Tag: tokocrypto

  • Dapatkan Kartu Global Debit Tokocrypto Sekarang!

    Klik gambar ini untuk daftar Kartu Global Debit Tokocrypto.

    Apa aja Benefit spesial yang bisa Kamu dapatkan?

    • Penempatan dana mulai Rp2.000.000,- dapat reward hingga Rp350.000,-
    • Program cashback hingga Rp125.000, lakukan top-up ke wallet Tokocrypto melalui channel Virtual Account di platform Tokocrypto via OCBC mobile.

    Periode program Januari – 31 Desember 2026.

    Ajukan Kartu Global Debit Tokocrypto sekarang! Untuk pendaftaran Kartu Global Debit Tokocrypto silakan melalui link ini: Daftar Kartu Global Debit Tokocrypto.

    *Syarat dan ketentuan berlaku


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kolaborasi DRX dan Tokocrypto: Mengulik Adopsi Web3 di Yogyakarta

    Perkembangan Web3 kini bergerak ke tahap yang lebih matang. Jika sebelumnya identik dengan aktivitas jual-beli aset kripto, kini Web3 mulai memperlihatkan peluang adopsi yang lebih nyata lewat ekosistem yang dekat dengan keseharian, termasuk sport-tech dan gaming.

    Hal tersebut menjadi topik utama dalam diskusi panel offline bertajuk “Web3 Game On: Real Adoption Through Sport-Tech & Community Ecosystem” yang berlangsung di Baki Restaurant, Yogyakarta. Forum ini mempertemukan perspektif dari pelaku proyek Web3, komunitas, dan exchange untuk membahas peran masing-masing dalam mempercepat adopsi Web3 di Indonesia.

    Diskusi dipandu oleh Cryptosiast dan menghadirkan tiga narasumber dari DRX Token, Tokocrypto, serta komunitas Cryptosiast. Para panelis menekankan bahwa adopsi Web3 seharusnya tidak berhenti pada spekulasi atau euforia pasar, melainkan hadir sebagai teknologi yang dipakai secara konsisten dalam aktivitas pengguna.

    Para pembicara juga sepakat bahwa ukuran adopsi yang sesungguhnya bukan semata volume trading atau hype, tetapi relevansi penggunaan dan nilai nyata yang dirasakan pengguna secara berulang. Pengalaman yang berguna dan terus dipakai dinilai sebagai fondasi terpenting untuk pertumbuhan jangka panjang.

    Web3 Marketing Manager DRX Token, Bariq Hasnan, menjelaskan bahwa DRX Token tidak menempatkan dirinya hanya sebagai token, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sport-tech yang menghubungkan olahraga, mini game, dan komunitas dalam satu pengalaman yang saling terintegrasi. DRX menerapkan pendekatan community-driven dan gamification agar pengguna tetap terlibat, bahkan ketika kondisi pasar kripto sedang tidak bergairah.

    Tokocrypto Dukung Edukasi Web3

    Sementara itu, dari sisi exchange, Indriana selaku Business Development & Research Tokocrypto menyoroti tantangan besar untuk menggeser orientasi pengguna dari sekadar trading menuju pemahaman Web3 yang lebih luas. Hambatan utama masih datang dari kompleksitas teknis, mulai dari penggunaan wallet, pengelolaan private key, gas fee, hingga risiko salah jaringan, penipuan (scam), dan interaksi dengan smart contract berbahaya—yang sering kali menyulitkan pengguna baru.

    Indriana menambahkan bahwa pola pikir sebagian pengguna masih bertumpu pada profit jangka pendek, padahal Web3 menekankan partisipasi aktif, pemanfaatan utility, serta konsep kepemilikan aset digital. Dalam konteks ini, peran exchange menjadi krusial sebagai pintu masuk yang lebih aman sekaligus penyedia edukasi dasar mengenai Web3 serta risiko-risikonya.

    Sebagai pedagang aset kripto, Tokocrypto menjalankan fungsi penghubung pengguna dari fiat ke kripto, membantu proyek Web3 menjangkau audiens yang lebih luas, dan membangun kepercayaan melalui proses kurasi serta transparansi. Tokocrypto juga menyatakan terus mendorong literasi Web3 lewat kegiatan komunitas dan rangkaian event offline.

    Perspektif Komunitas Web3

    Dari perspektif komunitas, Fandi Achmad dari Cryptosiast Community menekankan bahwa keberlanjutan proyek Web3 sangat bergantung pada kualitas pengalaman pengguna dan keterlibatan komunitas. Ia menilai aktivitas seperti gaming, event, dan sport engagement lebih efektif membangun loyalitas dibanding sekadar mengandalkan insentif token.

    Menutup diskusi, para panelis menyepakati bahwa agar Web3 gaming dan sport-tech benar-benar masuk arus utama, fokus utama harus berada pada pengalaman yang relevan dan mulus (seamless), tanpa membebani pengguna dengan kerumitan teknis Web3. Nilai utama tetap harus bertumpu pada gameplay, fan experience, dan manfaat yang dapat dirasakan langsung.

    Dalam kesempatan yang sama, Tokocrypto kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak edukasi dan adopsi Web3 di Indonesia dengan menjunjung prinsip kehati-hatian dan transparansi, serta mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset mandiri (DYOR). Seluruh materi diskusi yang disampaikan dalam acara ini bukan merupakan saran investasi maupun rekomendasi finansial (NFA).

    Baca juga: Auto Cuan! Harga DRX Token Meroket Hingga 148% Dalam Sehari


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Gelar OBRAS Literasi Finansial di Sumedang dan Garut

    Tokocrypto kembali menggelar program edukasi bertajuk OBRAS (Obrolan Bareng Komunitas) di dua kota Jawa Barat, yakni Sumedang pada 10 Januari 2026 dan Garut pada 11 Januari 2026. Kegiatan ini berhasil menarik lebih dari 100 peserta yang didominasi generasi muda, komunitas digital, serta masyarakat umum yang ingin memahami literasi finansial, aset kripto, dan teknologi Web3 secara lebih mendalam.

