Tag: tips beasiswa

  • 5 Tips Lolos Beasiswa Tanpa Nilai Rapor Tinggi


    Jakarta

    Nilai rapor bukan satu-satunya penentu kesuksesan beasiswa! Kalau nilai rapormu tak tinggi-tinggi sekali, maka tonjolkan sisi-sisi nonakademik. Simak 5 tips ini.

    1. Jangan Malas Riset

    Nilai rapormu boleh tak tinggi-tinggi sekali asal jangan malas. Jangan malas riset, mencari tahu, memelototi dan mempelajari syarat-syarat administrasi beasiswa, terutama beasiswa yang menonjolkan prestasi nonakademik.

    Dini Agustina, SIkom, M IKom, sebagai penerima Beasiswa Unggulan pada tahun 2018 jenjang magister, memberikan tips pertama. Agar lolos seleksi berkas awal, kita harus mempersiapkan administrasi secara lengkap sesuai aturan yang tertulis dalam buku panduan beasiswa, demikian seperti dilansir dari laman Kemdikbud.


    2. Sorot Pengalaman Kepemimpinan

    Beberapa kampus di Indonesia membuka jalur penerimaan dan beasiswa berdasarkan riwayat kepemimpinan selama di sekolah seperti OSIS. Umumnya, jalur OSIS ini masuk dalam kategori jalur prestasi. Oleh karena itu, pelamar wajib melampirkan bukti dokumen prestasi sebagai pengurus OSIS.

    Di tahun 2025 ini, dari arsip detikEdu, kampus yang memiliki jalur Ketua OSIS adalah IPB University, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip).

    Jalur OSIS Undip 2025 mensyaratkan nilai rata-rata rapor per semester 70 (skala 100). Jalur OSIS IPB University tak mensyaratkan nilai rapor sama sekali, tetapi mesti ada:
    – Surat kepala sekolah yang menyatakan siswa benar bersekolah di sana dan pernah menjadi ketua OSIS selama minimal satu periode.
    – Surat keputusan kepala sekolah tentang pengangkatan pelamar sebagai ketua OSIS.

    3. Tonjolkan Prestasi Nonakademik

    Bila nilai akademikmu pas-pasan, kamu bisa menonjolkan prestasi nonakademikmu. Contohnya, IPB University menerima mahasiswa dari jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) seperti:

    • Olahraga
    • Hafiz Al-Quran
    • Pramuka
    • Seni
    • Debat bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, Prancis, Spanyol.

    Beberapa kampus hingga pemerintah bahkan menyediakan beasiswa atlet. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan Program Beasiswa Keolahragaan.

    Program ini memberikan kesempatan kepada atlet aktif, mantan atlet, serta tenaga profesional di bidang olahraga untuk menempuh pendidikan pada jenjang magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini menandai komitmen nyata pemerintah dalam menjadikan olahraga bukan hanya sebagai prestasi sesaat, tetapi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul berkelanjutan, demikian dilansir dari laman Kemenpora, Rabu (9/7/2025).

    4. Buat Esai Personal yang Menggugah

    Ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan untuk menulis esai. Dilansir dari laman Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menulis esai yang baik, menggugah, realistis, rendah hati, dan jujur bisa membantumu untuk mendapatkan beasiswa.

    Usahakan kepribadianmu bisa terlihat dari esai itu. Kamu bisa menceritakan masalah terberat dalam hidup kamu, dan bagaimana kamu menghadapinya. Beasiswa cenderung memiliki tema. Jika bisa, sesuaikan esaimu dengan tema beasiswanya. Kamu harus bisa meyakinkan penyedia beasiswa bahwa kamu pantas untuk mendapatkan beasiswa tersebut!

    Dini Agustina menyarankan esai dapat menceritakan tujuan kita ke depan setelah meraih beasiswa ini. Tips lainnya yaitu isi esai sebaiknya dikaitkan dengan jurusan kuliah yang akan kita ambil dalam beasiswa ini.

    Misalnya, jika berniat meraih Beasiswa Unggulan untuk jurusan hukum, maka ceritakan target, tujuan, dan harapan yang ingin kita capai seandainya dapat berkuliah dengan beasiswa di sana.

