Tag: tumbuhan

  • 8 Manfaat Daun Binahong untuk Tubuh, Bisa Dijadikan Obat Gatal

    Jakarta

    Daun binahong (Anredera cordifolia) merupakan salah satu tumbuhan yang kerap dijadikan sebagai obat herbal. Sebab, daun ini memiliki banyak khasiat untuk tubuh.

    Tanaman asal China ini memang sudah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional secara turun temurun. Ada banyak manfaat yang didapat dari daun binahong, mulai dari mengobati sakit maag hingga gatal-gatal.

    Sedikit informasi, daun binahong tumbuh secara merambat dan memiliki daun yang pendek. Dilihat dari segi fisiknya, daun ini berbentuk seperti hati dan berwarna hijau.


    Ingin tahu sejumlah manfaat dari daun binahong? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kandungan Daun Binahong

    Mengutip buku Manfaat Rebusan Daun Binahong untuk Menurunkan Kadar Gula Darah oleh I Made Raka dan Nurul Kartika Sari, daun binahong mengandung banyak senyawa seperti saponins, alkaloids, polyphenols, hingga flavonoid.

    Selain itu, daun binahong juga mengandung asam aldonat, asam organik, glucan, betakaroten, dan vitamin. Daun ini juga bersifat antiinflamasi dan antioksidan, sehingga baik untuk mencegah berbagai penyakit.

    Manfaat Daun Binahong untuk Tubuh

    Daun binahong menyimpan segudang khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Mengutip buku 56 Makanan Ajaib dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan oleh Yusuf CK Arianto, berikut manfaat daun binahong.

    1. Mengobati Gatal

    Manfaat yang pertama adalah mampu mengobati rasa gatal di kulit. Hal ini karena daun binahong mengandung flavonoid dan saponin yang memiliki sifat anti jamur.

    Cara pakainya, ambil beberapa lembar daun binahong, lalu cuci sampai bersih. Kemudian tumbuk daun sampai halus, lalu oleskan ke bagian kulit yang gatal.

    2. Menyembuhkan Luka

    Daun binahong diyakini dapat menyembuhkan luka hingga bengkak di tubuh. Sebab, kandungan saponin di daun ini berperan sebagai antiseptik, sehingga dapat digunakan untuk menyembuhkan luka.

    Cara pakainya, ambil beberapa lembar daun binahong dan tumbuk sampai halus. Kemudian tempelkan di kulit yang terluka secara perlahan.

    3. Mencegah Diabetes

    Daun binahong ternyata mampu mencegah seseorang terkena diabetes. Kandungan senyawa steroid, flavonoid, dan kumarin diyakini dapat menghambat pemecahan dan penyerapan gula di usus. Selain itu, ketiga senyawa itu dapat meningkatkan produksi insulin.

    Cara pakainya, ambil dan bersihkan 11 lembar daun binahong, kemudian rebus sampai matang. Jika sudah, tuangkan ke dalam gelas dan minum selagi hangat.

    4. Meningkatkan Fungsi Ginjal

    Manfaat daun binahong berikutnya adalah dapat menjaga kesehatan ginjal. Ekstrak daun ini dipercaya mampu meningkatkan fungsi ginjal, khususnya bagi penderita ginjal kronis.

    Cara penggunaannya, ambil dan bersihkan 7 lembar daun binahong, kemudian rebus sampai matang. Jika sudah, tuangkan ke dalam gelas dan minum selagi hangat.

    5. Mengatasi Asam Urat dan Pegal Linu

    Badan terasa pegal-pegal? Cobalah mengkonsumsi daun binahong secara rutin. Selain itu, daun binahong mengandung flavonoid yang berkhasiat menghambat pembentukan asam urat di tubuh.

    Ada dua cara yang bisa digunakan, yang pertama adalah dengan menumbuk daun binahong sampai halus, lalu dibalurkan ke badan yang pegal. Cara kedua adalah dengan meminum air rebusan daun binahong yang ditambah satu sendok makan madu.

    6. Mengatasi Jerawat

    Obat binahong ternyata dapat mengatasi jerawat sekaligus mencerahkan kulit, lho. Cara pakainya juga mudah, cukup ambil 5 lembar daun binahong, lalu tumbuk sampai halus.

    Jika sudah, oleskan daun binahong ke seluruh wajah secara perlahan, layaknya menggunakan masker wajah. Lakukan cara ini secara teratur setiap malam sebelum tidur.

    7. Menyembuhkan Batuk

    Batuk yang tak kunjung hilang tentu sangat membantu aktivitas sehari-hari. Apabila mengkonsumsi obat medis masih belum efektif, cobalah meminum ramuan daun binahong.

