Tag: toko roti

  • Lembutnya Bolo Bun dan Roti Mochi di Bakery Jendela Mungil


    Jakarta

    Di dalam perumahan Jakarta Selatan ada toko roti yang cara belinya lewat jendela mungil. Menawarkan roti mochi hingga bolo bun yang manis buttery.

    Menikmati roti fresh yang baru diangkat dari oven akan terasa lebih nikmat. Disajikan hangat-hangat dengan aroma wangi butter yang khas, seperti yang ditawarkan di toko roti ini.

    Bernama Gram and Dough yang belakangan menarik perhatian karena konsepnya yang unik. Perlu ekstra sabar ketika beli roti di sini karena cepat habis, khususnya pada menu bolo bun.


    Selain bolo bun, Gram and Dough juga menawarkan varian roti lainnya yang tak kalah unik. Ada varian Ham and Cheese hingga Black Sesame Peanut Butter Mochi.

    Detail Informasi Gram and Dough
    Nama Tempat Makan Gram and Dough
    Alamat Jl. Ciniru III No.5, Rw. Bar., Kec. Kby. Baru, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180
    No Telp 0815-2587-4955
    Jam Operasional 10.00
    19.00
    Estimasi Harga Mulai dari Rp 15.000
    Tipe Kuliner Roti Hong Kong dan Taiwan
    Fasilitas
    • Kursi untuk tunggu pesanan

    1. Bisnis milik dua orang ibu

    Gram and DoughGram and Dough milik dua orang ibu. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Gram dan Dough merupakan bisnis milik dua orang ibu. Mereka adalah Sisca dan Richel yang ternyata sudah mendirikan toko roti ini sejak 2019 di Jakarta Barat, tapi hanya berupa dapur produksi.

    “Sebenarnya kita dua moms yang udah punya anak tapi mau berkarya. Jadi, aku pikir kita ngurus anak, tapi bisa juga jual roti,” ujar Sisca saat ditemui detikFood (22/04/25).

    Sisca menjelaskan bahwa partnernya tersebut berperan dalam bagian produksi di dapur. Mulai dari resep hingga proses produksi. Sementara dirinya berperan dalam manajemen.

    Gram and Dough ini buka setiap hari kecuali hari Selasa. Supaya tak kehabisan disarankan datang di jam 08.00 pagi.

    2. Berkonsep ‘bakery to go’

    Gram and DoughJendela mungil tempat membeli roti. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Gram and Dough dapat dikatakan hidden gem karena berlokasi di dalam perumahan, yakni perumahan Ciniru di Jalan Ciniru, Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Toko roti ini tidak menawarkan dine in, melainkan berkonsep to go. Hanya ada beberapa kursi untuk pengunjung duduk sambil menunggu pesanan disiapkan.

    Pengunjung hanya bisa beli lewat jendela mungil di belakang sebuah rumah besar. Di samping jendela tersebut ditempel berbagai poster gambar menu daftar menunya.

    “Jadi kita bener-bener manfaatin teras rumah untuk buka toko roti, gak mungkin aku buka toko gede di rumah kan. Jadi belinya bisa lewat jendela kecil,” tutur Sisca.

    Menu yang ditawarkan di Gram and Dough ada di halaman berikutnya.

    3. Dijual eksklusif

    Gram and DoughGram and Dough hanya memproduksi dalam jumlah terbatas. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Gram and Dough menawarkan roti-roti gaya Hong Kong dan Taiwan. Semua rotinya dijual eksklusif, karena tidak tersedia dalam jumlah banyak demi mempertahankan kualitas.

    “Kita itu gak produksi sekaligus banyak karena biar bisa kontrol kualitas. Kita baking dari jam 4 pagi untuk penjualan di jam 8 sampai 12, setelah itu biasanya kita baru baking lagi,” tutur Sisca.

    Salah satu menu selalu jadi rebutan adalah Bolo Bun. Dalam sehari, Gram and Dough hanya memproduksi Bolo Bun sebanyak 100 buah. Saat detikFood datang, banyak pengunjung yang kehabisan.

    “Untuk saat ini kita belum tentukan maksimal orang beli bisa berapa, jadi kadang ada satu orang borong ya langsung habis, nanti ada yang gak kebagian,” lanjut Sisca.

    4. Renyah dan lembut Bolo Bun khas Hong Kong

    Gram and DoughMenu bolo bun yang paling banyak diborong. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bolo Bun merupakan roti manis yang berasal dari Hong Kong. Roti ini biasa dikenal sebagai roti nanas karena tekstur roti di bagian atasnya mirip sisik kulit nanas.