    5. Dapatkan Rekomendasi yang Personal

    Surat rekomendasi beasiswa adalah dokumen resmi yang ditulis oleh seseorang yang memiliki hubungan profesional atau akademik dengan pelamar. Surat rekomendasi dari guru atau dosen yang mendeskripsikan etika kerja, ketekunan, dan potensi bisa lebih dipercaya daripada nilai rapor.

    Surat ini penting karena bertujuan untuk memberikan penilaian objektif mengenai kelayakan pelamar dalam menerima beasiswa, berdasarkan pengamatan langsung terhadap kemampuan, etika kerja, dan potensi yang dimiliki oleh pelamar.

    (nwk/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • 5 Kesalahan Umum Saat Apply Beasiswa dan Cara Menghindarinya


    Jakarta

    Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan saat melamar atau apply beasiswa. Maka dari itu, detikers bisa saja membutuhkan waktu hingga beberapa bulan untuk persiapan mendaftar.

    Oleh karena itu sebelum melamar, sebaiknya kalian melakukan riset secara mendalam. Hal ini perlu dilakukan agar kalian terhindar dari kesalahan-kesalahan yang dapat menyebabkan gagal menerima beasiswa.

    Untuk itu, detikEdu juga telah merangkum beberapa kesalahan umum saat melamar beasiswa. Kalian bisa belajar dari sini dan menghindarinya!


    5 Kesalahan Umum Saat Melamar Beasiswa

    1. Tidak Memperhatikan Pedoman Beasiswa Secara Detail

    Kurang dalam beberapa persyaratan beasiswa adalah salah satu yang paling umum dan merugikan.

    “Jika mahasiswa mengabaikan detail penting atau gagal memenuhi kriteria tertentu, hal itu dapat menandakan kurangnya perhatian terhadap detail atau rasa menghargai persyaratan program, yang berujung pada diskualifikasi atau skor yang lebih rendah,” jelas Associate Director di Kantor Penerimaan Mahasiswa Sarjana St John’s University, Christine Perrault, dikutip Senin (30/6/2025).

    Cara menghindarinya: Saat berencana melamar beasiswa, sebaiknya kalian membuat daftar centang untuk memastikan telah memenuhi semua persyaratannya, tak terkecuali petunjuk esai; dokumen; kelayakan mengikuti; dan format dokumen.

    2. Memilih Pemberi Rekomendasi yang Kurang Tepat

    Perrault menjelaskan surat rekomendasi dari seseorang yang memahami kriteria beasiswa dan mampu menjelaskan bagaimana kalian mewujudkan kualitas-kualitas ini, akan jauh lebih berdampak.

    “Pilih seseorang yang mengenal Anda dengan baik dan dapat memberikan contoh spesifik tentang karakter dan prestasi Anda,” kata dia.

    Cara menghindarinya: Luangkan waktu untuk mempertimbangkan dengan saksama siapa yang akan menulis surat rekomendasi kalian. Sebelum meminta rekomendasi, bicarakan dengan mereka tentang beasiswa tersebut dan berikan konteks tentang alasan kalian melamar, termasuk prestasi penting dan pengalaman pribadi yang menunjukkan kecocokan kalian dengan beasiswa tersebut.

    3. Esai Terlalu Umum dan Tidak Menarik

    Pelamar beasiswa sebaiknya tidak menggunakan esai yang sama untuk beberapa aplikasi. Pasalnya, hal ini dapat merusak peluang keberhasilan lolos beasiswa.

    “Esai yang dipersonalisasi memberi pembaca wawasan tentang siapa Anda dan mengapa Anda cocok untuk beasiswa tersebut,” kata Assistant Director di Kantor Penerimaan Mahasiswa Sarjana St John’s University, Jillian Perota.

    Cara menghindarinya: Teliti nilai (value) dan persyaratan beasiswa untuk memastikan esai kalian membahas aspek-aspek tersebut. Esai yang disesuaikan memungkinkan untuk menghubungkan tujuan kalian dengan misi beasiswa, sehingga lamaran tampak menonjol.

