Tag: tips mudik

  • Jangan Lakukan 6 Hal Ini Sebelum Kamu Mudik Lebaran Kalau Gamau Nyesel


    Jakarta

    Mudik merupakan tradisi umat Islam Indonesia menjelang lebaran untuk kembali ke kampung halaman. Pada momen mudik ini, biasanya banyak rumah ditinggalkan tanpa penghuni untuk sementara waktu.

    Namun, terkadang di tengah kehebohan persiapan mudik, ada beberapa hal yang lupa dilakukan di rumah. Padahal, meninggalkan rumah tak berpenghuni bisa mengundang risiko kemalingan.

    Oleh sebab itu, pastikan untuk tidak melakukan kesalahan yang masih sering dilakukan ini. Berikut kesalahan-kesalahan yang perlu dihindari ketika hendak meninggalkan rumah saat mudik, dikutip dari laman bob vila


    1. Lupa Mengunci Pintu dan Jendela

    Tak jarang ada yang lupa mengunci jendela dan pintu, terutama pada area yang jarang dilalui. Meski kamu sedang sibuk mempersiapkan keberangkatan, pastikan untuk memeriksa ulang semua pintu dan jendela.

    Jangan lupa juga untuk menyimpan kembali kunci cadangan yang kamu sembunyikan di sekitar rumah. Sebab, pencuri profesional mengetahui tempat persembunyian yang umum digunakan oleh pemilik rumah.

    2. Meninggalkan Hewan Peliharaan di Rumah

    Mungkin beberapa pemilik rumah merasa aman meninggalkan hewan di rumah selama ada persediaan makan dan minum yang cukup. Akan tetapi, berbagai hal tidak terduga bisa terjadi yang membahayakan hewan peliharaan.

    Selain itu, perabotan rumah bisa saja dirusak oleh hewan peliharaan karena merasa tidak nyaman ditinggal pemiliknya. Oleh karena itu, pastikan untuk menitipkan hewan peliharaan ke orang yang dapat dipercaya.

    3. Membiarkan Rumah Tampak Kosong

    Jangan biarkan pencuri mengira tidak berpenghuni ketika mudik. Buatlah tanda seakan-akan ada orang di rumah dengan memasang lampu yang bisa nyala secara otomatis dengan jadwal atau dioperasikan dari jarang jauh dengan smartphone.

    Kemudian, tunda semua pengiriman paket ataupun surat ke rumah agar tidak ada tumpukan barang yang menandakan rumah kosong.

    4. Meninggalkan Makanan Membusuk

    Makanan busuk memang bukan masalah besar, tetapi tentu kamu tidak ingin kembali dengan sisa makanan yang sudah busuk, berjamur, dan digerogoti oleh hama. Sebaiknya segera menghabiskan makanan atau memberikannya ke tetangga.

    5. Barang Elektronik Masih Tercolok

    Meninggalkan barang elektronik yang masih tercolok ke stopkontak berisiko terjadi korsleting listrik. Apabila hal itu terjadi ketika tidak ada orang di rumah, maka masalah akan semakin cepat membesar tanpa tindakan. Selain itu, membiarkan barang tersebut tercolok sama saja menambah tagihan listrik.

    6. Tidak Membersihkan Kamar Mandi dan Tempat Sampah

    Tempat sampah yang dibiarkan terisi dan kamar mandi kotor akan menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi tempat bertumbuhnya kuman. Sebaiknya memastikan sampah kosong dan bersih menggunakan cuka dan soda kue.

    Lalu, periksa kamar mandi dalam keadaan bersih. Dengan begitu, kamu tidak perlu dipusingkan dengan bersih-bersih setelah kembali dari mudik.

    Demikian kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi ketika hendak meninggalkan rumah untuk mudik. Semoga bermanfaat!

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik. Klik tautan ini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lebih Baik Lampu Nyala atau Mati Saat Ditinggal Mudik?



