Tag: ubi kuning

  • Lagi Tren Sarapan Rebus-rebusan dan Kukusan, Benarkah Lebih Sehat? Cek Faktanya di Sini


    Jakarta

    Jika biasanya nasi uduk dan lontong sayur mendominasi menu sarapan para pekerja kantoran, belakangan muncul tren baru. Sarapan rebus-rebusan dan kukusan makin diminati, dan disebut lebih sehat.

    Tren ini bisa teramati di beberapa stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang menjadi persinggahan para pekerja yang hendak berangkat ke kantor di pusat kota Jakarta. Tak sulit menemukan booth atau lapak yang menjual ubi, jagung manis, hingga kacang-kacangan yang diolah dengan simpel yakni direbus ataupun dikukus.

    Beberapa menu yang mudah ditemukan, berikut kandungan gizinya, antara lain:


    1. Ubi kuning

    Ubi kuning memiliki serat yang cukup tinggi, membantu menjaga kenyang cukup lama tanpa menimbulkan lonjakan gula darah terlalu cepat. Ubi kuning punya rasa manis alami dan tekstur lembut yang bikin nyaman di perut.

    Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) tahun 2017, ubi jalar kuning kukus mengandung sekitar 100 kkal energi, 0,7 gram protein, 0,3 gram lemak, dan 23,8 gram karbohidrat per 100 gram. Warna kuning-oranyenya menandakan kandungan beta-karoten yang berperan sebagai antioksidan pendukung kesehatan kulit dan daya tahan tubuh.

    2. Pisang Kepok

    Pisang kepok kukus punya rasa manis yang lembut dan tekstur yang padat. Per 100 gram pisang kepok mengandung 120 kkal energi, 1,2 gram protein, 0,3 gram lemak, dan 28 gram karbohidrat.

    Kandungan kalium di dalamnya juga mendukung keseimbangan cairan tubuh dan kerja otot, termasuk otot jantung.

    3. Singkong

    Singkong dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks dengan serat larut. Singkong kukus cocok untuk yang butuh sarapan murah dan mengenyangkan.

    Singkong kukus mengandung 153 kkal energi, 1,2 gram protein, 0,3 gram lemak, dan 36,4 gram karbohidrat per 100 gram.

    4. Labu kuning

    Labu kuning memberi rasa manis yang lembut serta warna cerah yang menggugah selera. Ini termasuk makanan rendah kalori yang kaya serat dan beta-karoten (antioksidan pendukung kesehatan mata dan kulit).

    Labu kuning mengandung kurang lebih 122 kkal energi, 1,2 gram protein, 0,3 gram lemak, dan 4,6 gram karbohidrat per 100 gram.

    5. Jagung manis

    Jagung manis memberi keseimbangan antara rasa dan energi. Kandungan karbohidratnya cukup untuk memompa tenaga, tanpa terlalu berat. Jagung mengandung sekitar 154 kkal energi, 3,8 gram protein, 3,5 gram lemak, dan 28,4 gram karbohidrat per 100 gram. Jagung juga mengandung vitamin B kompleks yang berperan dalam produksi energi dan fungsi saraf. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam jagung berkontribusi terhadap kesehatan mata.

    6. Kacang tanah

    Kacang tanah kukus menawarkan rasa gurih alami dan merupakan sumber lemak sehat dan protein. Ini membantu menahan lapar lebih lama karena pencernaannya cenderung lebih lambat.

    Kacang tanah kukus mengandung 220 kkal energi, 10,6 gram protein, 18 gram lemak, dan 8 gram karbohidrat per 100 gram.

    7. Edamame

    Edamame adalah kacang kedelai muda yang mengandung protein nabati yang tinggi. Selain itu, edamame kaya isoflavone, antioksidan yang mendukung regulasi hormon dan keseimbangan metabolisme.

    Edamame mengandung sekitar 189 kkal energi, 20,2 gram protein, 8,2 gram lemak, dan 12,7 gram karbohidrat per 100 gram. Edamame cocok untuk membantu daya fokus dan stabilitas gula darah di pagi hari.

    8. Telur

    Telur membuat menu kukusan jadi lebih seimbang. Mudah dicerna, tetapi tetap memberikan protein berkualitas tinggi yang membantu menjaga rasa kenyang.

