Tag: turnamen

  • Media Cup 2025 Beres, Sejarah Baru Tercipta


    Jakarta

    Gelaran Mandiri Media Cup 2025 telah selesai dilaksanakan. Turnamen mini soccer antarmedia ini menciptakan sejarah setelah SCTV hat-trick gelar juara.

    Tim SCTV kembali menegaskan dominasinya di Media Cup dengan memastikan gelar juara edisi 2025 lewat kemenangan dramatis atas SKOR Indonesia. Bermain 2-2 di waktu normal, laga kemudian harus ditentukan melalui adu penalti di partai final yang digelar di CIBIS Park, Jakarta, Rabu (30/10).

    Keberhasilan ini terasa semakin spesial karena SCTV mencatatkan hat-trick juara, setelah sebelumnya juga menjadi kampiun pada edisi 2023 dan 2024. Dengan tiga kali juara beruntun, SCTV secara resmi berhak menyimpan trofi Media Cup secara permanen – sebuah pencapaian yang menegaskan konsistensi, kekompakan, dan semangat sportivitas tinggi tim.


    Dengan raihan gemilang ini, SCTV tidak hanya mempertahankan tradisi juara, tetapi juga menorehkan sejarah sebagai satu-satunya tim dengan tiga gelar beruntun dalam perjalanan Media Cup – simbol kejayaan dan dedikasi yang menginspirasi dunia jurnalisme dan olahraga.

    Ketua Panitia Media Cup 2025, Andri Bagus Syaeful mengatakan, kesuksesan Media Cup 2025 tak lepas dari peran para peserta yang mampu menjaga sportivitas dan solidaritas sesama pekerja media massa.

    “Media Cup 2025 adalah wadah bagi para jurnalis dan semua pekerja media untuk tetap solid. Meski berbeda bendera perusahaan, kita bisa lihat solidaritas tak hanya ditunjukkan saat melakukan liputan tapi juga di lapangan,” kata Andri.

    Ketua Badan Tim Nasional PSSI, Sumardji memberi apresiasi tinggi untuk prestasi SCTV. Ia menyampaikan, hattrick juara adalah bentuk kerja keras, kekompakkan dan semangat tanpa kenal lelah.

    “Selamat kepada tim SCTV atas hattrick juara tiga tahun berturut-turut menjuarai Media Cup 2025. Prestasi ini bukti bahwa kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah selalu berbuah manis. Menang bukan karena tak pernah kalah, tapi karena tak pernah berhenti berjuang. Teruslah menjadi inspirasi di lapangan dan di dunia media,” ujar Sumardji.

    Kapten tim SCTV, Aria Rusandi yang juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Media Cup 2025 menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini.

    “Kami bermain dengan hati dan kerja sama yang solid. Tiga kali juara beruntun bukan hal mudah, tapi kami buktikan dengan semangat dan kebersamaan,” ujarnya.

    Transmedia punya tiga wakil di ajang ini. Trans7 gagal melaju dari babak awal, sedangkan Detikcom dan CNN Indonesia terhenti langkahnya di perempat final.

    Media Cup 2025 merupakan program kerja PSSI Pers yang saat ini jadi edisi keempat. Ajang dengan slogan ‘Rise Beyond Limits’ itu menghadirkan kompetisi yang semakin besar dengan 16 tim wartawan dari berbagai media nasional.

    Tahun ini, bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menjadi brand ambassador Media Cup yang berlangsung di Pendekar Goozone, CIBIS Park, Jakarta, 28-30 Oktober 2025. Selain pertandingan mini soccer, Media Cup 2025 juga menampilkan pameran foto bertajuk Timnas Indonesia dari Masa ke Masa untuk memberi pengalaman baru bagi pengunjung CIBIS Park.

    (mro/aff)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Pramono Anung Hadiri Turnamen Padel di Jaksel, Dukung Kegiatan Positif


    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri DYA Padel Tournament di Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025). Ia mendukung penuh kegiatan positif masyarakat.