    Jakarta

    Saat mudik ke kampung halaman pasti tidak menghabiskan waktu sehari dua hari. Apalagi jika jaraknya jauh dan periode libur lebaran masih terasa lama. Sehingga meninggalkan rumah saat mudik membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

    Sayangnya, banyak kekhawatiran muncul karena meninggalkan rumah dengan waktu yang cukup lama. Salah satunya terkait penerangan di rumah. Banyak dari kita bingung apakah sebaiknya lampu di rumah dimatikan atau dibiarkan menyala ketika ditinggal mudik?

    Mengutip pernyataan dari Kepala Polisi Kota Mount Airy, North Carolina, yakni Dale Watson, bahwa lampu di rumah harus tetap dinyalakan saat berpergian. Sebab, hal ini untuk menghindari kejahatan selama mudik.


    “Hal-hal yang tidak menyenangkan cenderung muncul dalam kegelapan,” ujar Watson, dilansir dari situs Southern Living.

    Untuk mencegah tindakan kejahatan, tambahkan lampu luar yang menghadap ke tempat tinggal kamu. Watson juga menyarankan sebaiknya semak-semak dipangkas agar mudah terlihat. Semakin banyak penerangan maka akan semakin baik.

    Namun, tidak ada jumlah yang pasti mengenai lampu rumah yang wajib dinyalakan saat pergi mudik. Menyalakan lampu akan memberi kesan rumah yang aktif dan berpenghuni. “Nyalakan lampu sebanyak yang kamu mampu,” kata Watson.

    Menyalakan lampu saat mudik juga sebetulnya berlawanan dengan ajaran menghemat listrik untuk menjaga efisiensi energi. Maka, Watson menyarankan untuk memprioritaskan ruang tertentu yang wajib diberikan pencahayaan.

    “Pertama, saya ingin lampu beranda rumah menyala, kemudian area dapur dan kamar mandi. Jadi, dapat dilihat setiap titik dari satu sumber cahaya ke sumber cahaya lainnya,” kata Watson.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Rumah Agar Bebas Semut Selama Mudik



    Jakarta

    Sebelum pergi mudik ada banyak hal yang harus diperhatikan termasuk kebersihan rumah. Ketika rumah dibiarkan kosong berhari-hari, bukan tidak mungkin ada hewan yang masuk, seperti semut.

    Semut menjadi serangga yang paling sering ada di rumah terutama dapur. Hal tersebut karena dapur menjadi tempat penyimpanan makanan yang diincar semut. Ketika tidak ada penghuni rumah, semut bisa semakin banyak karena tidak cepat dibasmi. Pulang mudik dengan keadaan rumah banyak semut menjadi mimpi yang menakutkan.

    Namun, tentu saja tidak perlu khawatir berlebih. Sebab, kamu bisa lakukan antisipasi sebelum pergi mudik dengan membersihkan rumah yang menjadi sarang semut. Untuk itu, jangan lupa melakukan hal-hal berikut ini agar semut tidak masuk ke rumah selama mudik.


    Tutup Celah

    Melansir dari situs Better Homes & Garden, pada Kamis (27/03/2025), semut dapat masuk melalui celah atau retakan. Periksa jendela, pintu, dan bagian rumah yang terdapat celah atau retakan terbuka tempat semut dapat masuk. Kamu bisa menutup bagian celah atau retakan tersebut.

    Simpan Makanan

    Jika masih ada sisa makanan maka simpan dalam wadah kedap udara. Bungkus rapat dengan plastik atau alumunium foil lalu taruh di kulkas. Selain itu, makanan hewan peliharaan juga harus disimpan dengan rapat.

    Bersihkan Dapur

    Penting membersihkan dapur, seperti lantai dan meja dapur agar tidak meninggalkan kotoran yang mengundang semut masuk.

    Buang Sampah

    Pastikan tidak ada sampah yang tertinggal di dapur maupun setiap ruangan.

