Tag: token

  • Mengenal Serum (Part 2): Serum Token

    Serum (SRM) adalah token yang didukung oleh tata kelola Serum berdasarkan blockchain Solana, namun sebagai alternatif juga memiliki versi Ethereum atau ERC-20. 

    Sekitar 10 Miliar SRM dicetak sebagai pasokan maksimum pada awal, dimana sekitar 175 juta token akan beredar pada awalnya dan akan menjadi 180 juta token saat IEO. Jumlah ini kemudian ditetapkan untuk tumbuh sekitar 15% setiap tahun. Ini memberi kekuasaan tata kelola atas ekosistem Serum kepada pemegang token. 

    Baca Juga: Mengenal Serum (Part 1): Apa Itu Project Serum?

    SRM dapat di stake dan juga dapat digunakan untuk membayar biaya. Selain itu, 90% dari semua token SRM dirancang untuk penahanan atau penguncian jangka panjang.

    1 Juta SRM akan membentuk 1 MSRM, yang merupakan jumlah yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam mengoperasikan staking node yang membantu desentralisasi jaringan dan menawarkan dukungan dalam validasi penyelesaian transaksi. 

    Harga token asli SRM naik dari $0,11 menjadi $5, meningkat hampir 2000% dalam 24 jam. Menurut Coingecko, volume perdagangan SRM mencapai $178.134.183 dalam 24 jam terakhir. 

    Baca Juga: Inisiatif Decentralized Finance, Tokocrypto Rilis Token SERUM



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Serum (Part 1): Apa itu Project Serum?

    Serum diklaim sebagai bentuk “murni” dari Decentralized Finance (DeFi) yang dibangun diatas Blockchain Solana dan akan berjalan diatas batas pusat orderbook. Hal ini membuat proyek Serum sangat terukur, murah dan cepat. 

    Meskipun Serum dibangun diatas Solana, Serum dirancang untuk dapat dioperasikan sepenuhnya dengan Ethereum dan Bitcoin. Hal ini merupakan keunggulan Serum melihat banyaknya para trader yang ingin memperdagangkan aset kripto lain selain token ERC-20 yang saat ini ditawarkan oleh sebagian besar platform DeFi. Serum sepenuhnya terdesentralisasi hingga ke protokol benihnya. Ini berjalan pada pertukaran non-custodial dengan dukungan perdagangan lintas rantai atau cross-chain

    Terdapat 7 (tujuh) fitur utama Serum:

    Serum Token (SRM)

    Token tata kelola ekosistem Serum, akan diintegrasikan sepenuhnya ke dalam Serum dan mendapat manfaat dari biaya pembelian atau penjualan. 

    Cross-chain Swaps

    Sebuah protokol yang memungkinkan pengguna untuk bertukar aset tanpa hambatan antar-rantai. 

    Orderbook

    Buku pesanan yang terdesentralisasi, memberikan kendali penuh pada para trader atas pesanan yang mereka lakukan. 

    Integrasi Penuh Ethereum dan Solana

    Integrasi ini membuat Serum lebih cepat dan lebih efisien. Serum juga dapat dioperasikan dengan ekosistem Ethereum dan token ERC20

    Cross-chain Contract yang Diselesaikan Secara Fisik

    Kontrak ini memungkinkan posisi margin yang mudah di DeFi pada aset sintetis. 

    SerumBTC

    Model untuk membuat ERC20 atau tokenisasi Solana dari BTC

    SerumUSD

    Model untuk membuat stablecoin terdesentralisasi

    Baca Juga: Inisiatif Decentralized Finance, Tokocrypto Rilis Token Serum (SRM)

    Baru-baru ini, Serum meluncurkan decentralized exchange (DEX) diatas Solana, yang menawarkan lebih dari 50 ribu transaksi per detik dan decentralized automated full limit orderbook.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hanya dengan Duduk Manis Bisa Dapat TKO Gratis

    Saat ini, kondisi market kripto sedang mengalami koreksi. Harga bitcoin sendiri sebagai mother of crypto mengalami penurunan hingga -9,50%. 

    Memang, aset kripto memiliki volatilitas dan fluktuasi yang cukup tinggi. Tergolong sebagai sarana investasi baru, market aset kripto pun belum sepenuhnya terbentuk sehingga memiliki sentimen terhadap isu-isu yang dikaitkan dengan aset itu sendiri. 

    Baca Juga: Bitcoin dan Sejumlah Altcoin Mulai Pullback, Akankah Segera Normal?

    Dalam masa koreksi ini tidak sedikit investor yang panik dan melakukan cut loss, namun momen ini banyak dimanfaatkan bagi sebagian besar investor untuk mengakumulasi kepemilikan aset kriptonya, atau dengan kata lain menjadikan kesempatan “diskon besar-besaran” ini untuk menambah jumlah investasinya di aset kripto. 

    kegiatan minim usaha dengan keuntungan maksimal adalah idolah setiap orang. Walaupun dalam kondisi pasar ini, para investor khususnya user Tokocrypto memiliki kesempatan untuk mendapatkan TKO gratis. 

    Total hadiah 72.000 TKO dibagi-bagikan oleh Tokocrypto dan bisa diperoleh dengan hanya menyelesaikan misi tertentu tiap harinya. 

