Tag: Tom Lee

  • Chairman BitMine Sebut Ethereum Masuki Supercycle Bitcoin

    Chairman BitMine, Tom Lee berpendapat bahwa Ethereum memasuki tahap awal “siklus super” atau Supercycle yang mirip dengan Bitcoin setelah tahun 2017.

    Lee menjelaskan kepada para pengikutnya di X bahwa penurunan tajam secara historis mendahului kenaikan besar.

    Data on-chain mendukung pandangan tersebut, menunjukkan wallet jangka panjang mengumpulkan rekor 27 juta ETH dan aset tersebut diperdagangkan mendekati basis biayanya, level yang seringkali menandai zona beli yang kuat.

    Baca Juga: Analisa Harga ETH Hari Ini: Ethereum Turun 1%, Adakah Rebound?

    Ikuti Jejak Bitcoin

    Saat ini, Ethereum mungkin sedang menghadapi periode volatilitas yang tajam, tetapi beberapa analis berpendapat bahwa aset ini sedang memasuki tahap awal tren jangka panjang yang dapat mencerminkan pertumbuhan eksplosif Bitcoin selama dekade terakhir.

    Chairman BitMine dan salah satu pendiri Fundstrat Tom Lee mengatakan bahwa Ethereum tampaknya “memasuki Supercycle yang sama” yang telah membantu Bitcoin berlipat ganda lebih dari 100 kali lipat sejak ia pertama kali merekomendasikannya kepada klien pada tahun 2017. 

    Pada saat itu, Bitcoin hanya bernilai sekitar $1.000, yang merupakan level yang akhirnya menyebabkan beberapa koreksi dramatis, termasuk penurunan lebih dari 75%, sebelum akhirnya mencapai rekor tertinggi di atas $126.000 pada bulan Oktober 2025.

    Lee menyebut kemunduran Ethereum saat ini sebagai bagian dari pola keraguan investor yang sama yang nantinya akan membentuk kenaikan jangka panjang Bitcoin.

    Menurutnya, volatilitas ekstrem merupakan tanda bahwa pasar masih mencoba untuk “mengesampingkan masa depan yang besar,” dan investor yang akhirnya diuntungkan dari siklus super Bitcoin adalah mereka yang bersedia menanggung apa yang ia sebut sebagai “momen eksistensial” di pasar.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 18 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 18 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Didukung Data on Chain

    Cuitan Lee di X bukan sesumbar. Data on-chain menunjukkan bahwa pemegang Ethereum jangka panjang terus memandang penurunan saat ini sebagai peluang, alih-alih ancaman.

    Analis CryptoQuant, Burak Kesmeci, mencatat bahwa harga Ethereum baru-baru ini, sekitar $3.150, menempatkannya hanya sekitar $200 di atas rata-rata basis biaya untuk akumulator jangka panjang yang didefinisikan sebagai wallet yang telah menumpuk ETH dengan sabar sepanjang tahun.

    Ia menambahkan bahwa Ethereum hanya pernah jatuh di bawah level ini sekali pada tahun 2025, yaitu saat guncangan pasar yang dipicu oleh kebijakan tarif global Presiden AS Donald Trump.

    Meskipun terjadi kontraksi pasar yang lebih luas dan penurunan 24 jam hingga mencapai level terendah $3.023, Ethereum tampaknya masih stabil di kisaran $3.185.

    Kesmeci menyampaikan bahwa sekitar 17 juta ETH telah mengalir ke alamat akumulasi jangka panjang sepanjang tahun ini, sehingga total saldo di dompet-dompet ini meningkat dari 10 juta menjadi 27 juta ETH.

    Ia menilai bahwa jika Ethereum turun di bawah basis harga $2.900, kemungkinan besar tidak akan bertahan lama di sana. Ia menyebutnya sebagai salah satu zona harga historis terkuat untuk akumulasi jangka panjang.

    Baca Juga: Altcoin Reli! 5 Token Ekosistem Ethereum yang Paling Mencuri Perhatian

    BitMine Umumkan Jajaran Eksekutif Baru

    Di tingkat korporat, BitMine Immersion Technologies baru-baru ini merombak kepemimpinannya dengan menunjuk Chi Tsang sebagai CEO dan memperluas jajaran direksi untuk memperkuat tata kelola.

    Minat institusional juga terus meningkat, dengan ARK Invest yang meningkatkan eksposurnya di BitMine, meskipun perusahaan lain mengadopsi strategi treasury kripto mereka sendiri di Solana dan Zcash.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aksi Bitmine: Beli ETH US$130 Juta Saat Investor Ritel Mulai Mundur

    Perusahaan investasi kripto milik Tom Lee, Bitmine, kembali menambah kepemilikan Ethereum dalam jumlah besar. Perusahaan ini dilaporkan membeli 44.463 ETH dengan nilai sekitar US$130 juta atau setara lebih dari Rp2 triliun, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang Ethereum terbesar di dunia.

