Tag: trading kripto

  • Ketahui Definisi dan Cara Membaca Doji Candlestick Crypto!

    Jika Anda sudah berkecimpung dalam dunia trading cukup lama, Anda mungkin sudah pernah mendengar soal Doji candlestick. Namun, bagi yang belum pernah mendengar jenis candlestick ini, Anda bisa mempelajarinya dengan membaca artikel ini.

    Apa itu Doji Candlestick?

    Doji candlestick adalah salah satu jenis candlestick yang terbentuk saat harga pembukaan dan penutupan hampir sama dalam jangka waktu tertentu. Ditunjukkan dalam bentuk salib, salib terbalik, dan tanda tambah “+”, biasanya pola ini menunjukkan adanya pembalikan pada tren pasar. 

    Candlestick ini dimanfaatkan oleh para investor dan trader untuk mengetahui perubahan harga di pasar. Untuk lebih memahami soal Doji candlestick dan cara menggunakan serta membacanya, simak penjelasan berikut!

    Jenis-jenis Doji candlestick

    Candlestick ini terbagi ke dalam empat jenis, yaitu Neutral, Long-legged, Gravestone, dan Dragonfly. Setiap jenisnya menunjukkan maksud yang berbeda-beda pula.

    jenis doji candlestick

    1. Neutral

    Neutral Doji candlestick, atau disebut juga dengan Standard Doji atau Common Doji, adalah pola yang berbentuk seperti simbol “+”. Pola ini memiliki panjang bayangan atas dan bawah yang sama. Jenis yang satu ini tidak memberikan makna yang signifikan karena sifatnya yang netral. Jika jenis Doji candlestick satu ini muncul pada fase uptrend, maka menunjukkan bahwa tren pasar saat itu berpotensi untuk menyambung fase uptrend.

    2. Long-legged

    Jenis berikutnya yaitu Long-legged Doji, merupakan  pola yang memiliki bayangan atas dan bawah yang panjang. Hal ini juga berarti harga pasar memiliki pembukaan dan penutupan dengan nilai yang kurang lebih sama. Dengan bentuk bayangan atas dan bawah yang panjang, Doji candlestick jenis ini menunjukkan keragu-raguan setelah terjadi penurunan dan kenaikan yang kuat di pasar.

    Long-legged Doji terjadi paling signifikan ketika tren naik atau turun sedang menguat. Contohnya, ketika tren sedang naik, harga aset akan didorong menjadi lebih tinggi serta penutupan akan berada di atas pembukaan. Jenis ini menunjukkan bahwa ada kompetisi antara penjual dan pembeli, tetapi hasil akhirnya imbang.

    3. Gravestone

    gravestone doji candlestick

    Gravestone Doji adalah sebuah pola candlestick yang menunjukkan pembalikan dari tren bearish yang terbentuk ketika harga pembukaan, harga terendah, serta harga penutupannya berdekatan satu sama lain. Pola ini ditunjukkan dengan bayangan atas yang panjang, sementara bayangan bawahnya lebih pendek, seperti bentuk salib terbalik. Hal ini berarti kenaikan bullish di awal sesi sudah diatasi oleh penurunan yang terjadi di akhir sesi.

    4. Dragonfly

    dragonfly doji candlestick

    Jenis terakhir yaitu Dragonfly, merupakan pola Doji candlestick berbentuk salib, di mana bayangan bawahnya lebih panjang daripada bayangan atas. Jenis Dragonfly ini terbentuk pada harga penutupan dan pembukaan tertinggi dalam waktu yang sama. Sementara itu, harga terendahnya ada di posisi yang cukup jauh dari harga pembukaan.

    Pola seperti ini memberikan sinyal bahwa akan ada potensi pembalikan harga ke sisi atas atau bawah. Umumnya, Dragonfly Doji terbentuk saat kondisi pasar bearish, tetapi muncul kekuatan bull yang membuat harga terpaksa tutup pada posisi yang sama dengan harga pembukaan.

    Cara menggunakan dan membaca Doji candlestick

    Jenis candlestick ini dianggap sebagai tanda adanya keraguan pada peningkatan atau penurunan harga, sehingga harga pembukaan dan penutupan berakhir di area yang sama. Selain itu, Doji candlestick juga kerap kali ditemukan pada titik pembalikan harga.

    Dengan menggunakan Doji, Anda bisa memperlakukan titik terendah dan tertinggi sebagai titik breakout. Contohnya, ketika Anda mengamati tren pasar yang sedang turun, kemudian melihat dragonfly Doji, Anda perlu mencari posisi beli. Sementara itu, ketika Anda ingin menjual kembali asetnya, juallah setelah harga menembus lebih tinggi dari dragonfly Doji. Harga tertinggi dan terendah bisa lihat penjelasan dan gambar di sini.

    Untuk cara membaca Doji candlestick, Anda bisa fokus kepada empat hal, yakni:

    1. Harga buka, harga buka mewakili harga pertama yang diperdagangkan dan ditunjukkan pada bagian atas atau bawah body candle.

    harga buka doji candlestick

    Jika berwarna hijau, hal ini berarti ada tren naik. Namun, jika warna merah, itu berarti harga mengalami tren turun.

    2. Harga tertinggi. Pada harga tertinggi (highest price) akan membentuk bayangan atas.

    3. Harga terendah. Lalu pada harga terendah (lowest price) akan membentuk ekor bawah.

    Harga terkini. Selanjutnya, lihat pula harga terkini yang diperjualbelikan pada jangka waktu tertentu.

    harga terkini doji candlestick

    Itu dia penjelasan mengenai definisi dan cara membaca Doji candlestick. Pastikan Anda sudah memahami hal ini agar trading aset kripto Anda lebih menguntungkan. Memahami pola ini akan memudahkan Anda dalam menyusun strategi dan memprediksi kenaikan atau penurunan harga di kemudian hari.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    Salam to the moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenalan dengan Hammer Candlestick dalam Trading Kripto

    Pernah mendengar istilah hammer candlestick saat trading aset kripto? Dalam melakukan trading, ada beberapa indikator yang memudahkan Anda dalam menganalisis teknis pasar aset kripto. Nah, hammer candlestick merupakan salah satu indikator tersebut. Bagaimana cara kerjanya?

    Beberapa indikator dalam trading aset kripto

    Sebelum membahas tentang hammer candlestick, ada baiknya Anda mengenal lebih dulu apa saja indikator yang umum diterapkan dalam analisis teknikal pasar kripto. Setidaknya ada tiga jenis indikator yang sering digunakan, yaitu garis tren, resistance and support level, serta moving average.

    1. Indikator garis tren

    Melihat arah tipikal harga dari sebuah aset. Terkadang, pergerakan sebuah aset akan menunjukkan sebuah pola linier yang menampilkan pilihan tertinggi dan terendah.

    2. Indikator resistance and support level

    Digunakan untuk mengetahui situasi permintaan dan penawaran aset kripto. Resistance berarti ada lebih banyak investor yang menahan untuk menjual aset mereka. Sedangkan, support menunjukkan ada banyak investor yang bersedia membeli aset.

    3. Indikator moving average

    Disusun berdasarkan harga average (rata-rata) aset kripto dalam periode waktu tertentu.

    Nah, indikator hammer candlestick sendiri digunakan untuk mengidentifikasi reversal atau kondisi pembalikan nilai pada suatu aset kripto serta menganalisis kemungkinan terjadinya peningkatan harga aset. Simak penjelasannya pada poin selanjutnya!

    Apa itu hammer candlestick?

    Apa itu hammer candlestick?

    Sumber: https://blog.liquid.com/hammer-and-inverted-hammer-candlestick-patterns

    Hammer candlestick merupakan  sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu pola pada grafik harga, tepatnya saat suatu aset diperjualbelikan dengan nilai yang lebih rendah pembukaannya, namun kemudian harganya mendekati nilai pembukuan saat memasuki periode penutupan. Disebut hammer candlestick karena pola tersebut memiliki bentuk yang menyerupai palu (hammer) dan lilin (candlestick).

    Pola tersebut bisa ditemukan pada tren penurunan aset. Jika Anda menemukan pola hammer candlestick, maka aset memiliki potensi untuk mengalami bullish atau pembalikan. Model pola yang sering ditemukan adalah grafik dengan badan kecil dan sumbu panjang terbalik. Pola semacam ini menunjukkan adanya penolakan nilai aset yang lebih rendah dari pembukuan.