    Cara penggunaannya, ambil dan cuci 10 lembar daun binahong. Setelah itu, rebus daun sampai matang, kemudian tuang ke dalam gelas dan minum selagi hangat.

    8. Mengatasi Anemia

    Manfaat daun binahong yang terakhir adalah dapat mengatasi anemia. Sebagai informasi, anemia terjadi karena produksi sel darah merah di tubuh terlalu sedikit. Untuk menambah sel darah tersebut, disarankan mengkonsumsi daun binahong.

    Soalnya, daun binahong mengandung zat besi alami yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah di dalam tubuh.

    Demikian pembahasan mengenai delapan manfaat daun binahong untuk tubuh. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Manfaat Buah Srikaya untuk Tubuh, Bisa Turunkan Kolesterol

    Jakarta

    Srikaya merupakan jenis buah tropis yang banyak ditanam di Indonesia. Sebagai informasi, buah ini berasal dari Hindia Barat yang memiliki nama latin Annona squamosa.

    Buah srikaya memiliki bentuk yang unik, yakni bulat dengan tonjolan di kulitnya. Daging srikaya memiliki warna putih serta rasanya manis di mulut. Banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi buah srikaya dengan cara dijus.

    Buah srikaya mengandung sejumlah vitamin dan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. Salah satu khasiatnya dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.


    Lantas, apa saja manfaat lain buah srikaya bagi tubuh? Lalu, apa saja kandungan nutrisi di dalamnya Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Kandungan Nutrisi Buah Srikaya

    Buah Srikaya memiliki kandungan nutrisi yang melimpah, seperti vitamin A, B, dan C. Maka dari itu, mengkonsumsi srikaya secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan.

    Mengutip laman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), berikut kandungan nutrisi pada buah srikaya per 100 gram:

    • Kalori: 101 kalori
    • Protein: 1,7 gram (g)
    • Lemak: 0,6 g
    • Karbohidrat: 25,2 g
    • Kalsium: 27 mg
    • Fosfor: 20 mg
    • Besi: 0,8 mg
    • Vitamin A: 0,08 mg
    • Vitamin B: 0,08 mg
    • Vitamin C: 22 mg
    • Air: 71,5 g

    Manfaat Buah Srikaya bagi Tubuh

    Buah srikaya memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Masih mengutip sumber yang sama, berikut sejumlah khasiat buah srikaya:

    1. Mengatasi Masalah Pencernaan

    Manfaat yang pertama adalah dapat mengatasi masalah pencernaan, seperti sakit perut dan diare. Sebab, kandungan vitamin dan mineral yang terdapat pada buah srikaya muda diyakini sangat efektif dalam membantu mengobati masalah pencernaan.

    2. Sebagai Penenang

    Apakah kamu sering merasa panik? Jika iya, cobalah mengkonsumsi buah srikaya secara rutin. Sebab, buah berwarna hijau ini dipercaya dapat membantu tubuh rileks dan tenang.

    Hal ini disebabkan karena buah srikaya mengandung magnesium tinggi, sehingga dapat mengurangi risiko stres pada seseorang.

    Bagi kamu yang memiliki kadar kolesterol tinggi, disarankan untuk rutin mengkonsumsi buah srikaya. Menurut sebuah penelitian, kadar niacin atau vitamin B3 yang ada di buah srikaya muda dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

    4. Menjaga Kadar Gula Darah

    Manfaat berikutnya adalah dapat menjaga kadar gula darah tetap normal. Sebab, kandungan serat di buah srikaya dapat memperlambat penyerapan gula darah serta menjaga kadar gula tetap terkontrol.

    Maka dari itu, bagi penderita diabetes sangat aman untuk mengkonsumsi buah srikaya.

    5. Menjaga Kesehatan Rambut

    Kandungan vitamin A dan vitamin C di buah srikaya ternyata dapat menjaga kesehatan rambut, lho. Rutin mengkonsumsi buah ini dapat membantu rambut tetap sehat, mencegah kerontokan, terhindar dari ketombe, serta merangsang pertumbuhan rambut.

    6. Menjaga Kesehatan Mata

    Selain itu, kandungan vitamin A di buah srikaya juga turut membantu menjaga mata tetap sehat sekaligus terhindar dari berbagai penyakit mata.

    7. Mengurangi Risiko Kanker

    Buah srikaya mengandung antioksidan yang tinggi, sehingga jika dikonsumsi secara rutin dapat membantu mengurangi risiko kanker. Buah yang satu ini dipercaya dapat mencegah pertumbuhan sel tumor ganas.

    8. Menyehatkan Jantung

    Manfaat lain dari buah srikaya adalah dapat menyehatkan jantung. Hal ini karena buah srikaya mengandung kalium dan magnesium tinggi sehingga turut membantu menyehatkan fungsi jantung.

