Tag: trend

  • 3 Cara Mudah Membaca Indikator MACD Untuk Trader Pemula!

    Bagi Anda yang ingin berkecimpung di dunia kripto tentulah harus memahami strategi yang harus dilakukan. Karena menggunakan feeling saja itu tidak cukup. Nah penggunaan strategi ini bisa dilakukan dengan memilih indikator apa yang akan digunakan. Salah satu indikatornya adalah MACD. Lalu, apa sih Indikator MACD itu? Dan bagaimana cara membaca indikator MACD?

    Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

    Apa itu MACD?

    Moving Average Convergence Divergence, adalah sebuah indikator momentum yang dihitung untuk menunjukan hubungan antara dua moving average dari sebuah mata uang kripto. Penggunaan indikator ini membuat Anda bisa mengidentifikasi tren yang terjadi, bahkan sebelum tren tersebut terjadi. 

    MACD ini diperhitungkan dengan menggunakan EMA (Exponential Moving Average) atau rerata bergerak eksponensial. EMA sendiri merupakan jenis rerata bergerak (moving average) yang menekankan pada pentingnya poin data terkini. EMA pun juga disebut sebagai rerata bergerak tertimbang eksponensial (exponentially weighted moving average). Dimana ia akan bereaksi lebih signifikan terhadap perubahan harga aset terkini dibanding simple moving average

    Kenapa Menggunakan Indikator MACD

    Indikator MACD bukanlah satu-satunya indikator momentum yang dapat digunakan, masih banyak indikator lain yang dapat digunakan dalam trading aset kripto. Kendati demikian, MACD memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya banyak digunakan oleh para trader. Lantas, apa saja sih keunggulannya?

    Keunggulan yang pertama ialah indikator MACD merupakan indikator trading yang sederhana, namun bisa memberikan sinyal yang baik. Indikator ini juga sangat mudah digunakan dan dibaca. Sehingga membuat indikator MACD mudah dipelajari bagi Anda yang pemula dan masih belajar trading aset kripto.

    Keunggulan selanjutnya adalah Anda bisa mengamati arah trend aset yang sedang diperdagangkan sedang bergerak ke arah downtrend atau uptrend. Tentunya hal ini dapat mempertajam analisis pasar Anda. 

    MACD juga memiliki kemampuan untuk menentukan pembalikan trend, sehingga trader dapat mengetahui titik mana yang tepat untuk masuk dan keluar, dan yang terakhir MACD menyediakan informasi yang lebih update.  

    Indikator serta Komponen MACD 

    MACD berkaitan dengan convergence dan divergence dari dua rerata bergerak yang diamati. Nah, convergence atau konvergensi terjadi ketika rerata bergerak saling mendekati satu sama lain. Sedangkan divergence atau divergensi terjadi ketika sebaliknya. 

    Sementara itu, MACD memiliki 3 komponen utama yang terdiri dari:

    Nilai MACD diperoleh dari selisih antara EMA periode pendek (12) dengan EMA periode panjang (26). Kedua angka tersebut -12 dan 26- adalah periode standar yang digunakan. Jadi Anda masih tetap bisa menyesuaikan berdasarkan kebutuhan Anda sendiri. 

    Sinyal sebagai komponen indikator MACD juga menggunakan EMA. Namun, EMA yang dipakai untuk komponen sinyal biasanya adalah EMA yang memiliki periode yang lebih pendek dari EMA periode pendek pada MACD. 

    Histogram diperoleh dari selisih antara MACD dan sinyal.  

    Cara Membaca Indikator MACD

    Ada beberapa cara yang bisa Anda ketahui, pahami, dan ikut. Secara umum, inilah 3 cara membaca indikator MACD:

    • MACD berpotongan dengan sinyal

    Cara ini adalah cara membaca indikator MACD yang paling umum yang digunakan oleh para trader dalam membaca indikatornya. Ketika garis MACD memotong dan berada di atas garis sinyal, maka ada dua kesimpulan, yaitu:

    • Apabila garis MACD memotong garis sinyal dan berada di atasnya, maka grafik menunjukkan prediksi bahwa harga akan naik.
    • Apabila garis MACD memotong garis sinyal dan berada di atas garis sinyal, hal tersebut merupakan tanda atau sinyal beli (titik beli), dan sebaliknya. 

