Tag: transportasi

  • Ini dia 4 Spot Foto Estetik di Halte TransJakarta



    Jakarta

    Halte-halte Transjakarta memiliki fasad unik dan estetik. Ini dia empat halte Transjakarta yang istimewa itu.

    Meskipun sudah tidak berstatus sebagai ibu kota, Jakarta dapat dinilai sebagai salah satu Kota di Indonesia dengan akses transportasi umum yang sangat baik. Salah satu terobosan adalah sejak dioperasikannya TransJakarta atau yang dikenal dengan TiJe.

    Transjakarta adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta. Kini, terdapat 287 halte yang tersebar ke dalam 13 koridor. Dengan begitu TiJe berhasil dinobatkan sebagai jalur lintasan terpanjang di dunia yakni sejauh 251.2 km.


    Tak hanya dirancang sebagai transportasi pendukung aktivitas Kota Jakarta yang padat, kini Halte TiJe juga bertransformasi menjadi salah satu tempat epic dengan bentuk fasad dan fasilitas yang lengkap.

    Perubahan itu diklaim untuk memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Berkat keunikan tersebut, tak jarang spot-spot beberapa halte digunakan para wisatawan untuk sekadar menikmati pemandangan cityscape atau mengabadikan foto di sana.

    Berikut detikTravel rangkum 6 spot foto estetik di fasilitas umum Jakarta bisa ditempuh hanya menggunakan TransJakarta koridor 1, yang cocok jadi spot hunting foto bikin makin kece instagrammu!

    Halte Karet Sudirman

    Masuk dalam 10 halte yang direvitalisasi pada tahun 2023, Halte Karet menjadi salah satu halte estetik yang perlu kamu singgahi.

    Cipta karya Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu membangun JPO yang tak biasa. JPOS atau Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda ini dibuat tanpa atap dan bentuk yang unik. Bentuknya bak kapal Pinisi dengan sisi kanan kiri berbentuk segitiga runcing. Bentuk tersebut terinspirasi dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

    Halte ini juga tak beratap dengan alasan agar para penggunanya dapat melihat bebas pemandangan Kota Jakarta secara luas. Dengan dominasi warna coklat dan hitam, halte ini cocok dengan segala jenis outfit yang kamu gunakan.

    Sayangnya, saat hujan dan panas sangat terik, pengguna harus merasakan langsung karena halte ini tidak dilengkapi dengan atap.

    Tak perlu khawatir jika kamu hanya memiliki waktu malam hari untuk ke sana, karena halte ini juga dilengkapi dengan lampu-lampu dekoratif yang membuat pemandangan halte ini semakin ciamik.

    Jika berkunjung ke sini jangan lupa untuk naik ke daerah anjungan yang berada di atas untuk memotret dengan latar jalan dan gedung tinggi di sekitarnya.

    Halte Dukuh Atas

    Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)

    Selanjutnya adalah Halte Dukuh Atas. Berbeda dengan halte sebelumnya, untuk memotret foto yang epik traveler perlu menuju skydeck nya yang berada di lantai 2. Dengan bentuk gelombang asimetris yang dipadukan dengan warna krem serta coklat menciptakan kesan yang hangat dan minimalis.

    Dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta. Lokasi ini cocok bagi traveler yang ingin mencari lokasi foto anti mainstream dengan pemandangan modern khas Kota Jakarta.

    Saat ini Halte Dukuh Atas juga dihiasi oleh karya Van Gogh dengan corak dominan warna biru dihiasi berbagai bunga di bagian atas membuat halte ini terlihat cantik dan estetik untuk spot berfoto.

    Halte GBK

    Halte ini memiliki ikon yang cukup unik, yakni batang pohon yang berada di dalam halte. Tak memilih untuk menebangnya, pihak TransJakarta justru memilih melubangi atapnya dan memberikan kaca di sekeliling batang pohon.

    Tak hanya itu, halte ini juga terintegrasi dengan JPO yang memiliki bentuk yang unik dan estetik. JPO nya dikelilingi oleh atap cincin berbentuk segiempat yang disusun memutar. Bukan tanpa makna, bentuk ‘gelora’ ini merupakan simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Hal tersebut juga menjadi representasi dari semangat olahraga yang menjadi ciri khas kawasan area senayan dan GBK.

    Bentuk JPOnya yang unik membuat halte ini kerap dijadikan spot foto yang instagramable bagi semua kalangan.

    Halte Bundaran HI

    Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/1/2023).Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Halte ini menjadi salah satu halte viral yang tak pernah sepi pengunjung. Selain lokasinya yang berada dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Halte Bundaran HI juga memiliki skydeck dengan pemandangan Bundaran HI dari ketinggian.

    Lokasi skydeck nya berada di lantai 2, untuk menuju ke sana traveler perlu melakukan tap-in menggunakan kartu elektronik. Selain bisa berfoto dengan pemandangan Bundaran HI, dari atas sana juga terlihat pemandangan epik cityscape gedung-gedung tinggi Jakarta.

    Setelah puas berfoto, traveler bisa membaca kisah di balik proses revitalisasi Halte Bundaran HI dan kisah tentang patung selamat datang yang ada di Bundaran HI.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gratis, Bebas Asap Rokok, Fasilitas Lengkap



    Jakarta

    Siapa bilang taman-taman keren hanya ada di Jakarta Pusat atau Jakarta Selatan, ternyata di Jakarta Utara juga terdapat taman yang keren dengan fasilitas lengkap. Taman Sungai Kendal.

    Di taman itu terdapat taman bermain anak-anak, skatepark hingga area hijau yang luas. Asyiknya lagi semua fasilitas semua bisa dinikmati tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun.

    Taman Sungai Kendal terletak di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, taman itu berdiri di area seluas kurang lebih 3,5 hektar. Sejak diresmikan pada 2019, taman itu langsung menjadi primadona warga untuk menghabiskan waktu luang mereka, mulai pagi, siang, hingga sore.


    detikTravel datang untuk melihat secara langsung penampakan taman yang fasilitasnya lengkap itu. Di awal masuk, parkiran yang luas bisa untuk ditempat beberapa mobil dan juga puluhan motor dan untuk bisa mencapai ke area bermain, pengunjung perlu melewati jembatan-jembatan yang pas untuk dijadikan spot berfoto juga lari tipis-tipis.

    Selagi berjalan di jembatan, pengunjung juga disuguhkan dengan kolam-kolam yang berada bawah jembatan tersebut, terlihat beberapa ikan yang muncul ke permukaan namun terdapat larangan untuk memancing ikan di Taman Sungai Kendal ini.

    Setelah melewati jembatan-jembatan tersebut, barulah terlihat taman-taman bermainnya. Di buka dengan permainan-permainan jadul seperti ular tangga yang berukuran besar, namun sayang cat pada area bermain sudah sedikit memudar. Dari area ini, terdapat dua jembatan yang bisa pengunjung akses untuk menuju area bermain yang lebih besar.

    Taman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta UtaraTaman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Di sana terdapat area bermain anak-anak yang sudah ramai didatangi oleh pengunjung, wahana perosotan jadi pilihan anak-anak yang bermain di sini. Mereka rela mengantre untuk bergiliran mencobanya, selain perosotan ada pula ayunan yang tak kalah ramainya dijajal oleh anak-anak.