    Dengan pembelian terbaru ini, total kepemilikan Ethereum Bitmine kini mencapai 4,11 juta ETH, atau sekitar 3,41% dari total pasokan Ethereum yang beredar. Langkah agresif ini dilakukan di tengah meningkatnya akumulasi institusional dan dominasi investor besar (whales) dalam ekosistem Ethereum.

    Bisakah Akumulasi Institusional Mengendalikan Sirkulasi Pasokan Ethereum? 

    Bitmine menyatakan strategi jangka panjangnya berfokus pada akumulasi dan staking Ethereum secara agresif. Perusahaan telah melakukan staking terhadap 408.627 ETH dan berencana memperluas aktivitas staking melalui jaringan validator MAVAN mulai tahun 2026.

    Tom Lee menyebut Bitmine sebagai pembeli ETH dengan dana segar terbesar selama periode pelemahan pasar kripto. Menurutnya, tekanan pasar di akhir tahun, termasuk aksi tax loss selling, menciptakan peluang akumulasi yang menarik bagi investor institusional.

    Bitmine menargetkan strategi yang mereka sebut sebagai “alchemy of 5%”, yaitu ambisi untuk menguasai 5% dari total pasokan Ethereum dalam jangka panjang.

    Di sisi lain, data on-chain menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan Ethereum. Berdasarkan analisis Milk Road, dompet yang menyimpan lebih dari 1.000 ETH kini menguasai sekitar 70% dari total pasokan Ethereum, meningkat tajam sejak akhir 2024. Sementara itu, kepemilikan investor ritel tercatat terus menurun.

    Bisakah Akumulasi Institusional Mengubah Dinamika Pasar Ethereum?

    Kondisi ini memicu kekhawatiran sekaligus optimisme di pasar. Konsentrasi kepemilikan oleh whale berpotensi mengurangi likuiditas dan menekan pasokan, namun juga dinilai dapat menopang stabilitas harga Ethereum saat terjadi koreksi pasar.

    Saat ini, harga Ethereum berada di kisaran US$2.950 setelah mengalami pergerakan yang cukup volatil. Meski demikian, ETH masih mencatatkan kenaikan lebih dari 22% dalam enam bulan terakhir, menunjukkan daya tahan permintaan jangka panjang.

    Di tengah tren akumulasi ini, pendiri BitMEX Arthur Hayes justru menyatakan rencananya untuk menjual kepemilikan Ethereum dan mengalihkan investasi ke aset DeFi, yang menurutnya berpotensi memberikan kinerja lebih baik saat sentimen risiko pasar meningkat.

    Dengan semakin besarnya peran institusi dan whale, dinamika pasar Ethereum ke depan diperkirakan akan semakin ditentukan oleh strategi pemain besar dibandingkan investor ritel.

    Baca juga: Chairman BitMine Sebut Ethereum Masuki Supercycle Bitcoin


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Dalam Momentum 1971, Apa Maksudnya?

    Tom Lee, seorang analis keuangan yang cukup terkenal di Wall Street dan kini ikut berkecimpung di dalam industri kripto dengan menjadi Chairman BitMine Immersion Technologies Inc. menjadi sorotan di kalangan investor kripto setelah pernyataannya yang membandingkan Ethereum (ETH) dengan momen bersejarah tahun 1971.

    Pernyataan ini ia lontarkan di Binance Blockchain Week 2025, di mana Lee menekankan bahwa Ethereum sedang memasuki fase transformasional yang mirip dengan“Nixon Shock”, yakni fase ketika Presiden Richard Nixon menghentikan konvertibilitas dolar AS ke emas pada 15 Agustus 1971.

    Guna memahami maksud Tom Lee tentang  bagaimana kaitan momentum 1971 dengan Ethereum, mari kita bedah latar belakang sejarah pada tahun 1971 yuk!

    Maksud dari Ethereum Ethereum Dalam Momentum 1971

    Tahun 1971 dikenal sebagai tahun yang menandai berakhirnya sistem Bretton Woods (1944–1971), sebuah mekanisme yang menetapkan bahwa Dolar AS dijamin dapat dikonversi menjadi emas dengan harga tetap, yaitu USD 35 per ons.

    Sejak konvertibilitas itu dibatalkan oleh Presiden Richard Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971 (Nixon Shock), Dolar AS yang sebelumnya didukung oleh cadangan emas resmi berubah menjadi mata uang fiat penuh, yakni uang yang nilainya hanya bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah dan stabilitas ekonomi Amerika Serikat.

    Perubahan ini sempat memicu kekhawatiran inflasi, namun justru membuka pintu bagi Wall Street untuk berinovasi. Institusi keuangan kemudian menciptakan produk baru seperti derivatif, obligasi, dan instrumen keuangan kompleks guna mempertahankan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Hasilnya adalah ekspansi ekonomi global, pertumbuhan pesat pasar keuangan, serta semakin kokohnya dominasi Amerika Serikat dalam sistem finansial internasional.

    Lee melihat hal yang sama terjadi di Ethereum sekarang, dimana Ethereum bukan dipandang sebagai “emas digital” seperti Bitcoin, melainkan infrastruktur yang memungkinkan tokenisasi segala aset.

