Tag: tips mencuci piring

  • 4 Bahan Alami yang Bisa Gantikan Sabun Cuci Piring, Sudah Coba?


    Jakarta

    Saat ini sabun cuci piring menjadi bahan utama ketika membersihkan piring dan peralatan masak. Bahan ini bisa menghilangkan noda membandel hingga aroma tak sedap.

    Namun, sabun cuci piring bukan satu-satunya bahan yang ampuh melakukan hal tersebut. Ada beberapa bahan alami yang melakukan fungsi yang sama dan bisa menjadi alternatif terutama saat tidak ada stok cuci piring.

    Mungkin beberapa di antara detikers sudah ada yang pernah memakai bahan alami ini. Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa bahan alami yang bisa dipakai.


    1. Soda Kue

    Soda kue umumnya dipakai sebagai bahan pembuatan kue dan roti. Di luar itu, soda kue ampuh digunakan sebagai bahan pembersih karena di dalamnya terdapat sifat abrasif yang lembut. Sifat ini dapat menghilangkan noda. Selain itu, soda kue dapat menghilangkan bau. Caranya adalah tuang soda kue dan tambahkan air. Pakai campuran soda kue dan air tersebut saat mencuci piring.

    2. Air jeruk

    Air perasan jeruk mengandung asam ringan yang dapat menghilangkan residu pada piring. Cara memakainya adalah dengan menyiapkan 1/2 air perasan lemon. Pastikan air tersebut sudah bebas dari biji dan ampasnya. Lalu, gunakan untuk mencuci piring.

    3. Cuka Putih

    Bahan alami lainnya yang bisa dipakai adalah cuka putih. Bahan ini mengandung sifat asam yang dapat menghilangkan sisa minyak pada piring. Cara memakainya adalah tuang 1/2 cangkir cuka ke dalam wadah, lalu letakkan di rak paling atas. Cuci seperti biasa.

    4. Natrium Karbonat

    Natrium karbonat atau soda cuci merupakan pembersih yang efektif untuk menghilangkan air sadah saat mencuci piring. Isi wadah dengan natrium karbonat lalu gunakan saat membersihkan piring.

    Berikut 4 bahan alami yang bisa menjadi alternatif pengganti sabu cuci piring, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 5 Kesalahan Pakai Spons Cuci Piring yang Bikin Bahaya


    Jakarta

    Spons seringkali digunakan untuk membersihkan kotoran yang menempel di piring. Namun, penggunaannya perlu diperhatikan karena jika tidak, bisa berbahaya.

    Spons pencuci piring memang efektif menghilangkan noda membandel di piring atau alat makan yang kotor. Namun, banyak orang masih tidak tepat menggunakannya.

    Kesalahan memakai spons cuci piring tidak boleh dianggap enteng. Pasalnya, spons yang berongga dan lembab bisa dengan mudah ditumbuhi bakteri patogen yang membahayakan.


    Para ahli mikrobiologi pun menunjukkan beberapa kesalahan yang perlu dihindari ketika menggunakan spons pencuci piring. Melansir mashed.com (18/08/2024), berikut kesalahan umum pakai spons cuci pirig:

    1. Spons tempat tumbuh mikroba

    Spons pencuci piringIngatlah bahwa spons pencuci piring menjadi tempat ideal untuk pertumbuhan mikroba. Foto: Shutterstock/

    Spons tidak sebersih yang dikira. Dr. Manan Sharma mengungkap kesalahan terbesar adalah mengabaikannya dan menganggap spons bersih dan tidak dapat menyebarkan bakteri pembusuk atau patogen di dapur.

    Faktanya, spons seperti alat dapur lain yang perlu dibersihkan dan dicuci rutin. Fakta bahwa spons berpori dan memiliki banyak sudut dan celah membuat benda ini lebih mudah menjadi tempat bakteri tumbuh dan berkembang biak.

    2. Spons terlalu basah

    Spons pencuci piringMembiarkan spons pencuci piring terlalu basah juga bisa berbahaya. Foto: Shutterstock/

    Dr. Kristen Gibson mengungkap salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan banyak orang yaitu membuat spons basah atau sangat lembab ketika sedang tidak digunakan.

    Spons basah merupakan media sempurna untuk pertumbuhan mikroorganisme.

    Dr. Gibson mengemukakan bahwa mayoritas bakteri membutuhkan kelembaban untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Jika nutrisi tersedia, maka air yang tersedia memungkinkan mereka untuk memanfaatkan nutrisi tersebut.

    Sehingga, ketika membiarkan spons basah saat tidak dipakai, pada dasarnya itu membantu koloni mikroorganisme spons tumbuh lebih besar.

    Kelembaban bukan hanya menjadi salah satu masalah, tetapi suhu yang ada di dapur juga memengaruhi.

    Menurut Dr.Gibson, membiarkan spons basah pada suhu tepat dapat menciptakan kondisi tempat patogen bawaan makanan dapat tumbuh, atau setidaknya bertahan hidup lebih lama.

    Menurut USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat), kisaran suhu sempurna bagi bakteri tumbuh yaitu sekitar 4 sampai 60 derajat celcius.

    Kesalahan umum lainnya yang perlu dihindari bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Tidak menyimpan spons dengan benar

    Spons pencuci piringSebaiknya menyimpan spons pencuci piring dalam keadaan benar. Foto: Shutterstock/

    Dr. Manan Sharma dan Dr. Kristen Gibson menyarankan untuk menyimpan spons di tempat yang benar-benar kering sebelum menggunakannya.

    Menurut Dr. Sharma, menyimpan spons dalam keadaan kering ini memungkinkan kamu dapat menggunakannya dalam jangka waktu lebih lama. Itu juga menghindari pertumbuhan bakteri.

    Dr. Kristen Gibson juga menyebut dirinya biasa memeras semua air yang berlebihan setelah spons digunakan. Lalu ia meletakkannya di permukaan kering.

    4. Pakai spons untuk bersihkan meja dapur

    Spons pencuci piringMenggunakannya untuk membersihkan meja dapur juga bukanlah pilihan tepat. Foto: Shutterstock/

    Selain dimanfaatkan untuk membersihkan alat makan, beberapa orang mungkin pernah menggunakan spons untuk membersihkan meja dapur. Sayangnya, hal tersebut justru berpotensi menyebarkan patogen.

    Dr. Kristen Gibson pribadi hanya menggunakan spons dapur untuk mencuci piring. Bahkan, saat mengelap meja atau permukaannya, ia menggunakan desinfektan dan handuk dapur, lalu langsung meletakkan handuk dapur di ruang cuci untuk dibersihkan.

    Oleh karena itu, hindari membersihkan meja dapur menggunakan spons. Jika memang ada noda yang sulit dihilangkan, bisa menggunakan tisu dapur dan desinfektan food grade yang lebih aman.

    5. Pakai spons terlalu lama

    Memang tidak ada aturan berlaku untuk penggunaan spons dapur. Namun, Dr. Sharma memperingati mereka yang sering masak dan mencuci alat masak dengan spons, perlu membersihkan spons lebih teratur.

    Sebuah studi tahun 2020 alam Jurnal Mikroorganisme meminta para peserta membersihkan spons poliuretan dalam microwave dua atau tiga kali seminggu. Hasilnya, lebih sedikit mikroorganisme yang hidup pada spons.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com