Tag: trading analysis

  • Contoh Strategi AI Trading untuk Bitcoin dan Ethereum

    Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai 4 strategi yang bisa digunakan untuk melakukan trading aset crypto, ke empat strategi tersebut adalah Trend-Following, Mean Reversion, Sentiment Based, dan High-Frequency Trading.

    Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana contoh penerapan strategi tersebut pada 4 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar yakni Bitcoin dan Ethereum.

    Trend Following (Mengikuti Tren Pasar)

    Dalam strategi trend following, AI bisa kamu gunakan sebagai alat untuk membantu mengenali pergerakan harga secara umum, seperti tren naik (bullish) atau turun (bearish).

    Beberapa indikator teknikal bisa kamu berikan pada AI sebagai bahan analisis, contohnya AI bisa memantau moving average (MA)—seperti jika harga BTC melintasi MA 50-hari ke atas MA 200-hari, AI dapat memberikan sinyal posisi beli dan tetap memantau hingga tren melemah. Strategi ini akan sangat efektif saat pasar sedang berapa pada tren naik atau turun yang kuat.

    Baca lebih lengkap cara menggunakan AI di sini: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

    Mean Reversion (Membeli di Harga Overbought atau Oversold )

    Contoh overbought dan oversold BTC dan ETH melalui AI.

    Bagi kamu yang sering melakukan swing trading, mencari level harga jenuh beli (Overbought) dan jenuh jual (Oversold) adalah salah satu kunci untuk mendapatkan profit maksimal, untuk itu AI bisa kamu jadikan cara untuk melakukan screening awal tanpa harus membuka chart terlebih dahulu berdasarkan time frame tertentu.

    Saat BTC atau ETH berada di level harga Overbought atau Oversold, AI dapat memberikan sinyal beli atau jual dengan ekspektasi harga akan kembali ke rata-rata. Strategi ini cocok untuk kondisi pasar sideways.

    Baca juga: Cara AI Trading dengan Incite AI untuk Pemula

    Sentiment Analysis (Sinyal Trading Berdasar Sentimen Pasar)

    Contoh analisis sentimen melalui Grok AI.

    AI bisa kamu gunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi sentimen yang ada di pasar, khususnya di media sosial.

    Jika kamu ingin melakukan trading aset kripto dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin dan Ethereum, cara ini akan sangat membantu, karena dengan semakin banyak banyak investor yang tau dan terlibat percakapan maka akan semakin banyak data yang bisa dianalisis. 

    Kamu bisa menggunakan AI seperti Santiment.net untuk analisis yang mendalam, atau sesimpel menggunakan Grok.com untuk analsis sentimen harian.

    Baca juga: Cara Analisis Sentimen Crypto untuk Pemula

    Apakah AI Bisa Digunakan Sebagai Alat Trading Otomatis?

    Bisa, tapi kebanyakan dari AI trading ini berbayar.

    AI memang bisa digunakan untuk trading otomatis, baik untuk Bitcoin, Ethereum, maupun aset kripto lainnya. Namun, sebagian besar platform AI trading tidak gratis. Umumnya, pengguna harus membayar:

    • Langganan bulanan
    • Biaya integrasi API
    • Komisi dari profit

    Beberapa contoh platformnya seperti Cryptohopper, Pionex dan 3Commas

    Selain itu, menggunakan dompet kripto yang terhubung langsung dengan AI trading bot melalui API dapat menimbulkan risiko tinggi. Sebab ketika bot memiliki akses penuh untuk mengeksekusi order, potensi kerugian meningkat—terutama jika terjadi kesalahan algoritma, bug, atau bahkan peretasan pada platform yang digunakan.

    Baca lebih lengkap: Risiko Menggunakan AI untuk Trading Crypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indikator Trading Berbasis AI untuk AI Trading Crypto

    Ingin membaca tren pasar kripto dengan lebih akurat dan adaptif? Tiga indikator berbasis AI dari LuxAlgo ini menggabungkan analisis teknikal dengan machine learning untuk membantu kamu mengenali arah tren, kekuatan sinyal, dan potensi pembalikan harga secara real-time lho!

    Ketiga indikator yang akan dibahas adalah SuperTrend AI, AI Channels, dan Clustering Oscillator— Untuk tools yang kamu butuhkan, kamu hanya membutuhkan TradingView.

    Tapi sebelum itu, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK agar aktivitas trading atau investasi kamu senantiasa aman.

    Indikator SuperTrend AI (Clustering)

    Indikator ini merupakan indikator teknikal yang menggabungkan SuperTrend dengan teknik machine learning bernama K-Means Clustering dengan tujuan membuat sinyal trading yang lebih adaptif dan cerdas berdasarkan performa historis.

    Gambar penggunaan indikator SuperTrend AI.

    Bagaimana Cara Menggunakannya?

    1. Garis SuperTrend = Arah Tren + Support/Resistance

    Jika harga berada di atas garis, tren dianggap naik (bullish) dan jika harga berada di bawah garis, tren dianggap turun (bearish).

    Garis ini juga bisa digunakan sebagai trailing stop atau support/resistance dinamis.

    1. Angka 0–5 = Kekuatan Sinyal

    Setiap sinyal dilabeli angka dari 0 sampai 5 dan Semakin tinggi angkanya, maka semakin kuat sinyal tren tersebut.