    Baca selengkapnya disini dan dapatkan TKO gratis, tiap hari! 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Standar Token Kripto?

    Standar token merupakan seperangkat peraturan dan norma yang mengatur bagaimana token kripto beroperasi. Beberapa standar token yang terkenal termasuk ERC-20, BEP-20, ERC-721, dan ERC-1155.

    Pendahuluan

    Meskipun pasar mata uang kripto memiliki ribuan jenis, yang mengejutkan adalah bahwa banyak dari mereka mengikuti pedoman yang serupa. Pedoman ini, dikenal sebagai standar token, menggambarkan sejumlah fungsi dan karakteristik esensial dari token blockchain.

    Mengapa Standar Token Penting?

    Interoperabilitas

    Standar token memastikan bahwa semua produk yang menggunakan standar yang sama dapat beroperasi bersama dan saling berkomunikasi. Ketika sebuah proyek menerbitkan token yang mengikuti standar tertentu, token tersebut akan kompatibel dengan platform dan aplikasi yang sudah ada, seperti dompet kripto. Misalnya, token ERC-20 memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan produk dan layanan lain yang juga mengikuti standar ERC-20.

    Inilah mengapa Anda dapat dengan mudah memperdagangkan berbagai token ERC-20 satu sama lain. Tanpa standar token, proses perdagangan mata uang kripto akan jauh lebih rumit, dan Anda mungkin perlu menggunakan dompet yang berbeda untuk setiap jenis token yang Anda miliki.

    Komposabilitas

    Konsep komposabilitas sangat penting dalam dunia pemrograman, karena memungkinkan pengembang untuk memanfaatkan kembali komponen yang ada untuk membangun produk baru. Hal ini juga berlaku dalam pembuatan token kripto. Dengan mengikuti standar token, pengembangan fungsionalitas dasar menjadi lebih efisien, memungkinkan para pengembang memiliki lebih banyak waktu dan sumber daya untuk berinovasi dan bereksperimen.

    Efisiensi

    Standar token juga memfasilitasi interaksi antara smart contract. Setelah sebuah token dibuat dan mengikuti standar tertentu, smart contract dapat dengan mudah memantau token tersebut.

    Contohnya, standar token seperti ERC-20 dan BEP-20 dilengkapi dengan fungsi penting, termasuk kemampuan untuk mengambil alamat dan saldo token. Hal ini memungkinkan smart contract untuk memantau token dengan efisiensi lebih besar. Sebagai contoh, untuk memantau token ERC-20, pengembang dapat menggunakan antarmuka yang dikenal sebagai Contract Application Binary Interface (ABI) untuk melacak transfer token dan informasi lainnya dengan mudah.

    Pentingnya standar token dalam ekosistem kripto tidak boleh diabaikan. Standar ini memainkan peran kunci dalam memastikan interoperabilitas, komposabilitas, dan efisiensi yang lebih baik dalam ekosistem yang terus berkembang ini.

    Standar Token dalam Dunia Kripto dan DeFi

    BEP-20

    BEP-20 adalah standar token yang beroperasi di jaringan BNB Smart Chain (BSC). Dikembangkan sebagai pedoman teknis untuk BSC, standar ini memberikan kesempatan kepada pengembang untuk menciptakan berbagai jenis token, termasuk peggy coin, token utilitas, stablecoin, dan sebagainya. Standar BEP-20 juga memperkenalkan berbagai fitur seperti kemampuan untuk melabeli token, mencetak token baru, dan menghancurkan token yang tidak diperlukan.

    Beberapa fungsi kunci dari standar token BEP-20 termasuk:

    • TotalSupply: Menentukan jumlah total suplai dari suatu token BEP-20.
    • BalanceOf: Menunjukkan saldo dari suatu token.
    • Transfer: Mengizinkan pengguna untuk mentransfer kepemilikan token kepada pihak lain.
    • TransferFrom: Memungkinkan token untuk dipindahkan kepada pihak lain melalui smart contract.
    • Approve: Menetapkan batas jumlah token yang dapat ditarik oleh suatu smart contract.
    • Allowance: Menetapkan alamat eksternal yang memiliki izin untuk menggunakan token.

    ERC-20

    Pada tahun 2015, Fabian Vogelsteller mengusulkan standar token ERC-20, yang kemudian menjadi dasar utama bagi para pengembang dalam merancang berbagai jenis token, termasuk token virtual, token staking, dan mata uang virtual.

    ERC-20 adalah standar token yang digunakan untuk menciptakan aset yang mengikuti aturan umum dan dapat dipertukarkan satu sama lain (fungible). Dengan kata lain, jika Anda membuat 1.000 unit token ERC-20, setiap unitnya akan memiliki fungsi yang sama.

    Standar BEP-20 mirip dengan ERC-20, namun penting untuk diingat bahwa keduanya digunakan di jaringan blockchain yang berbeda. ERC-20 digunakan di blockchain Ethereum, sedangkan BEP-20 ada di Binance Smart Chain (BSC).

    ERC-721

    Tahukah Anda bahwa sebagian besar non-fungible token (NFT) di Ethereum mengikuti standar token yang sama, yaitu ERC-721? Baik itu NFT edisi terbatas maupun Proof of Attendance Protocol (POAP), kebanyakan NFT dibuat dengan pedoman yang serupa. Salah satu karakteristik unik dari token ERC-721 adalah bahwa setiap aset harus memiliki tokenId yang unik secara global.

