Tag: tron

  • Tron Hadirkan Fitur ‘Gas Free’ untuk Transaksi USDT

    Tron, salah satu blockchain yang dikenal sebagai pilihan utama untuk transaksi stablecoin USDT, akan segera menghadirkan fitur baru yang memungkinkan transaksi bebas komisi atau “Gas Free”.

    Dilaporkan Cointelegraph, fitur ini dijadwalkan meluncur dalam minggu depan, seperti yang diumumkan oleh pendiri Tron, Justin Sun, pada 25 Februari 2025.

    Mengembalikan Tron sebagai Jaringan Transfer USDT Termurah

    Dulu, Tron dikenal sebagai jaringan paling hemat biaya untuk transfer USDT dibandingkan dengan blockchain lainnya, terutama Ethereum. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, biaya gas untuk transaksi TRC-20 USDT melonjak drastis, bahkan sempat mencapai lebih dari $9 per transaksi pada akhir tahun 2024.

    Data terbaru dari Tether menunjukkan bahwa saat ini, biaya gas untuk TRC-20 USDT berada di kisaran $3,20 hingga $6,50, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya transfer USDT di Ethereum yang hanya sekitar $0,40.

    Kondisi ini membuat banyak pengguna mengeluhkan tingginya biaya transaksi, yang berlawanan dengan reputasi Tron sebagai opsi termurah untuk transfer stablecoin. “USDT pada Tron dulunya merupakan opsi termurah, tetapi sekarang sudah tidak lagi,” ujar salah satu pengguna di media sosial X pada pertengahan Desember 2024.

    Bagaimana Fitur ‘Gas Free’ Bekerja?

    Dengan hadirnya fitur “Gas Free”, pengguna USDT di Tron tidak lagi memerlukan token TRX untuk membayar biaya transaksi. Hal ini tentu akan memudahkan para pengguna, terutama mereka yang tidak memiliki saldo TRX dalam dompet mereka.

    Sun juga mengundang berbagai tim dan pengembang dompet digital untuk mendukung fitur ini melalui JustLend DAO, platform pinjaman resmi di Tron.

    Tron Foundation telah bekerja untuk mengembangkan solusi bebas gas ini sejak pertengahan 2024. Sun awalnya berencana untuk memperkenalkan fitur ini pada kuartal keempat 2024, dan akhirnya akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

    Dampak Bagi Pengguna dan Industri Blockchain

    Peluncuran fitur ini diharapkan dapat mengembalikan daya saing Tron dalam ekosistem stablecoin dan menarik lebih banyak pengguna serta proyek ke jaringannya. Dengan biaya transaksi yang lebih rendah, fitur ini juga dapat mempercepat adopsi stablecoin secara luas di berbagai sektor bisnis.

    “Saya yakin layanan ini akan memudahkan perusahaan besar dalam mengadopsi stablecoin di blockchain, serta mendorong adopsi massal ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Sun.

    Sementara itu, pihak JustLend DAO mengonfirmasi bahwa mereka akan segera merilis pernyataan resmi terkait peluncuran fitur “Gas Free” ini.

    Dengan inovasi ini, Tron berupaya kembali menjadi pilihan utama untuk transaksi stablecoin USDT yang cepat, efisien, dan kini lebih hemat biaya. Bagaimana pendapatmu tentang fitur baru ini? Apakah akan membawa dampak besar bagi pengguna crypto?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Terbaik untuk Strategi DCA (Dollar Cost Averaging)

    Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) menjadi salah satu cara paling aman dan efektif untuk berinvestasi di aset kripto khususnya altcoin, terutama bagi pemula.

    Namun, tidak semua altcoin cocok untuk strategi ini, karena banyak altcoin yang bahkan dalam jangka waktu tertentu sudah tidak layak lagi untuk dibeli.

