Tag: tokenisasi

  • Kapitalisasi Tokenized US Treasurys Naik Lebih dari $1 Miliar, Ada Apa?

    Pasar tokenized US Treasurys mencatat lonjakan signifikan sejak awal 2026. Kapitalisasi pasar instrumen surat utang pemerintah AS yang ditokenisasi naik dari sekitar $8,9 miliar pada 1 Januari menjadi lebih dari $10,8 miliar, atau bertambah lebih dari $1 miliar dalam waktu kurang dari dua bulan, berdasarkan data RWA.xyz.

    Tokenized US Treasurys merupakan surat utang pemerintah AS yang diterbitkan sebagai aset dunia nyata (real-world assets/RWA) dan direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain. Instrumen ini memungkinkan investor mengakses eksposur obligasi pemerintah melalui infrastruktur kripto.

    Tumbuh 50 Kali Lipat Sejak 2024, Didukung Produk BlackRock

    Pertumbuhan pasar ini disebut telah melonjak sekitar 50 kali lipat sejak 2024, menurut data Token Terminal. Salah satu pendorong utama adalah peluncuran USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL) oleh BlackRock pada Maret 2024.

    Produk tersebut kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $1,2 miliar dan menjadi salah satu contoh integrasi institusi ke dalam ekosistem tokenisasi aset berbasis blockchain.

    Menariknya, kenaikan pasar tokenized Treasurys terjadi di tengah tekanan luas di pasar kripto sejak Oktober 2025, meningkatnya utang pemerintah AS, serta ketidakpastian makroekonomi global. Indeks ketidakpastian global bahkan mencapai level tertinggi sepanjang masa pada 2025, berdasarkan data Federal Reserve Bank of St. Louis.

    Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

    DTCC Siap Luncurkan Layanan Tokenisasi Surat Utang

    Momentum ini juga diperkuat oleh rencana Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) untuk meluncurkan layanan tokenisasi aset, dimulai dari US Treasurys. Pengumuman tersebut disampaikan pada Desember 2025.

    DTCC, lembaga kliring terbesar di dunia yang menyelesaikan transaksi senilai $3,7 kuadriliun pada 2024, berencana memperluas layanan tersebut ke berbagai kelas aset lain, termasuk exchange-traded funds (ETF) dan saham.

    Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa tokenisasi aset tradisional semakin diterima dalam infrastruktur keuangan global.

    Surat Utang AS Jadi Fondasi, Blockchain Jadi Infrastruktur Baru

    Dilaporkan Cointelegraph, US Treasurys selama ini dianggap sebagai tulang punggung sistem keuangan global karena likuiditasnya yang tinggi. Banyak korporasi dan institusi menggunakan obligasi jangka pendek—berdurasi satu tahun atau kurang—sebagai pengganti kas fisik.

    Dengan tokenisasi, surat utang tersebut kini dapat diterbitkan dan diperdagangkan di jaringan blockchain. Pendukung teknologi ini menilai tren tersebut berpotensi membawa arus pendapatan baru bagi jaringan blockchain tempat aset tersebut diterbitkan.

    Lonjakan kapitalisasi tokenized US Treasurys menunjukkan bahwa di tengah volatilitas kripto dan ketidakpastian ekonomi global, investor tetap mencari instrumen yang dianggap aman—namun kini melalui jalur digital berbasis blockchain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, RWA (Real World Assets) membuktikan diri sebagai sektor yang tahan banting (resilient). Kenaikan M dalam dua bulan di tengah pasar yang volatil menunjukkan bahwa institusi lebih memilih keamanan Treasury AS yang efisien secara on-chain. Ini adalah fondasi bagi integrasi triliunan dolar aset tradisional ke ekosistem blockchain.

    Baca juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian

    Pasar tokenized funds mencetak rekor baru setelah total nilai dana on-chain melampaui $17 miliar, menandai all-time high (ATH) terbaru untuk sektor tersebut. Kenaikan ini mencerminkan percepatan adopsi tokenisasi real-world assets (RWA), di mana produk keuangan tradisional seperti money market funds dan instrumen treasury mulai diterbitkan serta diselesaikan transaksinya lewat infrastruktur blockchain.

    Pencapaian ini memperkuat sinyal bahwa tokenisasi tidak lagi sekadar uji coba, melainkan mulai menjadi bagian dari arsitektur pasar keuangan modern yang terukur.

