Tag: trader

  • Pentingnya Analisis Teknikal dalam Trading Kripto

    Kegiatan perdagangan (trading) kripto saat ini menjadi salah satu yang favorit di kalangan investor karena menjanjikan keuntungan yang cepat dan besar.

    Tentu saja, di balik keuntungan yang besar, dibutuhkan kemampuan lebih dalam melakukannya karena ini membutuhkan berbagai analisa sebelum bertransaksi, salah satunya adalah analisis teknikal.

    Layaknya aset di pasar keuangan lain, seperti saham dan valuta asing (forex). Aset kripto juga memiliki bagan harga yang digerakkan oleh hukum permintaan dan penawaran dari para investor.

    Adanya hukum tersebut tentu menggambarkan bahwa, harga secara psikologi, digerakkan oleh manusia (investor). Sehingga penggunaan analisis teknikal sangat cocok dalam trading kripto.

    Mengapa demikian? Itu karena analisis teknikal adalah cara memperkirakan pergerakan harga selanjutnya berdasarkan pergerakan harga di masa lalu.

    Baca jugaPanduan Terlengkap Memasang Dompet Kripto Metamask 2022

    Analisis Teknikal untuk Trading Kripto 

    Lalu, apa hubungannya pergerakan harga di masa lalu dengan konteks psikologi harga yang disebutkan di atas?

    Misalkan, jika pada enam bulan lalu harga Bitcoin telah melemah dari level US$50.000, dan harga saat ini berada di level US$45.000. Maka bisa dikatakan level U$50.000 adalah puncak, atau high.

    Dalam analisis teknikal, high ini akan dianggap sebagai level resistance (perlawanan).  Sehingga secara teknis, harga berpotensi mendapatkan perlawanan dari aksi jual lagi jika mendekati level puncak tersebut.

    Ini adalah salah satu konsep dari analisis teknikal yang biasa diterapkan di pasar saham dan forex, begitu pula di aset kripto.

    Selain itu, analisis teknikal juga cocok digunakan oleh para trader dan investor untuk menentukan waktu yang tepat untuk membeli.

    Dengan melakukan analisis teknikal, kita bisa melihat apakah harga sudah ada di titik rendah atau belum dalam suatu formasi teknikal.

    Bagi trader, ini akan memaksimalkan peluang keuntungan mereka karena dapat membeli di harga yang berpotensi memantul (kembali naik).

    Baca jugaBegini Cara Burning Shiba Inu (SHIB)

    Sementara bagi investor, ini akan memaksimalkan pengembalian mereka nantinya karena dapat membeli di harga yang sekiranya sudah paling rendah sebelum kembali melanjutkan reli bullish.

    Singkatnya, analisis teknikal memiliki peran penting dalam setiap transaksi, baik itu dalam trading, maupun dalam investasi di aset kripto. Mempelajari cara melakukannya adalah langkah yang bijak sebelum memutuskan untuk terjun ke aset digital ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Simak Penjelasan Mengenai Indikator Lagging dalam Trading!

    Sebelum melakukan trading, penting bagi Anda untuk memiliki persiapan yang matang terutama dalam pemahaman dan penggunaan indikator teknis, salah satunya adalah indikator lagging. Ingin tahu lebih dalam mengenai penjelasan serta bedanya dengan indikator leading? Nah, berikut informasi lebih lengkapnya!

    Pengertian Indikator Lagging dan Bedanya dengan Indikator Leading

    Indikator lagging adalah indikator dalam trading yang digunakan untuk mengonfirmasi suatu harga yang benar-benar terbentuk berkat pergerakan pola yang sudah terjadi di masa lalu. Sesuai dengan namanya, indikator ini seakan “memperlambat” harga aset saat ini dan digunakan setelah pergerakan harga tertentu telah terjadi.

    Dalam trading, indikator terbagi menjadi dua yaitu lagging dan leading. Terdapat perbedaan yang mendasar antara indikator lagging dan leading. Indikator lagging digunakan untuk melihat bagaimana harga saat ini terbentuk dengan memperhatikan pergerakan pasar yang sudah terjadi. Sementara, indikator leading digunakan untuk memprediksi arah harga di masa depan.

    Indikator lagging sangat berguna pada saat pasar sedang dalam keadaan trending. Pasalnya, indikator lagging akan lebih mudah mengirim sinyal buy maupun sell pada trader saat keadaan trending. Berkat indikator lagging yang digunakan dengan benar, para trader bisa merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

    3 Indikator Lagging yang Sering Digunakan

    Cukup banyak trader yang menggunakan lebih dari satu indikator lagging. Selain sinyal menjadi bisa lebih terkonfirmasi, indikator tersebut dapat lebih membantu mengasah kemampuan analisis teknikal trader. Terdapat 3 contoh indikator lagging yang populer di kalangan trader, yaitu:

    Indikator yang satu ini menjadi pilihan utama para trader, karena penggunaannya yang mudah dan sederhana. Moving Average merupakan indikator yang menghitung rata-rata harga aset yang sedang diperdagangkan dalam satu periode waktu tertentu. Panjang Moving Average yang paling umum digunakan adalah 9, 20, 50, 100, dan 200 MA.

    Dengan Moving Average, Anda melihat pergerakan rata-rata berdasarkan periode waktu. Misalnya, jika Anda melihat 20 MA dalam periode harian, maka Anda sedang melihat rata-rata dari harga penutupan dalam 20 hari terakhir. Jika Anda mengubah periode menjadi per 5-menit atau 10-menit, maka penafsirannya akan berubah mengikuti periode yang dipilih.