    Dalam artikel ini, kita akan membahas tujuh altcoin dengan fundamental kuat, adopsi luas, dan prospek jangka panjang yang ideal untuk DCA: Mulai dari ETH si raja altcoin, hingga PAX Gold stablecoin dengan cadangan emas.

    Apa Itu DCA (Dollar Cost Averaging)?

    Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi di mana kamu membeli aset secara berkala—misalnya mingguan atau bulanan.

    Contoh: Jika kamu memutuskan membeli altcoin senilai Rp500.000 setiap minggu, meskipun harga sedang naik atau turun—atau membeli di setiap harga berada di level tertentu berdasarkan analisa teknikal. Tujuannya adalah mendapatkan harga beli rata-rata dalam jangka panjang.

    Singkatnya, metode Dollar Cost Averaging adalah membeli dengan cara mencicil di setiap level harga tertentu.

    Baca lebih lengkap: Apa Itu Dollar-Cost Averaging (DCA)?

    Apa Kriteria Altcoin yang Cocok untuk DCA (Dollar Cost Averaging)?

    Kriteria altcoin yang cocok untuk Dollar Cost Averaging (DCA)  adalah altcoin yang bisa disimpan dalam jangka panjang, karena dengan melakukan DCA berarti kamu mengakumulasi aset dalam periode waktu tertentu—sehingga pertumbuhan harga yang kamu incar adalah dalam jangka panjang, tidak seperti lump sum (membeli sekaligus) yang mengincar pertumbuhan harga instan.

    Biasa koin dengan potensi jangka panjang adalah koin yang memiliki fundamental kuat, kegunaan yang nyata, dan adopsi yang terus berkembang. Altcoin ini juga tentunya harus sudah terdaftar resmi di Bappebti agar aman secara regulasi.

    Baca juga: 5 Altcoin Terbaik untuk Pemula: Murah, Legal, dan Mudah Dipahami

    Altcoin Terbaik untuk Strategi DCA: ETH, BNB, XRP, ADA, SOL, TRON, hingga PAXGOLD

    Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) cocok diterapkan pada aset kripto yang memiliki ketahanan nilai, fundamental kuat, dan prospek jangka panjang—biasa koin-koin ini ada di urutan tertinggi secara kapitalisasi pasar, berikut beberapa di antaranya.

    1. Ethereum (ETH)

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 14 Agustus 2025.
    • Fundamental: Blockchain smart contract terbesar di dunia, menjadi pondasi ekosistem banyak ekosistem DeFi, NFT, dan Web3.
    • Adopsi: Dipakai ribuan dApps dan proyek besar, serta terdaftar sebagai kripto dengan ETF approval di Amerika menjadikan investor institusional dapat masuk dengan mudah.
    • Alasan Cocok DCA: Peran vital dalam industri blockchain membuat ETH tetap relevan dalam jangka panjang. Meskipun memiliki suplai token yang tak terbatas, mekanisme token burn dapat membantu menyeimbangkan laju inflasi kedepannya.

    2. Binance Coin (BNB)

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 14 Agustus 2025.
    • Fundamental: Token utama ekosistem Binance, bursa kripto terbesar di dunia.
    • Adopsi: Digunakan untuk membayar biaya transaksi, staking, hingga akses ke berbagai ekosistem yang ada di Binance Smart Chain.
    • Alasan Cocok DCA: Likuiditas tinggi, ekosistem terus berkembang, dan mekanisme token burn mengurangi suplai sehingga berpotensi mendorong harga.

    Baca juga: Fakta di Balik Lonjakan BNB: Mengapa Korporasi Tertarik?

    3. Ripple (XRP)

    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Kamis, 14 Agustus 2025.
    • Fundamental: Fokus pada transfer uang lintas negara cepat dan murah.
    • Adopsi: Bermitra dengan banyak bank dan institusi keuangan global.
    • Alasan Cocok DCA: Solusi nyata di sektor perbankan, legal clarity semakin kuat, dan meskipun pergerakannya tidak seimpulsif altcoin lain, XRP membuktikan sideways panjang bukan berarti mati.