    Ketika nilai MACD memotong dan ada di atas titik 0, menunjukkan adanya momentum trend strong bullish, yang berarti harga aset akan mengalami kenaikan, dan dapat dikatakan ada momentum uptrend disini. Dan begitu juga sebaliknya.

    Apabila garis MACD bergerak ke atas, namun masih berada di bawah titik 0, hal ini berarti harga aset akan mengalami kenaikan, namun belum bisa dikatakan bullish. Karena masih ada kemungkinan harga akan mengalami kenaikan. Berbeda cerita jika garis MACD sudah berhasil memotong dan bahkan berada di atas titik 0, artinya inilah indikasi yang menunjukkan adanya momentum uptrend atau strong bullish. Hal yang sama pun berlaku sebaliknya. 

    Apabila garis histogram berada di bawah 0, lalu mengecil dan menuju ke atas 0,artinya harga akan mengalami kenaikan, dan sebaliknya. Histogram digunakan sebatas untuk memprediksi pergerakan harga aset saja.

    Itulah penjelasan mengenai indikator MACD dan cara membacanya. Apakah Anda tertarik untuk segera melakukan strategi ini pada aset kripto milik Anda? Yuk lakukan trading maupun investasi aset kriptonya di Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Major Trend, Secondary Trend dan Minor Trend

    Setelah minggu lalu kita mempelajari beberapa jenis kondisi pasar, dari bullish, bearish dan side way, minggu ini kita akan beleajar untuk menganalisis tiga jenis kondisi pada sebuah tren tersebut.

    Menurut teori yang paling dikenal yaitu Dow Theory, kondisi apada sebuah tren dibagi lagi menjadi tiga bagian yang detail, yaitu major trend (primary trend), secondary trend (intermediate trend) dan minor trend (nearest-term trend).

    Garis yang menghubungkan titik A – B – C-D pada gambar di bawah adalah sebagai major trend yang membentuk uptrending charts. Di dalamnya terdapat tren yang lebih kecil, disebut dengan secondary trend. Apabila diperhatikan secara saksama, di dalam secondary trend masih terdapat trend yang lebih kecil lagi-yaitu minor trend.

    Gambar : Menunjukkan secondary trend dan minor trend yang berada di dalam sebuah major uptrend.

    Teori tersebut mengilustrasikan tcorinya dengan “LAUT”. Pasang (tide) digambarkan sebagai major trend, ombak (wave) sebagai secondary trend, dan riak-rak (ripples) pada ombak dikatakan sebagai minor trend. Kita bisa memperkirakan air laut sedang pasang/surut (uptrend/ downtrend) dengan memperhatikan batas ketinggian air yang dicapai oleh ombak di pinggir laut, untuk mengilustrasikan puncak dan lembah terakhir pada sebuah charts.

    Dow menyatakan bahwa sebuah primary trend (major trend) pada suatu pasar (market) bisa lebih dari satu tahun atau bahkan bcberapa tahun. Secondary trend yang terjadi akibat koreksi sesaat, dianggap penurunan wajar atau sementara pada primary trend, dan mempunyai batasan waktu antara tiga minggu sampai dengan tiga bulan. Sedangkan nor trend yang memiliki batasan waktu terpendek, umumnya berlangsung kurang dari tiga minggu. Minor trend ini merupakan fluktuasi harga yang terjadi dalam secondary trend. Tren-tren ini saling berinteraksi dalam kurun waktu yang tak terbatas, dari yang sangat singkat meliputi menit per menit, sampai dengan jangka waktu yang sangat panjang-misalnya 100 tahun.

    Para pelaku pasar memiliki tiga keputusan setelah melakukan analisisnya. Yang pertama, melakukan aksi beli (bisa juga disebut dengan istilah long atau buy). Yang kedua, melakukan aksi jual (short-sell atau sell) dan yang terakhir, tidak melakukan apa-apa atau wait and see. Tentu apabila terdapat kecenderungan turun, lebih baik melakukan aksi jual; dan sebaliknya jika terdapat kecenderungan naik, bisa untuk melakukan aksi beli. Namun, bila market sedang sideways-wait and see adalah keputusan yang paling bijaksana.