    Nilai Pengertian
    0–1 Sinyal lemah / potensi reversal
    2–3 Sinyal sedang / perlu konfirmasi
    4–5 Sinyal kuat / tren dominan
    1. Cluster = Kualitas Sinyal

    AI membagi sinyal ke dalam 3 kelompok (cluster):

    • Best: sinyal paling andal
    • Average: sinyal sedang
    • Worst: sinyal lemah

    Kamu bisa memilih ingin menggunakan sinyal dari cluster mana di pengaturan (default: Best).

    Pengaturan

    Nama Pengaturan Fungsi
    ATR Length Seberapa sensitif garis tren terhadap volatilitas
    Factor Range Rentang sensitivitas SuperTrend
    Performance Memory Seberapa jauh data historis memengaruhi sinyal
    From Cluster Pilih sinyal dari cluster terbaik, rata-rata, atau terburuk

    Klik di sini untuk coba gunakan indikatornya.

    Baca juga strategi AI trading lainnya: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula

    AI Channels (Clustering)

    Berbeda dari channel biasa (seperti Bollinger Bands), indikator ini mengelompokkan harga historis ke dalam beberapa cluster, lalu menghitung batas atas dan bawah berdasarkan rata-rata (centroid) dari kelompok harga tertinggi dan terendah.

    Indikator ini menggunakan machine learning (K-Means Clustering) untuk membuat channel harga otomatis.

    Indikator ini dapat membantu kamu dalam:

    • Menentukan arah tren
    • Melihat potensi breakout
    • Mengukur volatilitas pasar
    Gambar penggunaan indikator AI Channels.

    Bagaimana Cara Menggunakannya?

    1. Channel Atas & Bawah = Batas Tren
    • Harga menembus batas atas → sinyal potensi uptrend
    • Harga menembus batas bawah → sinyal potensi downtrend
    1. Lebar Area = Volatilitas
    • Semakin lebar area channel, semakin tinggi penyebaran harga dalam cluster → artinya pasar sedang volatile
    • Semakin sempit, pasar cenderung stabil

    Pengaturan

    Nama Pengaturan Fungsi
    Window Size Jumlah candle terakhir yang dianalisis (semakin besar = tren jangka panjang)
    Clusters Jumlah kelompok harga (semakin banyak = channel lebih lebar & adaptif)
    Denoise Channels Menghaluskan garis channel agar tidak terlalu “berisik”
    As Trailing Stop Mengubah channel menjadi trailing stop otomatis
    Max Iteration Steps Jumlah iterasi untuk menemukan centroid terbaik (pengaruh ke kecepatan)
    Historical Bars Seberapa jauh data historis yang digunakan

    Klik di sini untuk coba gunakan indikatornya.

    Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan AI Trading, Bisa Bikin Rugi?

    AI SuperTrend Clustering Oscillator

    Indikator ini merupakan sebuah oscillator yang menampilkan nilai bullish, rata-rata, dan paling bearish, yang diperoleh dari berbagai versi selisih antara indikator SuperTrend dari LuxAlgo.

    Fungsinya untuk:

    • Mengukur arah dan kekuatan tren
    • Menampilkan sinyal bullish, bearish, dan netral secara bersamaan
    • Mengidentifikasi potensi reversal atau retracement
    Gambar penggunaan indikator Clustering Oscillator AI.

    Bagaimana Cara Menggunakannya?

    Indikator Fungsi
    Bullish Output  Garis tertinggi → sinyal tren naik paling kuat
    Bearish Output Garis terendah → sinyal tren turun paling kuat
    Consensus Garis tengah → sinyal utama, menunjukkan arah tren secara umum
    Titik biru (Bullish) Titik biru merupakan cluster bullish
    Titik merah (Bearish) Titik merah merupakan cluster bearish

    Interpretasi

    • Consensus > 0 → tren naik (bullish)
    • Consensus < 0 → tren turun (bearish)
    • Bearish Output > 0 saat Consensus > 0 → tren naik sangat kuat
    • Bullish Output < 0 saat Consensus < 0 → tren turun sangat kuat
    • Jika Cluster Bullish dan Bearish saling bertolak belakang, itu menandakan tren yang kuat
    • Jika Consensus naik tapi Cluster Bullish turun, bisa jadi sinyal retracement atau reversal

    Pengaturan

    Pengaturan Fungsi
    ATR Length Periode ATR untuk menghitung SuperTrend
    Factor Range Rentang nilai faktor (min–max) untuk variasi SuperTrend
    Step Jarak antar faktor (semakin kecil = lebih banyak variasi SuperTrend)
    Smooth Menghaluskan garis output agar lebih mudah dibaca
    Max Iteration Steps Jumlah maksimum iterasi untuk menemukan cluster terbaik
    Historical Bars Seberapa jauh data historis yang digunakan untuk perhitungan

    Klik di sini untuk coba gunakan indikatornya.

    Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

    Siap buat mulai eksplor strategi trading kamu dengan bantuan AI? Yuk, gabung juga dengan komunitas Tokocrypto untuk dapat insight lebih lanjut!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula

    Ingin tahu cara sederhana memanfaatkan AI untuk meningkatkan strategi trading kamu? Artikel ini membahas langkah-langkah praktis menggunakan ChatGPT dan Incite AI—contoh kombinasi AI yang cocok untuk pemula maupun trader yang ingin mencoba AI trading.

    Apakah AI Bisa Digunakan untuk Trading?

    Ya, AI bisa digunakan untuk membantu proses screening, analisis, penyusunan strategi, hingga identifikasi peluang dalam trading. Bagi pemula, pendekatan terbaik dalam memanfaatkan AI untuk trading adalah menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai eksekutor otomatis seperti robot trading.