    Penggunaan hammer candlestick

    Example of How to Use a Hammer Candlestick

    Sumber: https://www.investopedia.com/terms/h/hammer.asp

    Jika Anda menemukan tren penurunan pada nilai aset kripto, maka indikator hammer candlestick ini bisa diterapkan. Katakanlah Anda menemukan grafik harga dengan bagian kaki yang lebih panjang dari badannya. Berarti, aset tersebut berpotensi untuk mengalami pembalikan harga dan naik kembali.

    Untuk memastikannya, coba lihat pola berikutnya; apabila Anda menemukan candlestick dengan jarak yang lebih tinggi, itu artinya aset mendapat tawaran dengan nilai yang jauh lebih tinggi dari penutupan hammer.

    Saat trader mulai membeli aset, maka pada saat yang bersamaan terjadi konfirmasi candle. Ketika harga melonjak dengan agresif selama momen konfirmasi candle, Anda bisa mulai menempatkan stop loss di bawah harga terendah hammer (bisa juga ditempatkan tepat di bawah tubuh hammer).

    Baca Juga: Ingin Stop Loss? Gunakan Pola Candlestick Morning Star InI!

    Batasan penerapan hammer candlestick

    Perlu diingat, saat Anda menerapkan hammer candlestick untuk melakukan analisis teknikal terhadap grafik harga aset kripto, ada beberapa batasan yang perlu diperhatikan. Salah satunya terkait dengan pergerakan naik aset. Indikator ini tidak memberikan jaminan pasti yang menunjukkan pergerakan naik aset pada momen konfirmasi candle.

    Kelebihan dan kekurangan hammer candlestick

    Penerapan indikator hammer candlestick ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Mari bahas satu per satu:

    Kelebihan

    1. Memudahkan Anda mengenali sinyal penolakan harga yang lebih rendah.
    2. Dapat digunakan untuk mengenali redanya tekanan jual, sehingga Anda bisa menentukan waktu penutupan posisi pendek dengan ideal.

    Kekurangan

    1. Indikator hammer candlestick cenderung mengabaikan tren, sehingga berpotensi menimbulkan munculnya sinyal palsu.
    2. Masih memerlukan data lain untuk bisa mendapatkan analisis yang tepat dalam situasi pembalikan harga aset.

    Secara garis besar, hammer candlestick bisa menjadi indikator trading untuk mengenali situasi pembalikan harga. Meski begitu, penerapan indikator ini harus dibarengi dengan strategi analisis teknikal pasar aset kripto lainnya. Anda bisa mempelajari strategi tersebut di Tokonews.

    Tokonews sendiri merupakan portal berita dari Tokocrypto yang menyajikan informasi terbaru mengenai aset kripto dan blockchain dari dalam maupun luar negeri. Tokonews juga membahas Tips & Trick dalam melakukan trading aset kripto, di antaranya membahas strategi untuk mendukung penerapan indikator hammer candlestick. Klik di sini untuk mulai mendapatkan update dari Tokonews! Pastikan Anda juga follow Twitter dan Instagram Tokocrypto agar tidak ketinggalan info terbaru seputar industri kripto!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Pahami Pengertian Bursa Kripto dan Kegunaannya

    Dalam berkecimpung di dunia aset kripto, tentunya dibutuhkan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli melalui bursa kripto. Selain sebagai tempat pertemuan saat melakukan transaksi, ternyata bursa dalam aset kripto memiliki peran lain yang tak kalah penting bagi para pegiat aset kripto, termasuk di Indonesia. Yuk, simak informasi selengkapnya!

    Kenalan dengan Bursa Kripto dan Pengertiannya

    Jika membahas mengenai bursa kripto, sebenarnya sudah banyak bursa kripto besar di dunia. Bursa kripto dapat dikatakan sebagai tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli aset kripto. Nah, beberapa bursa kripto ternama di dunia di antaranya adalah CoinBase yang berasal dari Amerika Serikat dan Binance yang dibentuk di Kepulauan Cayman dan berpusat di Singapura.

    Baik CoinBase maupun Binance sendiri merupakan bursa kripto yang digolongkan sebagai yang terbesar di dunia dengan keunikan masing-masing. CoinBase menawarkan dompet custodian yang diasuransikan pada pengguna. Sementara, Binance memungkinkan investor untuk membeli sejumlah aset kripto, khususnya altcoin, dengan kartu debit atau kredit. Keduanya sukses mendominasi dalam mewadahi transaksi aset kripto hingga menghasilkan volume perdagangan yang besar setiap harinya.

    Kini, demam aset kripto terus berkembang pesat melihat semakin banyak masyarakat yang terjun berinvestasi. Tak terkecuali masyarakat Indonesia, lho. Berdasarkan data Bappebti, per Juli 2021 terdapat 7,4 juta orang yang sudah menjadi investor aset kripto di Indonesia. Jumlah transaksi aset kripto di Indonesia sejak Januari hingga Juli 2021 adalah sebanyak 478,5 Triliun Rupiah. Walaupun begitu, hingga kini Indonesia masih belum mempunyai bursa kripto sendiri sehingga pemerintah menyusun rencana untuk pembentukannya.

    Jadi, sebenarnya apa itu bursa kripto dan bagaimana peranannya dalam dunia aset kripto? 

    Berdasarkan definisinya, bursa kripto adalah suatu badan usaha yang dibentuk sebagai wadah dalam mengawasi aktivitas jual-beli aset kripto serta pergerakan masing-masing proyek kripto yang tersedia di pasar. 

    Selain sebagai pengawas, bursa kripto berperan dalam menciptakan sebuah ekosistem aset kripto menjadi satu-kesatuan. Lewat bursa kripto, baik investor maupun trader bisa lebih mudah mengetahui pergerakan harga aset kripto yang sedang di-hold maupun diincar. Bursa kripto juga berperan dalam melindungi investor retail dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam aktivitas investasi.

    Kegunaan Bursa Kripto

    Nah, bursa kripto sendiri memiliki beberapa kegunaan yang tentunya bisa membantu para pegiat aset kripto dalam bertransaksi, di antaranya:

    • Wadah bagi Pegiat Aset Kripto

    Seperti yang sudah secara singkat dijelaskan, bursa kripto ini berguna untuk mewadahi aktivitas para pegiat aset kripto termasuk investor, trader, hingga lembaga lain yang berkaitan dengan transaksi aset kripto ini. Masing-masing dapat mengetahui apakah aset kripto tertentu sedang untung atau rugi, hingga prediksi harganya di masa depan.

    Dikarenakan trading atau berdagang aset kripto berbeda dengan hanya sekadar investasi, maka diperlukan regulator dalam mengatur tata cara perdagangan yang dalam hal ini juga menjadi kegunaan dari bursa kripto. Hal ini agar sistem trading yang ditentukan bursa sesuai dengan aturan negara dan tetap selaras dengan prinsip trader. Bursa kripto juga mencatat transaksi perdagangan dalam blockchain.

    • Memberi Perlindungan dalam Transaksi

    Dalam bursa, terdapat sebuah lembaga kliring dan depository yang dapat menjamin keamanan setiap transaksi yang terjadi di blockchain dan menghindari perselisihan. Selain itu, dilakukan juga perlindungan agar tidak terjadi penyalahgunaan aset kripto, seperti misalnya money laundering, token scam, atau kepentingan negatif lainnya.

    Wacana Pembentukan Bursa Kripto di Indonesia

    Melihat perkembangan aset kripto yang sangat pesat di kalangan masyarakat, mengakibatkan munculnya wacana mengenai pembentukan bursa kripto oleh pemerintah dalam waktu dekat. Namun, pembentukan bursa khusus aset kripto ini dilakukan dengan optimalisasi bursa atau digital exchanger yang sudah ada di Indonesia sehingga tidak membangun dari nol.

    Dilansir dari Kompas.com, terdapat 13 perusahaan digital exchanger aset kripto yang tersedia di Indonesia dan secara resmi sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), salah satunya adalah Tokocrypto. Selain itu, terdapat 229 aset kripto yang telah terdaftar dan dapat diperjualbelikan di Indonesia.

    Oleh karena itu, urgensi pembuatan bursa kripto di Indonesia oleh pemerintah ini semakin meningkat. Saat ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui BAPPEBTI masih dalam proses pengkajian dan penyusunan bursa kripto. Rencananya, bursa kripto di Indonesia akan diluncurkan pada Desember 2021.

