Tag: tsa

  • Beasiswa Teladan Tanoto Foundation 2026, Dapat Uang Saku-Kesempatan Magang



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Teladan Tanoto Foundation 2026 resmi dibuka hingga 7 September 2025. Mahasiswa baru dari universitas mitra Tanoto Foundation dipersilahkan mendaftar.

    Program Teladan (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan) adalah dukungan pengembangan kepemimpinan, kesempatan pengembangan diri, pengabdian masyarakat, kolaborasi dan jejaring, dukungan biaya kuliah, dan tunjangan biaya hidup.

    Mahasiswa yang ingin mendaftar Beasiswa Teladan harus memiliki prestasi di berbagai bidang, pengalaman organisasi, serta menunjukkan potensi kepemimpinan.


    Pendaftaran Beasiswa Teladan Tanoto 2026 dibuka secara online melalui LINK INI. Mahasiswa penerimanya akan menjadi Tanoto Scholars dan memperoleh program beasiswa selama 3,5 tahun dari semester 2 hingga 8.

    Manfaat Beasiswa Teladan Tanoto 2026

    Dikutip dari laman resminya, penerima beasiswa akan memperoleh manfaat beasiswa berupa:

    1. Dukungan pengembangan kepemimpinan

    2. Dukungan lingkaran pengemban Teladan
    – Tanoto Scholars Association (TSA): Komunitas untuk Tanoto Scholars
    – Pay It Forward Initiative: Pengabdian masyarakat
    – Tanoto Scholars Gathering (TSG): Kegiatan tahunan yang mempertemukan Tanoto Scholars dari semua perguruan tinggi mitra.
    – Tanoto Student Research Award (TSRA): Dukungan dana dan pelatihan riset
    – Internship: Kesempatan magang di Tanoto Foundation
    – Sponsorship: Dukungan finansial tambahan untuk mengikuti kompetisi, konferensi, ataupun sertifikasi pengembangan kompetensi untuk persiapan karier baik di dalam maupun di luar negeri
    – Global Experiences Program: Pengalaman global seperti summer course, exchange program, volunteering, dan lainnya.

    3. Dukungan biaya kuliah dan tunjangan hidup

    4. Jaringan alumni di Indonesia dan dunia

    10 Perguruan Tinggi Mitra Beasiswa Teladan Tanoto 2026

    Pendaftaran Beasiswa Teladan harus belajar dari 10 perguruan tinggi mitra berikut:

    IPB University
    Institut Teknologi Bandung
    Universitas Brawijaya
    Universitas Diponegoro
    Universitas Gadjah Mada
    Universitas Hasanuddin
    Universitas Indonesia
    Universitas Mulawarman
    Universitas Riau
    UniversitasSumatera Utara

    Syarat Pendaftaran Beasiswa Teladan Tanoto 2026

    Warga Negara Indonesia (WNI)

    Terdaftar sebagai mahasiswa reguler (S1) semester pertama di salah satu perguruan tinggi mitra program Teladan

    Berkomitmen mengikuti program pengembangan kepemimpinan selama masa program Teladan

    Menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat dan berkomitmen untuk berkontribusi kepada masyarakat dan pembangunan bangsa

    Mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Sementara kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya akan menjadi nilai tambah

    Mempunyai prestasi akademik dengan minimum nilai rata-rata rapor kelas 12 SMA/SMK/MA adalah 8 dari skala 10 dan prestasi nonakademik seperti pengalaman organisasi kesiswaan, komunitas sosial, atau yang berkaitan lainnya.

    Sedang tidak menjadi penerima beasiswa atau mengikuti program dukungan finansial lainnya, serta bersedia tidak menerima beasiswa atau program finansial lainnya ataupun program pengembangan kepemimpinan sejenis jika terpilih dalam program Teladan.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Teladan Tanoto 2026

    Pendaftaran: 1 Juli-7 September 2025
    Pengumuman hasil seleksi administrasi: 11-12 September 2025
    Seleksi tahap 1: 22-25 September 2025
    Pengumuman hasil tahap 1: 1-3 Oktober 2025
    Seleksi tahap 2: 8-10 Oktober 2025
    Pengumuman hasil tahap 2: 17-19 Oktober 2025
    Seleksi tahap 3: 23 Oktober-12 November 2025
    Pengumuman: 29-13 Desember 2025

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Teladan Tanoto 2026 dapat dicek melalui https://www.tanotofoundation.org/id/teladan-2026/. Siap menjadi penerima beasiswa?