    Fungsi ERC-721 mencakup kemampuan untuk mentransfer token, melihat saldo saat ini, melihat total suplai, dan fitur unik secara global, seperti yang telah disebutkan.

    ERC-1155

    Seiring perkembangan standar token, muncul satu pedoman yang mengakomodasi kebutuhan industri untuk memiliki berbagai jenis token. ERC-1155 adalah standar multitoken yang memungkinkan penciptaan berbagai jenis aset digital, termasuk token utilitas seperti BNB dan NFT.

    Salah satu fitur terkemuka dari ERC-1155 adalah kemampuannya untuk melakukan transaksi kelompok token, yang mencakup:

    • Transfer kelompok: Memungkinkan transfer beberapa aset secara bersamaan.
    • Saldo kelompok: Memberikan informasi tentang saldo beberapa aset dalam satu langkah.
    • Persetujuan kelompok: Memungkinkan izin untuk semua token yang dimiliki oleh satu alamat.
    • Dukungan untuk NFT: Token dapat diperlakukan sebagai NFT jika total suplainya hanya 1.

    Batasan Standar Token

    Token yang dibuat dengan standar yang sama memiliki fungsi dasar yang seragam dan dapat berinteraksi dengan mudah satu sama lain. Namun, token yang mengikuti standar yang berbeda mungkin tidak kompatibel atau tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Karena banyaknya aturan yang mengatur standar token dalam industri ini, tidak jarang terjadi ketidakcocokan antara token-ttoken tersebut.

    Oleh karena itu, konsep wrapped token muncul sebagai solusi untuk mengatasi masalah inkompatibilitas antara token. Wrapped token adalah representasi dari mata uang kripto yang diikatkan pada nilai mata uang kripto lainnya, memungkinkan aset untuk digunakan di berbagai platform.

    Kesimpulan

    Standar token dapat dianggap sebagai pedoman esensial dalam merancang dan meluncurkan token berbasis blockchain. Dalam dunia kripto yang terus berkembang, terdapat berbagai standar token yang berperan penting. Solusi inovatif seperti bridge blockchain dan konsep wrapped token telah membantu mengatasi masalah ketidakcocokan di antara berbagai jenis token, memungkinkan ekosistem kripto untuk tumbuh dengan lebih harmonis.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER)

    Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) menjadi dua aset kripto yang fokus pada project membangun layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Menariknya, Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) sudah melakukan listing di Tokocrypto sejak tanggal 15 Juli 2022.

    Project Firo merupakan bagian salah satu koin privasi paling awal yang dibuat oleh platform Poramin Insom dan timnya. Firo diluncurkan pada September 2016, dengan nama Zcoin dan token ticker XZC. Sementara, LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage.

    Penasaran dengan keunggulan aset kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER), bisa simak artikel di bawah ini.

    Firo (FIRO)

    Apa Itu Firo (FIRO)?

    Firo (FIRO) sebelumnya dikenal sebagai Zcoin, adalah aset kripto yang berfokus untuk menjadi uang digital privat. Pendiri Firo (saat itu Zcoin) adalah Poramin Insom. Dia memperoleh gelar master dalam Information Security dari Johns Hopkins University di mana dia menulis makalah tentang implementasi praktis yang diusulkan dari protokol Zerocoin.

    Chief Operating Officer (COO) Zcoin, Reuben Yap, bergabung dengan proyek ini tidak lama setelah diluncurkan pada tahun 2016 dan sekarang memimpin proyek dalam tujuan strategi, pengembangan, dan penelitian secara keseluruhan.

    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

    Baca juga: Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

    Firo berganti nama dari Zcoin pada Oktober 2020. Firo menciptakan protokol privasi, Lelantus yang memungkinkan pengguna untuk membakar koin mereka dan menebusnya nanti dengan yang baru yang tidak memiliki riwayat transaksi.

    Sebelum Lelantus, itu juga merupakan aset kripto pertama yang mengkode dan meluncurkan implementasi praktis dari protokol Zerocoin yang menjadi salah satu protokol privasi paling umum digunakan, sebelum digantikan oleh Sigma dan kemudian Lelantus setelah kelemahan kriptografi ditemukan di Protokol Zerocoin pada tahun 2019.

    Apa yang Membuat Firo (FIRO) Unik?

    Protokol privasi Firo, Lelantus dan pendahulunya, Sigma, bergantung sebagai bagian dari konstruksi jaringan yang tidak memerlukan pengaturan tepercaya atau asumsi matematika/kriptografi eksotis sementara mempertahankan set anonimitas tinggi.

    Firo juga merupakan proyek pertama yang menerapkan Dandelion++ pada Oktober 2018. Ini metode penyebaran transaksi yang mencegah pihak ketiga menautkan alamat IP ke transaksi.

    Pada November 2018, blockchain Firo (saat itu Zcoin) digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Partai Demokrat Thailand untuk memilih pemimpin partainya. Dengan lebih dari 127.000 suara yang diberikan secara nasional, ini adalah pemilihan politik berskala besar pertama di dunia yang diadakan di blockchain.