    Jauhkan Tanaman

    Mengutip dari situs The Spruce, semut menggunakan tanaman sebagai jembatan masuk ke rumah, sehingga beri jarak antara tanaman dengan rumah agar tidak terlalu dekat.

    Periksa Kebocoran

    Semut mencari kelembapan dan makanan, sehingga penting mengecek apakah ada kebocoran atau tumpahan kecil di rumah. Pastikan tidak ada dan rumah betul-betul kering.

    Itulah hal-hal yang bisa kamu lakukan sebelum berangkat mudik supaya rumah terbebas dari semut. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Cabut Kulkas Saat Ditinggal Mudik?



    Jakarta

    Meninggalkan rumah saat mudik menjadi hal kekhawatiran tersendiri. Apalagi, banyak peralatan elektronik yang berisiko ditinggal tanpa pengawasan dalam jangka panjang, seperti kulkas. Kalau kamu, termasuk tim matikan atau tetap nyalakan kulkas saat mudik?

    Kulkas memang salah satu peralatan elektronik di rumah yang membutuhkan daya listrik besar dibanding barang lainnya. Sehingga, kondisi kulkas harus diperhatikan sebagai upaya mencegah kerusakan.

    Melansir dari situs Southern Living, sebelum pergi mudik, sebaiknya catat dan perhatikan makanan apa saja yang masih ada di dalam kulkas. Jika sudah tidak dimakan, maka lebih baik buang. Jika masih bisa dimakan, maka simpan dengan baik. Hal ini dapat menjaga kulkas agar bebas bakteri selama ditinggal.


    Selain itu, perhatikan suhu kulkas. Idealnya ada di 35 hingga 40 derajat Fahrenheit. Upayakan jangan melebihi dan kurang daripada derajat tersebut.

    Bisa juga kamu tambahkan soda kue untuk menghilangkan bau di dalam kulkas. Letakkan sekotak soda kue di bagian belakang rak kulkas agar membantu mencegah bau tidak sedap saat kamu kembali ke rumah.

    Kemudian, kamu perlu pertimbangkan. Apakah kamu akan mudik selama satu minggu atau satu bulan?

    Jika mudik kurang dari seminggu, maka:

    • Biarkan kulkas menyala dan simpan pada suhu yang ditentukan.
    • Matikan pembuat es jika tidak digunakan.
    • Buang makanan yang sudah tidak dimakan.
    • Bersihkan kulkas.

    Jika mudik lebih dari seminggu, maka:

    • Pertimbangkan untuk mencabut kabel kulkas.
    • Matikan pembuat es.
    • Kosongkan kulkas.
    • Biarkan pintu kulkas sedikit terbuka untuk mencegah tumbuhnya jamur dan lumut.

    Jadi, pertimbangkan berapa lama kamu akan mudik baru sebaiknya tentukan apakah kulkas dicabut atau tidak. Namun, yang pasti, untuk kulkas yang ada freezernya lebih baik dimatikan bagian freezernya. Sebab, freezer atau pembuat es dapat menghemat listrik, mencegah kerusakan seperti saluran tersumbat akibat gumpalan es, dan menghindari kebocoran air.

    Itulah penjelasan tentang apakah sebaiknya kulkas dimatikan atau tidak selama ditinggal mudik. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Bahaya Microsleep saat Mudik



    Jakarta

    Istilah microsleep merupakan kondisi hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Penjelasan tersebut memang terasa wajar terjadi, namun akan jadi malapetaka ketika microsleep menimpa orang yang sedang mengemudi.

    Microsleep umumnya hanya berlangsung sekejap, antara sepersekian detik sampai 10 detik. Tapi microsleep juga bisa bertambah durasinya menjadi lebih lama saat seseorang benar-benar memasuki waktu tidur.

    Hal ini perlu dihindari saat kita mengemudi. Menjelang momen mudik lebaran ini perlu adanya pengetahuan tentang microsleep. Karena jika diabaikan dan dianggap remeh bisa-bisa momen lebaran yang seharusnya sukacita di kampung halaman berubah jadi dukacita, ngeri.