    Dan di ujung dekat area bermain ini terdapat lapang serbaguna dan juga skatepark yang bisa digunakan oleh pengunjung dengan gratis. Selagi anak-anak bermain dengan riang, para orang tua yang mengantar bisa duduk manis di bawah pohon-pohon yang rindang.

    Suasana dan cuaca di taman ini pun begitu berbeda dengan image Jakarta Utara yang berdebu, Taman Sungai Kendal ini begitu tenang dan juga angin berhembus dengan sejuk. Hal-hal tersebutlah yang menjadi pilihan para warga sekitar untuk membawa anak-anak mereka berkunjung ke taman ini.

    Ajeng yang merupakan warga Bakti Cilincing mengungkapkan sudah beberapa kali datang ke taman ini, sedari dulu ia senang untuk berkunjung ke taman ini. Terlebih saat memiliki buah hati, saat diajak ke taman ini sang anak begitu senang karena bisa eksplor kawasan ini dan bermain permainan.

    “Sering udah beberapa kali ke sini dari sebelum nikah sampai sekarang punya anak sering beberapa kali karena lebih dekat aja dari rumah saya, nggak terlalu jauh gitu jadi gampang lah untuk ke sininya juga. Terus di sininya juga aman untuk anak-anak karena bebas rokok, fasilitasnya juga cukup sih untuk duduk, piknik, atau untuk main anak-anak tuh cukup cuma ya diperbaiki aja sih sedikit soalnya masih ada beberapa sampah,” kata Ajeng dalam perbincangan dengan detikTravel, Senin (1/7/2024).

    Taman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta UtaraTaman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Di taman tersebut, Ajeng dan keluarganya tengah asyik menikmati udara yang sejuk. Sang anak yang bernama Naya pun yang sudah berkeringat sehabis bermain dan mencoba perosotan serta ayunan.

    Senada dengan Ajeng, Neneng pun datang bersama keluarga ke Taman Sungai Kendal ini, dengan fasilitas lengkap dan area yang luas ini tak ada pungutan biaya untuk pengunjung yang ingin memasukinya.

    “Udah beberapa kali sih datang ke sini, soalnya kan deket terus taman bermainnya juga enak buat anak-anak. Terus anak-anak juga bisa eksplor ke mana-mana gitu jadi ada banyak aktivitas sih di sini, selain gratis tempatnya juga nyaman dan bersih,” kata Neneng.

    Bahkan ia menunjukkan salah satu anaknya yang hampir setiap hari datang ke taman ini, walaupun ia menyebut jarak rumah ke taman ini cukup jauh sekiranya tiga kilometer. Namun yang membuatnya dan keluarga kerap datang ke sini karena terdapat transportasi JakLinko.

    “Ini nih sering hampir setiap hari, padahal lumayan jauh juga loh jaraknya sekitar tiga kiloan ya, daerah Cakung kita Jalan Baru. Udah gitu ada JakLinko gratis juga kan jadi mempermudah,” kata dia.

    Neneng biasa menghabiskan waktu di taman ini sedari pukul 14.00 WIB atau pukul 15.00 WIB, dan akan kembali ke rumah saat menjelang adzan maghrib. Ya, jam operasional Taman Sungai Kendal ini dibuka pada pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

    Pengamanan Dalam (Pamdal) Wilayah Rorotan, Jakarta Utara, Susiarti mengatakan masyarakat yang datang ke taman di momen libur sekolah ini mengalami peningkatan. Walaupun peningkatannya tak signifikan tapi terlihat dari banyak yang datang di hari biasa.

    “Untuk libur sekolah di hari biasa itu masih seperti biasa tapi agak meningkat sedikit ya. Kalau setiap weekend rame walaupun nggak ada libur sekolah tetap rame, biasanya kalau rame itu di sore di jam setengah empat sore sampai magrib itu rame,” ujar Susiarti.

    Taman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta UtaraTaman Sungai Kendal, Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Susiarti juga mengatakan banyak masyarakat yang datang ke sini membawa keluarganya sebagai tempat rekreasi. Karena dengan banyaknya fasilitas bermain untuk anak, jadi membuat anak merasa senang saat diajak ke Taman Sungai Kendal ini.

    “Kalau keluarganya yang datang ke sini ya mereka mengajak putra dan putrinya ya untuk bertamasya, mengenal lingkungan ‘ini loh taman kita yang indah, yang kita kunjungi nggak harus berbayar di sini fasilitas semuanya gratis’. Jadi putra dan putri mereka itu cukup bahagia juga antusias, cukup memberikan semangat dan kebahagiaan bagi putra-putri mereka,” katanya.

    Jadi buat kamu warga Cilincing dan sekitarnya nggak usah jauh-jauh cari taman yang lengkap dan sejuk, tinggal datang ke Taman Sungai Kendal saja. Di taman ini juga sudah disediakan toilet yang bersih dan juga mushola.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini 4 Spot Foto Estetik di Halte TransJakarta yang Wajib Dikunjungi


    Jakarta

    Berburu spot foto estetik dan Instagramable, tidak melulu harus di tempat yang jauh atau mahal lho detikers. Ternyata, Halte TransJakarta (TiJe) juga punya banyak spot foto menarik untuk diabadikan lho.

    Transjakarta sendiri merupakan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang telah beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta.
    Saat ini, terdapat sekitar 287 halte yang tersebar ke dalam 13 koridor.

    Kini, halte TiJe turut bertransformasi menjadi salah satu tempat dengan fasad, fasilitas yang cukup lengkap. Ditambah dengan desain arsitektur unik hingga pemandangan kota yang menawan, tak heran jika banyak orang yang mengabadikan foto di sana.


    Halte TransJakarta dengan Spot Foto Estetik

    detikTravel telah merangkum beberapa spot foto estetik di fasilitas umum Jakarta, yang bahkan bisa ditempuh hanya melalui TransJakarta koridor 1.

    Berikut adalah spot foto estetik di Halte TransJakarta yang wajib kalian coba kunjungi:

    1. Halte Bundaran HI

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan renovasi halte TransJakarta Bunderan HI, Jakarta, Sabtu (15/10/2022).Momen saat mantai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, meresmikan renovasi halte TransJakarta Bunderan HI, Jakarta, Sabtu (15/10/2022). Foto: Rifkianto Nugroho

    Halte Bundaran HI memang menjadi salah satu halte viral, karena memiliki skydeck dengan pemandangan Bundaran HI dari ketinggian.

    Terlebih lokasinya yang berada dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan besar dan perkantoran. Membuat kita dimanjakan dengan pemandangan cityscape, gedung-gedung tinggi Jakarta yang menawan.

    Lokasi skydeck ada di lantai 2. Untuk menuju ke sana, kamu hanya perlu melakukan tap-in dengan kartu elektronik atau e-money di halte ini.

    Warga antre foto di anjungan halte TransJ Bundaran HI (Rumondang Naibaho/detikcom)Warga antre foto di anjungan halte TransJ Bundaran HI Foto:Rumondang Naibaho/detikcom

    Untuk kalian yang cari citylight, maka waktu yang tepat untuk ke sini adalah menjelang magrib atau malam hari. Seringnya, spot ini ramai jadi harap bersabar jika kalian perlu mangantre.

