Tag: torsi

  • Belajar dari Tabrakan Beruntun di Cipularang, Ini Cara Aman Nyetir di Turunan



    Jakarta

    Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Cipularang, kemarin sore. Setidaknya 11 kendaraan terlibat kecelakaan ini dan mengakibatkan jalan ditutup hingga macet parah.

    Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihanton mengatakan kecelakaan terjadi pukul 15.30 WIB. Dia menjelaskan kecelakaan bermula dari bus Primajasa dengan nomor polisi (nopol) B-7198-ZX melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Kecelakaan terjadi di jalan yang menikung.

    Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Dadang Supriadi mengatakan kecelakaan ini dipicu bus Primajasa yang menabrak 10 kendaraan lain di depannya.


    “Kendaraan PO Bus Primajasa datang dari arah Bandung menuju arah Jakarta setibanya di TKP di jalan agak menikung dan menurun telah menabrak kendaraan 10 kendaraan yang berada di depannya,” ujar AKP Dadang dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7).

    Menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, jalan menurun dan waktu sore hari kemungkinan menjadi pemicu tabrakan beruntun ini.

    “Faktor yang berkontribusi, kejadian jam 16.00 ya kadang kita kalau beraktivitas pada jam itu sering juga merasa mulai tidak prima, kalau meeting pasti ada coffee brake dan untuk kaum muslim sudah masuk ibadah salat Asar. Jadi literasi sirkandian biologis manusia mulai menurun dari best coordination ke reaction time yang mulai menurun, jadi waktu bisa menjadi kontributor juga. Bisa saja pengemudi mulai terganggu konsentrasinya,” kata Reza kepada detikOto, Kamis (11/7/2024).

    Berikutnya topografi jalan. Dari arah Bandung ke Jakarta pada kilometer tersebut memang menurun. Namun, pihak pengelola jalan tol sudah menjelaskan dengan banyak rambu peringatan bahkan perintah untuk menjaga kecepatan.

    “Jadi ketika ada risiko pengemudi menurun tingkat konsentrasinya, maka wajib dan sebaiknya mengikuti rambu dan marka jalan. Apalagi ini angkutan umum jenis kendaraan bus. Jalan menurun dengan bus sudah banyak dibahas KNKT ada risiko rem blong. Dari mulai teknik mengemudinya hingga sistem perawatan dan ujungnya kompetensi pengemudi,” ujar Reza.

    Untuk itu, Reza memberikan beberapa tips cara aman berkendara di jalan menurun. Yang pertama, pengendara harus bisa mengendalikan kecepatan. Kurangi kecepatan dengan memanfaatkan engine brake.

    “Transmisi matic jangan di D, turunkan satu misalnya 3.⁠ ⁠Gunakan retarder jika ada,” katanya.

    “Jangan lakukan pemindahan gigi sepanjang turunan. Gunakan transmisi yang sama saat menanjak, kalau gigi berapa tergantung mobilnya dan fiturnya, paling afdol di buku manual ada kok. Average di 2 atau 3 dan ketika menanjak perhatikan batas maksimal torsi,” tambahnya.

    Selanjutnya, cek dasbor mobil dan rambu batas kecepatan di jalan tol. Untuk teknik pengereman, jika kendaraan masih menggunakan rem tromol hindari pengereman terus-menerus.

    “Karakter konstruksi tromol kan akan panas. Mau dikocok juga sama, jadi ya harus ‘diistirahatkan’ remnya. Dengan engine brake (penggunaan gigi rendah) penting, jadi service brake bisa intermiten digunakan. Engine brake kurang, baru bantu dengan service brake. Panas rem ini musuh minyak rem,” jelas Reza.

    Terakhir dan yang masih sering disepelekan adalah jaga jarak dengan kendaraan di depan. Paling tidak, jaga jarak aman dengan rumus tiga detik.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mobil Lebih Kuat Lewat Tanjakan Jika Berjalan Mundur, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Saat berkendara ke luar kota, detikers mungkin akan menemukan jalanan yang menanjak dan menurun. Jangan anggap remeh jalanan yang menanjak dan menurun karena banyak pengendara yang kesulitan saat melewatinya.

    Soalnya, sering terjadi kasus mobil gagal melibas tanjakan curam. Oleh sebab itu, banyak pengendara yang berpikir bagaimana cara melintasi tanjakan dengan benar dan aman.

    Nah, salah satu caranya adalah dengan berjalan mundur. Sebab, beberapa orang meyakini jika mobil berjalan mundur maka akan lebih kuat menanjak.


    Namun, apakah hal tersebut benar adanya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Apakah Mobil Berjalan Mundur Lebih Kuat Di tanjakan?

