Tag: turunan

  • Nekat Parkir Kendaraan di Jalan Depan Rumah, Sanksinya Ngeri


    Jakarta

    Memarkir kendaraan di jalan depan rumah mungkin banyak ditemui di Indonesia. Tanpa sadar, hal ini ternyata bisa mengganggu pengguna jalan lainnya. Bukan cuma mobil, motor pun tidak boleh diparkir sembarangan.

    Jika detikers masih sering sembarangan parkir di jalan, apalagi menjadikan jalan tersebut sebagai garasi, maka sanksi berat siap-siap menanti. Bahkan tak cuma dari sisi hukum positif, dari pandangan agama pun hal ini dilarang.

    Berbagai Aturan tentang Parkir Sembarangan di Jalan

    Ada banyak aturan mengenai parkir kendaraan di jalan. Aturan ini tertuang melalui undang-undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP), hingga Peraturan Daerah (Perda).


    UU No 2 Tahun 2022

    UU No 2 Tahun 2022 merupakan perubahan dari UU No 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Pada Pasal 12 ayat 1 dijelaskan, setiap orang dilarang melakukan segala perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.

    Bunyinya sebagai berikut:

    “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan.”

    Sanksinya berupa penjara maupun denda hingga miliaran rupiah. Ketentuan ini diatur dalam pasal 63 ayat 1 yang bunyinya:

    “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 (delapan belas) bulan atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah).”

    UU No 22 Tahun 2009

    UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada Pasal 28 ayat 1 mengatur tentang gangguan fungsi jalan.

    “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan.”

    Sanksinya diatur dalam Pasal 274 ayat 1 dalam UU yang sama, bunyinya yaitu:

    “Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000 (dua puluh empat juta rupiah).”

    PP No 34 Tahun 2006

    Dalam Peraturan Pemerintah No 34 Tahun 2006 tentang Jalan, dijelaskan lewat Pasal 38 sebagai pelengkap UU yang ada. Bunyinya sebagai berikut:

    “Setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 34, pasal 35, pasal 36, dan pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.”

    Yang dimaksud ruang manfaat jalan tersebut meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya. Ruang manfaat jalan adalah ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi, dan kedalaman tertentu yang ditetapkan oleh penyelenggara jalan yang bersangkutan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri.

    KUHPerdata Pasal 671

    Kitab Undang-undang Hukum Perdata pun mengatur hal ini, yakni dalam Pasal 671 yang berbunyi:

    “Jalan setapak, lorong, atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan untuk jalan keluar bersama tidak boleh dipindahkan, dirusak, atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin semua yang berkepentingan”.

    Perda DKI Jakarta No 5 Tahun 2014

    Di tingkat pemerintah daerah pun membuat aturan turunan. Misalnya DKI Jakarta yang mewajibkan pemilik kendaraan memiliki garasi. Hal ini diatur dalam Perda DKI Jakarta Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi pada pasal 140. Bunyinya yaitu:

    • Seorang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi
    • Setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor dilarang menyimpang kendaraan bermotor di ruang milik jalan
    • Setiap orang atau badan usaha pemilik yang akan membeli kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi untuk menyimpan kendaraannya yang dibuktikan dengan surat bukti kepemilikan garasi dari kelurahan setempat

    Perda Kota Malang No 2 Tahun 2012

    Kota Malang mengatur hal tersebut lewat Perda Kota Malang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum dan Lingkungan. Pasal 7 huruf p menyebut bahwa masyarakat baik orang maupun badan dilarang mencuci mobil, menyimpan, menjadikan garasi, membiarkan kendaraan dalam keadaan rusak, rongsokan, memperbaiki kendaraan dan mengecat kendaraan di daerah milik jalan.

    Perda Kota Solo No 10 Tahun 2022

    Di Kota Solo atau Surakarta, diatur lewat Perda 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perhubungan, yakni pada Pasal 88. Bunyinya sebagai berikut:

    1. Setiap badan usaha pemilik kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi yang mencukupi untuk menyimpan kendaraan.
    2. Setiap orang pemilik dan/atau pengguna kendaraan bermotor harus menyimpan kendaraannya di garasi atau di tempat yang tidak mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.

    Pandangan Agama Islam

    Tak hanya hukum positif, memarkir sembarangan di jalan depan rumah juga dilarang menurut pandangan Islam. Hal ini dijelaskan dalam situs Kementerian Agama yang mengutip penjelasan Syekh Zakariya al Anshori dalam kitab Manhaj Thullab.

    Disebutkan bahwa jalanan umum tidak boleh dimanfaatkan untuk sesuatu yang bisa mengganggu pengguna jalan raya, termasuk parkir sembarangan dan parkir kendaraan karena tidak punya garasi.

    الطَّرِيقُ النَّافِذُ لَا يُتَصَرَّفُ فِيهِ بِبِنَاءٍ أَوْ غَرْسٍ وَلَا بِمَا يَضُرُّ مَارًّا فَلَا يُخْرِجُ فِيهِ مُسْلِمٌ

    “Jalanan umum tidak boleh dimanfaatkan untuk dibangun sebuah gedung, atau tanaman. Demikian pula dilarang menggunakannya (dengan model apapun), ketika bisa mengganggu para pengguna jalan”. (Syekh Zakariyya Al-Anshary, Manhaj al-Thullab, Juz 3 Halaman 359).