    9. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Buah srikaya mengandung vitamin C dan antioksidan polifenol yang cukup tinggi, sehingga dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini membuatmu jadi tidak gampang sakit dan dapat melawan infeksi dengan cepat.

    10. Mencegah Anemia

    Manfaat buah srikaya yang terakhir adalah mampu mencegah anemia. Perlu diketahui, anemia disebabkan karena kurangnya zat besi di dalam tubuh, sehingga sel darah merah menjadi berkurang dan di bawah normal.

    Nah, buah srikaya mengandung zat besi yang cukup tinggi. Dengan begitu, rutin memakan buah ini dapat meningkatkan sel darah merah serta mencegah anemia.

    Manfaat Lain Tanaman Srikaya

    Selain buahnya, ternyata daun srikaya juga punya banyak manfaat untuk kesehatan. Mengutip buku Sehat Zaman Now oleh Fuat Anggrianto, berikut sejumlah manfaat daun srikaya:

    • Mengatasi penyakit kulit seperti borok, kudis, kurap, panu, hingga bisul.
    • Membantu menyadarkan orang yang pingsan, karena daun srikaya memiliki aroma khas.
    • Mengatasi cacing di perut.

    Itulah 10 manfaat buah srikaya yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh. So, mulai sekarang rutin mengkonsumsi buah srikaya, ya!

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Manfaat Kacang Koro Pedang Bagi Tubuh Serta Kandungan Nutrisinya


    Jakarta

    Kacang koro pedang merupakan tanaman yang tergabung ke dalam anggota famili Fabaceae atau tanaman polong-polongan. Tanaman ini termasuk perdu yang merambat atau setengah merambat.

    Kacang koro pedang ternyata memiliki sejumlah kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, salah satunya dapat menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Selain itu, ada manfaat lain dari kacang koro pedang yang sangat berkhasiat.

    Lantas, apa manfaat lain dari kacang koro pedang? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Kandungan Nutrisi Kacang Koro Pedang

    Kacang koro pedang ternyata memiliki sejumlah kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Mengutip buku Kacang Koro Pedang: Pengembangannya Sebagai Pangan Fungsional oleh Cantika Zaddana, dkk, berikut kandungan nutrisi kacang koro pedang.

    • Kalori: 389 gram
    • Protein: 27,4 gram
    • Lemak: 2,9 gram
    • Karbohidrat: 66,1 gram

    Selain itu, kacang koro pedang juga mengandung asam sianida (HCN). Sebagai informasi, HCN merupakan senyawa yang terbentuk karena aktivitas enzim hidrolase pada glikosida sianogenik.

    Akan tetapi, kandungan HCN tak boleh dikonsumsi berlebihan. Sebab, manusia tidak boleh mengkonsumsi HCN lebih dari 0,5 mg.kg karena kandungan tersebut bersifat toksik dan sangat berbahaya.

    Untuk itu, kacang koro pedang dapat direndam terlebih dahulu dengan air sebelum dikonsumsi. Hal ini agar dapat menghilangkan kandungan HCN.

    Lalu, kacang koro pedang juga mengandung kandungan vitamin seperti B1, B2, B6, dan B2 yang baik untuk kesehatan tubuh. Maka dari itu, kacang yang satu ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

    Manfaat Kacang Koro Pedang

    Karena mengandung kalori, protein, dan karbohidrat yang cukup tinggi, kacang koro pedang memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Simak manfaat kacang koro pedang di bawah ini:

    1. Diolah Menjadi Makanan Sehat

    Kacang koro pedang dapat diolah menjadi bahan makanan, seperti tempe dan kecap manis. Selain itu, sari kacang koro pedang juga mengandung asam amino esensial seperti pada susu hewani. Nah, sari kacang poro dapat dimanfaatkan menjadi produk pangan olahan seperti susu fermentasi.

    2. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    Mengkonsumsi kacang koro pedang ternyata juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Soalnya, kacang koro pedang mengandung salkaloid triptamin dan tannin yang dapat menurunkan hipertensi.

    3. Menurunkan Kadar Gula Darah

    Rutin mengkonsumsi kacang koro pedang juga mampu menurunkan kadar gula darah. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa L-Dopa, lesitin, dan tannin di dalam kacang koro pedang.

    4. Menjaga Sel Darah Putih

    Kandungan tembaga pada kacang koro pedang ternyata dapat membantu menjaga sel darah putih. Fungsi sel darah putih di dalam tubuh adalah dapat menghancurkan patogen dan mencegah radikal bebas.

    5. Mengatasi Peradangan

    Kacang koro pedang mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu mengatasi peradangan. Selain itu, kandungan senyawa tersebut juga turut meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.