    Perpindahan Modal dari Eksperimen ke Produk On-Chain yang Terstruktur

    Pertumbuhan nilai tokenized funds dinilai menggambarkan pergeseran perilaku pasar. Modal yang sebelumnya banyak bergerak pada eksperimen kripto berbasis spekulasi, kini semakin mengarah ke produk on-chain yang lebih terstruktur dan memiliki dasar utilitas jelas, terutama instrumen yang bersifat yield-bearing dan berada dalam kerangka yang lebih regulatif.

    Seiring bertambahnya volume dan nilai dana yang ditokenisasi, fokus pasar juga mulai bergeser dari narasi hype ke indikator adopsi nyata, termasuk jumlah aset yang benar-benar diterbitkan dan dipakai dalam aktivitas keuangan.

    Institusi Makin Nyaman dengan Settlement Berbasis Blockchain

    Baca Juga: 3 Altcoin RWA yang Siap Bikin Kejutan Besar September Ini!

    Lonjakan kapitalisasi tokenized funds juga menunjukkan meningkatnya kenyamanan institusi terhadap settlement berbasis blockchain. Tokenisasi memungkinkan penerbitan dan pencatatan kepemilikan dilakukan lebih transparan, dengan proses yang bisa berjalan lebih efisien dibanding sistem tradisional, sekaligus membuka akses perdagangan yang lebih fleksibel.

    Sektor ini dinilai menarik karena menawarkan kombinasi antara instrumen keuangan yang sudah dikenal pasar tradisional dengan keunggulan infrastruktur blockchain.

    Likuiditas, Transparansi, dan Akses 24/7 Jadi Daya Tarik

    Tokenisasi disebut membawa beberapa manfaat utama: meningkatkan likuiditas, memperkuat transparansi, dan memberikan akses 24/7 terhadap produk keuangan yang sebelumnya terbatas jam operasional pasar. Dengan model on-chain, produk seperti dana pasar uang atau surat utang negara dapat diakses dan dipantau dengan lebih cepat melalui sistem blockchain.

    Berbeda dari siklus kripto sebelumnya yang banyak dipicu spekulasi harga, ekspansi tokenized funds kali ini dinilai lebih terkait dengan instrumen yang memiliki arus imbal hasil dan utilitas finansial yang lebih jelas.

    Tokenisasi Mulai Jadi Infrastruktur, Bukan Sekadar Narasi

    Dengan nilai pasar yang menembus $17 miliar, tokenized funds semakin menegaskan posisi tokenisasi RWA sebagai bagian dari infrastruktur keuangan yang berkembang. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa tokenisasi mulai bergerak dari sekadar wacana menjadi implementasi yang bisa diukur, seiring semakin banyaknya modal yang bermigrasi ke ekosistem on-chain.

    Dalam beberapa bulan ke depan, pasar diperkirakan akan terus memantau apakah tren ini berlanjut, termasuk sejauh mana produk tokenisasi mampu menarik lebih banyak partisipasi institusional dan memperluas penggunaan di dunia keuangan nyata.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Lonjakan ini, khususnya penggunaan RWA sebagai jaminan di pasar peminjaman (lending markets), menandakan kematangan integrasi aset tradisional ke dalam DeFi. Likuiditas institusional kini memiliki jembatan nyata ke ekosistem on-chain.

    Baca Juga: Ekosistem DeFi Avantis: Perdagangan Leverage, RWA, hingga Forex


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

    Pendiri Binance Changpeng “CZ” Zhao menilai rencana New York Stock Exchange (NYSE) untuk meluncurkan platform sekuritas ter-tokenisasi sebagai kabar yang sangat bullish bagi industri kripto dan bursa aset digital. Pernyataan ini disampaikan menyusul pengumuman resmi NYSE terkait pengembangan platform perdagangan saham berbasis blockchain.

    Dalam unggahan di platform X, CZ menyebut bahwa langkah NYSE tersebut akan membawa dampak positif bagi ekosistem kripto secara keseluruhan, termasuk bagi crypto exchange. NYSE sebelumnya mengumumkan tengah membangun platform untuk perdagangan dan penyelesaian (settlement) sekuritas yang ditokenisasi secara on-chain, dengan tetap menunggu persetujuan regulator.