    Mengutip situs Spot Dem, sebenarnya mobil bisa lebih kuat menanjak dengan cara berjalan mundur jika mobil tersebut berpenggerak roda depan atau front wheel drive (FWD).

    Sebab, gigi mundur (reverse) memiliki rasio gigi yang lebih rendah daripada gigi maju (drive). Oleh sebab itu, mobil yang berjalan mundur mungkin akan lebih kuat melibas tanjakan.

    Saat mobil dalam gigi mundur, distribusi bobot juga berubah dengan beban yang lebih besar didistribusikan ke roda belakang. Mobil juga dapat menanjak dengan lebih mudah karena memiliki daya cengkeram yang lebih baik.

    Apakah Aman Mobil Berjalan Mundur saat Nanjak?

    Meski begitu, melintasi tanjakan dengan cara mundur dinilai kurang aman dan tidak efisien. Sebab, transmisi, mesin, dan komponen lainnya pada mobil disetel untuk bergerak maju dan berbelok, bukan mundur ke belakang.

    Selain itu, bergerak mundur dan menanjak dapat memberikan tekanan pada mesin dan transmisi mobil. Hal ini bisa menyebabkan mesin cepat panas sehingga mengalami overheat dan memicu kerusakan pada komponen lainnya.

    Dari segi keselamatan, berkendara mundur di tanjakan juga menyulitkan pengendara karena keterbatasan visual. Meski mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi kamera belakang untuk mundur, tapi tetap saja berbahaya karena jarak pandangnya terbatas.

    Tips Melintasi Tanjakan dengan Mobil

    Daripada harus berjalan mundur yang bikin kamu repot sendiri, lebih baik bergerak maju ketika melewati tanjakan. Jika takut mobil tak kuat nanjak, ada sejumlah tips agar detikers lancar saat melalui tanjakan.

    Mengutip situs Astra Daihatsu, berikut tips melewati jalanan menanjak dengan berkendara mobil:

    1. Pakai Gigi Rendah

    Jika kamu menggunakan mobil manual, gunakan gigi rendah atau 1 saat melintasi jalanan tanjakan. Pada mobil matic, kamu bisa memindahkan gigi dari ‘D’ ke ‘L’ agar mendapatkan torsi yang besar untuk melibas tanjakan.

    2. Injak Gas Sesuai Kebutuhan

    Saat melintasi jalanan yang menanjak, injak pedal gas sesuai kebutuhan. Apabila tanjakan dirasa curam dan panjang, maka diperbolehkan menginjak gas dalam-dalam agar mobil bisa melalui tanjakan.

    Jika tanjakan tidak begitu curam, maka detikers tak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam. Jadi, bisa disesuaikan dengan tanjakan yang dilalui.

    3. Aktifkan Hill Start Assist

    Beberapa mobil keluaran terbaru telah dilengkapi dengan fitur Hill Start Assist (HSA). Fitur keselamatan ini berfungsi untuk mengendalikan mobil agar tidak merosot ketika berada di posisi menanjak.

    Biasanya, mobil yang sedang berhenti di tanjakan dan akan mulai jalan kembali, mobil akan sedikit mundur sebelum dapat berjalan maju. Dengan mengaktifkan fitur HSA, maka mobil tidak akan mundur saat pengemudi akan kembali melaju.

    Selain itu, Hill Start Assist juga dapat mengendalikan mobil saat akan mulai menanjak agar akselerasi yang dihasilkan dapat berjalan mulus. Dengan begitu, roda mobil dapat berfungsi optimal dan meminimalisir terjadinya selip.

    Demikian penjelasan mengenai apakah mobil berjalan mundur lebih kuat ditanjakan. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Tips Beli Ban Mobil Listrik, Harus Tepat Biar Jarak Tempuh Jauh


    Jakarta

    Mengganti ban mobil listrik tak bisa sembarangan. Soalnya, ban mobil listrik memiliki perbedaan dibandingkan dengan ban mobil konvensional.

    Dunlop mengingatkan setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan saat melakukan pergantian ban mobil listrik. Sebab, pemilihan ban yang tepat sangat diperlukan guna mengoptimalkan performa serta efisiensi energi.

    4 Tips Sebelum Membeli Ban Mobil Listrik


    1. Perhatikan Konstruksi Ban dan Kompon Karet yang Kuat

    Mesin mobil listrik menghasilkan torsi instan yang tinggi. Kondisi ini menciptakan kebutuhan akan ban dengan konstruksi dan kompon karet yang lebih kuat. Selain itu, ban yang kuat juga mampu mengurangi risiko keretakan atau deformasi yang disebabkan oleh daya torsi tinggi pada permukaan jalan yang kasar atau tidak rata.

