Tag: tips properti

  • Kenapa Kipas Angin Tetap Berdebu Meski Bergerak dan Menghasilkan Angin?


    Jakarta

    Bagi kamu menggunakan kipas angin di rumah, pernah tidak terpikir kenapa kipas yang bergerak dan menghasilkan udara bisa berdebu di sela-sela kerangkanya? Bukankah angin bisa membawa debu yang ringan terbang?

    Menurut Science ABC, Senin (25/3/2024), partikel debu yang beterbangan di rumah ternyata memiliki semacam muatan listrik, yang dapat menyebabkan molekul debu saling tarik-menarik.

    Selain itu, bilah kipas yang bergerak cepat, bergesekan dengan molekul udara. Gerakan kipas ini membuat debu terdorong ke tepi bilah kipas atau kerangka luar dan menumpuk di sana. Penumpukan muatan pada tepi bilah kipas ini yang dikenal sebagai listrik statis.


    Listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik di dalam atau pada permukaan suatu bahan. Muatan listrik statis dapat tercipta setiap kali dua permukaan bersentuhan atau bergesekan dan salah satu permukaan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap arus listrik atau isolator listrik.

    Maka dari itu, setiap bilah kipas bergerak ada kemungkinan alat tersebut menangkap banyak debu karena muatan listrik statis paling besar berada di sana akibat bergesekan dengan udara.

    Untuk menjaga kipas angin tetap bersih, menurut Today.com, kamu perlu membersihkan minimal seminggu sekali atau kamu bisa menyesuaikan dengan seberapa kotor alat tersebut.

    Sementara itu untuk cara membersihkan kipas angin yang mudah mengutip dari The New York Times, kamu bisa mengikuti tutorial berikut.

    Lepaskan Penutup Kipas

    Pastikan kipas angin dalam keadaan mati dan tidak terhubung listrik. Lepaskan skrup kipas angin yang terletak di pinggiran penutup. Usahakan untuk memegang bagian tengah atau pinggirannya saja. Jika memegang bagian rongganya bisa membuat debu berjatuhan.

    Bersihkan Debu pada Sela-Sela Kipas

    Siapkan sikat kecil atau sikat gigi, kain bersih atau spons, cuka, sabun, dan air. Pertama, campurkan cuka dan sabun ke dalam air. Lalu, bersihkan debu tebal pada bilah kipas angin dan bagian penutupnya.

    Usap kipas angin dengan spons atau kain basah agar debu kecil terangkat. Terakhir sikat kembali dengan campuran cuka dan sabun agar lebih bersih.

    Pasang Kembali Kerangka Kipas

    Setelah semua bagian kipas angin yang berdebu kering, pasang kembali bagian tersebut dengan benar. Pastikan bagian yang dibersihkan sudah sepenuhnya kering agar tidak menyebabkan korsleting listrik.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Aman Bersihkan Pecahan Kaca di Rumah


    Jakarta

    Gelas kaca, kaca jendela, maupun kaca meja bisa saja pecah dan pecahannya menyebar ke mana-mana. Banyaknya pecahan kaca yang tersebar tentu akan sangat berbahaya bagi penghuni rumah.

    Apabila terdapat pecahan kaca, kamu harus segera membersihkannya agar penghuni rumah tidak ada yang terluka. Untuk membersihkan pecahan-pecahan kaca ternyata tidak bisa sembarangan.

    Dilansir dari The Spruce, Kamis (28/3/2024), berikut ini cara membersihkan pecahan kaca yang aman di rumah.


    1. Bersihkan Ruangan

    Sebaiknya, jangan ada hewan peliharaan dan banyak penghuni rumah di ruangan yang terdapat pecahan kaca. Cukup ada seseorang yang akan membersihkan pecahan kaca saja. Apabila kamu akan membersihkan pecahan kaca, sebaiknya pakai sepatu tertutup, pelindung mata, dan sarung tangan tebal agar aman.

    2. Gunakan Cahaya yang Sangat Terang

    Untuk membantumu membersihkan serpihan-serpihan kaca, nyalakan banyak lampu maupun senter ke permukaan agar lebih mudah membersihkannya.

    3. Ambil Pecahan Kaca yang Besar

    Setelah menggunakan sarung tangan, kamu bisa mengambil pecahan kaca yang besar terlebih dahulu. Jika kamu tidak ada sarung tangan, kamu bisa menggunakan capitan agar tangan tidak terluka.

    Pecahan kaca sebaiknya diletakkan di kertas tebal atau di kantong plastik berlapis. Kamu juga bisa membungkusnya dengan beberapa lapis koran agar aman saat dibuang ke tempat sampah.