    Perlu diingat meskipun AI dapat membantu kamu saat melakukan trading, skill dasar investasi dan trading juga sangat dibutuhkan, karena AI hanya akan menjadi leverage selayaknya alat.

    Misal, jika kamu memiliki skill di angka 3, maka dengan AI kamu bisa membuat skill 3 tersebut berkali lipat contoh: 3 (skill kamu) x 2 (AI) = 6.

    Tapi jika kamu tidak memiliki skill sama sekali alias 0, maka AI tidak akan mengubah apa pun: 0 (skill kamu) x 2 (AI) = 0.

    Baca lebih lengkap mengenai AI trading: Semakin Booming! Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

    Tools yang Akan Digunakan: Mengenal ChatGPT dan Incite AI

    Kedua tools yang dibahas dalam artikel ini: ChatGPT dan Incite AI—hanyalah salah satu contoh kombinasi yang dapat kamu gunakan untuk menerapkan strategi AI trading. 

    Meskipun begitu, pemilihan tools bersifat fleksibel dan tidak terbatas pada dua platform ini saja. Kamu bisa gunakan Grok AI, Gemini, atau beragam tools lain yang tersedia.

    Apa itu ChatGPT?

    ChatGPT adalah model bahasa berbasis AI yang dirancang untuk memahami dan menghasilkan teks secara kontekstual.

    Dalam dunia trading, ChatGPT bisa dimanfaatkan untuk:

    • Menjelaskan konsep strategi teknikal dengan bahasa yang mudah dipahami
    • Membantu membuat skrip dasar seperti Pine Script untuk TradingView
    • Merancang alur berpikir atau logika analisis, mulai dari support/resistance hingga volume-based strategies.

    Apa Itu Incite AI?

    Incite AI adalah platform berbasis data real-time yang mengandalkan kecerdasan buatan untuk menyajikan insight dan sinyal trading dari berbagai aset, mulai dari saham hingga kripto.

    Tool ini sangat berguna untuk:

    • Menyaring aset potensial berdasarkan indikator teknikal seperti RSI, MA, hingga breakout volume
    • Mengidentifikasi pergerakan harga signifikan secara real-time
    • Memberi rekomendasi berbasis data dengan visualisasi yang mudah dipahami.

    Baca juga: 5 Alasan Kenapa Investasi Crypto Cocok untuk Mahasiswa

    Langkah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI

    Sebelum kamu melangkah lebih jauh dalam memahami langkah-langkah trading berbasis AI, pastikan kamu menggunakan exchange yang legal dan terpercaya. Seperti Tokocrypto, yang telah terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Dengan Tokocrypto, kamu bisa mulai perjalanan trading dan investasi hanya dengan deposit minimal Rp20.000—cocok untuk trading dan investor pemula. Daftar di sini 👉 mulai trading dan investasi di Tokocrypto!

    Langkah 1: Identifikasi Peluang dengan Incite AI

    Gunakan Incite AI untuk melakukan screening aset potensial, caranya dengan:

    Masuk ke laman https://www.inciteai.com/

    Setelah itu kamu bisa daftar atau langsung memberikan prompt sesuai dengan apa yang ingin kamu ketahui seputar pasar. Contoh:

     “Aset kripto untuk dibeli di time frame 4 jam”

    Jawabannya akan seperti pada gambar di bawah ini:

    Contoh prompt dan tampilan Incite AI saat menanyakan aset kripto untuk dibeli.
    Contoh prompt dan tampilan Incite AI saat menanyakan aset kripto untuk dibeli.

    AI langsung memberikan analisis teknikal lengkap dan ringkas, misalnya merekomendasikan Bitcoin (BTC) dan Solana (SOL) sebagai aset terbaik untuk dibeli di time frame 4 jam saat ini.

    Dijelaskan juga indikator teknikal seperti MACD, RSI, dan Moving Average, lengkap dengan level support dan resistance, serta potensi risiko pasar. 

    Jika kamu belum menemukan aset yang pas untuk kamu trading, kamu bisa berikan prompt lebih lanjut.

    Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

    Langkah 2: Buka Chart yang Telah Diidentifikasi

    Setelah menemukan aset potensial dari Incite AI, buka grafik harga aset tersebut di Tokocrypto atau seperti TradingView.

    Gambar grafik harga yang akan diberikan ke ChatGPT untuk dianalisis.
    Gambar grafik harga yang akan diberikan ke ChatGPT untuk dianalisis.

    Amati pola pergerakan harga, volume, dan indikator teknikal lain yang relevan. Setelah itu, ambil tangkapan layar (screenshot) chart tersebut sebagai bahan untuk dianalisis lebih lanjut dengan AI ChatGPT.

    Baca juga: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

    Langkah 3: Merancang Strategi Trading dengan ChatGPT

    Unggah screenshot chart yang telah kamu ambil ke ChatGPT atau jelaskan kondisinya secara deskriptif. Minta bantuan dengan prompt yang spesifik kamu tulis untuk trading, seperti membaca pola teknikal, memahami sinyal volume, atau merancang strategi entry dan exit berdasarkan kondisi grafik.

    Berikut contoh prompt yang bisa kamu coba:

    “Sebagai seorang trader profesional, analisis pergerakan harga Solana saat ini berdasarkan grafik (time frame) di atas. (Harga saat ini di $0.000) Dengan mempertimbangkan level kunci kotak panjang untuk support dan resistance, tren RSI (saat ini sekitar -isi angka RSI-), serta Moving Average (isi detail MA), bagaimana kemungkinan arah pergerakan selanjutnya? Apakah ada potensi kelanjutan tren, retracement, atau sinyal breakout? Jelaskan analisisnya dengan dukungan konfluensi indikator teknikal atau pola candlestick.”