    Dari laman resmi Kementerian Kesehatan, ada beberapa tanda seseorang mengalami microsleep secara umum. Berikut ciri-cirinya:

    • Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala
    • Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun
    • Menguap terus-menerus
    • Kelopak mata sangat berat
    • Mata berkedip berlebihan
    • Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi
    • Arah kemudi tanpa disadari keluar dari jalur
    • Tidak mendengarkan pembicaraan orang lain
    • Tidak ingat kejadian 1-2 menit yang lalu
    • Menjatuhkan barang yang sedang dipegang
    • Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba

    Nah gejala-gejala tersebut sangat berbahaya ketika terjadi pada pengemudi, terlebih saat mudik lebaran nanti. Bukan hanya membahayakan diri sendiri dan keluarga tercinta, tetapi juga membahayakan pengendara yang lain.

    Lalu apa yang menyebabkan microsleep bisa terjadi, selain karena kurangnya tidur? Terdapat beberapa penyebab lainnya, di antaranya: penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, efek samping obat, dan efek samping narkoba atau alkohol.

    Untuk terhindar dari microsleep saat berkendara, pastikan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak memungkinkan karena kurang istirahat. Alihkan rasa kantuk tersebut dengan mendengarkan musik bertempo cepat.

    Namun, langkah yang pasti adalah menepi dan cari tempat berhenti lalu istirahat lah. Atau tips lainnya bisa ikuti cara yang diutarakan Head of Safety Riding Promotion Wahana Timur Sejati (WMS) Agus Sani untuk menangani rasa kantuk saat berkendara.

    Salah satu caranya menurut Agus adalah dengan melakukan peregangan tubuh sebelum berkendara atau ketika merasa ngantuk. Dengan melakukan peregangan bisa meningkatkan kadar oksigen dan meningkatkan konsentrasi.

    “Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga kita bisa lebih konsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik,” kata Agus.

    (rgr/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Komponen Ban yang Harus Diperiksa Sebelum Mobil Dibawa Mudik


    Jakarta

    Bagi detikers yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 bersama keluarga dengan mobil pribadi, tentu sudah bisa mulai mempersiapkan kendaraannya. Tak cuma mesin, kesiapan ban juga penting untuk dicek.

    Dijelaskan oleh Bridgestone Tire Indonesia, ada beberapa hal dari ban mobil yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan jauh.

    1. Tekanan Angin Ban

    Tekanan angin ban sejatinya harus diperiksa sebelum memulai berkendara. Kita dapat menggunakan alat pengukur tekanan ban untuk memastikan kondisi anginnya sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan.


    Menurut Brigestone Tire Indonesia, ban dengan tekanan angin lebih rendah dari rekomendasi dapat membuat pengendalian mobil lebih sulit. Selain itu, diklaim membuat penggunaan bahan bakar lebih boros.

    2. Kondisi Permukaan Ban

    Masa pakai ban terbatas. Salah satu indikator yang dapat menjadi tanda bahwa ban mobil sudah harus diganti adalah dari kondisi permukaannya.

    Kondisi ban masih layak pakai adalah yang kedalaman tapaknya lebih dari 1,66 mm. detikers dapat menggunakan alat pengukur kedalaman ban atau melihat tread wear indicator (TWI) yang umumnya ditandai dengan simbol segitiga.

    3. Kondisi Dinding Ban

    Selain memperhatikan kondisi permukaan ban, cek juga kondisi dindingnya. Kerap kali, ban yang sudah harus diganti mengalami masalah retak bagian dindingnya. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi berkendara yang kurang ideal seperti underinflasi, overloading, hingga abrasi.

    “Karet mungkin juga telah rusak oleh faktor lingkungan seperti paparan berlebihan terhadap panas atau ozon. Bila ini terjadi, ban Anda mungkin rentan terhadap kerusakan,” tulis Bridgestone Tire Indonesia.