    Bolo Bun di Gram and Dough dibanderol Rp 15.000. Ukurannya sebesar genggaman telapak tangan. Bagian atasnya renyah dan ada karamel yang memberikan rasa manis legit.

    Sementara itu, bagian tengah rotinya lembut, diisi dengan butter yang menambah sentuhan rasa gurih. Aroma butternya juga cukup kuat dan rasanya mengingatkan dengan isian roti kopi yang populer.

    Ada juga Blueberry Muffin seharga Rp 22.000. Teksturnya padat, sedikit kenyal, dan tidak membuat seret. Rasanya tidak terlalu manis dari tambahan buah blueberry utuhnya.

    5. Varian Ham and Cheese hingga Roti Mochi Taiwan

    Gram and DoughGram and Dough varina Ham and Cheese. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain Bolo Bun ada juga varian yang tak kalah unik, yakni Black Sesame Peanut Butter Mochi seharga Rp 26.000. Rotinya lembut disajikan dengan topping biji wijen hitam.

    Di dalamnya diisi dengan mochi berisi cokelat, biji wijen, dan selai kacang. Rasa selai kacangnya yang gurih manis jauh lebih mendominasi karena teksturnya masih ada gerusan kacang yang kasar.

    Selain itu, kulit mochi yang kenyal juga menambah tekstur tersendiri. Ditambah dengan biji wijen yang yang memberikan aroma khas dan kuat.

    Kemudian ada varian Ham and Cheese Sausage seharga Rp 18.000. Toppingnya disajikan dengan saus tomat, keju parut, dan parsley. Tekstur rotinya lembut dengan isian yang royal.

    Gram and DoughGram and Dough varian Black Sesame Peanut Butter Mochi. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Isinya perpaduan antara keju dan sosis. Kejunya lembut teksturnya seperti krim, tapi masih ada bulir keju utuhnya. Rasa kejunya pun lebih cenderung manis dan sedikit gurih.

    Selain itu, Gram and Dough juga menawarkan minuman. Salah satu yang jadi andalan adalah Matcha Strawberry seharga Rp 27.000. Menggunakan matcha bubuk dan paduan selai strawberry yang menghasilkan rasa manis dan milky.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Toko Roti Jakarta, tapi Lokasinya di Jogja, Umurnya Nyaris 1 Abad



    Jogja

    Ada sebuah toko roti legendaris yang bisa dikunjungi traveler di Yogyakarta. Namanya Toko Roti Jakarta. Usianya nyaris 100 tahun. Bagaimana kisahnya?

    Toko Roti Jakarta adalah salah satu toko roti legendaris di Yogyakarta. Toko ini sudah buka sejak tahun 1924 atau hampir 100 tahun. Terhitung sudah empat generasi lamanya, toko roti ini mampu bertahan.

    General Manager Toko Roti Jakarta, Andreas Purwanto (30) mengatakan, Toko Roti Jakarta saat ini dikelola oleh generasi keempat.


    “Saya generasi keempat di toko ini. Toko ini sudah ada dari 1924,” katanya saat ditemui detikJogja di tokonya di daerah Poncowinatan, Jetis, Yogyakarta.

    Sebelum Toko Roti Jakarta, Toko Ini Bernama Weltevreden

    Toko Roti Jakarta dahulu bernama Weltevreden, yang merujuk pada nama sebuah kota di Jatinegara, Jakarta Timur. Namun, sejak Indonesia merdeka berganti nama menjadi Toko Roti Jakarta, karena pada saat itu terdapat larangan memakai nama dengan unsur Belanda.

    Alasan mengambil nama yang mengandung unsur Jakarta ini karena dulu pemilik generasi pertama, yaitu Nio sempat belajar membuat roti di Jakarta.

    “Yang buka pertama kan eyang buyut ya, berarti generasi pertama. Eyang buyut dulu namanya masih pake ejaan lama ya, Ibu Nio. Karena waktu itu di Jogja kan belum banyak toko roti tahun itu. Eyang buyut belajarnya di Jakarta, belajar roti di Jakarta terus pindah balik ke Jogja,” jelas Andreas.

    Sepanjang berdiri. Toko Roti Jakarta telah berpindah lokasi selama beberapa kali. Lokasi pertama toko ini dulu berada di daerah Dagen, Malioboro.

    Kemudian di tahun 1970-an berpindah ke Poncowinatan. Alasannya saat itu toko sedang direnovasi, maka toko pindah lagi ke daerah Jlagran, yang saat ini menjadi pusat Toko Roti Jakarta.

    Meski usianya sudah nyaris 1 abad, tapi Toko Roti Jakarta sudah tidak mempertahankan cara maupun alat jadul. Mereka sudah menggunakan cara-cara modern.