    Contoh prompt ke ChatGPT.
    Contoh prompt ke ChatGPT.

    Setelah itu, ChatGPT akan memberikan jawaban seperti gambar di bawah bawah ini:

    Contoh hasil jawaban ChatGPT dari prompt yang diberikan.
    Contoh hasil jawaban ChatGPT dari prompt yang diberikan.

    Langkah 4: Evaluasi dan Pengambilan Keputusan

    Langkah terakhir, kamu hanya perlu menggabungkan analisis interpretatif dari ChatGPT dan sinyal teknikal dari Incite AI sebagai dasar pengambilan keputusan trading yang lebih terukur.

    Sebelum mengeksekusi entry atau exit posisi, pastikan kamu mempertimbangkan beberapa faktor penting, seperti:

    • Risiko dan volatilitas pasar
    • Momentum harga dan tren saat ini
    • Indikator teknikal yang relevan dengan strategi kamu

    Untuk meningkatkan akurasi dan meminimalkan potensi kerugian, sangat disarankan untuk melakukan backtest terlebih dahulu terhadap strategi yang kamu gunakan. Dengan begitu, kamu bisa memahami performa strategi di kondisi pasar yang berbeda—baik saat sideways, bullish, maupun bearish.

    Baca juga: Analisa Volume Trading BTC, Bisa Deteksi Breakout dan Fakeout?

    Penutup

    Menggunakan ChatGPT dan Incite AI bisa menjadi salah satu cara bagi pemula untuk menerapkan pendekatan berbasis data dalam trading.

    Incite AI memberikan screening dan insight real-time, sementara ChatGPT membantu memahami dan menyusun strategi. Dengan kombinasi ini, kamu bisa melakukan trading dengan bantuan AI untuk membantu meningkatkan efisiensi, mempercepat proses analisis, dan meminimalkan kesalahan karena emosi.

    Siap buat mulai eksplor strategi trading kamu dengan bantuan AI? Yuk, gabung komunitas Tokocrypto untuk dapat insight lebih lanjut!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Semakin Booming! Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

    AI makin populer karena kemampuannya menganalisis data tanpa campur tangan emosi. Kini tidak sedikit para trader yang melibatkan AI dalam aktivitas trading, atau lebih dikenal dengan AI trading.

    Tapi, sebenarnya apa itu AI trading dan bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan membahas pengertian, cara kerja, hingga jenis-jenis strategi yang biasa digunakan dalam dunia AI trading.

    Apa Itu AI Trading?

    AI Trading merupakan metode trading yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kamu dalam proses pengambilan keputusan jual beli di pasar finansial.

    Metode ini bisa sepenuhnya tanpa melibatkan campur tangan manusia atau hanya sekadar membantu untuk mengumpulkan data historis, identifikasi tren, hingga pola dengan algoritma. 

    Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

    Kenapa AI Trading Semakin Populer?

    Dalam beberapa tahun terakhir, dunia trading mengalami transformasi besar dengan semakin pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

    Jika sebelumnya aktivitas trading hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berpengalaman dan punya waktu menganalisis grafik sepanjang hari, kini teknologi AI hadir sebagai “asisten” yang bisa menganalisis data secara real-time dan membantu mengambil keputusan cepat.

    Hasilnya? Banyak orang mulai menggunakan AI sebagai salah satu tools saat melakukan trading, baik pemula maupun profesional. 

    Sebelum mendalami tren ini lebih lanjut, mari pahami terlebih dahulu cara kerjanya!

    Bagaimana Cara Kerja AI Trading?

    AI trading bekerja dengan mengandalkan kecanggihan machine learning dan analisis data untuk memahami pasar keuangan, menghitung prediksi harga, mengidentifikasi penyebab fluktuasi, hingga membantu keputusan dalam eksekusi.

    Berikut beberapa contoh penggunaan AI dalam trading:

    Analisa Sentimen Pasar

    AI dapat membantu trader dalam mengidentifikasi tren yang sedang terjadi di pasar. Kesimpulan dari sentimen ini bisa diketahui dengan cepat, melalui AI yang mengumpulkan informasi yang tersedia di internet seperti berita terbaru, forum diskusi, hingga percakapan yang terjadi di media sosial.

    Quantitative Trading (Quant Trading)

    Quant trading memanfaatkan model matematika dan statistik untuk menganalisis data harga dan volume secara mendalam. AI digunakan untuk menyaring jutaan data dan mencari peluang investasi yang optimal. Biasanya dipakai oleh institusi keuangan besar untuk eksekusi dalam jumlah besar sekaligus.

    Algorithmic Trading (Algo-Trading)

    Algo-trading menggunakan serangkaian aturan otomatis berbasis data historis untuk menentukan kapan harus membeli atau menjual. Algoritma AI-nya bekerja dengan mempertimbangkan berita ekonomi, sentimen sosial, dan pola teknikal dengan bantuan machine learning.

    High-Frequency Trading (HFT)

    HFT mengandalkan AI dan kecepatan komputasi ekstrem untuk mengeksekusi ribuan bahkan jutaan transaksi per detik. Target utamanya adalah mendapatkan margin keuntungan kecil dari perbedaan harga dalam waktu sangat singkat. Jenis ini banyak digunakan oleh hedge fund dan perusahaan investasi besar.

