Tag: tips keamanan

  • 5 Tips Simpan Harta Benda di Rumah Biar Nggak Dicuri Saat Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Rumah bukan cuman buat ditinggali, tapi juga tempat untuk menyimpan barang penghuninya. Sayangnya, maling suka mengincar harta benda saat rumah kosong ditinggal penghuninya yang sedang berlibur.

    Ada saja kasus orang pulang dari berlibur melihat rumahnya dibobol maling dan barang-barangnya hilang. Sebagai langkah pencegahan, kamu bisa coba menyembunyikan barang berharga agar nggak ketahuan sama maling.

    Lalu, bagaimana cara menyimpan harta benda dengan aman di rumah? Simak caranya berikut ini dikutip dari Cekaja.


    Tips Aman Simpan Harta Benda di Rumah

    Inilah cara menyimpan harta benda di rumah biar aman dari maling.

    1. Jangan Simpan di Dalam Lemari

    Sebaiknya jangan simpan harta benda di dalam lemari. Dari beberapa contoh kasus yang telah terjadi, menyimpan barang berharga, seperti emas atau surat-surat tanah di dalam lemari lebih berisiko diambil oleh pencuri saat terjadi perampokan.

    Ketika hal itu terjadi, biasanya pencuri akan langsung tertuju ke kamar tidur dan mencari benda-benda berharga korbannya di dalam lemari.

    Maka dari itu, menyimpan barang berharga maupun benda berharga lainnya di dalam lemari sangat tidak disarankan. Apalagi di dalam celah-celah kecil atau lainnya. Sebaliknya, cobalah simpan barang berharga yang dimiliki di tempat-tempat yang sekiranya sulit untuk ditemukan oleh pencuri.

    2. Simpan di Tempat yang Sulit Dijangkau

    Simpan barang berharga kamu di tempat yang sulit dijangkau. Tempat yang sulit dijangkau ini maksudnya tempat yang sekiranya tak akan terpikirkan oleh pencuri. Misalnya di celah-celah laci dapur ataupun ruang makan.

    Pokoknya, jangan sampai tempat yang disiapkan untuk menyimpan barang berharga, mudah ditebak oleh pencuri.

    Kamu harus mengakalinya dengan sebaik mungkin. Jika memungkinkan, selalu ganti posisi penyimpanannya tiap tiga hingga enam bulan sekali. Terlebih lagi jika rumah sering didatangi oleh tamu.

    Perpindahan posisi ini dimaksudkan untuk menghindari segala risiko kehilangan, yang terkadang bisa dialami jika kita terlalu percaya dengan orang lain, apalagi yang baru dikenal.

    3. Simpan di Dalam Brankas Unik

    Selain itu, coba simpan barang di dalam brankas. Untuk keamanan yang lebih lagi sebaiknya jangan gunakan brankas biasa, tetapi yang bentuk unik.

    Kamu bisa saja pakai brankas yang menyerupai buku. Bentuk yang tidak mencolok itu tentu saja akan mengecoh pandangan pencuri.

    Selain itu, hal lainnya yang harus diperhatikan adalah tempat penyimpanan brankas tersebut. Hindari menyimpan brankas atau barang berharga secara langsung di dalam lemari maupun lacinya.

    Sebab, seperti yang sebelumnya sudah dibahas, lemari selalu menjadi sasaran utama pencuri saat mencari barang berharga korbannya. Ada baiknya untuk menyimpan brankas tersebut di ruangan yang lebih aman dan tidak terpikirkan oleh pencuri.

    4. Gunakan Perlindungan Ganda

    Selanjutnya, selalu gunakan perlindungan ganda. Meski sudah menggunakan brankas yang terbuat dari material besi, namun ada baiknya lagi bila kamu menambah perlindungannya.

    Caranya? Tentu saja dengan menyimpannya dalam kotak berlapis. Misal, masukkan brankas ke dalam kotak yang lebih besar dan menggunakan gembok maupun kata sandi. Dengan begitu, pencuri tidak akan mudah untuk bisa membuka kotak tersebut.

    5. Gunakan Trik Menipu Pencuri

    Terakhir, kamu bisa menggunakan trik menipu pencuri. Nah, di sini, kamu bisa menggunakan lemari untuk mengecoh pencuri.

    Misalnya kamu bisa menggunakan brankas untuk menyimpan barang berharga. Di dalam brankas itu, kamu dapat menyimpan berbagai benda yang tidak berguna, namun dalam jumlah yang cukup banyak.

    Dengan begitu, pencuri tentu akan mengira bahwa sebagian besar hartamu ada di dalam brankas tersebut, sehingga pencuri tak perlu lagi mencari ke ruangan lainnya untuk menemukan barang berharga lainnya.

