Tag: uin jakarta

  • Baznas Buka Beasiswa S2-S3 Filantropi untuk Kuliah di UIN, Ini Persyaratannya


    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menawarkan beasiswa S2 dan S3 bagi masyarakat yang tengah bekerja di lembaga filantropi. Pendaftaran beasiswa dibuka selama 14-27 Desember 2024.

    Kuota beasiswa ini sebanyak 23 peserta yang terdiri atas 19 mahasiswa S2 dan 4 mahasiswa S3. Penerima nantinya dapat menimba pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

    Durasi beasiswa berlaku selama 4 semester untuk mahasiswa S2. Sementara untuk mahasiswa S3 durasinya lebih lama yakni 7 semester.


    Apa saja keuntungan mendapat beasiswa ini? Dan apa saja syarat untuk mendaftarnya? Mengutip buku Petunjuk Teknis Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana Filantropi Islam Tahun 2024, berikut informasi lengkapnya.

    Keuntungan Penerima Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    1. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
    2. Biaya matrikulasi
    3. Layanan perpustakaan
    4. Layanan teknologi informasi
    5. Orientasi studi
    6. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
    7. Biaya conference
    8. Biaya wisuda
    9. Biaya ujian tesis
    10. Biaya tes TOEFL di kampus
    11. Biaya tes IKLA di kampus
    12. Biaya bebas pustaka
    13. Pembinaan dan academic writing

    Syarat Daftar Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    • Warga negara Indonesia
    • Bekerja sebagai amil di Baznas/Laznas minimal tiga tahun
    • Mendapat rekomendasi dari pimpinan/bagian sumber daya manusia di lingkungan Baznas/Laznas tempat bekerja
    • Mendaftar di kampus UIN Jakarta atau UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    • Tidak sedang mendapatkan beasiswa lain
    • Mempunyai ijazah/surat keterangan lulus dan transkrip nilai pendidikan sebelumnya
    • Mempunyai IPK S1/S2 minimal 3,25
    • Mengikuti proses seleksi hingga akhir
    • Membuat proposal singkat tentang rencana penelitian
    • Menandatangani dan menjaga komitmen hingga beasiswa berakhir
    • Bersedia menanggung biaya pendaftaran masuk kampus

    Dokumen Syarat Daftar Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    • Pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6
    • Fotokopi KTP/KK
    • Surat keterangan Pengangkatan amil tetap
    • Transkrip nilai pendidikan terakhir yang memuat nilai IPK terakhir
    • Surat rekomendasi pimpinan/SDM Baznas/Laznas
    • Surat keterangan izin belajar dari bagian SDM di Baznas/Laznas tempat bekerja
    • Akad peserta beasiswa filantropi islam
    • Proposal singkat rencana penelitian

    Cara Daftar Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    Sebelum mendaftar, calon peserta bisa membaca informasi panduan mendaftar beasiswa lengkap pada link bazn.as/filantropibaznas2024. Link atau tautan tersebut juga mencakup rincian detail sistem dan pelaksanaan seleksi.

    Bagi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bisa melakukan pendaftaran lewat bazn.as/filantropibaznas2024. Sementara untuk mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lewat bazn.as/filantropibaznas2024.

    Jadwal Seleksi Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    • Pendaftaran online: 14-27 Desember 2024
    • Seleksi administrasi: 28-29 Desember 2024
    • Pengumuman lulus seleksi administrasi: 30 Desember 2024
    • Seleksi wawancara: 2-3 Januari 2024
    • Penetapan SK penerima Beasiswa Baznas: 10 Januari 2024
    • Pengumuman & daftar ulang: 10-12 Januari 2024
    • Sospem dan matrikulasi: 14-15 Januari 2025
    • Perkuliahan blocking time 1 semester 1: 14-24 Januari 2024
    • Perkuliahan blocking time 2 Semester 1: 17-28 Maret 2024

    Demikian informasi penawaran beasiswa Baznas bagi pekerja di sektor filantropi. Apakah detikers tertarik dafta

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • 6 Mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng yang Menjadi Misteri


    Jakarta

    Gunung Prau berada di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Dengan ketinggian mencapai 2.565 mdpl dan medan tidak terlalu sulit, Prau termasuk gunung yang ramah pendaki pemula.

    Gunung Prau disebut-sebut memiliki view matahari terbit terbaik. Di balik pesonanya, gunung ini konon menyimpan sederet mitos terkait hal mistis yang masih diyakini masyarakat setempat hingga sekarang. Apa saja mitos Prau di Dataran Dieng yang beredar? Cari tahu pada uraian di bawah.