    Automated Trading

    Automated trading mengeksekusi transaksi secara otomatis sesuai strategi yang telah diprogram. Dalam konteks AI, sistem ini lebih canggih karena mampu belajar dan beradaptasi dari perubahan pasar. AI akan terus mengoptimalkan strategi berdasarkan data real-time dan performa sebelumnya.

    Arbitrage Trading

    Arbitrage memanfaatkan perbedaan harga aset di dua pasar berbeda. Dengan bantuan AI, sistem dapat mendeteksi peluang arbitrase secara cepat dan mengeksekusi transaksi simultan: membeli di pasar lebih murah dan menjual di pasar yang lebih mahal.

    Baca juga: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

    Contoh Penggunaan: Trading dengan Bantuan AI ChatGPT

    Kamu bisa menggunakan ChatGPT sebagai salah satu AI untuk membantu kamu trading—Tapi sebelum itu, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK agar aktivitas trading atau investasi kamu senantiasa aman. Deposit mulai dari Rp20.000 di sini.

    Untuk mulai mencoba trading dengan bantuan AI ChatGPT, ikuti beberapa langkah berikut:

    Daftar dan buat akun ChatGPT— Kamu bisa gunakan ChatGPT gratis atau ChatGPT Plus untuk respons yang lebih baik.

    Selanjutnya kamu bisa screenshot grafik pergerakan harga yang ingin dianalisis dan upload pada bagian kolom chat, ChatGPT. Seperti gambar di bawah ini:

    Contoh prompt ChatGPT untuk menganalisa pergerakan harga.
    Contoh prompt ChatGPT untuk menganalisa pergerakan harga.

    Setelah itu kamu hanya perlu memberikan perintah berupa prompt, untuk melakukan analisa. Prompt ini akan lebih baik jika kamu menjelaskan lebih terperinci, mulai dari level harga, support resistance, volume dan indikator lain yang kamu miliki sebagai pertimbangan AI nantinya. 

    Contoh promptnya seperti ini:

    “Sebagai seorang trader profesional, analisis pergerakan harga Bitcoin saat ini berdasarkan grafik harian di atas. (Harga saat ini di $72.000) Dengan mempertimbangkan level kunci garis kuning untuk support dan resistance, tren RSI (saat ini sekitar 60), serta perpotongan moving average (MA9 dan MA21), bagaimana kemungkinan arah pergerakan selanjutnya? Apakah ada potensi kelanjutan tren, retracement, atau sinyal breakout? Jelaskan analisisnya dengan dukungan konfluensi indikator teknikal atau pola candlestick.”

    ChatGPT akan memberikan jawaban berupa skenario berdasarkan data yang telah kamu berikan. Seperti di gambar di bawah ini.

    Contoh jawaban ChatGPT sebagai AI Trading.
    Contoh jawaban ChatGPT sebagai AI Trading.

    Skenario 1 dan 2 dari ChatGPT di atas berhasil menjadi prediksi yang kurang-lebih tepat, di mana BTC mengalami kenaikan yang signifikan setelah mengalami retracement sebelum berhasil close di atas $72.000. Seperti gambar di bawah:

    Perbandingan data yang diberikan dan pergerakan harga.
    Perbandingan data yang diberikan dan pergerakan harga.

    *Simulasi ini berbasis data lampau alias backtest, bukan real-time. Jadi, jangan dianggap patokan akurat—disajikan untuk tujuan edukasi dan tidak dimaksudkan sebagai saran finansial atau rekomendasi investasi.

    Baca juga: Analisa Volume Trading BTC, Bisa Deteksi Breakout dan Fakeout?

    Penutup

    AI memang dapat membuka peluang baru bagi trader untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengambilan keputusan. Namun, AI trading bukan berarti menjadi sinyal mutlak untuk beli atau jual. Seperti halnya strategi, strategi trading dengan menggunakan AI atau AI trading tetap membutuhkan pemahaman dasar, pengujian sistem, serta pengelolaan risiko yang baik. 

    Jika kamu mendapat iming-iming untuk menggunakan AI trading atau robot trading dengan garansi keuntungan tertentu, sudah selayaknya kamu curiga. Sebab tidak ada sistem yang bisa menjamin profit secara konsisten tanpa risiko. 

    AI trading berfokus untuk membantu efisiensi analisis dan eksekusi strategi berbasis data—bukan menjanjikan hasil instan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

    Sumber: Builtin. “AI Trading: How AI Is Used in Stock Trading“. 2024.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Volume Trading BTC, Bisa Deteksi Breakout dan Fakeout?

    Ternyata volume trading punya korelasi dengan pergerakan harga seperti breakout dan fakeout lho! Hal ini salah satunya terjadi karena volume perdagangan dapat mencerminkan seberapa besar partisipasi pasar di balik pergerakan harga.

    Penasaran bagaimana cara menggunakan volume untuk mendeteksi pergerakan tersebut? Yuk simak pembahasan dan contoh lengkapnya dalam artikel ini!

    Apa itu Breakout dan Fakeout?

    Breakout adalah istilah yang digunakan saat harga suatu aset mampu menembus level resistance, dan berpotensi untuk mengalami kenaikan yang berkelanjutan. 

    Di sisi lain…

    Fakeout merupakan istilah yang digunakan saat harga suatu aset terlihat akan menembus level resistance, namun kenaikannya tidak berkelanjutan dan berbalik arah kembali ke range level sebelumnya.

    Apa Hubungan Volume Trading dengan Breakout dan Fakeout?

