Tag: token kripto

  • Mengenal Kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER)

    Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) menjadi dua aset kripto yang fokus pada project membangun layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Menariknya, Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) sudah melakukan listing di Tokocrypto sejak tanggal 15 Juli 2022.

    Project Firo merupakan bagian salah satu koin privasi paling awal yang dibuat oleh platform Poramin Insom dan timnya. Firo diluncurkan pada September 2016, dengan nama Zcoin dan token ticker XZC. Sementara, LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage.

    Penasaran dengan keunggulan aset kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER), bisa simak artikel di bawah ini.

    Firo (FIRO)

    Apa Itu Firo (FIRO)?

    Firo (FIRO) sebelumnya dikenal sebagai Zcoin, adalah aset kripto yang berfokus untuk menjadi uang digital privat. Pendiri Firo (saat itu Zcoin) adalah Poramin Insom. Dia memperoleh gelar master dalam Information Security dari Johns Hopkins University di mana dia menulis makalah tentang implementasi praktis yang diusulkan dari protokol Zerocoin.

    Chief Operating Officer (COO) Zcoin, Reuben Yap, bergabung dengan proyek ini tidak lama setelah diluncurkan pada tahun 2016 dan sekarang memimpin proyek dalam tujuan strategi, pengembangan, dan penelitian secara keseluruhan.

    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

    Baca juga: Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

    Firo berganti nama dari Zcoin pada Oktober 2020. Firo menciptakan protokol privasi, Lelantus yang memungkinkan pengguna untuk membakar koin mereka dan menebusnya nanti dengan yang baru yang tidak memiliki riwayat transaksi.

    Sebelum Lelantus, itu juga merupakan aset kripto pertama yang mengkode dan meluncurkan implementasi praktis dari protokol Zerocoin yang menjadi salah satu protokol privasi paling umum digunakan, sebelum digantikan oleh Sigma dan kemudian Lelantus setelah kelemahan kriptografi ditemukan di Protokol Zerocoin pada tahun 2019.

    Apa yang Membuat Firo (FIRO) Unik?

    Protokol privasi Firo, Lelantus dan pendahulunya, Sigma, bergantung sebagai bagian dari konstruksi jaringan yang tidak memerlukan pengaturan tepercaya atau asumsi matematika/kriptografi eksotis sementara mempertahankan set anonimitas tinggi.

    Firo juga merupakan proyek pertama yang menerapkan Dandelion++ pada Oktober 2018. Ini metode penyebaran transaksi yang mencegah pihak ketiga menautkan alamat IP ke transaksi.

    Pada November 2018, blockchain Firo (saat itu Zcoin) digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Partai Demokrat Thailand untuk memilih pemimpin partainya. Dengan lebih dari 127.000 suara yang diberikan secara nasional, ini adalah pemilihan politik berskala besar pertama di dunia yang diadakan di blockchain.

    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

    Baca juga: Kenal Kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

    Firo menggunakan model konsensus hibrida PoW-Chainlock di mana kuorum dibentuk oleh beberapa ratus masternode yang dipilih secara deterministik (LLMQ) yang melakukan pengukuran/pemungutan suara di seluruh jaringan yang dapat diverifikasi dari aturan “terlihat pertama” dan mengunci di blok yang dilihat pertama.

    Firo (FIRO) memiliki pasokan beredar 12.211.042 koin dan pasokan maksimum 21.400.000 FIRO pada Agustus 2021. Ini mengikuti jadwal distribusi yang sama seperti Bitcoin.

    Peringkat FIRO di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #475, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 32.564.579. Ini memiliki pasokan yang beredar 11.282.048 koin FIRO dan maksimal pasokan 21.400.000 koin FIRO.

    LeverFi (LEVER)

    Apa Itu LeverFi (LEVER)?

    LeverFi adalah jaringan pembayaran keuangan terdesentralisasi yang membangun kembali konsep pembayaran tradisional di blockchain. Ini menggunakan sekeranjang stablecoin yang dipatok fiat, yang distabilkan secara algoritmik oleh LEVER sebagai aset cadangannya.