    OBRAS merupakan bagian dari rangkaian Web3 University Tour 2025, program edukasi berkelanjutan Tokocrypto yang dikemas dalam bentuk seminar dan workshop interaktif secara tatap muka. Melalui OBRAS, Tokocrypto hadir langsung di berbagai daerah Indonesia untuk memperluas literasi digital, memperkuat ekosistem komunitas, serta membuka ruang diskusi seputar inovasi teknologi blockchain dan aset kripto.

    Literasi Finansial Jadi Fondasi Generasi Muda

    OBRAS di kota Sumedang pada 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    OBRAS di kota Sumedang pada 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam OBRAS Sumedang dan Garut, Tokocrypto menyoroti pentingnya literasi finansial bagi generasi muda. Banyak anak muda saat ini menghadapi persoalan keuangan serupa, mulai dari pengeluaran impulsif akibat gaya hidup konsumtif, FOMO dalam berbelanja, hingga penggunaan PayLater yang tidak terkontrol. Tanpa pemahaman finansial yang baik, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan masalah keuangan jangka panjang.

    Melalui edukasi ini, peserta diajak memahami cara mengelola uang sejak dini, membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan darurat dan tujuan hidup di masa depan, seperti pendidikan, traveling, membeli kendaraan, atau memulai usaha.

    Menabung vs Berinvestasi: Mana yang Tepat?

    OBRAS di kota Sumedang pada 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    OBRAS di kota Sumedang pada 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Peserta OBRAS juga mendapatkan pemahaman mengenai perbedaan menabung dan berinvestasi, mulai dari tujuan, tingkat risiko, potensi imbal hasil, hingga likuiditas. Menabung dinilai cocok untuk kebutuhan jangka pendek dan dana darurat dengan risiko rendah, sementara investasi lebih sesuai untuk tujuan jangka panjang dengan potensi pertumbuhan nilai yang lebih besar, meski disertai fluktuasi risiko.

    Bagi pemula, Tokocrypto menekankan pentingnya mengenali profil risiko sebelum memilih instrumen investasi. Selain emas yang relatif stabil, aset kripto juga diperkenalkan sebagai alternatif investasi bagi generasi muda yang ingin mengenal dunia blockchain dan Web3, dengan catatan memahami risiko serta memilih aset kripto berfundamental kuat.

    Mengenal Aset Kripto dan Potensinya

    Dalam sesi edukasi, peserta diajak memahami apa itu aset kripto, bagaimana teknologi blockchain bekerja, serta faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga kripto, seperti mekanisme permintaan dan penawaran, keterbatasan suplai, perkembangan teknologi, regulasi, hingga adopsi industri.

    Minat masyarakat terhadap kripto sebagai alternatif investasi terus meningkat karena potensi imbal hasil yang besar, fleksibilitas transaksi 24 jam, serta kemudahan memulai investasi dengan modal kecil. Di Tokocrypto, masyarakat sudah bisa berinvestasi kripto mulai dari Rp1.600 dengan deposit awal Rp20.000, sehingga lebih ramah bagi kantong generasi muda.

    Komitmen Tokocrypto dalam Edukasi Kripto

    OBRAS di kota Garut pada 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    OBRAS di kota Garut pada 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Senior Community Engagement Executive Tokocrypto, Bima Sakti, menegaskan bahwa OBRAS menjadi wujud nyata komitmen Tokocrypto dalam membangun literasi finansial dan ekosistem Web3 di Indonesia.

    “Melalui OBRAS, kami ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Sumedang dan Garut, agar tidak hanya mengenal kripto dari sisi tren, tetapi juga memahami risikonya, cara berinvestasi yang aman, serta potensi teknologi blockchain untuk masa depan. Edukasi adalah kunci agar masyarakat bisa mengambil keputusan finansial yang lebih bijak,” ujar Bima Sakti.

    Tokocrypto secara konsisten menghadirkan edukasi melalui berbagai kanal, mulai dari Tokocrypto Academy yang dapat diakses gratis melalui news.tokocrypto.com dan aplikasi Tokocrypto, hingga event offline seperti OBRAS dan Web3 University Tour yang menyasar mahasiswa di berbagai kampus.

    Sepanjang tahun 2024, Tokocrypto telah menggelar 135 acara edukasi di 20 kota dan 20 kampus, serta menjangkau lebih dari 200.000 peserta di seluruh Indonesia.

    Harapan Pasca OBRAS di Sumedang dan Garut

    Melalui OBRAS di Sumedang dan Garut, Tokocrypto berharap masyarakat semakin memahami teknologi Web3 dan investasi aset kripto secara aman dan bertanggung jawab. Peserta diharapkan mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, terhindar dari FOMO, serta ikut membangun komunitas Web3 yang positif di daerah masing-masing.

    Selain itu, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan, karier, dan peluang ekonomi digital di masa depan, sehingga generasi muda semakin siap menghadapi perkembangan industri blockchain dan ekonomi digital di Indonesia.

    Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Web3 University Tour 2025 Edukasi Mahasiswa di 8 Kota Indonesia

    Web3 University Tour 2025 sukses menjangkau ribuan mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025. Program edukasi ini hadir untuk memperkenalkan konsep Web3 secara praktis dan relevan, sekaligus membekali generasi muda kampus dengan wawasan teknologi masa depan yang aplikatif.

    Program ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Binance Academy, Tokocrypto, dan Coinvestasi dalam bentuk roadshow edukasi yang membawa pembahasan seputar blockchain, aset kripto, serta teknologi Web3 langsung ke lingkungan universitas. Tidak hanya berfokus pada pemahaman teknologi, kegiatan ini juga menyoroti potensi karier dan peran strategis Web3 dalam transformasi industri digital.

    Roadshow Edukasi Web3 Menyapa Kampus di Berbagai Daerah

    Para pemenang Cumlaude Web3 dalam rangkaian acara Web3 University Tour. Sumber: Coinvestasi.
    Para pemenang Cumlaude Web3 dalam rangkaian acara Web3 University Tour. Sumber: Coinvestasi.

    Sepanjang pelaksanaannya, Web3 University Tour 2025 diselenggarakan secara bertahap di delapan kota besar Indonesia, dimulai pada April hingga Desember 2025. Rangkaian acara ini berlangsung di Yogyakarta, Bali, Medan, Solo, Semarang, Aceh, Jakarta, dan ditutup di Pontianak.