    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

    Baca juga: Kenal Kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

    Firo menggunakan model konsensus hibrida PoW-Chainlock di mana kuorum dibentuk oleh beberapa ratus masternode yang dipilih secara deterministik (LLMQ) yang melakukan pengukuran/pemungutan suara di seluruh jaringan yang dapat diverifikasi dari aturan “terlihat pertama” dan mengunci di blok yang dilihat pertama.

    Firo (FIRO) memiliki pasokan beredar 12.211.042 koin dan pasokan maksimum 21.400.000 FIRO pada Agustus 2021. Ini mengikuti jadwal distribusi yang sama seperti Bitcoin.

    Peringkat FIRO di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #475, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 32.564.579. Ini memiliki pasokan yang beredar 11.282.048 koin FIRO dan maksimal pasokan 21.400.000 koin FIRO.

    LeverFi (LEVER)

    Apa Itu LeverFi (LEVER)?

    LeverFi adalah jaringan pembayaran keuangan terdesentralisasi yang membangun kembali konsep pembayaran tradisional di blockchain. Ini menggunakan sekeranjang stablecoin yang dipatok fiat, yang distabilkan secara algoritmik oleh LEVER sebagai aset cadangannya.

    Token LEVER dibuat untuk memfasilitasi pembayaran yang dapat diprogram dan pengembangan infrastruktur keuangan terbuka. Pada Desember 2020, jaringan tersebut telah melakukan transaksi sekitar US$ 299 miliar untuk lebih dari 2 juta pengguna.

    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

    Baca juga: Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

    Apa yang Membuat LeverFi (LEVER) Unik?

    LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage. Sebelumnya LeverFi bernama Ramp. Investor bisa menyetorkan jaminan untuk berdagang dengan leverage hingga 10x. Pedagang dapat menyetorkan agunan ke protokol farming dan berdagang dengan leverage dan mendapatkan hasil pada saat yang sama.

    LEVER adalah token asli dari proyek. Kasus penggunaan saat ini untuk LEVER meliputi:

    • Tata Kelola: pemegang dapat mengunci LEVER untuk jangka waktu antara 6-48 bulan untuk mendapatkan xLEVER, yang dapat digunakan dalam pemungutan suara tata kelola. Semakin lama periode penguncian, semakin banyak xLEVER yang dihasilkan.
    • Staking: Pengguna dapat mempertaruhkan token xLEVER untuk mendapatkan bagian dari hadiah protokol.
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

    Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

    Proyek ini terdiri dari komponen utama berikut yang bekerja bersama:

    • Manajer Jaminan: Manajer Jaminan mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil agunan.
    • Manajer Pemberi Pinjaman: Manajer Pemberi Pinjaman mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil aset pinjaman.
    • Manajer Perdagangan: Manajer Perdagangan mengatur pelaksanaan, penyelesaian, perutean perdagangan.
    • Manajer Risiko: Manajer Risiko menghitung kesehatan akun, rasio Loan-To-Value, dan parameter terkait risiko lainnya untuk mengontrol total risiko LeverFi.

    Pada 23 Juni 2022, persediaan token LEVER maksimum dan total adalah 35.000.000.000. Pasokan yang beredar saat ini adalah 16.800.000.000 (48% dari total suplai token).

    Peringkat LEVER di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #2773, dengan kapitalisasi pasar langsung tidak tersedia. Ini memiliki pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 35.000.000.000 koin LEVER.

    Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER).

    Trading FIRO/USDT, FIRO/BTC, FIRO/BUSD, LEVER/USDT dan LEVER/BUSD dapat dilakukan mulai tanggal 15 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran ACM dan TRU di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kelas Kripto: Memahami Perbedaan Koin dan Token

    Aset kripto bukanlah istilah yang baru untuk saat ini. Namun, masih ada satu kesalahan umum yang sering terjadi di masyarakat, yaitu salah menyebutkan koin atau token kripto.

    Pada dasarnya, baik koin kripto dan token adalah sama. Tetapi keduanya adalah dua hal yang berbeda. Semua koin adalah token, tapi tidak semua token dianggap koin.

    Menariknya, banyak investor yang tidak tahu apakah mereka membeli token atau koin kripto. Perbedaan utama antara keduannya hanyalah berdasarkan kegunaan atau utilitasnya.

    Mari kita bahas beberapa perbedaan paling signifikan antara token dan koin, jadi kamu akan tahu persis apa yang dimaksud token dan koin kripto, agar tidak bingung lagi.

    Apa itu altcoin seasons
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Kementerian Malaysia Usulkan Kripto Jadi Alat Pembayaran yang Sah

    Apa itu Koin?

    Ketika Bitcoin pertama kali keluar, itu menetapkan standar untuk apa artinya menjadi koin. Ada kualitas yang jelas yang membedakan koin kripto dari token, yang mirip dengan mata uang fiat.

    Sebuah koin ditentukan oleh karakteristik berikut:

    Beroperasi pada blockchain sendiri

    Blockchain melacak semua transaksi yang melibatkan koin kripto asli. Saat kamu membayar seseorang dengan Ethereum, tanda terima masuk ke blockchain Ethereum.

    Jika orang yang sama membayar kamu kembali dengan Bitcoin, tanda terima masuk ke blockchain Bitcoin. Setiap transaksi dilindungi oleh enkripsi dan dapat diakses oleh setiap anggota jaringan.