    Moving Average juga bersifat sebagai garis support dan resistance. Di saat pasar sedang mengalami peningkatan (uptrend), garis MA akan berada di bawah pergerakan harga. Sebaliknya, garis MA akan berada di atas pergerakan harga saat pasar sedang menurun (downtrend).

    Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari 3 garis, yaitu garis tengah (standard moving average), kemudian garis atas dan garis bawah sebagai standar deviasi. Umumnya, garis atas dan bawah dijadikan sebagai support dan resistance. Standar ukuran garis tengah yang biasa digunakan adalah 20 SMA yang setara dengan 20 hari terakhir.

    Sudah menjadi rahasia umum di kalangan trader yang menggunakan Bollinger Bands bahwa jika harga saat ini mendekat ke garis atas, maka menandakan pasar yang sedang overbought. Begitu pula sebaliknya, jika semakin mendekati garis bawah, maka menandakan pasar yang oversold.

    Bollinger Bands merupakan indikator yang bergantung pada volatilitas harga suatu aset. Saat volatilitas semakin meningkat, garis atas dan bawah akan semakin membesar. Sebaliknya, jika volatilitas melemah atau bahkan kondisi pasar tidak bergairah, garis atas dan bawah akan semakin merapat. 

    • Moving Average Convergence Divergence

    Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator tren dan momentum yang terdiri dari garis MACD dan garis sinyal. Sesuai dengan namanya, MACD berbasis Moving Average yang digunakan trader dalam melihat sinyal masuk atau keluar. Garis MACD dibentuk dengan perhitungan selisih dua harga penutupan, dengan satuan yang disebut EMA. 

    Umumnya, periode waktu yang digunakan untuk garis MACD adalah 12 dan 26 EMA, sedangkan garis sinyal adalah 9 EMA. Trader akan diberi tanda berdasarkan letak dari garis MACD dan garis sinyal. Jika garis MACD memotong garis sinyal ke bawah, maka tergolong sinyal jual. Sebaliknya, jika ke atas, maka tergolong sinyal beli.

    Indikator ini menjadi alat yang bisa mengukur seberapa cepat pergerakan harga terjadi. Dengan demikian, para trader yang menggunakan MACD akan terbantu dalam memeriksa perubahan harga yang terjadi secara cepat.

    Kelebihan dan Kekurangan Indikator Lagging

    Indikator lagging sendiri banyak dipilih oleh trader, termasuk yang masih pemula dalam membantu aktivitas trading. Dengan indikator lagging, para trader menggunakan nilai rata-rata jangka pendek sebagai konfirmasi untuk melakukan pembelian, dikarenakan adanya peningkatan pada momentum.

    Kelebihan lain dari indikator lagging adalah dapat mengurangi kemungkinan trader memperoleh sinyal maupun breakout palsu. Selain itu, karena berdasar pada pergerakan harga yang telah terjadi, hasil yang diberikan oleh indikator ini juga cenderung akurat. Indikator ini sangat cocok bagi para trader pemula yang masih awam dengan dunia trading aset kripto.

    Walaupun banyak kelebihannya, indikator lagging juga memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya adalah pergerakan trader yang lebih mudah ditebak dan dapat terjadi secara cepat, sehingga trader lain yang kalah cepat menjadi terlambat masuk ke pasar. 

    Selain pergerakan trader, pergerakan harga juga menjadi penyebab keterlambatan sinyal masuk yang diterima oleh trader dikarenakan indikator lagging baru bisa digunakan setelah terjadi pergerakan harga. Tak heran, banyak trader yang kehilangan momentumnya dalam mengantongi sejumlah cuan dikarenakan terlambat menerima sinyal.

    Di samping kekurangannya, indikator lagging masih menjadi pilihan banyak trader dalam melakukan trading karena penggunaannya yang cenderung sederhana. Oh iya, sebagai trader, penting bagi Anda untuk selalu memperkaya pengetahuan trading, tentunya dengan mengunjungi website Tokonews dan media sosial Tokocrypto di Instagram maupun Twitter

    Salam To The Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 5 Pola Candlestick Bearish yang Harus Diketahui Para Trader Kripto

    Mirip seperti dua pola sebelumnya, pola Evening Star diawali dengan candle Bulls berbodi panjang yang mantap (sumbu pendek diatas dan bawahnya) yang berlanjut dengan candle kecil dan dilanjut dengan candle Bears panjang, yang ukurannya minimal hampir sama atau lebih dari candle Bulls diawalnya.

    Candle kecil bisa terbentuk dengan GAP dari harga penutupan candle Bulls, tetapi bisa juga tidak (tanpa GAP), sehingga candle kecil ini bisa berupa candle Doji, Hammer, ataupun Pinbar.

    Ini mencerminkan kekuatan awal dominasi dari Seller yang telah dibentuk sehingga bisa menjadi awal dari perubahan trend dalam jangka waktu yang menyesuaikan time framenya berada, termasuk berada tidaknya pola ini pada Resistance utama.

    Shooting Star adalah bentuk yang cukup spesifik, dimana candle awalnya adalah candle Bulls berbodi panjang, yang berlanjut dengan candle bersumbu atas panjang dan bodinya kecil (bisa seperti hammer terbalik).Ini merupakan sinyal kekuatan dari aksi Seller saat harga mencoba bergerak lebih tinggi, dimana ini pun bisa berlanjut sebagai Evening Star yang akan memperkuat validasi dari sinyal trend selanjutnya.

