Tag: tips dapur

  • 4 Tips Ampuh Hilangkan Noda Minyak, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah


    Jakarta

    Minyak merupakan cairan yang biasa digunakan untuk memasak. Wujudnya yang cair, saat dipanaskan atau dipakai memasak bisa terciprat ke sekeliling wajan. Bekas minyak yang menempel di kompor atau sekitar dapur bisa sulit dibersihkan terutama jika mengenai bahan kain.

    Bukan hanya kain, apabila terkena keramik juga bisa menyebabkan permukaannya kusam, terutama keramik yang permukaannya berwarna terang. Selain itu, permukaan yang terkena noda minyak, setelah dibersihkan pun jadi lebih licin. Bisa berbahaya jika tumpahan minyak jatuh di lantai dan terinjak.

    Maka dari itu, daripada membersihkan minyak dengan kain atau tisu, kamu bisa memakai bahan berikut seperti yang dilansir dari Tasting Table.


    1. Tepung Terigu

    Tepung adalah salah satu bahan makanan yang biasa dipakai untuk menggoreng tempe, tahu, atau makanan lainnya. Ternyata tepung terigu dapat menjadi bahan membersihkan minyak. Tepung dapat menyerap minyak lebih baik daripada kain. Caranya dengan menuangkan tepung di atas tumpahan minyak. Lalu tunggu hingga kering. Setelah itu, sapu tepung hingga bersih dan buang ke tempat sampah.

    2. Campuran Tepung, Soda Kue, dan Garam

    Sama seperti tepung tadi, kamu juga bisa menggunakan campuran tepung jagung, soda kue, dan garam. Setelah itu tuang di atas minyak yang tumpah. Apabila minyak sudah terserap, kamu bisa langsung menyapunya.

    3. Pasir

    Apabila di rumah tidak ada tepung, kamu bisa menggunakan pasir. Cara membersihkannya masih sama dengan tepung yakni disebar di seluruh permukaan minyak yang tumpah. Lalu, jika sudah terserap sapu pasir tersebut dan buang.

    4. Sabun

    Jika tepung dan pasir tidak ada, kamu bisa memakai sabun batangan, bukan yang cair. Namun sebelumnya, kamu harus mengelap minyak yang tumpah dengan kain atau tisu. Baru setelah itu siapkan air hangat dan masukkan sabun batangan di dalamnya.

    Apabila air sudah berbusa, ambil kain baru dan usap kembali permukaan yang terkena noda minyak. Kamu bisa menggosok permukaan yang terkena minyak apabila nodanya sulit hilang. Bilas sekali lagi dengan air biasa. Tunggu sampai mengering dan pastikan permukaan tidak lagi terasa licin atau sudah bersih dari noda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Bersihkan Wastafel yang Sudah Bau Telur Busuk



    Jakarta

    Terkadang muncul bau busuk dari wastafel. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi karena fungsinya sebagai tempat untuk membersihkan sisa-sisa kotoran peralatan dapur dan alat makan.

    Adakalanya wastafel bisa muncul bau tak sedap seperti telur busuk. Kondisi ini mungkin terjadi karena sisa makanan menempel di dalam saluran air dan mendekap hingga busuk lama kelamaan.

    Jika sudah mengeluarkan bau tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari di rumah. sebagian orang merasa sulit menangani hal ini jika sudah menyangkut dengan pipa air, bahkan kemungkinan pada akhirnya akan memanggil tukang.


    Namun, sebenarnya Kamu bisa mengatasi bau busuk ini hanya dengan memanfaatkan bahan-bahan di dapur lho, yaitu dengan salah satu solusi berikut :

    Untuk membersihkannya, dikutip dari The Washington Post, pertama-tama potong lemon dan masukkan ke dalam wastafel bersamaan dengan beberapa sendok makan garam dan beberapa es batu.

    Kemudian nyalakan air untuk menghancurkan lemon dan es hingga halus.

    Fungsi lemon dapat menghilangkan bau busuk tersebut sedangkan es dan garam akan membersihkan sisa-sisa buih di dalamnya. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Bersihkan Noda Membandel di Kompor Bisa Pakai 3 Bahan Ini


    Jakarta

    Noda sisa-sisa makanan setelah memasak terkadang mengering dan menempel di kompor. Apalagi jika tidak langsung dibersihkan, bisa-bisa noda sulit dihilangkan.