    Dikutip dari Kompas.com, Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga menyatakan bahwa terdapat tiga alasan diperlukannya pembentukan bursa kripto di Indonesia oleh Kemendag melalui BAPPEBTI. Pertama, kehadiran bursa kripto dapat memberikan perlindungan konsumen, di mana selaras dengan undang-undang yang berlaku mengenai perdagangan komoditas pada bursa.

    Kedua, bursa kripto dapat menjadi wadah yang menyatukan seluruh pegiat aset kripto dan membuat pencatatan transaksi menjadi lebih terbuka dan terintegrasi. Ketiga, pemerintah melihat pesatnya perkembangan aset kripto di Indonesia dan masih berpotensi hingga beberapa tahun ke depan, sehingga mencoba untuk mengoptimalkan perdagangan aset kripto di dalam negeri, tanpa harus jual-beli di bursa luar negeri.

    Itulah pengertian bursa kripto beserta kegunaan dan wacana pembentukannya di Indonesia. Sambil menunggu waktunya tiba, Anda bisa coba investasi aset kripto lebih dulu di Tokocrypto. Hanya tinggal mendaftarkan diri, melengkapi KYC, dan mengisi dana pada wallet, Anda sudah bisa membeli aset kripto yang Anda inginkan lho. Mudah, kan? Yuk, kunjungi www.tokocrypto.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Keuntungan Trading Kripto dengan Limit Order

    Dalam dunia trading kripto, kecepatan dan volatilitas pasar menjadi dua faktor yang sangat penting. Untuk mengatasi ketidakstabilan harga dan memaksimalkan potensi keuntungan, banyak trader kripto menggunakan berbagai strategi. 

    Salah satu strategi yang sering digunakan adalah “limit order.” Artikel ini akan menjelaskan tentang keuntungan menggunakan limit order dalam trading kripto dan bagaimana strategi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi trading Anda.

    Pengertian Limit Order

    Sebelum membahas keuntungan, mari kita pahami apa itu limit order. Limit order adalah jenis pesanan di pasar yang memungkinkan trader untuk membeli atau menjual aset kripto pada harga yang telah ditentukan sebelumnya atau lebih baik. 

    Ketika trader menempatkan limit order, pesanan tersebut akan tetap aktif di pasar sampai harga yang diinginkan tercapai atau lebih baik, atau hingga pesanan tersebut dibatalkan oleh trader. 

    Limit order merupakan alat yang sangat berguna bagi trader kripto karena memberikan mereka lebih banyak kontrol atas harga yang ingin mereka peroleh dalam perdagangan. 

    Ilustrasi trading kripto dengan limit order. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi trading kripto dengan limit order. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: 6 Cara Belajar Main Kripto untuk Pemula yang Baik dan Bijak

    Dalam konteks perdagangan kripto yang beroperasi selama 24/7 tanpa henti, trader seringkali tidak dapat secara aktif memantau pergerakan harga setiap saat. Dengan menggunakan limit order, trader dapat dengan tepat menentukan harga masuk atau keluar dari pasar tanpa harus berada di depan layar sepanjang waktu.

    Keuntungan Limit Order

    Salah satu keuntungan utama dari menggunakan limit order adalah mengurangi pengaruh emosi dalam pengambilan keputusan. Saat trading kripto, fluktuasi harga yang tajam dapat menyebabkan kepanikan dan membuat trader mengambil keputusan impulsif. Dengan menggunakan limit order, Anda telah menentukan level harga yang sesuai dengan analisis sebelumnya. Ini membantu Anda tetap pada rencana trading tanpa terpengaruh oleh perubahan harga yang mendadak.

    Dalam kondisi pasar yang sangat volatil, harga aset kripto dapat bergerak dengan cepat dan melebihi ekspektasi trader. Dengan limit order, Anda dapat memastikan bahwa eksekusi trading dilakukan pada harga yang ditentukan atau lebih baik. Ini memberi Anda kesempatan untuk memanfaatkan pergerakan harga sesuai dengan strategi trading Anda.

    Di pasar yang likuiditasnya rendah, slippage dapat menjadi masalah serius. Slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga di mana perdagangan sebenarnya dilakukan.

    Limit order membantu mengurangi risiko slippage karena pesanan akan dieksekusi hanya pada level harga yang ditentukan. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, menghindari slippage adalah langkah penting untuk mengurangi potensi kerugian.

    Menerapkan Strategi Limit Order

    Ilustrasi trading kripto dengan limit order pada transaksi BIDR/IDR. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

    Salah satu keuntungan menarik dalam trading kripto dengan limit order adalah biaya transaksi yang rendah. Beberapa platform perdagangan kripto menawarkan opsi trading dengan biaya yang sangat minim atau bahkan nol untuk limit order. Sebagai contoh, mari kita lihat bagaimana trading limit order di platform Tokocrypto dapat memberikan keuntungan kepada para trader.

    Dalam kasus khusus trading di Tokocrypto, seperti trade di Rp 1 untuk setiap BIDR/IDR menggunakan limit order, trader dapat melakukan transaksi dengan biaya yang hampir tidak terasa atau nol. Hal ini tentunya memberikan keuntungan bagi trader dengan modal terbatas atau yang ingin memaksimalkan potensi keuntungan dengan mengurangi biaya transaksi mereka.

    Bayangkan, ketika Anda melakukan perdagangan dengan volume yang cukup besar, biaya transaksi yang rendah seperti itu dapat memberikan efek kumulatif yang signifikan, meningkatkan keuntungan bersih dari trading Anda.

    Trading kripto dengan limit order menawarkan sejumlah keuntungan yang signifikan. Dari mengurangi pengaruh emosi dalam pengambilan keputusan, mengoptimalkan eksekusi trading, hingga mengurangi risiko slippage, limit order adalah alat yang berguna bagi para trader untuk meningkatkan efisiensi perdagangan kripto mereka.

    Ditambah lagi, biaya transaksi yang rendah, seperti trading di Rp 1 untuk setiap BIDR/IDR transaksi di platform Tokocrypto, memberikan keuntungan tambahan bagi trader dengan modal terbatas atau yang ingin mengurangi biaya transaksi mereka. Apalagi promosi bebas biaya trading BIDR/IDR-nya masih panjang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Panduan Trading Kripto Harian bagi Pemula

    Trading kripto telah menjadi fenomena yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Dengan potensi keuntungan yang tinggi dan volatilitas pasar yang menarik, banyak pemula tertarik untuk memasuki dunia trading kripto. 

    Namun, bagi mereka yang baru mengenal trading kripto, proses ini dapat terasa menakutkan dan rumit. Oleh karena itu, kami telah menyusun panduan trading kripto harian ini khusus untuk pemula, untuk membantu Anda memulai perjalanan trading Anda dengan langkah yang lebih percaya diri.

    Trading kripto harian adalah strategi trading di mana Anda melakukan pembelian dan penjualan aset kripto dalam jangka waktu yang relatif pendek, biasanya dalam satu hari atau kurang. Artikel ini akan membahas langkah-langkah penting yang perlu Anda perhatikan saat melakukan trading kripto harian.

    Pertama-tama, kami akan membahas tentang memilih platform trading yang tepat dan mendaftar ke platform tersebut. Selain itu, kami juga akan membahas tentang pengelolaan risiko, strategi entry dan exit, serta alat analisis yang dapat membantu Anda membuat keputusan trading yang lebih baik. Dengan memahami konsep-konsep dasar ini, Anda dapat membangun dasar yang kuat untuk mengembangkan keterampilan trading kripto harian Anda.

    Apa Itu Trading Harian?

    Trading harian, juga dikenal sebagai day trading, adalah strategi trading di mana trader memasuki dan keluar dari posisi trading dalam satu hari. Dengan melakukan trading kripto harian, trader berusaha untuk mengambil keuntungan dari perubahan harga aset keuangan dalam jangka waktu singkat.

    Istilah “trader harian” atau “day trader” berasal dari pasar saham, di mana perdagangan hanya terjadi selama hari kerja dalam seminggu. Dalam konteks ini, trader harian tidak mempertahankan posisi terbuka lebih dari semalam, karena mereka ingin memanfaatkan pergerakan harga intraday.

    Bagaimana Trader Kripto Harian Menghasilkan Uang?

    Trader kripto harian yang sukses memiliki pemahaman yang mendalam tentang pasar dan pengalaman yang cukup. Mereka umumnya menggunakan analisis teknikal (TA) untuk menghasilkan ide trading. Mereka menggunakan volume, pergerakan harga, pola chart, dan indikator teknikal untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar dalam trading. Manajemen risiko juga sangat penting dalam keberhasilan trading harian.

