Tag: Tokoscholar

  • Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

    Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh dalam dua tahun terakhir. Proyeksi potensi ekonomi yang dihasilkan oleh teknologi ini tidak main-main.

    Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

    Riset PwC bahkan mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan dan kesehatan akan paling banyak diuntungkan. 

    Potensi ekonomi yang besar itu mengerakan Sunu Puguh Hayu Triono bersama dua orang rekannya, yaitu Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc dan Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, MH merancang penelitian yang bertajuk “Brief Policy to Blockchain Based Industry In Indonesia: It Is Now or Later?

    “Industri blockhain itu punya potensi yang sangat besar sebenarnya. Kita melihat di situ, industri ini bisa berkembang. Tapi di sisi lain, banyak tindakan yang kurang baik hingga merugikan masyarakat atau investor kripto, seperti rugpull dan token-token kripto yang tidak jelas. Kita bicara investor sudah meningkat dan menjadi kebutuhan, literasi juga diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan,” kata Sunu dalam wawacara dengan tim TokoNews, Senin (8/8).

    Ilustrasi blockchain.
    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

    Sunu melihat perkembangan industri blockchain di Indonesia belum dibarengi dengan policy atau kebijakan yang tujuannya untuk melindungi masyarakat dan mengembangkan inovasinya. Sehingga menurutnya banyak orang yang mungkin akan ragu-ragu untuk mengembangkan teknologi blockchain, karena tidak ada guidance yang jelas.

    Bantu Formulasikan Kebijakan Blockchain di indonesia

    Tiga orang peneliti yang berasal dari institusi Telkom Univesity ini menjelaskan ada dua tujuan dari penelitian yang nanti akan mereka jalankan. Keduanya harus memiliki nilai pengembangan ekosistem dan melindungi masyarakat.

    “Di satu sisi, mengembangkan ekosistem industri berbasis blockchain dan melindungi para pelaku yang terlibat di dalamnya. Hal menarik dari penelitian ini, karena teknologi ini masih baru secara penerapannya belum mainstream, dan dikaitkan hanya dengan aset kripto, jadi kami melihat di blockchain ini yang utamanya token, itu akan berlaku seperti uang, apapun yang nanti dikembangkan akan menjadi potensi yang besar, seperti GameFi, move-to-earn dan lainnya,” jelas Sunu.

    Menurut para peneliti, teknologi blockchain memiliki potensi besar untuk digunakan, tidak ada kebijakan pemerintah yang komprehensif untuk mengatur, melindungi pihak-pihak yang terlibat, dan mendukung penciptaan inovasi berbasis blockchain. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu langkah untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi ekosistem blockchain di Indonesia.

    (ki-ka) Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc, Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, dan Sunu Puguh Hayu Triono ingin melakuikan penelitian terkait blockchain di Indonesia. Foto: Dok. Pribadi.
    (Ki-ka) Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc, Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, dan Sunu Puguh Hayu Triono ingin melakuikan penelitian terkait blockchain di Indonesia. Foto: Dok. Pribadi.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    Metode Penelitian

    Seperti dijelaskan di awal, penelitian ini akan merumuskan beberapa rekomendasi kebijakan dalam untuk melindungi publik dan pemangku kepentingan dalam industri berbasis blockchain, dan juga untuk mendorong terciptanya inovasi. Target keluaran Rumusan dalam penelitian ini adalah publikasi pada jurnal ilmiah internasional yang terindeks Scopus.

    Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan studi pustaka semisistematis tinjauan. Wawancara dilakukan dengan pakar industri blockchain yang terdiri dari praktisi, akademisi di bidang ekonomi dan bisnis, serta akademisi di bidang publik aturan. Metode analitik bersifat deskriptif atau naratif untuk mensintesiskan temuan-temuan wawancara dan tinjauan literatur.

    Penelitian Didukung Tokocrypto

    Sunu dan dua rekannya berhasil mendapatkan bantuan penelitian dari Tokocrypto melalui ekosistem TokoScholar, salah satu platform yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain. Para peneliti telah menerima dana hibah sebesar Rp 50 juta untuk menjalankan penelitiannya dari proposal yang terpilih.

    Sunu dan tim akan diberikan waktu tiga bulan untuk menjalankan program penelitiannya. Nantinya, hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan kepada tim Tokocrypto untuk ditindak lanjuti untuk memajukan industri blockchain di Indonesia.

    Tokocrypto Researcher Grants
    Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants.

    Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

    Program Lead TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan teknologi blockchain telah digunakan di Indonesia sejak generasi awal perkembangannya. Namun, penggunanya masih terfokus pada aplikasi transaksi finansial. 