    Volume trading bisa menjadi salah satu indikator untuk melihat apakah pergerakan harga saat suatu aset yang akan menembus level resistance, didukung oleh partisipasi pembeli atau penjual yang lebih kuat.

    Contohnya seperti ini:

    Breakout + volume tinggi → bisa jadi pertanda breakout karena didorong oleh partisipasi pasar, kemungkinan harga lanjut ke arah breakout jika volume beli mendominasi.

    Breakout + volume kecil → bisa jadi pertanda fakeout, karena pasar belum yakin dengan pergerakan tersebut.

    Perlu diingat, meskipun volume trading ini bisa jadi indikator yang bisa mendukung kamu dalam menganalisa pergerakan harga, volume harus tetap dilihat bersama konteks lain seperti struktur pasar, price action, dan sentimen secara keseluruhan ya!

    Baca juga: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

    Studi Kasus Volume Trading dan Breakout Bitcoin (BTC)

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, biasanya suatu aset yang ingin terlepas dari level resistensi membutuhkan dukungan volume pembelian yang lebih tinggi daripada penjualan. Contoh kasusnya bisa kamu lihat pada grafik harga Bitcoin di bawah ini.

    Contoh analisa volume trading dan breakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 hari.
    Contoh analisa volume trading dan breakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 hari.

    Terlihat Bitcoin mengalami sideways yang cukup panjang sebelum akhirnya bisa menembus level resistance. Breakout sendiri bisa terjadi disaat volume trading harian melonjak tinggi dari volume trading harian biasanya— yakni lebih dari 2x lipat.

    Volume ini menunjukan minat beli pasar yang mendukung pergerakan harga, sehingga setelahnya Bitcoin bisa menembus level resistance setelah bounce dari garis 6-SMA (Simple Moving Averages).

    Baca juga: 4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

    Studi Kasus Volume Trading dan Fakeout Bitcoin (BTC)

    Fakeout atau sering juga disebut false breakout biasanya terjadi karena kurangnya minat pasar di level harga tertentu. Misalnya, pada grafik harga Bitcoin di bawah ini.

    Contoh analisa volume trading dan fakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 jam.
    Contoh analisa volume trading dan fakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 jam.

    Grafik harga di atas merupakan pergerakan harga Bitcoin pada time frame kecil, 1 jam. Terlihat bagaimana harga Bitcoin mengalami kesulitan menembus level resistance (ditandai dengan warna oranye), karena tidak di dukung oleh partisipasi pasar—volume trading kecil, bahkan jika dibandingkan dengan volume saat pantulan harga dari level support.

    Terjadi juga divergensi yang ditunjukan oleh indikator OBV (On-Balance Volume) dimana, harga terlihat naik, namun OBV menunjukan penurunan.

    Breakout dari revel resistance, baru bisa terjadi setelah fakeout dan pola harga membentuk double bottom dengan dukungan kenaikan volume trading yang lebih dari 2x rata-rata trading volume pada timeframe tersebut.

    Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual

    Terlanjur membeli saat pergerakan harga menunjukkan fakeout? Gunakan stop-loss untuk menghindari kerugian lebih dalam— caranya, kamu bisa pakai fitur OCO atau Stop-Limit yang ada di aplikasi Tokocrypto. Cobain fiturnya 👉 di sini.

    Tips Analisa Volume Trading

    • Gunakan Indikator Tambahan: Gabungkan analisa volume seperti batang volume trading, OBV, A/D Line atau VMA, dengan indikator lain seperti RSI, MACD, atau moving averages.
    • Amati Level Support dan Resistance: Pergerakan harga biasanya tidak hanya ditentukan oleh trading volume, namun juga level harga historis seperti support dan resistance.
    • Pantau Sentimen Pasar: Pastikan breakout didukung sentimen pasar dan bukan karena rumor atau berita tidak jelas. Pantau terus rumor terbaru dengan gabung komunitas Tokocrypto 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial

    Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

    Jadi Apakah Analisa Volume Trading Bisa Deteksi Breakout dan Fakeout?

    Yap, analisa volume memang bisa membantu kamu untuk membedakan breakout dan fakeout, tapi bukan berarti bisa kamu gunakan untuk mengambil keputusan beli/jual sepenuhnya.

    Selalu lakukan Do Your Own Research sebelum melakukan investasi, trading atau aktivitas jual beli kripto ya!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

    Pergerakan pasar secara sederhana mencerminkan aktivitas beli dan jual yang terekam dalam bentuk data candlestick—termasuk trading volume, yang dapat membantu trader untuk memahami aktivitas transaksi dan potensi perubahan tren.

    Lalu bagaimana cara membaca data tinggi rendahnya trading volume? Simak pembahasannya di bawah ini.

    Apa Itu Volume dalam Trading?

    Volume trading merupakan indikator untuk mengetahui seberapa besar jumlah aset yang diperjualbelikan dalam periode waktu tertentu.

    Pergerakan naik dan turunnya volume trading ini tentunya bukan hanya sebagai angka atau batang indikator saja, melainkan representasi dari aktivitas pasar dan investor pada periode waktu tersebut.

    Volume tinggi menunjukkan bahwa banyak orang sedang aktif membeli dan menjual aset tersebut, menandakan minat yang besar. Sebaliknya, volume rendah berarti aktivitas perdagangan sedikit, menunjukkan minat yang sedang menurun.

    Baca lebih lengkap: Apa itu Volume Trading: Maksud dan Kegunaannya

    Kenapa Volume Penting dalam Analisis Pasar Kripto

    Volume bisa jadi salah satu indikator yang penting untuk kamu gunakan karena dapat memberikan konteks terhadap pergerakan harga, serta membantu kamu mengenali momen breakout atau pembalikan tren (reversal) berdasarkan minat pasar.