    Berdasarkan TKPI, telur ayam mengandung sekitar 70 kkal energi, 7 gram protein, 5 gram lemak, dan 0,7 gram karbohidrat per 100 gram.

    Kenapa Tren Sarapan Rebus-rebusan dan Kukusan Diminati?

    Dalam bentuk potongan-potongan kecil, menu sarapan rebus-rebusan dan kukusan terasa ringan, tetapi tetap membuat bertenaga. Banyak yang merasa tubuh lebih fokus saat bekerja jika tidak memulai hari dengan makanan berminyak atau berbumbu berat.

    Menu kukusan ini menjadi opsi yang menarik karena dapat membantu menjaga energi tetap stabil hingga menjelang siang tanpa memicu rasa mengantuk atau begah karena adanya kandungan serat yang tinggi di dalamnya. Pola sarapan seperti ini sesuai dengan kebutuhan energi untuk memulai pekerjaan di pagi hari dan butuh makanan yang praktis untuk dikonsumsi sebelum perjalanan atau sesampainya di tempat kerja.

    Tren sarapan rebus-rebusan dan kukusan di kalangan Gen-ZTren sarapan rebus-rebusan dan kukusan di kalangan Gen-Z. Foto: Sarah Octaviani Alam/detikHealth

    Praktis dan Mudah Ditemukan

    Karena lagi tren, menu rebus-rebusan dan kukusan mudah sekali ditemukan di berbagai tempat. Penjual kukusan yang banyak ditemui di sekitar stasiun umumnya anak muda dengan booth sederhana yang rapi dan mudah dikenali. Mereka menjual dalam waktu yang sangat tepat yaitu pagi hari, sebelum jam masuk kantor. Sistem jualnya cepat, tinggal pilih beberapa item, bayar, bawa, dan bisa langsung dimakan sambil berjalan atau saat menunggu kereta.

    Harga yang fleksibel membuat pembeli tidak merasa terbebani. Cukup ambil tiga sampai empat jenis kukusan, sudah bisa jadi sarapan yang memenuhi kebutuhan gizi di pagi hari. Sarapan yang praktis jadi nilai tambah dan solusi yang sangat baik bagi agar tetap sarapan. Tidak perlu duduk lama, tidak ribet, dan tidak berisiko menunda perjalanan ke kantor.

    Lebih Sehat Dibanding Goreng-gorengan

    Dibanding goreng-gorengan, baik rebus-rebusan maupun kukusan secara umum memang lebih sehat karena diolah tanpa minyak tambahan. Teksturnya lembut dan mudah dicerna, sehingga cocok untuk lambung yang baru aktif setelah bangun tidur. Banyak pembeli mengatakan bahwa sarapan kukusan membuat perut terasa nyaman dan kenyang lebih lama. Ini membantu menjaga energi tetap stabil sampai mendekati waktu makan siang, serta tidak ada lonjakan gula darah yang mendadak. Sarapan juga tidak membuat tubuh terasa lemas atau mengantuk.

    Untuk beberapa jenis makanan, kukusan dapat mempertahankan kandungan vitamin yang larut air seperti vitamin B dan C yang mudah hilang saat dimasak dengan air maupun minyak.

    Komposisi Juga Menentukan

    Namun demikian, beralih ke menu rebus-rebusan dan kukusan tidak serta merta membuat diet jadi lebih sehat. Kuncinya ada di variasi, karena jika komposisinya sejenis maka nutrisinya mungkin tidak seimbang. Misalnya jika memilih ubi dan kentang saja, maka kandungan karbohidratnya yang sama-sama tinggi akan memberikan asupan energi yang berlebih.

    Setidaknya harus ada sumber protein nabati dan hewani pada menu pilihan kukusan. Karena semakin beragam pilihan kukusan yang dipilih, semakin beragam pula vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang masuk ke tubuh.