    Itulah cara menyimpan barang berharga di rumah agar tidak dicuri maling. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Pintu Anti Maling, Mudik Jadi Nggak Khawatir



    Jakarta

    Ketika berangkat mudik, keamanan rumah menjadi salah satu yang sering dikhawatirkan. Sebab, rumah akan ditinggal selama beberapa hari atau minggu dalam keadaan kosong yang membuat pencuri rentan masuk dan melancarkan aksi kejahatan.

    Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan keamanan rumah, seperti mengunci pintu dan jendela hingga memasang CCTV. Namun, ada kalanya perasaan khawatir dan takut masih menguasai. Akan tetapi, kamu bisa menyiasatinya dengan memberikan keamanan ekstra salah satunya dengan membuat pintu rumah anti maling.

    Pintu rumah anti maling maksudnya adalah kamu memaksimalkan keamanan melalui pintu rumah dengan menambahkan beberapa komponen yang berfungsi untuk mencegah aksi pembobolan. Sebab, pintu merupakan pertahanan pertama pada rumah sehingga tidak ada salahnnya membuat pintu anti maling agar lebih aman.


    Melansir dari situs Metador, Rabu (26/03/2025), berikut merupakan beberapa tips yang dapat kamu coba untuk memaksimalkan keamanan pada pintu rumah.

    Material

    Memilih material atau bahan pada pintu menjadi hal yang sangat penting. Untuk menciptakan pintu dengan keamanan ekstra, lebih kuat, awet, dan tahan lama, gunakan bahan yang terbuat baja kokoh.

    Kunci

    Kunci juga salah satu hal penting karena merupakan penghalang pertama bagi mereka yang ingin coba membobol. Pilihlah kunci dengan keamanan tinggi seperti kombinasi dan silinder yang terbuat dari perangkat keras agar lebih tahan lama dan tidak mudah dibobol.

    Inti Kayu Solid

    Inti kayu solid pada pintu baja dapat memberikan keamanan tambahan dan membuat pintu lebih kokoh.

    Engsel

    Engsel menjadi area yang rentan diserang. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan engsel pintu adalah dengan menggunakan baut pengunci. Baut pengunci adalah fitur keamanan yang dipasang pada sisi engsel daun pintu. Baut ini dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibor di dalam rangka dan akan berfungsi sebagai mekanisme penahan jika terjadi serangan.

    Akses Digital

    Penggunaan teknologi juga bisa menambah keamanan pintu rumah. Sistem penguncian menggunakan akses digital seperti smart lock atau smart door dapat diakses oleh pengguna yang memiliki password.

    Itu dia beberapa cara merancang pintu anti maling yang dapat kamu coba sebelum berangkat mudik. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang! Ini Titik Terbaik CCTV untuk Lindungi Rumah Saat Mudik



    Jakarta

    Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum pergi mudik, terutama yang berkaitan dengan keamanan rumah. Sebab, banyak aksi kriminal seperti pencurian atau pembobolan rumah. Hal ini membuat orang sering khawatir meninggalkan rumah saat mudik.

    Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan rumah adalah menggunakan teknologi seperti CCTV. Melansir dari artikel ilmiah yang ditulis oleh Andi Adriansyah, Mirzanu Rizki GM, dan Yuliza dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Mercu Buana, CCTV kepanjangan dari Closed Circuit Television yang merupakan sebuah perangkat kamera video digital untuk mengirim sinyal ke layar monitor di suatu ruang atau tempat tertentu. Hal ini yang membuat penggunanya dapat memantau situasi dan kondisi tempat dari jarak jauh.

    Menurut Mandepa seperti yang dikutip pada Jurnal Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis, tujuan memasang CCTV sebagai barang bukti tindak kejahatan yang telah terjadi sehingga CCTV mampu membantu menumbuhkan rasa aman dan tentram selama rumah ditinggal mudik.


    CCTV bukan lagi hal yang sulit didapatkan pada zaman sekarang. Penggunaan CCTV didukung oleh teknologi internet yang dapat diakses penggunanya kapanpun dan di manapun selama 24 jam. Maka, CCTV menjadi pilihan tepat ketika meninggalkan rumah selama mudik. Namun, penggunaan dan pemasangan CCTV juga harus diperhatikan supaya tepat sasaran dan dapat melihat ruangan secara menyeluruh.