    4. Bersihkan Serpihan Kaca

    a. Pakai Sapu

    Untuk membersihkan serpihan kaca, kamu bisa menggunakan beberapa perkakas, tergantung permukaan bendanya. Apabila serpihan kaca berada di karpet, kamu bisa menggunakan sikat berbulu untuk mengangkat kaca ke permukaan kain sebelum menyapunya.

    Gunakan sapu berbulu kaku dan pengki untuk menyapu pecahan kaca sebanyak mungkin. Gunakan sapuan yang pendek dan efisien untuk mencegah potongan-potongan kecil berserakan di seluruh ruangan. Jika kamu memiliki jenis penyedot debu atau vacuum cleaner yang tepat, kamu bisa menggunakannya untuk membersihkannya.

    b. Pakai Roti atau Kentang

    Selain menggunakan sapu dan vacuum cleaner, kamu bisa membersihkan sisa serpihan kaca menggunakan roti. Caranya, gunakan senter untuk melihat serpihan kaca dengan jelas. Lalu, dengan menggunakan sarung tangan, tekan sepotong roti ke pecahan kaca. Pastikan untuk segera membuang rotinya.

    Selain roti, kamu juga bisa menggunakan kentang yang sudah dibelah menjadi 2 bagian untuk mengambilnya. Tekan bagian dalam kentang ke pecahan kaca agar mudah diambil. Segera buang kentang ke tempat sampah.

    c. Pakai Tisu Basah

    Gunakan 3 lembar tisu atau lap, lalu dilipat menjadi persegi. Basahkan lap atau tisu dan tekan ke serpihan kaca. Serpihan kaca nantinya akan menempel ke tisu atau lap.

    d. Pakai Lint Roller

    Bagi kamu yang memiliki lint roller, bisa juga membersihkan serpihan kaca dengan ini. Lint roller dirancang untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan memiliki daya rekat yang lebih kuat dan berfungsi paling baik untuk mengangkat serpihan kaca. Lepas lembaran berisi kaca dan buang dengan benar.

    e. Pakai Lakban

    Kamu juga bisa membersihkan serpihan kaca dengan lakban. Gunakan sarung tangan, bungkus lakban dengan sisi lengket menghadap ke luar. Tekan lakban pada potongan kaca lalu masukkan lakban dengan hati-hati ke dalam kantong sampah.

    5. Lakukan Pembersihan Terakhir

    Pecahan kaca bisa saja menempel pada bulu sapu atau pengki. Bawa alat-alat tersebut keluar dan bilas hingga bersih dengan air di atas ember. Buang air ke saluran pembuangan utilitas.

    Periksa bagian bawah sepatu yang digunakan apakah ada serpihan kaca yang tersangkut. Lepaskan serpihan kaca dengan lakban atau tisu untuk memastikan tidak ada pecahan kaca yang masuk ke dalam rumah.

    Itulah cara membersihkan pecahan kaca yang aman di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan 5 Hal Ini buat Memilih Rumah yang Nyaman Sesuai Kebutuhan


    Jakarta

    Rumah sebagai tempat tinggal semestinya dapat memenuhi kebutuhan harian sekaligus memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Apabila kamu hendak membeli rumah, pastinya menginginkan tempat yang menimbulkan perasaan senang dan memudahkan segala aktivitas di dalamnya.

    Tak sekadar tempat menetap, rumah biasanya juga mencerminkan preferensi dan gaya hidup penghuninya. Hal ini bisa terlihat dari penampilan maupun komponen dari rumah itu sendiri.

    Maka dari itu, pastikan untuk memeriksa kondisi rumah dan membayangkan kehidupan di dalamnya sebelum membuat keputusan. Melansir dari The Spruce pada Minggu (31/3/2024), berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan untuk memilih rumah yang tepat untuk keluargamu.


    Penampilan Luar Rumah

    Tampak depan rumah mencerminkan kepribadian penghuni rumah. Pertimbangkan apakah desain eksterior rumah sesuai dengan seleramu. Hal ini tentu saja tergantung apakah kamu ingin membeli rumah dengan desain tersebut atau berencana untuk merenovasinya nanti.

    Pikirkan juga kondisi dek atau teras dalam keadaan baik. Periksalah lansekapnya untuk menentukan berapa banyak pemeliharaan halaman yang harus dilakukan.

    Ukuran dan Layout Rumah

    Jangan cepat tergiur dengan rumah besar dengan fitur-fitur unik seperti kolam renang yang belum tentu akan digunakan. Tentukan ukuran dan layout rumah yang sesuai dengan kebutuhan keluarga sebelum memulai pencarian rumah.

    Perlu diingat ruang atau lahan lebih bisa digunakan untuk gaya hidup keluarga. Selain itu, dengan lebih banyak ruang berarti ada lebih banyak tagihan listrik maupun furnitur yang perlu dibeli untuk mengisi ruang tersebut.

