Tag: Trading Aset Kripto

  • Ketahui Cara Mengenali Dead Cat Bounce dan Penyebabnya

    Dead Cat Bounce merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam trading aset kripto. Istilah ini digunakan untuk menyebut suatu pola pergerakan aset dalam pasar. Trader yang terjebak Dead Cat Bounce disebut-sebut akan mengalami kerugian. Benarkah demikian? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan mengenai Dead Cat Bounce berikut ini!

    Asal Usul Fenomena Dead Cat Bounce

    Fenomena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak hanya berlaku pada trading aset kripto. Justru sebaliknya, fenomena ini sudah ditemukan jauh sebelum kripto muncul. Istilah ini mulai digunakan di Wall Street untuk menyebut saham yang sejenak naik dan kemudian mengalami penurunan terus-menerus.

    Baca juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

    Saat itu, tepatnya pada Desember 1985, pasar saham Singapura dan Malaysia tiba-tiba mengalami lonjakan setelah sebelumnya terus turun karena resesi. Jurnalis Financial Times, Horace Brag dan Wong Sulong, kemudian menyebut fenomena tersebut dengan istilah “Dead Cat Bounce”.

    Memahami Apa Itu Dead Cat Bounce

    Apa Itu Dead Cat Bounce

    Sebenarnya, istilah Dead Cat Bounce dipilih karena kucing yang sudah mati sekalipun bisa memantul tinggi asal titik jatuhnya juga tinggi. Aset kripto yang mengalami Dead Cat Bounce pun juga sama.

    Lalu, apa itu Dead Cat Bounce yang berlaku pada pasar trading kripto? 

    Jadi, Dead Cat Bounce dalam aset kripto menggambarkan kondisi di mana sebelumnya posisi aset tinggi dan kemudian mengalami tren penurunan yang berkelanjutan, tetapi akan ada kemungkinan aset tersebut tiba-tiba mengalami lonjakan. Sayangnya, kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama dan justru menjadi “sinyal” untuk penurunan yang lebih besar pada waktu mendatang.

    Cara Mengenali Dead Cat Bounce

    Cara Mengenali Dead Cat BounceFenomena aset yang memantul ini sebenarnya bisa dikenali. Ini karena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada tiga tahapan yang menandai datangnya Dead Cat Bounce yaitu:

    1. Tahap pertama

    Terjadi penurunan nilai aset yang amat  tajam dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama.

    2. Tahap kedua

    Nilai aset tiba-tiba melonjak, seolah sedang terjadi pembalikan tren.

    3. Tahap ketiga

    Nilai aset kembali turun, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan penurunan pada tahap pertama. Seperti pada tahap pertama, tren penurunan ini juga akan berlangsung lama.

    Jika diperhatikan, fenomena ini mirip dengan technical rebound (TR). Hanya saja, lonjakan nilai aset pada Dead Cat Bounce terjadi dalam waktu yang sangat singkat, bahkan tidak lebih dari satu hari. Koreksi nilai pun sulit untuk diprediksi karena fenomena ini baru dapat dikenali saat tahapannya sudah berlangsung.

    Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

    Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

    Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor yang saling memengaruhi, hingga kemudian menimbulkan dampak yang besar. Berikut ini faktor penyebab terjadinya Dead Cat Bounce:

    1. Spekulasi Investor

    Salah satu penyebab utama Dead Cat Bounce adalah adanya spekulasi dari para investor itu sendiri. Saat nilai aset kripto turun, akan banyak yang mengira bahwa penurunan tersebut hanya sementara dan nilai aset akan segera kembali. Hal tersebut diperparah dengan anggapan bahwa aset yang mengalami tren penurunan memang sudah ada di titik terendahnya.

    Melihat situasi tersebut, wajar jika investor kemudian membeli banyak aset yang sedang turun. Saat aset banyak terjual, otomatis tren penurunannya akan berhenti. Hal ini menimbulkan ilusi bahwa aset akan kembali naik.

    2. Pasar yang Fluktuatif

    Penyebab lainnya adalah karena kondisi pasar itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, pasar kripto sangat fluktuatif. Berbagai kondisi bisa memengaruhi naik-turunnya harga aset. Saat terbit pemberitaan negatif, nilai aset akan terjun. Sebaliknya, saat kabar positif muncul, maka nilai aset akan langsung naik.

    Situasi yang sangat dinamis tersebut jelas mudah menimbulkan ketertarikan. Satu berita positif saja bisa mendorong investor untuk menjual aset kripto mereka karena nilai aset sedang naik. Dampaknya, akan muncul sentimen pasar positif yang hanya berlangsung sementara.