    Program ini bekerja sama dengan delapan institusi pendidikan, yakni Universitas Gadjah Mada, INSTIKI Bali, Politeknik Medan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Negeri Semarang, Politeknik Aceh, Universitas Pancasila Jakarta, serta Universitas Tanjungpura Pontianak sebagai lokasi penutup rangkaian nasional.

    Berdasarkan data pelaksanaan, tercatat sebanyak 3.774 pendaftar dengan total 2.373 peserta yang hadir secara langsung. Kegiatan ini turut didukung oleh 30 community partner dari berbagai daerah yang berperan aktif dalam memperluas jangkauan literasi Web3 di kalangan mahasiswa dan komunitas lokal.

    Di setiap kota, peserta mengikuti sesi edukasi yang mencakup pengenalan blockchain, pemahaman ekosistem Web3, hingga diskusi mengenai peluang karier di industri kripto dan teknologi terdesentralisasi. Materi disampaikan secara aplikatif, mulai dari pemetaan ekosistem Web3, pemahaman regulasi di Indonesia, hingga langkah awal membangun keterampilan dan portofolio digital.

    “Melalui Web3 University Tour, kami ingin menghadirkan edukasi Web3 yang lebih mudah diakses dan relevan bagi mahasiswa. Dengan materi dasar dari Binance Academy, kami berharap mahasiswa memahami bahwa Web3 tidak hanya tentang trading, tetapi juga membuka peluang luas, mulai dari pengembangan karier, inovasi, hingga penciptaan solusi nyata yang berdampak,” ujar Stephen McAllister, Binance Academy Team Lead.

    Selain sesi diskusi, peserta juga mengikuti Blockchain & Crypto Class yang membahas dasar-dasar blockchain, penggunaan dompet digital, keamanan aset, serta pemahaman awal tentang aset kripto. Seluruh peserta mendapatkan sertifikat keikutsertaan dan merchandise eksklusif sebagai bagian dari pengalaman belajar yang terintegrasi.

    Baca juga: Tokocrypto Publikasikan Proof of Reserves, Aset Pengguna Tumbuh 2x

    Cumlaude Web3 dan Student Ambassador

    Para pemenang Cumlaude Web3 dalam rangkaian acara Web3 University Tour. Sumber: Coinvestasi.
    Para pemenang Cumlaude Web3 dalam rangkaian acara Web3 University Tour. Sumber: Coinvestasi.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Web3 University Tour 2025 menghadirkan program Cumlaude Web3 di setiap kota. Program ini memberikan apresiasi kepada peserta terbaik berdasarkan pemahaman materi, partisipasi aktif, dan hasil evaluasi selama acara berlangsung.

    Peserta terpilih dari masing-masing kota kemudian melaju ke tahap Final Cumlaude Web3 tingkat nasional. Inisiatif ini bertujuan menjaring mahasiswa dengan minat dan potensi tinggi untuk berkembang lebih jauh dalam ekosistem Web3 di Indonesia.

    Puncak acara ditandai dengan terpilihnya delapan mahasiswa terbaik sebagai kandidat Binance Academy Student Ambassador. Para pemenang memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai program dan inisiatif edukasi Binance Academy di Indonesia.

    Program Student Ambassador ini dirancang untuk mendukung mahasiswa yang ingin berkarier di bidang Web3 sekaligus berkontribusi aktif dalam meningkatkan literasi Web3 di lingkungan kampus dan komunitas lokal.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menambahkan “Web3 bukan sekadar teknologi, tetapi peluang masa depan. Lewat Web3 University Tour 2025, kami mendorong mahasiswa untuk berani belajar, membangun keterampilan, dan mengambil peran aktif dalam ekosistem digital yang terus berkembang. Oleh karena itu, Tokocrypto fokus pada program edukasi dan literasi Web3 yang berkelanjutan agar generasi muda Indonesia memiliki pemahaman yang kuat, siap menghadapi kebutuhan industri, serta mampu berkontribusi secara positif dalam pengembangan ekonomi digital nasional.” 

    Dengan pendekatan edukasi langsung ke kampus, Web3 University Tour 2025 diharapkan mampu memperkuat literasi Web3 di kalangan mahasiswa sekaligus mempersiapkan talenta muda Indonesia untuk menjawab tantangan industri digital di masa depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?

    Anak Menteri Purbaya, Yudo Sadewa kembali membuat menjadi sorotan komunitas kripto setelah menyoroti tentang penarikan aset milik nasabah dari exchange lokal melalui Instagram pribadinya.

    Yudo Sadewa sendiri diketahui adalah seorang investor kripto yang sukses. Kekayaannya sebagian besar berasal dari investasi di aset kripto, termasuk meme coin, dan ia sering berbagi pengalaman melalui Instagram, dan TikTok pribadi miliknya. Sebagai anak dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pernyataannya sering menjadi perdebatan, meskipun ia menegaskan bahwa pandangannya bersifat pribadi.

    Yudo sadewa membagikan pentingnya self-custody melalui tiktok pribadinya @yudosadewa.

    Tentu, alasan anak Metri Purbaya ini bukan hanya karena iseng belaka, melainkan menekankan tentang pentingnya konsep self-custody dalam pengelolaan aset kripto. Menurutnya, “exchange sebaiknya hanya digunakan sebagai tempat jual beli, bukan untuk menyimpan aset.” selain itu ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar aset kriptonya disimpan di cold wallet untuk meminimalisir risiko peretasan.

    Lalu apa saja yang perlu investor tahu mengenai pentingnya keamanan aset kripto? Simak lebih lengkap yuk!

    Mengenal Self-Custody, Konsep yang Digaungkan Anak Menteri Purbaya

    Self-custody adalah konsep penyimpanan aset kripto di mana kamu menyimpan sendiri aset kripto yang kamu miliki, beserta private-key dari dompet aset kripto tersebut.

    Yudo Sadewa menyoroti prinsip dasar “Not your keys, not your coins” yang artinya, jika kunci private-key dari aset kripto pribadi kamu masih berada di tangan exchange, aset tersebut bukan sepenuhnya milik kamu, karena tidak benar-benar dalam “genggaman” kamu saat itu juga.