    Turnamen di Mr. Padel, Cipete, Jaksel, diikuti 68 peserta dari berbagai komunitas padel di Jakarta dan sekitarnya. Ketua penyelenggara DYA Padel Tournament Lidya Praditta mengatakan bahwa turnamen ini merupakan inisiatif dari komunitas padel yang ia bentuk.

    “Ini first time turnamen saya. DYA itu nama saya. Separuh peserta dari komunitas saya. Separuh lagi dari teman-teman yang biasa ikut turnamen,” kata Lidya saat ditemui di lokasi acara.


    “Begitu poster (turnamen) keluar, dua hari langsung full. Waiting list-nya sampai ratusan orang,” ujarnya menambahkan.

    Turnamen kali ini hanya membuka satu kategori: Mix double. Lidya berencana menambah kategori pada turnamen berikutnya.

    Rencananya, Januari atau Februari ia ingin membuka turnamen lagi di beberapa kategori. Lidya menyebut olahraga padel kini makin diminati masyarakat. Ia pun tak risau dengan kabar bahwa di beberapa negara, seperti Swedia, sejumlah lapangan padel mulai tutup karena penurunan minat, Lidya mengaku tidak khawatir.

    “Di Indonesia hype-nya sempat turun. Tapi sekarang ramai lagi. Sebab, padel ini olahraga sosial. Sekarang anak-anak kecil sudah mulai private padel. Kalau diteruskan, bagus banget untuk regenerasi atlet,” ujarnya.

    Sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi antusiasme komunitas padel di Jakarta.

    “Saya tahu sekarang ini padel benar-benar hype-nya luar biasa. Seluruh komunitas kalau belum menyentuh raket padel itu belum menjadi anak Jakarta. Terutama anak Jakarta Selatan,” ucap Pramono.

    “Saya surprise melihat lokasinya seperti ini. Saya yakin turnamen ini akan memperkuat komunitas padel di Jakarta. Dan, semoga ini bukan sekadar tempat kumpul main padel. Yang paling penting, komunitas seperti ini harus membantu menghidupkan UMKM di sekitar. Itu akan memberikan dampak positif,” kata dia.

    Pramono Anung, padelFoto: Muhammad Robbani/detikSport

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari turut menghadiri turnamen ini. Ia bersama Pramono Anung sempat mencicipi bermain padel sebentar.

    “Turnamen ini kan bagian dari aktivitas olahraga masyarakat. Saya sampaikan karena hari ini padel belum menjadi olahraga yang direkognesi oleh Olimpiade, (3:59) tapi saya yakin dalam waktu dekat karena padel ini merupakan salah satu olahraga yang paling cepat di dunia, sama seperti e-sport,” ucap Raja Sapta.

    (mro/aff)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Adu Hebat Komunitas Padel Indonesia dan Malaysia


    Jakarta

    Olahraga padel lagi booming di tanah air. Sampai-sampai ada adu hebat antara komunitas padel Indonesia dan Malaysia bernama Padelink.

    Turnamen tersebut digelar di Lapangan Mr Padel, Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025). Sebanyak 20 komunitas padel dari Indonesia dan Malaysia berpartisipasi dalam program Citylink Sport Tourism yang menggandeng Traveloka.

    Padelink mempertandingkan empat kategori, yakni Men’s Bronze, Women’s Lower Bronze, Mix Lower Bronze, dan All Stars Fun Match. Kategori All Stars Fun match akan diikuti sejumlah artis dan musisi ternama Tanah Air. Diantaranya Atta Halilintar, Ade Govinda, Thoriq Halilintar, Mikha Hernan, hingga Ben Sihombing.


    Project Director Padelink Zeyhan Fitra Fadillah mengaku ini menjadi event pertama Padelink dan bakal menjadi agenda rutin untuk komunitas padel di Indonesia. Dia menyebut Padelink bukan sekadar “sport fun” tetapi juga memasukkan unsur kompetitifnya di setiap turnamen.