    Fenomena Dead Cat Bounce memang menurunkan peluang untuk mendapat keuntungan dari trading aset kripto. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menghindarinya. Cara terbaik untuk menghindari risiko semacam ini adalah dengan membekali diri dengan pengetahuan mengenai pasar aset kripto.

    Nah, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi dan update terbaru mengenai pasar aset kripto di Tokonews, outlet berita dari Tokocrypto yang membahas teknologi blockchain, aset digital, dan aset kripto baik dalam maupun luar negeri. Pastikan Anda juga follow Twitter dan Instagram Tokocrypto!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Intip Cara Mendapatkan Keuntungan Berlipat Dari Crypto

    Saat ini aset kripto menjadi hal yang diminati masyarakat. Pasalnya aset kripto dapat mengalami peningkatan harga dalam periode tertentu, hal tersebut yang membuat sebagian orang menjadikannya sebagai aset investasi. Tentunya dibutuhkan pemahaman serta cara agar dapat untung dari crypto.

    Tokocrypto adalah perusahaan berbasis digital Indonesia yang teregulasi, bergerak dalam bidang perdagangan aset kripto. Sebelum membahas cara agar bisa mendapatkan keuntungan melalui Tokocrypto, yuk simak fakta menarik tentang Tokocrypto!

    Fakta Tokocrypto

    Tokocrypto merupakan perusahan yang berdiri pada tahun 2017. Berawal dari sekelompok antusias atau penggemar kripto di Indonesia yang  memiliki keyakinan terhadap manfaat yang dapat ditawarkan oleh teknologi blockchain kepada masyarakat. 

    Para penggemar kripto tersebut dikomandoi oleh Pang Xue Kai yang saat ini menjabat sebagai CEO Tokocrypto. Pada awal pendiriannya, perusahaan ini didukung oleh perusahaan yang berasal dari Singapura, yaitu QCP Capital.

    Pada tanggal 15 September tahun 2018, Tokocrypto secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat. Pada awal peluncurannya, Tokocrypto memiliki tujuan untuk membagikan konten dan informasi terkini terkait aset digital kepada masyarakat.

    Selain itu, Tokocrypto juga menjangkau komunitas-komunitas blockchain dan aset kripto untuk berbagi pengetahuan dan pemahaman, serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan aset digital di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, Tokocrypto juga ingin menjangkau masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

    • Tokocrypto  Pertama yang Terdaftar di BAPPEBTI

    Dihitung setelah dua tahun sejak lahirnya Tokocrypto, tepat pada November tahun 2019 Tokocrypto secara resmi terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Dengan begitu Tokocryto menjadi exchanger aset kripto pertama yang terdaftar pada lembaga pemerintahan di bawah naungan Kemendag.

    • Mendapat Dukungan dari Binance serta Rilis Versi 2.0

    Pada bulan Mei 2020, Tokocrypto mendapat dukungan dari Binance, yaitu sebuah perusahaan perdagangan aset kripto serta pengembang blockchain global yang berpusat di Malta.

    Kelahiran produk aset kripto berbasis rupiah dengan nama Binance IDR atau BIDR merupakan bentuk kerjasama antara Tokocrypto dan Binance. Selanjutnya, Tokocrypto memperbarui sistem perdagangannya dengan meluncurkan versi terbarunya, yaitu Tokocrypto 2.0. Dimana terdapat peningkatan terhadap kecepatan transaksi serta sistem keamanan yang lebih baik. 

    Tepat pada akhir bulan Maret 2021, secara resmi Tokocrypto telah menghadirkan Toko Token (TKO) yang merupakan proyek aset kripto lokal Indonesia. Proyek tersebut menjadi proyek pertama yang menyediakan model token hybrid dengan sifat Desentralisasi Finance atau DeFi dan Centralized Finance atau CeFi.

    Cara Mendapatkan Keuntungan Lewat Tokocrypto

    Anda berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan lewat Tokocrypto, lho! Saat ini, Tokocrypto sedang mengadakan giveaway TKO untuk seluruh nasabah yang dapat menyelesaikan misi harian yang diberikan oleh Tokocrypto. 

    Misi harian yang harus diselesaikan, yaitu membagikan referral TKO, membeli TKO, menukar BIDR dengan koin pilihan, serta melakukan deposit fiat. Nasabah yang dapat menyelesaikan misi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku berkesempatan untuk memenangkan total hadiah sebesar 72.000 TKO.

    Misi Harian Tokocrypto

    Berikut rincian misi harian yang harus diselesaikan oleh setiap nasabah:

    Anda dapat membagikan kode referral milik Anda, tunggu sampai seorang pengguna mendaftarkan akun Tokocrypto dengan menggunakan kode referral Anda. Anda akan mendapatkan 0,004 TKO.