    2. Halte GBK

    PT. Transportasi Jakarta (TransJakarta) telah merampungkan revitalisasi Halte Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Yuk kita lihat hasilnya.Kondisi Halte Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat setelah direvitalisasi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Foto: Grandyos Zafna

    Halte GBK juga salah satu punya ikon yang cukup unik, karena ada batang pohon yang berada di dalam halte.

    Pihak TransJakarta memilih tidak menebangnya, sehingga mereka melubangi atap haltenya dan memberikan kaca di sekeliling batang pohon tersebut.

    Selain itu, halte ini terintegrasi dengan JPO dengan bentuk yang unik dan estetik. Pasalnya, JPOnya dikelilingi atap cincin yang memutar.

    Bentuk tersebut mengandung arti ‘gelora’, simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Nah, JPO halte GBK inilah yang sering jadi spot foto estetik bagi mereka yang turun di halte ini.

    3. Halte Karet Sudirman

    Halte TransJakarta Karet di Jakarta Pusat yang sempat direvitalisasi kini buka kembali. Halte tersebut sudah melayani penumpang TransJakarta.Halte TransJakarta Karet di Jakarta Pusat. Foto: Andhika Prasetia

    Halte Karet termasuk halte viral di sosmed, karena punya Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda (JPOS) estetik. Spot foto ini sudah banyak diabadikan dan berseliweran di sosmed.

    JPOS di halte ini dibuat tanpa atap dengan bentuk yang unik, bak kapal Pinisi dengan sisi kanan kiri berbentuk segitiga runcing. Bentuknya terinspirasi dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

    Dominasi warna coklat dan hitam, halte ini bakal cocok dengan hampir semua jenis outfit yang kamu gunakan. Di sini, kalian bisa melihat bebas pemandangan Kota Jakarta yang dikelilingi gedung pencakar langit secara luas.

    Jika malam hari, akan ada lampu-lampu dekoratif yang membuat pemandangan dan suasana halte semakin cantik. Untuk memotret dengan latar jalan dan gedung-gedung tinggi, kamu bisa naik ke daerah anjungan yang berada di atas.

    4. Halte Dukuh Atas

    Halte Dukuh AtasSuasana tampilan Halte Dukuh Atas. Foto: Halte Dukuh Atas (dok City Vision)

    Halte Dukuh Atas punya bentuk gelombang asimetris yang dipadukan dengan warna krem dan coklat, sehingga menciptakan kesan minimalis yang keren. Di halte ini, kita akan dikelilingi pemandangan gedung-gedung tinggi di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta.

    Tidak hanya itu, di sini juga terdapat karya Van Gogh dengan corak dominan warna biru dihiasi berbagai bunga di bagian atas. Spot tersebutlah yang jadi tempat cantik dan estetik untuk berfoto.

    Itu tadi beberapa halte TransJakarta yang punya spot foto estetik. Jadi, jangan ragu untuk mengunjungi Halte TransJakarta dan abadikan momen terbaik kalian di sana ya.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Belajar dari Kecelakaan Bus Masuk Jurang, Hati-hati Masuk Jalan yang Asing



    Jakarta

    Sebuah bus mengalami kecelakaan masuk jurang di jalur alternatif Puncak, Bogor, Jawa Barat. Bus itu mengalami kecelakaan ketika masuk jalan alternatif yang ekstrem.

    Kecelakaan diduga akibat sopir tidak hafal medan dan kurang konsentrasi. “(Kecelakaan) diduga pengemudi tidak menguasai medan jalan, tidak hati-hati dan kurangnya konsentrasi,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ferdhyan Mulya dikutip detikNews.

    Menurutnya, jalur tersebut penuh dengan tikungan, tanjakan dan turunan. Kondisi jalan di lokasi kecelakaan adalah jalan menurun dan menikung tajam ke kiri.


    “Setibanya di TKP, pengemudi bergerak lurus, membentur besi pembatas jalan, lalu terperosok menabrak rumah milik warga dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” kata Ferdhyan.

    Salah satu penumpang, Devina (27), mengatakan sopir bus memang tak hafal jalan. Sopir bus mengandalkan Google Maps.

    “Sopir ngikutin Google Maps, makanya sempat nyasar ke Taman Safari. Akhirnya kita sempat tanya, telepon ke tukang vilanya, katanya bisa lewat Taman Safari. Tapi sudah diingetin, jalurnya ekstrem,” kata Devina.

    Menurutnya, kondisi bus prima. Namun memang, karena sopir tak hafal jalan, rombongan sempat ragu melewati jalur ekstrem tersebut.

    Dari peristiwa ini, bisa diambil pelajaran penting. Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan jika sopir tidak memahami medan jalan yang dilalui, jangan asal mengandalkan aplikasi navigasi.

    “Ngandelin Google juga nggak sepenuhnya benar. Google Maps itu hanya melengkapi perjalanan dan rute awal. Jadi, dari awal pengemudi sudah harus membuat map perjalanan dan mendiskusikan kepada manajemen kantor dan klien. Setelah ada persetujuan baru melakukan perjalanan. Pengemudi tidak dibenarkan mengubah-ubah rute dengan alasan apa pun,” ucap Sony kepada detikOto, Minggu (4/8/2024).

    Kata Sony, sudah sering kecelakaan semacam ini terjadi. Jadi sebaiknya, pengemudi lebih selektif dalam memilih jalan sesuai dengan aturan, dimensi dan kemampuan kendaraan serta tingkat risiko terkecil.

    “Jangan main asal terabas sekalipun secara jarak lebih dekat,” kata Sony.

    Lanjutnya, bus itu adalah moda transportasi dengan jumlah penumpang yang banyak. Ketika sudah berjalan, sopir bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan penumpang.

    “Driver harus benar-benar bertanggung jawab terhadap gaya dan etika berkendara, juga kesiapan unit busnya,” sebut Sony.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Hal Penting saat Berkendara di Jalan Tol


    Jakarta

    Banyaknya kecelakaan di jalan bebas hambatan atau jalan tol membuat kita sebagai pengendara harus lebih waspada. Setidaknya ada empat poin paling penting, dan harus diingat setiap pengendara saat berkendara di jalan tol.

    Terlebih jalan tol memiliki peran penting sebagai prasarana transportasi modern dengan keunggulan jalur lebih cepat dan lancar untuk ribuan pengendara setiap hari.

    Berdasarkan data terbaru dari Jasa Marga selama periode kuartal pertama tahun 2024, menunjukkan bahwa setiap hari 177.389 kendaraan melalui jalur bebas hambatan di Indonesia. Sebagai layanan berbayar, terdapat sejumlah aturan yang perlu ditaati penggunanya serta diperlukan konsentrasi guna memastikan perjalanan aman.


    “Jalan tol adalah fasilitas paling sering digunakan kaum urban, jadi sangat penting untuk mengikuti peraturan agar perjalanan menjadi lebih aman serta lancar. Kami menghimbau kepada seluruh pelanggan Suzuki untuk selalu memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujar Dept. Head of Strategic Planning PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Joshi Prasetya dalam siaran persnya.