    4. Terlambat Melakukan Riset soal Beasiswa

    Saat melamar beasiswa, khususnya bagi calon mahasiswa baru, biasanya berbarengan dengan tahun akhir SMA. Maka dari itu kesibukan tentu cukup padat.

    Kepadatan aktivitas bisa saja membuat kalian kekurangan waktu untuk melakukan riset soal persyaratan beasiswa.

    Cara menghindarinya: “Siswa yang serius ingin kuliah harus mencari peluang beasiswa sebelum tahun terakhir mereka,” ujar Sekretaris Angkatan Udara Amerika Serikat ke-25, Barbara M Barrett, dikutip dari US News.

    Ia merupakan penerima Horatio Alger Award dari Horatio Alger Association of Distinguished Americans. Lembaga ini merupakan lembaga nirlaba yang menyediakan beasiswa berbasis kebutuhan di AS dan Kanada.

    5. Jangan Abaikan Beasiswa dengan Skala Lebih Kecil

    Terkadang ada kecenderungan pada para pencari beasiswa untuk hanya fokus pada beasiswa yang memberikan pembiayaan lebih besar.

    “Jika seorang siswa hanya mengejar beasiswa besar yang akan memberikan mereka banyak beasiswa dan sangat kompetitif, mereka mungkin kehilangan kesempatan untuk meraih beberapa beasiswa yang lebih kecil,” ujar Associate director untuk beasiswa di Kantor Bantuan Keuangan dan Beasiswa Mahasiswa di Universitas Oregon, Michelle Holdway.

    Cara menghindarinya: Cari informasi beasiswa sebanyak mungkin. Jangan abaikan beasiswa komunitas lokal yang lebih kecil, misalnya dari lembaga-lembaga nirlaba.

    Itulah kesalahan-kesalahan umum saat apply beasiswa. Hindari sebisa mungkin, ya!

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • 5 Kesalahan Saat Mengisi Formulir Beasiswa Online


    Jakarta

    Informasi dan pendaftaran beasiswa masa kini bisa dilakukan dengan cepat secara online atau daring. Dengan ini, calon awardee tidak perlu lagi mengirimkan berkas melalui kantor pos yang memakan waktu lama.

    Namun meski cepat dan mudah, pengisian formulir beasiswa secara daring terkadang membuat pendaftar kurang teliti. Akibatnya mereka melakukan kesalahan yang berujung dengan gagalnya proses pendaftaran.

    Lalu apa saja kesalahan yang biasa terjadi saat mengisi formulir beasiswa secara online? Dikutip dari ST John’S University dan US News, berikut informasinya.


    5 Kesalahan Mengisi Formulir Beasiswa Online

    1. Mengabaikan Pedoman Beasiswa

    Tidak mengikuti pedoman beasiswa merupakan salah satu kesalahan yang paling umum terjadi sekaligus paling merugikan. Associate Director St John University, Christine Perrault menegaskan bila pedoman beasiswa haru diperhatikan.

    Pedoman ini memastikan proses evaluasi yang adil dan terorganisasi. Jika mahasiswa mengabaikan detail penting atau memenuhi kriteria tertentu, ini bisa jadi penilaian gagalnya beasiswa.

    “Hal itu dapat menandakan kurangnya perhatian terhadap detail atau rasa hormat terhadap persyaratan program, yang berujung pada diskualifikasi atau skor yang lebih rendah,” katanya.

    Cara menghindari kesalahan ini adalah dengan membuat daftar untuk memastikan detikers memenuhi semua syarat beasiswa. Daftar ini memuat berbagai hal penting, termasuk syarat, dokumen, dan petunjuk esai.

    Jangan lupa juga untuk memeriksa kembali batas waktu pendaftaran dan format penyerahan dokumen. Bila berbagai hal penting ini terlewat, peluangmu menerima beasiswa mungkin juga ikut terlewat.

    2. Jangan Isi Data Sembarangan!

    Lamaran yang asal-asalan atau tidak profesional dapat merusak peluang detikers dalam menerima beasiswa. Pada dasarnya, panitia meninjau banyak lamaran.