    Karena peristiwa fundamental mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan hasil, trader harian umumnya tidak terlalu mempedulikan analisis fundamental (FA). Namun, ada beberapa trader yang menggunakan strategi “trading berita.” Mereka mencari aset dengan volume tinggi berkat pengumuman atau berita terkini, dan mencoba memanfaatkan lonjakan harga sementara dalam aktivitas perdagangan.

    Tujuan trader harian adalah untuk mengambil keuntungan dari volatilitas pasar. Karena itu, volume dan likuiditas menjadi faktor penting. Likuiditas yang baik diperlukan untuk eksekusi trading yang cepat, dan trader akan melihat dampaknya saat mereka harus keluar dari posisi. Terjadinya slippage besar pada satu trading saja dapat berdampak buruk pada akun trading harian. Itulah mengapa trader kripto harian biasanya fokus pada pasangan mata uang yang sangat likuid.

    Beberapa trader mungkin hanya fokus pada satu pasangan mata uang, seperti BTC/USDT, sementara yang lain mungkin membuat daftar pantauan berdasarkan alat analisis teknikal atau fundamental (atau keduanya) untuk memilih instrumen yang akan mereka tradingkan.

    Strategi Trading Kripto Harian

    Ilustrasi trader kripto. Sumber: iStock.
    Ilustrasi trader kripto. Sumber: iStock.

    Scalping

    Scalping adalah strategi trading yang sangat umum di kalangan trader kripto harian. Ini melibatkan mengambil keuntungan dari pergerakan harga kecil yang terjadi dalam jangka waktu singkat. Scalping bisa dilakukan dengan memanfaatkan kesenjangan likuiditas, selisih harga bid-ask, dan ketidakseimbangan pasar lainnya.

    Scalper sering menggunakan margin atau bertrading dengan kontrak berjangka untuk meningkatkan potensi keuntungan dengan leverage. Karena target harga dalam scalping cenderung kecil, memiliki ukuran posisi yang lebih besar menjadi lebih masuk akal. Namun, perdagangan dengan leverage tidak berarti mengabaikan prinsip manajemen risiko. Trader scalping yang sukses memahami persyaratan margin dan menerapkan aturan yang tepat untuk ukuran posisi mereka.

    Scalper dapat menggunakan strategi seperti analisis order book, volume heatmap, dan berbagai indikator teknikal untuk menentukan titik masuk dan keluar dalam setiap trading. Namun, karena eksekusi trading yang cepat dengan risiko yang tinggi, scalping umumnya lebih cocok bagi trader yang terampil dan berpengalaman. Selain itu, karena penggunaan leverage, trader yang kurang berpengalaman dapat dengan cepat menghabiskan akun trading mereka.

    Range Trading

    Range trading adalah strategi sederhana yang melibatkan analisis pola candlestick dan mengamati level support dan resistance. Seperti namanya, trader range mencari kisaran harga dalam struktur pasar dan membuat ide trading berdasarkan rentang tersebut. Misalnya, jika harga bergerak dalam kisaran antara level support dan resistance, trader dapat membeli pada level support dan menjual pada level resistance. Sebaliknya, mereka dapat membuka posisi jual pada level resistance dan keluar pada level support.

    Konsep range trading didasarkan pada asumsi bahwa tepi kisaran harga akan berfungsi sebagai level support dan resistance hingga terjadi breakout dari kisaran tersebut. Artinya, tepi bawah kisaran kemungkinan akan mendorong harga naik, sedangkan tepi atas kisaran kemungkinan akan mendorong harga turun.

    Namun, semakin lama harga menguji level support atau resistance, semakin besar kemungkinan bahwa level tersebut akan ditembus. Oleh karena itu, trader range selalu mempersiapkan diri untuk kemungkinan terjadinya breakout dari kisaran tersebut. Mereka biasanya menempatkan stop-loss pada level di mana breakout dari kisaran tersebut dikonfirmasi.

    Range trading adalah strategi yang relatif mudah dan cocok untuk pemula. Strategi ini membutuhkan pemahaman yang baik tentang pola candlestick, level support dan resistance, dan mungkin melibatkan indikator momentum seperti RSI atau MACD.

    High-frequency trading (HFT)

    Trading frekuensi tinggi atau high-frequency trading merupakan jenis strategi trading algoritmik yang umumnya digunakan oleh trader kuantitatif (trader “kuant”). Strategi ini melibatkan pengembangan algoritma dan bot trading yang dapat dengan cepat masuk dan keluar dari banyak posisi dalam waktu singkat. Seberapa pendek kerangka waktunya? Bayangkan hanya dalam hitungan milidetik. Beberapa milidetik keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan trading frekuensi tinggi dapat memberikan keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan perusahaan lain.

    Algoritma HFT dapat dirancang untuk menerapkan strategi yang sangat kompleks. Meskipun trading frekuensi tinggi terlihat menarik, namun sebenarnya jauh lebih kompleks daripada yang terlihat. Trading frekuensi tinggi melibatkan banyak tahap seperti backtesting algoritma, pemantauan, dan penyesuaian untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang selalu berubah. Jadi, jika Anda berpikir Anda bisa duduk santai sementara bot trading melakukan semua pekerjaan untuk Anda, itu sangat jauh dari kenyataan.

    Satu hal yang perlu dipertimbangkan: trading frekuensi tinggi adalah industri yang sangat eksklusif. Oleh karena itu, informasi berkualitas tinggi sulit diperoleh oleh masyarakat umum. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana. Jika perusahaan trading dan hedge fund yang sukses membagikan strategi trading frekuensi tinggi mereka kepada investor perorangan, strategi tersebut tidak akan lagi efektif.

    Selain itu, ada poin tambahan yang perlu Anda pertimbangkan saat membicarakan tentang bot trading. Jika seseorang telah mengembangkan bot trading yang menguntungkan, mengapa mereka tidak menggunakan bot tersebut sendiri, tetapi justru menjualnya? Inilah sebabnya mengapa Anda harus sangat berhati-hati jika mempertimbangkan untuk membeli bot trading frekuensi tinggi.

    Mengembangkan bot HFT membutuhkan pemahaman tentang konsep pasar dan pengetahuan mendalam tentang matematika dan ilmu komputer. Oleh karena itu, strategi ini lebih cocok untuk trader yang berpengalaman.

    Bagaimana Memulai Trading Kripto Harian

    Ilustrasi trader kripto. Sumber: iStock.
    Ilustrasi trader kripto. Sumber: iStock.

    Jadi, jika Anda sudah memutuskan untuk mencoba trading kripto harian, dari mana harus memulai?

    Anda dapat membaca Panduan Lengkap Trading Kripto bagi Pemula, di mana semua yang perlu Anda ketahui tentang trading dijelaskan, beserta beberapa tips bagi investor ritel. Jika Anda masih membutuhkan pemahaman dasar, Anda dapat melakukan trading kertas atau paper trading di testnet Binance Futures. Dengan cara ini, Anda dapat menguji sistem trading terlebih dahulu tanpa harus mempertaruhkan uang sungguhan.

    Pertanyaannya, platform trading online mana yang terbaik untuk melakukan trading harian mata uang kripto? Nah, kami tidak dapat memutuskan untuk Anda, tetapi ekosistem Binance menawarkan ratusan pasangan trading, trading dengan margin, kontrak futures triwulan dan perpetual, token leverage, data pasar real-time, dan banyak lagi. Silakan kunjungi Binance, konversikan mata uang fiat Anda ke aset kripto, dan mulailah trading sekarang.

    Apakah Trading Harian Cocok Sebagai Mata Pencaharian?

    Trading kripto harian dapat menjadi strategi yang sangat menguntungkan, tetapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai. Karena trading harian melibatkan pengambilan keputusan dan eksekusi yang cepat, kegiatan ini dapat sangat menegangkan dan menuntut. Trading harian juga melibatkan risiko yang tinggi dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang pasar. Secara alami, jenis trading ini juga membutuhkan waktu yang lama untuk menatap layar.

    Apakah Anda sanggup menangani semua tekanan ini, sambil juga ada potensi kerugian uang? Anda harus berhati-hati dalam mempertimbangkan apakah trading harian sesuai dengan tujuan investasi pribadi dan gaya trading Anda.

    Jika Anda tidak yakin apakah trading kripto harian adalah strategi yang tepat untuk Anda, lihat Panduan Strategi Trading Kripto bagi Pemula. Dalam artikel ini, dijelaskan berbagai strategi yang cocok bagi trader aktif, seperti swing trading. Memahami strategi-strategi ini dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik untuk menemukan gaya trading Anda.