    Tindakan itu dinilai bisa mempersulit pengguna jalan raya lain yang juga memanfaatkan jalan sebagai mestinya. Namun sebagai solusi, seseorang bisa menggunakan dalam kondisi mendesak dengan izin dari pemilik lahan atau pihak yang berwajib.

    Demikian tadi berbagai aturan dalam UU, PP, hingga pandangan agama. Sanksinya ngeri kan? Nah, detikers jangan sampai parkir sembarangan di jalan ya.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Berbagai Jenis Atap Rumah Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Atap menjadi elemen penting dalam sebuah rumah. Atap rumah berfungsi sebagai pelindung dari hujan, panas, hingga berbagai kondisi cuaca lainnya.

    Maka dari itu, pemilihan jenis atap perlu diperhatikan. Pelajari apa saja berbagai jenis atap rumah beserta kelebihan dan kekurangannya untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran detikers.

    Jenis-jenis Atap

    Pemilihan jenis atap rumah tidak yang tepat tidak hanya untuk estetika bangunan, tapi juga mengenai daya tahan, kenyamanan, serta biaya perawatan. Berikut adalah beberapa jenis atap yang paling umum digunakan:


    1. Genteng Beton

    Dilansir laman Colorbond, material atap ini biasanya digunakan untuk rumah berkonsep minimalis. Pasalnya punya tampilan yang serbaguna dan bersih.

    Kelebihan

    • Lebih tahan terhadap pembusukan.
    • Tahan kebakaran.
    • Tahan terhadap serangga.
    • Punya masa pakai yang lebih lama.

    Kekurangan

    • Cenderung lebih berat.
    • Biaya relatif mahal.
    • Waktu pemasangannya relatif lebih lama dibandingkan jenis genteng lain.

    2. Atap Genteng Tanah Liat

    Atap genteng tanah liat merupakan atap yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.

    Atap genteng tanah liat dan beton sering dipakai bersama, karena keduanya memiliki bahan atap pasangan bata dengan persyaratan pemasangan yang sama.

    Baik tanah liat atau beton digunakan sebagai bahan cetakan. Di mana, hasil akhirnya yaitu genteng yang dirancang untuk saling tumpang tindih dan/atau saling mengunci dengan genteng di sebelahnya.

    Kelebihan

    • Punya kemampuan untuk menahan panas dan suara dari luar (terutama saat hujan).
    • Dianggap material yang ramah lingkungan.

    Kekurangan

    • Relatif mudah retak.
    • Relatif mudah lumutan.

    3. Atap Asbes

    Atap asbes merupakan jenis atap yang terbuat dari bahan asbes yang dikenal dengan daya tahannya terhadap cuaca.

    Kelebihan

    • Mudah dipasang.
    • Sifatnya ringan.

    Kekurangan

    • Tampilan cenderung kurang menarik.
    • Bisa sangat rapuh

    4. Atap Logam

    Atap logam adalah jenis penutup bangunan t dari bahan logam seperti aluminium, baja, atau tembaga. Jenis atap ini tidak cocok untuk daerah beriklim tropis.

    Kelebihan

    • Biayanya cenderung rendah.
    • Bobotnya ringan.
    • Pemasangannya tidak terlalu sulit.

    Kekurangan

    • Cenderung tidak memberikan insulasi yang baik.
    • Bising saat hujan deras.
    • Mudah terangkat oleh angin kencang.

    5. Atap Gelombang uPVC

    Jenis atap bahan unplasticized polyvinyl chloride (uPVC) adalah jenis material olahan turunan dari PVC. Dikutip dari buku Seri Rumah Ide – 30 Material Inovatif oleh Imelda Akmal Architecture, uPVC materialnya lebih kaku dan tidak elastis PVC, dan sekilas uPVC tampak serupa dengan atap fiber atau polikarbonat.

    Lembaran atap ini bergelombang, dan tersedia dalam dua pilihan yakni solid dan transparan.

    Kelebihan

    • Memiliki lapisan berongga yang berfungsi sebagai insulator panas dan suara.
    • Daya tahan cukup lama.

    Kekurangan

    • Harga cenderung mahal.
    • Warnanya agak terbatas.

    6. Atap Keramik

    Atap keramik umumnya dari tanah liat yang diolah dengan lapisan glasir tambahan. Atap ini dikenal bisa memberikan tampilan estetis klasik dan daya tahan tinggi.

    Kelebihan

    • Lebih estetik.
    • Punya kekuatan yang bagus.
    • Tahan api.
    • Tidak mudah terkena lumpur.

    Kekurangan

    • Relatif mahal.
    • Pemasangannya bisa sangat rumit.

    7. Atap Galvalum

    Atap jenis ini terbuat dari campuran seng, aluminium, serta silikon. Atap ini biasanya digunakan untuk bangunan modern karena pemasangannya mudah.

    Kelebihan

    • Daya tahan tinggi terhadap kondisi cuaca.
    • Tahan karat.
    • Pemasangannya mudah.

    Kekurangan

    • Menyerap panas.
    • Bisa menimbulkan suara bising saat hujan.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jenis Kanopi yang Kuat dan Tidak Bising, Lengkap dengan Harganya


    Jakarta

    Pemasangan kanopi bisa menjadi solusi terbaik untuk menambah estetika rumah. Selain itu, hadirnya kanopi juga dapat melindungi area tertentu seperti carport, sehingga kendaraan tidak kepanasan atau kehujanan.