    Mengutip dari situs Cnet, berikut beberapa tempat di rumah yang harus dipasang CCTV

    Pintu Depan

    Asosiasi Internasional Inspektur Rumah Bersertifikat menunjukkan data sebesar 34% pencuri masuk melalui pintu utama atau depan. Memasang CCTV di area pintu masuk dapat mengawasi setiap orang yang masuk atau keluar rumah, mulai dari anggota keluarga, ART, pengantar paket, dan yang lainnya. Kamu bisa letakkan CCTV dekat bel pintu rumah sebagai pilihan yang tepat.

    Pintu Belakang dan Samping

    Selain pintu depan, pintu lainnya seperti belakang dan samping juga merupakan area wajib dipasang CCTV. Menurut data dari NACHI, 22% pembobolan rumah terjadi melalui pintu belakang. Sebab, lokasi pintu belakang dan samping cenderung tidak terlihat dan memungkinkan orang bisa masuk tanpa sepengetahuan.

    Garasi dan Jalan Masuk

    Garasi juga menjadi salah satu sasaran umum bagi pencuri karena merupakan area titik masuk yang lemah. Arahkan CCTV ke garasi yang memperlihatkan mobil, motor, sepeda, dan peralatan lainnya. Selain itu, jika ada gerbang di ujung jalan masuk rumah, tambahkan juga CCTV yang mengarah ke sana agar dapat melihat siapa saja yang mencoba masuk.

    Halaman

    Halaman juga tak kalah penting untuk memantau siapapun yang mengintip rumah kamu. Arahkan CCTV ke halaman bisa menangkap aktivitas anak-anak, hewan, dan siapa saja. Pastikan juga kamera dapat menjangkau gerbang pagar atau pintu gudang di halaman.

    Dapur atau Ruang Tamu

    Menempatkan kamera CCTV di tempat berkumpulnya orang juga pilihan tepat untuk melihat aktivitas dalam ruangan. Area ini akan terlihat bagaimana ART, pengasuh, petugas perbaikan, bahkan hewan peliharaan beraktivitas. Selain itu, ruang tamu juga wajib menjadi area yang dipantau CCTV untuk melihat apakah ada aksi pembobolan atau tidak.

    Tangga dan Lorong

    Jika rumah kamu memiliki 2 lantai dan berlorong, pastikan juga menjangkau area tersebut. Sebab, pencuri bisa membobol ruangan lain seperti kamar tidur atau kamar mandi yang merupakan area tidak terpantau. Maka, untuk tetap bisa mengawasi, pasang di lorong atau tangga untuk memastikan kemana pencuri itu bergerak di dalam rumah.

    Akan tetapi, tidak semua bagian rumah dapat dipasang CCTV. Dua tempat berikut adalah area yang justru sebaiknya dihindari.

    Tempat yang Melanggar Privasi Tetangga

    Kamu perlu pastikan kamera tidak mengarah pada tempat yang menjadi privasi orang lain. Hal ini biasanya jika kamu memasang CCTV di luar rumah, pastikan tidak sampai mencakup area yang memperlihatkan isi rumah tetangga.

    Kamar Tidur dan Kamar Mandi

    Walau memantau rumah sendiri, sebaiknya tidak meletakkan CCTV di kamar tidur apalagi kamar mandi sebagai area privasi.

    Selain itu, berikut beberapa tips menempatkan CCTV yang tepat dan aman

    Di Luar Ruangan

    • Pasang kamera CCTV pada ketinggian 2,5 meter hingga 3 meter dari tanah. Ketinggian ini cukup rendah untuk menangkap detail tetapi cukup tinggi agar tidak mudah dijangkau pencuri.
    • Jangan arahkan kamera langsung ke matahari. Hal ini menyebabkan silau dan kontras tinggi pada rekaman kamera.
    • Pastikan kamera CCTV kedap air karena diletakkan di luar ruangan yang rentan terhadap cuaca panas atau hujan.
    • Hindari meletakkan dekat pohon atau semak sebab dapat tanaman itu dapat tumbuh dan menghalangi kamera.

    Di Dalam Ruangan

    • Letakkan di sudut ruangan karena dapat menjangkau pandangan seluas mungkin.
    • Bisa letakkan di rak jika tidak mau digantung di sudut.
    • Jangan arahkan ke jendela karena cahaya yang datang dari jendela dapat menurunkan kualitas rekaman.
    • Hati-hati terhadap pencahayaan lampu di dalam ruangan agar tidak menghalangi pandangan kamera.

    Itu dia cara menentukan posisi yang tepat dan pemasangan kamera CCTV di rumah selama ditinggal mudik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Cuma Kunci Pintu, Ini 6 Jurus Amankan Rumah Agar Tak Diincar Maling


    Jakarta

    Rumah bukan cuma tempat berlindung bagi penghuni, tetapi juga untuk menyimpan harta benda mereka. Barang berharga di rumah kerap menjadi incaran maling.