    Apabila sudah kejadian ada noda membandel di kompor, penghuni rumah tak perlu khawatir karena masih bisa membersihkannya. Bagaimana caranya?

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan noda membandel di kompor.


    1. Baking Soda

    jar of baking soda and spoon on the white backgroundbaking soda. Foto: Istimewa

    Soda kue atau baking soda biasa dipakai untuk membuat kue, tetapi kegunaannya juga bisa untuk membersihkan noda membandel hingga jamur. Caranya dengan campurkan soda kue dengan air untuk mengatasi noda membandel di meja dapur, wastafel, dan kompor. Cara lainnya adalah dengan menaburkan soda kue pada spons basah untuk membersihkan permukaan tanpa menggoresnya.

    2. Air Perasan Lemon

    khasiat sehat minum air lemonkhasiat sehat minum air lemon Foto: iStock

    Air perasan lemon yang dicampur ke dalam air sudah dikenal sebagai senjata ampuh untuk membersihkan noda membandel. Hal ini dikarenakan dalam lemon terdapat kandungan bahan pembersih alami dengan tingkat keasamannya yang tinggi dan sifat antibakterinya.

    Bukan hanya noda, bau tak sedap di dapur juga bisa dihilangkan dengan semprotan lemon. Caranya dengan meneteskan dua tetes minyak esensial lemon ke kapas. Lalu, letakkan di tempat di mana ditemukan bau tak sedap. Apabila muncul dari kulkas, letakkan di belakang kulkas agar baunya dapat terserap.

    Selain minyak esensial lemon, kulit lemon juga bisa menghilangkan bau tak sedap pada tempat sampah. Caranya cukup membuang beberapa kulit lemon ke dalam tempat sampah.

    Lemon juga memiliki efek pemutihan alami yang dapat membantu mencerahkan noda pada meja dapur dan permukaan lainnya. Namun, sebaiknya tidak menggunakan lemon pada meja dapur marmer atau beberapa meja dapur batu alam karena asamnya dapat mengikis batu atau meninggalkan noda.

    cuka putihcuka putih Foto: iStock

    Cuka putih merupakan pembersih alami yang ampuh karena keasamannya yang membantu melarutkan endapan mineral, minyak, dan kotoran. Cara untuk membuat bahan pembersih dari larutan cuka putih cukup dengan mencampurkan dengan air. Kemudian, semprotkan campuran cuka dan air ke permukaan kompor, biarkan selama sekitar 10 menit, lalu gosok dengan air sabun menggunakan sabut gosok non-abrasif.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda membandel di kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Freezer Penuh & Berbunga Es? Begini Cara Bersihkannya Tanpa Ribet!



    Jakarta

    Isi freezer kulkas sering kali jadi ‘kuburan’ makanan beku. Mulai dari daging, nugget, sampai es krim-semuanya masuk dan mengendap selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Tahu-tahu, freezer sudah penuh sesak, dipenuhi bunga es, dan kamu pun bingung mulai bersihinnya dari mana.

    Padahal, kalau tahu triknya, membersihkan freezer itu nggak sesulit yang dibayangkan, kok! Yuk, ikuti langkah-langkah simpel berikut ini biar isi freezer lebih rapi, higienis, dan nggak jadi sarang jamur.

    1. Keluarkan Semua Isi Freezer

    Langkah pertama, kosongkan seluruh isi freezer. Simpan sementara bahan makanan di dalam cooler box, kotak es, atau wadah berlapis koran. Es krim atau makanan cepat meleleh bisa kamu kasih tambahan es batu atau es kering agar tetap dingin.


    2. Buang yang Sudah Nggak Layak

    Sortir semua bahan makanan. Kalau ada yang sudah kedaluwarsa, berbau aneh, atau tampak mencurigakan-buang saja. Jangan ragu, karena makanan lama bisa jadi sarang jamur dan bakteri.