    Sebelum membeli kanopi, penting untuk mengetahui jenis-jenis atap yang digunakan. Sebaiknya, pilih atap kanopi yang punya material kokoh dan tidak bising ketika kena air hujan.

    Di pasaran, sudah ada beberapa jenis kanopi yang dirancang khusus mengurangi kebisingan dan diklaim kokoh. Untuk harganya sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran.


    Ingin tahu jenis-jenis kanopi yang kuat dan tidak bising? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Kanopi yang Kuat dan Tidak Bising saat Hujan

    Jika kamu berencana ingin memasang kanopi di rumah, sebaiknya ketahui dulu beberapa jenis atap kanopi yang kokoh, awet, dan tidak bising ketika hujan. Berikut jenis-jenis kanopi:

    1. Kanopi Baja Ringan

    Jenis kanopi yang satu ini banyak dipilih masyarakat karena ringan, kokoh, dan tahan karat. Material kanopi ini dilapisi dengan galvalum, yakni bahan yang terbuat dari campuran seng, aluminium, dan silikon.

    Keunggulan dari kanopi baja ringan adalah mudah dipasang karena hanya butuh baut khusus untuk menyambung antar lembaran baja. Selain itu, desain kanopi baja ringan juga dinilai estetis sehingga dapat memperindah rumah dari luar.

    Harga baja ringan bisa berbeda-beda tergantung dari panjang dan ketebalan. Dari pantauan detikProperti di berbagai toko online, Minggu (8/6/2025), harga atap galvalum 0,3 mm dibanderol sekitar Rp 165.000-250.000 per 6 meter.

    2. Kanopi Alderon

    Merek kanopi yang satu ini sangat populer di masyarakat. Kanopi Alderon menggunakan material uPVC atau unplasticized polyvinyl chloride yang merupakan turunan dari PVC.

    Mengutip buku Seri Rumah Ide – 30 Material Inovatif oleh Imelda Akmal Architecture, uPVC merupakan bahan yang lebih kaku dan tidak mengalami proses seplastis PVC. Bahan ini bebas dari kandungan BPA sehingga dinilai lebih ramah lingkungan.

    Material ini punya sejumlah keunggulan, yakni mengusung lapisan berongga yang berfungsi sebagai insulator panas dan suara, sehingga tidak bising saat hujan. Kandungan klorin (garam) pada atap uPVC diklaim dapat menghambat penyebaran api dan aliran listrik, sehingga material ini tidak mudah terbakar.

    Soal harga, atap Alderon memang lebih mahal daripada jenis atap lainnya untuk kanopi. Untuk atap Alderon uPVC R830 ketebalan 10 mm dibanderol sekitar Rp 175.500 per meter. Selain itu, ada juga atap Alderon uPVC single layer gelombang trimdeck dengan harga sekitar Rp 68.000 per meter.

    3. Kanopi Polycarbonate

    Kanopi jenis ini terbuat dari polimer khusus yang tampilannya mirip seperti plastik bening. Kanopi polycarbonate menjadi pilihan alternatif pengganti kaca karena dapat memberikan kesan transparan.

    Ada sejumlah keunggulan dari kanopi polycarbonate, mulai dari bobotnya yang ringan, pemasangan relatif mudah, kuat, tahan lama, serta dapat meredam suara bising saat hujan. Meski transparan, material kanopi ini dapat meredam suhu panas matahari sehingga bikin carport tetap sejuk.

    Namun, kekurangan dari kanopi jenis ini adalah dapat berubah warna menjadi kuning jika jarang dibersihkan. Perubahan warna tersebut diakibatkan oleh air hujan dan kotoran yang menempel. Untuk membersihkannya pun juga cukup sulit, sehingga dapat merusak estetika hunian.

    Harga kanopi polycarbonate bisa berbeda-beda tergantung ukuran, ketebalan, dan warnanya. Untuk kanopi polycarbonate ketebalan 1,2 mm dibanderol sekitar Rp 205.000 per meter.

    Demikian tiga jenis kanopi yang kokoh dan tidak bising saat hujan, lengkap dengan kisaran harga terbaru di 2025. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Genteng uPVC per Lembar Terbaru 2025


    Jakarta

    Memilih material genteng untuk atap rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Saat ini ada beragam pilihan jenis genteng yang dijual di pasaran, salah satunya adalah genteng uPVC.

    Sebagai informasi, genteng uPVC terbuat dari material unplasticized polyvinyl chloride yang merupakan turunan dari PVC. Material uPVC dinilai lebih kaku dan tidak mengalami proses seplastis PVC. Bahan ini juga bebas dari kandungan BPA sehingga dinilai lebih ramah lingkungan.

    Genteng uPVC disebut punya beragam keunggulan, seperti dapat meredam suhu panas dan harga yang terjangkau. Ingin tahu kisaran harga terbaru genteng uPVC di 2025? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Kisaran Harga Genteng uPVC Terbaru 2025

    Sebagai informasi, harga genteng uPVC dapat berbeda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari merek, ukuran, dan kualitas genteng yang dipilih.