    Biasanya aset kripto self-custody disimpan di dompet dalam bentuk fisik (cold wallet) maupun dompet kripto digital (hot wallet). Sehingga jika kamu menggunakan metode ini, maka kepemilikan aset benar-benar berada di tangan kamu, karena akses dan otorisasi transaksi hanya bisa dilakukan dengan private-key kamu kamu pegang sendiri–dan tidak bisa diretas, kecuali private-key tersebut dimiliki oleh orang lain.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Kenapa Menyimpan Aset Kripto di Exchange Bukan Self-Custody?

    Menyimpan aset kripto di exchange bukanlah self-custody, sebab ketika kamu menyimpan kripto di exchange, kamu sebenarnya mempercayakan penyimpanan dan pengelolaan aset kepada platform tersebut–meskipun sebenarnya, di Indonesia sendiri, exchange resmi seperti Tokocrypto diwajibkan menyimpan aset nasabah di kustodian yang telah berizin OJK paling sedikit 70% dari aset nasabah.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Tips untuk Kamu yang Ingin Lakukan Self-Custody

    Tokocrypto sangat mendukung penuh kendali pengguna atas private-keys nasabah—maka dari itu proses penarikan di Tokocrypto dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Berikut beberapa tips bagi kamu yang ingin melakukan self-custody:

    • Gunakan cold wallet (misalnya Ledger atau Trezor) untuk aset jangka panjang.
    • Selalu backup 12-24 kata seed phrase atau private-key di tempat aman, seperti safe deposit box–jangan disimpan secara digital untuk meminimalisir risiko peretasan.
    • Simpan sebagian kecil di hot wallet untuk jaga-jaga jika kamu ingin melakukan penjualan atau trading dalam jangka pendek.
    • Jangan bagikan seed phrase atau private-key kepada siapapun.
    • Ikuti tutorial tarik aset kripto ke wallet untuk self-custody di sini.

    Bagi kamu yang memilih untuk tetap menyimpan di exchange resmi, seperti Tokocrypto–berikut beberapa tips agar meminimalisir risiko yang tidak diinginkan:

    • Aktifkan metode autentikasi dua faktor (2FA).
    • Hindari menggunakan password yang sama dengan akun lain.
    • Jangan klik tautan mencurigakan, dan pastikan selalu mengakses website atau aplikasi resmi Tokocrypto.
    • Pastikan software, termasuk sistem operasi, aplikasi, dan antivirus, selalu diperbarui ke versi terbaru.
    • Hindari membagikan kode OTP atau data login ke siapa pun.
    • Aktifkan kode anti-phising.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber: TikTok @yudosadewa



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Publikasikan Proof of Reserves, Aset Pengguna Tumbuh 2x

    Tokocrypto memperkuat upaya membangun kepercayaan pengguna dengan menerapkan Proof of Reserves (PoR) atau Bukti Cadangan. Mekanisme verifikasi ini memungkinkan publik dan pengguna meninjau ketersediaan aset secara transparan dan terukur.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan pengguna, terutama di tengah dinamika industri kripto yang terus berkembang. “Di tengah kembali munculnya kekhawatiran publik soal keamanan aset nasabah di industri, Tokocrypto memastikan dana pengguna dikelola secara bertanggung jawab dan dapat diverifikasi. Proof of Reserves kami adalah bentuk komitmen transparansi agar pengguna bisa melihat dan mengecek bahwa aset mereka tersedia secara utuh,” ujar Calvin.

    Tokocrypto, salah satu pedagang aset kripto yang berlisensi OJK di Indonesia, telah merilis Proof of Reserves sejak tahun 2023. Sejak pertama kali diperkenalkan, nilai aset pengguna yang tercatat dalam sistem PoR mengalami pertumbuhan signifikan. Per 1 Januari 2026, total aset pengguna yang terverifikasi dalam Proof of Reserves Tokocrypto mencapai sekitar US$345.379.785, atau tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan periode awal peluncuran.

    Aset Pengguna Tumbuh Dua Kali Lipat

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

    Calvin menilai pertumbuhan ini juga mencerminkan minat investasi aset kripto pengguna yang tetap tinggi. “Pertumbuhan nilai aset pengguna dalam PoR hingga sekitar US$345 juta per 1 Januari 2026 menunjukkan minat investasi kripto pengguna yang tetap tinggi. Kami melihat potensi pertumbuhan ini masih bisa berlanjut seiring meningkatnya partisipasi investor dan semakin matangnya ekosistem aset kripto di Indonesia,” kata Calvin.

    Aset-aset utama yang tercatat dalam Proof of Reserves berasal dari token berkapitalisasi besar yang telah mapan secara global dan termasuk yang paling aktif diperdagangkan, baik di pasar global maupun di Indonesia. Per 1 Januari 2026, aset tersebut mencakup Bitcoin (BTC) sebesar 1.246,79999263 BTC, Ethereum (ETH) sebesar 10.005,61888101 ETH, BNB sebesar 12.272,89562512 BNB, serta Tether (USDT) sebesar 75.520.184,47678899 USDT.

    Dalam implementasinya, Tokocrypto mengadopsi teknologi Merkle Tree dan zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge) untuk memastikan proses verifikasi yang akurat sekaligus menjaga privasi data pengguna. Melalui sistem Merkle Tree, setiap pengguna dapat melakukan verifikasi mandiri (self-verification) untuk memastikan bahwa saldo mereka benar-benar tercatat sebagai bagian dari total kewajiban Tokocrypto. Sementara itu, teknologi zk-SNARKs digunakan untuk membuktikan bahwa total saldo pengguna yang dihitung setara atau lebih kecil dari total aset cadangan yang dimiliki perusahaan, tanpa membuka informasi sensitif ke publik.

    Utamakan Transparansi dan Keamanan

    Tokocrypto rilis Proof of Reserves kuatkan komitmen transparansi. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto rilis Proof of Reserves kuatkan komitmen transparansi. Sumber: Tokocrypto.