    Merujuk pada data Kementerian PUPR bulan Maret 2024, Indonesia memiliki total panjang jalan tol 2.836 kilometer yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi. Sebagai jalur bebas hambatan, bahkan tidak pernah sepi oleh kendaraan, penting bagi para pengguna untuk mengetahui aturan hingga rambu lalu lintas agar perjalanan terhindar dari gangguan hingga sanksi.

    Berikut beberapa tips dari Suzuki untuk selalu diingat oleh pengendara ketika menggunakan infrastruktur transportasi ini:

    1. Perhatikan Batas Kecepatan

    Meskipun relatif bebas hambatan, bukan berarti pengendara dapat berkendara sembarangan di jalan tol.

    Ada batas kecepatan yang harus diperhatikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4, serta Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan Kendaraan pasal 3 ayat 4, batas kecepatan ditentukan antara 60 hingga 100 kilometer per jam sesuai dengan rambu lalu lintas terpasang.

    Untuk rute dalam kota, kecepatan minimal adalah 60 kilometer per jam sedangkan maksimal 80 kilometer per jam. Sementara itu, pada rute luar kota, kecepatan terendah adalah 60 kilometer per jam sedangkan tertinggi 100 kilometer per jam. Mematuhi aturan ini sangat penting demi keselamatan maupun keselarasan lalu lintas. Apabila terdapat pelanggaran batas kecepatan akan ditindak lanjuti lewat sanksi yang dimonitor melalui penyebaran kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di berbagai titik sebagai bukti pelanggaran.

    Pada mobil ramah lingkungan Suzuki seperti All New Ertiga Hybrid, New XL7 Hybrid, hingga Grand Vitara, pengemudi dapat memanfaatkan fitur Cruise Control. Teknologi ini mampu mengatur kecepatan kendaraan melalui kontrol di lingkar kemudi, sehingga kaki pengemudi tidak cepat lelah saat melaju dengan kecepatan konstan.

    Jalan tol layang MBZJalan tol layang MBZ Foto: dok. Jasa Marga

    2. Mengetahui lajur tepat untuk dilalui

    Umumnya jalan tol terdiri atas beberapa lajur. Lajur satu diperuntukkan bagi kecepatan minimum ataupun kendaraan bermuatan berat seperti truk serta bus. Lajur dua diperuntukkan bagi kendaraan lebih cepat dan stabil.

    Sementara lajur tiga atau paling kanan berfungsi untuk mendahului. Sedangkan lintasan paling kiri atau bahu jalan dikhususkan sebagai rumija (ruang milik jalan) maupun lintasan darurat yang hanya boleh digunakan dalam kondisi darurat, misalnya saat mobil bermasalah. Agar perjalanan semua pengguna bisa lebih teratur, hindari penyalahgunaan seperti lane hogger atau pun menggunakan bahu jalan tidak sesuai peruntukkan.

    3. Mematuhi petunjuk perlengkapan jalan

    Mematuhi rambu-rambu jalan tol sangat penting bagi ketertiban bahkan efisiensi perjalanan. Diperlukan pemahaman terhadap berbagai petunjuk aturan yang menandakan himbauan, peringatan hingga larangan. Mudahnya, pengendara bisa membaca palang penanda arah daerah tujuan, batas kecepatan, peringatan awal masuk dan akhir keluar tol, gardu pembayaran, serta penanda adanya rest area terdekat.

    Selain itu, papan informasi lainnya juga perlu diperhatikan selama perjalanan agar seluruh pengguna ruas tol senantiasa tertib berlalu lintas.

    4.Memahami arti marka garis

    Sebagai penegas jalur yang dilalui, pengemudi akan menemukan beberapa jenis marka garis dengan fungsi berbeda-beda. Misalnya sisi paling kiri terdapat garis putih lurus utuh sebagai tanda batas bahu jalan dan sebaiknya tidak dilalui oleh kendaraan kecuali dalam kondisi darurat atau kendaraan mengalami hambatan.

    Apabila diperlukan pindah lajur, pengendara bisa melintasi garis putih putus-putus. Pada sisi lajur paling kanan juga akan ditemui garis kuning lurus utuh, sebagai petunjuk batas ruas lajur dan larangan berhenti di sisi kanan. Sering pula, ditemukan marka serong (chevron). Sesuai dengan namanya, garis ini memiliki fungsi untuk memberikan tanda kepada pengemudi bahwa terdapat area penggabungan atau pemisahan lajur, sehingga diperlukan penyesuaian kecepatan serta melihat apakah ada kendaraan lain yang hendak bermanuver.

    Rasa aman serta nyaman ketika berkendara dipengaruhi oleh setiap pengguna jalan jika sudah memahami dan mematuhi aturan tertulis maupun tidak tertulis. Oleh sebab itu, Suzuki memberikan edukasi kepada setiap pelanggan setia agar menunjang keselamatan bersama.

    “Kami selalu memperhatikan keselamatan para pelanggan melalui jaminan mutu produk serta pemberian edukasi. Kendaraan Suzuki turut dilengkapi dengan fitur-fitur untuk memudahkan perjalanan. Kami berharap setiap pengemudi dapat berkendara dengan nyaman dan selalu mematuhi setiap aturan atau rambu lalu lintas,” tutup Joshi.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Semarang-Dieng Berapa Jam Naik Motor? Ini Rutenya


    Jakarta

    Dieng menjadi salah satu destinasi wisata favorit banyak turis. Daerah yang dijuluki sebagai “Negeri di Atas Awan” ini memang selalu memikat perhatian banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

    Dieng menawarkan pemandangan pegunungan dengan udara sejuk, komplek candi, hingga telaga yang indah. Alhasil, banyak wisatawan dari berbagai daerah yang datang ke sini, seperti dari Semarang.

    Dieng bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor. Namun, perjalanan dari kota Semarang menuju Dieng terbilang cukup jauh.


    Berniat ingin pergi ke Dieng dari Semarang menggunakan motor atau mobil? Jika iya, simak dulu rute dan waktu tempuh perjalanannya dalam artikel ini.

    Rute Semarang-Dieng dengan Kendaraan Pribadi

    Meski sama-sama di Jawa Tengah, namun perjalanan dari Semarang menuju Dieng terbilang cukup jauh. Belum lagi selama di tengah perjalanan travelers harus menepi sejenak untuk istirahat dan makan, tentu waktu perjalanannya bisa semakin lama.

    Namun, jika travelers ingin jalan-jalan santai dari Semarang ke Dieng menggunakan kendaraan pribadi, bisa banget kok. Cek dulu rute perjalanannya di bawah ini:

    Rute Semarang-Dieng Naik Motor

    Dari pantauan Google Maps, setidaknya ada tiga rute yang bisa dipilih dari Semarang-Dieng menggunakan sepeda motor, yakni via Jalan Raya Pantura, via Ngalian Kendal, atau via jalan Patean-Boja.

    Jika melalui Jalan Raya Pantura, jarak tempuhnya sekitar 92,5 kilometer. Lantas, Semarang-Dieng berapa jam naik motor dengan rute ini? Waktu yang ditempuh sekitar 2,5 jam.

