia arogan di dalam dan luar lapangan. Gelandang Barcelona Gavi pilih memuji mentalitasnya.

    Yamal melejit sejak debutnya pada April 2023. Ia kini sudah melakoni 106 pertandingan di seluruh ajang, mencetak 25 gol dan 34 asis.

    Berkat penampilannya itu pula, Barca bisa dua kali memenangi Liga Spanyol pada 2022/2023 dan 2024/2025. Blaugrana juga menjuarai Copa del Rey 2024/2025 dan Piala Super Spanyol.


    Prestasinya tak terbatas di klub. Bersama Timnas Spanyol, Yamal sudah menjadi juara Eropa pada gelaran Euro 2024 lalu.

    Tapi bersinarnya Yamal turut diiringi kontroversi. Mulai dari gaya rambut dan caranya berdandan jadi sorotan, juga selebrasi celana melorot dan dianggap tak menghormati Cristiano Ronaldo saat bersalaman.

    Belum lama ini, pesta ulang tahunnya menuai kritik pedas karena melibatkan hiburan dari orang-orang mini. Belum lagi soal hubungannya dengan perempuan yang jauh lebih tua.

    Rekan setim Yamal, Gavi, enggan terlalu fokus ke urusan-urusan itu. Yang membuatnya tertarik justru mentalitas dan kepercayaan diri pemain 18 tahun itu.

    “Pada akhirnya, semua orang tahu Lamine itu pemain kelas dunia. Musim yang telah ia jalani itu unik untuk pemain seusianya,” ungkap Gavi dikutip Mundo Deportivo.

    “Saya harap dia terus seperti ini, dengan mentalitas yang ia punya, karena dia sangat bagus dan mesti terus seperti ini sehingga kami bisa memenangi titel sebanyak mungkin.”

    “Pada akhirnya, semua orang memikirkan apa yang mereka mau,” cetusnya.

    (raw/bay)



    Sumber : sport.detik.com

  • Franco Mastantuono, ‘Si Anak Ajaib’ Real Madrid Penerus Lionel Messi


    Madrid

    Franco Mastantuono bergabung dengan Real Madrid musim panas ini. Gelandang muda Argentina itu dianggap ‘anak ajaib’ yang bakal meneruskan legasi Lionel Messi.

    Madrid mendatangkan Mastantuono dari River Plate musim panas ini. Los Blancos menebus klausul rilisnya senilai 45 juta Euro.

    Masih berusia 17 tahun, Mastantuono dianggap pemain komplet. Ia bermain sebagai gelandang serang dan winger.


    Dua musim di tim senior River Plate, Mastantuono sudah mencetak 10 gol dari 64 laga. Ia membantu River Plate memenangkan gelar Supercopa Argentina 2023 dan terakhir membela klub Argentina itu di Piala Dunia Antarklub 2025.

    Daniel Brizuela, kepala pencari bakat River Plate, bercerita bagaimana ia menemukan Franco Mastantuono. Ia langsung terpukau dengan kontrol bolanya.

    “Di antara segerombolan anak-anak, dia bisa membuat kontrol yang berorientasi dan memberikan umpan yang berakhir dengan gol. Saat itulah saya berkata: ini adalah anak ajaib,” katanya kepada Radio Marca.

    “Perbedaannya tidak hanya pada apa yang dia lakukan, tetapi bagaimana dan kapan dia melakukannya. Dia memiliki prototipe dari pesepakbola Eropa. Saya selalu mengatakan dia adalah pemain yang sempurna untuk Real Madrid,” terangnya.

    Mastantuono bahkan juga sudah dipanggil Timnas Argentina. Ia menjalani debutnya Maret lalu saat melawan Chile, menjadi debutan termuda Tim Tango.

    “Saya yakin dia akan berada di Piala Dunia berikutnya. Dia adalah penerus nomor 10 (Lionel Messi) dari tim nasional Argentina,” kata Brizuela.

    Franco Mastantuono akan segera diperkenalkan Real Madrid sebagai pemain anyarnya. Ia sudah tiba di Spanyol sejak Sabtu (2/8).