    Itulah mengapa event Padelink mengumpulkan komunitas-komunitas padel di seluruh Indonesia, bahkan negara tetangga.

    “Padelink sendiri sesuai namanya kita nge-link-in semua komunitas untuk bergabung disini. Jadi ada unsur comunity gatheringnya,” tutur Zehan dalam rilis kepada detikSport.

    Selain 19 komunitas padel dari wilayah Jabodetabek, Padelink juga diikuti komunitas padel dari Malaysia, Records Padel. Bahkan, komunitas padel yang diisi putra Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Audy Pratama Subagdja, juga berpartisipasi di event ini.

    Para komunitas mengirim jagoan-jagoan mereka untuk berpartisipasi di turnamen yang merebutkan hadiah uang tunai dan tiket gratis kemana saja dari Citylink dan Traveloka.

    “Kedepannya, Insya Allah kalau berjalan lancar dan mereka happy, kita akan rutin, agenda 4 bulan sekali, bisa tahunan, atau bisa kita jadikan liga (padel),” ujar Zeyhan yang juga CEO Terus Group ini.

    Audy Pratama yang tergabung dalam komunitas Padel ISS mengaku turnamen Padelink seru karena mengumpulkan komunitas padel di seluruh Indonesia. Menurutnya, event ini bukan sekadar olahraga, tapi juga berjejaring, membangun relasi dan bertemu banyak teman baru dari komunitas padel lain.

    “Sudah banyak sekali (komunitas padel), saya juga aktif di komunitas-komunitas, ada Disco, ada Tuespac (Tuesday Padel Club), yang selalu main di hari Selasa, ada GI-Jo, jadi disini, khususnya di Jakarta, komunitas ini benar-benar nge-gather mengumpulkan orang-orang padel, jadi Jakarta keren banget,” ujar Audy.

    Audy mengaku Padelink menjadi turnamen padel ke-12 yang diikutinya. Menurutnya, olahraga padel bukan sekadar sport fun, tetapi juga olahraga kompetitif. Terlebih, saat Indonesia sudah memiliki Tim Nasional Padel. Timnas Padel saat ini tengah bertanding dalam debutnya di World Asia Cup 2015 di Qatar.

    “Harapannya padel maju terus, harus konsisten, karena bagaimanapun olahraga itu salah satu pemersatu bangsa dengan negara lain,” tegas Audy.

    Sementara, Direktur Operasional Citylink Arry Kalzaman Sudarmadji mengakui Padelink menjadi turnamen olahraga yang sedang naik daun dan digemari masyarakat di Indonesia saat ini. Arry menyebut event ini menjadi penghubung antarkomunitas untuk berkumpul dan mempererat hubungan sesama pecinta dan pemain padel.

    “Saya harap dengan kegiatan ini kita bisa berinteraksi dengan lebih hangat mempererat hubungan dan menumbuhkan hubungan yang lebih positif. Semoga menjadi ajang yang menyenangkan, sehat dan merawat hubungan diantara kita semua,” ujar Arry.

    (mrp/raw)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Sirnas Padel 2025 Lagi Sambangi Surabaya, Makin Meriah


    Surabaya

    Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel 2025 lagi menyambangi kota Surabaya. Penyelenggara pun mencoba mengemas acara semenarik mungkin.

    PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia) menggelar Sirnas Padel 2025 di 3 kota, Bandung (25-27 Juli), Surabaya (28-31 Agustus), dan puncaknya di Bali (11-14 September_.

    Ajang ini digelar di tengah hype padel yang lagi menanjak di Indonesia. Sirnas Padel 2025 juga menggandeng GoFood sebagai mitra resminya.