    Tetapi dengan adanya instrumen Options yang semakin hari semakin populer, telah membuka peluang bagi para investor untuk tetap bisa memperoleh profit pada saat market sidenays, misalnya dengan strategi Credit Spread. Selain itu fungsi Options lainnya juga bisa digunakan sebagai leverage, yaitu dengan strategi Long Call sebagai pengganti membeli saham, ataupun dengan menggunakan strategi Long Put scbagai pengganti short-sell saham. Strategi yang unik, Options juga bisa digunakan untuk mengantisipasi kedua arah market sekaligus, atau dengan kata lain, bisa memperoleh k”intungan bila market naik maupun turun, yaitu dengan melakukan strategi Straddle atau Strangle.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daya Beli Tergerus, Bisnis Pinjol Makin Tumbuh


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pertumbuhan industri financial technology peer to peer lending (fintech p2p lending) atau pinjaman online (pinjol) terus meningkat di tengah daya beli masyarakat yang menurun. Hal ini dapat dilihat dari piutang pembiayaan pada Juli 2024 kembali tumbuh.

    Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman mengatakan outstanding pembiayaan fintech p2p lending pada Juli 2024 terus meningkat menjadi 23,97% secara tahunan dengan nominal Rp 69,39 triliun. Pertumbuhan ini dapat mencerminkan industri pinjol dapat menghadapi tantangan ekonomi yang ada, termasuk daya beli masyarakat yang melemah.

    “Pertumbuhan piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) pada Juli 2024 juga mengalami pertumbuhan sebesar 10,53% secara tahunan menjadi Rp 494,10 triliun,” kata Agusman dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (12/9/2024).


    Dia menjelaskan dengan trend pertumbuhan pembiayaan yang tetap terjaga memberikan sinyal bahwa industri multifinance dan fintech P2P lending memiliki kemampuan dalam memitigasi risiko penurunan daya beli masyarakat. Alhasil dia memprediksi pembiayaan di sektor multifinance dan fintech P2P lending dapat terus meningkat.

    “Diperkirakan pembiayaan oleh multifinance dan fintech P2P lending dapat melanjutkan pertumbuhan,” jelasnya.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia terus mengalami deflasi selama empat bulan berturut-turut sejak April 2024. BPS menyebut Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,03% (month to month/mtm) pada Agustus. Sementara itu, pada Juli terjadi deflasi 0,18%, dan pada Juni juga deflasi 0,08%. Deflasi pertama kali terjadi pada Mei di rentang 0,03%.

    Pada saat yang bersamaan, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia terus mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir. Mayoritas dari mereka turun kelas hingga membuat jumlah masyarakat yang rentan miskin membengkak. Padahal kelas menengah menyumbang perekonomian Indonesia.

    Berdasarkan catatan BPS, jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai 47,85 juta jiwa pada 2024 atau setara dengan 17,13% proporsi masyarakat di Tanah Air. Jumlah itu menurun dibandingkan 2019 yang mencapai 57,33 juta jiwa atau setara 21,45% dari total penduduk.

    “Bahwa memang kami identifikasi masih ada scarring effect dari pandemi COVID-19 terhadap ketahanan dari kelas menengah,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (28/8/2024).

    (das/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • 175 Brand Lokal Meriahkan Muslim Fashion Festival 2024 di Istora Senayan

    Jakarta

    Gelaran tahunan Muslim Fashion Festival (Muffest)+ 2024 Road to IN2MF digelar oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) mulai dari 8-11 Agustus 2024 di Istora Senayan Jakarta.

    Muffest+ 2024 Road to IN2MF menyajikan rangkaian acara pameran dagang dan fashion show lebih dari 175 brand lokal. Muffest+ 2024 Road to IN2MF yang digelar kesembilan kalinya ini, mengusung tema ‘Flying to The Global Market.’

    Sesuai dengan tema tersebut Muffest memberikan harapan modest fashion Indonesia menjadi trendsetter di pasar internasional. Selain itu diharapkan juga bisa mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat modest fashion dunia.