    Salah satu produk legend dari Toko Roti Jakarta adalah Roti Ontbijtkoek pernah menjuarai kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh Blue Band di tahun 2017. Roti ini bersaing dengan lebih dari 5.000 bakery pada waktu itu.

    “Itu yang juara nasional (tahun) 2017 Blue Band Master, (setiap roti) ada keunikan sendiri-sendiri. Kalau ini luarnya ada asinnya karena kita pakai butter dalamnya manis, tapi bolu nggak terlalu yang enek. Namanya Roti Ontbijtkoek,” ucap Andreas.

    Ontbijtkoek merupakan roti khas Belanda yang umum dikonsumsi sebagai sarapan. Secara literal, roti ini berarti breakfast cake atau kue sarapan.

    Roti ini sendiri dibuat dengan rempah-rempah seperti kayu manis, bunga lawang, kapulaga, jahe, pala cengkeh, dan vanili. Roti ini pun menjadi ciri khas dari Toko Roti Jakarta.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tempat Nongkrong Baru Sambil Jajan Roti di Kemang



    Jakarta

    Kawasan Kemang di Jakarta Selatan tak kekurangan tempat nongkrong baru. Ada satu tempat dimana traveler bisa ngopi dengan suasana homey sambil makan roti.

    Tempat itu bernama Roti Keset Condet. Sesuai namanya, toko roti ini memang berasal dari Condet, Jakarta Timur. Namun, mereka baru saja membuka cabang barunya di Kemang, tepatnya di Jl. Kemang Selatan VIII No 56a.

    Tak dapat dipungkiri, kawasan Kemang masih jadi magnet bagi anak muda kekinian untuk nongkrong dan bergaul. Tak heran jika Kemang masih jadi magnet yang kuat bagi industri FnB untuk berekspansi ke sana.


    “Dari insight dan polling followers di sosmed, kita di Jakarta Selatan memang kenceng. Kemang buat saya ini legend, tempat legend. Kedua, memang di Jakarta Selatan ini kita nggak bisa pungkiri daya belinya kuat. Itu salah satu indikatornya,” ujar Fahmi Zaki Basalamah, owner Roti Keset Condet kepada detikTravel, Rabu (1/5/2024).

    Cabang di Kemang ini merupakan cabang ke-7 Roti Keset Condet, setelah sebelumnya mereka sudah mendirikan outlet di Condet, TSM Cibubur, Kota Kasablanka, SMB Bekasi, PIM 1, dan Gandaria City.

    Yang membedakan cabang Kemang dengan cabang lain, di sini traveler bisa makan roti sambil nongkrong dan minum kopi. Suasana di Kemang yang homey akan membuat traveler betah lama-lama nongkrong di sini.

    “Di Kemang ini, outlet pertama dengan kita punya kopi. Kopinya ada macem-macem rasanya. Kalian bisa duduk sambil makan roti dan minum kopi dengan suasana yang enak,” imbuh Savira Elly, salah satu owner kedai roti ini.

    Roti Keset CondetRoti Keset Condet Foto: (dok. Istimewa)

    Untuk jenis rotinya, traveler bisa memilih antara varian roti manis atau roti asin gurih. Selain itu, untuk basicnya roti keset juga ada dua varian, yaitu polos atau keju.

    Sedangkan untuk ukurannya, traveler bisa memilih apakah mau size yang original atau yang mini. Setiap roti akan diberi topping sesuai dengan pilihan.

    Untuk roti asin, yang paling favorit adalah rasa smoked beef dan pizza. Sementara untuk varian manisnya, yang jado favorit adalah rasa chocomaltine cheese hingga nutella cheese.

    Roti Keset CondetRoti Keset Condet Foto: (dok. Istimewa)

    Ada juga menu baru yaitu Roti Keset Condet Bakar dengan berbagai macam varian seperti Egg Floss Toast, Breakfast Toast, Brulee Toast, hingga Sweet Toast.

    “Kalau yang original itu range harganya dari Rp 50 ribu sampai Rp 80 ribuan. Kalau untuk yang mini, dari Rp 30 ribuan sampai Rp 40 ribuan. Kita juga ada yang Rp 100 ribuan dapat 3 juga ada,” jelas Fahmi.

    Karena tidak menggunakan bahan pengawet, roti keset ini punya kadaluarsa. Untuk varian roti manis, biasanya bertahan di masa 4 hari. Sedangkan untuk varian roti asin, biasanya cuma bertahan selama 2 hari saja.

    “Tapi kamu harus taruh kulkas ya, biar nggak disemutin. Nanti baru bisa diangetin, bisa pakai microwave, bisa diteflon lagi atau dikukus di rice cooker,” tutupnya.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com