    Maling dapat mencari celah untuk menyusup dan mencuri barang-barang. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu mengantisipasi serangan maling.

    Cara paling mendasar untuk menjaga keamanan rumah tentu dengan menutup dan mengunci semua akses masuk. Lalu, pemilik juga dapat memasang kamera pengawas atau CCTV untuk merekam dan memantau kondisi rumah.


    Namun, terkadang cara ini tidak cukup untuk menghalau maling. Lalu, bagaimana cara mengamankan rumah dari maling? Simak caranya berikut ini.

    Cara Amankan Rumah dari Maling

    Inilah langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di rumah, dikutip dari CNET, Selasa (11/11/2025).

    1. Lampu Pendeteksi Gerakan

    Gunakan kamera pengawas atau CCTV yang dilengkapi dengan fitur lampu. Lampu ini akan menyala ketika mendeteksi gerakan.

    Saat lampu menyala, penyusup akan menyadari ada kamera yang sedang merekamnya. Hal ini bisa menjadi alasan yang kuat bagi maling untuk menjauh dari rumah.

    2. Tanda Peringatan Ada Sistem Keamanan

    Pasanglah tanda untuk memberitahu pendatang adanya sistem keamanan di rumah. Orang yang berniat jahat cenderung takut ketika tahu ada sistem keamanan sehingga akan mengurungkan niat melancarkan aksinya.

    3. Bel Pintu dengan Fitur Video

    Gunakan bel pintu yang disertai fitur video di depan rumah. Penyusup akan menyadari dirinya sedang diawasi ketika mendekati pintu depan. Hal ini mencegah pencuri berbuat macam-macam di rumah.

    4. Kamera Pengawas dengan Fitur Suara

    Sekarang sudah ada kamera pengawas atau CCTV yang punya fitur audio dua arah. Fitur ini bisa jadi cara efektif untuk menakuti penyusup. Penghuni rumah bisa menyalakan pengeras suara dan meneriaki maling yang mencoba masuk ke rumah.

    5. Sirene

    Selain itu, ada perlengkapan keamanan atau CCTV yang memiliki sirene. Pemilik bisa mengatur agar sirene bunyi ketika ada aktivitas mencurigakan di area rumah. Bunyi ini berfungsi untuk menakuti orang mencurigakan yang mendekati rumah.

    6. Lampu Otomatis

    Terakhir, pemilik bisa pasang lampu otomatis, terutama ketika meninggalkan rumah kosong untuk waktu yang lama. Misalnya penghuni pergi untuk berlibur, jangan biarkan rumah terlihat tak ada orang. Setting waktu agar lampu menyala menjelang malam dan mati ketika pagi.

    Itulah beberapa cara mengamankan rumah dari maling. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Tahu WA Disadap Orang, Baca Cirinya!


    Jakarta

    Platform bertukar pesan instan WhatsApp (WA) menjadi salah satu yang paling populer di dunia. Di Indonesia, penggunanya bahkan menyentuh angka 112 juta, membuatnya menempati posisi ketiga dalam lima besar negara pengguna WA terbanyak di dunia.

    Dikarenakan WhatsApp jadi aplikasi paling populer di Indonesia, tak jarang pelaku kejahatan yang tertarik untuk menyadap akun WA para penggunanya. Penyadapan ini dilakukan mulai untuk mengetahui aktivitas pengguna hingga mengintip informasi/data berharga yang dibagikan via WA.

    Cara mengetahui WhatsApp disadap

    Ada sejumlah tanda yang dapat kamu baca ketika WhatsApp disadap orang lain. Berikut ini di antaranya:


    1. Ada aktivitas aneh

    Pernahkah kamu menerima pesan dari orang tidak dikenal atau kontak yang tidak ada di dalam daftar? Bisa jadi, akun WA kamu sudah disadap orang lain.

    Jangan lupa pula untuk memeriksa pesan yang terkirim. Kalau menemukan chat yang dikirim bukan olehmu, maka mungkin ada orang yang memegang kendali atas akun WhatsApp-mu. Periksa juga riwayat panggilan untuk melihat apakah ada aktivitas panggilan aneh yang dilakukan atau tidak.

    Selain itu, cek informasi daftar kontak. Karena penyusup yang meretas akunmu bisa mulai mengganti informasi kontak yang ada.

    2. Tidak bisa masuk ke WhatsApp

    Saat hendak mengakses WA tapi malah tidak bisa masuk, itu dapat menjadi tanda akunmu diretas. Ciri lainnya apabila WhatsApp di ponselmu tiba-tiba log out (keluar) dengan sendirinya dan kamu tidak dapat masuk setelahnya. Kamu patut mencurigai kalau akunmu disadap.