    Kesimpulan

    Trading kripto harian adalah strategi trading umum yang digunakan dalam perdagangan saham dan mata uang kripto. Trader harian menggunakan strategi trading intraday untuk mencoba mendapatkan keuntungan dari volatilitas pasar, dan biasanya tidak mempertahankan posisi yang sama selama lebih dari satu hari.

    Trader harian menggunakan analisis teknikal, pola chart, dan indikator teknikal untuk mengidentifikasi trading. Beberapa strategi trading kripto harian yang umum meliputi scalping, range trading, dan trading frekuensi tinggi atau high-frequency trading.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Trailing Stop dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

    Dalam trading, para trader seringkali memanfaatkan order demi kelancaran trading. Order sendiri dapat membantu trader dalam mengantongi cuan. Salah satu order yang sering digunakan untuk mengamankan profit adalah Trailing Stop yang merupakan bagian dari Stop Loss. 

    Nah, sebelum memahami Trailing Stop adalah teknik yang seperti apa, mari lebih dulu membahas sedikit mengenai Stop Loss!

    Apa itu Stop Loss?

    Stop Loss merupakan suatu order untuk menutup posisi trading, yang biasanya disediakan oleh platform trading kripto. Gunanya adalah untuk menandai batas bawah harga yang diincar oleh trader, sehingga jika ternyata harga menurun drastis, trader masih bisa terselamatkan dari kerugian dengan batas yang ditentukan tersebut.

    Lalu, apa yang membuat Trailing Stop berbeda dengan Stop Loss? Yuk, simak informasi selengkapnya mengenai Trailing Stop!

    Apa Itu Trailing Stop?

    Seperti yang dibahas sebelumnya, Trailing Stop adalah salah satu jenis dari Stop Loss dalam trading, yang berguna untuk meminimalisir kerugian yang akan dihadapi oleh trader. Sebab dengan Trailing Stop, penetapan batas bawah harga lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan pergerakan harga pasar. Hal inilah yang membedakan Trailing Stop dengan Stop Loss biasa yang level maksimum-nya bersifat fixed.

    Dalam Trailing Stop, terdapat nilai yang disebut dengan Trailing Distance. Trailing Distance ini adalah selisih antara harga pasar saat ini dan nilai maksimum atau harga yang ditetapkan trader untuk buy/sell. Setelah ditetapkan oleh trader, nantinya nilai ini akan ikut bergerak, sesuai arah pergerakan harga saat di posisi buy maupun sell.

    Cara Menggunakan Trailing Stop dalam Trading

    Cara menggunakan Trailing stop

    Sebenarnya, cara menggunakan Trailing Stop bergantung pada platform trading yang Anda gunakan. Akan tetapi, secara umum, Trailing Stop bisa digunakan dalam dua keadaan, yaitu:

    1. Saat Buy

    Pada saat dipasang di posisi beli, secara otomatis perintah Trailing Stop akan mengikuti harga aset di pasar saat harga mulai meningkat. Jadi, saat harga pasar saat itu meningkat dengan nilai yang sama dengan Trailing Distance yang telah ditetapkan sebelumnya, trader melakukan buy.

    2. Saat Sell

    Pada saat posisi jual, order akan mengikuti harga pasar saat mulai menurun. Pasalnya, Trailing Stop akan berguna dalam membatasi kerugian yang akan diperoleh trader jika harga terus menurun. Sesaat harga pasar saat itu menurun dan bernilai sejumlah Trailing Distance, otomatis trader akan mengunci profit di angka tersebut dengan melakukan sell. Para trader pada umumnya memasang Trailing Stop di posisi jual.

    Contoh Penggunaan Trailing Stop dalam Trading

    Contoh Penggunaan Trailing Stop

    Misalnya, seorang trader memasang Trailing Stop di posisi sell dengan Trailing Distance sebesar 10. Harga pasar saat pemasangan Trailing Stop adalah 1000, sehingga dengan perhitungan dasar Stop Loss, sesaat harga mencapai 990, aset tersebut akan secara otomatis dijual.

    Lain halnya jika harga pasar saat ini berkisar di antara 990 hingga 1000 saat pemasangan Trailing Stop, dengan Trailing Distance yang sama yaitu 10. Selama harga terus naik-turun, Trailing Stop akan tetap bertahan di 990 dan tidak akan ikut bergerak naik maupun turun.

    Kemudian, jika harga meningkat menjadi 1010, Trailing Stop akan bergerak dan berpindah ke angka 1000 agar tetap memiliki selisih sebesar Trailing Distance. Lalu, apabila ternyata harga terus naik hingga mencapai 1020, Trailing Stop juga akan mengikuti dan berhenti di 1010. Hal ini berlaku seterusnya apabila terjadi kenaikan di pasar.

    Inilah yang dikatakan bahwa Trailing Stop dalam posisi sell akan terus mengikuti pergerakan harga ketika naik, dan tidak akan bergerak saat mengalami penurunan. Namun, sesaat harga pasar saat ini hampir menyentuh Trailing Distance, secara otomatis dilakukan penjualan untuk meminimalisir kerugian trader. Dan hal sebaliknya akan terjadi jika trader memasang di posisi buy.

    Baca juga: Gunakan Strategi Trading Bitcoin Berikut Agar Untung

    Kelebihan dari Trailing Stop

    Kelebihan Trailing Stop

    Sebagai modifikasi dari Stop Loss, Trailing Stop tentunya memiliki beberapa kelebihan yang bisa dimanfaatkan oleh trader, di antaranya:

    1. Cocok untuk Day Trading

    Kelebihan pertama dari Trailing Stop adalah cocok digunakan untuk Day Trading, dikarenakan trader bisa membatasi jumlah kerugian yang ia akan terima saat trading. Jadi, trader tidak akan terlalu kaget jika harga pasar turun, karena nilai kerugian telah ditetapkan sebelumnya dan hanya akan ikut bergerak saat harga pasar naik.

    2. Bisa Menghindari Kerugian Besar

    Seperti contoh yang dipaparkan sebelumnya, Trailing Stop bisa membantu trader dalam menghindari kerugian besar. Sebab, sesaat Trailing Stop posisi sell dipasang dan harga pasar mendekati Trailing Distance yang sudah ditetapkan, aset tersebut akan secara otomatis terjual dan profit berhasil terkunci.

    3. Tidak Perlu Dipantau 24/7

    Berhubungan dengan poin sebelumnya, dikarenakan batas harga akan mengikuti pergerakan di pasar alias tidak fixed di satu nilai tertentu saja. Maka, trader tidak perlu lagi memantau trading selama 24/7 karena pasti akan selalu ter-update dengan sendirinya mengikuti kondisi harga di pasar.

    Sekarang, Anda sudah tahu, kan, Trailing Stop adalah order yang seperti apa? Meski terkesan mudah, diperlukan pemahaman yang mendalam dalam menggunakannya. Selain itu, Trailing Stop juga harus dibarengi dengan analisis teknikal, ya, agar strategi trading Anda tetap bisa berjalan sesuai rencana. Untuk informasi seputar trading kripto lainnya, segera kunjungi Tokonews dan mulai investasi aset kripto di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pelajari Strategi Margin Trading untuk Pemula

    Kemajuan teknologi menjadikan bentuk mata uang tidak hanya sebatas uang fiat. Namun, perkembangan zaman mampu menghadirkan cryptocurrency yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi dan dapat dijadikan sebagai instrumen investasi. Lantas, pernahkah Anda ingin melakukan trading cryptocurrency tetapi mempunyai budget yang terbatas? Mungkin langkah yang satu ini bisa Anda coba, yaitu margin trading.

    Apa Margin Trading Itu?

    Secara sederhana, margin trading merupakan kegiatan perdagangan cryptocurrency dimana trader menggunakan dana pinjaman atau modal untuk meningkatkan daya beli. Umumnya, trader mendapatkan dana pinjaman dari pihak ketiga, seperti broker atau sering dikenal sebagai perusahaan sekuritas.

    Pada intinya, trader dapat membeli cryptocurrency lebih banyak dari budget awal yang dimiliki dengan menggunakan dana pinjaman tadi. Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan keuntungan jika pergerakan pasar sesuai dengan yang ditargetkan. 