    Hanging Man

    Bearish Harami Pattern
    Tidak seperti pola lainnya diatas, Hanging Man adalah sinyal Bearish tunggal yang dibentuk oleh satu jenis candle saja seperti bentuk pada gambar (berbentuk palu, sumbu bawah panjang, dan body candle kecil).Ini menunjukan sebuah upaya bertahan dari para Seller di puncak suatu tekanan Bullish, sehingga memberikan sinyal bagi masuknya kembali aksi jual yang akan membentuk trend penurunan, yang kembali bergantung dari kondisi ada tidaknya Resistance ataupun volatilitas untuk mendukung kekuatannya.

    Nah itu dia 5 pola candlestick Bearish yang harus diketahui oleh para trader kripto khususnya Anda, dengan mengetahui dan mempelajari hal ini tentunya akan meningkatkan kemampuan analisa candlestick Anda di dunia kripto yang sangat dinamis ini.

    Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi blockchain semakin maju setiap tahunnya. Berbagai sistem dan token baru mulai diciptakan dan dikenalkan setiap tahunnya, seperti token berbasis CeFi (Centralized Finance) dan DeFi (Decentralized Finance), bahkan gabungan dari keduanya (CeDeFi).

    CeFi merupakan layanan terstruktur sehingga semua pesanan dikendalikan oleh satu bursa pusat tanpa pihak lain yang bersaing, yang bertujuan untuk melakukan perdagangan yang adil, dan meningkatkan proses pembelian dan penjualan.

    Berbeda dengan CeFi, DeFi yang dibuat dengan protokol smart contract  merupakan sebuah sistem yang transparan, terbuka, tanpa izin serta fleksibel dan tidak diperlukannya pengawasan terpusat dan perantara.

    Pertumbuhan DeFi yang semakin tinggi ini membuat banyak token yang diciptakan di atas blockchain berbasis DeFi. Saat ini yang paling terkenal sebagai blockchain tempat pembuatan token DeFi adalah Ethereum.

    Beberapa contoh dari project DeFi yang terkenal seperti Compound, Curve, YFI dibangun di atas blockchain Ethereum. Sedangkan untuk DeFi lokal dari Indonesia, hal ini masih sangat terbatas.

    Untuk mendukung pertumbuhan DeFi di Indonesia, Tokocrypto meluncurkan Toko Token (TKO) yang dibangun di atas Binance Smart Chain dan berfungsi sebagai token hybrid (CeDeFi) pertama di Indonesia dengan utilitas mulai dari exchange platform token, CeFi, dan DeFi.

    Toko Token ini nantinya akan berperan sebagai token platform penukaran yang mencakup berbagai benefit di dalamnya, yang akan memudahkan pengguna dalam mengelola aset crypto yang dimiliki. Tentunya hal ini sangat menarik mengingat hal seperti ini baru pertama kali ada di Indonesia. Kalau Anda ingin tahu lebih banyak tentang Token TKO bisa cek di sini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trader: Bulls BTC Perlu Tunggu Setahun Capai Harga US$ 100.000

    Bitcoin (BTC) diyakini akan mencapai harga US$ 100.000 pada tahun 2023 mendatang, tetapi pasar bearish yang memecahkan rekor akan menyusul, menurut kepercayaan seorang trader populer.

    Dalam diskusi Twitter pada 22 Oktober lalu, Credible Crypto mendukung teori bahwa separuh Bitcoin berikutnya juga akan melihat posisi terendah mencapai US$ 10.000.

    Sementara, untuk BTC mencapai bulls hanya perlu menunggu setahun untuk meraih harga US$ 100.000. Dengan pemahaman banyak analisis yang menyerukan Q4 2022 dicocokkan dengan situasi akhir dari bear market Bitcoin 2018, hanya sedikit yang berminat untuk berpendapat perubahan tren.

    Baca juga: 48.000 BTC Ditarik dari Exchange Kripto Harap Terjadi Lonjakan Harga

    All-time High (ATH) Bitcoin

    Dikutip Cointelegraph, prediksi yang berani dari pencipta LookIntoBitcoin, Philip Swift, baru-baru ini memandang bear market saat ini hanya beberapa bulan untuk hidup, sebagian besar terus menargetkan posisi terendah baru.

    Namun, untuk Credible Crypto, wilayah yang sangat menarik terletak lebih jauh di depan, tetapi 2023 akan menjadi titik balik utama.

    Setelah menetapkan all-time high (ATH) baru setidaknya US$ 100.000, BTC/USD akan turun dari “blow-off top” dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya, ia percaya.

    Harga Bitcoin Bisa Gagal Menjadi US$13 Ribu, Ini Syaratnya
    Illustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Percaya Kripto, Tesla Masih Pegang Bitcoin Senilai Rp 3,3 Triliun

    Bear market berikutnya akan turun bahkan lebih rendah dari US$ 17.600 pada tahun ini, memberi pembeli kesempatan untuk memasuki pasar serendah US$ 10.000 hingga akhir tahun 2025.

    “Setuju, mungkin pada tahun 2025 menurut saya,” Credible Crypto menjawab prediksi asli yang diajukan oleh rekan trader dan analis, Mr. Parabullic.

    “Pertama, ATH baru pada tahun 2023- ledakan gelombang ke-5 teratas di atas US$ 100 ribu, diikuti oleh pasar bearish terbesar yang pernah kita lihat yang lebih buruk daripada yang sekarang dalam waktu dan harga membawa kita ke 10-US$ 14.000 yang dimiliki semua orang. menunggu sekarang.”