    Kamar Tidur dan Kamar Mandi

    Tentukan jumlah kamar tidur dan kamar mandi sebagai kriteria memilih rumah. Akan sangat disayangkan bila tertarik dengan rumah yang tidak bisa memenuhi kebutuhan penghuninya.

    Pikirkan siapa yang akan tinggal di dalam rumah itu di masa sekarang dan masa mendatang. Apabila akan mempunyai beberapa anak ataupun kerabat yang menginap, maka jadikan hal ini faktor pertimbangan dari jumlah dan keadaan kamar tidur dan kamar mandi.

    Dapur

    Jika ruang dapur merupakan ruang favorit yang sering digunakan oleh anggota keluarga, sebaiknya menghindari desain dapur yang kurang cocok. Sebab, renovasi dapur bisa cukup memakan waktu dan biaya, sehingga banyak yang lebih memilih rumah dengan dapur siap pakai. Namun, apabila dapur hanya membutuhkan sedikit upgrade, rumah itu tetap layak dipertimbangkan.

    Jendela dan Pencahayaan

    Selain itu, yang tak kalah penting adalah memeriksa pemandangan jendela dan pencahayaan alami yang didapatkan rumah, terutama di ruang yang banyak digunakan pada siang hari. Tentu kamu tak ingin memandangi rumah tetangga sepanjang hari atau harus menyalakan lampu di siang hari.

    Itulah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk memilih rumah yang nyaman buat memenuhi kebutuhan kamu. Semoga membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 3 Kesalahan Dekorasi Ini Biar Kamar Tidur Kamu Makin Nyaman


    Jakarta

    Apabila kamu sedang ingin mendekorasi kamar tidur, sebaiknya hindari kesalahan-kesalahan berikut ini. Sebab, hal-hal ini bisa membuat kamar tidur kurang menarik bahkan terasa sempit.

    Maka dari itu, pastikan kamu tidak membuat kesalahan-kesalahan berikut ini ketika mendekorasi kamar tidur. Apa aja sih kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat mendekorasi kamar tidur?

    Dilansir dari The Spruce, Senin (1/4/2024), berikut ini kesalahan-kesalahan dalam mendekorasi kamar tidur.


    1. Menggunakan Furnitur Besar

    Furnitur-furnitur yang berukuran besar bisa membuat kamar tidur terasa lebih sempit. Maka dari itu, pemilihan furnitur yang akan digunakan harus diperhatikan.

    “Hal ini sering membuat kamar tidur terasa gelap, sempit, dan lebih kecil daripada aslinya,” kata founder Carolynleona, Liz Goldberg.

    2. Menggunakan Karpet yang Kecil

    Sebaiknya, kamu menggunakan karpet dengan ukuran yang besar alih-alih ukuran yang kecil. Hal ini supaya kamar tidur kamu terasa ‘lengkap’.

    Pendiri Tay Fusco Design, Taylor Fusco mengatakan bahwa karpet terbaik adalah dengan ukuran 9×12 kaki untuk ukuran tempat tidur king size, ukuran 8×10 kaki untuk tempat tidur queen size, dan ukuran 7×9 kaki untuk kasur ukuran twin. Kamu juga bisa menggunakan ukuran yang lebih besar jika kamu mau.

    3. Tidak Ada Tempat Penyimpanan

    Salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk penyediaan tempat penyimpanan adalah adanya meja samping tempat tidur. Adanya meja samping tempat tidur bisa menyimpan berbagai barang, misalnya buku-buku, lampu tidur, atau yang lainnya.

    Founder Gina Sims Designs, Gina Sims menyarankan untuk membeli meja samping tempat tidur yang lebarnya tidak kurang dari 30 inci jika kamar kamu memiliki tempat tidur king size.

    Itulah beberapa kesalahan yang harus dihindari agar kamar tidur tetap nyaman dan ciamik. Semoga bermanfaat!

    (abr/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 5 Hal Ini Kalau Mau Rumah Bebas Serangga


    Jakarta

    Memiliki rumah yang nyaman tentu menjadi impian bagi semua orang. Rumah yang nyaman adalah rumah yang bersih dan sehat. Hal ini juga mencakup rumah yang terbebas dari hama. Serangga adalah hama yang bisa menciptakan kondisi yang tidak sehat dan juga sangat mengganggu di rumah.

    Kecoa, lalat, dan nyamuk bisa menjadi penyumbang utama alergi dan penyakit yang ada di rumah. Sedangkan, lebah, tawon, dan kalajengking bisa menimbulkan sengatan yang menyakitkan. Oleh karena itu, penting bagi kita menjaga rumah terbebas dari serangga untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman.

    Mengutip dari laman How Stuff Works, berikut adalah beberapa hal yang harus kamu lakukan agar rumah bebas dari serangga.