    Demikian pembahasan mengenai lima manfaat kacang koro pedang bagi tubuh beserta kandungan nutrisinya. So, tertarik untuk mulai rutin mengkonsumsi kacang koro pedang?

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Tanaman Hias yang Cantik Bisa Cepat Mati Gegara 5 Hal Ini


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik hunian dan menciptakan kesan asri di rumah. Asalkan tanaman tersebut dirawat secara rutin agar bisa tumbuh subur.

    Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana cara merawat tanaman dengan tepat. Seiring waktu, tanaman bisa layu dan akhirnya mati karena salah dalam merawatnya.

    Ingin tahu penyebab tanaman hias yang cantik bisa layu dan mati? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Hias Bisa Cepat Mati

    Sejumlah ahli tanaman membeberkan beberapa hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu dan akhirnya mati. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Minim Cahaya

    Ada beberapa tanaman hias yang membutuhkan banyak cahaya matahari agar bisa tumbuh subur. Jika tumbuhan diletakkan di area yang sempit dan gelap, maka tak heran bisa cepat layu dan mati.

    “Memindahkan tanaman ke tempat yang mendapatkan lebih banyak cahaya alami di siang hari akan sangat membantu proses pertumbuhan,” kata ahli hortikultura Justin Hancock.

    Jika rumah kurang mendapatkan sinar matahari, Justin menyarankan untuk menggunakan lampu LED agar tanaman bisa memperoleh banyak cahaya setiap hari.

    2. Terlalu Banyak Air

    Tidak ada salahnya menyiram tanaman secara berkala. Namun kalau terlalu banyak disiram justru membuat tanaman cepat layu. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah tanaman di rumah perlu disiram rutin atau sesekali saja.

    “Setiap seminggu sekali, coba masukkan jari Anda ke dalam tanah dan cek kelembapannya. Kebanyakan tanaman membutuhkan setidaknya separuh bagian atas tanah untuk benar-benar kering saat setelah disiram,” ujar pakar tanaman Jarrod Bouchie.

    3. Terlalu Banyak Diberi Pupuk

    Terlalu banyak memberikan pupuk pada tanaman ternyata juga tidak baik. Seiring waktu, tanaman bisa layu dengan tanda-tanda awal seperti daun berwarna kuning kecokelatan dan batang layu.

    Ada beberapa tanaman hias yang perlu diberi pupuk setiap sebulan sekali. Lalu, ada juga tumbuhan yang perlu diberi pupuk 2-4 kali dalam setahun. Jadi, penting untuk mencari tahu penggunaan pupuk untuk tanaman hias di rumah.

    4. Serangan Hama

    Penyebab berikutnya karena tanaman hias di rumah diserang hama. Untuk mengatasinya bisa menggunakan cairan pestisida yang dijual bebas di pasaran.

    Kalau khawatir efek samping dari bahan kimia, detikers bisa menggunakan pestisida dari sejumlah bahan alami, seperti semprotan bawang putih, tembakau, dan cabai.

    5. Terpapar Suhu Ekstrem

    Tanaman hias bisa cepat mati karena faktor cuaca ekstrem, seperti suhu panas atau tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, pilih tanaman hias yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, maka sebaiknya pilih tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    Demikian lima hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 7 Tips Merawat Tanaman Hias Supaya Tumbuh Sehat dan Kuat di Rumah


    Jakarta

    Tanaman hias yang ditaruh di dalam rumah sangat bergantung pada pemiliknya untuk bisa bertahan hidup. Maka, kalau ingin tanaman hias tumbuh optimal, kamu perlu memberi perhatian lebih supaya kebutuhan tanaman terpenuhi.

    Ada tiga komponen mendasar untuk tanaman bertahan hidup, yakni cahaya, air, dan media tanam. Pastikan kebutuhan ini terpenuhi dengan cukup agar tanaman hias tidak cepat layu.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan juga. Berikut tips merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di rumah, dilansir dari Garden Design.


    1. Perkuat Akar dengan Media Tanam

    Tanaman hias yang sehat membutuhkan akar yang kuat. Hal ini tergantung pada campuran tanah yang digunakan untuk media tanam. Campuran tanah yang berkualitas dan sesuai dengan jenis tanaman dapat memberikan keseimbangan dalam hal kelembapan dan aerasi yang baik untuk kesehatan akar.

    2. Beri Air yang Cukup

    Pastikan tanaman mendapat pasokan air yang cukup di waktu yang tepat. Kamu bisa memasukan jari ke tanah untuk mengecek kelembapan tanah serta melihat ciri-ciri tanaman yang mulai layu sebagai tanda harus menyiram air. Lalu, siramlah air secara merata dan biarkan akses air keluar lewat lubang pot.