    Perkiraan energi berdasarkan porsi yang umum dijual:

    • Jagung = 1 potong ± 50 g = ± 77 kkal
    • Ubi kuning = 1 buah sedang ± 100 g = ± 100 kkal
    • Singkong = 1 potong kecil ± 50 g = ± 153 kkal
    • Pisang kepok = 1 buah ± 100 g = ± 120 kkal
    • Labu kuning = 1 potong ± 60 g = ± 73,2 kkal
    • Edamame = ± 50 g = ± 94,5 kkal
    • Kacang tanah = ± 50 g = ± 26 kkal
    • Telur = 1 butir = ± 75 kkal
    Jajanan kukusan kini kembali diminati. Makanan yang dikukus juga punya sejumlah manfaat dibandingkan metode lain seperti digoreng.Salah satu lapak penjual menu rebus-rebusan dan kukusan. Foto: Andhika Prasetia

    Kebutuhan energi harian rata-rata orang dewasa sekitar 2.200 kkal, dan sarapan idealnya memenuhi 20% dari kebutuhan tersebut, yaitu sekitar 440 kkal. Dengan begitu, sarapan kukusan bisa tetap dikonsumsi tetapi tidak melebihi, sehingga menghindari asupan energi yang berlebih dan mendukung kesehatan tubuh.

    Contoh menu kukusan gizi seimbang/beragam tanpa melebihi asupan energi yang berlebih:

    • Ubi kuning 1 buah sedang (100 kkal)
    • Edamame 50 g (94,5 kkal)
    • Telur 1 butir (75 kkal)
    • Pisang kepok kukus 1 buah (120 kkal)

    Total energinya 389 kkal. Pilihan menu kukusan bisa disesuaikan sesuai dengan selera masing-masing dengan melihat kandungan energi di atas sebagai acuan.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Ubi Ungu vs Ubi Kuning, Mana yang Lebih Bagus Buat Diet?


    Jakarta

    Ubi ungu dan ubi kuning merupakan jenis ubi populer yang dikonsumsi di Indonesia. Untuk diet menurunkan berat badan, lebih baik konsumsi ubi ungu atau ubi kuning?

    Ubi jalar merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang dipercaya menyehatkan. Ubi juga kerap jadi makanan favorit mereka yang sedang berdiet.

    Mengutip Healthline, ubi kaya akan antioksidan yang disebut beta-karoten. Kandungan ini efektif untuk meningkatkan kadar vitamin A dalam darah, utamanya pada anak.


    Ubi juga dikenal akan seratnya. Tak heran jika ubi kerap muncul dalam banyak menu diet.

    Ubi jalar hadir dengan banyak warna daging. Perbedaan warna umumnya akan membedakan komposisi nutrisi yang ada di dalamnya.

    Ubi ungu vs ubi kuning

    Mengutip Times of India, perbedaan di antara keduanya dapat dilihat dari profil nutrisinya. Baik ubi ungu dan kuning pada dasarnya sama-sama mengandung senyawa antioksidan yang memberikan warna pada daging.

    Pada ubi kuning, ada beta-karoten yang bisa diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Sementara pada ubi ungu ada antosianin, senyawa antioksidan kuat yang dipercaya bisa melawan peradangan dan kanker.

    Selain itu, ubi ungu dan kuning juga kaya akan vitamin dan mineral. Namun manfaat keduanya bisa bervariasi.

    Berikut manfaat ubi kuning:

    cara memanggang ubi jalarFoto: Getty Images/iStockphoto

    1. Menjaga kesehatan mata

    Ubi kuning mengandung beta-karoten dalam jumlah tinggi yang dapat meningkatkan kesehatan mata dan mengurangi degenerasi makula.

    2. Meningkatkan daya tahan tubuh

    Beta-karoten membuat sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik melalui perannya sebagai antioksidan dalam melawan radikal bebas.

    3. Sumber vitamin C tinggi

    Ubi kuning juga kaya akan vitamin C yang berfungsi meningkatkan produksi kolagen dan penyerapan zat besi.

    Berikut manfaat ubi ungu:

    Iseng Masak Nasi Sambil Kukus Ubi, Hasilnya Jadi Nasi Ungu CantikFoto: Site News

    1. Melawan peradangan

    Antosianin pada ubi ungu bersifat anti-inflamasi. Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan, antosianin dapat menghambat peradangan.

    2. Bersifat antikanker

    Senyawa antioksidan kuat pada ubi ungu dapat melindungi tubuh dari risiko kanker tertentu dengan melawan radikal bebas.

    Mana yang lebih bagus untuk diet?

    Sebagaimana telah dijelaskan di atas, ubi hampir selalu masuk dalam menu diet banyak orang. Namun, mana yang lebih baik untuk diet di antara keduanya?