    Opsi kedua adalah via Ngalian Kendal, namun rutenya sedikit lebih jauh yakni 93,5 kilometer. Untuk waktu perjalanannya memakan waktu sekitar 3 jam.

    Rute terakhir yang bisa dipilih yaitu via Jalan Patean-Boja dengan jarak tempuh sekitar 95 kilometer. Waktu perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan motor sekitar 3 jam.

    Menurut Google Maps, rute yang direkomendasikan adalah via Jalan Raya Pantura. Namun, tak ada salahnya jika travelers memilih rute yang lain.

    Rute Semarang-Dieng Naik Mobil

    Apabila travelers menggunakan mobil, ada tiga rute dari Semarang-Dieng yang bisa dipilih, yaitu via Jalan Tol Semarang-Batang, via Jalan Patean-Boja, dan via Jalan Sukorejo-Parakan.

    Rute yang pertama terbilang lebih cepat karena detikers akan melalui Jalan Tol Semarang-Batang. Jarak tempuhnya sekitar 91 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih 2,5 jam.

    Apabila tak ingin melalui jalan tol dan ingin menikmati suasana pegunungan, detikers bisa memilih opsi kedua yakni Jalan Patean-Boja. Meski begitu, waktu yang ditempuh jauh lebih lama yakni sekitar 3,5 jam.

    Rute ketiga yakni melalui Jalan Sukorejo-Parakan. Waktu perjalanannya sekitar 3 jam dengan total jarak mencapai 110 kilometer. Kalau memilih rute ini sebaiknya travelers memiliki sopir kedua, sehingga bisa bergantian kalau sudah merasa lelah.

    Naik Transportasi Umum dari Semarang ke Dieng

    Jika tak mau repot-repot mengendarai mobil atau motor, detikers bisa menggunakan transportasi umum seperti bus atau mobil travel dari Semarang ke Dieng. Namun, kamu tidak akan langsung sampai di Dieng, tetapi turun di kota Wonosobo.

    Dari pantauan sejumlah situs travel agen online, kamu bisa menggunakan mobil travel dari Semarang ke Wonosobo dengan tarif mulai dari Rp 100.000 per orang. Opsi lainnya adalah menggunakan bus rute Semarang-Wonosobo dengan harga tiket mulai dari Rp 70.000 per orang.

    Itu dia penjelasan mengenai rute Semarang-Dieng naik motor atau mobil serta total jarak dan waktu tempuhnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Wisata Arung Jeram di Jawa Barat, Bisa Rafting Seru Sampai 11 KM!


    Jakarta

    Ingin berlibur tapi bosan ke tempat yang itu-itu saja? Bagaimana kalau coba berwisata arung jeram atau rafting?

    Di Jawa Barat terdapat banyak tempat wisata yang menawarkan aktivitas menantang seperti arung jeram. Nantinya kamu bakal mengarungi sungai berarus cukup deras sepanjang jarak tertentu dengan perahu karet dan perlengkapan keamanan lain.

    Tapi tenang saja, wahana rafting ini tentunya aman karena kamu akan dipandu oleh guide. Penyedia arung jeram juga biasanya dilengkapi oleh rescue team lho. Kalau berminat berwisata arung jeram di Jawa Barat, cek rekomendasinya di bawah ini.


    Rekomendasi Wisata Arung Jeram di Jawa Barat

    Terdapat banyak wisata rafting yang tersebar di Jawa Barat. Beberapa di antaranya adalah yang terbaik, yakni sebagai berikut:

    1. Zona Adventure Pangalengan

    • Lokasi: Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung
    • Tarif: Rp 150.000 per paket

    Zona Adventure Pangalengan menawarkan arung jeram seru di Sungai Palayangan, Pangalengan. Dengan tarif segitu, traveler akan mendapatkan fasilitas: jalur pengarungan 5 km, durasi 60-90 menit, perlengkapan arung jeram dan keamanan, tim rescue, transportasi, toilet/tempat bilas, retribusi, P3K, dan asuransi.

    Selain rafting, tersedia juga aktivitas outbound seperti flying fox, paintball, hingga menaiki ATV dan off road.

    2. Green Rafting Adventure

    • Lokasi: Jl. Kolonel Bustomi No. 16, Cimande Hilir, Caringin, Kabupaten Bogor
    • Tarif: Rp 250.000-299.000 per paket

    Green Rafting Adventure menawarkan paket rafting silver, gold, dan diamond. Fasilitas yang tersedia yaitu kamar bilas, WiFi, gazebo, mushola, dan area parkir. Untuk paket silver akan mendapatkan fasilitas berupa perlengkapan arung jeram, air mineral, snack, dan kelapa 1 buah.

    Sedangkan peserta yang memilih paket gold akan memperoleh fasilitas kelas silver, dengan tambahan dokumentasi. Fasilitas yang lebih nyaman akan dirasakan peserta paket diamond, yang memperoleh makan siang satu kali. Pemesanan wahana rafting minimum 10 paket.

    3. Arung Jeram Pangalengan

    • Lokasi: Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung
    • Tarif: Rp 150.000 per orang

    Masih di Sungai Palayangan, Arung Jeram Pangalengan menawarkan paket rafting yang bisa dicoba. Dengan biaya Rp 150 ribu, fasilitas yang didapatkan antara lain peralatan arung jeram, rescue team, rest area, tempat bilas, dan transportasi. Kamu juga akan memperoleh welcome drink, snack, dan makan berat 1x. Pemesanan paket rafting diperuntukkan minimum 5 orang.

    4. Arus Liar Rafting

    • Lokasi: Cijambe, Cikidang, Sukabumi
    • Tarif: Rp 290.000 per orang

    Arus Liar Rafting menawarkan kegiatan arung jeram di Sungai Citarik, Sukabumi. Dengan harga paket mulai dari Rp 290 ribu, traveler akan mengarungi sungai sekitar 2 jam dengan perlengkapan rafting berstandar internasional. Tenang saja, kamu juga bakal dipandu oleh guide dan rescue team bersertifikat.

    Di samping itu, fasilitas yang akan didapatkan antara lain transportasi, toilet dan shower, asuransi, makan siang 1x, refreshment berupa kelapa muda, dan e-sertifikat.

    5. Rafting Arhan

    • Lokasi: Cimande Hilir, Caringin, Kabupaten Bogor
    • Tarif: Rp 200.000-250.000 per paket

    Wisata arung jeram di Bogor lainnya yaitu Rafting Arhan yang menawarkan paket mengarungi Sungai Cisadane. Terdapat tiga paket rafting yakni family trip, explore trip, dan adventure trip.

    Kamu akan mendapatkan fasilitas berupa peralatan rafting dan keamanan, transportasi, makan siang, snack, dan welcome drink. Tenang saja, Traveler juga bakal dipandu dengan guide dan rescue team bersertifikat. Tersedia juga fasilitas mushola, area parkir, asuransi, dan tim P3K.