    Baca juga: Apakah XRP Bisa Tembus $30 di Siklus Bullish Kali Ini?

    4. Cardano (ADA)

    Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Kamis, 14 Agustus 2025.
    • Fundamental: Blockchain proof-of-stake yang efisien dan ramah lingkungan.
    • Adopsi: Digunakan untuk smart contract, DeFi, dan proyek sosial di berbagai negara berkembang.
    • Alasan Cocok DCA: Komunitas aktif, roadmap jelas, dan fokus pada keamanan serta skalabilitas jangka panjang.

    5. Solana (SOL)

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 14 Agustus 2025.
    • Fundamental: Blockchain berkecepatan tinggi dengan biaya transaksi rendah — banyak digunakan sebagai rumah untuk meme coin dan dApps.
    • Adopsi: Populer di sektor DeFi, NFT, dan meme coin. Serta adopsi ETF membuat investor besar bisa masuk dengan mudah.
    • Alasan Cocok DCA: Performa jaringan semakin stabil, ekosistem berkembang pesat, dan digunakan oleh banyak proyek baru.

    6. TRON (TRX)

    Pergerakan harga TRON (TRX/USDT) pada Kamis, 14 Agustus 2025.
    • Fundamental: Salah satu blockchain dengan revenue fee transaksi harian tertinggi — sekitar $90 juta/hari per Agustus 2025, berdasarkan data dari Token Terminal.
    • Adopsi: Memiliki jumlah pengguna aktif harian tinggi, terutama di sektor hiburan dan stablecoin USDT on-chain.
    • Alasan Cocok DCA: Aktivitas jaringan cenderung selalu ramai; menandakan kegunaan yang nyata, biaya transaksi rendah, dan konsisten masuk 20 koin dengan kapitalisasi pasar terbesar.

    7. PAX Gold (PAXG)

    Pergerakan harga PAX Gold (PAXG/USDT) pada Kamis, 14 Agustus 2025.
    • Fundamental: Stablecoin yang didukung 1:1 oleh emas fisik.
    • Adopsi: Digunakan sebagai aset lindung nilai di pasar kripto, selain dollar backed stablecoin.
    • Alasan Cocok DCA: Nilainya stabil mengikuti harga emas dunia, sehingga berfungsi sebagai safe haven saat pasar kripto volatil.

    Baca juga: Apa Itu PAX Gold (PAXG)? gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

    Bagaimana Cara Membeli Altcoin dengan Strategi DCA (Dollar Cost Averaging)?

    Semua altcoin yang disebutkan di atas dapat kamu beli di Tokocrypto dengan aman dan mudah — deposit mulai dari Rp50.000.

    Berikut  langkah-langkah untuk melakukan pembelian dengan DCA di Tokocrypto:

    1. Buka Aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “DCA”
    2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
    3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
    4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
    5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TRON Dukung Infrastruktur Pembayaran Agentic AI

    Ekosistem blockchain kembali mencatat perkembangan baru di persimpangan teknologi kripto dan kecerdasan buatan.

    Berdasarkan laporan BeInCrypto, jaringan TRON resmi bergabung dengan Agentic AI Foundation, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan ekosistem agentic AI.

    Kolaborasi ini bertujuan membangun payment rails atau infrastruktur pembayaran khusus untuk AI agent, yang memungkinkan sistem kecerdasan buatan melakukan transaksi secara otomatis di jaringan blockchain.

    Langkah tersebut menempatkan TRON pada titik pertemuan dua narasi teknologi yang saat ini sedang berkembang pesat, yaitu blockchain dan agentic AI.

    Dengan memanfaatkan jaringan blockchain, transaksi antar mesin atau machine-to-machine payments berpotensi menjadi lebih efisien, transparan, dan otomatis.