    Tom Lee kemudian membandingkan “Nixon Shock” tahun 1971, dengan  regulasi crypto AS tahun 2025 yang sama-sama berpotensi memodernisasi Wall Street, mendorong inovasi keuangan, dan menciptakan kekayaan triliunan di pasar tradisional.

    Aturan seperti:

    • GENIUS Act: Undang-undang federal pertama yang mengatur stablecoin (kripto yang nilainya dipatok 1:1 dengan USD), dengan aturan cadangan, penerbit, dan pengawasan. Ini meningkatkan legitimasi dan adopsi.
    • Project Crypto SEC: Inisiatif SEC untuk memperbarui kerangka regulasi sehingga lebih selaras dengan teknologi on-chain yang semakin berkembang, isinya seperti aturan tentang self-custody, kapan token dianggap sekuritas atau bukan), dan mendorong inovasi seperti tokenisasi saham/obligasi.

    Perubahan aturan seperti di atas dipandang mampu memberikan kejelasan regulasi, mengurangi ketidakpastian, dan mendorong institusi besar yang dulu hanya bermain di Wall Street untuk mulai masuk ke dalam kripto.

    Tom Lee melihat potensi hal tersebut dapat memicu “supercycle” di mana Ethereum sebagai proyek smart contract terdepan, dapat diuntungkan sebab Ethereum akan menjadi platform blockchain utama yang banyak digunakan ketika adopsi tokenisasi aset dunia nyata (Real World Asset—RWA) menjadi new normal sama seperti uang fiat setelah era Nixon.

    Tokenisasi (RWA) sendiri adalah proses mengubah aset fisik atau tradisional menjadi token digital di blockchain, memungkinkan perdagangan 24/7, likuiditas, dan akses global tanpa intermediary. 

    Lee menyoroti bahwa sebagian besar infrastruktur RWA saat ini dibangun di Ethereum, termasuk Layer 2 seperti Polygon atau Optimism, yang mendominasi sekitar 70% pasar RWA. 

    Ini termasuk tokenisasi saham, obligasi, real estate, dan bahkan dolar AS melalui stablecoins seperti USDT atau USDC. Institusi besar seperti Mastercard, Ripple, dan TON Blockchain telah menyatakan komitmen mereka untuk membangun di Ethereum, dengan pertumbuhan stablecoins mencapai 20-30% per tahun untuk remitansi, treasury, dan settlement lintas batas.

    Lee percaya bahwa kedepannya adopsi tokenisasi akan meledak hingga 200x. Alasan utamanya adalah adanya regulasi yang mendukung, seperti GENIUS Act dan Project Crypto dari SEC yang sebelumnya telah dijelaskan di atas, karena dapat memudahkan migrasi aset ke blockchain. 

    Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

    Target Harga: Ethereum Bisa Tembus $62.000

    Tom Lee memperkirakan ETH bisa mencapai $62.000 dalam beberapa bulan jika rasio ETH/BTC naik ke 0,25 dengan asumsi BTC mencapai $250.000. Jika hanya kembali ke rata-rata historis delapan tahun, ETH bisa ke $12.000.

    Saat ini, ETH di sekitar $3.000 dianggap “grossly undervalued” karena telah keluar dari pola sideways lima tahun. BitMine, perusahaan yang dipimpin Lee sendiri telah mengakumulasi 1,52 juta ETH (sekitar 1,3% suplai total) senilai $6,6 miliar, menjadikannya pemegang treasury ETH terbesar dunia, mereka bertujuan setidaknya menguasai 5% suplai ETH untuk staking dan DeFi.

    Secara keseluruhan, apa yang dimaksud Tom Lee dengan Ethereum dalam momentum 1971 adalah momen dimana Ethereum bukan lagi dianggap sebagai altcoin biasa, tapi aset strategis untuk era tokenisasi.

    Bagi investor Indonesia, dengan regulasi pemerintah yang mendukung adopsi aset kripto, Ethereum bisa jadi salah satu aset yang dapat kamu pertimbangkan untuk masuk ke dalam portofolio. Selain karena menjadi aset yang konsisten duduk sebagai aset kedua terbesar setelah Bitcoin dari segi kapitalisasi pasar, potensi adopsi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) juga semakin lebar.

    Bagi kamu yang tertarik untuk memiliki aset kripto Ethereum—di Tokocrypto kamu bisa beli dengan deposit hanya mulai dari Rp50.000 lho! Dapatkan juga potongan biaya trading sampai dengan 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO registrasi. Download dan daftar aplikasinya di sini!

    Baca juga: Piala Dunia 2026 Sebentar Lagi, Likuiditas Pasar Siap Tersedot!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Sumber:

    YahooFinance: Tom Lee Claims Ethereum Will Hit $62,000 in Next Few Months, Ramps up Bitcoin Call to $250,000. Diakses 15 Desember 2025

    Bezinga: Tom Lee Calls Ethereum A 1971-Style Gold Moment As ETH Hits New All-Time High, Says ‘Very High Probability’ Of Flipping Bitcoin. Diakses 15 Desember 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com