    Anda diharuskan untuk melakukan pembelian TKO dalam nominal berapapun untuk mendapatkan 0,004 TKO.

    • Tukarkan BIDR dengan Koin Pilihan

    Untuk menyelesaikan misi ini dan mendapatkan 0,004 TKO sebagai imbalannya. Anda dapat melakukan perdagangan jual maupun beli (pairing) BIDR dengan koin lain. Misalnya DOT (BIDR/DOT) ataupun ZIL (BIDR/ZIL).

    Misi terakhir dapat terselesaikan, apabila Anda melakukan deposit dengan setoran Fiat IDR dalam nominal berapapun. Hadiah senilai 0.004 TKO akan Anda dapatkan setelah menyelesaikan deposit.

    Tentunya Anda bisa menyelesaikan misi harian tersebut sambil melakukan trading sebagai cara alternatif untuk dapat untung dari crypto. Tunggu apalagi? Ayo, segera selesaikan misi harian dari Tokocrypto dan menangkan hadiah TKO sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketahui Apa Itu Indikator Stochastic Sebelum Memulai Trading

    Bagi para pegiat dunia aset kripto, khususnya trader, pasti sudah tidak asing dengan istilah indikator. Dalam dunia trading, indikator menjadi hal yang penting dalam mencapai tujuan dari trading itu sendiri. Indikator pada trading sangatlah beragam jenis dan tujuannya. Kali ini, saatnya Anda memahami lebih jauh soal indikator Stochastic, indikator yang cukup populer di kalangan trader karena mudah digunakan dan membawa cuan.

    Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

    Mengenal Stochastic, Indikator yang Digunakan dalam Trading

    Stochastic merupakan sebuah indikator yang dapat menunjukkan sinyal lewat dua garis yang berpotongan, baik sinyal jual maupun beli. Stochastic ini marak digunakan oleh para trader khususnya di aset kripto, karena dapat membantu aktivitas trading.

    Stochastic pertama kali diciptakan pada tahun 1950-an oleh seorang dokter sekaligus trader, bernama George Lane. Ia kemudian terus melakukan pengembangan Stochastic agar grafik pergerakan harga dapat lebih mudah dipahami, dengan menganalisis trend. Berbeda dengan indikator lain, Stochastic hanya menunjukkan angka mulai dari 0 hingga 100, tidak lebih atau kurang.

    Para trader dapat memilih dengan bebas indikator mana yang akan digunakan dari beragam jenisnya. Stochastic sendiri tergolong ke dalam jenis indikator momentum karena trader mengambil keputusan berdasarkan kuat lemahnya momentum. Stochastic berperan memperlihatkan harga trading pada penutupan terakhir dengan cara menghitung selisih harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu.

    Umumnya, Stochastic digunakan oleh para trader kripto yang memiliki tujuan jangka panjang. Selain Stochastic, para trader juga biasanya menggunakan indikator dan metode teknikal lain dalam waktu yang bersamaan agar dapat membandingkan sinyal yang terdeteksi.

    Cara Membaca Indikator Stochastic Saat Trading

    Dalam membaca indikator Stochastic, terdapat berbagai cara yang bisa Anda sesuaikan berdasarkan fungsinya. Ternyata, Stochastic sendiri bisa digunakan dalam tiga fungsi dengan cara membaca yang tentunya juga berbeda, yaitu:

    Overbought berarti terlalu banyak dibeli, menghasilkan harga koin yang sudah terlalu tinggi sehingga berpotensi terjadinya koreksi atau penurunan harga. Sebaliknya, Overheard berarti terlalu banyak dijual, menghasilkan harga koin yang hampir mencapai titik terendah, sehingga berpotensi terjadinya kenaikan harga.

    Dalam menandakan fungsi ini, Indikator Stochastic memiliki titik atas sebesar 80 dan titik bawah sebesar 20 pada grafik. Dengan demikian, indikator akan menandakan kondisi Overbought jika grafik mencapai angka 80 atau lebih dan kondisi Oversold jika grafik berada di angka 20 atau lebih.

    Indikator ini sangat mudah digunakan dalam menunjukkan kondisi Overbought & Oversold. Namun, Anda tidak bisa langsung memutuskan untuk memulai trading begitu saja karena tidak jarang grafik hanya hampir menyentuh, sehingga tidak berhasil mencapai Overbought maupun Oversold. Untuk itu, penting bagi Anda untuk memahami cara membaca indikator berdasarkan fungsi lainnya agar tidak terjadi masalah.