    “Potensinya bisa untuk membantu sektor lain di Indonesia yang masih tertinggal, seperti pertanian dan kesehatan. Butuh riset yang mendalam untuk mengembangkan blockchain dan aset kripto di Indonesia,” kata Dimas.

    Dimas menambahkan, salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

    Berbicara investasi aset kripto, rasanya tidak afdal jika tak membicarakan project atau produk di dalamnya. Terlebih pertumbuhan industri kripto di Indonesia, kini semakin ramai dengan produk-produk kripto lokal yang bermunculan.

    Namun di sisi lain, banyak investor dan masyarakat yang bingung untuk mencari project atau produk kripto mana yang sejalan dengan kebutuhan mereka dan pengaplikasiannya sesuai dengan konteks di Indonesia. Maka dari itu, hal ini membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

    Adalah Nicolaus Euclides Wahyu Nugroho bersama rekannya Sisilia Thya Safitri mencoba melakukan penelitian dengan tajuk “Analisis Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia.” Mereka ingin melihat lebih jauh lagi potensi yang bisa dikembangkan dari produk kripto di Indonesia.

    Potensi Produk Kripto di Indonesia

    Kripto kini sudah dipandang menjadi salah satu instrumen investasi yang potensial dan menjanjikan untuk jangka panjang. Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat per Juli 2022, jumlah investor aset kripto capai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

    Prospek project kripto lokal atau dalam negeri saat ini semakin cerah dengan adanya regulasi baru. Bappebti telah menerbitkan Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. 

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto dan bendera Indonesia.

    Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

    Dalam aturan tersebut memuat daftar 383 jenis aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Di antara ratusan jenis itu, terdapat sejumlah project kripto lokal yang masuk. Artinya beberapa project aset kripto lokal sudah diakui kualitas dan prospek ke depannya oleh regulator di Indonesia.

    “Aset kripto semakin dikenal oleh masyarakat, namun banyak juga yang berpikiran negatif. Kita itu selain ingin mengetahui produk yang bagus, jadi karena tujuan penelitian ini memang cari produk yang cocok, kira-kira produk yang sudah dicari oleh orang-orang di Indonesia, apakah itu cocok? Atau ada kemungkinan tidak untuk creation produk baru, juga harus sudah menjawab produk yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Nicolaus kepada TokoNews pada Senin (8/8).

    Menurut Nicolaus, dengan adanya penelitian ini bisa memberikan referensi kepada masyarakat untuk melihat investasi kripto secara keseluruhan. Dan membandingkannya dengan instrumen investasi lainnya, seperti  pasar uang, obligasi, dan saham.

    Metode Penelitian

    Nicolaus menjelaskan akan melakukan penelitian akan dimulai dari studi literatur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan instrumen pengukuran dan dibuatkan kuisioner.

    Penentuan Variable Bebas (VB) dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan studi literatur pada penelitian terkait untuk menentukan pengaruh terhadap variable terikat (VT) yaitu penentuan produk kripto sebagai aset di Indonesia, disingkat Cypto Product (CP). 

    Menurut penelitian yang telah dilakukan, terdapat kelebihan dan kelemahan pada masing–masing jenis kripto. Kelebihan dan kelemahan tersebut yang akan dijadikan Variabel bebas pada penelitian inI, yaitu:

    • Hash Rate (HR).
    • Access Speed (AS).
    • Currency Exchange Process (CE).
    • Block Generation Time (BG).
    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.
    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.

    Baca juga: Video: Penting Perempuan Mandiri Finansial dan Lebih Dekat Aset Digital

    Dengan rangkaian metode yang digunakan tersebut, diharapkan dapat mengetahui produk kripto apa yang paling diminati di Indonesia dan kemungkinan dalam pembuatan produk kripto baru yang memenuhi keinginan dari masyarakat Indonesia.

    TokoScholar Dukung Penelitian Kripto dan Blockchain

    Proposal penelitian yang dikeluarkan oleh Nicolaus dan Sisilia mendapat dukungan penuh dari Tokocrypto melalui ekosistem TokoScholar, salah satu platform yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain. 

    Para peneliti telah mendapatkan dana hibah kurang lebih Rp 50 juta untuk menjalankan penelitiannya dari proposal yang mereka buat. Jangka waktu penelitian yang diberikan maksimal tiga bulan. Nantinya, hasil penelitian akan dipublikasi oleh peneliti dan akan ditindak lanjuti oleh Tokocrypto dalam mengembangkan produk serta bisnis ke depan.