    Salah satu cara agar mendapat perhatian adalah dengan pengajuan aplikasi beasiswa yang rapi dan profesional. Asisten Direktur di Kantor Penerimaan Mahasiswa Sarjana St John University, Jillian Perota menyebut lamaran yang matang menunjukkan keseriusan penerima beasiswa.

    “Pastikan resume Anda terstruktur dengan baik, esai Anda bijaksana, dan semua dokumen jelas dan ringkas,” jelas Perota.

    3. Hindari Tata Bahasa yang Kurang Tepat

    Kebanyakan aplikasi beasiswa meminta tanggapan pendaftar berupa jawaban singkat atau pertanyaan esai. Kesalahan tata bahasa dapat berdampak buruk pada calon awardee.

    Untuk itu, penting mengoreksi sebelum mengirimkan aplikasi beasiswa. Asisten Direktur Bantuan Keuangan di Goldey-Beacom College, Delaware, Amerika Serikat, Eric Johnson menyebut penting mendapat pandangan dari pihak lain.

    “Tidak peduli seberapa bagus kedengarannya di pikiran Anda, selalu mintalah bantuan rekan entah itu teman atau konselor untuk memeriksanya kembali,” ucap Johnson.

    “Terkadang Anda (bisa) melewatkan kata sifat, spasi, kata, atau apapun masalah (ketatabahasaan) lainnya,” sambungnya lagi.

    4. Jangan Biarkan Ada Kolom Kosong

    Beberapa aplikasi beasiswa memang memberikan pertanyaan singkat, tetapi ada juga yang memerlukan banyak waktu dan perhatian untuk mengisinya. Tidak peduli seberapa panjang aplikasi tersebut, calon awardee harus memastikan tidak ada satu bagian pun yang kosong.

    Lamaran beasiswa yang tidak lengkap, pasti tidak akan dipertimbangkan untuk mendapatkan bantuan. Kesalahan lain di tahap wawancara, adalah tidak memberi tanggapan.

    “Kadang-kadang siswa tidak memberikan tanggapan, dan sayangnya hal itu dianggap sebagai penarikan aplikasi Anda,” papar Johnson.

    Sikap menunda-nunda dapat menjadi risiko yang signifikan dalam pendaftaran beasiswa. Menunggu hingga menit terakhir dapat mengakibatkan kesalahan, pengiriman yang terburu-buru, atau tenggat waktu yang terlewat.

    Perota mengingatkan mendaftar sesegera mungkin membuat calon awardee memiliki waktu untuk merevisi dan meminta masukan. Sehingga pengajuan beasiswa bisa dipikirkan dengan baik dan matang.

    Memang, beasiswa tidak menilai berdasarkan waktu siapa yang mendaftar lebih awal. Tetapi tidak menetapkan tenggat waktu internal untuk menyelesaikan setiap bagian aplikasi bisa menjadi awal kegagalanmu.

    Cobalah untuk membagi proses pendaftaran beasiswa ke beberapa tugas kecil. Hal ini akan mudah dikelola untuk menghindari kewalahan pendaftaran.

    Itulah 5 kesalahan saat mengisi formulir beasiswa online. Jangan sampai salah lagi ya detikers!

    (det/faz)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Tips Lolos Paragon Scholarship Program dari 3 Awardee, Catat Ya!



    Jakarta

    Paragon Scholarship Program (PSP) merupakan salah satu beasiswa yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Mendapat bantuan hingga Rp20 juta, bagaimana tips agar lolos seleksi beasiswa tersebut?

    Pada webinar bertajuk Get to Know Paragon Scholarship, Minggu (24/8), tiga awardee dari Universitas Airlangga (Unair) membagikan tips menghadapi seleksi PSP. Dalam kesempatan tersebut, Dhia Raidah, Thalia Tanra, dan Ciptaning Ayu menceritakan pengalaman mereka.

    Dhia Raidah, sebagai awardee PSP menyebutkan jika terdapat hal baru dalam PSP 2025, yakni dua kategori yaitu PSP Excellent dan PSP Elevate. Keduanya berbeda pada bagian persyaratannya.