    6. Rafting Cipunagara Subang

    • Lokasi: Kampung Salam, Cisalak, Subang
    • Tarif: Rp 270.000-325.000 per orang

    Terdapat dua opsi arung jeram yang dapat dijajal di Rafting Cipunagara Subang, yaitu paket A dan B. Fasilitas A akan didapatkan antara lain peralatan rafting, pemandu, rescue team, area parkir, toilet/ruang ganti, mushola, transportasi, dan P3K.

    Sementara tambahan fasilitas untuk paket B yakni kelapa muda dan makan 1x. Untuk jarak tempuh arung jeram di sini sekitar 9 km dengan waktu pengarungan Sungai Cipunagara kisaran 2 jam.

    7. Rafting Bogor CR One Group

    • Lokasi: Jl. Kolonel Bustomi No. 1, Gintung Maseng, Caringin, Kabupaten Bogor
    • Tarif: Rp 175.000-233.000 per paket

    Rafting Bogor CR One Group menawarkan wahana arung jeram dengan tiga opsi paket: silver, gold, dan diamond. Tersedia dua pilihan jalur pengarungan yaitu 7 km dan 11 km.

    Fasilitas yang diberikan antara lain perlengkapan rafting standar, kamar bilas, rescue team, transportasi, guide, dan kelapa. Untuk gold mendapat tambahan snack dan makan 1x. Sementara paket diamond akan menerima tambahan makan, snack, pouch, dan dokumentasi foto.

    8. Rafting Bogor Cheguide

    • Lokasi: Muara Jaya, Caringin, Kabupaten Bogor
    • Tarif: Rp 190.000 per paket

    Di Rafting Bogor Cheguide, kamu akan melakukan arung jeram sepanjang 12 km. Dengan harga segitu, fasilitas yang diberikan berupa dokumentasi, safety wear, transportasi, gazebo, kamar bilas, snack dan kelapa muda, tim guide & rescue.

    Pemesanan rafting di sini minimal 5 paket dan kamu juga akan mendapatkan free flying fox. Selain itu, Rafting Bogor Cheguide menawarkan paket wisata ATV, off-road, paint ball, hingga outbound.

    9. Rafting Kalibaru

    • Lokasi: Jl. Sukaraja No. 15, Sukaraja, Kabupaten Bogor
    • Tarif: Rp 225.000 per paket

    Rafting Kalibaru menawarkan wahana arung jeram mengarungi Sungai Kalibaru sejauh 8 km. Fasilitas yang akan didapatkan antara lain perlengkapan rafting, transportasi, pemandu, toilet dan kamar bilas, dan asuransi. Dengan tarif Rp 225 ribu, traveler juga bakal mendapatkan makan siang, air mineral, dan kelapa.

    10. Elhaqi Adventure

    • Lokasi: Jl. Situ Cileunca, Pulosari, Pangalengan, Kabupaten Bandung
    • Tarif: Rp 150.000 per paket

    Ada lagi nih wisata arung jeram di Sungai Palayangan, yaitu Elhaqi Adventure. Paket rafting yang ditawarkan di sini mulai dari Rp 150.000 saja. Kamu nantinya akan diberikan fasilitas berupa perlengkapan arung jeram, guide, hingga free dokumentasi.

    Nah, itu tadi sederet wisata arung jeram seru di Jawa Barat. Sebelum rafting, pastikan detikers dalam kondisi prima untuk menikmati aktivitas fisik yang seru dan menantang ini.

    Selain itu, detikers wajib mengupdate informasi lebih dulu terkait ketersediaan fasilitas dan layanan di wisata arung jeram pilihan. Kira-kira kamu tertarik rafting di tempat yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Aktivitas Seru dan Jam Buka


    Jakarta

    Kota Tua termasuk wisata favorit di Jakarta. Kawasan ini kental dengan nilai sejarah, terlihat dari arsitektur sejumlah bangunannya. Di sisi lain, gedung-gedung bergaya vintage itu terbilang estetik dan kerap jadi spot foto para wisatawan.

    Berbagai aktivitas seru lainnya yang dapat dilakukan di Kota Tua, mulai dari mengunjungi museum, berkeliling dengan sepeda, hingga nongkrong di tempat bersejarah. Penasaran? Simak panduan berwisata ke Kota Tua Jakarta di bawah ini.

    Aktivitas Seru di Kota Tua Jakarta

    Berikut sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Kota Tua Jakarta:


    1. Belajar Sejarah di Museum

    Kawasan Kota Tua dikelilingi oleh sejumlah museum yang memperkenalkan banyak koleksi bersejarah. Kalau tertarik berwisata edukasi, maka museum-museum di kawasan ini boleh banget dikunjungi. Berikut beberapa museum di area Kota Tua Jakarta:

    • Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta)
    Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. (Tripa Ramadhan)

    Dilansir situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), museum ini patut didatangi jika ingin mengetahui sejarah panjang Kota Jakarta sejak masa prasejarah, kolonial, hingga masa kini. Bangunan museumnya sendiri telah dibangun sedari 1707.

    Jika ingin mengenal sejarah bank sentral di Tanah Air, maka dapat mengunjungi museum satu ini. Selain itu, traveler bisa mengetahui perkembangan ekonomi serta mata uang Indonesia dari masa ke masa di sini.

    Di museum ini tersimpan berbagai koleksi kesenian wayang yang ada di Indonesia. Mulai wayang yang terbuat dari kayu, kulit, boneka, dan bahan lainnya. Kabarnya terdapat lebih dari 6.800 buah koleksi wayang di sini lho.

    Museum BahariMuseum Bahari (Almadinah Putri Brilian/detikcom)

    Museum ini menampilkan koleksi kebaharian dan kenelayanan seluruh bangsa Indonesia bisa dilihat di museum ini. Koleksi yang ada berupa berbagai perahu tradisional, miniatur kapal, perlengkapan pelayaran, hingga alat navigasi kapal. Terdapat juga koleksi biota laut sampai tokoh-tokoh maritim Nusantara.

    Kalau mau tahu informasi dan melihat koleksi aktivitas perbankan tempo dulu dan perkembangannya, kamu bisa datang ke museum ini. Ditampilkan berbagai koleksi operasional bank, seperti peti uang, mesin hitung uang, surat berharga, hingga mata uang kuno.

    2. Membuat Gerabah di Museum Keramik

    Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaMuseum Seni Rupa dan Keramik Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

    Selain sejumlah museum sebelumnya, ada pula Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua. Sesuai namanya, museum ini menyimpan sejarah seni di Tanah Air hingga menampilkan berbagai koleksi keramik dan karya seni.

    Menariknya, traveler dapat mengikuti pottery class di sana. Cukup mengeluarkan kocek Rp 50.000, kamu akan belajar membuat tembikar atau gerabah dengan bimbingan ahlinya. Nantinya, karya yang berhasil dibuat itu bisa traveler bawa pulang.

    3. Nongkrong di Toko Merah

    Ada kafe di Toko Merah Kota Tua JakartaToko Merah Kota Tua Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

    Terdapat bangunan berbata merah di kawasan Kota Tua yang berusia hampir tiga abad, yaitu Toko Merah. Dilansir Historia, gedung ini dibangun pada 1730. Setelahnya bangunan ini berganti-ganti pemilik.