    2. Cari yang Rolling Resistance Rendah

    Rolling resistance, atau hambatan gulir, adalah salah satu aspek terpenting dalam desain ban mobil listrik. Hambatan gulir yang rendah membantu:

    • Mengimbangi bobot kendaraan:Mobil listrik memerlukan ban dengan rolling resistance rendah agar dapat bergerak lebih efisien.
    • Menghemat penggunaan baterai:Pilih ban yang mampu meminimalkan energi untuk mempertahankan gerakan kendaraan, sehingga memperpanjang jarak tempuh per pengisian daya.

    3. Pastikan Daya Cengkeram Baik

    Mengapa daya cengkeram penting? Mobil listrik sering kali mampu mencapai kecepatan tinggi dalam waktu singkat. Ban dengan daya cengkeram tinggi memastikan kendaraan tetap stabil selama akselerasi. Selain itu, ban yang berkualitas dapat mengurangi jarak pengereman, terutama di jalan yang licin atau basah. Ban dengan grip yang baik memberikan pengalaman berkendara yang lebih halus dan responsif. Desain tapak ban (tread design) juga berperan besar dalam meningkatkan daya cengkeram.

    4. Memiliki Teknologi Peredam Kebisingan

    Salah satu keunggulan mobil listrik adalah suara mesinnya yang hampir tidak terdengar. Namun, hal ini juga berarti bahwa suara ban menjadi lebih jelas terdengar oleh penumpang. Untuk itu, perlu dipastikan bahwa ban memiliki peredam kebisingan agar perjalanan nyaman.

    Itu tadi empat tips yang wajib diperhatikan sebelum membeli ban untuk mobil listrik. Terlebih buat yang mau melakukan perjalanan mudik, sebaiknya melakukan pengecekan mendalam terhadap ban. Kalau memang harus diganti, jangan ditunda. Buat kamu pengguna ban Dunlop yang ingin membeli ban baru, bisa juga memanfaatkan program Kejutan Dunlop.

    Kejutan Dunlop Spesial diluncurkan pada awal Maret 2025 hingga 31 Mei 2025, di mana setiap konsumen yang melakukan pembelian ban Dunlop berkesempatan untuk mendapatkan hadiah utama, Mitsubishi X-Force Ultimate.

    Selain itu, masih sederet hadiah menarik lainnya, seperti 2 unit Yamaha X-Max 250, 9 unit Smart TV 65″ inch, dan cashback sampai dengan 3 Juta Rupiah dengan pajak ditanggung Dunlop diberikan kepada konsumen.

    Dunlop Grandtrek SeriesDunlop Grandtrek Series Foto: dok. Dunlop

    “Spesial Bannya, Spesial Promonya melekat pada program ini. Ada 100 konsumen pertama pada tiap bulannya mendapat Rp 100 ribu. Cashback lainnya berlaku bagi konsumen yang bertransaksi dengan pembelian min.4 ban RIM 17 ke atas, akan mendapatkan cashback hingga Rp 3 juta,” ujar Marketing Department Head PT Sumi Rubber Indonesia, Johan Tri dalam siaran persnya.

    Caranya pun cukup mudah, konsumen cukup mendatangi Dunlop Shop terdekat dan melakukan pembelian min. 2 ban Dunlop dengan tipe SP Sportmaxx 050+, SP Sport LM705, Direzza DZ102, Enasave Series, Grandtrek Series, dan OEM series tipe tertentu atau min.4 ban SP Touring R1 akan mendapatkan 1 nomor undian (berlaku kelipatan). Sementara untuk line-up Dunlop di atas RIM 17 inci mendapatkan 2 nomor undian.

    Setelah itu, scan barcode untuk mengisi form Kejutan Dunlop Spesial, lalu menunggu konfirmasi dari Dunlop Tyres Indonesia ke WA aktif pelanggan yang berisikan info transaksi dan kode unik. Untuk lebih jelasnya, konsumen dapat mengunjungi kejutandunlop.com.

    Sementara pengumuman pemenang akan dilaksanakan tanggal 23 Juni 2025 di hadapan Notaris, Kepolisian setempat, Dinas Sosial, dan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Puncak pengumuman Kejutan Dunlop Spesial akan ditayangkan secara live di Youtube Channel Dunlop Tyre Indonesia

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mengenal Sistem AWD di Nissan X-Trail e-Power Terbaru, Apa yang Bikin Beda?