    Baca juga: Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

    NYSE Tokenisasi Saham

    Berdasarkan siaran pers NYSE, platform ini dirancang untuk memungkinkan perdagangan saham dan exchange-traded funds (ETF) selama 24 jam penuh, tujuh hari seminggu, dengan penyelesaian instan. Saham-saham terkait kripto, seperti Circle (CRCL), juga akan tersedia di platform tersebut. Selain itu, pendanaan berbasis stablecoin akan diintegrasikan sehingga investor dapat bertransaksi menggunakan stablecoin.

    Dilaporkan Coingape, NYSE juga membuka peluang kolaborasi multi-chain. Sistem pasca-perdagangan berbasis blockchain yang dikembangkan diklaim akan mendukung berbagai jaringan blockchain untuk kebutuhan settlement dan kustodi. Pengumuman ini muncul beberapa bulan setelah terungkap bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mempertimbangkan untuk mengizinkan perdagangan saham on-chain berdampingan dengan aset kripto.

    Sebelumnya, pada Desember lalu, SEC juga dikabarkan telah memajukan proses yang memungkinkan peluncuran perdagangan sekuritas ter-tokenisasi di Nasdaq. Langkah Nasdaq tersebut berpotensi menghadirkan perdagangan 24 jam untuk saham-saham kripto seperti Coinbase (COIN), Strategy (MSTR), dan Robinhood (HOOD).

    Selain CZ, analis pasar Adam Livingston turut menyebut pengumuman NYSE ini sebagai sentimen bullish. Ia menyatakan bahwa pembelian Bitcoin berpotensi meningkat secara signifikan sebagai dampak dari adopsi tokenisasi sekuritas oleh bursa tradisional.

    Langkah Positif Buat Pasar Kripto

    Dari sisi industri, eksekutif Ripple Reece Merrick menyebut rencana tokenisasi NYSE sebagai langkah “besar”. Ia menyoroti kemampuan platform tersebut dalam menghadirkan perdagangan saham dan ETF 24/7, perdagangan saham fraksional, serta penyelesaian instan melalui modal yang ditokenisasi.

    Pandangan serupa disampaikan Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, yang menyebut langkah NYSE sebagai tahap penting bagi tokenisasi saham. Menurutnya, nilai utama tokenisasi terletak pada self-custody, penyelesaian berbasis blockchain, transfer peer-to-peer, serta akses langsung ke ekosistem decentralized finance (DeFi).

    Thorn menambahkan bahwa keterlibatan lembaga kliring dan bursa dalam interaksi dengan saham ter-tokenisasi merupakan bentuk “penutupan siklus” yang krusial bagi industri keuangan digital. Sejumlah bursa kripto besar, termasuk Coinbase, juga diketahui tengah mengembangkan layanan sekuritas ter-tokenisasi.

    Sementara itu, CEO Robinhood Vlad Tenev menyinggung bahwa token saham saat ini sudah tersedia bagi pengguna Robinhood di Uni Eropa, namun belum di Amerika Serikat. Ia pun menegaskan bahwa sudah saatnya AS memimpin dalam kebijakan kripto global.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

    Parlemen Korea Selatan secara resmi menyetujui regulasi yang melegalkan penerbitan dan perdagangan tokenized securities, menandai langkah besar negara tersebut dalam pengembangan aset digital berbasis blockchain. Kebijakan ini digadang-gadang akan mempercepat pertumbuhan pasar keuangan digital dan memperkuat posisi Korea Selatan sebagai pemimpin inovasi finansial.

    Persetujuan tersebut diberikan oleh Majelis Nasional Korea Selatan melalui amandemen Capital Market Act dan Electronic Securities Act dalam sidang pleno pada Kamis lalu. Dengan aturan baru ini, penerbit yang memenuhi syarat dapat menerbitkan sekuritas digital menggunakan teknologi distributed ledger atau blockchain.

    Penggunaan Sekuritas Digital

    Melalui perubahan pada Electronic Securities Act, penggunaan sekuritas digital kini memiliki dasar hukum yang jelas. Sementara itu, amandemen Capital Market Act memungkinkan tokenized securities diperdagangkan melalui perusahaan pialang dan perantara keuangan sebagai kontrak investasi yang sah.

    Otoritas jasa keuangan Korea Selatan, Financial Services Commission (FSC), menegaskan bahwa kerangka regulasi ini tidak bertujuan menggantikan sistem pasar yang sudah ada, melainkan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam ekosistem keuangan konvensional.