    Pada dasarnya, kedua varietas ubi tersebut sama-sama mengandung serat. Serat sendiri dikenal dapat membuat pencernaan memproses lebih lama hingga bisa mempertahankan rasa kenyang.

    Namun, faktanya ubi ungu cenderung lebih padat serat dibandingkan kuning. Serat yang lebih padat dapat memastikan pergerakan usus yang baik hingga akhirnya bisa berkontribusi pada proses penurunan berat badan.

    Selain itu, indeks glikemik ubi ungu juga cenderung lebih rendah dibandingkan ubi kuning. Dengan begitu, ubi ungu disebut lebih aman untuk orang dengan kadar gula darah tinggi.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ubi Ungu vs Ubi Kuning, Mana yang Lebih Bermanfaat buat Diet?

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • Perbedaan Ubi Ungu dan Ubi Kuning, Mana yang Bagus untuk Diet?

    Jakarta

    Ubi ungu dan ubi kuning adalah jenis ubi yang terkenal di Indonesia. Keduanya bisa diolah dengan dipanggang, direbus, hingga dijadikan tambahan untuk kue atau kolak.

    Selain dipilih sebagai makanan sehat, ubi juga kerap dijadikan makanan diet. Ketahui perbedaan di antara keduanya di bawah ini.

    Perbedaan Ubi Ungu dan Ubi Kuning

    Selain dilihat dari warnanya, perbedaan ubi ungu dan ubi kuning terletak pada tekstur, rasa, hingga kandungan nutrisinya.


    1. Warna

    Dikutip dari buku Potensi Komoditas Pangan Lokal di Kabupaten Kuningan karya Slamet Hadi Kusumah, dkk, perbedaan warna pada ubi jalar disebabkan karena kandungan pigmen pada masing-masing ubi tersebut.

    Ubi ungu punya warna ungu mulai dari kulit sampai bagian dagingnya.Warna ungu tersebut dikarenakan adanya pigmen antosianin yang tinggi pada ubi ini. (Tong et al. 2020).

    Sementara, warna ubi yang dominan oranye dan kuning disebabkan karena kandungan pigmen alami yang bernama beta karoten.

    2. Kandungan Antioksidan

    Mengutip laman Livestrong, semua ubi jalar mengandung antioksidan. Namun, sumber dan jumlahnya ditentukan juga dari warna dagingnya.

    Ubi jalar warna oranye kekuningan banyak mengandung karotenoid (pigmen kuning dan oranye yang disintesis oleh banyak tanaman). Sementara, ubi jalar dengan daging berwarna ungu kaya akan antosianin.

    Karotenoid berfungsi sebagai sumber vitamin A (retinol) dalam tubuh. Karotenoid yang paling umum di antaranya ada beta karoten, lutein, likopen, dan zeaxanthin.
    Selain itu, karotenoid juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus mendukung kesehatan mata.

    Sementara kandungan antosianin dalam ubi ungu merupakan flavonoid yang mungkin memiliki efek antiradang dan antimikroba. Menurut penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam Food and Nutrition Research, kandungan ini bermanfaat dalam membantu melindungi terhadap obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, hingga kanker.

    3. Tekstur dan Rasa

    Biasanya, tekstur ubi ungu lebih lembut jika dibandingkan dengan ubi kuning yang bagian dalamnya cukup padat. Untuk rasa, ubi ungu rasanya lebih manis daripada ubi kuning.

    4. Pengolahannya

    Mengutip Times of India, ubi ungu dan kuning bisa disajikan dengan berbagai cara. Ubi ungu bisa dipanggang dengan minyak zaitun, dibuat pai, maupun smoothie.

    Sementaa ubi kuning bisa diolah dengan sup atau semur, digoreng, atau ditumbuk dengan dibumbui garam, kayu manis, dan mentega.

    Lebih Bagus Ubi Ungu atau Kuning untuk Diet?

    Dilansir Times of India, mengutip dari para peneliti dalam The American Journal of Clinical, ubi jalar oranye/kuning adalah salah satu sumber beta karoten yang tinggi. Hal tersebutlah yang membuat banyak orang lebih memilih ubi jalar oranye/kuning untuk diet dalam menurunkan berat badan mereka.

    (khq/fds)



    Sumber : food.detik.com