    3. Kelompokkan Makanan

    Setelah memilih mana yang mau disimpan, pisahkan sesuai jenisnya: daging beku, sayur beku, camilan, atau es krim. Gunakan wadah transparan atau kantong ziplock biar lebih rapi dan gampang dicari nanti.

    4. Cabut Kabel Freezer

    Sebelum mulai bersih-bersih, pastikan cabut dulu kabel listriknya ya! Ini penting supaya aman dan mencegah kerusakan pada mesin. Tutup pintu kulkas di bagian bawah agar suhu di dalamnya tetap stabil sementara listrik mati.

    5. Cairkan Bunga Es

    Biar gampang dibersihkan, tunggu sampai bunga es mencair dan suhu freezer kembali ke suhu ruangan. Kamu bisa taruh mangkuk air hangat di dalamnya agar proses pencairan lebih cepat.

    6. Bersihkan dengan Campuran Alami

    Campur 1 sendok makan soda kue, 1 liter air hangat, dan sedikit sabun cair. Gunakan lap bersih untuk mengusap seluruh permukaan freezer. Hindari bahan pembersih keras seperti pemutih atau deterjen ya! Untuk sudut-sudut sempit, kamu bisa pakai sikat gigi bekas.

    7. Keringkan dan Rapikan

    Setelah bersih, lap permukaan freezer hingga benar-benar kering. Jangan biarkan ada sisa air yang bisa berubah jadi es kembali.

    8. Nyalakan Kembali & Tata Ulang

    Sambungkan kembali kabel listrik, tunggu beberapa menit sampai suhu dingin kembali, lalu masukkan kembali makanan ke dalam freezer. Susun rapi sesuai kategori agar lebih mudah diakses ke depannya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Jangan Simpan 9 Benda Ini Dekat Kompor Kalau Nggak Mau Nyesel


    Jakarta

    Kompor merupakan benda yang wajib ada di dalam dapur. Selain kompor, ada berbagai macam barang yang disimpan di dapur, seperti alat masak dan bahan makanan.

    Benda-benda di dapur tidak boleh ditaruh sembarangan, apalagi sampai berdekatan dengan kompor. Pasalnya, kompor sebagai sumber api berisiko membakar benda di dekatnya.

    Nah, ada beberapa benda yang rawan terbakar atau rusak kalau berada dekat kompor. Simak benda apa saja yang tidak boleh diletakkan dekat kompor di sini.


    Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

    Inilah deretan benda yang sebaiknya ditempatkan jauh dari kompor, dikutip dari Real Simple.

    1. Tisu

    Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Benda ini bisa saja ditaruh di berbagai tempat, tetapi sebaiknya hindari area kompor.

    2. Benda Elektronik

    Jauhkan benda elektronik seperti pemanggang roti, laptop, dan ponsel dari kompor. Benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

    3. Rempah-rempah

    Sebaiknya rempah-rempah tidak disimpan dekat kompor. Panas dari kompor bisa mengeringkan minyak esensial di dalam rempah-rempah. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

    4. Makanan Cepat Busuk

    Makanan yang cepat busuk seperti kentang, sayuran, dan bawang perlu dijauhkan dari kompor. Makanan seperti itu membutuhkan lingkungan dengan suhu ruangan yang dingin atau sejuk. Kalau diletakkan dekat kompor, makanan tersebut akan cepat lunak dan membusuk.

    5. Produk Pembersih

    Kemudian, jangan simpan produk pembersih seperti sabun cuci piring dekat kompor. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

    6. Minyak Goreng

    Biasanya minyak goreng berada dekat kompor agar mudah diambil. Namun, sebenarnya minyak goreng sensitif terhadap suhu tinggi. Kualitas minyak bisa menurun kalau disimpan dekat kompor.

    7. Cuka

    Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

    8. Benda Plastik

    Berbagai peralatan dapur ada yang terbuat dari plastik. Pastikan untuk menaruh peralatan tersebut jauh dari kompor agar tidak meleleh, melengkung, mengering, bahkan terbakar kalau terlalu dekat api.

    9. Kain

    Terakhir, jauhkan bahan-bahan kain seperti sarung tangan oven dari kompor. Bahan kain sangat rawan terbakar dekat kompor.

    Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Membersihkan Kompor dan Areanya



    Jakarta

    Area dapur seringkali menjadi bagian rumah yang mudah kotor karena aktivitas memasak, mencuci piring dilakukan di area ini. Bagian dapur yang seringkali mudah kotor dan sulit dibersihkan adalah kompor dan area sekitarnya.

    Sisa-sisa makanan, bumbu, lemak dan bekas minyak yang menempel di kompor dan sekitarnya paling sulit dibersihkan dibandingkan dengan area lainnya. Nah,

    Bagaimana caranya?


    Inilah langkah membersihkan kompor gas dengan mudah, dilansir dari The Spruce.

    1. Cuci Pan Support dan Knob

    Pertama, pastikan kompor gas mati dan tidak panas. Lalu, lepaskan pan support dan knob.

    Rendam pan support kompor ke dalam ember besar berisi air panas dan sabun cuci piring. Sementara knob cukup dicuci biasa dengan air dan sabun.

    2. Bersihkan Sisa Makanan

    Lap permukaan kompor menggunakan spons yang sudah dicelupkan ke air sabun yang hangat buat membersihkan minyak dan sisa makanan membandel. Kamu bisa menyemprotkan cuka suling dan menaburkan soda kue pada sisa makanan yang terbakar.

    Kemudian, tutupi dengan kain basah selama 15 menit sebelum digosok dengan spons kasar. Gunakan sisi kasar spons untuk menggosok pan support dan bilas dengan air bersih.

    3. Bilas dan Keringkan

    Selanjutnya, bilas permukaan kompor gas dengan spons basah dengan seksama, terutama soda kue pada burner supaya bisa berfungsi dengan baik. Setelah itu, keringkan semua bagian kompor gas dengan kain mikrofiber.

    4. Rangkai Kembali Kompor

    Kalau semua bagian kompor kering, kamu sudah bisa merangkai kembali kompor. Pasang pan support dan knob kembali pada tempat asalnya.

    5. Jaga Kebersihan Kompor

    Jangan lupa untuk membersihkan kompor gas secara berkala. Jaga kebersihannya dengan membiasakan untuk lap tumpahan dan cipratan sesegera mungkin setelah memasak ketika kompor sudah dingin.

    Itulah cara mudah membersihkan kompor gas agar dapur selalu terlihat bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cegah Kontaminasi Silang di Dapur agar Tidak Keracunan


    Jakarta

    Kontaminasi silang bisa terjadi pada bahan makanan di dapur hingga membahayakan kesehatan. Namun, tidak perlu khawatir karena bisa dicegah dengan tips ini.

    Kontaminasi silang atau cross contamination adalah perpindahan bakteri atau mikroorganisme berbahaya dari satu makanan ke makanan lain.

    Kontaminasi silang umumnya terjadi pada bahan makanan mentah, seperti daging atau ayam. Keduanya mungkin mengandung bakteri berbahaya dan menyebabkan keracunan makanan jika bersentuhan dengan makanan lain.


    Kontaminasi silang tidak terbatas pada sentuhan fisik, tapi juga melalui kebiasaan-kebiasaan yang umum dilakukan di dapur.

    Untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang, coba ikuti 5 tips mudah ini, seperti dilansir dari sluurp.com (01/08/2024).

    1. Pakai talenan berbeda

    Talenan kayuUsahakan untuk memiliki dua talenan yang dipakai dan dibedakan untuk memotong. buah dan sayuran dan daging. Foto: Istock

    Setiap dapur rumah tangga harus memiliki 2 talenan berbeda. Satu talenan digunakan untuk sayur dan buah, sedangkan talenan lain untuk memotong daging mentah dan unggas.

    Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kontaminasi silang karena dapat terjadi perpindahan bakteri dari daging ke buah, sayuran, atau makanan lain.

    Talenan bisa dipisahkan dengan mencari warna atau jenis yang berbeda. Pastikan juga untuk mencuci talenan dengan benar. Gunakan air sabun dan siram dengan air hangat atau panas.

    Jangan lupa juga membersihkan wastafel cuci piring secara berkala dengan cuka atau deterjen supaya kuman tidak berkembang biak di wastafel.