    Baca Juga: Stablecoin: Aliran Masuk ke Tron, Arus Keluar dari Ethereum

    Menghubungkan Blockchain dan Agentic AI

    Konsep agentic AI merujuk pada sistem kecerdasan buatan yang dapat bertindak secara otonom untuk menyelesaikan berbagai tugas, termasuk melakukan transaksi digital tanpa intervensi manusia secara langsung.

    Dalam skenario ini, AI agent dapat melakukan berbagai aktivitas seperti membeli layanan digital, membayar data yang dibutuhkan, atau berinteraksi dengan sistem lain secara otomatis.

    Melalui kolaborasi dengan Agentic AI Foundation, TRON ingin memposisikan infrastrukturnya sebagai jaringan pembayaran yang dapat digunakan oleh AI agent untuk bertransaksi secara mandiri.

    Blockchain dinilai cocok untuk kebutuhan tersebut karena menyediakan sistem pembayaran global yang transparan, terdesentralisasi, dan dapat diprogram.

    Hal ini membuka peluang munculnya ekosistem baru di mana transaksi tidak hanya dilakukan oleh manusia, tetapi juga oleh mesin.

    Potensi Use Case Pembayaran Mesin-ke-Mesin

    Dengan dukungan teknologi blockchain, pembayaran antar AI agent dapat dilakukan secara cepat dan efisien.

    Dalam jangka panjang, konsep ini berpotensi menciptakan berbagai use case baru.

    Misalnya, AI agent dapat secara otomatis membeli data untuk pelatihan model AI, membayar akses API, atau melakukan transaksi layanan digital lainnya tanpa memerlukan perantara manusia.

    Selain itu, sistem pembayaran berbasis blockchain juga dapat membantu mengatasi masalah klasik dalam ekonomi digital, seperti biaya transaksi tinggi, keterbatasan pembayaran lintas negara, dan kebutuhan otomatisasi pembayaran mikro (micropayments).

    Jika berhasil diimplementasikan secara luas, model ini berpotensi menjadi bagian penting dari infrastruktur ekonomi digital di masa depan.

    Narasi Baru bagi Ekosistem TRX

    Kolaborasi dengan Agentic AI Foundation juga membuka peluang bagi token TRX, aset kripto utama di jaringan TRON, untuk mendapatkan sentimen baru di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, integrasi antara blockchain dan AI saat ini menjadi salah satu tema yang banyak menarik perhatian investor kripto.

    “Secara naratif, ini bisa menjadi bahan bakar sentimen baru untuk TRX karena pasar sedang sensitif terhadap tema AI. Namun nilai nyatanya tetap bergantung pada apakah TRON mampu mengubah headline kemitraan ini menjadi integrasi produk, aktivitas onchain, dan use case pembayaran agentic yang benar-benar dipakai, bukan sekadar tempelan buzzword,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menyoroti bahwa meskipun narasi AI dapat meningkatkan perhatian pasar, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada implementasi nyata di ekosistem blockchain.

    Persaingan Infrastruktur Blockchain untuk AI

    Langkah TRON ini juga menunjukkan meningkatnya minat proyek blockchain untuk masuk ke sektor AI infrastructure.

    Beberapa jaringan blockchain saat ini mulai mengembangkan solusi yang memungkinkan integrasi dengan teknologi AI, baik untuk pengolahan data, otomatisasi kontrak pintar, maupun pembayaran digital.

    Dengan bergabungnya TRON dalam Agentic AI Foundation, proyek ini mencoba memperkuat posisinya sebagai platform yang relevan bagi ekosistem teknologi masa depan, khususnya dalam bidang pembayaran otomatis.

    Jika integrasi ini berkembang menjadi produk nyata, TRON dapat menjadi salah satu jaringan yang menyediakan fondasi finansial bagi interaksi ekonomi antar AI agent.