    4. Cek Kondisi Pentil Ban

    Lantas bagian lain dari ban mobil yang harus dicek sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 adalah pentilnya. Meski terkesan sederhana, nyatanya pentil ini punya peran vital bagi kondisi tekanan angin pada ban.

    Menurut Bridgestone Tire Indonesia, cara mudah untuk mengecek kondisi pentil ban adalah membasuhnya dengan air sabun. Jika terdapat gelembung udara, maka terjadi kebocoran pada pentil. Tentu kondisi ini mengharuskan pemilik kendaraan untuk menggantinya dengan yang baru.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biar Perjalanan Mudik Nggak Bikin Stres, Perhatikan Hal Ini


    Jakarta

    Budaya mudik atau pulang kampung jelang Hari Raya Idul Fitri di depan mata. Kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik. Biar mudik nggak bikin stres, pastikan mobil kamu nyaman.

    Sederet persiapan kendaraan perlu dilakukan mulai dari pengecekan oli,coolant, filter, ban, spooring balancing, dan lainnya demi perjalanan yang bebas masalah. Di samping itu, masih banyak daftar persiapan perjalanan mudik yang bisa diantisipasi untuk mewujudkan perjalanan yang nyaman.

    PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga memberikan beberapa ide persiapan perjalanan mudik yang bisa menjadi perhatian. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Pastikan AC Mobil Berfungsi dengan Baik

    Kepadatan jalan dan durasi perjalanan yang panjang membutuhkan kenyamanan dari air conditioner(AC) yang sehat. Dengan AC yang berfungsi baik, keluarga tidak mudah merasa stres selama perjalanan. Saat melakukan servis di Bengkel Resmi, biasanya teknisi akan secara otomatis melakukan pengecekan komponen AC seperti kondisi evaporator, kompresor, tali kipas, hingga filter AC. Apabila filter AC pada mobil sudah dalam kondisi yang kurang baik, bengkel akan melakukan perbaikan agar kondisi AC tetap prima untuk perjalanan jauh.


    Suasana Kabin Bersih dan Wangi

    Selama perjalanan mudik, sangat penting untuk menjaga kebersihan serta aroma di dalam mobil. Sebab kabin mobil yang bersih dan wangi berpengaruh terhadap kenyamanan dan suasana hati selama perjalanan. Untuk menghindarkan mobil dari aroma tidak sedap yang berasal dari sisa makanan, sebaiknya pengendara melengkapi kabin mobil dengan tempat sampah yang tertutup. Upaya lainnya seperti menambah pengharum mobil juga menjadi ide yang baik. Beberapa pilihan pengharum memiliki manfaatnya masing-masing, misalnya aroma kopi yang diyakini dapat menghilangkan bau rokok dan makanan yang menyengat, atau aroma lemon yang segar dan dapat memberikan dorongan energi agar lebih bersemangat.

    Pemilihan Kaca Film yang Sesuai

    Penggunaan kaca film yang tepat dapat melindungi pengendara dan penumpang dari sinar UV hingga mengurangi risiko kejahatan karena menghambat pandangan dari sisi luar mobil terhadap barang bawaan yang ada di dalam. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan, pada bagian depan bisa menggunakan kaca film dengan kegelapan maksimal mencapai 40% dan pada bagian kiri kanan dapat diganti dengan kegelapan kaca film maksimal 70%. Kemudian pada bagian belakang dapat diimplementasikan sesuai dengan kaca depan agar jarak pandang tetap jernih dan bersih.

    Tentukan Posisi Duduk yang Aman

    Pengaturan tempat duduk adalah hal mudah namun sebenarnya penting diperhatikan, khususnya bagi yang melakukan perjalanan mudik bersama anak kecil. Untuk memberikan rasa aman, manfaatkan fitur ISOFIX yang tersedia pada baris kedua untuk mengaitkan car seat dengan jok mobil, sehingga lebih aman untuk anak-anak. Dianjurkan pula agar anak-anak yang duduk dengan child support di baris kedua didampingi oleh orang dewasa di sebelahnya untuk memastikan keamanan menyeluruh.