    Pada umumnya, genteng uPVC dijual per lembar dengan ukuran yang berbeda-beda. Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Kamis (17/7/2025), berikut kisaran harga genteng uPVC terbaru 2025:

    • Genteng uPVC SunPro 1,95 x 0,96 m: Rp 307.000/lembar
    • Genteng uPVC Royal Roof 1,98 x 1,04 m: Rp 360.000/lembar
    • Genteng uPVC Royal Roof 5,94 x 1,04 m: Rp 1.080.000/lembar
    • Genteng uPVC Dr.Shield 1,54 x 1,04 m: Rp 170.000/lembar
    • Genteng uPVC Supreme 1,53 x 1,05 m: Rp 150.000/lembar.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

    Kelebihan dan Kekurangan Genteng uPVC

    Genteng uPVC memiliki sejumlah keunggulan seperti harga terjangkau dan tahan terhadap panas. Namun, ada beberapa kekurangan yang wajib kamu ketahui sebelum membelinya. Berikut kelebihan dan kekurangan dari genteng uPVC:

    Kelebihan

    • Tahan terhadap panas
    • Harga material terjangkau
    • Kedap suara
    • Ramah lingkungan

    Kekurangan

    • Rentan mengalami retakan
    • Pilihan warna yang tidak bervariatif.

    Demikian kisaran harga genteng uPVC per lembar terbaru 2025. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Event Trail Run Terbesar Jateng! Taklukkan Jalur Legendaris MesaStila100 2025


    Jakarta

    Event tahunan yang memasuki edisi ke-15 ini akan digelar pada 4-5 Oktober 2025 dengan berlokasi di kawasan eksotis MesaStila Resort & Spa, Magelang.

    Mengusung semangat petualangan dan koneksi dengan alam, MesaStila100 dikenal luas sebagai salah satu trail run paling bergengsi dan menantang di Indonesia, dengan rute ikonik yang melintasi Gunung Andong, Gunung Kelir, dan Gunung Telomoyo di Jawa Tengah.

    Pasca pandemi dan di tengah dunia kerja yang makin serba digital, banyak dari kita yang terjebak di meja kerja selama berjam-jam. Akibatnya, muncul berbagai keluhan seperti stres, kelelahan kronis, hingga penurunan kebugaran tubuh. Trail running bisa jadi solusi menyeluruh, menggabungkan gerak fisik, udara segar, dan panorama alam yang menenangkan.


    MesaStila100 bukan hanya sekadar lomba. Ini adalah panggilan untuk kamu yang ingin re-connect dengan alam, menantang dirimu sendiri, sekaligus menikmati atmosfer komunitas yang suportif dan penuh semangat.

    Lima Kategori yang Disesuaikan dengan Tingkat Kemampuan

    Salah satu keunggulan MesaStila100 adalah fleksibilitas kategorinya. Kamu bisa menyesuaikan dengan tingkat kemampuan fisikmu:

    • 7K – Fun Run (EG ± 215m | COT: 2 jam)
    • 12K – Fun Run (EG ± 594m | COT: 3 jam)
    • 21K – Trail Run (EG ± 1313m | COT: 7 jam)
    • 37K – Trail Run (EG ± 2339m | COT: 11 jam)
    • 50K – Ultra Trail Run (EG ± 3542m | COT: 13 jam)

    Kategori 7K, 12K, dan 21K sangat cocok untuk kamu yang ingin mulai dari tantangan ringan hingga menengah, tanpa perlu pengalaman ekstrem. Tiket untuk kategori ini sudah bisa dibeli langsung melalui detikevent.

    Sementara untuk kamu yang sudah berpengalaman di dunia ultra trail, kategori 37K dan 50K bisa menjadi medan pembuktian diri. Namun, kamu perlu melalui proses kualifikasi terlebih dahulu melalui tautan ini, untuk memastikan kesiapan fisik dan keamanan selama race.

    Setiap peserta MesaStila100 2025 akan mendapatkan fasilitas lengkap yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik selama event. Mulai dari race jersey, BIB number, medali finisher, goodie bag, hingga air minum dan post-race refreshment tersedia untuk semua kategori. Khusus peserta 12K ke atas juga akan mendapatkan finisher jersey eksklusif.

    Bukan hanya itu, kamu juga akan mendapatkan hasil lomba, e-sertifikat, serta dokumentasi resmi dari penyelenggara. Setelah garis finish, nikmati post-race meal dengan standar sajian resort bintang lima. Buat kamu yang berhasil mencapai podium, tersedia juga hadiah penghargaan untuk juara 1, juara 2, dan juara 3, baik pria maupun wanita.

    Dengan fasilitas ini, MesaStila100 bukan cuma soal berlari, tapi juga soal menikmati proses, pencapaian, dan kenyamanan di tengah tantangan.

    Pendaftaran resmi dibuka mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2025, sementara pengambilan racepack dilakukan pada 3-4 Oktober 2025. Dengan kuota terbatas dan antusiasme peserta yang selalu tinggi, penting untuk mengamankan slot-mu sejak dini.

    Terutama jika kamu termasuk dalam generasi aktif yang ingin mengubah gaya hidup lebih sehat, mindful, dan aktif. Trail run seperti MesaStila100 juga bisa jadi momen berkumpul dan healing bersama teman, komunitas lari, atau bahkan keluarga. Karena di balik setiap tanjakan dan turunan, ada kepuasan yang nggak bisa diukur dengan angka.