    Token LEVER dibuat untuk memfasilitasi pembayaran yang dapat diprogram dan pengembangan infrastruktur keuangan terbuka. Pada Desember 2020, jaringan tersebut telah melakukan transaksi sekitar US$ 299 miliar untuk lebih dari 2 juta pengguna.

    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

    Baca juga: Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

    Apa yang Membuat LeverFi (LEVER) Unik?

    LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage. Sebelumnya LeverFi bernama Ramp. Investor bisa menyetorkan jaminan untuk berdagang dengan leverage hingga 10x. Pedagang dapat menyetorkan agunan ke protokol farming dan berdagang dengan leverage dan mendapatkan hasil pada saat yang sama.

    LEVER adalah token asli dari proyek. Kasus penggunaan saat ini untuk LEVER meliputi:

    • Tata Kelola: pemegang dapat mengunci LEVER untuk jangka waktu antara 6-48 bulan untuk mendapatkan xLEVER, yang dapat digunakan dalam pemungutan suara tata kelola. Semakin lama periode penguncian, semakin banyak xLEVER yang dihasilkan.
    • Staking: Pengguna dapat mempertaruhkan token xLEVER untuk mendapatkan bagian dari hadiah protokol.
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

    Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

    Proyek ini terdiri dari komponen utama berikut yang bekerja bersama:

    • Manajer Jaminan: Manajer Jaminan mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil agunan.
    • Manajer Pemberi Pinjaman: Manajer Pemberi Pinjaman mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil aset pinjaman.
    • Manajer Perdagangan: Manajer Perdagangan mengatur pelaksanaan, penyelesaian, perutean perdagangan.
    • Manajer Risiko: Manajer Risiko menghitung kesehatan akun, rasio Loan-To-Value, dan parameter terkait risiko lainnya untuk mengontrol total risiko LeverFi.

    Pada 23 Juni 2022, persediaan token LEVER maksimum dan total adalah 35.000.000.000. Pasokan yang beredar saat ini adalah 16.800.000.000 (48% dari total suplai token).

    Peringkat LEVER di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #2773, dengan kapitalisasi pasar langsung tidak tersedia. Ini memiliki pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 35.000.000.000 koin LEVER.

    Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER).

    Trading FIRO/USDT, FIRO/BTC, FIRO/BUSD, LEVER/USDT dan LEVER/BUSD dapat dilakukan mulai tanggal 15 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran ACM dan TRU di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Standar Token ERC 20 hingga Cara Kerja dan Kegunaannya

    Dalam mempelajari aset digital kripto, terutama Ethereum, Anda mungkin pernah berjumpa dengan istilah “ERC 20”. Bahkan, istilah tersebut sering dikaitkan dengan beberapa aset kripto besar dan dompet kripto populer seperti Tether (USDT), Polygon (MATIC), Shiba Inu (SHIB), dan dompet Metamask. Ingin paham lebih dalam mengenai standar ERC 20? Mulai dari kaitannya dengan jaringan Ethereum, cara kerja, hingga kegunaannya. Yuk, simak selengkapnya!

    Apa itu Jaringan Ethereum?

    illustrasi jaringan eth

    Anda tentu sudah familiar dengan Ethereum (ETH), salah satu aset digital kripto populer dengan kapitalisasi pasar tinggi, menduduki peringkat kedua setelah Bitcoin. Ternyata, aset kripto ini merupakan solusi pembayaran yang dibuat untuk jaringan Ethereum. Jaringan ini dicetuskan Vitalik Buterin dan menerapkan sistem terdesentralisasi, blockchain dengan sistem open-source, dan dilengkapi dengan fungsi smart contract.

    Jaringan Ethereum sendiri dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi, termasuk token. Menariknya lagi, pembuatan aplikasi melalui jaringan Ethereum tidak memerlukan layanan perantara untuk beroperasi seperti kebanyakan aplikasi konvensional.