    Pada 1998, Toko Merah ditetapkan sebagai cagar budaya. Gedung ini dimiliki oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sejak 2003. Usai sekian lama tidak difungsikan, Toko Merah kini menjadi kafe untuk nongkrong aesthetic bernuansa vintage bernama RODE Winkel.

    RODE Winkel menawarkan aneka kopi dan menu makanan nusantara yang lezat. Kafe ini juga menyajikan berbagai pastry, camilan, dan minuman non kopi. Tempat nongkrong ini buka setiap hari dari jam 10.00-22.00 WIB pada Senin-Jumat dan 07.00-22.00 pada Sabtu-Minggu.

    4. Berkeliling dengan Sepeda

    Area Kota Tua Jakarta cukup luas, karena itu traveler dapat mengelilinginya dengan bersepeda. Pengunjung bisa menyewa sepeda ontel di sekitar kawasan tersebut dengan harga cukup terjangkau.

    Kamu pun dapat berkeliling Kota Tua sesukamu tanpa lelah, bahkan ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi.

    5. Hunting Foto

    Objek wisata baru di Kota Tua JakartaKali Besar Kota Tua Jakarta (detikcom)

    Berfoto merupakan aktivitas yang tidak boleh dilewatkan saat ke Kota Tua. Pasalnya, setiap sudut di kawasan ini bisa jadi spot foto Instagramable. Gedung-gedung kuno yang terawat memiliki vibes vintage yang estetik.

    Jalan sedikit ke area Kali Besar Kota Tua terdapat bekas dermaga di masa lalu yang dominan berwarna putih jadi spot favorit berfoto pengunjung. Selain itu, bisa pergi ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang terkenal pada abad ke-5 untuk melihat kapal dan perahu-perahu bersandar. Atau ke Jembatan Kota Intan yang dulunya untuk lalu lintas perahu dan dibangun pada 1628.

    6. Wisata Kuliner

    Kalau lapar setelah seharian bermain di Kota Tua Jakarta, kamu dapat mengunjungi restoran, kafe, serta tenant makanan yang terdapat di sana.

    Bisa mampir ke Cafe Batavia ikonik yang bangunannya masih berdiri kokoh sejak 1805. Menu yang disuguhkan otentik makanan nusantara seperti Rujak Kepiting, Nasi Goreng Roa, Putri Mandi, dan Ronde.

    Terdapat Kedai Seni Djakarte yang gedungnya juga bergaya tempo dulu. Kamu dapat mencicipi aneka menu makanan berat, camilan, dan minuman. Kalau ingin mencoba berbagai pizza ala New York City, bisa datang ke NYPD Pizza.

    Kawasan Kota Tua Jakarta terletak di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Dari pusat kota Jakarta, tempat ini berjarak dekat dan bisa ditempuh dalam waktu 15-20 menit.

    Lokasi Kota Tua mudah diakses dengan kendaraan pribadi dan umum seperti KRL, Transjakarta, atau transportasi online. Bisa turun di Stasiun Jakarta Kota bagi pengguna KRL. Keluar dari stasiun maka traveler sudah berada di sekitar kawasan Kota Tua.

    Jika naik Transjakarta maka kamu dapat berhenti di Halte Kota yang berlokasi di sebelah Stasiun Jakarta Kota. Bus Transjakarta yang melayani rute melewati atau ke kawasan ini, antara lain:

    • Koridor 1: Blok M – Kota
    • Koridor 1A: Pantai Maju – Balai Kota
    • Koridor 3H: Stasiun Pesing – Kota
    • Koridor 12: Pluit – Tanjung Priok
    • Koridor 12A: Kota – Kali Adem
    • Koridor 12B: Pluit – Senen

    Kalau menggunakan transportasi online, kamu dapat memesan langsung menuju kawasan Kota Tua Jakarta. Sementara bila menaiki kendaraan pribadi, traveler bisa mengandalkan online maps jika tidak tahu rutenya ya.

    Tiket Masuk Kota Tua Jakarta

    Untuk masuk ke kawasan Kota Tua tidak dikenakan biaya alias gratis. Kamu barulah akan dikenakan tiket jika mengunjungi sejumlah museum. Tapi tenang saja, tiket masuk museum rata-rata sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000-15.000 saja.

    Jam Buka Kota Tua Jakarta

    Kawasan Kota Tua, tepatnya Taman Fatahillah dapat diakses setiap hari mulai jam 06.00-22.00 WIB. Waktu operasional sejumlah museum lebih singkat lagi. Berikut jam buka beberapa museum di Kota Tua Jakarta:

    • Museum Fatahillah: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
    • Museum Bank Indonesia: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
    • Museum Bank Mandiri: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
    • Museum Seni Rupa dan Keramik: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
    • Museum Bahari: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
    • Museum Wayang: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB).

    Tips Berkunjung ke Kota Tua Jakarta

    Kota Tua JakartaKota Tua Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Kalau tertarik mengunjungi kawasan Kota Tua, ada sejumlah tips yang bisa kamu ikuti nih. Dilansir Jakarta Tourism, berikut tips berkunjung ke Kota Tua Jakarta:

    • Pastikan kondisi badan fit
    • Tentukan tujuan wisata yang ingin dikunjungi sebelum berangkat
    • Kenakan pakaian yang nyaman
    • Datang di waktu pagi agar belum terlalu ramai
    • Tidak datang di waktu sore karena sejumlah museum sudah tutup
    • Gunakan sunblock karena cuaca panas menyengat di siang hari
    • Bawa payung dan alas duduk
    • Tidak buang sampah sembarangan.

    Nah, itu tadi panduan lengkap berwisata ke Kota Tua Jakarta. Jadi, apakah kamu berminat mengunjungi kawasan wisata ini?

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Panduan ke Pasar Barang Bekas Jatinegara, Cari Apa Aja Ada


    Jakarta

    Pasar barang bekas Jatinegara lebih dikenal dengan sebutan Pasar Jembatan Item. Pasar loak ini adalah surga bagi para pencari barang lawas, mulai dari barang kebutuhan hingga sekadar koleksi.

    Jika belum pernah ke sana, simak dulu panduannya sebelum datang ke sana, mulai dari barang apa saja yang dijual, lokasi, cara menuju ke sana, dan jam bukanya. Berikut ulasannya yang dirangkum dari catatan detikcom dan berbagai sumber.

    Barang yang Dijual di Pasar Barang Bekas Jatinegara?

    Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Pasar barang bekas. (Agung Pambudhy/detikcom)

    Pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item menyediakan berbagai jenis barang. Sebetulnya tidak hanya barang bekas, banyak barang baru yang dijual di sana.


    Berikut ini beberapa macam barang yang bisa ditemukan di pasar barang bekas Jatinegara:

    • Barang elektronik: HP, speaker, earphone, vacuum cleaner
    • Peralatan rumah tangga: kompor gas, ember, alat memasak, jebakan tikus
    • Fashion: sepatu, pakaian, jam tangan, cincin akik
    • Pernak-pernik rumah: lukisan, lampu hias, guci, patung, jam dinding, barang antik
    • Barang koleksi: kaset, buku, uang kuno
    • Otomotif: spare part, jok, ban, aksesoris kendaraan
    • Mainan anak dan sebagainya.