    3. Beri Pencahayaan yang Tepat

    Ketahui intensitas cahaya yang dibutuhkan setiap jenis tanaman hias yang kamu miliki di rumah. Kemudian, letakan tanaman di area yang dapat memberi sinar yang cukup untuknya tumbuh. Sebaiknya hindari tanaman hias yang membutuhkan pencahayaan tinggi kalau ruangan kekurangan sinar alami.

    4. Kembalikan Nutrisi dengan Pupuk

    Setiap kali kamu menyirami tanaman, nutrisi pada tanah sebenarnya terbuang ke luar. Oleh karenanya, penting memberi pupuk secara rutin untuk menggantikan nutrisi yang terbuang. Namun, jangan sampai berlebihan memberi pupuk karena justru tidak sehat untuk tanaman.

    5. Ganti Pot Bila Perlu

    Sebagian tanaman akan tumbuh melebihi potnya seiring berjalannya waktu. Maka, perhatikan kalau sudah ada akar yang tumbuh ke luar lubang pembuangan pot. Saat itulah waktu untuk mengganti pot tanaman hias.

    6. Bersihkan Daun secara Berkala

    Jangan biarkan debu menumpuk pada daun karena bisa mengganggu proses fotosintesis dan pernapasan tanaman. Supaya daun tetap bersih dan bebas dari debu, kamu bisa sekali-kali mengelapnya dengan kain atau spons lembap.

    7. Gunting Daun Berlebih

    Terkadang tanaman hias perlu digunting untuk menjaga bentuknya. Selain itu, kamu bisa menggunting daun yang berpenyakit. Menggunting tanaman bisa meremajakannya dan mendorong pertumbuhan yang lebih subur.

    Itulah cara merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di dalam rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini saat Menyiram Tanaman Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Menyiram tanaman memang penting untuk pertumbuhan yang baik, tetapi sebaiknya tidak melakukan dengan asal-asalan. Tak jarang ada yang belum tahu kapan dan sebanyak apa harus memberi air pada tanaman.

    Padahal, hal ini sangat penting karena mempengaruhi tanaman untuk bertahan hidup. Jika tidak tepat, menyiram tanaman justru dapat menimbulkan penyakit hingga akhirnya mati.

    Melansir dari laman Marshal Grain, Selasa (30/4/2024) berikut ini beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat menyiram tanaman.


    Kesalahan ketika Menyiram Tanaman

    1. Menyiram Terlalu Banyak Air

    Menyiram terlalu banyak air dapat merusak tanaman, bahkan lebih berisiko membunuh daripada kekurangan air. Tanaman akan lebih mudah sembuh dari masalah kekurangan air daripada kelebihan air.

    Terlalu banyak pasokan air di tanah akan menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebihan serta memicu penyakit. Selain itu, genangan air bisa membuat tanaman tenggelam dalam hitungan menit atau jam karena akarnya akan mati karena kekurangan oksigen.

    2. Terlalu Sering Menyiram Tanaman

    Tanah yang selalu basah mendorong pertumbuhan jamur dan penyakit. Bagian akar bisa membusuk, sehingga tanaman menjadi mati.

    Maka, penting mengetahui jenis tanaman dan kebutuhan airnya. Sementara intensitas menyiram tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi tanah. Kamu bisa mengecek kelembapan tanah menggunakan jari buat mengetahui kebutuhan air.

    3. Menyiram Tanaman di Malam Hari

    Penyiraman di malam hari memungkinkan kelembapan bertahan lebih lama di dedaunan karena air lebih lama menguap tanpa sinar matahari. Hal ini justru memicu pertumbuhan jamur dan bakteri mempunyai tempat yang sempurna untuk berkembang dan menyerang permukaan tanaman. Maka, sebaiknya hindari menyiram tanaman di malam hari.

    4. Menyiram Tanaman di Siang dan Sore Hari

    Sementara menyirami tanaman di tengah atau sore hari bukan ide yang bagus karena tetesan air pada dedaunan dipantulkan dan diperbesar oleh sinar matahari. Hal ini dapat membakar dan merebus dedaunan. Selain itu, air paling cepat menguap pada sore hari, sehingga hanya menyisakan sedikit air untuk tanaman.

    Oleh karena itu, idealnya menyiram di pagi hari seperti antara jam 4 pagi dan 10 pagi. Dengan begitu, ada waktu yang cukup bagi air untuk meresap dan tetap memungkinkan tanah mengering dengan cukup cepat untuk meminimalkan masalah jamur.