    1. Tutup Pintu Sekaligus Bagian Bawahnya

    Menutup pintu rapat-rapat bisa mencegah masuknya hama seperti serangga ke dalam rumah. Untuk mencegah serangga merayap di bawah pintu, pasang ambang baja atau aluminium yang kokoh di bawah pintu. Untuk perlindungan yang lebih baik, gabungkan dengan sapuan pintu.

    Sapuan adalah perangkat murah yang dapat ditemukan di sebagian besar toko perkakas, dan bisa membantu menutup celah antara ambang pintu dan bagian bawah pintu. Pilih sapuan sikat nilon dibandingkan vinil atau neoprena untuk perlindungan terbaik terhadap serangga.

    2. Tutup Lubang Ventilasi dengan Sekat Saringan

    Banyak pemilik rumah yang mengandalkan ventilasi alami dari pintu dan jendela untuk menghadirkan udara segar ke dalam rumah. Untuk menikmati sensasi udara segar tanpa gangguan serangga, pasanglah sekat saringan pada jendela dan pintu.

    Pilih saringan berukuran 20 jaring atau lebih halus untuk mencegah sebagian besar hama seperti nyamuk dan kumbang masuk ke dalam rumah. Jika sekat ini terlepas di salah satu sisi atau sudutnya, gunakan staples (untuk rangka kayu) atau alat splining (untuk rangka aluminium) untuk memasangnya kembali ke rangka.

    3. Buang Genangan Air

    Nyamuk membutuhkan genangan air untuk berkembang biak. Oleh karena itu, kamu perlu membuang segala genangan air yang ada di rumah maupun di halaman rumah. Kuras bak mandi secara rutin dan hilangkan genangan air di halaman dengan cara buat saluran air agar air bisa mengalir.

    Penting juga untuk menjaga saluran drainase secara teratur, seperti selokan dan saluran air. Jaga agar alat-alat tersebut bebas dari dedaunan, potongan rumput, dan kotoran sehingga dapat beroperasi secara efektif. Jika kamu memiliki kolam renang di rumah, jaga agar kolam tetap terklorinasi dan disaring, bahkan saat tidak digunakan.

    4. Bereskan dan Bersihkan Rumah Secara Rutin

    Rumah yang berantakan merupakan tempat berkembang biaknya serangga. Tersembunyi di balik tumpukan koran atau di lemari, serangga bisa berkembang biak dalam jumlah besar bahkan sebelum mereka ditemukan. Oleh karena itu, penting untuk selalu rutin membersihkan rumah secara rutin agar serangga tidak berkembang biak di sana.

    Serangga juga membutuhkan sumber makanan untuk bertahan hidup. Kamu bisa menggunakan wadah kedap udara untuk menyimpan makanan, dan dengan segera membersihkan tumpahan makanan agar serangga tidak mendekat. Cuci piring kotor segera setelah digunakan,

    5. Buang Sampah dengan Benar

    Sampah adalah tempat yang sangat disukai kecoa dan serangga karena di sana terdapat banyak makanan bagi mereka. Untuk mencegah serangga, simpan sisa makanan di dapur dan bukan di keranjang sampah di seluruh rumah. Sampah juga harus dimasukkan ke dalam tempat sampah yang berpenutup, dan harus dikosongkan setiap malam. Bersihkan dan sanitasi semua tempat sampah interior dan eksterior serta tempat sampah daur ulang secara teratur, terutama jika terkena tumpahan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 5 Benda yang Tidak Bisa Disimpan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Kita memiliki kebebasan untuk meletakkan barang dan perabotan di rumah. Namun, kamu perlu hati-hati ketika menyimpan sesuatu di kamar mandi karena ada barang-barang yang tidak bisa disimpan di sana.

    Hal ini dikarenakan kondisi kamar mandi yang tertutup, lembap, dan beberapa ada yang sempit tidak cocok untuk menyimpan banyak barang. Selain itu, menghindari meletakkan barang-barang ini di kamar mandi akan lebih aman bagi kesehatan dan membuat ruangan lebih bersih dan luas.

    Mengutip dari Better Homes and Gardens, Sabtu (6/4/2024), berikut beberapa barang yang tidak bisa disimpan di kamar mandi.


    1. Obat-Obatan

    Kamu suka memakai obat berbentuk krim yang dipakai di kamar mandi? Setelah memakai sebaiknya langsung dibawa ke luar, tidak disimpan di dalam kamar mandi.
    Obat dianjurkan disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Menyimpan obat di dalam kamar mandi tentu salah karena ruangan ini lembap dan sempit. Dampaknya jika di simpan di dalam kamar mandi adalah obat tersebut mudah terkontaminasi dan tidak tahan lama.