    Misalnya, ketika harga menembus resistensi tetapi volume tetap rendah, ada risiko bahwa breakout tersebut tidak didukung oleh partisipasi pasar yang cukup. Kurangnya beli di level tersebut bisa menyebabkan harga kembali turun, sehingga terjadi false breakout atau pembalikan tren.

    Sebaliknya, jika harga menembus resistensi dengan volume tinggi, ini menunjukkan bahwa banyak trader dan investor mendukung kenaikan harga, sehingga breakout lebih valid dan berpotensi berlanjut.

    Baca juga: Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

    Cara Membaca Komponen Dasar Grafik Volume

    Contoh grafik volume trading.
    Contoh grafik volume trading.

    Grafik volume biasanya ditampilkan di bagian bawah chart grafik harga. Tampilannya berupa batang vertikal berwarna:

    • Hijau: volume beli lebih besar dari volume jual.
    • Merah: volume jual mendominasi.

    Semakin tinggi batangnya, semakin besar volume transaksi pada periode waktu tersebut. Batang volume ini tentunya harus dianalisis bersamaan dengan pergerakkan arah harga menggunakan indikator teknikal agar interpretasinya lebih akurat.

    Contoh Cara Membaca Volume Trading

    Berikut beberapa contoh pendekatan sederhana dalam membaca volume:

    • Kenaikan harga dengan volume tinggi → Bisa menunjukan tren bullish, karena banyak trader berpartisipasi dalam pembelian aset.
    • Kenaikan harga dengan volume rendah → Bisa menjadi pertanda bahwa tren kenaikan kurang didukung oleh partisipasi pasar, sehingga berpotensi mengalami pembalikan.
    • No Demand (tidak ada permintaan) → Harga mengalami penurunan dengan volume rendah, mengindikasikan kurangnya minat beli dan kemungkinan tren bearish.
    • No Supply (tidak ada pasokan) → Harga naik dengan volume rendah, mengindikasikan kurangnya tekanan jual dan potensi kenaikan harga lebih lanjut.
    • Volume tinggi dalam fase akumulasi → Investor institusional diam-diam membeli aset sebelum tren naik dimulai.
    • Volume tinggi dalam fase distribusi → Investor institusional mulai menjual aset mereka secara bertahap sebelum tren turun terjadi.

    Perlu diingat, ini hanya interpretasi sederhana dalam penggunaan volume trading. Dalam prakteknya kamu perlu mengkombinasikan volume dengan indikator lain seperti support dan resistance, moving average, RSI, MACD atau indikator teknikal lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat

    Baca juga: Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

    Kesalahan Umum Pemula dalam Membaca Volume

    Meskipun volume trading bisa mengindikasikan minat pasar pada suatu aset, bukan berarti volume trading ini bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk mengambil keputusan dalam trading. Kesalahan-kesalahan ini biasanya meliputi:

    • Mengabaikan volume saat menganalisis harga → Bisa menyebabkan kesalahan dalam menilai kekuatan tren.
    • Bereaksi terlalu cepat terhadap lonjakan volume → Tidak semua spike menandakan sinyal beli atau jual yang valid.
    • Tidak menggunakan indikator pendukung → Volume lebih efektif jika dikombinasikan dengan analisis teknikal lainnya.
    • Tidak memperhatikan berita dan sentimen pasar → Faktor eksternal seperti regulasi, adopsi institusional, atau sentimen sosial dapat mempengaruhi pergerakan harga.

    Cara Menampilkan Trading Volume di Tokocrypto

    Untuk menampilkan trading volume saat menggunakan aplikasi Tokocrypto ikuti beberapa — langkah mudah berikut.

    Gambar grafik volume trading di aplikasi Tokocrypto.
    1. Masuk menu ‘Pasar
    2. Cari aset kripto — contoh: BTC/USDT
    3. Pilih ‘VOL’ pada bagian bawah chart harga
    4. Volume trading akan muncul di bagian bawah chart

    Masih bingung cara baca volume trading? Yuk, tanya-tanya langsung sama trader aktif lain di Telegram komunitas Tokocrypto melalui link berikut: https://t.me/TokocryptoOfficial


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga ETH Hari Ini Menurut Logarithmic Regression Bands: Apa Artinya?

    Kalau kamu baru tertarik investasi atau trading Ethereum (ETH), mungkin melihat grafik harga yang terus berubah bikin bingung: beli sekarang termasuk mahal atau murah? 

    Salah satu cara sederhana untuk tahu apakah harga ETH hari ini berada di harga mahal atau tidak adalah dengan menggunakan Logarithmic Regression Bands

    Artikel ini akan membantu kamu memahami apa itu Logarithmic Regression Bands, bagaimana cara membacanya, dan apa artinya buat kamu yang baru mau mulai. Simak penjelasannya yuk!

    Sekilas Tentang Ethereum dan Fungsinya

    Apa Itu Ethereum dan Bedanya dengan Bitcoin

    Ethereum adalah platform blockchain yang memungkinkan developer membuat aplikasi terdesentralisasi (dApps) dengan menggunakan smart contract. Berbeda dengan Bitcoin yang berfokus sebagai aset penyimpan nilai (store of value) dan mata uang digital, Ethereum lebih sebagai sebuah platform dengan ekosistem lengkap.