    Indikator Stochastic memiliki dua garis dinamis, yaitu garis %K (signal line) dan %D (trigger line). Jika membahas cara membaca Indikator Stochastic untuk melihat sinyal entry, maka Anda harus mengamati persilangan antara kedua garis tersebut. Sinyal entry sendiri juga terbagi menjadi dua, yaitu sinyal beli dan sinyal jual.

    Terdeteksinya sinyal beli ditandai dengan garis %K yang memotong garis %D dari arah bawah ke atas (Golden Cross). Sementara, sinyal beli akan terlihat saat garis %K yang memotong garis %D dari atas ke bawah (Death Cross). Hal ini disebabkan oleh sifat masing-masing garis, yaitu garis %K yang bersifat fast stochastic dan garis %D yang bersifat slow stochastic.

    Ada sedikit tips bagi Anda yang akan menggunakan indikator ini dalam melihat sinyal entry. Jika persilangan antara kedua garis tersebut terjadi di wilayah Overbought maupun Oversold, maka dapat dipastikan sinyal entry tersebut lebih terkonfirmasi.

    Indikator Stochastic juga dapat digunakan dalam menganalisis Divergence. Divergence sendiri merupakan istilah dalam trading yang memfokuskan pada perbedaan antara pergerakan harga dan indikator, sehingga akan terlihat momentum pergerakannya. Cara membacanya adalah dengan melihat titik puncak (high) dan titik dasar (low) yang terdiri dari garis-garis sinyal. 

    Momentum pergerakan dapat dikatakan melemah apabila posisi high dan low semakin menurun. Sebaliknya, posisi high dan low yang semakin meningkat menandakan momentum pergerakan sedang menguat. Divergence dapat digunakan untuk memprediksi apakah trend harga akan bertahan lama atau justru akan berhenti dan berbalik arah (reverse).

    Keunggulan Indikator Stochastic dan Tips Menggunakannya

    Dari sekian banyak indikator yang bisa digunakan dalam trading, indikator Stochastic memiliki beberapa keunggulan yang menguntungkan, lho. Berikut ini keunggulan dari indikator Stochastic yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para trader.

    • Sensitivitas yang Lebih Tinggi

    Stochastic merupakan indikator yang cenderung lebih sensitif, di mana dapat lebih cepat menangkap sinyal. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan juga Stochastic akan menangkap fake signal atau sinyal palsu. Sehingga, trader perlu pintar-pintar dalam menganalisis garis sinyal, misalnya dengan menggabungkan teknik lain.

    • Mampu Memberikan Sinyal Saat Lemah

    Dikarenakan sifatnya yang sensitif, Stochastic juga dapat memberikan sinyal saat terjadi pelemahan momentum. Saat sinyal lemah ditangkap, trader dapat dengan mudah mengambil keputusan untuk masuk atau keluar dari bursa trading.

    • Adaptif di Kondisi Pasar yang Berbeda

    Selain itu, Stochastic juga memiliki sifat yang mudah beradaptasi dan fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar. Misalnya, diaplikasikan pada pasar yang memiliki volatilitas tinggi atau fast-moving.

    Berkat kelebihannya, Stochastic tergolong marak digunakan oleh para trader kripto. Jika Anda akan menggunakan indikator ini, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar trading Anda berbuah untung. Pertama, Anda perlu mengkombinasikan Stochastic dengan indikator lain, seperti Fibonacci atau Moving Average agar tetap bisa mengurangi risiko trading.

    Kedua, Anda harus melakukan analisis pada lebih dari satu time frame atau periode waktu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi false signal yang membuat Anda salah mengambil keputusan, bahkan mengalami kerugian. Ketiga, manfaatkan trendline atau garis tren. Saat Anda sudah menemukan tren harga dan trendline yang valid, Anda bisa lebih mudah membaca sinyal dari Stochastic dan meningkatkan kemungkinan Anda dapat untung.

    Sekarang, bekal ilmu trading Anda sudah semakin lengkap setelah mengetahui apa itu indikator Stochastic beserta cara membacanya. Jika Stochastic dimanfaatkan dengan benar dan diselingi dengan analisis teknikal yang baik, Anda pasti bisa menjemput cuan di akhir masa trading

    Tertarik dengan informasi dan tips lainnya seputar trading aset kripto? Yuk, cari tahu lebih lengkap di website Tokonews milik Tokocrypto sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Indikator Ichimoku? Ketahui Arti dan Cara Penggunaannya Disini

    Tiap kali kita mendengar istilah trading aset kripto, mungkin Anda akan berpikir jika kegiatan tersebut sangat susah untuk menghasilkan cuan. Padahal trading tidaklah sesulit itu asalkan Anda mempelajari strateginya, terlebih bagaimana menggunakan indikator dalam trading. Ada banyak indikator yang bisa Anda gunakan, salah satunya adalah indikator Ichimoku Cloud.