    2. Jangan lupa cuci tangan

    Ilustrasi Cuci Tangan dengan SabunPastikan untuk selalu cuci tangan bersih habis menyiapkan makanan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph

    Tangan adalah ‘alat’ yang paling bekerja ketika di dapur. Untuk itu, sebelum mulai menyiapkan makanan, cucilah tangan sampai bersih.

    Setelah memasak atau menyiapkan makanan, jangan lupa untuk mencucinya kembali.

    Mencuci tangan yang benar bukan sekadar membasahi tangan dengan air dingin selama 2 detik. Pertama kamu perlu membasahi tangan dengan air lalu gunakan sabun. Gosok tangan, lengan, dan sela-sela jari selama 10-15 detik. Barulah bilas dan keringkan dengan tisu.

    Hindari mengeringkan tangan dengan handuk karena mungkin tangan akan terkontaminasi kembali dari bakteri atau kuman yang menempel di handuk.

    Tips lain untuk mencegah kontaminasi silang di dapur bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Simpan daging dan unggas di tempat terpisah

    Simpan daging di freezerDaging dan daging unggas lainnya sebaiknya disimpan dalam tempat terpisah dan dibagian paling bawah kulkas atau freezer. Foto: iStock

    Saat menyimpan daging mentah atau unggas lain di kulkas, sebaiknya tempatnya dipisah dengan penyimpanan buah, sayuran, atau makanan lain.

    Makanan seperti daging dan unggas perlu disimpan di bagian paling bawah kulkas. Kamu juga perlu menyimpannya dalam kantong plastik untuk mencegah cairan menetes.

    Saat merendam makanan, pastikan melakukannya di atas meja dapur dan dalam wadah tertutup.

    Saus yang digunakan untuk memarinasi daging mentah, unggas, atau makanan laut lain juga harus dibuang atau direbus sebelum digunakan pada makanan lain.

    4. Tidak perlu mencuci daging

    Banyak perdebatan terkait perlu atau tidaknya mencuci daging atau unggas sebelum dimasak. Namun, beberapa orang lebih setuju untuk tidak mencuci daging atau unggas sebelum dimasak.

    Alasannya karena membilasnya air dapat menyebabkan air memercik ke seluruh meja dapur, wastafel, dan piring di dekatnya. Air ini mungkin mengandung bakteri.

    Lebih baik memasak daging, unggas, atau makanan laut dengan suhu tepat karena akan membunuh bakteri atau kuman.

    5. Cuci sayuran dengan benar

    kontaminasi buah dan sayurSebelum dikonsumsi atau diolah, sayur atau buah-buahan sebaiknya dicuci bersih. Foto: Getty Images

    Kontaminasi silang juga bisa terjadi pada buah dan sayuran. Hal ini umumnya terjadi akibat mengiris sayuran dan buah.

    Kotoran di bagian luar dan bakteri yang ditemukan di bagian luar buah dan sayuran bisa masuk ke bagian dalam.

    Selain itu, bakteri, virus, dan sisa pestisida di buah dan sayuran juga bisa berpindah ke makanan lain atau alat di dapur jika tidak dicuci terlebih dahulu.

    Oleh karena itu, lebih baik membilas buah dan sayuran dengan air mengalir terlebih dahulu untuk menghilangkan kotorannya.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • Catat! 5 Kesalahan Pakai Spons Cuci Piring yang Bikin Bahaya


    Jakarta

    Spons seringkali digunakan untuk membersihkan kotoran yang menempel di piring. Namun, penggunaannya perlu diperhatikan karena jika tidak, bisa berbahaya.

    Spons pencuci piring memang efektif menghilangkan noda membandel di piring atau alat makan yang kotor. Namun, banyak orang masih tidak tepat menggunakannya.

    Kesalahan memakai spons cuci piring tidak boleh dianggap enteng. Pasalnya, spons yang berongga dan lembab bisa dengan mudah ditumbuhi bakteri patogen yang membahayakan.