    Itulah kesalahan saat menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Akibat Tanam Pohon Dekat Rumah, Begini Jarak Idealnya


    Jakarta

    Halaman rumah yang berisi tanaman dan tumbuhan hijau seperti pohon tentu membuat suasana sekitar hunian terasa lebih asri dan sejuk. Akan tetapi, menanam pohon terlalu dekat rumah ternyata justru dapat menimbulkan masalah, lho!

    Pasalnya, kalau salah menanam pohon, terutama jaraknya malah akan merepotkan penghuni rumah. Misalkan, menanam pohon besar dekat rumah, lalu batang atau ranting jatuh hingga merusak bangunan rumah.

    Jika ingin menanam pohon di dekat rumah, jangan lupa memperhatikan jarak yang baik supaya nggak mengganggu rumah. Kalau begitu, berapa jarak ideal untuk menanam pohon di dekat rumah?


    Mengutip dari Jimstrees, Jumat (14/6/2024) berikut ini merupakan jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah.

    1. Tinggi pohon di bawah 8 meter, jarak minimal 3 meter dari bangunan
    2. Tinggi pohon 8-15 meter, jarak minimal 4-6 meter dari bangunan
    3. Tinggi pohon lebih dari 15 meter, jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

    Hal ini perlu dilakukan agar pohon yang ditanam tidak menimbulkan masalah di rumah. Memangnya, menanam pohon di dekat rumah dapat menimbulkan masalah? Yuk, simak penjelasan berikut yang dikutip dari Redstree.

    Masalah Akibat Tanam Pohon Dekat Rumah

    1. Daun, Dahan dan Batang Mengganggu

    Biasanya pohon yang besar dan rindang bisa menimbulkan masalah di rumah. Saat musim kemarau, daun-daun kering akan memenuhi halaman sehingga kita harus lebih sering lagi untuk membersihkan halaman.

    Belum lagi bila daun-daun tersebut menumpuk dan menghalangi saluran air di tanah atau di talang air. Bisa-bisa banyak genangan air di rumah. Selain itu, batang pohon yang semakin hari semakin besar juga bisa mengganggu pemandangan juga bisa mengganggu atap rumah kita.

    2. Akar Menyebar

    Pohon yang tumbuh juga akan memiliki akar yang makin besar setiap harinya. Secara umum, pohon akan tumbuh satu hingga 3 kali lebarnya kanopi. Pada beberapa kasus, akar pohon tumbuhnya dua kali lipat dari tumbuhnya ketinggian pohon itu sendiri. Akar pohon yang membesar di tanah ini akan berdampak pada pondasi rumah kita.

    Maka dari itu, pohon yang tumbuh lebih agresif harus ditanam jauh dari pondasi, pipa air juga jalur septic tank. Jika kamu tidak memiliki ruang yang cukup bagi pohon untuk tumbuh sesuai ukuran yang diharapkan, pertimbangkan spesies yang lebih kecil, atau buat opsi lanskap lain yang mungkin lebih cocok untuk area tersebut.

    Sistem akar pohon sangatlah kompleks, dan jika dibiarkan tumbuh di dekat pondasi atau saluran utilitas, hal ini dapat memberikan tekanan dan menyebabkan kerusakan serius. Jika kamu berencana untuk tinggal di rumah dalam jangka panjang, ini merupakan pertimbangan yang sangat penting.

    Seiring bertambahnya usia pohon, akarnya akan semakin dalam dan menyebar lebih jauh. Jika benda-benda tersebut masuk ke dalam pondasi rumah kamu, hal ini dapat menyebabkan retakan atau membahayakan integritas struktur.

    3. Ranting atau Pohon Tumbang

    Selain itu, menempatkan pohon tua dan rindang terlalu dekat dengan rumah juga dapat menimbulkan sejumlah akibat yang berbahaya. Angin, hujan atau badai dapat membuat cabang-cabang besar menembus jendela atau atap rumah. Yang lebih berbahaya lagi adalah kemungkinan tumbangnya pohon di dekat rumah kamu, yang berpotensi merusak dan mematikan.

    Beberapa pohon juga rentan karena memiliki kayu yang lemah, sehingga menarik serangga dan meningkatkan kemungkinan pohon sakit atau mati. Pada gilirannya, hal ini menimbulkan risiko jatuh yang lebih besar.

    4. Tingkatkan Kelembaban Tanah

    Pepohonan menyebabkan kelembaban tanah berfluktuasi karena tingkat air yang dibutuhkan untuk menjaga pohon tetap hidup. Hal ini dapat menimbulkan masalah yang signifikan jika pohon berada terlalu dekat dengan rumah kamu, karena tanah yang menyusut dan mengembang akan memberikan tekanan pada fondasi dan pada akhirnya dapat menyebabkan keretakan atau pergeseran.

