Tag: trading corner

  • Kesalahan Trader Saat Lose/Kalah Trade

    Saat kita kalah trade dan hilang uang adalah saat paling irasional bagi para trader. Kita pasti mengalami kombinasi dari perasaan ini:
    1. Harga diri hancur karena analisa salah
    2. Iri ada orang lain yang menang
    3. Tekanan tambahan karena ada uang yang hilang, jadi merasa “harus balik + profit”

    Kombinasi tadi akan membuat kita melakukan kebodohan. Nah, kebodohan-kebodohan yang kita lakukan bisa berpotensi menghilangkan uang kita bahkan menghancurkan account kita. Apa saja kebodohan dan kesalahan itu?

    Baca Juga: Tiga langkah mudah deposit sebelum memulai trading

    Double Down

    Istilah di Indonesia mungkin “teknik kompensasi”. Saat kita kehilangan jumlah tertentu, misalkan 10 dolar, kita malah melakukan trading lagi dengan posisi yang lebih besar dari posisi trading sebelumnya, dengan resiko hilang yang 2 kali lipat lebih besar.

    Harapannya akan menang dan menutup loss yang tadi. Hal ini adalah kesalahan besar yang dapat mengurangi uang di account Anda, apalagi jika tidak ada setup yang benar.

    Baca Juga: Mengenal Pola Barting Penjebak Trader Aset Kripto

    Langsung Trading Lagi (Revenge Trading)

    Sama seperti double down, bedanya Anda tidak menggunakan posisi yang lebih besar 2 kali lipat. Intinya adalah langsung trading lagi berharap loss yang tadi bisa tertutup. Seharusnya yang Anda lakukan sebaiknya cukup berdiam diri dulu. Nanti lakukan analisa lagi saat sudah agak tenang.

    Meninggalkan Strategi yang Kalah Saat Dipakai

    Ini juga kesalahan. Misalkan Anda pakai fibonacci, lalu kalah 3x berturut-turut….Ya jangan selamanya berhenti pake fibonacci. Straterginya mungkin sedang tidakcocok di pasar dengan kondisi sekarang.

    Sebuah setup atau strategi mungkin maksimal probabilitas berhasilnya 70%. Jadi ya pasti ada saat di mana setup dan strategi yang Anda pakai gagal.

    Baca Juga: Tokocrypto 2.0 Berbasis Binance Cloud Siap Meluncur

    Telling Yourself: Harus Balik Nih!

    Let loss be loss, biarkan saja. Sama dengan WIN. Biarkan profit jadi profit.

    Biarkan loss dan profit Anda jadi angka dalam statistik Anda, dan biarkan pikiran Anda tidak terbebani. After all, kita maunya profit dalam jangka panjang ya kan?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wick-Fishing, Sang Penghancur Posisi Trading

    Dalam trading, banyak trader diajarkan untuk memasang Stop loss untuk mengantisipasi kehilangan. Namun, dunia aset kripto tidak seperti dunia trading kelas aset lainnya. Terkadang ada pergerakan tiba-tiba yang seolah-olah membuat posisi para trader hilang atau terkena stop loss. Mari kita kenali fenomena ini.

    Terlihat Seperti Manipulasi

    Sering terlihat di pasar aset kripto, adanya “spike” atau pergerakan tiba-tiba ke atas atau ke bawah yang membuat para trader panik.

    Biasanya harga naik tiba-tiba, membuat para trader panik, FOMO dan melakukan pembelian. Atau tiba-tiba turun dan membuat para trader melakukan penjualan, hanya untuk kembali dan membuat posisi para trader yang panik tadi hilang.

    Atau tiba-tiba harga meloncat melebihi batas “stop loss” wajar seorang trader dan membuat trader-trader tersebut kehilangan posisinya.

    Baca Juga: Mengenal Wick-filling, Teori yang Bisa Digunakan Untuk Memprediksi “DUMP” di Bitcoin

    Istilah wick-fishing dipopulerkan oleh trader aset kripto dari Inggris bernama Toray Kortan. Istilah lainnya untuk wick-fishing adalah stop loss hunt.

    wick-fishing-crypto-tokocrypto

    Apa yang menyebabkan wick-fishing?

    Banyak teori yang mengatakan bahwa wick fishing adalah manipulasi pasar. Namun, secara teknikal, di pasar aset kripto sangat banyak order pembelian dan penjualan yang biasanya agak jauh dari harga yang ada. Wick fishing adalah pergerakan untuk memenuhi order-order tersebut.

    Bagaimana cara menemukan wick fishing?