    Bertindak sebagai “uang”

    Bitcoin diciptakan dengan tujuan tunggal untuk menggantikan uang tradisional. Daya tarik paradoks transparansi dan anonimitas mengilhami penciptaan koin lain, termasuk ETH, NEO, dan Litecoin.

    kamu dapat membeli barang dagangan dan layanan dari banyak perusahaan besar saat ini, seperti Amazon, Microsoft, dan Tesla, menggunakan koin kripto. Bitcoin bahkan menjadi mata uang resmi El Salvador bersama dolar AS.

    Dapat ditambang

    Kamu bisa mendapatkan koin kripto dengan dua cara. Salah satunya melalui penambangan tradisional pada sistem Proof of Work. Pemburu Bitcoin menggunakan metode ini untuk meningkatkan penghasilan mereka.

    Masalahnya adalah tidak banyak Bitcoin yang tersisa untuk ditambang, sehingga prosesnya menjadi lebih sulit setiap hari.

    Metode lainnya adalah Proof of Stake, yang merupakan pendekatan yang lebih modern untuk mendapatkan koin. Ini lebih ringan pada konsumsi energi dan lebih mudah dilakukan. Cardano adalah salah satu koin terbesar yang mengadopsi sistem ini.

    investasi kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Vitalik Buterin Jadi Sampul Majalah Time, Netizen: Terlalu Jelek Buat Orang Kaya

    Apa itu Token?

    Tidak seperti koin, token tidak memiliki blockchain. Sebagai gantinya, mereka beroperasi di blockchain koin kripto lainnya, seperti Ethereum. Beberapa token yang paling popular di Ethereum termasuk BAT, BNT, Tether, dan berbagai stablecoin seperti USDC.

    Tergantung smart contract

    Jika transaksi koin kripto ditangani oleh blockchain, maka token bergantung pada smart contract. Ini adalah serangkaian kode yang memfasilitasi perdagangan atau pembayaran antar pengguna.

    Setiap blockchain menggunakan smart contract-nya. Misalnya, Ethereum menggunakan ERC-20 dan NEO menggunakan Nep-5. Token bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

    Contoh yang bagus dari hal tersebut adalah perdagangan NFT (non-fungible token). NFT adalah barang yang unik, jadi perubahan kepemilikan harus ditangani secara manual. NFT mirip dengan token utilitas.

    Token mewakili aset

    Perbedaan penting lainnya antara token dan koin adalah apa yang mereka wakili. Sementara, koin kripto pada dasarnya adalah versi digital dari uang, token dapat mewakili aset. Sederhananya, token mewakili apa yang kamu miliki, sementara koin menunjukkan apa yang mampu dimiliki.

    Kamu dapat membeli token dengan koin, tetapi beberapa token dapat membawa nilai lebih dari yang mana pun. Misalnya, saham perusahaan. Namun, karena biasanya ada batasan di mana Anda dapat membelanjakan token, token tersebut tidak memiliki likuiditas yang ditawarkan koin.

    Token mudah dibuat

    Hal menarik lainnya tentang token adalah betapa mudah membuatnya. Beberapa jaringan seperti Ethereum menyediakan template di mana kamu dapat menandai token sendiri dan memulai perdagangan.

    Hal ini membuat siapa pun yang memiliki sedikit atau tanpa pengetahuan teknis tentang industri kripto bisa menjadi pembuat pasar. Kamu akan menemukan aktivitas yang tinggi dari jenis token di bursa yang terdesentralisasi, seperti Uniswap.

    Kesimpulan Koin dan Token

    Perbedaan antara koin dan token tidak terlalu jauh tetapi orang harus tahu bahwa keduanya tidak sama. Sebagai investor, koin mewakili teknologi yang ingin dipecahkan oleh blockchain, sedangkan token memiliki beragam kasus penggunaan yang harus dipelajari secara individual.

    Pakar pasar mengatakan bahwa jika seorang investor ingin membeli suatu produk, koin adalah yang terbaik dan jika itu adalah layanan, maka token utilitas dapat digunakan.

    Baca juga: Pedagang Aset Kripto Siap Sambut Hadirnya Bursa Kripto di Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Toko Token, Mengenal Token Hybrid CeFi dan DeFi Pertama di Indonesia

    Tokocrypto, sebagai salah satu exchanger aset kripto yang telah terdaftar resmi di Bappeti, pada Rabu (31/03/2021) telah resmi menghadirkan Toko Token (TKO) yang merupakan proyek aset kripto lokal Indonesia pertama yang menyediakan model token hybrid dengan utilitas CeFi dan DeFi. 

    “Peluncuran TKO ini adalah salah satu cara dalam mewujudkan misi Tokocrypto untuk menerapkan adopsi kripto massal untuk 345,3 juta pengguna platform Tokocrypto dan ekosistem TKO.” Kata Pang Xue Kai, CEO dan Co-Founder Tokocrypto.

    Toko Token (TKO), Token Hybrid Dengan Utilitas CeFi dan DeFi  dari Tokocrypto

    Berawal dari keinginan untuk menciptakan ekonomi token di Indonesia, Tokocrypto menghadirkan Toko Token (TKO) yang pertama kali diluncurkan pada Indonesia Blockchain Week (IBW) 2020 dan resmi diluncurkan pada 31 Maret 2021  lalu.