    Mengenal Fasilitas Margin Trading: Margin dan Leverage

    Untuk memahami margin trading lebih dalam, Anda harus mengetahui beberapa fasilitas atau fitur berikut:

    Margin merupakan dana pinjaman yang Anda gunakan untuk meningkatkan investasi dan Anda harus membayarnya kembali dengan bunga. Selanjutnya, trader menggunakan margin untuk menciptakan leverage.

    Leverage adalah peningkatan daya beli yang Anda miliki ketika memperdagangkan cryptocurrency menggunakan margin. Artinya, Anda dapat mendapatkan posisi yang lebih besar dibandingkan hanya menggunakan dana sendiri (tanpa dana pinjaman).

    Apakah nilai leverage akan sama di setiap platform? Tentu tidak. Leverage maksimum yang Anda akses tentu berbeda-beda pada setiap platform. Biasanya, leverage tertulis menggunakan rasio, seperti 5:1, 20:1

    Baca Juga: Pahami Apa Itu Day Trading Disini!

    Strategi Margin Trading

    Sebelum melakukan margin trading, berikut strategi yang harus Anda persiapkan sebagai pemula:

    1. Mulailah dengan Angka Kecil dan Perlahan

    Sebagai pemula, sebaiknya Anda memulai margin trading dari nilai yang kecil. Hal ini penting karena Anda harus mempelajari situasi terlebih dahulu sebelum beralih ke nilai yang lebih besar. Kemudian, pernyataan “Perlahan tapi Pasti” juga sangat cocok karena dapat mengurangi risiko kerugian.

    2. Ketahui Besaran Biaya dan Likuiditas

    Anda harus mengetahui secara rinci biaya yang Anda keluarkan untuk melakukan margin trading. Hal tersebut dikarenakan, untuk membuka posisi leverage, Anda akan membayar bunga atas modal yang Anda pinjam. Pastikan biaya yang Anda keluarkan tidak mengganggu persentase profit. 

    Selain itu melansir dari Binance Academy, likuiditas pada cryptocurrency adalah kemampuan untuk menjual atau membeli aset di pasar tanpa menyebabkan perubahan harga yang drastis pada harga aset. Maka dari itu, jika Anda ingin menjual aset, pastikan terdapat aktivitas perdagangan dalam pasar dan pastikan juga angka penawaran serta angka permintaan jangan sampai berbeda jauh.

    3. Manajemen Risiko: Stop Loss dan Take Profit

    Penggunaan Stop Loss dan Take Profit pada margin trading memiliki tujuan untuk meminimalkan risiko dan kerugian jika pergerakan pasar tidak dapat diprediksi. 

    Stop Loss digunakan untuk menetapkan batas rugi dalam pasar dan secara otomatis akan menutup posisi Anda jika mencapai batasan yang ditetapkan. Hal ini berlaku juga pada Take Profit, jika posisi sudah mencapai batas harga tertinggi, maka posisi akan otomatis tertutup dan Anda bisa mendapat keuntungan.

    4. Perhatikan Faktor Fundamental dan Teknikal

    Jangan lupa untuk perhatikan kedua faktor ini agar Anda paham keadaan pasar. Faktor fundamental mengarah kepada cakupan yang cukup luas, karena memegang peranan penting untuk pergerakan harga. Adapun faktor fundamental seperti analisis ekonomi, kinerja perusahaan,  keuangan, dan sebagainya. Sedangkan faktor teknikal, Anda dapat memperhatikan pergerakan harga historis pada grafik agar bisa memprediksi tren harga yang sedang berlangsung.

    Ketahui Keuntungan dan Risikonya

    Keuntungan utama dari margin trading cryptocurrency adalah Anda mendapatkan profit yang lebih besar. Terlebih jika pergerakan pasar dan prediksi harga sesuai dengan target yang Anda tetapkan, maka profit juga akan meningkat.

    Namun, jika berbicara mengenai risiko margin trading, risiko terbesar yang mungkin Anda dapatkan adalah kerugian dana yang telah disiapkan. Maka dari itu, penting untuk mengedukasi diri serta mengetahui strategi yang baik agar terhindar dari kerugian, salah satunya adalah margin call. 

    Margin call terjadi ketika nilai aset dalam margin trading mengalami penurunan pada titik tertentu yang menyebabkan loss (rugi) dan broker meminta Anda untuk menambahkan margin agar meminimalkan risiko. Maka dari itu, penting untuk memantau level margin Anda secara aktif.

    Kemudian, satu hal yang harus Anda perhatikan, bahwa margin trading tidaklah gratis. Anda harus membayar bunga dan membayarkan kembali dana pinjaman yang digunakan. Jadi, jangan lupa ya untuk terus mengedukasi diri sebelum memutuskan untuk margin trading!

    Jika ingin memulai trading cryptocurrency secara aman, Anda bisa menggunakan platform exchange TokoCrypto karena sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi pada November 2019. Segera kunjungi TokoCrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Airdrop Crypto dan Perbedaannya dengan Bounty Crypto

    Seperti peribahasa “Banyak jalan menuju Roma”, koin dan token kripto juga bisa diperoleh dengan banyak cara bahkan secara gratis. Beberapa cara yang paling diminati adalah melalui airdrop crypto dan bounty crypto. Sudah banyak proyek kripto ternama yang mengadakan program tersebut, yaitu dengan membagikan sejumlah aset kripto bagi para peserta. 

    Namun, meski seringkali dianggap sama, keduanya adalah dua hal yang berbeda, lho! Eits, sebelum membahas perbedaan antara keduanya, mari pahami pengertian, cara kerja, juga jenisnya dari masing-masing program berikut ini!

    Apa Itu Airdrop Crypto?

    Airdrop crypto merupakan sebuah kegiatan membagikan sejumlah aset kripto kepada peserta secara cuma-cuma, dikirimkan secara langsung menuju wallet tanpa dikenakan biaya apapun. Sebenarnya, airdrop adalah teknik marketing yang dilakukan oleh penerbit suatu proyek aset kripto, yang umumnya masih dalam tahap awal atau merintis. 

    Tujuan dari airdrop sendiri adalah untuk memberikan awareness dan menarik investor terhadap aset kriptonya. Selain itu, airdrop juga bisa bertujuan sebagai penghargaan bagi para investor yang sejak awal sudah berinvestasi aset kripto tersebut, sambil terus mendesentralisasikan distribusi token. 

    Jenis Airdrop Crypto

    Meski begitu, tidak semua airdrop crypto terjadi begitu saja. Terdapat beberapa jenis airdrop yang sering ditemukan dalam dunia kripto, yaitu:

    1. Standard Airdrop

    Jenis airdrop ini merupakan yang paling sederhana, di mana sejumlah aset kripto tersebut baru bisa diperoleh peserta setelah melakukan pendaftaran di proyek kripto. Misalnya dengan mendaftar ke newsletter seperti pada airdrop Ontology (ONT) di tahun 2018. Selain itu, Tokocrypto juga pernah mengadakan TTC Airdrop pada tahun 2019 dengan syarat registrasi akun di Tokocrypto dan gabung di grup Telegram Tokocrypto.

    2. Exclusive Airdrop

    Seperti namanya, jenis airdrop satu ini dikelola oleh suatu komunitas media sosial atau website yang sudah memiliki banyak audiens. Sehingga, proyek kripto akan “menitipkan” program airdrop miliknya di situs tersebut, contohnya  pada situs Airdrop Rating.

    3. Bounty Airdrop

    Di sisi lain, ada juga jenis airdrop di mana peserta diharuskan untuk melakukan beberapa aktivitas promosi mengenai proyek kripto di media sosial. Misalnya posting ajakan untuk ikut serta dalam kampanye dari proyek kripto tersebut.

    4. Holder Airdrop

    Jenis airdrop satu ini mengharuskan para peserta untuk hold atau menginvestasikan sejumlah aset terlebih dulu, baru bisa mendapatkan airdrop seperti pada airdrop Uniswap (UNI) dan 1inch pada 2020 lalu.

    Apa Itu Bounty Crypto?

    Airdrop crypto & Bounty crypto

    Sementara itu, bounty crypto adalah kegiatan pembagian aset kripto bagi para peserta yang telah berhasil menyelesaikan task tertentu oleh penerbit proyek kripto tersebut. Bentuk task serta jumlah hadiah yang diberikan bergantung pada peraturan yang dimiliki oleh masing-masing proyek kripto. 

    Bounty sendiri memiliki dua tujuan, yang pertama untuk mengumpulkan massa, sehingga pada saat Initial Coin Offering atau ICO, proyek kripto bisa memperoleh keuntungan yang besar. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan insentif bagi para pihak yang berjasa terhadap keberlangsungan proyek setelah ICO.