    FSC menyatakan bahwa penerapan tokenisasi akan memungkinkan pengelolaan akun sekuritas berbasis ledger terdistribusi serta meningkatkan pemanfaatan smart contract dalam proses penerbitan dan penyelesaian transaksi. Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keamanan sistem keuangan.

    Tokenized Securities

    “Tokenized securities diharapkan memungkinkan manajemen akun sekuritas berbasis blockchain serta mendorong penggunaan smart contract secara lebih luas,” ujar FSC dalam pernyataan resminya.

    Setelah disetujui parlemen, rancangan undang-undang ini akan diajukan ke State Council sebelum disahkan oleh presiden. Proses tersebut diperkirakan berjalan lancar. Regulasi ini dijadwalkan mulai berlaku pada Januari 2027.

    Langkah ini melanjutkan perubahan kebijakan besar sebelumnya, di mana FSC telah merampungkan aturan yang memungkinkan perusahaan dan investor institusional kembali berpartisipasi dalam perdagangan aset digital. Kebijakan tersebut mengakhiri hampir sembilan tahun pembatasan terhadap keterlibatan korporasi di pasar kripto.

    Secara global, minat terhadap tokenisasi aset terus meningkat. Regulator Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan panduan untuk melonggarkan hambatan regulasi demi mendorong eksperimen institusional. Sejumlah lembaga keuangan besar pun mulai bergerak, termasuk JPMorgan yang meluncurkan dana pasar uang berbasis token di jaringan Ethereum.

    Laporan Boston Consulting Group memproyeksikan pasar tokenized securities Korea Selatan dapat mencapai USD 249 miliar pada akhir dekade ini. Sementara itu, Standard Chartered memperkirakan pasar tokenisasi global berpotensi tumbuh hingga USD 2 triliun pada 2028.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Gold (XAU₮): Solusi Stabil di Tengah Volatilitas Kripto

    Di tengah tingginya volatilitas pasar kripto, investor mulai melirik instrumen yang lebih stabil tanpa harus keluar dari ekosistem blockchain. Salah satu aset yang kini mendapat perhatian adalah Tether Gold (XAU₮), token berbasis emas yang masuk dalam kategori Real World Assets (RWA).

    XAU₮ merupakan aset kripto yang merepresentasikan kepemilikan emas fisik, di mana setiap 1 token setara dengan 1 troy ounce emas yang disimpan di vault. Dengan mekanisme ini, nilai XAU₮ mengikuti harga emas global, menjadikannya alternatif safe haven di pasar kripto.

    Tokenisasi Emas Dorong Akses dan Likuiditas

    Kehadiran XAU₮ dinilai menjawab keterbatasan emas fisik yang selama ini sulit diakses, kurang likuid, serta membutuhkan biaya penyimpanan. Melalui teknologi blockchain, emas kini dapat diperdagangkan secara digital dengan akses global dan waktu transaksi 24 jam.

    XAU₮ berjalan sebagai token ERC-20 di jaringan Ethereum dan memanfaatkan sistem blockchain untuk mencatat kepemilikan secara transparan serta memungkinkan transfer lintas negara dengan efisien.

    Supply Dinamis Ikuti Cadangan Emas

    Berbeda dengan aset kripto pada umumnya, suplai XAU₮ bergantung pada cadangan emas fisik. Token ini menggunakan mekanisme minting dan burning yang disesuaikan dengan permintaan pasar.

    Berdasarkan data CoinGecko per 31 Maret 2026, jumlah XAU₮ yang beredar mencapai sekitar 559.598 token, dengan total suplai sekitar 707.747 token.

    Baca juga: Tokenized Gold: Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern

    Perkuat Posisi dalam Narasi RWA Global

    Dalam ekosistem RWA, sektor komoditas seperti emas menjadi salah satu kategori terbesar setelah US Treasury, dengan nilai total sekitar US$2,53 miliar. XAU₮ sendiri tercatat memiliki sekitar 37.883 holder secara on-chain, menunjukkan tingkat adopsi yang cukup kuat.

    Hal ini menempatkan XAU₮ sebagai salah satu instrumen utama dalam tren tokenisasi aset komoditas di pasar global.

    Telah Kantongi Izin dan Terapkan Kepatuhan Global

    XAU₮ diterbitkan oleh entitas berbasis El Salvador yang telah terdaftar sebagai stablecoin issuer dan Digital Asset Service Provider (DASP) di bawah regulator setempat.