    Sebagai gantinya simpan obat di kamar tidur atau ruangan yang mudah dijangkau darimana pun agar saat keadaan darurat bisa langsung diambil.

    2. Perhiasan

    Barang mahal seperti perhiasan atau aksesoris yang terbuat dari logam yang mudah berkarat sebaiknya tidak disimpan di kamar mandi. Area yang lembap yang mudah terkena air membuat kualitasnya menurun. Bahkan jika dibiarkan perhiasan dan aksesoris tersebut bisa rusak atau berkarat.

    Tempat yang paling tepat menyimpan perhiasan atau aksesoris adalah laci-laci di kamar, meja rias, atau lemari pakaian.

    3. Alat Elektronik

    Banyak yang betah berlama-lama di dalam kamar mandi sampai memasang TV atau meletakkan tablet untuk menonton. Padahal barang elektronik rentan terhadap air. Apalagi kamar mandi tempat yang lembap bagian alat elektronik mudah berkarat. Jika dibiarkan lama-lama sistem sensor barang tersebut akan menurun.

    Bahayanya jika terjadi korsleting listrik, bukan hanya alat elektronik yang rusak, melainkan seisi rumah bisa terbakar. Meskipun kamar mandi banyak air, tetapi itu tidak bisa menangkal jika api sudah terlalu besar.

    Selain TV, speaker Bluetooth, sikat gigi elektrik, pencukur elektrik, atau barang khusus untuk membersihkan diri yang digunakan menggunakan baterai atau listrik sebaiknya diletakkan di luar setelah digunakan.

    4. Parfum dan Cat Kuku

    Siapa yang senang berias di dalam kamar mandi? Setelah berias terutama memakai cat kuku dan parfum sebaiknya ikut di bawa keluar. Panas dan kelembapan membuat cat kuku dan parfum cepat kedaluwarsanya.

    Wangi dari parfum akan berkurang dan cairan di cat kuku tidak akan sekental saat pertama kali dibeli. Sebagai gantinya, simpan cat kuku dan parfum di lemari, rak lemari, atau meja rias.

    5. Handuk dan Tisu

    Handuk atau pakaian lainnya sebaiknya tidak disimpan di dalam kamar mandi karena mudah berjamur. Handuk yang basah sebaiknya dijemur di ruang terbuka agar tidak lembap. Lalu tisu toilet sebaiknya letakkan satu saja di kamar mandi. Hal ini untuk menghindari terkontaminasi dengan bakteri.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Kenapa Berkebun di Rumah Itu Baik


    Jakarta

    Memiliki kebun sendiri di rumah seharusnya bukan hanya sebagai “tambahan” saja ya teman-teman. Dengan membangun kebun mini di rumah sendiri, kamu jadi bisa membantu memerangi masalah perubahan iklim di Indonesia.

    Di samping itu, memiliki kebun di rumah juga bisa menambah nilai estetik dari rumah tersebut. Rumah jadi terlihat lebih sejuk dan asri.

    Tidak hanya sebatas itu saja, masih ada beberapa alasan lain mengapa berkebun itu memiliki banyak manfaat.


    Dikutip dari lovethegarden.com, masih ada beberapa alasan mengapa berkebun itu baik untuk kita.

    Kenapa Harus Berkebun di Rumah?

    1. Kesehatan Tubuh

    Aktivitas berkebun di luar ruangan seperti menggali, menanam, menyiram, bisa dijadikan sebagai olahraga rutin. Selain mendapatkan aktivitas berolahraga, dengan berkebun kita juga akan mendapatkan hasil panennya, sehingga membuat aktivitas berkebun menjadi salah satu aktivitas yang sangat produktif dan “win-win”.

    Kegiatan berkebun juga bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bagi para orang tua yang sudah tidak bisa membungkuk atau orang yang kakinya lumpuh, kamu bisa membuat kebun yang ditinggikan (raised beds) atau kamu juga bisa membeli alat berkebun yang panjang, sehingga memudahkan para orang tua dan orang yang mempunyai disabilitas.

    2. Menyehatkan Pikiran

    Aktivitas berkebun terbukti bisa melepas stress. Aktivitas berkebun ini bisa membuat pikiran tenang dan rileks, karena efek dari lingkungan asrinya. Tanaman dapat memberi kita alasan untuk melakukan sesuatu. Ketika kita melihat tanaman kita tumbuh subur, kita akan mendapatkan rasa kepuasan.

    Menyibukkan diri dengan berkebun juga membuat pikiran kita jernih dan terbebas dari stress. Selain itu, ketika sudah waktunya panen, kamu juga bisa berbagi kebahagiaan dengan mengundang saudara dan anak untuk memetik buah bersama.

    3. Baik untuk Kesehatan Dompet

    Tentunya aktivitas berkebun juga bisa membantu mengurangi pengeluaran atau bahkan menambah pemasukan.