    5. Pengendapan Beton

    Saat beton mengendap, kemungkinan besar beton akan retak dan bergeser. Sistem akar yang besar dapat memperburuk trotoar atau pondasi semen yang terkena dampak. Jika terjadi pergeseran yang signifikan, baik secara alami, karena akar pohon, atau kombinasi keduanya, hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan dan mengurangi keutuhan rumah atau trotoar.

    Itulah jarak ideal untuk menanam pohon di dekat rumah beserta masalah yang ditimbulkan dari menanam pohon besar di dekat rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Biopori? Pengertian dan Manfaatnya


    Jakarta

    Istilah biopori kerap disebutkan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir. Namun, apa sih biopori itu?

    Biopori merupakan resapan air yang biasanya dipakai di wilayah yang daya serapnya kurang maksimal. Biopori ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah banjir.

    Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai biopori, yuk simak informasi berikut ini.


    Pengertian Biopori

    Menurut KBBI daring, biopori adalah lubang buatan pada tanah yang diisi sampah organik untuk resapan air. Sampah organik ini berfungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

    Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, biasanya lubang biopori dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.

    Manfaat Biopori

    1. Mengurangi Sampah Organik

    Biopori mampu mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena kamu dapat membuang sampah organik ke dalam biopori.

    Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat kamu terbiasa memilah antara sampah organik dan anorganik.

    2. Menyuburkan Tanah

    Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.

    3. Membantu Mencegah Terjadinya Banjir

    Salah satu penyebab banjir adalah sistem drainase yang kurang baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah.

    Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

    4. Mempengaruhi Jumlah Air Tanah

    Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah di dalam biopori juga akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat lho!

    Itulah pengertian dan manfaat biopori.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Mudah Merawat Tanaman Hias bagi Pemula


    Jakarta

    Memelihara tanaman hias jadi salah satu kegiatan populer di masyarakat. Selain membuat hunian jadi lebih sejuk dan asri, hadirnya tanaman hias dapat mempercantik hunian.

    Sebagian orang menganggap merawat tanaman hias termasuk hal mudah, cukup dengan disiram air dan dijemur di bawah sinar matahari. Padahal setiap tanaman punya cara merawatnya masing-masing, jika salah atau tidak tahu cara merawatnya maka tanaman bisa layu.

    Bagi kamu yang baru memulai memelihara tanaman hias di rumah, sebaiknya ketahui dulu hal-hal penting berikut ini.


    Tips Merawat Tanaman Hias bagi Pemula

    Merawat tanaman hias tak bisa dilakukan sembarangan. Jika kamu masih pemula dan tak tahu cara merawatnya, maka siap-siap saja tanaman bisa mati dalam waktu dekat.

    Demi mencegah hal itu terjadi, penting untuk mengetahui cara merawat tanaman hias dengan baik dan benar bagi pemula. Dikutip dari situs Garden Health, Kamis (12/6/2025), berikut sejumlah tipsnya:

    1. Pahami Kondisi Lingkungan

    Tips yang pertama adalah memahami kondisi lingkungan sekitar. Pertimbangkan faktor-faktor seperti cahaya alami, suhu, dan tingkat kelembapan.

    Langkah ini dilakukan untuk menentukan tanaman apa yang cocok dan bisa tumbuh subur di sekitar rumah. Meski ada banyak tanaman yang mampu beradaptasi dengan baik di suhu dalam ruangan, tapi ada juga yang dapat tumbuh di suhu atau kelembapan tertentu.

    2. Pilih Tanaman yang Mudah Ditanam

    Sebagai pemula, sebaiknya pilih tanaman yang mudah ditanam agar kamu tidak repot dalam merawatnya. Sejumlah tanaman yang cocok untuk pemula, seperti lidah mertua, sirih gading, hingga bunga lili. Tanaman itu diklaim punya daya tahan baik dan mampu beradaptasi di segala kondisi suhu serta kelembapan.

    3. Ketahui Kondisi Cahaya

    Sejumlah tanaman membutuhkan cahaya matahari yang berbeda-beda, mulai dari redup hingga terang. Jadi, pilih tanaman hias yang sesuai dengan kondisi cahaya di rumah. Misalnya, lidah mertua mampu hidup di kondisi cahaya redup meski pertumbuhannya berjalan sedikit lambat.

    4. Pilih Pot yang Tepat

    Pilih pot yang punya lubang drainase untuk mencegah genangan air menumpuk dan pastikan sistem drainasenya baik. Sesuaikan juga ukuran pot dengan tanaman, jangan sampai membelinya terlalu kecil.

    5. Teknik Penyiraman

    Beberapa orang menganggap jika menyiram tanaman secara rutin membuatnya tumbuh subur. Padahal, tak semua tanaman cocok disiram setiap hari.