    Baca Juga: PumpSwap: Likuiditas Lintas Rantai Bersama TRON dan pump.fun

    Masa Depan Pembayaran Otonom di Blockchain

    Kolaborasi antara TRON dan Agentic AI Foundation menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dan AI dapat saling melengkapi.

    Blockchain menyediakan infrastruktur transaksi yang aman dan transparan, sementara AI menghadirkan kemampuan otomatisasi yang memungkinkan sistem digital beroperasi secara mandiri.

    Namun seperti banyak inovasi di industri kripto, keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada tingkat adopsi di dunia nyata.

    Jika TRON mampu mengembangkan integrasi produk yang nyata dan mendorong aktivitas on-chain yang signifikan, jaringan ini berpotensi memainkan peran penting dalam ekonomi digital berbasis AI di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bos Blockchain Investasi Rp 475 M di Perusahaan Kripto Trump


    Jakarta

    Pendiri blockchain Tron, Justin Sun, telah menginvestasikan US$ 30 juta atau setara Rp 475 miliar (kurs Rp 15.843) di perusahaan kripto Donald Trump, World Liberty Financial. Hal ini disampaikan langsung oleh Justin di media sosial resmi miliknya.

    “Kami sangat gembira menginvestasikan $30 juta di World Liberty Financial @worldlibertyfi sebagai investor terbesarnya,” tulis Sun dalam sebuah posting di X, dikutip dari CNBC, Selasa (26/11/2024).

    World Liberty Financial, platform kripto yang disponsori Trump ini memang punya misi menjadi semacam bank aset digital. Jadi bank itu melayani para nasabah yang ingin meminjam, meminjamkan, dan berinvestasi dalam koin digital.


    Trump telah melisensikan namanya dan promosi untuk perusahaan kripto tersebut melalui LLC milik Trump. Sebagai gantinya, LLC Trump menerima miliaran token dan hak atas 75% dari pendapatan di atas ambang batas US$ 30 juta.

    World Liberty Financial baru meluncurkan token WLFI bulan lalu. Dalam peta jalan mereka, perusahaan membidik dana US$ 300 juta dengan valuasi US$ 1,5 miliar dalam penjualan awalnya.

    Hingga Senin sore, token senilai US$ 51,2 juta telah terjual, menurut situs webnya. Penjualan sekarang tampaknya telah melampaui ambang batas US$ 30 juta.

    Salah satu pendiri WLFI, Zachary Folkman mengatakan lebih dari 100.000 orang masuk dalam daftar putih untuk berinvestasi dalam token tersebut.

    Namun, hingga Senin sore, menurut data blockchain hanya sekitar 20.400 alamat dompet unik yang menyimpan token tersebut, yang dilacak oleh Etherscan, yang mewakili sekitar 20% dari total jumlah orang yang mendaftar.

    (ada/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Simak! Ini 5 Koin Kripto yang Diramal Bawa Cuan di 2025


    Jakarta

    Tahun 2024 menandai dimulainya pertumbuhan pasar kripto. Hal itu didorong oleh peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum spot di Amerika Serikat, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat secara umum terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    Crypto Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan tahun 2024 menandai dimulainya fase bullish yang telah membawa Bitcoin melewati level harga US$ 100.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

    “Outlook inflasi yang fluktuatif dan rencana The Fed yang akan lebih berhati-hati mungkin dapat menjadi penghambat reli yang akan terjadi di tahun depan, namun optimisme terhadap kebijakan pemerintah AS yang akan lebih akomodatif terhadap pasar dan industri kripto berpotensi menjadi katalis positif yang kuat, yang jika terjadi, berpotensi membawa Bitcoin melanjutkan kenaikan melewati level US$ 150.000,” kata Fahmi dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12/2024).


    Selain Bitcoin, investor juga bisa memantau sejumlah aset kripto lainnya untuk mengoptimalkan portofolio di tahun depan. Beberapa sektor yang telah membuktikan relevansinya pada siklus-siklus pasar sebelumnya seperti DeFi, L1, NFT, Stablecoin, Memecoin, telah sedikit banyak menunjukkan potensi masih relevannya proposisi nilai yang mereka bawa.