    Berikut kami hadirkan penjelasan lengkap mengenai indikator Ichimoku Cloud. Yuk, simak selengkapnya!

    Apa Itu Indikator Ichimoku Cloud?

    Ichimoku Cloud adalah indikator yang dikembangkan oleh seorang jurnalis bernama Goichi Hosada di tahun 1960-an. Kehadiran indikator ini diciptakan untuk memberikan gambaran agar Anda dapat mengetahui level support atau resistance, serta menentukan arah tren sehingga dapat membantu Anda untuk mengetahui sinyal kapan untuk membeli atau menjual dan juga level stop

    Indikator ini sebenarnya mirip dengan indikator Moving Average. Namun pada indikator ini terdapat tambahan komponen seperti: Cloud atau Kumo, Tenkan Sen, Kijun Sen, dan Chikou Span. Karenanya penggunaan indikator ini cukup memberikan perhitungan yang akurat bagi trader dibandingkan indikator Moving Average tersebut. Inilah penjelasan dari komponen yang ada:

    Cloud atau awan adalah komponen yang penting dalam indikator Ichimoku karena ia dapat menunjukkan area support atau resistance. Cloud sendiri dibatasi oleh garis yang bernama Senkou Span A dan Senkou Span B. 

    Nah, ketebalan dan bentuk cloud ini bisa berubah-ubah sesuai dengan perubahan harga yang terjadi di pasar. Cloud yang tebal menandakan volatilitas pasar yang semakin tinggi, begitu juga sebaliknya. Jadi, menebalnya awan menandakan area support atau resistance yang juga menebal. Ini umumnya terjadi ketika tren sudah mulai melemah. 

    Tenkan Sen adalah kurva berwarna merah yang berfungsi sebagai level support atau resistance yang menunjukkan arah tren. Sedangkan Kijun Sen adalah kurva berwarna biru yang berfungsi sebagai konfirmator arah tren. 

    Komponen Chikou Span adalah kurva berwarna hijau yang berguna bagi Anda dalam memberikan konfirmasi lebih lanjut tentang posisi tren apa yang sedang terjadi. 

    Proses trading menggunakan indikator ini dilakukan dengan cara menghitung seluruh parameter yang berbeda ke dalam aktivitas trading. Garis indikator Ichimoku dapat dihitung berdasarkan titik-titik parameter dalam histori pergerakan harga dalam periode waktu tertentu.  Adapun rumusnya adalah: 

    • Tenkan Sen : (Highest High + Lowest Low) dibagi 2, dengan periode standar 9.
    • Kijun Sen: (Highest High + Lowest Low) dibagi 2, dengan periode standar 26.
    • Chikou Span: Harga penutupan dan kemudian digeser ke belakang sebanyak 26 periode.
    • Senkou Span A: (Tenkan Sen + Kijun Sen) dibagi 2, kemudian dimajukan sebanyak 26 periode.
    • Senkou Span B: (Highest High + Lowest Low) dibagi 2 dari 52 candle terakhir, lalu dimajukan sebanyak 26 periode. 

    Cara membaca Ichimoku Cloud

    Ichimoku Cloud bisa Anda gunakan untuk mengetahui sinyal bullish dan bearish yang terjadi di pasar. Sinyal bullish yang kuat dapat dilihat apabila Cloud posisinya berada di bawah harga, semntara itu Tenkan Sen berada di atas Kijun Sen, dan begitu juga pada Chikou Span yang berada di atas harga. Sementara sinyal bullish yang lemah dapat dilihat jika Cloud berada di atas harga, Tenkan Sen di atas Kijun Sen namun di bawah Cloud, dan Chikou Span berada di atas harga. 

    Begitu pun sebaliknya, ketika sinyal bearish yang kuat dapat ditandai oleh posisi Cloud yang berada di atas harga, sementara Tenkan Sen berada di bawah Kijun Sen dan Chikou Span yang juga berada di bawah harga. Sementara sinyal bearish yang lemah ditandai apabila Cloud berada di bawah harga, Tenkan Sen di bawah Kijun Sen namun di atas Cloud, dan Chikou Span yang berada di bawah harga.

    Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai indikator Ichimoku Cloud pada trading aset kripto. Perkaya informasi lainnya mengenai aset kripto hanya di Tokonews dari Tokocrypto! Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda untuk trading dan investasi aset di  www.tokocrypto.com sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com