    6 Mitos Gunung Prau yang Menjadi Misteri

    Mengutip skripsi berjudul Konstruksi Nilai Sosial Pendaki Gunung Melalui Mitos Pendakian (Studi Kasus: Gunung Prau) yang dipublikasi oleh UIN Jakarta, berikut deretan mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng:


    1. Makam Kyai Jalak Ijo

    Di jalur pendakian Gunung Prau via Dwarawati terdapat sebuah makam yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Letaknya berada di dalam hutan menyimbolkan lokasi kesakralannya. Pusara tersebut dipercaya milik seseorang yang dikenal dengan julukan Kyai Jalak Ijo.

    Biasanya, banyak orang berziarah ke makam tersebut di waktu tertentu seperti pada malam 1 Suro atau 1 Muharram. Konon doa yang dipanjatkan di sana dapat dikabulkan, di antaranya saat berdoa meminta rezeki, jodoh, dan penglaris.

    2. Dewa Penguasa Gunung Prau

    Menurut kepercayaan sejak zaman kerajaan Hindu yang berdiri di Dataran Tinggi Dieng, Gunung Prau merupakan tempat bersemayam dewa penguasa gunung. Dewa ini dianggap sebagai makhluk supranatural suci yang menjaga Prau dari kerusakan.

    Para dewa dipercaya akan turun dan menampakkan diri sebagai manusia ketika ritual pemotongan rambut gimbal dilaksanakan setahun sekali di area Candi Arjuno.

    3. Larangan Mendaki bagi Wanita yang Haid

    Ada juga mitos perempuan haid dilarang mendaki di Gunung Prau. Hal ini karena gunung setinggi 2.565 mdpl itu diyakini sebagai tempat suci, sementara wanita menstruasi dianggap “sedang kotor” sehingga tidak diperbolehkan mendaki.

    Pendaki yang melanggar mitos tersebut konon akan tertimpa musibah yang bahkan dapat mengancam nyawanya maupun orang lain, seperti kecelakaan, tersesat, ataupun meninggal dunia.

    4. Sandekala

    Sandekala adalah mitos umum di dunia pendakian, termasuk di Prau, di mana terdapat larangan mendaki saat adzan Maghrib tiba atau pergantian hari. Waktu tersebut diyakini punya sisi mistis.

    Siapa yang mendaki menjelang atau di waktu pergantian hari kabarnya akan diganggu oleh makhluk halus penghuni gunung. Jika mitos ini dilanggar, mereka yang melakukannya bisa mengalami hal mistis seperti kesurupan atau kejadian tak masuk akal seperti berpindah ke alam gaib.

    5. Penjelmaan Burung Jalak

    Menurut kepercayaan masyarakat yang tinggal di kawasan Gunung Prau, pendaki akan mendapat malapetaka saat berusaha menangkap atau mengganggu burung jalak yang ditemukan di jalur pendakian.

    Burung jalak di Prau katanya merupakan penjelmaan makhluk halus yang dianggap senang mencelakai dan membahayakan para pendaki.

    Selain jalak, hewan-hewan seperti ular, kera, kuda, kelabang, dan harimau juga kabarnya adalah binatang penjelmaan makhluk astral di gunung.

    6. Oyot Rimpang

    Ada lagi mitos terkenal di Gunung Prau yaitu oyot rimpang. Konon, oyot rimpang merupakan pintu menuju alam gaib. Pintu ini berupa pepohonan tinggi yang tumbuh di padang bunga daisy dan punya bentuk menyerupai kotak.

    Lokasi oyot rimpang diduga dapat ditemukan di jalur pendakian Prau via Dwarawati setelah melewati puncak tertingginya. Usai melalui tower yang berada di puncak, pendaki akan menjumpai area Telaga Wurung yang terdapat tanaman tinggi, rerumputan, dan bunga daisy. Kabarnya, di situlah letak oyot rimpang berada.

    Masyarakat meyakini siapa saja yang melewati pepohonan kotak bak pintu itu, secara sengaja ataupun tidak, maka ia akan memasuki dunia gaib dan tidak bakal bisa keluar dari sana.

    Larangan di Gunung Prau

    Selain mitos, ada baiknya mengetahui berbagai larangan Gunung Prau sebelum traveler mendaki di sana. Dilansir situs Visit Jawa Tengah, berikut beberapa larangan mendaki Prau:

    • Masuk tanpa izin
    • Membuang sampah sembarangan
    • Membuat api unggun
    • Tidak membawa sampah turun
    • Menebang pohon
    • Membawa tisu basah ke atas Gunung Prau
    • Membawa senjata tajam
    • Membawa dan menyalakan kembang api
    • Membawa dan mengkonsumsi minuman keras atau narkoba
    • Melakukan pencurian
    • Membawa alat musik dan musik box
    • Melakukan perzinahan
    • Melakukan vandalisme
    • Kencing di dalam botol.

    Nah, itu tadi sederet misteri Gunung Prau yang diyakini masyarakat setempat beserta larangan saat mendaki gunung ini. Jika berkesempatan mengunjung Gunung Prap, semua aturan dan larangan wajib dipatuhi yanpa kecuali ya.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com