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jadi Trader Juara Tokocrypto, Raih Hadiah Total Puluhan Juta Rupiah!

    Tokocrypto, platform perdagangan aset kripto terkemuka di Indonesia, dengan gembira mengumumkan peluncuran program Trader Juara. Para trader kini memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah menarik senilai puluhan juta rupiah!

    Bagi para trader yang sedang bersemangat, ini adalah saat yang tepat untuk memulai trading di Tokocrypto. Pasar saat ini sedang hijau dan mengalami tren bullish yang kuat. Dengan kehadiran program Trader Juara, Anda memiliki kesempatan untuk meraih hadiah menarik.

    Dengan tujuan memberikan penghargaan kepada para pengguna yang setia, Tokocrypto mendorong partisipasi aktif, program Trader Juara yang menawarkan kesempatan untuk memenangkan hadiah tunai berdasarkan performa trading. Untuk berpartisipasi, individu yang tertarik dapat dengan mudah mendaftar melalui link ini antara tanggal 23 Juni pukul 15:00 WIB hingga 30 Juni pukul 23:59 WIB, 2023.

    Hadiah Menarik

    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: BTC Dominance Naik di Atas 50%, Apakah Saatnya Altcoin Bersinar?

    Selama periode acara, para trader yang mencapai level KYC minimal 1 akan memenuhi syarat untuk dipertimbangkan mengikuti program. Para pemenang akan diumumkan pada tanggal 5 Juli 2023 dan akan menerima hadiah sesuai dengan peringkat yang mereka capai.

    Hadiah untuk program ini berupa TKO dengan rincian sebagai berikut:

    • Juara 1: Rp7.500.000
    • Juara 2: Rp5.000.000
    • Juara 3: Rp2.500.000
    • Juara 4: Rp1.500.000
    • Juara 5: Rp1.000.000
    • Juara 6-10: Masing-masing Rp250.000
    • Juara 11-50: Masing-masing Rp100.000

    “Kami sangat senang meluncurkan program Trader Juara, memberikan kesempatan bagi para trader kami untuk memamerkan keahlian trading mereka dan mendapatkan penghargaan atas usaha mereka,” kata VP Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani.

    “Kami percaya dalam membina komunitas trading yang bersemangat dan interaktif, dan program ini adalah cara kami untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada para trader kami yang berdedikasi.”

    Trading di Tokocrypto

    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Bitcoin Diyakini Bakal Jadi Bisnis Terbaik Dalam 10 Tahun ke Depan

    Untuk memenuhi syarat hadiah, peserta harus mencapai volume trading kolektif minimum sebesar US$ 3.000.000 atau sekitar Rp 45 juta. Tokocrypto mendorong para trader untuk memanfaatkan token TKO sebagai biaya trading dan menikmati diskon khusus sebesar 25%.

    “Tidak hanya itu, Tokocrypto juga memberikan kemudahan dalam trading. Dengan menggunakan token TKO sebagai biaya trading, Anda dapat menikmati diskon khusus sebesar 25%. Ini adalah kesempatan yang tak boleh dilewatkan untuk mengoptimalkan potensi keuntungan Anda,” kata Rieka.

    Selain hadiah tunai, para pemenang juga akan menerima TKO, token asli dari Tokocrypto. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para trader untuk melakukan diversifikasi portofolio aset digital mereka dan menjelajahi manfaat TKO.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketahui Apa Itu Indikator Stochastic Sebelum Memulai Trading

    Bagi para pegiat dunia aset kripto, khususnya trader, pasti sudah tidak asing dengan istilah indikator. Dalam dunia trading, indikator menjadi hal yang penting dalam mencapai tujuan dari trading itu sendiri. Indikator pada trading sangatlah beragam jenis dan tujuannya. Kali ini, saatnya Anda memahami lebih jauh soal indikator Stochastic, indikator yang cukup populer di kalangan trader karena mudah digunakan dan membawa cuan.

    Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

    Mengenal Stochastic, Indikator yang Digunakan dalam Trading

    Stochastic merupakan sebuah indikator yang dapat menunjukkan sinyal lewat dua garis yang berpotongan, baik sinyal jual maupun beli. Stochastic ini marak digunakan oleh para trader khususnya di aset kripto, karena dapat membantu aktivitas trading.

    Stochastic pertama kali diciptakan pada tahun 1950-an oleh seorang dokter sekaligus trader, bernama George Lane. Ia kemudian terus melakukan pengembangan Stochastic agar grafik pergerakan harga dapat lebih mudah dipahami, dengan menganalisis trend. Berbeda dengan indikator lain, Stochastic hanya menunjukkan angka mulai dari 0 hingga 100, tidak lebih atau kurang.

    Para trader dapat memilih dengan bebas indikator mana yang akan digunakan dari beragam jenisnya. Stochastic sendiri tergolong ke dalam jenis indikator momentum karena trader mengambil keputusan berdasarkan kuat lemahnya momentum. Stochastic berperan memperlihatkan harga trading pada penutupan terakhir dengan cara menghitung selisih harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu.

    Umumnya, Stochastic digunakan oleh para trader kripto yang memiliki tujuan jangka panjang. Selain Stochastic, para trader juga biasanya menggunakan indikator dan metode teknikal lain dalam waktu yang bersamaan agar dapat membandingkan sinyal yang terdeteksi.