    Toko Token merupakan proyek Decentralized Finance (DeFi) pertama di Indonesia yang memiliki tujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat yang belum memiliki akses ke fasilitas layanan perbankan. Selain itu Toko Token menawarkan model token hybrid dengan utilitas mulai dari exchange platform token, Centralized Finance (CeFi) token, dan DeFi token.

    1. Exchange Platform Token

    Merupakan token yang mewakili beberapa jenis manfaat atau hak dari penjual aset kripto untuk mendorong aktivitas exchange. Exchange platform token memiliki manfaat yang berbeda-beda kepada setiap pemegang token dan mampu mempengaruhi keputusan pada operasional bursa. 

    Token TKO akan menjadi exchange platform token yang mencakup beberapa hal, seperti diskon biaya trading, penukaran merchandise, hak airdrop atau reward, dan lain-lain.

    2. Centralized Finance (CeFi) Token

    Sebenarnya, CeFi sama seperti DeFi, dimana trader kripto dapat bergabung secara terpusat. CeFi lebih mudah digunakan apabila dibandingkan dengan DeFi. 

    Selain itu CeFi dapat berguna sebagai transisi yang lebih mudah bagi investor sebelum masuk ke dalam ranah DeFi. Hal ini cocok untuk pemula yang ingin melakukan aktivitas di ranah aset kripto namun belum terlalu familiar dengan konsep DeFi yang relatif baru.

    Usaha Tokocrypto untuk mengatasi kesenjangan publik terkait DeFi adalah dengan berfokus untuk memberikan edukasi kepada pengguna mengenai aset kripto dan membangun utilitas CeFi sebagai langkah pertama pada Tokocrypto Exchange, seperti TKO Deposit, TKO Savings, dan TKO Cashback.

    3. Decentralized Finance (DeFi) Token

    DeFi erat kaitannya dengan kemudahan pengguna untuk memiliki kendali penuh atas aset mereka sendiri tanpa adanya campur tangan oleh pihak ketiga. Selain karena kemudahan tersebut, tingkat bunga pada DeFi termasuk lebih tinggi dibandingkan dengan sistem finansial konvensional.

    Bersaing dengan Proyek Luar Negeri

    Sebagai platform exchange yang telah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI, Tokocrypto berani untuk bersaing dan memposisikan Token hybrid TKO dengan utilitas DeFi dan CeFi dengan proyek DeFi dari luar negeri maupun proyek kripto lokal Indonesia lainnya. 

    Didukung teknologi Binance, Tokocrypto akan membangun platform TKO DeFi pada protokol BEP-20 Binance Smart Chain dan memastikan eksekusi serta pengembangan produk akan berjalan dengan baik oleh ahli blockchain dan finansial.

    Setelah mengetahui perbedaan koin dan token, apakah Anda tertarik untuk mempelajari dan memiliki Toko Token (TKO)? Simak terus update terbaru di website Tokocrypto dan media sosial kami di IG dan Twitter @Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Token Kripto yang Menarik di Dunia Metaverse

    Saat ini Metaverse menjadi semakin populer. Meskipun, Metaverse atau dunia virtual ini tidak dapat dikunjungi secara fisik, ternyata tidak membuat daya tariknya menurun. 

    Properti berbentuk virtual di dunia Metaverse, memiliki sertifikat khusus yang tidak dapat dipalsukan. Sertifikat ini akan disimpan dan menjadi aset di blockchain. Tren Metaverse ini cukup menarik perhatian investor yang mencoba cara baru untuk menginvestasikan uangnya. 

    Tidak jarang investor-investor tersebut berani menghabiskan hingga 6 digit angka untuk bertaruh, bahwa mereka akan mendapatkan banyak uang. Namun, kira-kira token apa yang saat ini menarik yang bisa digunakan untuk membeli tanah di Metaverse? Berikut rekomendasinya.

    Token Paling Populer untuk Transaksi Metaverse

    Pada dasarnya, pemilihan token Metaverse mana yang ingin kamu beli akan bergantung pada platform exchange mana yang digunakan. Pasalnya, setiap dunia virtual memiliki token yang unik. Namun, akhir-akhir ini ada beberapa token yang paling banyak diminati diantaranya sebagai berikut.

    Axie Infinity

    Game Berbasis NFT, Axie Infinity Indonesia

    Ilustrasi Axie Infinity.

    Axie infinity merupakan salah satu mata uang kripto yang memiliki riwayat kinerja terbaik pada tahun 2021 lalu. Token ini bahkan mendapat keuntungan melebihi 24.000% sepanjang tahun kemarin dan menjadi pelopor dalam game serupa.

    Dalam game tersebut, pemain harus mengembangkan monster Axies yang memiliki keunikannya masing-masing. Nantinya, monster tersebut bisa dijual oleh pemain dalam bentuk kripto atau AXS.

    Decentraland

    Ilustrasi Decentraland.

    Ilustrasi Decentraland.

    Decentraland merupakan sebuah platform realitas dalam bentuk virtual 3D yang bisa dikunjungi oleh siapa saja. Cukup memiliki koneksi internet, kamu bisa mengunjungi dunia virtual ini dengan gratis. Di sana, kamu juga akan menemukan berbagai platform bangunan atau lahan.