    Dengan adanya kebun, kamu juga bisa mendapatkan buah dan sayur hasil panen tersebut, sehingga kamu bisa mengurangi beban belanjaan untuk masak di rumah. Selain itu, kamu juga bisa mencoba untuk menjual sebagian hasilnya ke pasar lokal atau ke tetangga

    4. Baik untuk Satwa Liar

    Bukan hanya manusia saja yang mendapatkan manfaat dari kebun ini, hewan seperti burung, kupu-kupu, lebah,dll juga bisa mendapatkan manfaatnya.

    Tumbuhan dapat berperan sebagai sumber makanan dan tempat berlindung bagi satwa liar. Dengan adanya sumber air, makanan, tanaman, dan tempat berlindung, taman kamu bisa menjadi surga bagi satwa liar.

    Nah, itu dia beberapa manfaat dari berkebun di rumah kamu. Setelah mengetahui manfaatnya ini, apa kamu tertarik untuk membuat kebun di rumahmu?

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasang TV di Luar Ruangan


    Jakarta

    Membuat tempat bersantai di luar ruangan belakangan ini menjadi tren, terutama bagi rumah bertema modern. Biasanya ruangan bersantai ini berupa hasil perpaduan antara kehidupan dalam ruangan dan luar ruangan.

    Bentuknya bisa berupa teras rumah yang dijadikan sebagai ruang bersantai, ruangan tanpa dinding, atau ruangan dengan dinding kaca yang mengarah keluar rumah.

    Biasanya, ruangan bersantai ini akan terasa lebih lengkap bila dipasangi TV. Selain dari sisi estetikanya, memasang TV pada ruang bersantai juga ditujukan untuk menambah nilai kegunaan ruangan tersebut yang memang dari awal dibangun untuk tempat bersantai dan berkumpul dengan keluarga atau teman.


    Namun, pemasangan TV di luar ruangan atau ruangan terbuka tentunya berbeda dengan TV yang dipasang di dalam ruangan, dimana sumber cahaya pada ruangan terbuka lebih intens dibandingkan dengan di dalam ruangan tertutup.

    Lalu, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat memasang TV di ruangan terbuka?

    Hal Perlu Kamu Perhatikan Ketika Ingin Memasang TV di Ruangan Terbuka

    Dikutip dari lifehacker.com, ada 5 hal yang perlu kamu perhatikan ketika ingin memasang TV pada ruangan terbuka atau di luar ruangan.

    1. Pilih TV yang Tepat

    Hal yang paling utama tentunya adalah memilih TV yang cocok untuk lingkungan luar ruangan. Kamu harus teliti untuk mencari TV yang kuat terhadap paparan sinar matahari (tergantung seberapa sering atau seberapa kuat cahaya yang masuk mengenai lokasi TV tersebut akan dipasang).

    Selain itu, kamu juga harus menentukan tingkat kecerahan TV tersebut. Tergantung pemakaiannya apakah akan lebih sering dipakai pada siang atau malam hari.

    Bila dirasa akan lebih sering digunakan pada malam hari saja, TV dengan tingkat kecerahan layar standar juga sudah cukup, atau kamu juga bisa mencoba untuk memakai proyektor saja supaya bisa mendapatkan layar yang lebih lebar dengan harga yang minim.

    Sebaliknya, bila TV tersebut akan sering digunakan pada siang hari, kamu harus mencari TV dengan tingkat kecerahan yang tinggi supaya bisa nyaman ditonton pada siang hari.

    2. Pilih Bahan yang Cocok

    Tentunya bila kamu ingin memasang TV di ruangan terbuka atau di luar ruangan, kamu perlu TV dengan spesifikasi bahan yang mumpuni. Sebab, TV ini akan dipasang di ruangan yang terbuka, tentunya akan lebih sering terpapar elemen udara, panas, hingga air. Maka dari itu, kamu harus menentukan bahan yang kuat untuk menahan, elemen-elemen tersebut.

    3. Pasang Cover

    Walaupun tipe TV yang kamu beli diiklankan cocok untuk ruangan terbuka atau luar ruangan, kamu juga harus tetap memberikan perhatian ekstra. Memasang cover atau penutup pada TV ditujukan untuk menahan cipratan air, dan debu ketika sedang tidak digunakan, sehingga dengan adanya cover, umur dari TV tersebut juga akan semakin awet.

    4. Perhatikan Kabel

    Bila kamu memasang TV di ruangan terbuka atau di luar ruangan, kamu perlu untuk memastikan supaya kabel dari TV tersebut aman dari ancaman korsleting. Selain itu kamu juga bisa memasang pelindung kabel supaya tidak digigit tikus.