    Berikut lima aset kripto yang menarik di 2025 menurut analis:

    1. Lido DAO (LDO)

    LDO berada pada posisi yang strategis di tengah potensi integrasi ETH staking dengan produk ETF Ethereum seiring dengan outlook regulasi crypto AS yang semakin positif.

    “Sepanjang tahun 2024, Lido telah membuktikan relevansinya sebagai platform lliquid staking yang profitable dengan pendapatan mingguan terendah berada di US$ 14,37 juta, sebuah angka yang cukup fantastis khususnya karena terjadi pada periode di mana hype terhadap Ethereum masih relatif tidak terlalu tinggi sepanjang tahun ini,” imbuh Fahmi.

    2. Ethereum (ETH)

    ETH berpotensi semakin diminati di fase bullish tahun 2025 nanti. Tidak hanya karena dominasi Ethereum sebagai platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi, namun juga performa ekosistem Ethereum yang semakin akomodatif terhadap adopsi stablecoin.

    “Stablecoin menjadi salah satu motor distribusi likuiditas utama di fase bullish dengan tingkat penerimaan pengguna yang semakin meningkat. Pencapaian Ethereum pada akhir November lalu dengan menggeser Tron sebagai jaringan blockchain yang mengakomodasi suplai USDT terbesar turut memperkuat potensi Ethereum ke depan,” tambahnya.

    USDT sebagai stablecoin terbesar dengan kapitalisasi pasar hampir menyentuh US$ 150 miliar disebut telah menjadi salah satu penyumbang utama transaksi dan pendapatan di jaringan Tron sejak periode-periode awal kemunculannya karena biaya transaksi yang rendah dan performa blockchainnya yang baik.

    “Kini, pengembangan yang terjadi di Ethereum yang mampu menghadirkan performa dan biaya transaksi yang sama baiknya namun dengan potensi tingkat keamanan dan basis pengguna yang lebih tinggi, menjadi penantang yang serius untuk menangkap peluang di sektor stablecoin yang strategis tersebut,” katanya.

    3. USUAL

    USUAL menjadi salah satu aset crypto di sektor RWA dengan pertumbuhan adopsi tercepat sejauh ini. Posisi Usual sebagai platform RWA dan stablecoin terdesentralisasi membawa semangat origin Bitcoin sebagai sebuah aset dan platform publik yang tidak dikelola oleh entitas terpusat tertentu, sebuah keunikan yang jarang dimiliki oleh kebanyakan proyek besar di sektor serupa saat ini.

    4. PNUT

    PNUT menjadi aset crypto bertema hewan dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar tercepat pada siklus kali ini. Kekuatan likuiditas yang tinggi dipadukan dengan naratif menarik serta asosiasi dengan beberapa figur berpengaruh membuat kepercayaan investor terhadap proyek meme coin ini berpotensi dapat semakin berkembang di tahun 2025.

    5. LINK

    LINK sebagai aset kripto utama di ekosistem infrastruktur Chainlink dianggap aset yang semakin strategis dengan semakin luasnya ekosistem teknologi Chainlink serta adopsinya. Kolaborasi dan keterlibatan Chainlink pada proyek-proyek besar oleh institusi-institusi strategis seperti Swift misalnya dapat berpotensi mengakselerasi adopsi dari teknologi yang dikembangkan secara signifikan.

    “Tahun 2025 menjadi tahun yang mungkin akan menandai capaian-capaian menarik dari hasil kolaborasi-kolaborasi tersebut yang berpotensi tidak hanya meningkatkan perhatian investor terhadap proyek ini namun juga meningkatkan permintaan organik terhadap aset kripto LINK,” imbuhnya.

    (aid/rrd)



    Sumber : finance.detik.com