    Baca juga: Apa itu ICO (Initial Coin Offering)? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Jenis Bounty Crypto

    Sama halnya dengan airdrop, terdapat beberapa jenis bounty yang umum ditemukan di dalam dunia kripto, yaitu:

    1. Social Media Bounty

    Seperti namanya, jenis bounty ini mengharuskan peserta mempromosikan mengenai ICO dari proyek kripto di media sosial, seperti Twitter maupun Facebook. Nantinya, dilakukan penilaian untuk menentukan jumlah reward berdasarkan engagement sesuai dengan kebijakan penerbit proyek, misalnya dengan melihat jumlah Like atau Retweet.

    2. Blog Writing Bounty

    Jenis bounty yang satu ini cocok untuk para blogger yang mempunyai audiens yang besar. Pasalnya, mereka bisa mengikuti bounty dengan membuat tulisan mengenai ICO dari yang akan digelar mendatang. Sama seperti Social Media Bounty, jenis ini juga dinilai berdasarkan engagement pada blog.

    3. Forum Bounty

    Forum Bounty adalah jenis bounty yang populer yang diadakan sebelum ICO. Seperti namanya, bounty ini terbuka bagi anggota forum Bitcointalk. Penilaian dilakukan dengan melihat seberapa banyak peserta mem-posting signature ICO yang diluncurkan oleh sebuah proyek kripto.

    4. Bug Bounty

    Berbeda dengan ketiga jenis bounty sebelumnya yang diadakan sebelum ICO, Bug Bounty diadakan setelah ICO. Jenis yang satu ini diadakan khusus bagi para developers untuk menguji dan mendeteksi apakah terdapat bug pada sistem blockchain proyek tersebut atau tidak, seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh exchange Bitrue.

    5. Translation Campaign Bounty

    Jenis bounty yang satu ini juga digelar setelah ICO. Sebab, bounty ini mewajibkan pesertanya untuk menerjemahkan dokumen penting dari proyek kripto ke dalam bahasa lain, agar persebaran informasi menjadi lebih luas. Umumnya, dokumen tersebut berupa white paper hingga situs resmi dari proyek. Jenis bounty ini tentunya menyasar para peserta yang punya keahlian sebagai penerjemah bahasa. 

    Perbedaan Antara Airdrop Crypto dan Bounty Crypto

    Perbedaan Antara Airdrop Crypto dan Bounty Crypto

    Meski airdrop dan bounty terkesan serupa jika dilihat dari pengertiannya, keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Berikut adalah perbedaan dari keduanya:

    1. Jenis Task

    Pada airdrop, terdapat beberapa program yang mengharuskan peserta untuk menyelesaikan task, dengan tingkat kesulitan yang cenderung rendah. Misalnya, peserta hanya perlu melakukan posting promosi mengenai proyek kripto di media sosial.

    Sementara, task dalam program bounty biasanya membutuhkan keahlian khusus dari peserta untuk menyelesaikannya. Ambil contoh Bug Bounty yang hanya bisa diikuti oleh ahli komputer saja, tidak bisa diikuti sembarang orang. Sehingga, bounty sifatnya tidak hanya sebagai upaya promosi saja, melainkan juga pengembangan komunitas kripto.

    2. Jumlah Partisipasi

    Baik airdrop maupun bounty biasanya dilakukan dalam satu periode waktu tertentu. Namun, pada airdrop, peserta hanya bisa berpartisipasi sebanyak satu kali saja. Sementara untuk bounty, peserta bisa terus berpartisipasi selama kampanye bounty tersebut berlangsung, mengingat task yang dimiliki juga lebih rumit.

    Itulah penjelasan mengenai perbedaan airdrop crypto dan bounty crypto. Keduanya bisa menjadi pilihan Anda dalam mendapatkan passive income dari aset kripto. Akan tetapi, pastikan Anda selalu waspada dan melakukan riset mengenai programnya sebelum berpartisipasi, ya. Karena tidak sedikit penipuan Rug Pull yang mengatasnamakan airdrop maupun bounty

    Nah, untuk informasi dan edukasi lainnya seputar dunia aset kripto, segera kunjungi Tokonews dan gabung dengan grup Telegram dari Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Day Trading? Pelajari Cara Kerjannya Disini!

    Melakukan transaksi jual beli jangka pendek dibagi menjadi beberapa pilihan berdasarkan seberapa cepat Anda ingin meraup keuntungan, salah satunya day trading. Yuk simak penjelasan lengkapnya dibawah ini!

    Apa itu Day Trading?

    Day trading adalah kegiatan jual beli yang terjadi hanya dalam satu hari. Biasanya secara umum ditemukan di pasar saham dan forex. Namun, jenis ini juga ditemukan di pasar aset kripto.

    Para pelaku sudah mengetahui dengan baik dan didanai dengan baik, sehingga mereka akan memanfaatkan besaran jumlah leverage dan strategi jual beli jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan harga yang kecil dalam stok atau mata uang dengan likuiditas yang tinggi.

    Karena aset kripto diperdagangkan secara internasional tanpa batas, salah satu cara Anda dapat menentukan hari perdagangan adalah dengan mengikuti sesi perdagangan di ibu kota keuangan dunia seperti New York, Tokyo, zona Euro (terdiri dari negara-negara Eropa yang mata uang resminya adalah Euro), dan Australia. Metode ini mengikuti sesi perdagangan serupa seperti di pasar valuta asing (forex).

    Baca Juga: Pahami Apa Itu Margin Trading Disini

    Perbedaan Day Trading Aset Kripto dan Investasi Lain

    Berdasarkan buku Cryptocurrency Investing for Dummies oleh Kiana Danial, terdapat perbedaan antara day trading aset kripto dan aset investasi lain. 

    Saat memperdagangkan aset keuangan tradisional seperti saham atau valas, Anda dapat mengikuti penggerak pasar fundamental yang sudah mapan seperti laporan pendapatan perusahaan yang akan datang atau keputusan suku bunga suatu negara. 

    Untuk sebagian besar pasar aset kripto tidak memiliki penanda terhadap peristiwa risiko yang dikembangkan. Itulah kenapa melakukan analisis fundamental untuk mengembangkannya jauh lebih sulit untuk aset kripto.

    Namun, Anda tidak perlu khawatir. Berikut strategi-strategi yang harus diperhatikan ketika melakukan day trading.

    Strategi-strategi Trading yang Perlu Diperhatikan

    Menentukan Jadwal

    Hal yang paling penting adalah menyesuaikan jadwal pribadi Anda. Sebaiknya Anda jadwalkan pada waktu trading dan hari tertentu untuk fokus melakukan trading.

    Walaupun ide untuk melakukannya sepanjang waktu tampak menggiurkan, tetapi fleksibilitas untuk melakukan trading pada malam hari ini dapat menjadi bumerang ketika Anda kurang beristirahat

    Anda membutuhkan tingkat kewaspadaan tinggi untuk mengidentifikasi peluang trading dengan mengelola risiko Anda sepanjang sesi. Bagi banyak orang, memiliki disiplin yang konkret akan terbayarkan.

    Mulai dari Modal Kecil

    Melakukan trading ini melibatkan banyak risiko. Untuk itu, mulailah dengan jumlah kecil dan secara bertahap dengan meningkatkan modal Anda sembari mendapatkan pengalaman. Beberapa broker akan mengizinkan anda memulai trading dengan  minimal $ 50.

    Jika Anda memulai dari kecil, pastikan Anda tidak menggunakan margin atau leverage untuk meningkatkan kekuatan trading Anda. Leverage adalah salah satu alat berisiko yang diproyeksikan sebagai peluang.

    Ini memungkinkan Anda akan mengelola akun yang lebih besar dengan investasi kecil di awal dengan meminjam sisanya dari broker. Jika Anda mencoba dengan memulai dari yang kecil, menggunakan leverage akan mengalahkan tujuan itu.

    Jangan Terlalu Ambil Risiko

    Menurut Investopedia, sebagian besar pelaku trading yang sukses tidak mempertaruhkan sebagian besar dari akun mereka maksimal 2 persen dari itu ーdengan setiap perdagangan.

    Misalnya, Anda memiliki akun perdagangan $ 10.000 dan bersedia mengambil risiko 1 persen dari modal Anda pada setiap perdagangan, kerugian maksimum Anda per trading adalah $ 100 (0,01 × $ 10.000). Jadi, Anda harus memastikan bahwa uang itu disisihkan untuk potensi kerugian dan jangan pernah mengambil risiko lebih dari yang Anda mampu.