    Cara Membaca Indikator Stochastic Saat Trading

    Dalam membaca indikator Stochastic, terdapat berbagai cara yang bisa Anda sesuaikan berdasarkan fungsinya. Ternyata, Stochastic sendiri bisa digunakan dalam tiga fungsi dengan cara membaca yang tentunya juga berbeda, yaitu:

    Overbought berarti terlalu banyak dibeli, menghasilkan harga koin yang sudah terlalu tinggi sehingga berpotensi terjadinya koreksi atau penurunan harga. Sebaliknya, Overheard berarti terlalu banyak dijual, menghasilkan harga koin yang hampir mencapai titik terendah, sehingga berpotensi terjadinya kenaikan harga.

    Dalam menandakan fungsi ini, Indikator Stochastic memiliki titik atas sebesar 80 dan titik bawah sebesar 20 pada grafik. Dengan demikian, indikator akan menandakan kondisi Overbought jika grafik mencapai angka 80 atau lebih dan kondisi Oversold jika grafik berada di angka 20 atau lebih.

    Indikator ini sangat mudah digunakan dalam menunjukkan kondisi Overbought & Oversold. Namun, Anda tidak bisa langsung memutuskan untuk memulai trading begitu saja karena tidak jarang grafik hanya hampir menyentuh, sehingga tidak berhasil mencapai Overbought maupun Oversold. Untuk itu, penting bagi Anda untuk memahami cara membaca indikator berdasarkan fungsi lainnya agar tidak terjadi masalah.

    Indikator Stochastic memiliki dua garis dinamis, yaitu garis %K (signal line) dan %D (trigger line). Jika membahas cara membaca Indikator Stochastic untuk melihat sinyal entry, maka Anda harus mengamati persilangan antara kedua garis tersebut. Sinyal entry sendiri juga terbagi menjadi dua, yaitu sinyal beli dan sinyal jual.

    Terdeteksinya sinyal beli ditandai dengan garis %K yang memotong garis %D dari arah bawah ke atas (Golden Cross). Sementara, sinyal beli akan terlihat saat garis %K yang memotong garis %D dari atas ke bawah (Death Cross). Hal ini disebabkan oleh sifat masing-masing garis, yaitu garis %K yang bersifat fast stochastic dan garis %D yang bersifat slow stochastic.

    Ada sedikit tips bagi Anda yang akan menggunakan indikator ini dalam melihat sinyal entry. Jika persilangan antara kedua garis tersebut terjadi di wilayah Overbought maupun Oversold, maka dapat dipastikan sinyal entry tersebut lebih terkonfirmasi.

    Indikator Stochastic juga dapat digunakan dalam menganalisis Divergence. Divergence sendiri merupakan istilah dalam trading yang memfokuskan pada perbedaan antara pergerakan harga dan indikator, sehingga akan terlihat momentum pergerakannya. Cara membacanya adalah dengan melihat titik puncak (high) dan titik dasar (low) yang terdiri dari garis-garis sinyal. 

    Momentum pergerakan dapat dikatakan melemah apabila posisi high dan low semakin menurun. Sebaliknya, posisi high dan low yang semakin meningkat menandakan momentum pergerakan sedang menguat. Divergence dapat digunakan untuk memprediksi apakah trend harga akan bertahan lama atau justru akan berhenti dan berbalik arah (reverse).

    Keunggulan Indikator Stochastic dan Tips Menggunakannya

    Dari sekian banyak indikator yang bisa digunakan dalam trading, indikator Stochastic memiliki beberapa keunggulan yang menguntungkan, lho. Berikut ini keunggulan dari indikator Stochastic yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para trader.

    • Sensitivitas yang Lebih Tinggi

    Stochastic merupakan indikator yang cenderung lebih sensitif, di mana dapat lebih cepat menangkap sinyal. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan juga Stochastic akan menangkap fake signal atau sinyal palsu. Sehingga, trader perlu pintar-pintar dalam menganalisis garis sinyal, misalnya dengan menggabungkan teknik lain.

    • Mampu Memberikan Sinyal Saat Lemah

    Dikarenakan sifatnya yang sensitif, Stochastic juga dapat memberikan sinyal saat terjadi pelemahan momentum. Saat sinyal lemah ditangkap, trader dapat dengan mudah mengambil keputusan untuk masuk atau keluar dari bursa trading.

    • Adaptif di Kondisi Pasar yang Berbeda

    Selain itu, Stochastic juga memiliki sifat yang mudah beradaptasi dan fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar. Misalnya, diaplikasikan pada pasar yang memiliki volatilitas tinggi atau fast-moving.

    Berkat kelebihannya, Stochastic tergolong marak digunakan oleh para trader kripto. Jika Anda akan menggunakan indikator ini, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar trading Anda berbuah untung. Pertama, Anda perlu mengkombinasikan Stochastic dengan indikator lain, seperti Fibonacci atau Moving Average agar tetap bisa mengurangi risiko trading.

    Kedua, Anda harus melakukan analisis pada lebih dari satu time frame atau periode waktu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi false signal yang membuat Anda salah mengambil keputusan, bahkan mengalami kerugian. Ketiga, manfaatkan trendline atau garis tren. Saat Anda sudah menemukan tren harga dan trendline yang valid, Anda bisa lebih mudah membaca sinyal dari Stochastic dan meningkatkan kemungkinan Anda dapat untung.