    Lokasi dan Jam Buka Pasar Barang Bekas Jatinegara

    Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Barang-barang unik di Pasar Jatinegara (Agung Pambudhy/detikcom)

    Lokasi Pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item adalah di Jalan Bekasi Barat III, Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ada pedagang yang memiliki kios, tetapi ada juga pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan.

    Jam buka Pasar barang bekas Jatinegara umumnya adalah mulai waktu subuh hingga pukul 17.00 WIB. Namun ada juga pedagang yang membuka lapak 24 jam. Pasar loak ini paling ramai dikunjungi di akhir pekan.

    Untuk menuju ke pasar barang bekas Jatinegara, kalian bisa naik kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti kereta rel listrik (KRL) atau TransJakarta.

    Naik Kendaraan Pribadi

    Jika naik kendaraan pribadi dari arah selatan, traveler bisa melintasi Jalan Condet kemudian Jalan Dewi Sartika, dan Jalan Otto Iskandar Dinata. Kemudian berlanjut ke Jalan Jatinegara Barat, Jalan Jatinegara Barat 2, Jalan Jatinegara Timur, dan Jalan Jatinegara Timur III ke utara hingga ke Jalan Bekasi Barat III.

    Jika dari utara, kamu bisa melalui Jalan Gunung Sahari, Jalan Pasar Senen, Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Timur, baru kemudian masuk ke Jalan Bekasi Barat III.

    Naik Transportasi Umum

    Jika naik KRL, traveler bisa turun di Stasiun Jatinegara. Keluar dari stasiun, kamu bisa menyeberang dan berjalan kaki ke arah selatan hingga sekitar 300 meter. Sampai di GOR Guna Bangsa, kamu bisa belok ke barat, ke Jalan Bekasi Barat III.

    Jika naik bus TransJakarta dari arah utara, traveler bisa naik Koridor 5D jurusan Ancol-PGC1. Turunlah di Halte Jatinegara RS Premier, kemudian berjalan kaki ke utara sekitar 500 meter atau sekitar 10 menit.

    Jika dari arah selatan, traveler bisa naik angkutan umum M06A dan turun di halte Stasiun Jatinegara 4. Atau kamu bisa naik Trans Jakarta Koridor 7 ke arah Kampung Melayu kemudian pindah angkutan umum JAK 42 dan turun di Halte Jatinegara Timur. Selanjutnya, kamu tinggal jalan kaki sekitar 350 meter atau sekitar 7 menit.

    Nah, itulah tadi panduan ke pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item, mulai dari barang apa saja yang dijual, lokasi, jam buka, dan cara menuju ke sana.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Panduan Perjalanan dari Jakarta ke Ciwidey Naik Kereta Api dan Biayanya


    Jakarta

    Ciwidey memiliki sejumlah objek wisata yang menarik dikunjungi. Buat warga Jakarta yang pengin ke sana tapi nggak mau capek-capek mengemudi atau berkendara sendiri, kalian bisa naik transportasi umum.

    Dalam artikel ini akan kita ulas panduan dari Jakarta ke Ciwidey naik kereta api. Tentunya, kereta api hanya mengantarkan hingga stasiun terdekat yang dilanjutkan dengan transportasi umum menuju Ciwidey.

    Rute dari Jakarta ke Ciwidey Naik Kereta

    Berikut ini rute perjalanan dari Jakarta ke Ciwidey naik kereta api yang berlanjut dengan alat transportasi lainnya, lengkap dengan perkiraan biayanya.


    1. Naik Kereta ke Bandung

    Yang pertama, traveler bisa naik kereta yang memiliki beberapa pilihan. Kalian bisa naik dari Stasiun Gambir dan turun ke Stasiun Bandung, atau naik dari Stasiun Pasar Senen dan turun di Stasiun Kiaracondong. Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam.

    Disarankan untuk turun di Stasiun Bandung, karena jaraknya lebih dekat menuju ke titik selanjutnya. Namun jika turun di Stasiun Kiaracondong, selisihnya juga tak terlalu jauh.

    Berikut ini beberapa pilihan kereta api Jakarta-Bandung, lengkap dengan kisaran harga tiketnya, yang dilansir dari situs KAI:

    a. Cikuray (Ekonomi)

    Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung-Stasiun Kiaracondong
    Harga tiket: Rp 45 ribu

    b. Serayu (Ekonomi)

    Rute: Stasiun Pasar Senen-Stasiun Kiaracondong (tidak berhenti di Stasiun Bandung)
    Harga tiket: Rp 63 ribu

    c. Papandayan (Ekonomi & Eksekutif)

    Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
    Harga tiket: Rp 120 ribu-Rp 200 ribu

    d. Papandayan Panoramic (Eksekutif)

    Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
    Harga tiket: Rp 425 ribu

    e. Argo Parahyangan (Ekonomi & Eksekutif)

    Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
    Harga tiket: Rp 120 ribu-Rp 200 ribu

    f. Argo Parahyangan Luxury (Eksekutif)

    Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
    Harga tiket: Rp 380 ribu-Rp 510 ribu

    g. Argo Parahyangan Panoramic (Eksekutif)

    Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
    Harga tiket: Rp 400 ribu

    h. Pangandaran (Ekonomi & Eksekutif)

    Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
    Harga tiket: Rp 120 ribu-Rp 200 ribu

    2. Ke Terminal Leuwipanjang

    Setelah turun dari Stasiun Bandung atau Kiaracondong, traveler bisa pindah ke titik selanjutnya, yaitu ke Terminal Leuwipanjang. Ada beberapa transportasi umum, tetapi disarankan untuk naik ojek atau taksi yang lebih cepat.

    Perjalanan ini menempuh waktu sekitar 15-20 menit. Tarif naik ojek online sekitar Rp 20 ribu, sedangkan naik taksi online biayanya sekitar Rp 45 ribu.

    3. Ke Terminal Cibeureum

    Tiba di Terminal Leuwipanjang, carilah angkutan yang dikenal dengan sebutan Colt L300 untuk menuju ke Terminal Cibeureum, Ciwidey. Tanya kepada petugas jika masih ragu. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 40-50 menit. Tarif naik angkutan ini sekitar Rp 20 ribu.

    4. Ke Tempat Wisata Ciwidey

    Terakhir, setelah sampai di Terminal Cibeureum, traveler bisa menuju ke tempat wisata naik sejumlah angkutan umum. Misalnya jika menuju ke Kawah Putih, Patuha, Ranca Upas, atau Situ Patenggang, kalian bisa menggunakan angkutan umum warna kuning yang tarifnya sekira Rp 10-15 ribu.

    Atau traveler bisa mencari paket wisata yang memberikan fasilitas penjemputan. Sampaikan bahwa titik penjemputan kamu adalah di Terminal Cibeureum.

    Nah, itulah tadi panduan perjalanan dari Jakarta ke Ciwidey naik kereta api, lengkap mulai dari rute, pilihan kereta, hingga biayanya. Sebelum berangkat, jangan lupa update rute transportasi umum dan biaya yang diperlukan.

    Selain itu, detikers sebaiknya mempersiapkan duit kas untuk biaya transortasi umum menuju Ciwidey. Tidak semua angkutan umum menyediakan akses pembayaran non tunai saat melayani penumpang.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com