    “Kami menerapkan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk memastikan audit cadangan aset lebih akurat sekaligus menjaga privasi. Pengguna juga bisa melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam perhitungan, dengan prinsip cakupan aset 1:1,” tutur Calvin.

    Tokocrypto juga menegaskan bahwa seluruh aset perusahaan dicatat dalam akun terpisah dan tidak dimasukkan dalam perhitungan Proof of Reserves. Data PoR dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi https://www.tokocrypto.com/id/proof-of-reserves, lengkap dengan panduan verifikasi bagi pengguna.

    Selain menerapkan PoR, Tokocrypto terus memperkuat ekosistem keamanan dan pelayanan kepada nasabah melalui berbagai langkah strategis. Perusahaan menerapkan sistem keamanan berlapis yang mencakup enkripsi data, proteksi API, serta teknologi deteksi intrusi dan firewall. Perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27017 sebagai standar internasional dalam manajemen keamanan informasi dan layanan cloud.

    Melalui berbagai inisiatif ini, Tokocrypto menegaskan fokusnya pada transparansi, keamanan, serta peningkatan kualitas layanan, sejalan dengan upaya membangun industri aset kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

    Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penarikan Dana Crypto ke Rekening Bank: Apa yang Perlu Diketahui

    Baik investor atau trader pasti setuju jika momen paling menyenangkan adalah saat ketika kita melakukan penarikan dana dari crypto ke rekening bank saat merealisasikan keuntungan.

    Agar kamu tidak bingung saat melakukan penarikan dana crypto ke rekening bank, berikut beberapa hal yang harus kamu ketahui!

    Bagaimana Cara untuk Melakukan Penarikan Dana Crypto ke Rekening Bank?

    Secara umum, penarikan dana crypto ke rekening bank dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:

    1. Menjual aset kripto ke rupiah (IDR)
      Aset kripto seperti Bitcoin atau Ethereum perlu dikonversi terlebih dahulu menjadi saldo rupiah di akun exchange. Di Tokocrypto, kamu bisa menjuat aset kripto kamu dengan cara market order, spot-limit, atau dengan menggunakan fitur Beli/Jual untuk mendapatkan potongan gratis biaya trading.
    2. Mengajukan penarikan (withdraw) IDR
      Setelah saldo rupiah ada di akun kamu, kamu bisa mengajukan penarikan ke rekening bank pribadi.
    3. Proses verifikasi dan pemrosesan sistem
      Exchange akan memverifikasi permintaan penarikan sesuai prosedur keamanan dan kepatuhan.
    4. Dana dikirim ke rekening bank
      Dana diproses melalui sistem perbankan dan masuk ke rekening kamu.

    Di Tokocrypto, kamu bisa menarik dana crypto kamu dengan beberapa langkah:

    1. Pilih Menu Penarikan: Masuk ke menu penarikan, kemudian klik “IDR” atau pilih “IDR” di saldo dompet kamu.
    2. Tambah Rekening Bank: Klik tombol “Tambah akun” untuk menambahkan informasi rekening bank Anda. Isi nama bank dan nomor rekening dengan benar.
    3. Periksa Nomor Rekening: Pastikan nomor rekening sudah sesuai, lalu klik “Tambah”.
    4. Rekening Berhasil Ditambahkan: Setelah berhasil ditambahkan, pilih akun bank tujuan kamu.
    5. Masukkan Jumlah Penarikan: Masukkan nominal IDR yang ingin kamu tarik.

    Gimana cukup mudah bukan? Yuk cobain Tokocrypto dengan daftar di sini 👉 Tokocrypto beli/jual gratis potongan biaya trading

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Berapa Lama Penarikan Dana Crypto ke Rekening Bank?

    penarikan dana rupiah dari exchange lokal membutuhkan waktu beberapa menit hingga maksimal 1 hari kerja. Dalam kondisi normal:

    • Permintaan yang diajukan pada jam kerja biasanya diproses di hari yang sama
    • Penarikan di malam hari atau akhir pekan (22:59 – 05:00 WIB) bisa lebih lama karena mengikuti jadwal bank mitra

    Exchange lokal resmi seperti Tokocrypto beroperasi sesuai dengan regulasi Indonesia, serta bekerja sama dengan bank dan payment gateway resmi untuk memastikan dana sampai dengan aman ke rekening pengguna.

    Di Tokocrypto sendiri proses penarikan bisa dibilang instan atau dalam hitungan menit, namun estimasi maksimalnya adalah 1×24 jam tergantung waktu kliring bank, kondisi jaringan (traffic tinggi), atau maintenance sistem bank.

    Lebih lengkap, kamu bisa baca di sini: Penarikan Dana dari Exchange Lokal Berapa Lama? Ini Gambaran Umumnya

    Biaya, Limit, dan Waktu Proses

    Biaya dan limit penarikan di Tokocrypto dirancang kompetitif untuk mendukung trader retail hingga institusi.

    Berikut tabel ringkasan biaya dan limit:

    Aspek Keterangan
    Biaya Penarikan IDR Rp10.000 per transaksi.
    Biaya Konversi/Trading Maker: 0,10% – 0,15%; Taker: 0,15% – 0,20%; plus PPh final 0,21%.
    Minimal Penarikan Rp100.000.
    Limit Harian (KYC Level 1) Rp250.000.000 dan 3 BTC.
    Limit Harian (KYC Level 2) Rp5.000.000.000 dan 100 BTC.
    Waktu Proses Kurang dari 5 menit hingga maksimal 1×24 jam kerja.

    Baca lebih lengkap mengenai biaya dan limit terbaru Tokocrypto di sini: Berapa Limit Penarikan Bitcoin dan IDR Per Hari di Tokocrypto? dan Informasi Biaya Transaksi di Tokocrypto

    Tips Agar Penarikan Dana Crypto ke Rekening Lebih Cepat

    Agar proses penarikan berjalan cepat dan minim kendala, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

    1. Pastikan data akun dan rekening bank sudah benar
    2. Ajukan penarikan di jam kerja
    3. Pastikan nama akun dan nama rekening penerima sama
    4. Pastikan minimal dana yang akan ditarik memenuhi syarat ketentuan
    5. Pilih bursa resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Kolaps FTX yang disebabkan oleh penyalahgunaan dana nasabah menjadi pelajaran pahit bagi industri kripto dan membuat para regulator beserta pelaku industri harus memperkuat tata kelola, transparansi, serta skema penyimpanan aset agar hal tersebut tidak terulang kembali.