    “Syarat umum PSP Excellent yaitu mahasiswa semester pertama jenjang S1 di kampus di Indonesia, rata-rata nilai rapor di SMA lebih dari 88 atau nilai SNBT lebih dari 640 serta sedang tidak menerima beasiswa lain,” terangnya dalam laman Unair dikutip Senin (1/9/2025).

    Sedangkan untuk PSP Elevate, diperuntukkan untuk mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan meskipun dengan keterbatasan finansial. Persyaratan PSP Elevate kurang lebih sama tetapi PSP Elevate bisa diikuti oleh mahasiswa D4 atau D3 di kampus di Indonesia.

    “Untuk syarat rata-rata nilai rapor berbeda, kalau di PSP Elevate rata-rata nilai rapor SMA harus sama atau lebih dari 80 atau nilai SNBT harus lebih dari 550. Di PSP Elevate juga tidak boleh menerima beasiswa lain, tetapi kalau penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) atau penerima potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari universitas boleh mendaftar,” jelasnya.

    Tips Agar Lolos Paragon Scholarship Program

    1. Riset Soal Paragon

    Menurut Thalia, salah satu hal utama yang harus dipersiapkan adalah melakukan riset mendalam tentang Paragon. Riset mendalam tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga riset tentang nilai utama dari Paragon.

    “Dari core value itu kalian bisa dapat gambaran kira-kira awardee seperti apa yang dicari oleh Paragon. Tonjolkan nilai-nilai itu di CV kalian. Apalagi pas tahap interview itu adalah tahap dimana kalian bisa benar-benar dinotis. Jadi, benar-benar tonjolkan core value Paragon di tahap itu,” tambahnya.

    2. Jadilah Pendaftar yang Menonjol

    Ciptaning Ayu, awardee Paragon lainnya membagikan tips untuk menjadi pendaftar yang menonjol yakni dengan menjadi diri sendiri. Pendaftar tidak perlu mengubah atau memoles diri agar terlihat lebih baik di depan panitia penyeleksi.

    “Menurutku teman-teman cukup menjadi diri sendiri dan memegang nilai masing-masing. Gunakan apa yang sudah ada pada diri kalian untuk menjadi pribadi yang menonjol saat seleksi. Jadi, bukan mengada-ada tetapi gunakan yang diri kalian punya,” ujarnya.

    Ia juga berpesan pada calon pendaftar untuk menerima apapun hasil yang akan didapat. Menurutnya, mahasiswa bisa menggunakan kesempatan mendaftar beasiswa Paragon untuk menjadi pengalaman dalam mengasah diri kalian

    “Jangan merasa sedih dan tidak pantas karena masih ada kesempatan-kesempatan lain yang akan terbuka,” ungkapnya.

    Tentang Program Paragon Scholarship Program 2025

    Paragon Scholarship Program dibagi atas dua beasiswa yang bisa diikuti mahasiswa, yakni:

    Beasiswa PSP Excellence
    Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa berprestasi yang memiliki semangat eksplorasi, kolaborasi, dan kepemimpinan, siap untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan dan mendorong dampak strategis di lingkungan profesional.

    Beasiswa PSP Ellevate
    Beasiswa ini dibuka untuk mahasiswa tangguh dengan impian besar, siap berkembang, dan mengatasi tantangan. Program ini dibuka khusus mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu.