    Dari sisi kepatuhan, aset ini menerapkan standar KYC/AML serta mengikuti regulasi global seperti FATF dan kebijakan anti-terorisme. Namun, Tether sebagai penerbit tetap memiliki kewenangan untuk membatasi atau membekukan transaksi dalam kondisi tertentu.

    Unggul dalam Akses dan Distribusi

    Dibandingkan dengan kompetitor seperti PAX Gold (PAXG), XAU₮ memiliki beberapa keunggulan, antara lain dukungan multi-chain (Ethereum dan BNB Chain) serta ketersediaan yang lebih luas di berbagai bursa kripto global.

    Sementara itu, PAXG masih terbatas pada jaringan Ethereum dengan akses yang relatif lebih sempit.

    Tetap Memiliki Risiko

    Meski menawarkan stabilitas dan kemudahan akses, XAU₮ tidak lepas dari risiko. Investor tetap menghadapi risiko ketergantungan pada penerbit (counterparty risk), keterbatasan dalam proses penukaran emas, serta potensi risiko teknis pada smart contract.

    Selain itu, pengguna juga tidak memegang emas secara langsung karena aset disimpan oleh kustodian.

    Instrumen Baru Safe Haven Digital

    Secara keseluruhan, XAU₮ dinilai menjadi inovasi yang menggabungkan stabilitas emas dengan fleksibilitas teknologi blockchain. Kehadirannya memperkuat tren tokenisasi aset dunia nyata dan membuka peluang baru bagi investor yang mencari perlindungan nilai di tengah fluktuasi pasar kripto.

    Namun demikian, aspek sentralisasi dan ketergantungan pada penerbit tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi.

    Baca juga: Santient AI Siap Saingi ChatGPT? Gini Cara Cobanya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern

    Di tengah perkembangan pesat industri kripto dan kebutuhan investor akan aset lindung nilai, tokenized gold atau emas yang ditokenisasi muncul sebagai solusi inovatif yang menggabungkan kestabilan emas dengan fleksibilitas teknologi blockchain.

    Tokenized gold merupakan representasi digital dari emas fisik yang disimpan di brankas oleh kustodian terpercaya. Umumnya, satu token mewakili satu ons emas atau jumlah tertentu dari emas asli, sehingga nilainya tetap mengikuti harga emas di pasar global.

    Konsep ini menjadi bagian dari tren Real World Assets (RWA), di mana aset dunia nyata diubah menjadi bentuk digital agar lebih mudah diakses dan diperdagangkan.

    Akses Lebih Mudah dan Fleksibel

    Berbeda dengan emas fisik yang membutuhkan biaya besar dan penyimpanan khusus, tokenized gold memungkinkan investor memiliki emas dalam jumlah kecil (fractional ownership). Hal ini membuka akses investasi emas bagi lebih banyak kalangan, bahkan hanya dengan modal kecil.

    Selain itu, token ini dapat diperdagangkan 24 jam sehari di platform kripto, berbeda dengan pasar emas tradisional yang terbatas pada jam operasional tertentu. Proses transaksi pun menjadi lebih cepat dan efisien.

    Cara Kerja Tokenized Gold

    Secara umum, proses tokenisasi emas melibatkan tiga tahap utama, yaitu penyimpanan emas fisik oleh penerbit, pembuatan token digital melalui smart contract, serta audit berkala untuk memastikan jumlah token sesuai dengan cadangan emas yang dimiliki.

    Investor yang memiliki token juga dapat memperdagangkannya di bursa kripto atau, dalam beberapa kasus, menukarkannya kembali dengan emas fisik sesuai ketentuan yang berlaku.

    Transparansi dan Integrasi DeFi

    Keunggulan lain dari tokenized gold adalah transparansi melalui teknologi blockchain. Catatan kepemilikan tersimpan secara permanen dan dapat diverifikasi, terutama jika didukung oleh sistem proof of reserve.

    Tidak hanya itu, aset ini juga dapat dimanfaatkan dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), seperti dijadikan jaminan pinjaman atau sumber likuiditas, sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan emas fisik yang cenderung pasif.

    Contoh Produk dan Perkembangan Pasar

    Beberapa contoh tokenized gold yang populer di pasar adalah Tether Gold (XAUT) dan Paxos Gold (PAXG), yang masing-masing didukung oleh emas fisik yang disimpan di brankas di Swiss dan London.

    Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, tokenized gold diperkirakan akan terus berkembang sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

    Risiko yang Perlu Diperhatikan

    Meski menawarkan berbagai keunggulan, tokenized gold juga memiliki risiko, terutama terkait kepercayaan terhadap pihak kustodian yang menyimpan emas. Jika terjadi masalah pada penerbit, nilai token bisa terdampak.

    Selain itu, regulasi terkait aset digital masih terus berkembang di berbagai negara, sehingga dapat memengaruhi perdagangan dan penggunaan tokenized gold di masa depan.

    Likuiditas yang masih lebih rendah dibandingkan pasar emas global serta potensi biaya transaksi juga menjadi pertimbangan bagi investor.

    Penutup

    Tokenized gold menjadi salah satu inovasi penting dalam transformasi keuangan digital. Dengan menggabungkan keamanan emas dan kemudahan teknologi blockchain, instrumen ini menawarkan alternatif investasi yang lebih modern, fleksibel, dan inklusif di era digital.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ironlight Raih $21 Juta, Institusi Masuk Aset Tokenisasi

    Perkembangan signifikan kembali terjadi di sektor sekuritas tokenized setelah Ironlight Group berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar $21 juta dalam putaran Series A.

    Sebagaimana dikutip dari Cryptobriefing, dana ini akan digunakan untuk memperluas platform Ironlight Markets, sebuah alternative trading system (ATS) yang beroperasi di bawah kerangka regulasi Amerika Serikat.

    Platform ini dirancang untuk mendukung penerbitan, distribusi, dan perdagangan sekuritas tokenized: mulai dari private equity hingga real estate, dalam lingkungan yang sesuai dengan regulasi.

    Baca Juga: Regulator AS Tegaskan Kesetaraaan Sekuritas Tokenisasi

    Fokus pada Infrastruktur Sekuritas Tokenized

    Ironlight Markets beroperasi di bawah pengawasan U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) melalui Regulation ATS, serta diawasi oleh Financial Industry Regulatory Authority.

    Dengan status ini, platform Ironlight dapat menjadi jembatan antara teknologi blockchain dan sistem keuangan tradisional.

    Pendanaan baru ini akan difokuskan untuk memperkuat infrastruktur yang mendukung berbagai jenis aset, seperti private equity, fixed income, structured products, private credit, dan real estate.

    Langkah ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets / RWA), yang dianggap sebagai salah satu narasi besar dalam industri kripto saat ini.

    Tokenisasi: Dari Konsep ke Implementasi

    Selama beberapa tahun terakhir, tokenisasi sering dianggap sebagai konsep futuristik. Namun kini, tren tersebut mulai bergerak ke arah implementasi nyata.

    Dengan tokenisasi, aset tradisional dapat diubah menjadi token digital di blockchain, yang memungkinkan likuiditas lebih tinggi, akses investor yang lebih luas, dan proses transaksi yang lebih efisien.

    Ironlight berupaya memanfaatkan momentum ini dengan membangun infrastruktur yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memenuhi standar regulasi yang ketat.

    Adopsi Institusi Mulai Terlihat Nyata

    Masuknya dana sebesar $21 juta menjadi indikasi kuat bahwa investor mulai melihat potensi besar dalam sektor sekuritas tokenized.

    Lebih dari sekadar eksperimen teknologi, tokenisasi kini mulai dilihat sebagai solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi pasar keuangan tradisional.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa perkembangan ini merupakan sinyal jelas adopsi, bukan sekadar isu regulasi.

    “Fokus utamanya adalah ekspansi infrastruktur dan kesiapan institusi mengadopsi sekuritas tokenized dalam skala lebih besar. Pesannya jelas: bottleneck sektor ini bukan lagi ide tokenisasi, tapi siapa yang bisa membangun rel teregulasi yang cukup aman buat dilalui uang institusional sungguhan,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menyoroti bahwa tantangan utama kini bukan lagi pada teknologi, melainkan pada kesiapan infrastruktur dan kepatuhan regulasi.

    Kompetisi Infrastruktur Semakin Ketat

    Dengan semakin banyaknya pemain yang masuk ke sektor tokenisasi, persaingan dalam membangun infrastruktur menjadi semakin intens.