    Lebih lengkap tentang Ethereum: Apa Itu ETH (Ether)? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Cara Kerja Blockchain Ethereum

    Ethereum menggunakan teknologi blockchain publik yang transparan. Setiap transaksi diverifikasi oleh ribuan node di jaringan. Selain itu, Ethereum kini sudah beralih ke mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS), yang lebih hemat energi dan terintegrasi sistem staking.

    Lihat harga Ethereum paling update hari ini di sini 👉 Ethereum Hari Ini.

    Apa Itu Ethereum Logarithmic Regression Bands?

    Logarithmic Regression Bands adalah alat analisis teknikal yang memvisualisasikan harga ETH terhadap tren logaritmik jangka panjang. Band ini membantu menunjukkan apakah harga Ethereum saat ini berada di level harga murah (undervalued), wajar (fair value), atau mahal (overvalued) dibanding pergerakan historisnya.

    Baca juga: Contoh Strategi AI Trading untuk Bitcoin dan Ethereum

    Bagaimana Cara Membaca Logarithmic Regression Bands?

    Logarithmic Regression Bands terbagi menjadi beberapa level atau garis yang membentuk “koridor harga” secara umum level ini dibagi menjadi tiga; Lower, Middle, dan Upper.

    Maknanya bisa diartikan seperti ini:

    Band Makna Sentimen Pasar
    Lower Band Relatif undervalued Fear, akumulasi
    Median Band Fair value / equilibrium Netral, konsolidasi
    Upper Band Relatif overvalued Greed, euforia
    Gambar upper band, middle band, dan lower band.

    Logarithmic Regression Bands ini bisa kamu lihat menggunakan TradingView, untuk cara bacanya sangat mudah:

    • Saat harga ETH menyentuh atau mendekati lower band, ini sinyal bahwa ETH sedang undervalued dan cocok untuk akumulasi.
    • Saat harga ETH berada di middle band, artinya harga berada di level fair value.
    • Saat harga ETH mendekati atau melewati upper band, harga mungkin sudah overvalued, atau dalam tren kenaikan yang kuat.

    Baca juga: Sisi Gelap Dibalik Popularitas Ethereum Mulai Terkuak!

    Bagaimana dengan Harga Ethereum Hari Ini?

    Gambar pola kenaikan harga setelah Ethereum menyentuh middle band dan lower band.

    Hari ini, Ethereum (ETH) berada di atas upper Logarithmic Regression Bands berdasarkan grafik regresi logaritmik—mengindikasikan potensi overextension atau euforia pasar. Setelah sebelumnya, ETH sempat memantul dari middle band, yang menunjukkan bahwa tren naik masih aktif.

    Berdasarkan pola historis, ada dua kemungkinan utama:

    • Kenaikan berlanjut: ETH kembali menanjak setelah menyentuh middle band, seperti yang terjadi di tahun 2017 dan 2021 saat pasar sedang memasuki fase bullrun agresif.
    • Koreksi harga: ETH sudah berada di puncak relatif terhadap tren historisnya, yang sering kali menjadi fase distribusi sekaligus titik balik menuju konsolidasi atau koreksi lebih dalam. Seperti yang terjadi pada tahun 2019.

    Tertarik buat investasi di Ethereum? Yuk, gunakan fitur Beli/Jual Tokocrypto dan nikmati potongan GRATIS biaya trading! 👉 Klik di sini

    Apa Artinya Buat Kamu yang Baru Mau Mulai?

    Jangan FOMO dan Asal Beli
    Gunakan Ethereum Logarithmic Regression Bands sebagai salah satu indikator untuk melakukan akumulasi dan taking profit.

    Akumulasi Saat Berada di Lower Bands
    Daripada asal beli saat hype, lihat apakah ETH di area bawah band—biasanya lebih aman untuk mulai akumulasi.

    Take Profit Saat Berada di Upper Bands
    Untuk membantu kamu menghindari round-trip harga, kamu dapat menpertimbangkan untuk menjual saat harga menyentuk upper Logarithmic Regression bands.

    Jangan Panik Lihat Harga Hari Ini
    Harga ETH naik-turun adalah hal biasa. Cobalah lihat dari gambaran besar dengan Logarithmic Regression Bands.

    Baca juga: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

    FAQ Seputar Harga Ethereum dan Logarithmic Regression Band

    Apa itu Logarithmic Regression Bands dan Kenapa Penting?

    Logarithmic Regression Bands adalah analisis teknis yang menggunakan regresi logaritmik untuk memetakan tren harga jangka panjang. Dengan indikator ini kamu dapat mengetahui apakah harga ETH saat ini overvalued atau undervalued.

    Apakah Harga Ethereum Hari Ini Menunjukkan Waktu Beli yang Tepat?

    Jika berada di bawah lower band, ini sering dianggap waktu beli yang lebih baik daripada saat di upper band.

    Apakah Ethereum Masih Layak di Tahun 2025?

    Secara kapitalisasi pasarnya Ethereum masih menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, yang berarti pasar masih yakin dengan Ethereum.

    Bagaimana Cara Menghitung Logarithmic Regression Band Tanpa TradingView?

    Kamu dapat menggunakan situs seperti BlockChainCenter yang menyediakan grafik Logarithmic Regression Bands dalam bentuk Ethereum Rainbow Chart..

    Apakah Ethereum Bisa Turun di Bawah Logarithmic Regression Bands?

    Bisa, namun dari data historis ketika Ethereum menyentuh lower band harga mengalami rebound.

    Baca juga: Ethereum Siapkan Pectra Upgrade, Apa Artinya Bagi Para Holders?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com