    Jika dalam Axie pemain harus merawat monster, dalam game ini pemain akan mengembangkan sebidang tanah. Tanah ini dapat dibayar menggunakan MANA. Decentraland juga menyediakan alat untuk pemain membangun ruang dan karya seni.

    Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

    Sandbox

    Ilustrasi Sandbox.

    Ilustrasi Sandbox.

    Sandbox memiliki kemiripan dengan Decentraland, yaitu pemain dapat membeli tanah sebagai tempat mereka bermain dan berbagi pengalaman dengan pemain lainnya. Namun, dalam Sandbox terdapat lebih banyak penyesuaian dan lebih berfokus pada NFT.

    Dalam Sandbox, pengguna dapat merancang sebuah game dan NFT milik mereka sendiri. Nantinya, game dan NFT ini dapat diperjualbelikan. Menurut kabar yang beredar, baru-baru ini Sandbox telah berhasil menutup penggalangan dana hingga $93 juta dolar AS.

    Enjin Coin

    Ilustrasi Enjin coin.

    Ilustrasi Enjin coin.

    Enjin coin merupakan sebuah aset digital yang hidup dalam blockchain. Aset digital ini merupakan alasan terbesar penyebab kenaikannya popularitas game, seperti Axie, Sandbox dan Decentraland.

    Enjin merupakan sebuah platform yang membuat orang mungkin untuk mengelola dan membuat NFT mereka sendiri. Token Enjin Coin telah terintegrasi dengan beberapa platform game, sehingga memungkinkan pemain menggunakan item ini. Pemain juga bisa menjualnya di pasaran dengan harga yang fantastis.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Render Token

    Ilustrasi Render Token.

    Ilustrasi Render Token.

    Render Token merupakan sebuah perusahaan yang akan membantu pemain dalam pembuatan visual 3D dan augmented reality dalam game. Render token memiliki infrastruktus yang terdesentralisasi dengan bantuan kekuatan komputer dalam me-render konten digital.

    Dengan demikian, setiap pemain yang ingin menciptakan aset tidak harus mengeluarkan uang dengan jumlah besar untuk mengumpulkan peralatan komputasi yang mahal. Selain itu, pemain juga bisa mendapatkan hadiah.

    Itulah beberapa token kripto Metaverse yang baru-baru ini menjadi banyak sorotan publik. Di antara token-token tersebut manakah yang menjadi favorit kamu?

    Disclaimer

    Artikel ini bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Perdagangan aset kripto memiliki peluang dan resiko yang tinggi. Pastikan kamu menggunakan pertimbangan yang matang dalam membuat keputusan jual dan beli aset. Semua keputusan transaksi jual-beli adalah keputusan sendiri dan tidak dipengaruhi oleh pihak manapun. Risiko ditanggung masing-masing.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sandbox adalah Game Berbasis Blockchain, Ketahui Cara Kerjanya

    Apa Itu SandBox (SAND)?

    Sandbox adalah perangkat lunak yang berjalan di Ethereum yang mengoperasikan dunia game virtual terdesentralisasi.

    Diluncurkan pada tahun 2011 oleh Pixowl, Sandbox pada awalnya adalah platform game seluler yang ditujukan untuk menyaingi Minecraft.

    Kemudian, itu menjadi hit dan menghasilkan lebih dari 40 juta unduhan di seluruh dunia. Tetapi pada tahun 2018, salah satu pendiri Arthur Madrid dan Sebastien Borget memutuskan untuk mengeksplorasi potensi menciptakan metaverse 3D di blockchain.

    Tujuan mereka adalah membuat pengguna benar-benar memiliki kreasi mereka sebagai NFT dan mendapatkan hadiah saat berpartisipasi dalam ekosistem. Proyek Sandbox baru dirilis pada tahun 2020 dan menjadi salah satu game dengan pertumbuhan tercepat di dunia crypto, bersama dengan Axie Infinity dan Decentraland.

    Pada November 2021, Sandbox mengumpulkan dana $93 juta dari investor yang dipimpin oleh raksasa seluler Jepang SoftBank. Game ini juga menarik lebih dari 50 kemitraan, termasuk Atari, perusahaan gim terkenal, CryptoKitties, The Walking Dead, dan bintang hip-hop Snoop Dogg.

    Pada intinya, Sandbox adalah game, di mana pemain dapat membeli sebidang tanah digital, yang disebut LAND, dan menciptakan pengalaman di atasnya untuk dibagikan kepada pengguna lain.

    Selain token LAND yang berjenis NFT, Sandbox memiliki dua token asli lainnya yang mengatur operasi dalam metaverse-nya:

    Baca jugaAnalisa Teknikal 14 Januari DOGE, AXS dan ADA

    Token SAND

    Token Sandbox (SAND) adalah token asli dari game Sandbox. Ini adalah token ERC-20 dengan total pasokan 3 miliar SAND.

    Token ini dapat digunakan untuk memfasilitasi berbagai transaksi yang merupakan bagian dari gameplay-nya, termasuk membeli LAND, berinteraksi dengan konten yang dibuat pengguna dan mempertaruhkannya untuk berpartisipasi dalam tata kelola organisasi otonom terdesentralisasi (DAO).