    Manfaat Program Paragon Scholarship Program 2025

    Beasiswa PSP Excellence

    1. Bantuan UKT hingga Rp7 juta per semester

    2. Bantuan pengembangan diri sebesar Rp20 juta

    3. Mentoring

    4. Magang dan peluang karier di ParagonCorp

    5. Bantuan proyek sosial senilai Rp3 juta

    6. Tergabung dalam Development Program

    7. Program pengembangan diri secara nasional

    BeasiswaPSP Elevate

    1. Bantuan biaya hidup sebesar Rp6 juta per semester

    2. Mentoring

    3. Program pengembangan kapasitas

    4. Bantuan dana proyek sosial Rp5 juta

    5. Program persiapan karier dari ahli

    6. Networking dari mahasiswa se-Indonesia

    Syarat Program Paragon Scholarship Program 2025

    Beasiswa PSP Excellence

    1. Mahasiswa S1 yang berada di semester 1

    2. Rerata nilai rapor SMA minimal 88 atau skor SNBT minimal 640

    3. Aktif dalam organisasi, perlombaan, dan kegiatan pengembangan diri

    4. Tidak sedang menerima beasiswa lain kecuali program pertukaran pelajar

    5. Mempunyai pola pikir kewirausahaan

    Beasiswa PSP Elevate

    1. Mahasiswa semester 1 di jenjang S1/D4/D3

    2. Rerata nilai SMA minimal 80 atau skor SNBT minimal 550

    3. Pendapatan kedua orang tua kurang dari Rp8 juta

    4. Tidak sedang menerima beasiswa lain kecuali KIP Kuliah

    Informasi lebih lanjut mengenai Paragon Scholarship Program dapat dicek melalui bit.ly/GuidebookPSP2025. Semoga membantu!

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Syarat, Jadwal Pendaftaran, dan Cara Lolos


    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi salah satu bantuan pendidikan tinggi bergengsi dari pemerintah Indonesia. Bantuan ini meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, dan transportasi, aplikasi visa, asuransi kesehatan, dan lainnya untuk kampus dalam dan luar negeri.

    Setiap tahunnya, LPDP membuka 2 tahap pendaftaran. Untuk LPDP 2025 sendiri, kedua tahap pendaftaran sudah rampung dilaksanakan.

    LPDP tahap 1 membuka pendaftaran pada Januari lalu, sedangkan tahap 2 dimulai Juni-Juli lalu. Saat ini, seleksi LPDP tahap 2 tahun 2025 masih berlangsung dan segera memasuki tes Seleksi Bakat Skolastik.


    Meskipun pendaftaran LPDP 2025 pada dua tahap tersebut telah selesai, detikers tetap bisa mempersiapkan diri untuk seleksi tahun mendatang, mengingat beasiswa ini dibuka setiap tahun. Dirangkum dari laman resmi LPDP dan arsip detikEdu, Jumat (12/9/2025), berikut penjelasannya.

    Syarat Pendaftaran LPDP 2025

    Pada dasarnya, LPDP memiliki berbagai program beasiswa di mana setiap program memiliki syarat pendaftaran yang berbeda-beda. Namun, ada syarat umum yang harus dipenuhi seluruh pendaftar LPDP, yaitu:

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Telah menyelesaikan studi D4/S1 untuk program magister dan S2 untuk jenjang doktor

    3. Pendaftar yang menyelesaikan studi D4/S1 langsung doktor diperbolehkan mendaftar dengan ketentuan tambahan.

    4. Pendaftar yang telah menyelesaikan S2/S3 tidak diizinkan mendaftar di jenjang yang sama.

    5. Pendaftar jenjang S3 diutamakan bagi yang melampirkan surat ketentuan tambahan.

    6. Pendaftar jenjang S3 yang merupakan lulusan dokter spesialis atau subspesialis dapat menggunakan transkrip nilainya untuk memenuhi syarat IPK.

    7. Bagi pendaftar lulusan kampus luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya wajib melampirkan penyetaraan ijazah dan hasil konversi IPK dari Kemdiktisaintek.

    8. Mahasiswa on going bisa mendaftar dengan ketentuan tambahan.

    9. Mahasiswa dokter spesialis/subspesialis yang tengah berkuliah bisa mendaftar program S2/S3 dengan ketentuan tambahan.

    10. Pendaftar yang pernah menempuh studi S2/S3, tapi tidak selesai diperbolehkan mendaftar dengan bukti surat pemberhentian/sejenisnya.

    11. Melampirkan surat rekomendasi yang diterbitkan paling lama 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran.

    12. Pendaftar PNS wajib melampirkan surat usulan atau rekomendasi dari pejabat sekurang-kurangnya setingkat eselon II.

    13. Lulusan sekolah kedinasan bisa mendaftar, asal belum diangkat menjadi CPNS dan mendapatkan izin.

    14. Pendaftar prajurit TNI wajib melampirkan usulan atau surat rekomendasi yang ditandatangani pejabat pada MABES TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU.

    15. Pendaftar berstatus POLRI wajib melampirkan surat usulan atau surat rekomendasi yang ditandatangani pejabat pada MABES POLRI.