    Platform seperti Ironlight harus mampu menjamin keamanan dan kepatuhan regulasi, menarik institusi ke dalam ekosistem, dan menyediakan likuiditas yang cukup.

    Dalam konteks ini, regulasi justru menjadi keunggulan kompetitif, bukan hambatan.

    Potensi Dampak Jangka Panjang

    Jika tren ini terus berlanjut, sekuritas tokenized berpotensi mengubah cara pasar keuangan global beroperasi.

    Beberapa dampak jangka panjang yang mungkin terjadi digitalisasi aset tradisional secara masif, integrasi antara blockchain dan sistem keuangan konvensional, hingga akses investasi yang lebih inklusif.

    Namun, adopsi luas tetap membutuhkan waktu, terutama karena institusi besar cenderung bergerak secara hati-hati.

    Baca Juga: SEC: PoW Bukan Sekuritas, Peralihan Ethereum ke PoS Diperdebatkan

    Pendanaan $21 juta yang diperoleh Ironlight menjadi bukti bahwa sektor sekuritas tokenized semakin matang dan siap memasuki fase adopsi yang lebih luas.

    Dengan fokus pada infrastruktur yang teregulasi, Ironlight mencoba menjawab tantangan utama industri: bagaimana membawa dana institusional ke dalam ekosistem blockchain dengan aman.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa masa depan keuangan tidak hanya digital, tetapi juga semakin terhubung dengan teknologi blockchain, dan sekuritas tokenized bisa menjadi salah satu pilar utamanya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kripto Kian Diminati, OJK Perketat Regulasi


    Jakarta

    Menurut laporan Publishers Analysis di 2024, Indonesia menempati peringkat ketiga dalam urutan ranking Global Crypto Adoption Index. Data per Desember 2024, jumlah pengguna aset kripto yang membuka akun di seluruh platform dalam negeri sudah mencapai 22,9 juta pengguna, dengan nilai transaksi selama 2024 berada di angka Rp 650,6 triliun.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengatakan angka ini meningkat sebesar 335,9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Hasan bilang, pertumbuhan ini mencerminkan makin luasnya pemanfaatan aset kripto oleh masyarakat dan peran strategis Indonesia dalam peta ekosistem aset keuangan digital global.

    “Pada tahun 2025 ini kita juga sama-sama mencatat bagaimana tren tokenisasi diperkirakan akan terus menjadi salah satu pendorong utama investasi, di dalam industri aset digital ini. Tokenisasi mengubah paradigma ownership dan value suatu aset, dengan memungkinkan adanya fragmentasi kepemilikan. Sehingga, aset bernilai tinggi yang semula hanya dapat diakses oleh segelintir segmen investor konsumen masyarakat, diharapkan ke depan akan lebih dapat diakses dan lebih inklusif lagi oleh lebih banyak pihak termasuk investor,” beber Hasan, Selasa (11/2/2025).


    Kendati demikian, OJK telah menyiapkan kerangka regulasi awal yang secara komprehensif mengatur kegiatan perdagangan aset digital termasuk kripto. OJK menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 27 Tahun 2204 dan Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 20 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital, termasuk aset kripto.

    “Berlaku efektif dan mulai dilaksanakan sejak beralihnya tugas pengaturan pengawasan di tanggal 10 Januari 2025. Selain itu, OJK telah meluncurkan roadmap pengembangan dan penguatan IAKD untuk periode sampai 2028,” tambahnya.

    Hasan menjelaskan, roadmap ini mencakup inisiatif utama yang mencakup penguatan infrastruktur regulasi, penguatan kolaborasi dan sinergi dengan sektor lain, serta regulator regional dan global hingga menciptakan lingkungan yang kondusif buat inovasi berbasis teknologi baru termasuk blockchain.

    “Ini mencerminkan perubahan mendasar bahwa aset kripto ke depannya tidak lagi dikategorikan sebagai komoditas, melainkan telat diakui sebagai aset keuangan yang tentu memiliki keterkaitan erat dengan seluruh industri dan sektor jasa keuangan nasional,” terangnya, Selasa (11/2/2025).

    Hasan bilang, kripto kini tidak sekadar untuk diperdagangkan dengan tujuan tertentu, tetapi telah berkembang menjadi instrumen keuangan. Dengan demikian, kata Hasan, aset kripto memiliki potensi memunculkan model-model bisnis baru yang melengkapi kegiatan di sektor keuangan.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com