    Para ahli mikrobiologi pun menunjukkan beberapa kesalahan yang perlu dihindari ketika menggunakan spons pencuci piring. Melansir mashed.com (18/08/2024), berikut kesalahan umum pakai spons cuci pirig:

    1. Spons tempat tumbuh mikroba

    Spons pencuci piringIngatlah bahwa spons pencuci piring menjadi tempat ideal untuk pertumbuhan mikroba. Foto: Shutterstock/

    Spons tidak sebersih yang dikira. Dr. Manan Sharma mengungkap kesalahan terbesar adalah mengabaikannya dan menganggap spons bersih dan tidak dapat menyebarkan bakteri pembusuk atau patogen di dapur.

    Faktanya, spons seperti alat dapur lain yang perlu dibersihkan dan dicuci rutin. Fakta bahwa spons berpori dan memiliki banyak sudut dan celah membuat benda ini lebih mudah menjadi tempat bakteri tumbuh dan berkembang biak.

    2. Spons terlalu basah

    Spons pencuci piringMembiarkan spons pencuci piring terlalu basah juga bisa berbahaya. Foto: Shutterstock/

    Dr. Kristen Gibson mengungkap salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan banyak orang yaitu membuat spons basah atau sangat lembab ketika sedang tidak digunakan.

    Spons basah merupakan media sempurna untuk pertumbuhan mikroorganisme.

    Dr. Gibson mengemukakan bahwa mayoritas bakteri membutuhkan kelembaban untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Jika nutrisi tersedia, maka air yang tersedia memungkinkan mereka untuk memanfaatkan nutrisi tersebut.

    Sehingga, ketika membiarkan spons basah saat tidak dipakai, pada dasarnya itu membantu koloni mikroorganisme spons tumbuh lebih besar.

    Kelembaban bukan hanya menjadi salah satu masalah, tetapi suhu yang ada di dapur juga memengaruhi.

    Menurut Dr.Gibson, membiarkan spons basah pada suhu tepat dapat menciptakan kondisi tempat patogen bawaan makanan dapat tumbuh, atau setidaknya bertahan hidup lebih lama.

    Menurut USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat), kisaran suhu sempurna bagi bakteri tumbuh yaitu sekitar 4 sampai 60 derajat celcius.

    Kesalahan umum lainnya yang perlu dihindari bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Tidak menyimpan spons dengan benar

    Spons pencuci piringSebaiknya menyimpan spons pencuci piring dalam keadaan benar. Foto: Shutterstock/

    Dr. Manan Sharma dan Dr. Kristen Gibson menyarankan untuk menyimpan spons di tempat yang benar-benar kering sebelum menggunakannya.

    Menurut Dr. Sharma, menyimpan spons dalam keadaan kering ini memungkinkan kamu dapat menggunakannya dalam jangka waktu lebih lama. Itu juga menghindari pertumbuhan bakteri.

    Dr. Kristen Gibson juga menyebut dirinya biasa memeras semua air yang berlebihan setelah spons digunakan. Lalu ia meletakkannya di permukaan kering.

    4. Pakai spons untuk bersihkan meja dapur

    Spons pencuci piringMenggunakannya untuk membersihkan meja dapur juga bukanlah pilihan tepat. Foto: Shutterstock/

    Selain dimanfaatkan untuk membersihkan alat makan, beberapa orang mungkin pernah menggunakan spons untuk membersihkan meja dapur. Sayangnya, hal tersebut justru berpotensi menyebarkan patogen.

    Dr. Kristen Gibson pribadi hanya menggunakan spons dapur untuk mencuci piring. Bahkan, saat mengelap meja atau permukaannya, ia menggunakan desinfektan dan handuk dapur, lalu langsung meletakkan handuk dapur di ruang cuci untuk dibersihkan.

    Oleh karena itu, hindari membersihkan meja dapur menggunakan spons. Jika memang ada noda yang sulit dihilangkan, bisa menggunakan tisu dapur dan desinfektan food grade yang lebih aman.

    5. Pakai spons terlalu lama

    Memang tidak ada aturan berlaku untuk penggunaan spons dapur. Namun, Dr. Sharma memperingati mereka yang sering masak dan mencuci alat masak dengan spons, perlu membersihkan spons lebih teratur.

    Sebuah studi tahun 2020 alam Jurnal Mikroorganisme meminta para peserta membersihkan spons poliuretan dalam microwave dua atau tiga kali seminggu. Hasilnya, lebih sedikit mikroorganisme yang hidup pada spons.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com