    Dengan regulasi aset kripto di Indonesia yang semakin ketat, kira-kira bagaimana sih skema penyimpanan dana nasabah kripto di Indonesia? Apakah disimpan langsung oleh exchange atau melalui pihak lain? Simak penjelasannya!

    Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana?

    Dana nasabah crypto di Indonesia tidak langsung disimpan oleh exchange, melainkan disimpan secara penuh oleh lembaga yang ditunjuk negara.

    Hal ini dilakukan berdasarkan POJK No. 23 Tahun 2025 yang mengatur bahwa ekosistem aset kripto di Indonesia kini diatur melalui lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari Bursa, Kliring, dan Kustodian.

    Sehingga exchange resmi yang ada di Indonesia, seperti Tokocrypto ​​hanya berperan sebagai fasilitator transaksi jual beli dan karena aset atau dana nasabah disimpan secara terpisah dari exchange, maka tidak dapat digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan.

    Baca juga: Isu Penarikan Dana Mencuat, Tokocrypto Tegaskan Aset Nasabah Aman

    Skema Penyimpanan Dana Nasabah Crypto di Exchange

    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.

    Skema penyimpanan dana nasabah crypto di exchange lokal Indonesia telah mengalami transformasi signifikan sejak pengawasan beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Januari 2025, berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

    Skema ini mengadopsi model Self-Regulatory Organization (SRO) melalui Peraturan OJK (POJK) No. 23 Tahun 2025, yang merupakan perubahan atas POJK No. 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto.

    Tujuannya adalah memperkuat perlindungan konsumen dengan memisahkan aset nasabah dari operasional exchange, sehingga mengurangi risiko seperti yang terjadi pada kasus FTX di mana dana nasabah dicampur dan disalahgunakan.

    Adapun struktur penyimpanan dana nasabah crypto di Indonesia diatur sebagai berikut:

    Bursa

    PT Bursa Komoditi Nusantara, yang juga dikenal sebagai PT Central Finansial X (CFX), berfungsi sebagai penyelenggara dan penyedia sistem perdagangan aset kripto.

    CFX mengawasi transaksi perdagangan aset kripto sesuai hukum yang berlaku, serta melindungi investor dan industri secara menyeluruh untuk menjamin transaksi yang berintegritas.

    Kliring

    PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI), berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana nasabah. Lembaga ini menangani penyelesaian transaksi dan memastikan dana fiat nasabah terpisah dari dana operasional exchange.

    Kustodian

    PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), berfungsi sebagai tempat penyimpanan aset kripto nasabah. ICC telah resmi memperoleh izin OJK pada Desember 2025, menjadi kustodian pertama di Indonesia yang memegang mandat untuk menyimpan, memelihara, dan mengawasi aset kripto milik konsumen dengan protokol keamanan tinggi.

    Kustodian dalam hal ini ICC, berkewajiban menjaga paling sedikit 70% aset nasabah. Dengan adanya kustodian, nasabah bisa mendapatkan lapisan keamanan dan kepercayaan tambahan, karena aset kripto mereka tersimpan dan diawasi secara profesional sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    Exchange atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD)

    PAKD atau lebih sering dikenal dengan exchange, termasuk Tokocrypto, berfungsi sebagai platform jual-beli aset kripto. Exchange hanya bertindak sebagai fasilitator jual-beli aset kripto, sebab dana atau aset nasabah sudah tersimpan di kliring dan kustodian.

    Baca juga: Penarikan Dana dari Exchange Lokal Berapa Lama? Ini Gambaran Umumnya

    Kesimpulan

    Berdasarkan kerangka regulasi yang berlaku saat ini, dana maupun aset kripto nasabah di Indonesia tidak disimpan langsung oleh exchange.

    Dana disimpan oleh kliring dan aset kripto nasabah disimpan oleh kustodian sekecil-kecilnya 70% dari total aset nasabah. 

    Sehingga karena aset kripto nasabah berada dalam mekanisme penyimpanan kliring dan kustodian yang terpisah dari operasional bisnis exchange, maka exchange hanya berfungsi sebagai platform perdagangan—dan diharapkan mampu mengurangi risiko seperti yang terjadi pada kasus FTX di mana dana nasabah dicampur dan disalahgunakan.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Bagi nasabah yang ingin menyimpan menyimpan sendiri aset kripto-nya atau self custody baik dengan cold wallet atau hot wallet, Tokocrypto sangat mendukung penuh kendali pengguna atas private keys mereka—maka dari itu proses penarikan di Tokocrypto dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Caranya kamu cukup mengikuti tutorial berikut: Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto.

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penarikan Dana dari Exchange Lokal Berapa Lama? Ini Gambaran Umumnya

    Saat ingin melakukan penarikan dana baik ketika ingin mencairkan keuntungan, memindahkan aset ke wallet pribadi, atau menarik dana rupiah ke rekening bank, kecepatan dan kepastian proses penarikan jadi faktor penting dalam pengalaman pengguna.

    Di Indonesia, exchange kripto lokal memiliki standar operasional dan regulasi yang membuat proses penarikan relatif aman dan terstruktur. Namun, waktu yang dibutuhkan bisa berbeda-beda tergantung jenis penarikan dan kondisi tertentu. 

    Sebagai platform terkemuka di Indonesia, Tokocrypto menekankan transparansi dan kecepatan dalam layanan withdrawal-nya, membantu pengguna fokus pada strategi investasi tanpa khawatir soal akses dana. Dana penarkan bisa dipantau langsung prosesnya melalui menu yang ada di aplikasi Tokocrypto.

    Lalu berapa lama sih proses penarikan dana di exchange lokal? Simak gambaran umumnya yuk!

    Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

    Jenis Penarikan Dana di Exchange Lokal

    Sebelum membahas mengenai lamanya berapa lama durasi penarikan, penting untuk memahami bahwa penarikan dana di exchange lokal terbagi menjadi dua jenis utama:

    1. Penarikan Dana Rupiah (IDR) ke Rekening Bank

    Ini adalah proses menarik saldo rupiah dari akun exchange ke rekening bank pribadi kamu. Penarikan ini melibatkan sistem perbankan nasional, sehingga waktunya dipengaruhi oleh jam kliring bank—untuk di Tokocrypto sendiri penarikan termasuk instan atau dalam hitungan menit.

    2. Penarikan Aset Kripto ke Wallet External

    Jenis penarikan ini dilakukan saat kamu ingin memindahkan aset kripto ke wallet pribadi atau platform lain. Lama rosesnya bergantung pada jaringan blockchain yang digunakan, bukan sistem perbankan.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Durasi Penarikan Dana Rupiah dari Exhange Kripto ke Rekening Bank

    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
    Gambar: Illustrasi Bank.

    Secara umum, penarikan dana rupiah dari exchange lokal membutuhkan waktu beberapa menit hingga maksimal 1 hari kerja. Dalam kondisi normal:

    • Permintaan yang diajukan pada jam kerja biasanya diproses di hari yang sama
    • Penarikan di malam hari atau akhir pekan (22:59 – 05:00 WIB) bisa lebih lama karena mengikuti jadwal bank mitra

    Exchange lokal resmi seperti Tokocrypto beroperasi sesuai dengan regulasi Indonesia, serta bekerja sama dengan bank dan payment gateway resmi untuk memastikan dana sampai dengan aman ke rekening pengguna.

    Di Tokocrypto sendiri proses penarikan bisa dibilang instan atau dalam hitungan menit, namun estimasi maksimalnya adalah 1×24 jam tergantung waktu kliring bank, kondisi jaringan (traffic tinggi), atau maintenance sistem bank.

    Untuk detail lebih lengkap, berikut estimasi waktu untuk penarikan dana di exchange crypto lokal, Tokocrypto:

    Durasi penarikn Rupiah dari Tokocrypto ke bank. Data 29 Sep 2025.

    Lebih lengkap, kamu bisa kunjungi halaman berikut: Perkiraan Waktu Transaksi Penarikan Dana di Tokocrypto

    Lama Durasi Penarikan Aset Kripto dari Exchange

    cara transfer crypto dari phantom wallet ke tokocrypto
    Gamber: Illustrasi transfer aset kripto.

    Berbeda dengan rupiah, penarikan kripto tidak bergantung pada jam kerja. Namun, durasinya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

    • Kepadatan jaringan blockchain
    • Biaya transaksi (network fee)
    • Jenis aset dan jaringan yang digunakan

    Dalam kondisi normal, penarikan kripto bisa memakan waktu kurang dari satu menit hingga lebih dari satu jam, tergantung konfirmasi jaringan. Jaringan seperti Solana, BNB, atau TRX biasa lebih cepat sampai dan memiliki biaya transaksi yang murah.

    Baca juga: Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto

    Faktor yang Memengaruhi Lamanya Penarikan Dana

    Ada beberapa faktor umum yang memengaruhi cepat atau lambatnya proses withdraw:

    1. Proses Verifikasi dan Keamanan

    Exchange lokal menerapkan prosedur keamanan seperti pemeriksaan akun, verifikasi identitas, dan validasi transaksi untuk melindungi dana pengguna.

    2. Jam Operasional Bank

    Khusus penarikan rupiah, jam operasional bank sangat berpengaruh. Transaksi lintas bank di luar jam kerja bisa tertunda.

    3. Kondisi Sistem dan Jaringan

    Baik sistem exchange maupun jaringan blockchain bisa mengalami lonjakan aktivitas, yang berdampak pada waktu pemrosesan.

    Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya

    Tips Agar Penarikan Dana Lebih Lancar

    Agar proses penarikan berjalan cepat dan minim kendala, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

    1. Pastikan data akun dan rekening bank sudah benar
    2. Ajukan penarikan di jam kerja untuk dana rupiah
    3. Gunakan jaringan blockchain yang sesuai dan tidak padat
    4. Periksa kembali alamat wallet sebelum menarik kripto
    5. Pastikan minimal dana yang akan ditarik memenuhi syarat ketentuan

    FAQ: Penarikan Dana dari Exchange Lokal

    1. Apakah penarikan dana bisa instan?
    Dalam kondisi tertentu, penarikan rupiah bisa diproses cepat, tetapi tetap tergantung sistem bank dan exchange.

    2. Apakah penarikan kripto selalu lebih cepat?
    Tidak selalu. Jika jaringan padat atau TPS blockchain rendah, proses konfirmasi bisa lebih lama.

    3. Apakah ada batasan jumlah penarikan?
    Biasanya ada batas minimum dan maksimum sesuai kebijakan exchange. Di Tokocrypto sendiri maksimal penarikan bisa mencapai 100 BTC atau Rp5 miliar jika kamu sudah KYC Level 2.

    4. Apakah dana bisa gagal ditarik?
    Bisa, jika ada kesalahan data atau kendala sistem, namun biasanya dana akan segera dikembalikan ke saldo akun aktif.

    Kesimpulan

    Jadi, penarikan dana dari exchange lokal berapa lama? Secara umum, penarikan dana rupiah hanya membutuhkan waktu dari hitungan menit, sementara penarikan kripto bergantung pada jaringan blockchain yang digunakan. 

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Belakangan ini, isu penarikan dana nasabah dari exchange kripto lokal ramai dibicarakan di media sosial dan ruang publik, memicu kekhawatiran akan terulangnya kasus kolaps FTX di Amerika Serikat akibat penyalahgunaan dana nasabah. 

    Namun, CEO Tokocrypto Calvin Kizana menegaskan bahwa industri aset kripto di Indonesia kini jauh lebih aman, berkat perubahan struktur total sejak adanya Bursa, Kliring, dan Kustodian, di mana exchange seperti Tokocrypto tidak lagi memegang dana nasabah secara langsung melainkan hanya memfasilitasi perdagangan.

    Status Legal Aset Kripto di Indonesia

    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

    Ya, kripto legal di Indonesia sebagai aset yang bisa diperdagangkan, tapi bukan sebagai alat pembayaran sah. 