    (nir/nah)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Doa Penutup Majelis Lengkap: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Setiap kegiatan yang dilakukan oleh umat Islam, terutama yang berkaitan dengan ibadah atau ilmu, dianjurkan untuk dimulai dan diakhiri dengan doa. Salah satu doa yang sangat penting adalah Doa Penutup Majelis.

    Doa ini diucapkan untuk memohon ampunan atas kesalahan atau kelalaian yang mungkin terjadi selama majelis berlangsung. Selain itu, doa ini juga berfungsi sebagai bentuk penutup yang baik dalam setiap pertemuan.

    Hadits Tentang Doa Penutup Majelis

    Menukil buku Doa-Doa Rasulullah SAW (2003) karya Ibnu Taimiyah, ada beberapa dalil yang menyebut tentang doa penutup majelis. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abu Hurairah Radhiallahu anhu menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda:


    “Barang siapa duduk di dalam suatu majelis, kemudian banyak bergurau yang tidak bermanfaat, lalu sebelum berdiri meninggalkan majelis ia melafalkan doa yang artinya ‘Maha Suci Engkau, ya Allah dan saya mengucapkan puji-pujian pada-Mu. Saya menyaksikan sesungguhnya tiada Tuhan melainkan Engkau, saya mohon ampun serta bertaubat pada-Mu,’ melainkan ia pasti diampuni dari dosa yang diperolehnya di majelis itu.” (HR. Tirmidzi).

    Abu Hurairah juga meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW meninggalkan majelis, beliau berdoa dengan doa penutup majelis.

    Sahabat pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW: “Wahai Rasulullah, engkau telah mengatakan sebuah perkataan atau ucapan yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya,” Rasulullah bersabda, “itu merupakan penebus dosa dari apa yang telah kita lakukan dalam majelis.”

    Bacaan Doa Penutup Majelis

    Menukil buku 52 Kultum Favorit untuk Muslimah oleh Zakiah Nur Jannah dan Noor Hafild, berikut adalah doa penutup majelis yang sering diajarkan dan diamalkan oleh Rasulullah SAW.

    Doa Penutup Majelis 1

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu alla ilahailla anta, astaghfiruka wa atubu ilaika.

    Artinya: “Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    Doa Penutup Majelis 2

    Dalam buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, MA, disebutkan doa penutup majelis lainnya. Ini adalah doa penutup majelis versi panjang sekaligus doa untuk memohon keselamatan. Berikut bacaannya:

    اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ ٱلْيَقِينِ مَا تُهَوَنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ فَأَرَنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمَنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنًا وَلَا تُسَلَّطَ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمْنَا.

    Arab latin: “Allahummaqsim lanaa min khasy-yatika maa tahuulu bihii bainanaa wa baina ma’shiyyatika wamin thaa’atika maa tuballighuna bihii jannataka waminal yaqiini maa tuhawwinu bihii ‘alainaa mashaa-ibad dunya.

    Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarinaa waquwwatinaa ma ahyaytanaa waj’alhul waaritsa minnaa waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadaanaa walaa taj’al mushiibatanaa fii diininaa walaa taj’alid dunya akbara hamminaa walaa mablagha ‘ilminaa walaa tusallith ‘alainaa manlaa yarhamunaa.”

    Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.”

    “Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami, dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau hadirkan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.”

    6 Adab Bermajelis

    Menurut buku Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam (2021) karya Prof. Dr. Ridhahani, M. Pd., terdapat enam adab dalam bermajelis yang dapat Anda terapkan, yaitu sebagai berikut:

    1. Duduk sejajar dengan jemaah lain
    2. Tidak duduk di antara dua orang yang sudah duduk terlebih dahulu
    3. Bersalaman dengan jemaah yang ada di majelis
    4. Tidak berbisik-bisik dengan orang ketiga tanpa melibatkan orang kedua
    5. Berhak kembali ke tempat duduk semula setelah meninggalkan majelis, jika ada kesempatan
    6. Membaca doa penutup majelis.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com