    Sekarang, bekal ilmu trading Anda sudah semakin lengkap setelah mengetahui apa itu indikator Stochastic beserta cara membacanya. Jika Stochastic dimanfaatkan dengan benar dan diselingi dengan analisis teknikal yang baik, Anda pasti bisa menjemput cuan di akhir masa trading

    Tertarik dengan informasi dan tips lainnya seputar trading aset kripto? Yuk, cari tahu lebih lengkap di website Tokonews milik Tokocrypto sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trader Yakin Bitcoin Bisa Capai Rp 466 Juta Sebelum Akhir 2022

    Seorang trader dan analis terkenal asal Belanda, Michael van de Poppe, yakin Bitcoin (BTC) akan mencapai harga tinggi sekitar US$ 30.000 atau Rp 466 juta sebelum akhir tahun 2022.

    Poppe menjelaskan lewat tweet-nya ia masih memiliki pandangan yang sama akan masa depan Bitcoin yang cerah. Untuk mencapai angka US$ 30.000 ada ketentuan yang harus dihadapi BTC.

    Menurut trader yang terkenal dengan akun Twitter @CryptoMichNL ini, Bitcoin perlu menembus resisten di angka US$ 19.600 untuk kemudian naik ke US$ 20.700, bahkan bisa saja naik lebih tinggi.

    “Masih memiliki pandangan yang sama tentang Bitcoin di sini. Perlu menembus resistance di US$19.600, dan kemudian kita akan mulai bergerak menuju US$20.700 dan berpotensi lebih tinggi,” tulis Poppe.

    Baca juga: Indonesia Diproyeksikan Masuk Jajaran Market Kripto Teratas Global

    Di tweet terbaru, Poppe menjelaskan bahwa dalam dua hingga tiga minggu, Bitcoin akan breakout secara signifikan.

    “Saya mengambil adalah terbalik. Dugaan saya mungkin US$ 30.000,” katanya.

    Sentimen Bitcoin

    Mengingat sentimen kenaikan suku bunga The Fed di tengah market kripto yang melemah dari perkiraan dan angka inflasi, Bitcoin tampaknya tidak menuju US$ 30.000 pada bulan Oktober ini.

    bentuk koin bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Kenal Kripto Aptos (APT), Project Blockchain Pesaing Solana yang Viral

    Tanggal penting untuk mengawasi sentimen dari The Fed dalam jangka pendek adalah 28 Oktober perilisan, Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) dan 1–2 November, rapat FOMC keputusan kenaikan suku bunga.

    The Fed sepertinya mulai mempertimbangkan untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya, setelah mereka sadar bahwa sikap agresifnya dapat membuat ekonomi AS kembali melambat.

    Harga BTC sempat menyentuh kisaran di harga US$ 21.000, setelah bank sentral Kanada (Bank of Canada/BoC) kembali menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) menjadi 3,75% tetapi lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 75 basis poin.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Seorang Trader Profit 400% dari DOGS Token Meski Harga Turun

    Seorang trader kripto berhasil mendapatkan keuntungan hingga 400% dari token meme DOGS meskipun harganya sempat menurun. Keuntungan ini diperoleh setelah terjadi kehebohan di pasar kripto terkait pencatatan DOGS di beberapa bursa utama.

    Strategi Keuntungan dari DOGS

    Trader tersebut memanfaatkan peluang pada 26 Agustus dengan melakukan serangkaian transaksi di bursa terpusat (CEX) dan terdesentralisasi (DEX). Token DOGS mulai diperdagangkan di DEX beberapa jam sebelum resmi tercatat di CEX, yang menciptakan momentum di pasar. Trader ini berhasil mengubah investasi awal sebesar $18,4 ribu menjadi $77,3 ribu, menghasilkan laba lebih dari 400%.

    Awalnya, trader membeli 55,9 juta DOGS dengan 3.271 TON (senilai $18,4 ribu). Kemudian, dia menjual 20 juta DOGS dengan harga $34,6 ribu dan akhirnya menyetorkan sisa token ke bursa terpusat, yang menghasilkan total laba 420% dari 35,9 juta DOGS senilai $61 ribu.

    Faktor-Faktor di Balik Kenaikan Harga DOGS

    Kehebohan ini dipicu oleh pencatatan DOGS di bursa utama seperti OKX, Gate.io, dan Bybit pada 26 Agustus. DOGS, yang merupakan koin meme asli Telegram, juga memiliki utilitas dalam ekosistem yang melibatkan NFT dan proyek lainnya. DOGS bahkan tercatat sebagai proyek ke-57 di Binance Launchpool, yang memperkuat minat pasar.

    Grafik pergerakan DOGS Token.
    Grafik pergerakan DOGS Token.

    Baca juga: Tokocrypto Rilis Fitur Earn dan TKO Megadrop Bikin Lebih Untung

    Setelah pencatatan, harga pasangan DOGS/USDT melonjak hingga 124,03% di Binance, mencapai $0,001202. Kenaikan ini terjadi meskipun jaringan Telegram Open Network (TON) sedang menghadapi tekanan berat akibat peningkatan aktivitas on-chain.

    Dampak pada Jaringan TON dan Bursa Lainnya

    Kenaikan harga DOGS memicu lonjakan aktivitas di jaringan TON, dengan permintaan on-chain mencapai 150.000 kali per menit. Akibatnya, jaringan tersebut tengah diuji kemampuannya untuk menangani hingga 10 juta pengguna yang bertransaksi secara bersamaan.

    Sayangnya, lonjakan ini juga menyebabkan gangguan pada beberapa layanan bursa, termasuk Telegram Wallet dan Bybit, yang sempat mengalami kendala teknis karena volume transaksi yang tinggi. Meskipun demikian, masalah ini segera diatasi dan layanan kembali normal.