    Aktifkan Fitur Engine Auto-Stop biar Irit BBM

    Lalu lintas stop & go menjadi ciri khas perjalanan mudik di Indonesia yang berdampak kepada konsumsi bahan bakar. Pemudik yang menggunakan mobil hybrid bisa lebih tenang pada kondisi tersebut karena adanya fitur engine auto-stop dapat mendukung perjalanan mudik yang lebih hemat. Dalam kondisi kapasitas baterai yang cukup, fitur ini akan mematikan mesin secara otomatis saat pengendara menghentikan laju mobilnya untuk beberapa saat. Mesin mobil yang tidak aktif dapat mengurangi konsumsi bahan bakar selama perjalanan. Oleh karena itu, pengendara sangat direkomendasikan untuk menggunakan fitur tersebut.

    “Tentu momen mudik yang sudah dinanti-nantikan ini harapannya bisa dijalani dengan nyaman dan penuh cerita baik.Menyambut momen libur lebaran 2024, Suzuki menghimbau agar pelanggan setia kami menyiapkan mobilnya dengan maksimal untuk perjalanan mudik yang berkesan, dan bila memerlukan bantuan layanan service atau pengecekan kendaraan, jaringan bengkel resmi Suzuki akan siaga melayani segala kebutuhan layanan purna jual pelanggan setia kami. Untuk memesan jadwal layanan service di bengkel resmi, pelanggan kami dapat melakukannya melalui website www.suzuki.co.id, layanan call center bebas pulsa 24 jam Halo Suzuki di nomor 0800-1100-800 atau Whatsapp Halo Suzuki di nomor 0811-1993-0800,” sebut Hariadi, Asst. to Service Dept. Head PT SIS.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Hitung Estimasi BBM untuk Perjalanan Mudik Lebaran



    Jakarta

    Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan mudik Lebaran 2024. Salah satunya adalah menghitung estimasi bahan bakar minyak (BBM) yang akan digunakan sepanjang perjalanan.

    Lantas untuk menghitung estimasi bahan bakar yang akan habis sepanjang perjalanan adalah dengan mengetahui terlebih dahulu konsumsi BBM rata-rata kendaraan kita.

    Dilansir dari laman Astra Daihatsu, ada dua cara untuk mengetahui konsumsi BBM rata-rata kendaraan, yakni dengan metode full to full dan pengukuran melalui MID.


    Cara menghitung konsumsi BBM rata-rata dengan metode full to full adalah dengan mengisi tangki BBM hingga penuh, lalu berkendara dengan mencatat total jarak tempuh, dan terakhir mengisi kembali tangkinya hingga penuh.

    Setelah mengetahui jarak tempuh dan jumlah bensin yang harus diisi untuk memenuhi tangki BBM-nya, kita tinggal membagi jarak tempuh dengan jumlah liter BBM-nya. Lalu hasil konsumsi bahan bakar rata-ratanya akan didapat dengan angka km/liter.

    Sebagai ilustrasi, sebelum berkendara tangki BBM kita isi penuh. Lalu kendaraan tersebut kita bawa sejauh 100 km. Selanjutnya kita mengisi ulang tangki BBM hingga penuh dan dibutuhkan bahan bakar sebanyak 8 liter. Maka konsumsi BBM rata-rata kendaraan kita adalah 12,5 km per liter.

    Cara lain untuk mengetahui konsumsi BBM rata-rata kendaraan kita adalah dari informasi yang tersedia di layar instrumen kluster. Namun tak semua kendaraan punya fasilitas yang dapat menampilkan informasi ini.