    Selain GoFood, PBPI juga menggandeng beberapa mitra di daerah tempat sirnas berlangsung. Kebetulan saat ini karena Surabaya lagi jadi tuan rumah, maka salah satu perusahaan otomotif terkemuka ikut menyemarakkan acara itu.

    Adalah PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer otomotif terkemuka di Indonesia, yang berpartisipasi mendukung Sirnas Padel di Graha Padel Club, Dukuhpakis, Surabaya.

    Kehadiran MPMX dalam turnamen padel ini menjadi simbol kedekatan perusahaan dengan komunitas di sekitar wilayah operasional, sekaligus mencerminkan komitmen untuk mendukung gaya hidup sehat, aktif, dan berkelanjutan.

    “Popularitas padel meningkat pesat di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Olahraga ini bukan hanya sekadar tren baru, tetapi juga mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin peduli pada kesehatan, kebersamaan, dan aktivitas rekreasi yang berkualitas,” ujar CFO MPMX Group Beatrice Kartika dalam rilis kepada detikSport.

    “Dukungan MPMX terhadap turnamen ini sejalan dengan komitmen kami untuk hadir dekat dengan masyarakat, mendukung gaya hidup aktif, sekaligus membangun semangat kebersamaan melalui olahraga,” sambungnya.

    Sirnas Padel 2025 lagi sambangi Surabaya 28-31 Agustus.Sirnas Padel 2025 lagi sambangi Surabaya 28-31 Agustus. (Foto: dok.MPMX)

    Partisipasi MPMX dalam turnamen ini diwujudkan tidak hanya melalui dukungan terhadap jalannya kompetisi, tapi juga lewat kehadiran booth MPM Honda Jatim yang menghadirkan aktivitas dan promosi menarik.

    Kehadiran booth ini menjadi sarana interaksi langsung dengan pengunjung dan komunitas olahraga, sekaligus menambah semarak penyelenggaraan turnamen.

    MPMX ingin partisipasinya di Sirnas Padel 2025 tidak hanya menjadi bentuk dukungan pada perkembangan olahraga padel, tetapi juga mencerminkan sinergi bisnis perusahaan dalam menghadirkan nilai tambah yang relevan dengan tren gaya hidup masyarakat saat ini.

    (mrp/bay)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Liga Padel 2025 Digelar, Wadah Atlet untuk Naik Level


    Jakarta

    Liga Padel 2025 yang akan berlangsung mulai 20 Juli menjadi wadah Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI) DKI Jakarta untuk menjaring atlet-atlet muda bertalenta sekaligus meningkatkan level mereka.

    Demikian disampaikan Sekjen Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI) DKI Jakarta Steven Walangitan, saat hadir dalam peluncuran Padel League 2025 di kawasan Senayan, Jakarta pada Rabu (17/7/2025).

    Padel League 2025 dijadwalkan berlangsung setiap hari Minggu di berbagai venue padel terkemuka di Jakarta (Smash Padel, Republic Padel, dan lainnya) secara bergiliran mulai 20 Juli sampai 16 November mendatang.


    “Ini turnamen yang bagus karena fokus peserta itu bronze level. Sebab, sekarang itu rasio antara pemain pro atau amatir, atau level tinggi sangat sedikit. Jadi kami lebih banyak pemain-pemain yang baru atau masih di level-level beginner, sehingga kita perlu meningkatkan level yang lebih tinggi,” kata Steven.

    “Nah dengan adanya turnamen ini, kesempatan untuk para pemain baru, supaya lebih cepat naik dan supaya kita bisa lebih dapat pemain yang levelnya tinggi.”

    “Dan ya hampir setiap weekend ada turnamen macam-macam tapi yang seperti ini dengan level bronze saja yang dimainkan, baru sekarang lah, atau jumlah yang seperti ini sangat sedikit. Jadi kami antusias dengan adanya Liga Padel ini,” ujarnya.

    Steven juga menilai turnamen ini penting mengingat cabang olahraga padel sedang diupayakan bertanding di Olimpiade 2032.