    Jangan lewatkan keseruannya, yuk ikut meriahkan MesaStila 2025 dan beli tiketnya melalui detikevent!

    (krs/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Brand Merche Perdana Rilis Busana Sarimbit Serba Pastel untuk Lebaran 2025

    Jakarta

    Brand Merché dikenal lewat koleksi tasnya kini mulai menyediakan busana wanita. Tak hanya itu saja, Merche juga merilis koleksi sarimbit spesial untuk Lebaran 2025.

    Brand yang didirikan oleh Tari Puji Lestari ini ingin menyasar segmentasi zilenial, yaitu pertengahan antara milenial dan gen z. Fajar Fitrah sebagai Vice President Merché mengatakan alasan Merche kini tak hanya merilis tas tapi juga mengeluarkan koleksi busana.

    “Merche awalnya dari hobi dan imajinasi teh Tari awalnya dari tas. Ternyata kebutuhannya tak hanya tas dan mulai merambah dari dompet dan lainnya. Kita lihat lagi segmentasi kita tahun 26-35. Mereka adalah orang yang bekerja di wilayah urban. Dari situ kebutuhannya bagaimana kita kepengen banget memenuhi kebutuhannya,” ungkap Fajar saat ditemui Wolipop usai mini trunk show A Blooming Journey of 8 Blissful Years di Kopitagram Centang Biru, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2025).


    Merché mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup wanita. “Makanya Merché ini bukan hanya tas tapi lifestyle untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Di setiap koleksi kita mengeluarkan tambahan produk seperti kampanye awal Januari hingga Maret ulang tahun Merche sekaligus Ramadan. Makanya kita luncurkan koleksi Lebaran,” ujarnya.

    Merché merilis delapan koleksi spesial Lebaran yang bernuansa serba pastel. Koleksinya terdiri dari tunik, atasan hingga dress. Untuk koleksi baju Lebaran 2025, Merché memakai bahan katun embroidery dan satin silk print mix tile.

    Selain koleksi busana, Merché menghadirkan koleksi tas dengan bahan nilon dan kulit vegan sintetis. “Detail koleksinya tasnya vegan leather untuk tote bag. Ada juga bahan nilon. Ada juga tas yang bentuk anyaman,” lanjut Fajar.

    Sesuai dengan DNA Merché yang melekat dengan warna pastel. Fajar menuturkan koleksi Lebaran mengikuti permintaan pelanggan setia Merché.

    “Kita lihat dari warna Merche warna besarnya pink, hijau dan putih. Kita punya warna tersendiri dan warna navy, black dan cokelat cukup laku. Merche dikenal banyak warna. Warna pastel tentunya brand imagenya Merche dan kita lihat turunan warna yang lagi hits warna pastel. Kenapa feminin? Karena 90% konsumen kita perempuan. Segmentasi saat ini perempuan dan warnanya mengikuti zilenial antara gen z dan milenial,” tuturnya panjang lebar.

    Koleksi baju Lebaran 2025 dari Merche dijual mulai dari harga Rp 300 Ribu sampai Rp 600 Ribu untuk koleksi sarimbit.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Jangan Dekat-dekat Truk! Ini Kebiasaan Sopirnya yang Bikin Rem Blong



    Jakarta

    Kecelakaan maut diduga akibat truk mengalami rem blong lagi-lagi terjadi di Tol Cipularang, Senin (11/11/2024) sore. Belajar dari kecelakaan maut ini, pengendara diminta lebih waspada saat berada di dekat truk.

    Para praktisi keselamatan berkendara selalu mewanti-wanti, kita sebagai pengendara kendaraan yang lebih kecil jangan pernah merasa nyaman berada di dekat-dekat truk. Di jalan turunan, kalau bisa jangan berada di depan truk, karena banyak kasus truk gagal mengerem di turunan. Jika di tanjakan, usahakan jangan berada di belakang truk dan menjaga jarak aman, sebab beberapa kecelakaan disebabkan truk gagal menanjak.

    Bukan cuma itu, blind spot atau titik yang tidak terlihat oleh sopir truk juga banyak, mengingat dimensi truk yang besar dan banyak penghalangnya. Juga ada kebiasaan sopir truk yang berakibat fatal hingga menyebabkan rem blong.


    Menurut praktisi keselamatan berkendara sekaligus Instruktur & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, beberapa kasus kecelakaan akibat truk rem blong terjadi karena kesalahan pengemudinya. Ada satu kebiasaan pengemudi truk yang berniat untuk mengirit pengeluaran justru menimbulkan kecelakaan.

    Menurut Jusri, para pengemudi truk punya kebiasaan menetralkan transmisi di jalan menurun. Mereka beranggapan saat transmisi dinetralkan, beban kerja mesin jadi ringan sehingga konsumsi BBM lebih irit.

    “Ujung-ujungnya konsumsi bahan bakar irit dan ada selisih dari budget yang bisa dibawa pulang. Tapi perilaku ini sangat konyol dan sangat membahayakan diri mereka, muatan, dan pengguna jalan lain,” tegas Jusri.

    Kalau hanya menggunakan gigi netral, maka tidak ada bantuan engine brake sehingga sopir truk hanya mengandalkan service brake atau rem kaki. Jika service brake terus-menerus diinjak tanpa ada bantuan engine brake, konstruksi rem lama-lama kepanasan dan mengakibatkan brake fading atau kegagalan fungsi pengereman.