    Penurunan Harga DOGS di Platform Lain

    Meskipun DOGS mengalami lonjakan harga di Binance, token ini juga menghadapi koreksi tajam di platform lain, dengan harga turun hingga 29,11% menurut CoinMarketCap. Selain itu, Binance mengumumkan penundaan dalam proses peningkatan jaringan TON, yang menyebabkan penghentian sementara layanan deposit dan penarikan token TON.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Strategi Keluar Terbaik untuk Trader Kripto untuk Maksimalkan Profit

    Menggunakan strategi keluar seperti stop-loss, take-profit targets, dan trailing stops membantu trader mengelola risiko dan mengamankan keuntungan tanpa melibatkan emosi berlebihan.

    Manajemen risiko yang tepat dan strategi keluar yang terencana sangat penting bagi setiap trader, terutama di pasar kripto yang terkenal dengan volatilitasnya. Artikel ini akan membahas lima strategi keluar untuk trader dan bagaimana cara mengombinasikan beberapa di antaranya.

    Bagi trader, mengetahui kapan harus keluar dari sebuah perdagangan sama pentingnya dengan mengetahui kapan harus masuk. Strategi keluar yang matang dapat membantu melindungi keuntungan, meminimalkan kerugian, dan mengurangi keputusan emosional. Berikut lima strategi keluar yang bisa Anda gunakan: stop-loss orders, take-profit targets, trailing stops, dollar-cost averaging (DCA), dan indikator teknikal.

    1. Stop-Loss Orders

    Stop-loss order secara otomatis menutup perdagangan saat harga aset mencapai level tertentu. Tujuannya adalah membatasi potensi kerugian jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda.

    Cara Menggunakan Stop-Loss Orders

    • Berbasis Persentase: Tetapkan stop-loss pada persentase tertentu di bawah harga beli Anda. Contoh: Jika Anda membeli Bitcoin di $40.000 dan menetapkan stop-loss 5%, posisi Anda akan ditutup otomatis jika harga turun ke $38.000.
    • Berbasis Teknikal: Tempatkan stop-loss di bawah level support atau rata-rata bergerak penting. Misalnya, jika BTC berada di atas rata-rata pergerakan 200 hari di $37.000, Anda dapat menempatkan stop-loss sedikit di bawah $37.000.

    Keunggulan

    • Menyediakan rencana manajemen risiko yang jelas.
    • Mengotomatisasi proses keluar, mengurangi pengaruh emosi.

    2. Take-Profit Targets

    Take-profit order mirip dengan stop-loss, tetapi dirancang untuk mengunci keuntungan. Order ini otomatis menjual posisi Anda ketika harga mencapai level profit yang telah ditentukan, membantu Anda mengamankan keuntungan tanpa harus mencari momen “sempurna.”

    Cara Menentukan Take-Profit

    • Rasio Risiko-Keuntungan: Gunakan rasio seperti 1:2, artinya setiap $1 yang Anda risikokan, targetkan $2 keuntungan. Jika stop-loss Anda $1.000 di bawah harga masuk, maka tetapkan take-profit $2.000 di atasnya.
    • Level Fibonacci: Gunakan alat retracement atau ekstensi Fibonacci untuk menentukan level target. Level ekstensi 1.618 sering menjadi zona take-profit yang signifikan.

    Keunggulan

    • Menghindari trading berlebihan karena keserakahan.
    • Membantu konsistensi profit dengan fokus pada target yang sudah ditentukan.

    3. Trailing Stops

    Trailing stops adalah stop-loss dinamis yang bergerak seiring perubahan harga. Strategi ini memungkinkan Anda mengunci keuntungan saat harga naik, sekaligus melindungi posisi dari pembalikan harga.

    Cara Menggunakan Trailing Stops

    Tetapkan persentase atau nilai trailing stop. Contoh: Dengan trailing stop 5%, jika BTC naik dari $40.000 ke $50.000, stop-loss Anda akan otomatis disesuaikan ke $47.500. Jika BTC naik lagi ke $60.000, stop-loss diperbarui ke $57.000.

    Keunggulan

    • Memaksimalkan keuntungan saat tren naik.
    • Meminimalkan kerugian selama pembalikan harga mendadak.

    4. Dollar-Cost Averaging (DCA) untuk Keluar

    DCA tidak hanya untuk masuk pasar, tetapi juga bisa digunakan untuk keluar secara bertahap. Alih-alih menjual semuanya sekaligus, Anda dapat menjual sebagian posisi pada interval waktu tertentu atau pada level harga yang berbeda.

    Contoh

    Misalnya, Anda memiliki 1 Bitcoin yang dibeli seharga $20.000. Selama bull run, BTC naik ke $50.000. Alih-alih menjual semuanya, Anda menjual 0,1 BTC di $50.000, 0,1 BTC di $55.000, dan seterusnya. Strategi ini mengurangi risiko kehilangan potensi keuntungan lebih lanjut sekaligus mengunci sebagian profit.

    Keunggulan

    • Mengurangi tekanan emosional saat keluar terlalu cepat atau terlalu lambat.
    • Meratakan keuntungan pada beberapa level harga.

    5. Indikator Teknikal

    Sebagian trader menggunakan alat analisis teknikal (TA) untuk menentukan waktu keluar berdasarkan sinyal pasar. Indikator populer meliputi rata-rata pergerakan, RSI, dan Parabolic SAR.