    “Untuk multievent yang terdekat baru Pekan Olahraga Nasional (PON), level nasional. Tapi dengan rencana padel itu (bisa) masuk di Olimpiade, tentu itu menentukan padel masuk di (multievent) SEA Games nantinya,” kata Steven.

    Liga Padel 2025 diikuti 32 komunitas dan akan mempertandingkan 5 partai, yaitu 3 ganda putra, 1 ganda putri, dan 1 ganda campuran untuk setiap pertandingan antar komunitas. Adapun formatnya, 32 komunitas akan dibagi dalam dua grup terdiri dari 16 komunitas.

    Delapan tim terbaik setiap grup akan lolos ke fase knockout. Mereka bersaing menuju gelar juara dengan sistem gugur. Puncak penentuan gelar juara akan terjadi pada 15-16 November 2025 dengan tajuk BRImo SIP Padel Festival 2025.

    “Liga ini berfokus pada komunitas, kompetisi, dan koneksi. Kami percaya setiap komunitas layak tampil dan unjuk gigi di panggung besar,” kata Project Manager SIP Sports Club, Adit Dwi.

    (mcy/adp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Sirnas Padel 2025 Berlangsung di 3 Kota


    Jakarta

    Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) akan menggelar Sirkuit Nasional (SIRNAS) Padel 2025. Rencananya, kejuaraan ini digelar di tiga kota besar.

    PBPI menggelar Sirnas Padel 2025 di 3 kota. Rencananya, Bandung menggelarnya pada 25-27 Juli 2025, Surabaya pada 28-31 Agustus, dan puncaknya di Bali pada 11-14 September 2025.

    Ajang ini digelar di tengah hype padel yang lagi menanjak di Indonesia. Sirnas Padel 2025 juga menggandeng GoFood sebagai mitra resminya.


    “Padel bukan sekadar olahraga, ia merepresentasikan semangat baru dalam gaya hidup aktif dan modern, serta mencerminkan transformasi gaya hidup masyarakat urban saat ini,” kata Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita dalam rilis yang diterima detikSport.

    “Oleh karena itu, kami sangat senang GoFood, yang memang sudah tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, mendukung penuh inisiatif PBPI.”

    “Ditambah lagi dengan kehadiran para merchant andalan GoFood di setiap turnamen, kami harap dapat meningkatkan antusiasme baik para atlit maupun para pengunjung, sehingga mengakselerasi pertumbuhan olahraga Padel di seluruh penjuru tanah air,” katanya.

    Sementara Head of Marketing Food & Ads Gojek Ignatius Satrio mengatakan, “Seiring dengan gaya hidup urban yang terus berkembang, GoFood juga terus berinovasi untuk menjawab berbagai kebutuhan pelanggan. Salah satunya melalui peluncuran kurasi Menu Sehat, menjawab tingginya permintaan akan solusi praktis dalam menemukan dan menikmati makanan sehat,” ungkapnya.

    “Kini, di mana pun Anda berada, baik di rumah, kantor, gym, hingga lapangan Padel, kini menikmati menu sehat cukup lewat satu aplikasi saja,” jelasnya.

    (yna/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Makin Rame! Kumpul Lagi Bareng Komunitas Padel Hits Jakarta di Padel Connect


    Jakarta

    Olahraga Padel tengah populer dan menjadi pilihan banyak orang untuk menghabiskan waktu dengan aktivitas yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.

    Mudah dipelajari, penuh energi, dan selalu menghadirkan keseruan di lapangan, Padel menjadi tren baru di Jakarta yang sedang booming di kalangan komunitas olahraga.

    Bukan hanya soal permainan, Padel juga membuka kesempatan untuk menjalin pertemanan baru dan merasakan atmosfer kompetitif yang tetap fun.


    detikevent akan mengadakan event padel “Padel Connect” untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya sukses menciptakan turnamen seru bersama berbagai komunitas.