    Sejak 2018, kripto diakui secara hukum sebagai komiditas melalui regulasi Bappebti, dan kini diawasi OJK sejak Januari 2025 sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 27 Tahun 2024. Ini berarti kamu bisa beli-jual kripto di platform berizin dengan kepastian hukum, asal melalui exchange resmi seperti Tokocrypto.

    Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya

    Siapa Regulator yang Mengawasi Perdagangan Kripto?

    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.

    Sejak Januari 2025, OJK menjadi regulator utama pengawasan aset kripto, menggantikan peran Bappebti berdasarkan UU P2SK. Bappebti sebelumnya mengatur kripto sebagai komoditas sejak 2018 melalui aturan seperti Permendag No. 99/2018, termasuk pendaftaran exchange dan pencegahan TPPU. Peralihan ini dilakukan untuk integrasi dengan sektor keuangan lebih luas, dengan OJK menerbitkan POJK 27/2024 dan POJK 23/2025 untuk memperkuat pengawasan.

    Hubungan antara regulator, bursa, dan nasabah sekarang lebih terintegrasi, di mana dengan OJK yang bisa mengawasi langsung exchange seperti Tokocrypto, terbukti dengan diterbitkannya daftar Whitelist Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Berizin/Terdaftar melalui siaran pers OJK, Desember 2025.

    Baca juga: Apa Saja Opsi Bank dan E-Wallet untuk Deposit Tokocrypto?

    Bagaimana Regulasi OJK Melindungi Dana Nasabah Crypto?

    Melalui Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran (awareness) dari pemangku kepentingan (stakeholders), OJK memberikan gambaran teknis untuk perlindungan dana nasabah kripto melalui kombinasi regulasi, standar teknis, dan tata kelola yang ketat. Beberapa poin pentingnya:

    • Prinsip Zero Trust: Pedoman menekankan bahwa tidak boleh ada kepercayaan implisit dalam jaringan. Setiap akses harus diverifikasi berlapis, termasuk autentikasi pengguna, pengelolaan perangkat, dan kebijakan akses yang dinamis. Tujuannya adalah meminimalisir risiko intrusi dengan prinsip “never trust, always verify”.
    • Manajemen Risiko Siber: Penyelenggara diwajibkan mengadopsi kerangka kerja nasional maupun internasional seperti ISO 27001, NIST Cybersecurity Framework, CSMA BSSN, dan CREST. Regulasi ini memastikan tingkat kematangan keamanan dapat diukur secara objektif, sehingga kelemahan sistem bisa segera diidentifikasi dan diperbaiki.
    • Pelindungan Data dan Wallet: Untuk memastikan pelindungan aset konsumen maka OJK mengharuskan hanya boleh 30% aset konsumen yang dikelola oleh Pedagang, dan 70% aset konsumen harus disimpan di cold wallet (offline) untuk mengurangi risiko peretasan. Selain itu, semua data dan transaksi wajib dienkripsi end-to-end dengan algoritma kriptografi sesuai standar industri. Hal ini melindungi baik aset maupun informasi pribadi nasabah.
    • Rencana Tanggap Insiden (Incident Response Plan): Mengatur agar setiap penyelenggara memiliki rencana tanggap insiden yang jelas, melalui koordinasi lintas tim, pemulihan cepat, dan pelaporan insiden ke OJK serta pemangku kepentingan terkait. Ada batas waktu pelaporan insiden siber yang ketat untuk menjaga transparansi.
    • Peningkatan Kompetensi Teknis: Penyelenggara harus memastikan tim teknisnya terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan intensif, sertifikasi profesional (CISA, CISSP, CISM), dan simulasi insiden. Tujuannya agar kesiapan operasional tetap tinggi menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

    Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana?

    Berlandaskan POJK No. 23 Tahun 2025, tata kelola ekosistem aset kripto di Indonesia kini dijalankan melalui lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) yang mencakup Bursa, Kliring, dan Kustodian. 

    Melalui kerangka ini, dana serta aset kripto milik nasabah wajib dipisahkan dari aset operasional exchange, sehingga tidak bisa dipakai untuk kepentingan internal perusahaan.

    Adapun struktur ekosistem kripto nasionalnya diatur sebagai berikut:

    • Bursa: PT Central Finansial X (CFX), bertugas menyelenggarakan dan menyediakan sistem perdagangan aset kripto.
    • Kliring: Kliring Komoditi Indonesia, berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana Rupiah atau fiat milik nasabah.
    • Kustodian: PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), berperan sebagai penyimpanan aset kripto nasabah.
    • Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD): Saat ini terdapat 29 PAKD berizin OJK, termasuk Tokocrypto, yang menyediakan layanan jual-beli aset kripto.
    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa mekanisme perlindungan dana nasabah kini semakin kuat karena terdapat kewajiban rekonsiliasi aset harian untuk memastikan total aset nasabah selalu utuh. Apabila terjadi kekurangan, exchange wajib melakukan penambahan aset sesuai ketentuan yang berlaku.

    Pernyataan ini mempertegas komitmen industri kripto nasional untuk memperkuat perlindungan konsumen dan meminimalkan risiko penyalahgunaan dana nasabah.

    Baca tanggapan lengkap dari CEO Tokocrypto: Menanggapi Seruan Penarikan Dana Massal

    Apakah Dana dan Aset Nasabah Crypto Aman?

    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Bitcoin dan cold wallet. Sumber: Shutterstock.

    Regulasi OJK membuat dana nasabah terpantau dan aman jika kamu menggunakan exchange yang masuk ke daftar whitelist seperti Tokocrypto, sebab Tokocrypto juga memiliki berbagai sertifikasi seperti ISO 27001 dan ISO 27017 yang merupakan standar internasional untuk keamanan informasi, dan fitur Proof of Reserve yang memungkinkan nasabah memantau secara langsung aset yang disimpan dengan rasio 1:1. 

    Memiliki prinsip Not your key, not your coins? Tenang…

    Bagi nasabah yang ingin menyimpan menyimpan sendiri aset kripto-nya atau self custody baik melalui cold wallet atau hot wallet, Tokocrypto mendukung penuh self custody sehingga dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Caranya kamu cukup mengikuti tutorial berikut: Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com