    Implementasi pembuatan aplikasi untuk token dalam jaringan Ethereum pertama kali diusulkan oleh Fabian Vogelsteller pada November 2015. Vogelsteller memanfaatkan fungsi smart contract untuk menyusun suatu standar pembuatan aplikasi token yang disebut dengan ERC-20 atau Ethereum Request for Comments 20.

    Jadi, ERC-20 adalah standar untuk merancang suatu tipe token yang spesifik. Standar tersebut merupakan seperangkat pedoman dasar yang harus diikuti setiap token baru, setelah ETH, yang dibuat dalam jaringan Ethereum. 

    Baca juga: Apa Itu Ethereum? Berikut Panduan Lengkapnya!

    Mengenal Standar Token ERC 20

    Bisa dibilang, ERC-20 adalah “patokan” untuk membuat token baru dalam jaringan Ethereum. Tiap aplikasi token yang dibuat dengan smart contract Ethereum pasti menerapkan standar ERC-20. Token yang dibuat dengan standar ERC-20 hanya bisa dijalankan pada platform berbasis Ethereum. Itu berarti, token tidak akan berlaku pada jaringan selain Ethereum. Misalnya, token USDT tidak akan berlaku di jaringan Polkadot atau Hyperledger Fabric. 

    Perlu diingat juga, standar token ini juga hanya berlaku untuk fungible token, bukan non-fungible token. Selain itu, Anda bisa menukarkan satu token ERC 20 dengan token ERC 20 lain karena nilainya sepadan.

    Beberapa contoh token besar yang berstandar ERC 20 dan tersedia untuk diperjualbelikan antara lain adalah Tether (USDT), Binance Coin (BNB), dan Wrapped Bitcoin (wBTC).

    Baca juga: Yuk, Kenali Perbedaan Wrapped Bitcoin dengan Bitcoin!

    Aturan Dasar ERC 20

    Dalam membuat proyek kripto atau token dengan standar ERC 20, ada aturan dasar yang harus dipenuhi, yaitu token harus mampu menjalankan fungsi-fungsi berikut ini:

    1. TotalSupply: memberikan informasi mengenai jumlah total pasokan token.
    2. BalanceOf: menyediakan informasi saldo rekening pemilik.
    3. Transfer: mampu mengirim sejumlah token ke alamat tertentu.
    4. TransferFrom: mampu menerima sejumlah token dari alamat tertentu.
    5. Approve: memberi izin kepada pembeli untuk menarik sejumlah token dari akun tertentu.
    6. Allowance: mengembalikan sejumlah token dari pihak pembeli kepada pemilik asli.

    Fungsi-fungsi di atas akan memicu aplikasi token untuk menjalankan dua tindakan, yakni proses transfer token (berlangsung tiap token berpindah kepemilikan) dan proses validasi (berlangsung tiap persetujuan dibutuhkan).

    Kegunaan ERC 20

    kegunaan token erc 20

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegunaan ERC 20 adalah sebagai patokan dalam membuat sebuah token aset kripto. Hal tersebut memang benar adanya. Anda bisa menjadikan token yang dibuat dengan standar ini sebagai aset kripto. Meski begitu, kegunaan standar token ERC 20 ternyata tidak hanya itu. Berikut adalah beberapa kegunaannya, yaitu:

    Ada kalanya, para pengembang aplikasi yang menggunakan jaringan Ethereum melakukan crowdfunding (penggalangan dana) untuk melanjutkan proyek mereka. Dengan adanya ERC-20, mereka dapat membuat token sebagai ganti dana investasi yang disuntikkan investor.

    Selanjutnya, standar token ERC 20 juga bisa digunakan untuk mengambil keputusan terkait suatu proyek yang dikembangkan dalam jaringan Ethereum. Makin banyak jumlah pengguna token, maka semakin besar pengaruh dalam setiap pengambilan keputusan.

    Standar token ERC 20 bersifat fungible. Itu berarti, dalam jumlah tertentu, token dapat mewakili kepemilikan aset fisik seperti emas.