    3. Mendapat kiriman kode OTP

    Saat menerima pesan berisi kode OTP padahal kamu tidak memintanya, ini juga perlu diwaspadai lantaran bisa saja seseorang tengah mencoba untuk mengambil kendali akun WA-mu.

    Ini karena kode OTP diperlukan jika seseorang sedang mendaftarkan akun WhatsApp menggunakan nomormu. Tanpa kode ini, proses verifikasi tidak bisa lanjut. Apabila kamu mendapatkan kiriman kode OTP secara tiba-tiba, jangan berikan kode tersebut kepada siapapun termasuk orang yang kamu kenal.

    4. Ada perangkat asing yang ditautkan

    Tanda selanjutnya untuk mengetahui apakah WhatsApp disadap atau tidak dengan mengecek perangkat yang ditautkan ke akunmu. Kalau ada perangkat tidak dikenal yang tertaut ke WA kamu, maka harus dicurigai.

    Berikut cara cek perangkat yang tertaut ke akun WhatsApp:

    • Buka WhatsApp di ponsel
    • Klik ikon titik tiga di pojok kanan atas untuk HP Android, atau klik ikon roda gigi di pojok kanan bawah untuk iPhone
    • Lalu klik Perangkat Tertaut atau tidak
    • Jika ada perangkat lain yang tidak diketahui tertaut ke WhatsApp-mu maka itu tanda akunmu sedang disadap. Apabila terjadi demikian, hapus perangkat yang tertaut itu dengan mengklik Keluar.

    Cara Mengatasi WhatsApp yang Disadap

    Setelah diperiksa, ternyata benar bahwa WhatsApp kamu dibajak. Lantas, apa yang harus dilakukan? Sebaiknya segera hapus akun dan putuskan semua perangkat yang terhubung dengan akun WA itu, seperti WhatsApp Web.

    Inilah cara menghapus akun WhatsApp:

    • Buka WhatsApp di ponsel
    • Klik ikon titik tiga di sudut kanan atas untuk Android, atau klik ikon roda gigi di kanan bawah untuk iPhone
    • Pilih menu akun, lalu ketuk Hapus Akun pada bagian paling bawah
    • Masukkan nomor WhatsApp, kemudian klik Hapus Akun
    • Dengan menghapus akun WA, seluruh riwayat pesan serta cadangan di Google Drive atau iCloud akan terhapus. Kamu juga akan dikeluarkan dari semua grup.

    Cara mencegah WhatsApp disadap

    Buat kamu yang WhatsApp-nya masih aman, pastikan kamu telah menerapkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah WA disadap atau diretas penyusup. Di antaranya dengan mengamankan akun WhatsApp milikmu. Simak cara melindungi WA agar tidak dibajak.

    1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

    Untuk mengamankan WhatsApp, aktifkan verifikasi dua langkah. Berikut langkah-langkahnya:

    • Klik ikon titik tiga di kanan atas atau ikon roda gigi di kanan bawah
    • Pilih Setelan, kemudian ketuk Akun
    • Selanjutnya, klik Verifikasi Dua Langkah lalu ketuk Nyalakan
    • Masukkan 6 digit PIN yang bisa diingat, lalu konfirmasi PIN
    • Tak ketinggalan, masukkan email untuk memulihkan PIN jika pengguna lupa.

    2. Aktifkan kunci sidik jari

    Dengan mengaktifkan pemindai sidik jari sebagai kunci, maka orang lain tidak dapat mengakses akun WhatsApp milikmu. Berikut cara mengaktifkan kunci sidik jari:

    • Klik ikon titik tiga di kanan atas atau ikon roda gigi di kanan bawah
    • Pilih Privasi lalu klik Kunci Sidik Jari
    • Aktifkan pemindai sidik jari dengan menyetelnya ke kanan
    • Kemudian pengguna akan diminta untuk merekam sidik jari
    • WhatsApp lalu akan meminta pengguna untuk memilih berapa lama waktu agar aplikasi bisa terkunci otomatis
    • Perlu diingat juga agar kamu tidak sembarang membuka link yang dikirimkan orang lain dan tidak membagikan kode OTP ke siapapun jika menerimanya.

    Jadi, itulah cara mengetahui apakah WhatsApp kamu disadap orang lain atau tidak, termasuk juga cara mencegah dan apa yang harus dilakukan jika mengalaminya. Semoga bisa membantu kamu ya, detikers.

    (ask/ask)



    Sumber : inet.detik.com