    (yna/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Suleiman al-Obeid, Mantan Timnas Palestina Tewas dalam Serangan di Gaza



    Jakarta

    Pasukan Zionis Israel tak hentinya menunjukkan kebengisan. Serangan udara yang dilancarkan ke wilayah Gaza selatan pada Rabu (6/8) menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk di antaranya mantan bintang sepakbola Timnas Palestina, Suleiman al-Obeid.

    Wafatnya pesepak bola legendaris yang dijuluki “Pelé Palestina” ini dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).

    “Mantan pemain tim nasional dan bintang tim Khadamat al-Shati, Suleiman Al-Obeid, gugur setelah pasukan pendudukan (Israel) menyerang warga yang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza selatan pada hari Rabu,” tulis PFA dalam pernyataan resminya pada Rabu (6/8).


    Mengutip Al Jazeera (7/8) julukan “Pelé Sepak Bola Palestina” disematkan padanya sebagai penghormatan atas bakat dan kontribusinya di lapangan hijau, meniru nama sang legenda sepak bola Brasil yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

    Menurut PFA (Palestine Football Association), al-Obeid tewas dalam serangan yang menargetkan warga sipil yang sedang mengantre bantuan kemanusiaan. Sosok berusia 41 tahun ini dikenal sebagai salah satu bintang paling bersinar dalam sejarah sepak bola Palestina, dengan torehan lebih dari 100 gol sepanjang kariernya.

    Lahir pada 24 Maret 1984 di Gaza, al-Obeid memulai karier profesionalnya di klub Khadamat al-Shati. Ia juga sempat memperkuat Markaz Shabab al-Am’ari yang berbasis di Tepi Barat serta Gaza Sport. Sejak debutnya di tim nasional Palestina pada tahun 2007, al-Obeid mencatatkan 24 penampilan dan mencetak dua gol. Salah satu momen paling dikenang adalah gol akrobatiknya ke gawang Yaman dalam turnamen Federasi Sepak Bola Asia Barat 2010.

    Kematian al-Obeid menambah daftar panjang atlet Palestina yang menjadi korban konflik di Gaza. PFA mencatat sedikitnya 662 atlet dan anggota keluarga mereka telah kehilangan nyawa sejak pecahnya perang. Dari jumlah tersebut, 421 merupakan pesepak bola, termasuk 103 anak-anak, sebagian besar di antaranya meninggal akibat serangan langsung maupun kelaparan.

    Selain korban jiwa, infrastruktur olahraga di wilayah Palestina juga mengalami kerusakan parah. PFA melaporkan bahwa sebanyak 288 fasilitas olahraga telah rusak atau hancur, terdiri dari stadion, lapangan latihan, pusat kebugaran, hingga gedung klub. Dari total tersebut, 268 berada di Gaza dan 20 lainnya di Tepi Barat. Sekitar separuh fasilitas itu secara langsung melayani kegiatan sepak bola. Bahkan, markas besar PFA di Gaza turut menjadi sasaran serangan udara.

    Tragedi ini mencerminkan dampak kemanusiaan yang semakin dalam dari konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 1.300 warga Palestina tewas di sekitar titik distribusi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza sejak dibentuknya kelompok logistik gabungan yang didukung Amerika Serikat dan Israel pada akhir Mei lalu.

    Suleiman al-Obeid meninggalkan seorang istri dan lima anak, serta warisan abadi dalam sejarah olahraga Palestina.

    Sejak mulai beroperasi pada akhir Mei, lebih dari 1.300 warga Palestina dilaporkan tewas di sekitar lokasi distribusi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza, yang menuai kontroversi.

    Pada Rabu, setidaknya 18 orang kehilangan nyawa saat berusaha mendapatkan bantuan, di tengah situasi krisis pangan yang kian memburuk akibat ketatnya pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza, menurut sumber medis kepada Al Jazeera.

    Dalam waktu 24 jam terakhir, rumah sakit-rumah sakit di Gaza juga melaporkan empat kematian baru akibat kelaparan dan kekurangan gizi. Data dari Kementerian Kesehatan setempat mencatat total 197 kematian terkait kelaparan sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023. Dari jumlah tersebut, 96 di antaranya adalah anak-anak. Mayoritas kasus kematian ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

    (lus/inf)



    Sumber : www.detik.com