    Jakarta

    All New Nissan X-Trail e-Power baru saja diperkenalkan di arena GIIAS 2025. Mobil SUV ini menggunakan sistem penggerak All Wheel Drive (AWD). Istimewanya, pada Nissan X-Trail terbaru ini sistem AWD yang digunakan dikombinasi dengan sistem elektrik. Apa bedanya?

    Sebagai informasi, dengan sistem AWD, maka tenaga mesin dibagi ke semua roda, baik depan maupun belakang, secara penuh atau otomatis sesuai kebutuhan. AWD dibekali sensor canggih yang dapat mendeteksi slip pada roda dan menyalurkan tenaga ke roda dengan traksi terbaik.

    Sistem AWD menawarkan traksi dan stabilitas lebih baik di berbagai kondisi jalan. Faktor inilah yang membuat berbagai pabrikan memakai sistem AWD untuk model SUV yang memang dirancang dengan kemampuan melibas semua medan, baik on-road maupun off-road.


    Distribusi tenaga ke semua roda membuat SUV AWD lebih stabil saat menikung atau berpindah jalur pada kecepatan tinggi. Meskipun unggul di medan berat, AWD tetap halus dan nyaman digunakan di jalan aspal perkotaan. Maka wajar saja saat ini SUV kerap difungsikan sebagai kendaraan keluarga.

    “Konsumen SUV saat ini tidak hanya mencari performa, tapi juga kenyamanan dan rasa aman di berbagai kondisi jalan,” ujar Bima Aristantyo selaku Head of Sales and Product Planning NMDI (Nissan Motor Distributor Indonesia) dalam keterangan resminya.

    “Itu sebabnya kami menghadirkan teknologi e‑4ORCE, sistem AWD elektrik yang memberikan distribusi tenaga lebih presisi, stabilitas lebih baik, dan tetap nyaman digunakan di jalan sehari-hari. Teknologi ini menjadi pembeda utama X-Trail e‑Power dengan SUV lain di kelasnya,” sambung Bima.

    Keunggulan sistem AWD kini makin disempurnakan lewat model terbaru All‑New Nissan X‑Trail e‑Power with e‑4ORCE. e-Power adalah teknologi penggerak listrik unik, canggih yang memberi pengalaman berkendara mobil listrik tanpa harus mengisi daya secara eksternal.

    All New Nissan X-Trail e-PowerAll New Nissan X-Trail e-Power Foto: Dok. Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI)

    Dilengkapi dengan e-4ORCE, sistem elektrik All-Wheel Drive Nissan memberi kendali optimal dalam setiap manuver di berbagai kondisi jalan. Performa instan dihasilkan dari dua motor listrik yang menghasilkan tenaga 203 PS (front) + 135 PS (rear). Dengan dual motor listrik, e-4ORCE mengatur output tenaga dan kinerja pengereman yang optimal di setiap roda.

    Mobil ini juga dilengkapi lima pilihan mode berkendara antara lain, Auto, Sport, Eco, Off-road, dan Snow Mode yang bisa dipilih sesuai kebutuhan saat perjalanan. Setiap mode dapat dipilih dengan mudah, memberikan fleksibilitas dan kenyamanan sesuai situasi perjalanan di berbagai medan, mulai dari jalan licin, berbatu, jalur becek, berpasir, hingga salju.

    Auto Mode adalah pengaturan otomatis untuk berbagai kondisi jalan. Mode ini menawarkan karakter yang seimbang antara akselerasi, regenerasi energi dan kenyamanan berkendara dan cocok untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan.

    Sport Mode adalah mode berkendara yang menjadi pilihan tepat bagi yang menginginkan performa yang lebih sporty dan agresif. Mode sport cocok untuk digunakan di jalan tol atau ketika ingin menyalip.

    Eco Mode adalah mode yang bisa meminimalisir energi dengan tujuan menghemat energi. Mode ini menjadi pilihan ideal saat mengemudi dalam kecepatan konstan.

    Sementara Off-road Mode cocok digunakan saat melintasi medan atau jalur tidak rata, memastikan distribusi torsi dan mengontrol traksi di lintasan bebatuan, tanah, dan kondisi jalan rusak.

    Terakhir ada Snow Mode, bisa dipilih untuk meredam torsi agar mendapatkan akselerasi lebih halus di permukaan licin. Pada kondisi iklim di Indonesia yang tropis, mode berkendara ini dapat digunakan pada jalan yang licin saat hujan deras ataupun berlumpur.

    Soal harga, generasi terbaru Nissan X-Trail ini ditawarkan dengan harga pre-booking mulai dari Rp 795 juta OTR Jakarta.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com