    Detail event “Padel Connect”

    • Waktu: Minggu, 28 September 2025
    • Lokasi: East Kemang Padel Court, Arimbi Space Kemang Timur 76, Jakarta Selatan
    • Waktu: Pukul 20.00-22.00 WIB

    Jangan lewatkan keseruannya! Event ini juga akan dihadiri oleh berbagai komunitas Padel populer di Jakarta, seperti:

    • Party Padel Club
    • BHM Padel Club
    • Padel Lord
    • Padak Club
    • Galacticos Padel Club

    Yuk, kumpul bareng komunitas Padel di Jakarta!

    Manfaatkan kesempatan ini sebagai ajang pemanasan sekaligus merasakan keseruan berkompetisi bersama komunitas Padel hits. Jangan lupa, nantikan juga turnamen Padel seru dan kompetitif persembahan detikevent yang akan segera digelar!

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Seberapa Besar sih Lapangan Padel? Ini Ukuran Standar Resminya!

    Jakarta

    Belakangan ini, popularitas padel semakin naik seiring dengan banyaknya lokasi tempat bermain padel di beberapa kota. Tempat bermain padel ini menyediakan hingga lebih dari 2 lapangan, sehingga efektif digunakan bagi pengunjung yang datang beramai-ramai.

    Nah, sebelum mulai bermain padel, ada baiknya detikers perlu memahami aturannya, termasuk ukuran lapangan padel. Banyak yang beranggapan lapangan padel sama dengan lapangan tenis. Namun ternyata, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dari segi ukuran, lho!

    Agar memahami lebih lanjut, detikers dapat menyimak penjelasan berikut ini.


    1. Standar Ukuran Lapangan Padel

    Standar ukuran lapangan padel ditetapkan oleh Federasi Padel Internasional (FIP) yang menyatakan bahwa lapangan padel harus berbentuk persegi panjang, dengan ukuran dimensi sebagai berikut:

    • Panjang: 20 meter
    • Lebar: 10 meter
    • Tinggi: Kandang harus memiliki ketinggian minimal 6 meter
    • Area servis: Terbelah dengan jaring di tengah 0,88 meter dan tiang 0,92 meter
    • Dinding belakang: Umumnya tinggi 3 meter
    • Dinding samping: 3 meter

    Ukuran lapangan padel ini berlaku bagi lapangan indoor, semi-outdoor, maupun outdoor.

    2. Garis Lapangan Padel

    Lapangan padel dibagi menjadi dua oleh jaring, dan 6,95 dari jaring adalah garis servis yang melintasi lapangan.

    Jalur servis pusat membagi saluran servis di kedua sisi jaring menjadi dua kotak, yang berjarak 20 cm di luar jalur servis di setiap sisi lapangan.

    Garis lapangan padel harus memiliki lebar 5 cm dan memiliki satu warna yang kontras dengan warna permukaan lapangan.

    3. Jaring Lapangan Padel

    Terkait ukuran jaring padel, FIP menetapkan sejumlah aturan, yaitu yang pertama, jring harus memanjang lebar sesuai dengan lebar lapangan, yaitu 10 m. Ketinggian jaring pdel harus 0,88 m di tengah dan 0,92 m di tiang dan berada di kedua sisi lapangan.

    Jaring digantung dari tiang ke tiang dengan kabel logam yang berdiameter maksimal 1 cm. Kabel ini berfungsi menjaga jaring tetap kencang di tempatnya selama bermain.

    Peraturan yang kedua, jaring harus memiliki pita putih berukuran 5 cm – 6,3 cm, yang terbuat dari serat sintetis. Hal ini bertujuan untuk memastikan bola tidak dapat melewatinya.