    16. Memilih perguruan tinggi tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP

    17. Beasiswa LPDP hanya diperuntukkan bagi kelas reguler/kelas yang ditetapkan oleh LPDP.

    18. Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan

    19. Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan pada aplikasi pendaftaran

    20. Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia

    21. Menulis Proposal Penelitian untuk pendaftar S3

    22. Jika memiliki publikasi ilmiah, prestasi, dan pengalaman organisasi maka harus dilengkapi pada aplikasi pendaftaran.

    Jadwal Pendaftaran LPDP 2025

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, LPDP 2025 dibuka dalam dua tahap. Jadwal dari kedua tahap tersebut yakni:

    Tahap 1

    • Pendaftaran: 17 Januari 2025
    • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

    Tahap 2

    • Pendaftaran seleksi: 30 Juni – 31 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 1 Agustus – 21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Pengajuan sanggah: 23 – 25 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 September 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 15 – 25 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober – 19 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025
    • Periode perkuliahan dimulai: Paling cepat Bulan Januari 2026

    Cara Lolos Beasiswa Bergengsi LPDP 2025

    Tips untuk lolos beasiswa LPDP biasanya diberikan para awardee. Salah satunya disampaikan oleh Muhammad Arif Raihannur, awardee LPDP yang berhasil menerima tiga letter of acceptance (LoA) dari kampus tersohor dunia.

    Ketiganya yaitu, University of Manchester, University of New South Wales (UNSW) Sydney, dan The University of Auckland. Tips yang diberikan Raihan yakni:

    1. Harus mengerti esai yang dibuat dan belajar wawancara secara mendalam

    2. Percaya diri dan jangan takut untuk mengakui kegagalan yang pernah terjadi di masa lalu

    3. Mengetahui isu terkini di Indonesia akan sangat membantu saat proses wawancara dan penulisan esai

    4. Mematangkan tujuan setelah lulus bahkan dari sebelum mendaftar

    Selain Raihan, ada tips lain yang diberikan oleh awardee LPDP sekaligus alumnus Universitas Airlangga, Umar Syaroni. Menurutnya ada tiga tips utama untuk lolos program LPDP terutama studi S3 di luar negeri, yaitu:

    1. Perencanaan Matang

    Berdasarkan pengalaman Umar, ia memerlukan waktu minimal enam bulan untuk mempersiapkan berbagai berkas pendaftaran beasiswa LPDP.

    Berbagai berkas yang dibutuhkan itu seperti tes bahasa Inggris, transkrip ijazah, surat rekomendasi, commitment essay, proposal penelitian studi S2 dan surat lainnya. Berkas-berkas tersebut wajib diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah.

    2. Surat Rekomendasi

    Surat rekomendasi merupakan salah satu berkas yang disyaratkan dalam pendaftaran beasiswa LPDP. Menurut Umar, mintalah surat rekomendasi dari seseorang yang mengenal kita dari segi pribadi maupun profesional.

    Dari pengalamannya, ia meminta surat rekomendasi dari tiga sosok akademisi yang dekat dengannya. Dari dosen, dosen pembimbing hingga dosen pembimbing akademik.

    3. Promotor

    Promotor adalah dosen di perguruan tinggi yang memiliki kepakaran dengan topik penelitian yang akan diajukan. Kesesuaian pakar dengan topik penelitian ini akan mendukung detikers untuk bisa lolos LPDP dengan mudah.

    Promotor juga akan mendampingi proses riset selama menjalani pendidikan di kampus tujuan. Untuk itu, hal ini juga harus diperhatikan.

    Umar menyebutkan, cara paling mudah untuk mencari promotor adalah melalui Google Scholar. Pertama, cari penelitian yang mirip dengan tema yang akan dilakukan.

    Selanjutnya, lihat dosen serta kepakaran beliau. Lalu kirimkan CV, proposal penelitian dan motivation letter via email dan tunggu balasannya.

    Itulah berbagai serba-serbi pendaftaran LPDP 2025. Semoga bermanfaat untuk menyiapkan pendaftaran di 2026 ya detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com