    Selain pameran dagang dan fashion show, Muffest dimeriahkan penampilan dari bintang tamu yaitu Voice of Baceprot dan HIVI. Muffest+ 2024 Road to IN2MF juga menghadirkan kegiatan inspiratif lainnya seperti talkshow seputar modest fashion dan gaya hidup halal dan seminar Fashion Trend Forecasting yang ditujukan untuk mahasiswa mode, desainer, UMKM sektor fashion, pelaku industri tekstil dan fashion, bahkan khalayak umum penikmat fashion.

    Muffest+ konsisten menghadirkan keragaman gaya modest fashion mulai dari street wear, urban dan kontemporer style, evening wear, hingga syari dengan mengaplikasikan konsep sustainable atau keberlanjutan.

    Pameran dagang Muffest+ tahun ini menyediakan mulai dari produk tekstil hingga busana modest siap pakai dan pelengkapnya seperti hijab, aksesori, tas, alas kaki, hingga produk kecantikan dan kosmetik.

    Muffest+ 2024 Road to IN2MF secara resmi dibuka oleh Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Imam Hartono, bersama Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Plt. Dirjen PEN), Mardyana Listyowati dan didampingi oleh National Chair Indonesian Fashion Chamber, Lenny Agustin, CEO PT.Gemalindo Kreasi Indonesia, Irvan Mahidin, dan Advisory Board Indonesian Fashion Chamber, Taruna K Kusmayadi.

    Dalam sambutan Menteri Perdagangan RI, Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., yang disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Mardyana Listyowati, terungkap berdasarkan skor indikator ekonomi yang dikeluarkan oleh Global Islamic Economy Indicator (GIEI), pada tahun ini Indonesia berada pada peringkat ketiga untuk negara yang mengembangkan produk modest fashion setelah Turki dan Malaysia.

    Pesatnya performa Indonesia dalam bidang industri fashion muslim di dunia karena Indonesia aktif dalam menyelenggarakan berbagai pagelaran pameran fashion muslim berskala global, seperti Muffest+, JMFW, dan IN2MF. Pergelaran busana berskala global ini menjadi ajang pameran untuk memperkenalkan berbagai produk industri fashion muslim Indonesia kepada mancanegara.

    National Chair Indonesian Fashion Chamber, Lenny Agustin, menyampaikan pada tahun kesembilan pelaksanaan Muffest+ ini diharapkan semakin memperkuat peran strategis dalam memasarkan modest fashion Indonesia ke pasar global.

    “Sejak pertama kali diselenggarakan, Muffest+ konsisten memberikan perhatian khusus pada kolaborasi dengan institusi pendidikan bidang mode untuk membersamai generasi penerus industri modest fashion di Indonesia serta konsisten menggaungkan konsep sustainable sejak tahun 2020 sehingga produk modest fashion Indonesia tak hanya memperlihatkan estetika semata, namun juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan secara berkelanjutan,” ungkap Lenny Agustin.

    Acara pembukaan Muffest+ 2024 Road to IN2MF ditutup dengan fashion show persembahan Bank Indonesia yang menampilkan koleksi modest fashion dengan menggunakan keragaman wastra unggulan dari sejumlah daerah di Indonesia. Karya tersebut merupakan hasil kolaborasi antara desainer dan UMKM sektor fesyen dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

    Pembuka rangkaian fashion show Muffest+ 2024 Road to IN2MF menghadirkan peragaan karya dari KaLLoLo by ARIE RICH persembahan KPw Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, SANET persembahan KPw Bank Indonesia Jember, Elly Virgo persembahan KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Charlie Bravo persembahan KPw Bank Indonesia Lhokseumawe, Salsabilaocaa persembahan KPw Bank Indonesia Provinsi Aceh, KAYO by Fey Kayo persembahan KPw Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, SAMSUGA persembahan KPw Bank Indonesia Malang, Adis Karim by Rumah Songket Adis persembahan KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, dan Dekranasda Banjarbaru berkolaborasi dengan VIVIZUBEDI.

    Rangkaian fashion show pada hari pertama Muffest+ 2024 Road to IN2MF ditutup dengan mini show yang memperlihatkan koleksi kolaborasi GISTEX dengan brand kami., Nobby, Geulis, dan Aden. Kemudian, diakhiri dengan peragaan busana karya member Indonesian Fashion Chamber (IFC) yaitu Neli Gunawan, Rineereo, dan Perta M Naja.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com