    Program Lead of TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan mencari produk kripto yang sesuai dengan kebutuhan dan manfaat bagi masyarakat Indonesia merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, Tokoscholar memutuskan menfasilitasi penelitian yang dilakukan oleh Nicolaus dan Sisilia.

    Tokocrypto Researcher Grants
    Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    “Perkembangan investasi aset kripto kini sudah semakin eksponensial. Namun, di sisi lain, kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk atau project kripto yang sesuai dengan mereka, belum dipahami sepenuhnya. Sehingga, banyak di antara mereka yang ikuti melakukan investasi atas dasar FOMO, tanpa melakukan riset,” kata Dimas.

    Dimas menambahkan, perlu diingat dalam investasi aset kripto, investor harus melakukan riset terlebih dahulu. Jangan terpengaruh dengan FOMO yang mendukung aset kripto lokal, namun lihat whitepaper, roadmap, hingga profil pengembangnya. Maka dari itu, edukasi dan literasi mengenai kripto dan blockchain sangat dibutuhkan.

    Salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

    Tokocrypto akhirnya meluncurkan website edukasi untuk mempelajari lebih dalam aset kripto dan blockchain. Website ini merupakan bagian dari TokoScholar, yaitu sebuah platform dari salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait teknologi blockchain dan aset kripto.

    Program Lead TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Al-faruq, mengatakan situs TokoScholar kini sudah bisa diakses oleh publik secara gratis melalui perangkat dekstop maupun mobile. Siapa pun dapat langsung bergabung dan memulai kursus mereka, belajar mengenai aset kripto dan blockchain mulai dari hal mendasar hingga level ahli.

    “Harapan adanya website tokoscholar.io ini sudah pasti untuk membuka literasi masyarakat mengenai aset kripto dan blockchain. Lalu dapat memberikan semua tools yang diperlukan agar siapapun yang mendaftar di TokoScholar sukses mempelajari materi kursus yang disediakan,” kata Dimas.

    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Keunggulan Belajar Kripto di Tokoscholar

    Dimas menjelaskan ada beberapa keunggulan yang bisa didapatkan oleh masyarakat yang memulai kursusnya di Tokoscholar. Mulai dari akses dan biaya, karena TokoScholar adalah platform online learning yang terbuka 24 jam untuk pembelajaran. Selain itu secara biaya juga lebih unggul karena akses semua konten-kontennya gratis.

    “Kami juga bermitra dengan speakers, mentor, coach yang pastinya expert di bidang aset kripto. Semua konten dibuat sesuai dengan perkembangan latest crypto trends. Kemudian, nantinya semua teman-teman yang berhasil menyelesaikan kursus hingga tuntas akan mendapatkan sertifikasi penyelesaian belajar dalam bentuk NFT,” tutur Dimas.

    Konten pembelajaran di website TokoScholar pun beragam mulai dari teks, infografik, video. Semua bisa diakses oleh masyarakat secara gratis. Untuk mendapatkan akses tersebut, masyarakat bisa langsung membuka website tokoscholar.io, dan di setiap course yang ada bisa klik “Join As Partner” atau “Daftar Jadi Mitra”.

    “Untuk join di TokoScholar, tidak banyak persyaratan. Cukup registrasi seperti nama, universitas, dan akun Tokocrypto,” terangnya.

    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    Misi TokoScholar

    TokoScholar tidak hanya menyediakan program self learning dari website-nya saja. Program edukasi lainnya, juga menawarkan workshop, seperti bootcamp intensive, seminar, dan webinar.

    “Salah satu upcoming class yang akan kami selenggarakan adalah financial literacy, di mana nantinya di kelas ini akan dijelaskan kiat kiat managing money dalam berinvestasi di kripto. Tujuannya agar teman-teman yang berpartisipasi paham tentang financial-nya sendiri sehingga mulai berani untuk mencoba berinvestasi,” jelas Dimas.

    TokoScholar juga baru saja membuat sebuah kurikulum mata kuliah berstandar DIKTI tentang Bitcoin, blockchain dan aset kripto. Kurikulum ini akan mulai diadopsi oleh perguruan tinggi yang sudah menjadi partner.

    Sejauh ini TokoScholar sudah menjalin mitra dengan UNS Surakarta, Telkom University, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Kristen Indonesia (UKI).

    TokoScholar juga berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bawah payung program Kampus Merdeka untuk memberikan pengalaman belajar berbasis karier di industri blockchain bagi para mahasiswa.



    Sumber : news.tokocrypto.com