    Token ASSET

    Token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT) yang mewakili item dalam game seperti peralatan untuk avatar dan kreasi yang digunakan untuk mengisi LAND. Mereka dapat diperdagangkan di pasar Sandbox.

    Cara Kerja Sandbox

    Perangkat lunak Sandbox memanfaatkan blockchain Ethereum untuk melacak kepemilikan ASSET, LAND dan NFT digital pada aplikasinya. Pengguna lebih jauh terlibat dengan ekosistemnya menggunakan dompet Ethereum yang menyimpan token SAND mereka.

    Pengembang juga bebas berinovasi dalam platform Sandbox dengan merancang animasi dan interaksi yang dialami di real estat virtual mereka menggunakan beberapa alat:

    Baca jugaLagi Tren Naik, Polygon Berpotensi Reli 30%

    Editor Voxel 

    Pengguna dapat membuat voxel, unit terkecil dari desain tiga dimensi. Untuk mendesain dan menghidupkan kreasi seperti flora, fauna, dan peralatan berorientasi avatar (seperti pakaian atau senjata).

    Game Maker 

    Alat yang memungkinkan pengguna membuat game 3D di LAND mereka, menggunakan ASSET yang mereka buat atau beli di pasar.

    Pengguna dapat mengunggah kreasi mereka ke pasar Sandbox , di mana pertama mereka terdaftar sebagai token ERC1155 (ASSET) di blockchain Ethereum. ASSET ini kemudian dapat dibeli dan dijual menggunakan SAND.

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

    Tren metaverse yang semakin tinggi, tampaknya memberikan efek yang baik untuk perdagangan aset kripto. Sebuah laporan terbaru menemukan token kripto yang masuk dalam kategori metaverse terlihat mengalami peningkatan harga signifikan hanya dalam setahun terakhir. 

    Laporan dari Kraken Intelligence mengungkap meski dalam kondisi market kripto yang negatif sejak awal tahun 2022, token kategori metaverse berhasil naik hampir 400% dibanding tahun lalu. Lalu, apa penyebabnya?

    Pertumbuhan harga token kategori metaverse didorong oleh peningkatan minat investor dalam Non-fungible Token (NFT) dan dunia virtual metaverse. Dalam laporan Kraken, dua hal tersebut menjadi pengaruh terbesar mengapa harga mayoritas token metaverse naik, walau dalam bear market. 

    Dalam laporan itu, token kripto metaverse yang terlihat memimpin pergerakan positif ini adalah Decentraland (MANA) sebesar 41%, Sandbox (SAND) 470%, Axie Infinity (AXS) 511% semua melonjak hanya dalam satu tahun terakhir. 

    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
    Ilustrasi dunia metaverse.

    Baca juga: Aset Kripto Cardano (ADA) Berkembang Berkat Ribuan Proyek Kripto Ini

    Token Metaverse Didorong Pertumbuhan NFT

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander Agus, melihat kenaikan ini bukan hal yang mengejutkan. Token kategori metaverse memang sudah mulai naik secara signifikan sejak akhir tahun 2021 lalu, pasca tren metaverse marak diberitakan. Dengan banyaknya perusahaan dan pemerintah yang mulai mengembangkan metaversenya sendiri, kesadaran tentang keberadaan metaverse menjadi semakin luas di masyarakat umum.  

    “Pertumbuhan NFT dan kejayaan proyek play-to-earn memang mendorong meningkatkan transaksi token kripto yang masuk dalam kategori metaverse. Potensi masih cukup besar, meski market sedang bearish dan akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan,” kata Nathan.

    Lebih lanjut, Nathan menjelaskan metaverse diyakini memiliki prospek menjanjikan mengingat belakangan ini semakin banyak orang menghabiskan waktunya di dunia virtual, baik game atau media sosial.

    “Namun, perlu diingat saat ini, kenaikan harga aset metaverse masih berbasis hype semata. Pasalnya, secara adopsi teknologi masih tidak begitu tinggi walaupun tingkat transaksi yang cukup besar telah terjadi,” jelasnya. 

    Ilustrasi token kripto metaverse
    Ilustrasi token kripto metaverse.

    Baca juga: Bitcoin Akan Melonjak ke Titik Tertinggi, Jika Momen Ini Terjadi

    Investor Harus Tetap Riset

    Nathan menambahkan untuk investor alangkah lebih baik untuk berhati-hati atas hype yang telah dibangun mengingat aset berhubungan dengan metaverse saat ini. Investor sebaiknya lebih baik menunggu direalisasikan proyeknya, serta menunggu konsep tokenomics yang lebih jelas dahulu. 

    Kenaikan token kripto metaverse memang seperti oase di tengah kategori aset kripto laing justru mengalami penurunan drastis. Laporan dari Kraken Intelligence meihat pada periode yang sama, nilai jual Bitcoin (BTC) anjlok hingga mencapai 13%, sementara Ethereum ambles 25% dan Token DeFi atau Decentralized Finance turun 72%, penurunan tersebut dialami ketiganya hanya dalam kurun waktu satu tahun.

    DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

    Baca juga: Potensi Aset Kripto dan NFT di Rumah Tangga hingga Industri Olahraga



    Sumber : news.tokocrypto.com