    Konsumsi BBM Mitsubishi Triton UltimateIlustrasi data konsumsi bbm rata-rata di panel kluster Foto: Muhammad Hafizh Gemilang / detikOto

    Umumnya konsumsi BBM rata-rata di kendaraan kita hadir dengan satuan km per liter. Tapi tak sedikit kendaraan yang juga dapat menampilkan data ini dengan satuan liter per 100 km.

    “Cara menghitung konsumsi BBM ini melibatkan jarak tempuh. Jadi, komputer juga bakal melakukan pembaruan dengan interval waktu yang lebih lama. Salah satu tips menghitung konsumsi BBM menggunakan MID adalah dengan melakukan jarak tempuh yang agak jauh, misalnya 100 km,” tulis Astra Daihatsu.

    Nah! Setelah mengetahui berapa konsumsi BBM rata-rata kendaraan, maka mudah bagi kita untuk menghitung estimasi BBM yang akan digunakan untuk perjalanan mudik Lebaran 2024. Caranya tinggal mengkali mengalikan antara jarak tempuh yang akan dituju dengan konsumsi BBM rata-ratanya.

    Contoh kita akan melakukan perjalan dari Jakarta menuju Semarang dengan jarak tempuh sekitar 450 km. Maka jika mobil kita konsumsi BBM rata-ratanya di angka 12,5 km per liter, estimasi BBM yang dibutuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 36 liter.

    Lantas jika dikonversi ke harga BBM, contoh kita akan menggunakan bensin Pertamax yang harga per liternya Rp 12.950, maka kita harus menyiapkan anggaran minimal Rp 466.200 untuk bensin perjalanan mudik dari Jakarta ke Semarang.

    Perlu diingat juga, banyak faktor yang dapat membuat penggunaan BBM kendaraan kita jadi lebih boros. Faktor tersebut umumnya datang dari kondisi lalu lintas, tekanan angin ban, hingga muatan yang dibawa selama perjalanan. Sehingga penting untuk mempersiapkan anggaran lebih untuk kondisi tertentu.

    ====

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik pada tautan ini.

    (mhg/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Balik Mudik Bawa Banyak Oleh-oleh, Perlukah Tambah Angin Ban?



    Jakarta

    Usai berlebaran di kampung halaman, mungkin pemudik akan membawa barang lebih banyak. Jika mobil diisi dengan kapasitas maksimal ditambah barang bawaan lebih banyak, perlukah menambah tekanan angin ban?

    Ketika melakukan perjalanan, apalagi perjalanan jauh saat mudik maupun balik, pengendara seharusnya mematuhi kapasitas maksimal kendaraan baik untuk mengangkut penumpang maupun barang. Kendaraan sebaiknya tidak dipaksa mengangkut beban berlebih atau overload.

    Meski begitu, ketika kendaraan mengangkut penumpang dan barang hingga kapasitas maksimal sesuai spesifikasi pabrikan, mungkin akan terasa berbeda dibandingkan dengan ketika mobil dipakai harian dengan satu atau dua penumpang. Hal ini tentu mempengaruhi beban mobil, suspensi dan ban.


    Lantas ada baiknya melakukan sedikit penyesuaian. Dikutip dari situs resmi Hyundai, yang termudah adalah pengaturan tekanan udara ban.

    Ketika mobil terisi penuh dan harus menanggung beban lebih banyak, ada baiknya tekanan ban turut dinaikkan. Namun kenaikan ini juga tidak boleh terlalu tinggi atau melewati batas tekanan pada ban.

    “Ada baiknya kenaikan tekanan ban tidak berlebihan, misalnya sebesar 3 Psi dari 35 menjadi 38 Psi. Hal ini untuk membantu ban menopang beban terlebih dengan lebih banyak udara di dalam ban. Ada baiknya untuk mengecek buku panduan kendaraan untuk angka tekanan ban yang lebih pasti,” tulis Hyundai.

    Sebab, jika diisi terlalu banyak, misalnya melebihi 40 Psi, ban akan menjadi terlalu keras dan mungkin kurang nyaman. Ban yang terisi udara terlalu tinggi juga rawan pecah bila sudah tidak kuat.