    Cara termudah untuk memprediksi wick fishing adalah dengan melihat di mana harga telah membuat adanya “spike” sebelumnya. Jika harga telah mencapai tingkat tertentu secara tiba-tiba, besar kemungkinan hal itu akan terjadi lagi di masa depan.

    wick-fishing-crypto-tokocrypto

    Baja Juga: Mengenal Pola Barting Penjebak Trader Aset Kripto

    Contoh wick fishing setelah terjadinya “spike” sebelumnyaSebagai sarana untuk “menyingkirkan trader” sebelum ada rally. Ada juga contoh wick fishing yang bisa kita lihat sebelum adanya pergerakan besar. Perhatikan gambar tersebut

    wick-fishing-crypto-tokocrypto

    Bagaimana menghadapi wick fishing?

    Dengan analisa teknikal, lihatlah di mana secara historis harga melakukan “spike” dan antisipasi pergerakan ke sana. Manajemen resiko dan tidak melakukan overtrading juga menjadi sarana terbaik untuk kita agar tidak kehilangan uang saat trading.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Pola Barting Penjebak Trader Aset Kripto

    Setiap trader kripto pasti akan excited bila ada kenaikan harga. Apalagi kenaikannya besar. Namun, hati-hati jika melihat kenaikan harga yang besar secara tiba-tiba. Jangan langsung masuk! Bisa jadi Anda terjebak di pola Barting! Apakah Barting itu?

    Barting, atau bart pattern adalah istilah yang sering disebut oleh trader kripto di twitter. Dinamakan demikian karena bentuk polanya mirip dengan kepala dari tokoh kartun Bart Simpson.

    Seringkali, harga naik (atau istilahnya “pump“), lalu para trader merasa panik dan langsung membeli aset kripto yang naik tadi karena FOMO (Fear of Missing Out) atau merasa tidak ingin ketinggalan kereta. Namun, trader tersebut malah akan menemukan dirinya “nyangkut” di harga yang malah sideways cukup lama. Setelah frustasi, harga malah turun tidak kalah cepat dengan naiknya, sehingga trader tersebut malah rugi

    Baca Juga: Bisakah Harga Bitcoin Menuju 8.000 USD?

    Mengapa Barting Bisa Terjadi?

    Banyak alasan. Bisa jadi momentum bullish kurang kuat saat ingin menembus resistance, dan akhirnya turun lagi, bisa jadi pula adanya manipulasi dari whale.

    Yang jelas, bagi para trader, mencoba mengejar kereta saat ada kenaikan tiba-tiba atau pump, bukanlah hal yang bijak.

    Jangan takut untuk ketinggalan. Camkan dalam pikiran bahwa di pasar kripto, masih ada ratusan, bahkan ribuan kesempatan lainnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bisakah Harga Bitcoin Menuju 8.000 USD?

    Setelah 6 minggu berturut-turut mencetak candle hijau, banyak orang yang berspekulasi bahwa harga raja aset kripto, Bitcoin, sudah saatnya koreksi, atau turun lebih jauh lagi.

    Hal ini bukanlah tidak beralasan. Pertama, harga Bitcoin berada di Golden Pocket Fibonacci (antara 7.150-7.950 USD).

    Namun, jika dilihat dari momentumnya, pergerakan bullish belum memperlihatkan adanya pelemahan.

    Banyak orang pun mulai optimis bahwa bitcoin dapat kembali ke area 10.000 USD seperti di awal tahun, terutama menjelang halving yang tinggal 3 minggu lagi. Namun, apakah demikian?

    Baca Juga: Psikologi Garis Support dan Resistance

    2 Level yang Menjadi Pertahanan Terakhir

    Sebelum meyakini bahwa bitcoin sudah sangat bullish, ada 2 level yang harus ditembus oleh Bitcoin, yaitu 7.500 sebagai level kunci sejak 2019, dan 8.000.

    7.950-8.000 adalah level terakhir sebelum Bitcoin keluar dari Golden Pocket Fibonacci, yang juga confluence dengan potensi tersentuhnya 50 MA di time frame mingguan.

    Jika Bitcoin berhasil menjebol 2 level ini, 9.000 hingga 10.000 USD bukanlah mimpi.

    Baca Juga: Mengenal Wick-filling, Teori yang Bisa Digunakan Untuk Memprediksi “DUMP” di Bitcoin

    Peringatan di Resistance

    Level yang sedang dites oleh bitcoin ini adalah level yang penting. Jika bitcoin gagal menembus level ini, maka kemungkinan bitcoin kembali turun ke 6.000 USD atau lebih rendah menjadi semakin besar.



    Sumber : news.tokocrypto.com