    Sebelum menanamnya di halaman rumah, ketahui dulu tanaman yang kamu pilih apakah butuh disiram setiap hari atau tidak. Gunakan juga tes jari untuk mengetahui kondisi tanah. Caranya dengan memasukkan jari ke dalam tanah sekitar 2 cm, jika terasa kering maka tanah perlu disiram.

    6. Perhatikan Kondisi Tanaman

    Sebagai pemilik, kamu juga perlu memperhatikan kondisi tanaman setiap hari. Daun yang layu atau menguning, tanah kering, atau pertumbuhannya lambat bisa mengindikasikan kalau ada masalah.

    Jika daun layu dan menguning bisa disebabkan karena masalah saat menyiramnya. Kondisi ini juga dapat disebabkan karena kekurangan nutrisi atau paparan cahaya yang tidak tepat.

    Waspada juga terhadap serangan hama seperti laba-laba, kutu daun, atau lalat. Gunakan pengobatan alami atau perawatan khusus jika tanaman diserang hama.

    7. Buang Daun yang Layu

    Buang daun yang mati atau menguning secara teratur agar tanaman hias tetap terlihat cantik. Selain itu, potong juga batang tanaman yang tumbuh terlalu besar agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

    Demikian tujuh tips mudah merawat tanaman hias bagi pemula. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Pakai 2 Bahan Dapur, Gulma di Halaman Rumah Langsung Tumbang!


    Jakarta

    Gulma merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di sekitar tanaman lain. Pada umumnya, gulma tumbuh secara liar sehingga cukup sulit untuk diatasi.

    Bagi pemilik tanaman, gulma jadi salah satu tumbuhan yang patut diwaspadai karena dapat mencuri ruang akar, cahaya, air, dan nutrisi tanaman lain. Bahkan, gulma juga jadi tempat berkembang biak bagi hama, penyakit, hingga bakteri bagi tanaman lho.

    Maka dari itu, jika menemukan gulma di halaman rumah sebaiknya segera diatasi sebelum tanaman hias milikmu rusak dan mati. Biasanya, gulma dapat dibasmi dengan herbisida, yaitu senyawa kimia yang dapat mengendalikan dan membunuh tumbuhan pengganggu, salah satunya gulma.


    Apabila kamu ragu jika menggunakan bahan kimia, sebenarnya ada cara mudah untuk membasmi gulma dengan menggunakan dua bahan sederhana. Apa saja bahan tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    2 Bahan Sederhana Ini Ampuh Atasi Gulma

    Mengatasi gulma di halaman ternyata dapat menggunakan dua bahan sederhana di rumah, yakni sabun cuci piring dan air. Bagaimana bisa?

    Dikutip dari The Spruce, Selasa (24/6/2025), kombinasi air dan sabun cuci piring disebut ampuh mengatasi gulma. Soalnya, kedua bahan ini dapat mengeringkan dan membunuh tanaman liar dengan cara merusak lapisan pelindung.

    Sabun cuci piring sendiri mengandung zat pelarut yang dapat memecah lapisan lilin yang menutupi daun tanaman. Setelah terurai maka gulma akan mengering dan akhirnya mati.

    Untuk cara penggunaannya juga mudah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan 1 botol semprot berukuran besar
    • Tuang 1 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam botol semprot
    • Kemudian tuang air secukupnya sesuai ukuran botol semprot
    • Setelah itu kocok hingga merata
    • Lalu semprotkan cairan tersebut ke area yang terdapat gulma.

    Meskipun sabun cuci piring memiliki sifat herbisida, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakannya untuk membasmi gulma, yaitu:

    • Takaran sabun cuci piring yang tepat
    • Pemilihan sabun cuci piring yang punya kualitas baik
    • Faktor cuaca dapat memengaruhi efektivitas cairan untuk membasmi gulma
    • Tergantung jenis gulma karena ada beberapa gulma yang sulit mati.

    Sebagai informasi, karena cairan tersebut berfungsi untuk mengeringkan gulma hingga mati, maka sebaiknya cek kondisi cuaca saat akan menyemprotkannya. Sebaiknya pilih kondisi cuaca sedang panas dan cerah agar efektif membasmi gulma.

    Sebaiknya hindari menyemprot cairan tersebut ketika cuaca sedang mendung atau turun hujan. Selain itu, jangan menyemprot cairan saat kondisi cuaca sedang berangin karena dikhawatirkan cipratan airnya mengenai tanaman lain, sehingga jadi kering dan mati. Bila perlu, tutup tanaman di sekitar daun agar tidak terkena cairan untuk membasmi gulma.

    Demikian tips mengatasi gulma dengan dua bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com