    “Kalau kita berdiri di tol situ, hitungan menit setiap truk besar di sana ngeblong, yaitu menetralkan transmisi sehingga lajunya sangat kencang. Apa yang terjadi, perlambatan-perlambatan yang mereka lakukan hanya mengandalkan service brake atau rem kaki. Padahal truk-truk semacam ini mereka sudah menggunakan full air brake. Kalau full air brake, mereka punya sistem pengereman tambahan lain namanya exhaust brake atau retarder, yang tujuannya bisa engine brake,” ujar Jusri kepada detikOto, kemarin.

    “Pada kecepatan tinggi, karena elevasi jalan yang menurun dengan bobot yang berat, maka momentum ini akan menimbulkan kecepatan yang sangat luar biasa. Dan itu perlambatan yang dilakukan oleh rem kaki itu akan menimbuilkan overheating pada sistem rem. Ketika rem panas, dampak lain dari panas adalah brake fading, yaitu penyusutan kemampuan rem akibat overheating,” jelasnya.

    Jika konstruksi rem sudah overheat atau panas berlebih, yang terjadi adalah rem blong. Kalau sudah kecepatan tinggi dan sopir berusaha masuk gigi dari netral, pasti akan kesulitan mengingat sistem transmisi kendaraan besar tidak sama dengan mobil kecil.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Motor Matic Tidak Kuat Nanjak? Ini 5 Masalahnya


    Jakarta

    Motor matic tidak kuat nanjak mungkin menjadi masalah banyak pengguna kendaraan sejenis. Berbeda dengan motor manual, pengendara motor matic tidak bisa menurunkan tranmisi jika kendaraannya tidak kuat nanjak.

    Sebetulnya, motor matic aman-aman saja digunakan untuk naik tanjakan ketika di dataran tinggi. Jika motor kamu tidak kuat nanjak, coba cek bagian berikut. Ketahui juga tips membawa motor matic menanjak agar tidak berhenti di tengah jalan.

    Alasan Motor Matic Tidak Kuat Nanjak

    Dilansir dari situs Astra Otoshop dan Wahana Honda, berikut ini 5 kemungkinan alasan kenapa motor matic tidak kuat nanjak:


    1. Filter Udara Kotor

    Filter udara yang kotor akan menyumbat aliran udara ke mesin, sehingga mengurangi tenaga yang dihasilkan. Jika kotor, bersihkan filter udara dengan kompresor. Sekiranya sudah tidak layak, maka gantilah dengan filter udara yang baru.

    2. Kondisi CVT Aus

    Kemungkinan lainnya adalah kondisi Continuously Variable Transmission (CVT) yang sudah aus atau kotor. Hal ini menyebabkan motor matic loyo, bahkan ketika digunakan di jalan datar.

    Pastikan komponen CVT, dalam kondisi baik dan bersihkan secara berkala untuk mencegah motor tak bertenaga. Beberapa komponen CVT adalah roller dan belt.

    3. Masalah Sistem Bahan Bakar

    Masalah pada sistem bahan bakar juga sering membuat motor tidak bertenaga. Biasanya masalah terjadi pada karburator bocor atau kondisi ruang bakar yang kotor. Masalah lain adalah jarum skep pada karburator yang kurang tepat.

    Jika kondisi ini terjadi, motor berisiko loyo saat melewati tanjakan. Dalam perawatan berkala, biasanya akan dilakukan pembersihan bagian sistem bahan bakar dan mengatur jarum skep supaya tepat.

    4. Kondisi Busi

    Masalah selanjutnya yang mungkin membuat motor tidak bertenaga adalah busi kotor atau aus. Kondisi ini mengganggu proses pembakaran dan menyebabkan motor kehilangan tenaga. Pada servis berkala, mekanik akan memeriksa busi dan akan menggantinya jika sudah waktunya diganti.

    5. Oli Mesin Kotor

    Kemungkinan masalahnya adalah oli mesin yang kotor, bocor, atau habis. Oli berfungsi untuk melumasi seluruh bagian mesin agar kinerjanya menjadi optimal. Ganti oli secara berkala akan membuat performa mesin selalu optimal.

    Tips agar Motor Matic Kuat Nanjak dan Aman di Turunan

    Motor matic dan manual sebenarnya bisa kuat nanjak, asal tidak mengalami masalah seperti yang telah disebutkan. Tapi karena tidak punya persneling rendah, pengendara motor matic harus tahu tips jika tidak kuat nanjak.

    Berikut tips yang memungkinkan motor matic aman di tanjakan dan turunan, dikutip dari laman Suzuki:

    1. Cek Kondisi Motor

    Langkah pertama, pastikan kondisi motor matic kamu normal. Jika kurang yakin, bawa motor kamu ke bengkel untuk diservis untuk memastikan semua komponen layak digunakan.

    2. Kenali Kondisi Jalan

    Penting untuk mengenali kondisi jalan yang akan kamu lewati. Jika sudah hafal jalan, tentu pengendara dapat mengantisipasi titik-titik sulit, seperti tanjakan di belokan, hingga jalan rusak.