    Jika ingin mengecek tekanan ban mobil ada beberapa cara, misalnya menggunakan pompa gratis di beberapa SPBU, mengunjungi tempat servis, atau mengecek melalui fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) pada kendaraan.

    Selain itu sebelum berangkat, disarankan melakukan pengecekan pada ban mobil. Pastikan kondisinya masih layak supaya bisa tiba di tujuan dan pulang dengan selamat.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Mobil Dipakai Mudik



    Jakarta

    Perawatan mobil tidak hanya dilakukan sebelum melakukan perjalanan jauh. Tapi setelah mobil dipakai mudik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya performa tetap optimal. Berikut ini tips merawat mobil setelah dipakai mudik.

    Kepala Bengkel Peugeot Cilandak, Roni Agung mengatakan perawatan pasca mudik bisa dilakukan secara meluruh.

    “Sebaiknya untuk melakukan service menyeluruh hingga melakukan tune up mobil bila diperlukan, agar performa mesin mobil tidak menurun. Sehingga perjalanan pulang kampung tetap lancar dan mobil kembali fit setelahnya,” kata Roni Agung, Kepala bengkel Peugeot Cilandak dalam keterangan resminya.


    Pertama, pemilik mobil perlu mencuci mobil sebab mobil biasanya bakal lebih kotor setelah melewati perjalanan jauh.

    Saat perjalanan jauh, tumpukan kotoran tentunya akan lebih tebal dari biasanya, apalagi saat kendaraan juga melewati guyuran hujan. Jika dibiarkan bisa menyebabkan waterspot pada bodi mobil dan sulit dihilangkan.

    Tak hanya bagian eksterior atau luar mobil, bersihkan juga bagian dalam mobil. bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan interior agar debu dan kotoran yang menempel pada karpet dan jok bisa terangkat.

    Kedua, jika kondisi mesin dirasakan tidak normal sebaiknya segera membawa mobil ke bengkel resmi terdekat untuk cek kondisi pelumas mesin, gearbox dan lainnya.

    “Mengapa harus di cek dan ganti oli jika diperlukan? Karena perjalanan yang ditempuh dalam jangka waktu lama, biasanya akan membuat setiap komponen terus bergesekan secara terus-menerus. Tak heran jika hal ini membuat oli lebih mudah kotor dan berkurang sehingga fungsi oli mesin sebagai pelumas bisa menurun kualitasnya,” imbuhnya.

    Ketiga, selain pemeriksaan pada mesin, lihat juga apakah sistem pendinginnya berfungsi secara normal guna menjaga suhu mesin agar tetap stabil dan mencegah mesin menjadi overheat.

    Bisa dimulai dengan memeriksa volume air di tabung reservoir hingga kondisi dan kualitas air radiator.

    Pastikan juga kondisi kipas radiator, termostat hingga selang pendingin serta kelistrikannya berfungsi agar sistem pendinginan pada mobil bekerja optimal.

    Keempat, perhatikan kondisi ban. Pemilik bisa mengecek ulang tekanan angin ban. Apalagi saat mudik selain banyak penumpang juga bawa barang lebih banyak dari biasanya. Dan untuk tekanan angin ban ukurannya bisa dilihat di pintu mobil bagian depan.

    “Selain ukur ulang tekanan angin ban, periksa juga semua kondisi ban termasuk ban cadangan. Bila ban mobil sudah aus ataupun mengalami kebocoran, disarankan untuk mengganti dengan ban baru agar tidak membahayakan saat kendaraan digunakan,” ujar Roni.

    Terakhir jika masih ada waktu sebelum lakukan aktivitas harian ada baiknya lakukan Spooring, balancing sekaligus cek kondisi rem. Sebab prosedur penyesuaian posisi roda pada mobil agar terhindar dari kecelakaan dan mendapatkan kenyamanan dalam berkendara.

    (riar/din)



    Sumber : oto.detik.com