    4. Bahan Utama untuk Konstruksi Lapangan Padel

    Lapangan padel harus dirancang dengan bahan utama yang sesuai, agar permainan dapat berlangsung dengan efektif. Berikut bahan utama untuk konstruksi lapangan padel:

    • Lantai Akrilik: lantai lapangan padel berbahan utama akrilik agar tahan terhadap cuaca dan tidak memerlukan biaya perawatan yang berlebihan.
    • Subbase dan Pondasi: Pondasi berbahan aspal dan beton yang kokoh untuk mendapatkan permukaan yang stabil.
    • Tanda dan Batas: Garis dan tanda pada lapangan padel bertujuan untuk menentukan area bermain dan mematuhi dimensi lapangan resmi.
    • Sistem Drainase: Drainase berfungsi mencegah akumulasi air dan menjaga agar permukaan lapangan tetap halus dalam jangka waktu yang lama.

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Sejarah Padel: Dari Spanyol ke Dunia

    Jakarta

    Padel menjadi salah satu olahraga yang populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Olahraga ini cukup diminati berbagai kalangan sebab teknik bermainnya yang tidak terlalu rumit dan menyenangkan.

    Meskipun sekilas terlihat seperti tenis, padel memiliki keunikan sendiri, mulai dari aturan hingga peralatan yang digunakan.

    Bagi detikers yang penasaran asal mula olahraga padel, berikut detikSport telah merangkum sejarah terbentuknya. Yuk, disimak sampai selesai!


    Sejarah Berkembangnya Olahraga Padel

    Melansir dari situs padelflip, padel pertama kali diciptakan oleh Enrique Corcuera, seorang penggemar tenis. Pada tahun 1969, Enrique berencana membuat lapangan tenis di rumahnya namun tidak memiliki lahan yang cukup. Oleh karenanya, ia membuat lapangan versi yang lebih kecil, yaitu berukuran 20 x 10 meter yang dikelilingi dinding setinggi 3 meter dan net di antaranya.

    Pada tahun 1970-an, Pangeran Alfonso dari Hohenlohe menghabiskan liburan musim panasnya di rumah Corcuera di Acapulco dan memutuskan untuk membangun lapangan padel di Andalusia.

    Selanjutnya, Julio Menditeguy memutuskan untuk mengimpor olahraga ini ke Argentina dan menjadi membangun lapangan padel pertama di Argentina.

    Pada tahun 1980-an, lapangan-lapangan padel mulai banyak di bangun di Brasil, Uruguay, Chili, Prancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Pada tahun 1988, asosiasi nasional pertama di dunia, “Asociacion Padel Argentino didirikan.

    Pada tahun 1990-an, Federasi Padel Internasional (FIP) didirikan di Madrid oleh Asosiasi Padel Argentina, Asosiasi Padel Spanyol, dan Asosiasi Padel Uruguay. Pada tahun 1997, di Barcelona, Spanyol, dan Argentina disepakati bahwa olahraga ini disebut Padel, dimana sebelumnya disebut Paddle.

    Pada tahun 2000, Kejuaraan Dunia Junior diadakan di La Plata, Argentina. Selama tahun-tahun tersebut, 7 federasi lainnya dibentuk, 6 federasi Eropa dan 6 federasi Australia. Pada tahun 2005, sirkuit padel profesional pertama lahir, yaitu Padel Pro Tour (PPT).

    Pada tahun 2013, PPT digantikan oleh World Padel Tour (2014-2023). Pada tahun 2018, Kejuaraan Dunia Senior pertama diadakan di Estepona, Malaga (Spanyol).

    Pada tahun 2021, FIP meluncurkan sirkuit Promises untuk putra dan putri kategori di bawah 14, 16, dan 18. Pada tahun 2024, sirkuit Premier Padel yang dikelola oleh FIP menjadi sirkuit profesional teratas di dunia dengan 24 turnamen di 16 negara. Dan hingga kini terdapat 87 federasi yang terafiliasi dengan FIP dan padel sudah dimainkan lebih dari 140 negara.