    3. Postur Tubuh Saat Berkendara

    Saat menanjak, posisikan tubuh agak condong ke depan. Tujuannya adalah agar roda depan mendapat daya cengkeram (grip) yang kuat pada permukaan jalan. Sedangkan saat menurun, usahakan postur tubuh lebih condong ke belakang.

    4. Ancang-ancang

    Saat melihat tanjakan, ambil ancang-ancang terlebih dahulu agar kecepatan motor sudah cukup cepat saat naik. Sebab saat di tanjakan, kecepatan motor pasti akan menurun.

    5. Tahan Gas

    Saat menanjak, hindari menambah gas. Tahan gas tetap pada posisinya agar torsi mesin tetap bekerja optimal. Dalam posisi demikian, justru motor matic bisa sedikit demi sedikit akan menambah kecepatannya.

    Tapi jika langsung menambah gas penuh, maka kecepatan akan sulit bertambah, bahkan justru akan menurun.

    6. Jalan Zig-zag

    Ketika motor dirasa kurang kekuatannya saat menanjak, maka bisa menggunakan trik jalan zig-zag. Dengan cara ini, tanjakan akan terasa lebih landai. Tapi pastikan kondisi jalan cukup sepi, agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.

    7. Kurangi Kecepatan, Gunakan Rem Belakang

    Ketika hampir mendekati puncak atau jalan mendatar, turunkan kecepatan motor secara bertahap dengan menggunakan rem belakang. Mengurangi kecepatan akan mencegah roda bagian depan terlepas pada saat mencapai ujung tanjakan.

    8. Gunakan Rem Belakang Saat Berhenti di Tanjakan

    Lantas bagaimana jika terpaksa berhenti di tanjakan? Pastikan gunakan komposisi rem belakang lebih besar agar tidak terdorong ke belakang. Saat terasa sulit menanjak, segera ambil lajur kiri agar tidak ditabrak dari belakang.

    Motor matic sangat berbeda dengan manual saat berada di turunan. Motor manual memiliki rem mesin (engine brake) sesuai dengan posisi gigi, sehingga bisa tertahan pada kecepatan tertentu.

    Sementara pada motor matic, jika gas dilepaskan, maka akan melaju sangat kencang dan membahayakan. Pastikan gunakan rem depan dan belakang. Selain itu, gas jangan benar-benar dilepas agar tetap mendapatkan engine brake.

    Demikian telah kita ketahui alasan kenapa motor matic tidak kuat menanjak, lengkap dengan tips menghadapi jalan menanjak maupun menurun.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Rem Motor Disiram Air Biar Adem Usai Lintasi Turunan Panjang, Benarkah Cara Ini?



    Jakarta

    Saat berkunjung ke wisata Gunung Telomoyo, terdapat fasilitas penyiraman air untuk rem. Meski tujuannya baik, benarkah cara tersebut?

    Seperti diketahui Gunung Telomoyo, Magelang, Jawa Tengah menjadi destinasi favorit bagi pemotor. Soalnya motor bisa nanjak sampai ke puncak.

    Setelah menikmati pemandangan, pemotor hurus turun lagi. Kurang lebih 30 menit dari atas hingga ke bawah. Memang treknya itu turunan panjang yang membuat kinerja rem jadi ekstra kerja lebih keras.


    Meski tujuannya baik, untuk membantu mendinginkan rem cakram, apakah menyiram rem cakram yang panas dengan air bersih dibenarkan?

    Kampas rem motor disiram pakai airKampas rem motor disiram pakai air Foto: Ibrahim

    Mengutip laman Wahana Honda, tidak disarankan menyiram rem cakram yang panas menggunakan air. Sebab itu bisa merusak komponen rem cakram. Jika ingin menyiram rem cakram menggunakan air bersih, jangan dilakukan secara langsung ketika kondisi rem masih sangat panas, tapi tunggu dulu sejenak hingga rem cakram agak dingin.

    “Kondisi rem cakram yang panas memang bisa menurunkan performa rem itu sendiri, tapi dengan menyiramnya akan merusak rem cakram. Cara terbaik untuk mendinginkan rem cakram adalah dengan menunggu sampai suhu rem cakram menurun, lalu siram dengan air yang bersih untuk mempercepat proses pendinginan,” tulis Wahana Honda.

    Hal senada juga diungkapkan Adrianto S.Wiyono selaku Advisor Karya Fajar Ultima (perusahaan konsultan di bidang keselamatan jalan). Menurut Rian, rem cakram yang dalam kondisi panas kemudian disiram air secara tiba-tiba, maka akan mengakibatkan suatu kondisi yang dinamakan thermal shock.

    “Sependek ilmu fisika yang saya tahu, ketika (rem) panas molekulnya akan bergetar dan menjauh, Ketika terjadi penurunan temperatur mendadak (saat rem disiram air), maka molekul akan merapat secepatnya dan terjadi pendinginan yang tidak merata,” ungkap Rian.

    Rian menjelaskan, jika struktur benda tersebut masih bisa menoleransi adanya perubahan suhu yang signifikan, maka tidak akan ada dampaknya. Tapi jika tidak, maka benda tersebut bisa pecah atau meleyot.

    “Jadi pendinginan tersebut bergantung apakah dalam rentang suhu yang bisa ditoleransi oleh benda tersebut atau tidak,” bilang Rian.