    Contoh Indikator

    • Rata-rata Pergerakan: Jika harga BTC turun di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, ini bisa menjadi sinyal pembalikan bearish. Keluar pada titik ini membantu menghindari kerugian lebih lanjut.
    • RSI (Relative Strength Index): Ketika RSI Bitcoin naik di atas 70 (overbought), ini bisa mengindikasikan pembalikan. Keluar pada saat ini mengamankan keuntungan sebelum potensi penurunan.
    • Parabolic SAR: Titik-titik indikator ini berpindah dari bawah ke atas harga, menandakan potensi waktu keluar.

    Keunggulan

    • Menyesuaikan dengan kondisi pasar secara real-time.
    • Menghilangkan tebakan dari pengambilan keputusan.

    Mengombinasikan Strategi untuk Hasil Optimal

    Setiap strategi memiliki keunggulannya masing-masing, tetapi bisa lebih efektif jika dikombinasikan. Misalnya:

    • Gunakan stop-loss bersama take-profit untuk menetapkan rentang perdagangan yang jelas.
    • Gabungkan indikator teknikal dengan trailing stops untuk mengamankan keuntungan dalam pasar yang sedang tren.
    • Atau gunakan indikator untuk menentukan beberapa level harga untuk strategi DCA keluar.

    Contoh

    Anda membeli Bitcoin di $44.000:

    1. Tetapkan stop-loss di $42.000 untuk membatasi kerugian.
    2. Tempatkan take-profit di $50.000 untuk mengamankan sebagian keuntungan.
    3. Gunakan trailing stop jika BTC melonjak melewati $50.000.
    4. Jika BTC mencapai $60.000 dengan RSI di atas 70, lakukan DCA keluar secara bertahap.

    Penutup

    Strategi keluar adalah elemen penting dalam trading yang menawarkan pendekatan terstruktur untuk mengelola keuntungan dan kerugian. Cobalah mengombinasikan strategi yang sesuai dengan gaya trading dan tujuan Anda. Ingat, kesuksesan jangka panjang berasal dari eksekusi yang disiplin dan manajemen risiko, bukan sekadar keberuntungan.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Korea Selatan Siapkan AI untuk Kejar Pajak Kripto, Trader Bisa Terpantau?

    Pemerintah Korea Selatan berencana memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi transaksi kripto dan mendeteksi potensi penghindaran pajak. Langkah ini dilakukan menjelang penerapan pajak atas keuntungan investasi aset digital yang dijadwalkan mulai berlaku pada 2027.

    Dilaporkan Cointelegraph, Otoritas pajak negara tersebut, National Tax Service (NTS), telah membuka tender untuk membangun sistem analisis berbasis AI yang mampu memproses data perdagangan kripto dalam jumlah besar.

    Sistem AI untuk Analisis Transaksi Kripto

    Menurut laporan media lokal, proyek ini memiliki nilai sekitar 3 miliar won Korea Selatan atau sekitar US$2 juta.

    Sistem yang dikembangkan nantinya akan menggunakan teknologi artificial intelligence dan machine learning untuk menganalisis pola transaksi kripto serta mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan.

    Platform tersebut dirancang untuk mendeteksi pola transaksi tidak biasa yang berpotensi menunjukkan praktik penghindaran pajak atau pendapatan yang tidak dilaporkan.

    Dengan sistem ini, otoritas pajak dapat memproses data transaksi kripto dalam skala besar secara lebih sistematis.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi kebijakan, penggunaan AI oleh otoritas pajak memperlihatkan bahwa pasar crypto semakin diperlakukan sebagai bagian normal dari sistem pengawasan fiskal negara.

    “Semakin efektif alat seperti ini bekerja, semakin tinggi pula tuntutan kepatuhan bagi trader dan investor crypto di yurisdiksi yang agresif seperti Korea Selatan,” jelasnya.

    Baca Juga: Bithumb Terancam Suspensi 6 Bulan di Korea Selatan

    Pengembangan Sistem Dimulai Tahun Ini

    NTS berencana memilih kontraktor pengembang sistem pada Maret 2026. Setelah itu, proses perancangan sistem akan dimulai pada April.

    Tahap pengujian akan berlangsung sepanjang tahun, dengan rencana peluncuran program percontohan pada November.

    Jika seluruh tahap berjalan sesuai rencana, sistem AI tersebut diperkirakan mulai beroperasi secara penuh antara November hingga Desember tahun ini.

    Data analisis yang dihasilkan nantinya juga akan dibagikan kepada sejumlah lembaga pemerintah lain, termasuk Korea Customs Service dan Bank of Korea.

    Pajak Kripto Mulai Berlaku 2027

    Langkah ini merupakan bagian dari persiapan Korea Selatan untuk menerapkan pajak atas keuntungan investasi kripto mulai Januari 2027.

    Aturan tersebut akan mengenakan pajak sebesar 20% ditambah pajak lokal 2% terhadap keuntungan kripto tahunan yang melebihi 2,5 juta won atau sekitar US$1.700.

    Rencana pajak kripto ini sebenarnya telah disetujui sejak 2020, namun implementasinya beberapa kali ditunda akibat perdebatan politik dan penolakan dari sebagian pelaku industri.

    Dengan pengembangan sistem pengawasan berbasis AI, pemerintah Korea Selatan berharap dapat meningkatkan transparansi pasar kripto serta memastikan kepatuhan pajak dari para investor aset digital.

    Baca Juga: Kenalan Kang Jong Hyun, CEO Bithumb Kripto Dekat Park Min Young


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com