    Di Indonesia sendiri, padel sudah dikenal sejak tahun 2021. Olahraga ini semakin populer dan mendapat perhatian pada tahun 2024. Ketenaran padel bisa dilihat dari banyaknya lapangan padel di kota-kota besar hingga berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Bali.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Patrice Evra Datang ke Jakarta, Promosi Sepakbola Jalanan 3X3


    Jakarta

    Spirit sepakbola jalanan 3X3 sedang berlangsung di Cilandak Square, Jakarta. Untuk menambah semarak, legenda Manchester United Patrice Evra turut hadir.

    Chief Strategic & Operations Offside Corp Kunto Wiyoga menjelaskan bahwa pihaknya menggelar LigaKita Festival untuk mempromosikan sepakbola menyenangkan. Menurutnya, iklim sepakbola Indonesia cukup cocok dengan sepakbola jalanan.

    Minimnya jumlah lapangan dan pemain, tidak menjadi isu buat sepakbola jalanan. Cukup tiga pemain dalam satu tim, pertandingan sepakbola sudah bisa dijalankan.


    “Inisiasi kami adalah menciptakan turnamen soccer cage, mau mengangkat kultur sepakbola jalanan yang berbasis kandang. Jadi bisa dimainkan kapan saja dan di mana saja,” kata Kunto di Cilandak Square, Sabtu (8/11/2025).

    “Jadi ini eksibisi yang pertama 3×3. Intinya ada 1×1 juga, sekarang komunitas. Besok sore akan ada 6 content creator, termasuk juga Patrice Evra yang mau main lawan content creator di Indonesia,” ujarnya menambahkan.

    Sepakbola 3x3Foto: Muhammad Robbani/detikSport

    Dijelaskan Kunto, saat ini Evra sudah ada di Indonesia, dan bahkan sudah jalan-jalan di Jakarta sejak kemarin, Jumat (7/11). Kemudian acara akan dilanjutkan besok, Minggu (9/11), pagi, yang merupakan acara puncak dari berupa Simpati Clash of Stars.

    Acara puncak ini akan diikuti para peserta dari lima kota sebelumnya yang terpilih. Sebanyak lima orang anak berkesempatan berlatih bersama sama Evra di Stadion Asiop, Arcici, Cempaka Putih.

    “Rencananya kami membuat acara ini tiap tahun, ini kali pertama buat Offside Corp dan rangkaian event ini boleh dibilang trial. Insyaallah tahun depan akan mendatangkan pemain internasional lagi, mungkin sekitar 2-3 pemain dengan rangkaian acara yang sama; coaching clinic, clash of stars, nanti menarik anak-anak lagi ke Jakarta,” tutur Kunto.

    “Kemudian akan ada seperti ini lagi turnamen jalanan. Tapi kami akan sebar ke lebih kurang 8-11 kota tahun depan. Ini adalah inisiasi kami untuk membentuk sebuah intelectual property yang berbasis entertainment. Jadi kalau bicara tujuan kami punya tujuan secara komersial, pasti, secara jangka panjang mau naikkan sepakbola Indonesia dari grassroot, 3×3 yang spriritnya karena makin sedikit lapangan bola di Indonesia,” ucapnya.

    “Tidak perlu 11 pemain, tidak perlu 5 pemain, main sendirian lalu tarik dua teman. Jadi main di mana saja dan kapan saja bisa. Kami punya program coaching clinic yang tujuan jangka panjang kami mau punya silabus, meski belum tahu apakah bisa terkoneksi dengan federasi (PSSI),” katanya lagi.

    “Tapi setidaknya kemarin salah satu pelatih kolaborasi di Jogja ada Coach Indra Sjafri, beliau kasih banyak masukkan; program jangka pendek, menengah, panjang. Karena target usia 8-12, sepakbola menyenangkan sehingga diharapkan bisa menciptakan materi yang enak buat mereka,” tutupnya.

    (mro/aff)



    Sumber : sport.detik.com