    (riar/lua)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Tips Aman Ngerem Pakai Motor Matic di Jalan Menurun


    Jakarta

    Berkendara menggunakan motor matic cenderung mudah, karena cukup menarik gas dan rem. Pengendara tak perlu menambah atau mengurangi gigi persneling, maupun menarik kopling.

    Tapi di balik itu, ada ancaman yang cukup serius ketika motor matic digunakan di jalan menurun seperti pegunungan. Jika pengereman tidak benar, bisa-bisa motor blong dan terjadi kecelakaan.

    Untuk bisa ngerem pakai motor matic dengan benar saat melintasi jalan turunan, simak caranya dalam artikel ini. Simak juga beberapa kesalahan ngerem yang biasa dilakukan dan beberapa tips agar awet rem tetap awet.


    Tips Aman Ngerem Motor Matic di Turunan

    Dilansir dari situs Suzuki dan Rifat Drive Labs, berikut ini 7 tips aman mengerem motor matic di turunan:

    1. Pastikan Kondisi Rem Sebelum Bepergian

    Selalu pastikan untuk mengecek kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama saat menempuh perjalanan jauh. Salah satu bagian terpenting adalah rem. Pastikan rem tidak aus atau rusak.

    2. Jaga Jarak dan Kecepatan

    Menjaga jarak dan kecepatan merupakan cara agar pengereman bisa optimal. Terutama ketika di turunan, maka kendaraan akan meluncur lebih cepat. Jangan sampai kecepatan melebihi batas maksimal untuk mengantisipasi kendaraan di depanmu berhenti mendadak.

    3. Gas Jangan Benar-benar Dilepas

    Berbeda dengan motor manual, motor matic bisa blong ketika gas benar-benar dilepas saat di turunan. Sebab motor manual memiliki engine brake yang bisa menahan kecepatan, sementara motor matic tidak.

    Pengendara motor matic sesekali tetap harus menarik gas agar transmisi kendaraan tetap aktif. Jika gas dilepaskan penuh, maka akan terjadi freewheel, yaitu motor bisa meluncur seperti ketika menarik kopling pada motor manual.

    Di turunan, utamakan untuk menggunakan rem depan daripada belakang. Rem depan akan lebih optimal menahan daya dorong motor ke depan. Rem depan pada motor matic berada di tangan kanan, sama seperti motor umumnya.

    5. Kombinasikan Rem

    Memang rem depan lebih optimal digunakan saat menurun. Tetapi detikers tetap harus mengkombinasikan dengan rem belakang di tangan kiri sebagai penyeimbang. Selain menghindari ban selip, cara ini juga mengurangi beban rem sehingga tidak cepat aus pada salah satu rem.

    6. Hindari Ngerem Mendadak

    Hindari mengerem secara mendadak, terutama setelah memacu dengan kecepatan tinggi. Pengereman mendadak bisa membuat roda terkunci dan motor kehilangan daya cengkram.

    Pengendara juga disarankan mengerem secara bertahap, yakni dengan menekan rem, melepasnya, lalu menekannya lagi hingga beberapa kali.

    7. Pastikan Pakai Safety Gear

    Selalu ingat untuk memakai perlengkapan keselamatan, seperti helm ber-SNI, jaket berkendara, sarung tangan, dan sepatu untuk meminimalkan risiko cedera apabila terjadi kecelakaan.

    Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Ngerem

    Banyak pengendara yang masih sering melakukan kesalahan dalam mengerem. Berikut beberapa di antaranya:

    • Banyak pengendara terbiasa mengerem mendadak, sehingga membuat roda terkunci. Hal ini sering terjadi ketika tidak menjaga jarak aman.
    • Banyak pengendara menghindari penggunaan rem depan karena takut roda depan terkunci. Padahal rem depan lebih efektif untuk memperlambat laju motor.
    • Pengendara masih sering memanfaatkan satu rem, padahal sebaiknya mengkombinasikan rem depan dan belakang. Jika menggunakan satu rem, maka laju kendaraan sulit terkendali dan rem bisa cepat aus.
    • Pengendara masih sering mengabaikan kondisi rem. Saat rem terasa tidak pakem, muncul suara, atau tidak nyaman, sebaiknya tanyakan ke bengkel.

    Tips Merawat Rem Agar Awet

    Berdasarkan situs Astra Otoshop, ada sejumlah tips merawat rem agar tetap awet yang bisa diterapkan, yaitu:

    • Secara rutin bersihkan komponen dari kotoran, terutama setelah kehujanan, terkena lumpur, atau melewati jalan berdebu.
    • Lakukan kombinasi rem depan dan belakang.
    • Manfaatkan engine brake untuk mengurangi kecepatan, sehingga meminimalkan penggunaan rem.
    • Cek kampas rem dan piringan cakram untuk memastikan jarak yang normal.
    • Secara berkala berikan minyak rem pada bearing atau laher.
    • Kondisi permukaan cakram rem tidak boleh aus atau berkarat. Jika kondisinya demikian, maka pertimbangkan untuk diganti.
    • Jika rem sudah macet, sebaiknya ganti seal master rem, kampas rem, dan sebagainya.
    • Selalu menyervis motor secara agar seluruh komponennya dicek.

    Nah, mulai sekarang detikers bisa menerapkan tips aman mengerem pakai motor matic tersebut. Kebiasaan baik ini bisa mencegah diri kita dan orang lain dari bahaya kecelakaan.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com