    5. Tempat Pemasangan

    Selain mencari tempat yang mudah untuk menjangkau sumber listrik, kamu juga bisa mencoba untuk memperhatikan kenyamanan dari posisi TV tersebut. Dengan pemasangan yang tepat, nilai kenyamanan dan estetik dari ruangan tersebut tentunya akan meningkat juga.

    Itu dia segenap tips untuk kamu yang ingin memasang TV di ruang bersantai terbuka di rumahmu. Dengan ini, semoga kamu bisa membuat ruangan outdoor dengan TV yang nyaman!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Terlalu Pendek buat Kamu yang Terlalu Tinggi? Begini Solusinya


    Jakarta

    Memiliki tubuh yang tinggi adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Dengan tubuh yang tinggi kita bisa melakukan banyak aktivitas dengan lebih mudah. Tetapi, tentu saja memiliki tubuh yang terlalu tinggi juga bisa menimbulkan beberapa permasalahan baru, terutama bila kamu ingin memasuki ruangan yang pendek.

    Di Indonesia, masih banyak bangunan rumah yang memiliki jarak antara plafon dan lantai yang pendek, terutama rumah tradisional dan rumah-rumah tua di pedesaan.

    Biasanya alasan mereka membangun rumah pendek sangat bervariasi, dari mulai alasan tradisi turun-temurun, alasan budget, alasan rata-rata tinggi anggota keluarga, hingga alasan faktor lingkungan seperti banyaknya pohon yang rimbun di sekitar rumah.


    Nah, bagi kamu yang memiliki tubuh tinggi dan memiliki rumah pendek seperti ini, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya kamu masih tetap bisa hidup nyaman di rumah tersebut. Berikut ringkasannya.

    7 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Membuat Rumah Pendek yang Ramah untuk Orang Bertubuh Tinggi

    Dikutip dari lifehacker.com, ada beberapa opsi untuk sedikit merenovasi rumah yang pendek supaya bisa nyaman untuk orang yang memiliki tubuh terlalu tinggi.

    1. Adjustable Shower Head

    Bila kamu kesulitan saat mandi di ruangan yang pendek, kamu bisa coba untuk memasang kepala shower atau pancuran yang fleksibel atau mudah digerakkan. Selain bisa membuat kualitas mandimu jadi lebih nyaman, shower yang fleksibel juga bisa digunakan oleh orang yang pendek.

    2. Peninggi

    Selanjutnya, kamu juga harus menyiapkan alas untuk meninggikan tempat beraktivitas. Sebagai contoh, bila kamu ingin memotong sayuran pada meja dapur yang pendek, kamu bisa coba untuk menambahkan bantalan supaya alas tempat memotong tersebut sesuai dengan tinggi badan kamu.

    Alternatif lainnya adalah dengan membuat meja dapur lebih tinggi, dan siapkan alas tempat berpijak bagi orang yang pendek.

    3. Kneeling Chair

    Kneeling chair atau kursi penyangga lutut juga bisa kamu gunakan sebagai kursi bagi orang yang tinggi ketika duduk pada tempat yang sudah didesain untuk orang yang pendek. Daripada harus membungkuk atau duduk di lantai, lebih baik kamu menggunakan kursi ini supaya lebih nyaman.

    4. Kasur Besar

    Tentu bila kamu memiliki tubuh yang tinggi kamu juga memerlukan kasur yang lebih besar. Bila kamu mempunyai rumah yang didesain untuk orang yang pendek, kamu juga setidaknya harus menyiapkan kasur baru yang lebih besar. Ukuran kasur yang tepat bisa membuat kualitas tidurmu meningkat.

    5. Toilet yang Tinggi

    Bila rumah tersebut menggunakan kloset duduk yang didesain untuk orang pendek, kamu bisa coba menggantinya dengan yang lebih tinggi.

    Sama halnya dengan kursi, posisi duduk yang terlalu rendah pasti akan membuat orang yang tinggi kurang nyaman. Di sisi lain, orang yang pendek seharusnya tidak memiliki masalah yang besar ketika duduk di kursi yang sedikit tinggi.

    6. Adjustable Hanger

    Adjustable hanger atau gantungan baju yang bisa dibentuk juga adalah salah satu barang yang perlu kamu punyai jika kamu hidup di rumah yang pendek. Ukuran baju orang yang tinggi tentunya memiliki diameter dan panjang yang lebih besar, pastinya kamu tidak mau baju kamu mudah terjatuh saat digantung bukan?

    7. Perhatikan Dekorasi Langit-Langit Rumah

    Bila rumahmu terlalu pendek, pastikan agar lampu pada plafon rumah kamu tidak terlalu besar, atau kamu bisa membuat lampu tersebut dibuat menjorok ke dalam. Selain itu, kamu juga harus menghindari pemasangan perabot pada plafon rumah kamu seperti kipas baling-baling, supaya kamu tidak perlu khawatir terbentur saat beraktivitas di rumah tersebut.