    Seperti yang telah dijelaskan pada poin mengenai aturan dasar ERC 20, tiap token harus bisa menjalankan fungsi transaksi. Tiap transaksi biasanya memiliki biaya tambahan yang dikenal dengan istilah ‘gas fee’. Ketika jaringan sedang macet, gas fee akan mendorong agar transaksi lebih cepat. Gas fee sendiri nominalnya dipotong dari nilai token pengguna.

    Dari sini, bisa disimpulkan bahwa ERC 20 merupakan standar token yang digunakan sebagai pedoman untuk membuat token dalam jaringan Ethereum. Saat ini, sudah banyak proyek kripto yang menggunakan standar ini berhasil menjadi besar di pasar. Anda tertarik untuk membelinya? Yuk, selesaikan KYC dan beli token berstandar ERC 20 di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk gabung dengan Komunitas Tokocrypto, ya!

    Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

    Hype aset kripto lokal semakin tinggi di awal tahun 2022. Momentum ini dimanfaatkan oleh developer lokal untuk berlomba-lomba merilis project mereka yang rata-rata mendukung ekosistem Metaverse, NFT marketplace, dan P2P gaming atau game play-to-earn.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, kembali mengingatkan masyarakat untuk tepat memilih aset kripto lokal sebagai salah satu instrumen investasi. Pemilihan kripto lokal bisa dilihat dari whitepaper, di mana ada berbagai dokumen yang menjelaskan profil dan kinerja tim, tata kelola model bisnis, teknologi dan skalabilitas sistem blockchain yang digunakan, dan bagaimana dana yang terkumpul dari investor akan digunakan.

    Whitepaper harus menyertakan tidak hanya deskripsi teknis secara detil project, tetapi juga rencana pengembangan. Idealnya, sebuah rencana kerja secara mendalam untuk 1-2 tahun ke depan, dan juga menyertakan paling tidak versi beta-launch. Jika beberapa proses yang dituliskan dalam roadmap sudah terselesaikan, pastikan untuk menjelaskannya dalam whitepaper, hal ini akan menjadi bahan pertimbangan positif oleh para investor,” kata Manda.

    Apa itu altcoin seasons

    Ilustrasi aset kripto.

    Aset Kripto Bisa Dibuat 15 Menit Ikuti Video YouTube

    Dalam pembangunan ekosistem, developer akan menawarkan aset kripto utilitas sebagai sarana pengembangannya, maka dari itu ada istilah IDO (Initial DEX Offering) dan ICO (Initial Coin Offering) sebagai metode crowdfunding modal atau dana untuk peluncuran dan pengembangan proyek. Kedua metode tersebut sering dikaitkan dengan konsep IPO (Initial Public Offering) pada perusahaan yang melantai di bursa saham.

    “Banyak pengembang aset kripto yang memanfaatkan ketidak tahuan masyarakat. Mereka aji mumpung dengan hype kripto saat ini untuk menawarkan project prematur dengan menjual token utilitas demi mendapatkan uang dari investor retail yang polos. Padahal, bisa saja token tersebut hanyalah bukti kepemilikan janji project yang sama sekali belum berwujud,” ungkap Manda.

    Untuk membuat token kripto tergolong mudah, menurut Manda tidak ada yang istimewa dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, perlu ditekankan, untuk merilis koin/token yang bonafide dan memiliki standar global itu tidak mudah. Ada proses due diligence yang harus dipenuhi.

    Ilustrasi bikin aset kripto.

    Ilustrasi bikin aset kripto.

    “Ada video tutorial di YouTube yang bisa membuat token kripto dalam waktu 15 menit. So, saya rasa orang yang baru memulai dan punya sedikit pengetahuan tentang kripto bisa membuatnya,’ ujar Manda

    Selain dokumen whitepaper. ada proses audit smart contract dari token kripto yang dibuat oleh pihak ketiga. Salah satu lembaga audit independen yang sudah popular, yaitu Certik Blockchian. Lembaga tersebut biasanya melakukan audit terhadap kripto yang baru diluncurkan untuk menentukan apakah project tersebut berkualitas atau tidak.



    Sumber : news.tokocrypto.com