    Amankan Dompet Kripto

    Satu masalah utama dengan perdagangan harian aset kripto adalah mengamankan dompet kripto Anda. Karena Anda akan membutuhkan modal sepanjang sesi trading, Anda mungkin tidak punya pilihan selain meninggalkan aset di dompet online bursa Anda.

    Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan Anda di sini adalah dengan tidak benar-benar membeli dan menjual aset kripto, melainkan berspekulasi tentang pergerakan harga dan pergerakan pasar kripto dengan menggunakan broker yang memfasilitasi layanan tersebut.

    Hindari Scalping Trading

    Scalping adalah strategi trading jangka pendek yang dipilih beberapa individu. Pada dasarnya, dikarenakan sering keluar masuknya trading hingga hitungan detik. Anda tidak hanya terekspos dengan banyak risiko pasar saat scalping ketika membayar biaya komisi setiap trading, tetapi Anda juga bisa kehabisan biaya sebelum Anda menghasilkan keuntungan.

    Pelaku jarang menghasilkan keuntungan dari scalping. Sekarang, jika Anda adalah bagian dari perusahaan yang memiliki akses ke biaya komisi diskon dan akun perdagangan besar, ceritanya mungkin berbeda.

    Nah, sekarang Anda sudah mengetahuinya kan strategi yang perlu diperhatikan saat melakukan day trading? Jadi, tunggu apa lagi! Lakukan trading-mu di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Teknik dan Cara Menghindari Scam Pump and Dump Crypto

    Dalam trading, terdapat istilah “pump and dump crypto”, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk melambungkan harga suatu aset kripto, untuk kemudian dihempaskan dan kembali berharga rendah. Namun, strategi ini seringkali disalahgunakan dan membawa malapetaka bagi trader dan investor biasa. Kok bisa? Berikut informasi selengkapnya!

    Apa Itu Pump and Dump Crypto? 

    Nah, meskipun strategi ini sudah marak disalahgunakan dan menjadi suatu scam, perlu diketahui mengenai pengertian dan cara kerjanya agar bisa lebih mudah dikenali ketika sewaktu-waktu terjadi di pasar.

    Sesuai dengan namanya, pump and dump merupakan strategi trading yang mencakup kegiatan pump dan dump terhadap suatu aset kripto. Pump berarti kegiatan membeli suatu aset kripto secara besar-besaran, dengan tujuan mendorong peningkatan harga dan permintaan. Sesaat harganya sudah naik dan menarik banyak pembeli, dilakukan dump, yang artinya menjual kembali aset dalam jumlah besar dan membuat harganya menjadi anjlok.

    Bagaimana cara kerja pump and Dump crypto?

    Nah, biasanya, strategi ini dilakukan oleh sekelompok orang yang cukup berperan di pasar. Kegiatan pump and dump pun biasanya tidak memakan banyak waktu, hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Sehingga, sulit bagi trader berskala kecil untuk keluar jika sudah terperangkap dalam jebakan scam tersebut.

    Pump and dump sendiri juga memiliki cara kerja yang terstruktur, lho. Pasalnya, para individu terbiasa untuk saling berkelompok dan berdiskusi untuk merencanakan aksi tersebut dari jauh-jauh hari. Mereka, yang dikenal dengan sebutan scammers, mulai mengumpulkan aset kripto saat masih bervolume rendah alias pump. Setelah cukup banyak aset yang telah dikumpulkan, mereka menentukan “tanggal main” untuk melakukan aksi lanjutan yaitu dump.

    Sedikit atau banyaknya aset yang ditimbun dapat dilihat melalui pergerakan harga aset itu sendiri, nih. Ketika harga aset tersebut melonjak drastis dan banyak menarik investor lain untuk ikut membeli, maka saat itulah para scammers bisa memulai aksi dump. Secara perlahan, scammers mulai menjual kembali aset tersebut, yang membuat harga terjun bebas dan kondisi pasar menjadi kacau.

    Contoh Kasus Pump and Dump

    Dikarenakan pump and dump dianggap sebagai strategi yang bisa dilakukan untuk mengeruk keuntungan, strategi ini justru semakin sering disalahgunakan oleh para oknum di pasar aset kripto, lho. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keuntungan yang dihasilkan setelah melakukan pump and dump ini sangat besar, tetapi aksi ini juga memberikan dampak buruk bagi trader dan investor berskala kecil.

    Hal ini disebabkan karena masih banyak trader pendatang baru yang masih minim pengalaman dan informasi, sehingga tidak sedikit yang ikut terjebak dalam ombak scam pump and dump ini. Sebagai contoh yang baru-baru ini terjadi, yaitu scam yang melibatkan beberapa influencer dari dunia esports dan menyebabkan mereka dikeluarkan dari organisasi yang menaungi mereka.

    Dilansir dari The Motley Fool, beberapa anggota dari FaZe Clan, sebuah organisasi besar yang bergerak di bidang esports asal Amerika Serikat, tertangkap basah ikut serta dalam aksi scam pump and dump pada Juli 2021. Mereka mempromosikan suatu aset kripto baru bernama SaveTheKids, yang bertujuan untuk membantu anak-anak telantar di dunia. 

    Promosi ini tentunya membuahkan hasil, karena telah sukses menarik banyak pembeli dan membuat harganya menjadi meningkat. Setelah itu, pihak yang terlibat di balik token, termasuk para influencer, langsung menjual seluruh aset yang dimiliki. Alih-alih menyisihkan keuntungannya untuk membantu anak-anak telantar, mereka justru kabur dengan membawa sejumlah hasil penjualan dan membuat token tersebut tak ada nilainya. 

    Mekanisme inilah yang sedang marak digunakan oleh para oknum untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri tanpa memedulikan trader lain yang juga berada di pasar. Oleh karena itu, para trader dan investor harus lebih berhati-hati akan pergerakan pasar saat aktivitas trading aset kripto berlangsung.

    Cara Menghindari Scam Pump and Dump

    Sebagai trader dan investor aset kripto, tentunya Anda tidak ingin kan pengalaman Anda di dunia aset kripto terganggu dengan adanya scam pump and dump ini? Nah, ada 3 hal yang bisa Anda lakukan dalam menghindari pump and dump agar tidak terjebak dalam kerugian, yaitu:

    1. Jangan FOMO

    Selain untuk menghindari scam pump and dump, cara ini juga dapat membantu Anda untuk lebih mahir dalam trading di pasar aset kripto, lho. Dengan Anda tidak FOMO atau Fear Of Missing Out, maka Anda lebih bertanggung jawab dalam mengambil keputusan saat trading tanpa harus ikut-ikutan dengan trader lain, dan lebih bisa terhindar dari scam termasuk pump and dump.

    2. Selalu Lakukan Riset

    Berhubungan dengan cara sebelumnya, penting juga bagi Anda untuk selalu melakukan riset, ya. Riset yang dilakukan tentunya harus menyeluruh, mulai dari mendalami asal usul penerbit, melihat penawaran yang diberikan, hingga membaca white paper dari aset kripto yang ingin Anda beli. Anda juga bisa membaca informasi yang update dari sumber terpercaya, seperti Tokonews.

    Selain itu, Anda perlu tahu mengenai kondisi aset kripto tersebut di pasar. Jika aset tersebut masih tergolong kecil tetapi digandrungi secara masif dan dadakan oleh para influencer, maka Anda patut berhati-hati dan menahan diri untuk tidak membelinya lebih dulu, sambil melihat perkembangannya dalam beberapa waktu ke depan.

    3. Waspada Saat Initial Coin Offering (ICO)

    Terakhir, Anda perlu menaruh perhatian lebih terhadap proyek aset kripto yang baru di-listing atau dijual di exchange, yang dikenal dengan sebutan Initial Coin Offering (ICO). Pasalnya, para scammers juga kerap kali memanfaatkan momen ini untuk melakukan aksi pump and dump. Terutama saat momen ICO dari proyek kripto yang potensial tetapi skalanya cenderung kecil.

    Baca Juga: Apa itu ICO (Initial Coin Offering)? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Hanya dalam hitungan menit bahkan detik, aset trader bisa langsung lenyap jika terjebak dalam scam yang disebabkan oleh pump and dump crypto. Untuk itu, sebelum trading dan investasi aset kripto, pastikan sudah punya persiapan yang matang dan pilih exchange yang resmi terdaftar di BAPPEBTI agar aman, seperti Tokocrypto. Yuk, daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di www.tokocrypto.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com