    Demikian tips yang perlu diperhatikan untuk merenovasi rumah pendek supaya nyaman bagi orang bertubuh tinggi. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Utama Lebih Baik di Lantai Satu atau Dua? Ini Kekurangan dan Kelebihannya


    Jakarta

    Lokasi dari kamar utama di dalam sebuah rumah merupakan hal yang cukup penting. Kamar, apalagi kamar utama adalah tempat dimana pemilik rumah menghabiskan sebagain besar waktunya saat di rumah. Oleh karena itu, lokasi kamar ini patut dipertimbangkan.

    Penempatan dan lokasi kamar utama juga bisa menjadi faktor penentu seseorang dalam membeli rumah, terutama pada rumah dengan dua lantai atau lebih. Sebagian orang lebih menyukai kamar utama di lantai bawah, sebagian lagi menyukai kamar di lantai atas.

    Lantas mana yang lebih baik? Kamar di lantai satu atau dua?


    Sebenarnya semuanya tergantung pada preferensi, tapi lebih baik jika kamu tahu kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Melansir dari newhomescc.com, berikut adalah kelebihan dan kekurangannya.

    Kamar Utama di Lantai Satu (Bawah)

    Kelebihan

    1. Kemudahan Akses

    Kamar tidur utama di lantai pertama memberikan akses yang mudah bagi penghuni, terutama orang tua atau manula yang. Jika kamu berencana untuk menempati rumah tersebut dalam jangka waktu lama, lebih baik untuk menempatkan kamar utama di lantai bawah. Semakin bertambah umur, kita sencerung akan mudah lelah jika harus menaiki tangga, jadi kamar di lantai pertama akan lebih baik.

    2. Potensi Meningkatkan Nilai Properti

    Menempatkan kamar tidur utama di lantai pertama bisa berpotensi meningkatkan nilai jual rumah. Hal ini dikarenakan kamar di lanta bawah menarik bagi banyak pembeli, terutama mereka yang mementingkan kenyamanan di rumahnya.

    4. Bisa Menghemat Energi

    Menempatkan kamar utama di lantai pertama bisa mengurangi kebutuhan akan pendingin udara terutama bagi kamu yang tinggal sendiri atau pasangan yang belum mempunyai anak. Hal ini karena hanya satu lantai yang ditempati, sehingga bisa mengurangi tagihan listrik secara keseluruhan.

    Kekurangan

    1. Lebih Berisik

    Kamar tidur utama di lantai pertama rentan terhadap kebisingan, terutama jika terlalu dekat dengan ruang bersama seperti ruang keluarga atau dapur, atau jika menghadap ke jalan raya.

    2. Masalah Lahan Rumah

    Penempatan kamar tidur utama di lantai pertama bisa jadi tidak praktis tergantung pada denah lantai dan ukuran lahan rumah. Jika lahan rumahnya sempit, lokasi kamar utama di lantai satu bisa membuat area halaman luar atau carport lebih sempit.

    Kamar Utama di Lantai Dua (Atas)

    Kelebihan

    1. Kenyamanan dan Privasi

    Bagi kamu yang tidak suka kebisingan, kamu bisa memilih kamar utama di lantau dua aau lantai atas. Menempatkan kamar tidur utama di lantai dua bisa memberikan privasi yang lebih baik karena jauh dari kebisingan ruang tamu atau dapur di lantai pertama. Kamu bisa juga menempatkannya di ujung untuk suasana yang lebih hening dan nyaman.

    2. Pemandangan yang Bagus

    Kamar tidur utama di lantai dua biasanya menawarkan pemandangan yang lebih bagus, terutama jika rumah kamu memiliki pemandangan yang menarik. Seperti taman, atau pemandangan alam yang bagus.

    3. Fleksibilitas Ruang

    Penempatan kamar utama di lantai dua cocok untuk keluarga yang membutuhkan ruang tambahan di lahan yang terbatas, terutama jika tidak ada cukup ruang di lantai pertama.

    Kekurangan

    1. Masalah Mobilitas

    Jika kamar utama berada di lantai dua, masalah akses menjadi perhatian, terutama seiring bertambahnya usia. Masalah mobilitas seperti kaki patah atau masalah usia yang rentan lelah bisa menyulitkan akses ke lantai dua, terutama jika harus menaiki tangga.

    3. Biaya dan Modifikasi

    Menambahkan kamar tidur utama di lantai dua memerlukan modifikasi pada rencana desain rumah dan penguatan struktural untuk lantai pertama. Hal ini bisa membuat biaya yang dikeluarkan lebih mahal. Gangguan selama proses konstruksi juga perlu dipertimbangkan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com